Jodoh Sang Wanita Malam

Jodoh Sang Wanita Malam
kelulusan telah tiba


__ADS_3

setelah berbulan-bulan Alexia menghilang kini dia kembali untuk merayakan kelulusan nya itu pun hanya dua hari di Jakarta,kabar kepulangan nya terdengar sampai ke telinga Tora saat ini, dia langsung mencari keberadaan wanita yang sangat di rindukan nya itu.


Alex saat ini tengah berada di sekolah nya untuk merayakan kelulusan nya rencana nya malam ini juga mereka berenam akan segera kembali ke Bandung untuk merayakan nya di sana saat ini ke enam sahabat itu lulus dengan nilai terbaik para guru dan kepala sekolah sangat bangga dengan prestasi belajar mereka bahkan bisa mengalahkan, mereka yang masuk sekolah tiap hari.


saat ini, Tora, tengah berdiri di depan mobilnya dia memperhatikan semua orang yang datang ke sekolah tersebut hari ini di hari kelulusan dia bahkan melihat Andres bersama istrinya dan orang tua yang lain hadir di acara mereka.


setelah semua bubar, tepat nya saat Alex ingin masuk kedalam mobil dia langsung di tarik oleh Tora untuk masuk kedalam mobilnya dan Deswita yang melihat itu hanya diam tanpa kata dan iya memutuskan untuk membawa mobil putri nya saat ini, dan mengirim pesan pada Andres.


"Om, ada apa kenapa kasar banget bisa gak sih bicara baik-baik "ucap Alex yang kini menatap kearah Tora yang sibuk mengemudikan stir mobil nya.


"Om,mau bawa aku ke mana"ucap Alexia yang tak kunjung berhenti dan heran nya lagi dia membawa Alexia kesebuah rumah mewah yang bergaya Eropa.


"masuk"perintah Tora, dengan nada tinggi.


"Om,ini rumah siapa?"ucap Alexia.


"masuk aku bilang"ucap Tora sambil menatap tajam ke arah nya.


"Om, Om ini kenapa sih, aku heran?"ucap Alexia yang menolak untuk masuk.


"ini rumah kita dan kita akan segera menikah"ucap Tora, yang langsung membuat syok, Alexia.


"Apa, Om sudah tidak waras heuhhhhh, kita itu keluarga mana mungkin kita bisa menikah dan aku tidak ingin itu terjadi"ucap Alex,tegas.


"kau, tidak perlu berpikir aku juga tidak ingin mendengar kan alasan atau penolakan, apa pun yang terjadi kita tetap akan menikah"ucap Tora tegas.


"sayang, kamu sudah datang rupanya, aku sudah menunggu mu dari tadi"ucap Rania yang kini tengah berdiri dari duduknya, Tora terkejut dengan keberadaan calon istri nya itu.


"kau,ada di sini"ucap Tora kaget tiba-tiba saja Alex melepaskan genggaman tangan Tora sangat kuat hingga terlepas dan kini dia langsung berlari dan menghampiri taksi yang lewat dia langsung naik ke, taksi tersebut dan hilang dari pandangan Tora.


Tora, pun mengepalkan tangannya, saat ini dia langsung pergi tanpa menoleh ke arah tunangan nya itu.


Tora mencari ke Mension milik Deswita namun dia tidak menemukan Alex saat ini sebenarnya Tora, telat Alex sudah pergi ke Bandung bersama dengan teman-teman nya.


"kak,di mana Alex"ucap Tora.


"Alex di jemput Oma nya saat ia kembali langsung berangkat ke Rusia"ucap Deswita berbohong.


"aku hanya terlambat satu jam dan dia sudah pergi kak, apa Alex sudah tidak ingin melihat ku lagi"ucap Tora putus asa.


"Tora,kakak, tidak tau apa yang terjadi tapi kakak berharap kedepan nya akan lebih baik dan satu Minggu lagi kalian akan menikah maka, berbahagialah biarkan anak gadis itu pergi sesuka hati nya"ucap Deswita mencoba memberikan pengertian.


