
"tapi kamu masih dalam proses pemulihan, jadi kamu harus nurut aku tidak ingin melihat kalian berdua terbaring seperti ini, sudah cukup semua ini aku tidak ingin melihat kalian terluka lagi.
"apa Kakak, bisa mengabulkan keinginan kami,kami hanya ingin hidup bahagia berdua sedari dulu tapi kalian semua tidak pernah mendukung kami, aku sangat sedih karena cinta ku dan dia harus terus terombang ambing"kata Tara jelas dan tegas.
"untuk hal itu aku tidak bisa menjamin ingat Tora kamu sudah punya istri dan Alexia juga sudah memiliki kekasih dan hubungan darah di antara kalian sungguh tidak memungkinkan untuk bisa bersama"jawab Andres.
"tapi, apa kakak lupa bahwa kalian juga sama-sama saudara dan Alexia juga hasil dari hubungan terlarang kalian dulu?"ucap Tora tidak ingin kalah.
"Tora,dulu aku sudah terlanjur melakukan kesalahan, dan dosa mungkin itu tidak seharusnya terjadi tapi kami sangat saling mencintai dan, pernikahan kita langgeng sampai saat ini"ucap Andres.
"aku juga bisa seperti kakak, aku bisa menjaga dia seumur hidup ku, dan aku berjanji akan selalu mencintai nya"ucap Tora sungguh-sungguh.
"aku tidak bisa menolong mu, kecuali takdir yang akan menjawab semua nya"ucap Andres.
"aku, mohon kak, jangan seperti ini, aku sangat mencintai putri mu"ucap Tora.
"sayang nya, Alexia sudah akan menikah dengan pria yang sudah berbuat kesalahan terhadap nya, kamu bisa lihat keadaan nya saat ini kan dia begitu menderita karena semua itu"ucap Andres.
"apa Alexander yang melakukan semua ini"ucap Tora.
"istri ku menghukum putri ku atas kesalahannya saat kemarin di Bandung"ujar Andres.
Tora, hanya bisa diam saat ini karena dia mengira Alexander sudah menodai kesucian Alexia saat ini.
Tora, pun kini kembali keruangan nya karena merasa sakit hati yang teramat dia mengira gadis yang sangat di cintai nya yang dulu selalu bersama dengan nya kini telah ternoda, Tora tidak kecewa karena alasan Alexia sudah bukan virgin lagi, tapi yang membuat dia kecewa adalah Alexia benar-benar menyerahkan semua itu pada Alexander.
saat ini malam, hampir larut, saat ini Deswita datang membawa paper bag, berisi makanan dan pakaian, Deswita awalnya sangat ragu untuk datang ke rumah sakit, tapi dia harus minta maaf terhadap suami dan juga putri nya setelah Alexander, datang ke Mansion nya menjelaskan semua yang terjadi, Alexander begitu berani datang dan meminta maaf, dan menjelaskan hubungan nya dengan Alexia, bahkan Alexander akan melamar Alexia setelah
iya kembali dari rumah sakit.
awalnya, Deswita sangat marah tapi dia tidak ingin kehilangan suami dan juga putri nya yang sangat di cintai nya itu,meski Deswita selalu mendidik nya dengan keras,itu adalah sebuah kasih sayang yang mungkin sangat berbeda dengan,ibu lainnya.
Deswita tidak ingin Alexia, menjadi wanita lemah dia ingin Alexia seperti dirinya, dan juga Omah nya, karena bagi Deswita , pendidikan wanita itu harus lebih keras dari anak laki-laki, mungkin itu adalah ajaran yang selalu di terapkan oleh Cleo dulu.
"sayang, aku mau minta maaf"ucap Deswita yang kini duduk di hadapan Andres, tepat nya bersimpuh di hadapan suaminya itu.
" bangun lah Hanny, semua ini sudah terjadi aku harap tidak akan pernah ada yang kedua kalinya, lihat lah putri ku sampai saat ini bahkan belum sadarkan diri, apa kamu masih tidak merasa kasian dia itu putri kita satu-satunya,mau sampai kapan kamu memperlakukan nya sekejam ini?"ujar Andres yang kini menitikkan air mata tak tega melihat putri kesayangan nya itu masih terbaring lemah dan masih tidak sadarkan diri.
"aku janji sayang aku tak akan berbuat itu lagi please Hanny tolong maafkan aku"ucap Deswita menangis sesenggukan.
Andres pun langsung memeluk istrinya itu karena dia tidak tega melihat istri nya seperti sekarang ini, Andres bahkan sangat merasa bersalah karena bekas tamparan keras yang di lakukan pada istrinya itu, sampai saat ini masih terlihat jelas di kulit mulus nya itu.
Andres menatap wajah Deswita, sekilas setelah itu dia langsung mencium pipi Deswita dengan penuh cinta dan penyesalan, bertahun-tahun menikah dengan nya,baru kali ini dia melayangkan tangan pada sang istri.
"maafkan kesalahan ku ini sayang aku benar-benar menyesal aku tidak sengaja aku begitu gelap mata saat melihat putriku bermandikan darah, aku mohon maaf kan aku"ucap Andres yang kini menciumi seluruh wajah cantik istri nya itu, dan kembali memeluk nya erat.
"tidak sayang,ini bukan kesalahan mu,ini adalah kesalahan ku, aku tau kamu tidak akan pernah tega melakukan itu, jika bukan aku memulai nya, akulah yang bersalah, kamu tidak perlu khawatir,ini tidak seberapa jika di bandingkan dengan kesalahan ku yang sudah menghakimi putri ku, tanpa kesalahan, bahkan jika pria itu tidak datang mungkin sampai saat ini aku lah orang yang akan sangat menyesal"ucap Deswita.
"apa, maksud mu sayang, siapa yang datang"ucap Andres penasaran.
"Alexander, datang dia begitu berarti mengakui kesalahannya, dan dia ingin melamar putri kita setelah dia pulang dari rumah sakit"ujar Deswita.
"bagaimana menurut mu?"ucap Andres.
"aku terserah kamu saja Sayang, yang penting yang terbaik menurut mu"ucap Deswita pasrah.
"aku serahkan semua pada putri kita"ucap Andres.
mereka pun langsung memeluk Andres dia bahkan mencium bibir,suami nya itu Andres pun langsung membalas dan memperdalam ciuman mereka,kini Deswita mengalungkan tangannya di leher suaminya dan Andres pun memeluk pinggang istrinya itu begitu mesra, padahal itu adalah ruang rawat bukan kamar pribadi, hingga suara ketukan pintu membuat mereka langsung saling melepas ciuman saat itu.
ternyata Dokter, yang datang untuk memeriksa kondisi, Alexia saat ini.
"malam,tuan dan nyonya, saya ingin memeriksa kondisi pasien, saat ini"ujar sang dokter sambil langsung memeriksa kondisi Alexia, saat ini.
"bagaimana kondisi nya Dokter?"tanya Deswita.
"sudah mulai membaik, hanya saja luka-luka ini seperti nya akan membekas jika tidak di lakukan perawatan lanjutan"ucap Dokter.
__ADS_1
"heumm, tapi kenapa putri ku belum sadar juga Dokter?"ucap Andres.
"ini hal yang wajar, karena putri anda, masih dalam pengaruh obat tidur yang di suntikan kedalam cairan infus, untuk mengurangi rasa sakit nya,agar pasien cepat pulih tapi tidak usah khawatir sebentar lagi efek obat akan hilang dan putri anda akan segera sadar"jawab Dokter tersebut panjang lebar.
"terimakasih Dokter,saya harap putri saya secepatnya pulih dan saya tidak ingin lukanya meninggalkan bekas"ujar Andres.
"baiklah setelah dia pulih kita akan melakukan proses perawatan lanjutan untuk menghilangkan bekas luka nya.
🌹💖💖💖🌹
dua jam sudah dari saat itu setelah Andres membersihkan diri, dan makan malam, setelah itu mereka duduk berdua di sofa ruangan itu, tiba-tiba, Alexander, datang mengetuk pintu dan setelah mereka mempersilahkan masuk Alexander pun masuk, dia begitu terkejut melihat wanita yang sangat di cintai nya,itu kini terbaring lemah dengan seluruh tubuh bagian atas di balut dengan perbedaan.
"ya ampun sayang, kamu kenapa bisa seperti ini, kenapa kamu, mau menanggung ini semua, padahal kamu sama sekali tidak pernah melakukan kesalahan, aku sangat mencintaimu aku akan menjaga mu dan akan menanggung penderita mu asal kau tidak pernah terluka aku sangat tidak tega melihat mu seperti ini maafkan aku, semua ini salah ku, andaikan aku tidak membiarkan mu pulang saat itu"ucap Alexander.
"nyonya kenapa semua ini harus terjadi pada nya, kenapa anda tidak pernah mencari tahu semua kebenaran nya?"ucap Alexander.
Deswita hanya diam tanpa mau menjawab pertanyaan Alexander, saat ini dia hanya melihat kearah Andres suaminya.
"tuan Alexander, putri ku, tidak menjelaskan apa pun, jadi istri ku Sangat murka saat itu, dan dia lepas kendali, karena itu adalah cara keluarga kami untuk mendidik keturunan kami"ucap Andres,membela istrinya.
"Ok, tapi aku minta, setelah nanti dia jadi istri ku aku harap Anda berdua melepaskan aturan yang seperti saat ini"ujar Alexander, dia begitu yakin bahwa dia akan menikah dengan Alexia dengan mudah.
"ini bukan saat nya untuk membahas, tentang itu, yang terpenting adalah kesembuhan putri ku"ucap Andres.
"baiklah tuan biarkan saya yang berjaga di sini tuan dan nyonya, bisa pulang dan beristirahat"ujar Alexander.
"baiklah kalau begitu aku titip kan putri ku pada mu"ucap Deswita.
mereka berdua pun berlalu, dan kini tinggal Alexander dan Alexia yang masih belum sadar.
"sayang, bangun lah, setelah ini kita akan pergi ke luar negeri untuk mengobati bekas luka mu"ujar Alexander yang saat ini sedang menggenggam tangan Alexia,sambil mencium nya sesekali.
"ehh.... sakit' sekali Daddy"ucap Alexia di saat membuka mata nya.
"sayang kamu harus kuat ya, setelah ini kita akan berobat ke luar negeri untuk kesembuhan mu"ujar Alexander,sambil mengelus puncak kepala Alexi dan mengecup kening nya.
"Alexa, kamu di sini lalu dimana Daddy"ucap nya pelan sambil menahan sakit.
"sakit sekali,hiks hiks hiks andaikan saja dulu kamu melakukan apa yang ku minta mungkin kejadian nya akan beda"ucap Alexia perlahan sambil bercucuran air mata.
"sayang, aku minta maaf, semua ini kesalahan ku, aku tidak pernah menyangka akan seperti ini"ujar Alexander.
"inilah, yang selalu aku hindari Alexa,kalo cuma luka tembak, dan goresan pisau mungkin luka itu tidak begitu menyakitkan, tapi saat ini hampir sekujur tubuh ku penuh luka, dan lebih menyakitkan lagi, aku tidak akan seperti dulu lagi Alexia, yang memiliki tubuh yang indah dan sangat kuat,aku sudah tidak punya apapun yang bisa aku banggakan, Alexa hiks hiks hiks"ucap Alexia sambil menangis sesenggukan.
"sayang, aku janji semua itu tidak akan pernah terjadi aku akan segera membawamu berobat ke luar negeri"ucap Alexander.
"apa kamu masih mau menerima ku, yang sudah cacat ini?"ujar Alexia lagi.
"apa pun keadaan mu, bahkan jika kamu jelek sekalipun aku akan tetap mencintai mu honey..."ucap Alexander sangat tegas.
"Alexander, tolong bawa aku pergi saat ini juga aku tidak ingin tinggal di sini, lagi aku mohon"ucap Alexia, memohon.
"sayang tunggu keadaan mu pulih dulu, setelah itu kita akan langsung menikah"ucap Alexander.
"aku ingin pulang kerumah mu saat ini juga"ucap Alexia.
"baiklah sayang, aku akan membawa mu pergi saat ini juga tapi kamu harus tetap mendapatkan perawatan, sesampainya di sana"ucap Alexander.
Alexander pun buru-buru mengetik pesan untuk Deswita, meminta izin membawa Alexia ke Bandung dan ia berjanji akan menjaga nya dengan sangat baik.
Deswita pun langsung memberikan izin tapi akan ada orang yang tetap mengawasi mereka berdua.
"sayang semua sudah siap aku akan meminta pihak rumah sakit membawa mu dengan ambulans"ucap Alexander.
"tidak Alexa, aku ingin bersandar di pundak mu saja jadi tidak perlu ambulans"ucap Alexia yang memang entah kenapa kini dia ingin merasakan kasih sayang pria yang sangat baik itu.
"baiklah sayang ku aku menyuruh orang ku untuk menyiapkan mobil untuk kita saat ini"ujar Alexander yang langsung menelpon, sementara perawat melepaskan infus, Alexander menyuruh asisten nya, untuk membelikan bantal yang terbaik agar Alexia bisa istirahat dengan rileks di mobil.
__ADS_1
tidak butuh waktu lama,kini mereka sudah berada di dalam mobil, Alexia dengan sangat perlahan menyandarkan tubuhnya di dada bidang Alexander, dan sedikit di topang bantal empuk yang langsung di beli Asisten nya saat itu juga.
"Alexander, boleh kah aku minta sesuatu"ucap Alexia pelan.
"apa itu honey??"tanya Alexander.
"tolong peluk aku aku ingin tidur sebentar saja"ujar Alexi.
"tentu saja Sayang, tapi aku takut menyakiti mu"ucap Alexander.
"tidak akan, aku masih bisa menahan nya Alexa aku mohon"ucap Alexia.
"baiklah sayang, muachh, tidur lah aku akan selalu memeluk mu, sampai kapan pun saat kamu ingin"ucap Alexander.
tidak butuh waktu lama Alexia pun tertidur di pelukan, Alexander, dengan posisi duduk di pangkuan Alexander, Alexia tidur dalam pelukan nya,di tahan dengan bantal di bagian punggung nya.
Alexander tau Alexia sedang menahan rasa sakit, itulah kenapa dia tidak ingin membuka mata, saat ini.
"sayang maafkan aku, aku yang telah membuat mu seperti saat ini"ucap Alexander lirih.
sesampainya, di Mension milik Alexander, Mansion yang di bangun nya khusus untuk mereka berdua selama lima tahun terakhir Alexander bahkan sudah menyiapkan semuanya, bahkan perusahaan nya kini semakin besar, Alexander ingin menjadikan Alexia ,ratu di rumah tersebut selain dalam hati nya, dan Deswita sudah mengetahui itu.
"sayang, bangun lah kita sudah sampai di Mension milik kita,ini rumah mu mulai saat ini, dan selamanya"ucap Alexander,sambil menggendong tubuh Alexia yang terkulai lemah.
sesampainya di sana, dokter pun sudah menyiapkan tempat perawatan di dalam kamar utama milik mereka, walaupun belum resmi tapi Alexander mengganggap nya seperti itu.
Alexia pun, langsung di baringkan di atas ranjang empuk nya, dan Dokter langsung memasang infus dan menyuntikkan obat kedalam nya, setelah itu dia memberikan obat untuk di minum, oleh Alexia setelah dia istirahat.
"Alexa... aku mohon jangan pergi"ujar Alexia saat Alexander hendak berdiri.
"sayang, aku hanya akan mandi sebentar biar kamu bisa memeluk ku, dengan nyaman ok sayang ku sebaiknya kamu bobo dulu sambil nunggu aku selesai mandi, aku janji tidak akan lama"ujar Alexander.
"janji tidak akan lama?"ucap Alexia.
"tentu saja Sayang,demi kamu apa pun akan aku lakukan,aku mencintaimu,, muachh tidur lah setelah aku selesai mandi aku akan menyuapi mu bubur sayang agar kamu bisa minum obat"ujar Alexander,sambil bergegas menuju kamar mandi.
mereka masih belum tidur hingga, pukul tiga pagi, barulah mereka tidur dengan posisi Alexander memeluk tubuh Alexia dengan sangat hati-hati.
Alexander hanya tidur tiga jam tepat jam tujuh pagi dia sudah bangun dan membersihkan diri, setelah itu dia turun kebawah untuk meminta, pelayan membuat kan bubur lengkap untuk Alexia.
Alexander pun kembali ke dalam kamar nya yang berada di lantai dua setelah itu,ia langsung berbaring di samping wanita yang kini tertidur lelap mungkin juga karena pengaruh obat.
dua hari sudah, Alexander merawat Alexia yang begitu sangat manja dengan begitu telaten dan Alexander memutuskan untuk tidak pergi ke kantor dan meminta asisten nya membawa pekerjaan nya ke Mansion tersebut.
"sayang, apa sudah merasa baikan??"ucap Alexander.
"heumm.."jawab Alexia.
"aku akan mengoleskan salep ke tubuh mu,ini kiriman dari mommy Deswita"ucap Alexander.
"heumm...itu salep dari omah... dia tau luka ku dalam jadi itu adalah obat nya jadi tidak perlu melakukan operasi atau perawatan lainnya, karena itu adalah salep penghilang bekas luka"tutur Alexia.
"kamu tau sayang?"ucap Alexander.
"ya,itu adalah obat yang selalu di gunakan omah, untuk merawat bekas luka nya, walaupun efek nya sangat menyakitkan tapi itu akan menghilangkan bekas luka di kulit manusia"ucap Alexia.
"apa kamu bisa menahan nya sayang atau aku minta dokter untuk menyuntikkan obat bius"ucap Alexander yang takut terjadi apa-apa.
"cukup peluk aku di sini setelah itu aku tidak akan merasakan sakit lagi"ujar Alexia, walaupun dirinya sedikit tidak yakin, bisa bertahan, karena efek obat itu begitu menyakitkan,sel kulit yang terkena, akan sedikit terbakar tapi setelah itu akan menghilang tanpa bekas.
"sebaiknya kamu makan dulu dan minum obat setelah itu baru aku oleskan,agar aku bisa tenang"kata Alexander.
"terserah kamu saja Sayang"ujar Alexia lirih.
"aku sangat mencintaimu, percaya lah aku akan terus ada di samping mu, aku akan terus berjuang untuk membahagiakan mu, walaupun harus menebus nya dengan nyawaku sekalipun"ujar Alexander, saking cintanya pada Alexia.
"aku tau itu sayang kamu tidak usah khawatir aku sangat tau bahwa kamu begitu mencintai ku, dan maafkan aku dulu aku sepat, meragukan mu"ujar Alexia sambil tersenyum manis kepada Alexander.
__ADS_1
"itu bubur nya sudah datang,ayo kita makan dulu duduk yang nyaman biar aku suapin" ucap Alexander,sambil membantu Alexia duduk dengan posisi nyaman.
"AA... sayang mungpung bubur nya hangat dan ini kelihatan nya enak"ujar Alexander sambil memberikan suapan pertama.