Tora pun pamit dengan tubuh lesu nya kini dia pulang ke apartemen milik nya, Tora begitu terluka cinta nya lagi-lagi pergi dari hadapan nya, saat ini Tora pun menangis iya memukul tembok yang ada di sebelah nya hingga tangan nya bengkak dan lecet Tora tidak merasakan sakit yang ada di tangan nya saat ini hatinya lebih sakit lagi dari luka di tangan nya.


hari pun berlalu begitu cepat, Tora berharap akan ada yang menghentikan hari pernikahan nya tapi sayang semua hanya khayalan, saja Tora kini resmi menikah dengan Rania saat ini.


sementara itu, di Bandung Alex sama sekali tidak punya tenaga untuk bangkit berdiri setelah tau saat ini Tora telah resmi menjadi suami dari Rania bahkan berita nya muncul di TV.


"Alexia, jalan yu club'malam di sini sangat bagus untuk kita nongkrong bagaimana"ucap semua temannya kompak.


"kalian,itu bukan nya berpikir mata kuliah kita besok adalah dosen killer bisa tidak kita lolos dari materi yang ia berikan"ucap Alexia.


"alah sudah lah Lex..itu urusan belakangan"ucap Steven.


"baiklah kita minum' sepuasnya"ucap Alex sambil bangkit dari duduknya dia pu menggunakan baju yang sangat minim hanya hanya dress yang memiliki panjang setengah paha dan baju tanpa lengan punggung terbuka


"waw...lexia ini beneran kamu"ucap Steven yang tercengang saat ini mereka beremp, menggunakan hotpants dan kaos pendek.


"gue tau ini tidak seharusnya tapi gue akan mencoba hidup di dunia malam itu seperti apa, tenang saja gue bisa jaga diri lagian bodyguard gue semua nya ikut.


mereka pun berangkat sampai di sana mereka minum dan berjoget ria, saat itu juga, kepulan asap rokok dan bau nya alkohol sering mereka nikmati, namun semua nya masih dalam tahap wajar, saat ini mereka pun berjoget bersama meliuk-liuk kan tubuhnya.


sementara itu di sebuah meja bar, seorang pria asal kota kembang tersebut dia sedang memperhatikan, Alexia saat ini, dia begitu kagum dengan kecantikan nya,dia adalah Alexander Wijaya seorang pengusaha di bidang properti terbesar di kota Bandung dan Asia dia adalah seorang yang memiliki kecerdasan tinggi, saat ini dia bicara dengan pemilik club' malam yang tak lain adalah sahabat nya.


"apa kau kenal dia aku baru pertama kali melihat nya saat ini"ucap Alexander.


"dia pendatang baru, tapi kelima teman nya yang datang bersama nya sudah sering kemari"ucap Tio.


"aku tertarik pada nya"ucap Alexander to the points.


"kau bisa lakukan apapun yang kamu mau secara kau adalah orang hebat, aku yakin dia akan bertekuk lutut di hadapan mu"ucap Tio lagi.


tiba-tiba saja ada yang memegang pinggang Alex, dan seketika saja orang itu roboh dengan satu gerakan yang Alexia lakukan.

__ADS_1


tiba-tiba semua orang berhamburan sebagian besar menatap kearah pria dengan tubuh kekar dan begitu tampan itu kini dia tergeletak di lantai tepat di bawah kaki Alexia.


musik pun di hentikan sejenak dia para pengawal keamanan mendekat.


"jangan mentang-mentang aku wanita kau bisa se enaknya melecehkan ku, kamu sekarang pilih mati atau cacat"ucap Alexia.


"Alexia, kita harus membiarkan dia pergi takutnya ada catatan buruk di kampus"ucap Steven berbisik.


"karena sahabat ku bersikap baik pada mu, aku mengampuni mu tapi jika itu terulang lagi ingat buat kalian semua aku tak akan segan, menghancurkan club'ini hingga rata dengan tanah.


Alexia pun pergi di ikuti para pengawal nya dan kelima sahabat nya itu.


Tio pun membangunkan, pria tersebut yang sangat dia kenal dia adalah Kakak Tio seorang, pengusaha club malam juga.


"kau, tidak apa-apa??" ucap nya sambil membantu dia berdiri.


"Tio, seperti nya beberapa tulang ku retak ucap Rio.


"kau terlalu gegabah memangnya apa yang kamu lakukan tadi?"ucap Tio lagi.


"aku hanya ingin memeluk pinggang nya, dia begitu menarik ternyata dia lebih kejam dari pada iblis"ucap Rio yang kini di bawa oleh para bodyguard nya.


"aku, sarankan kamu dekati dia dengan mental dan fisik baja, kamu lihat nya terjadi barusan"ucap Tio pada Alexander.


"kau salah wanita seperti itu harus di dekati dengan cinta"ucap Alexander penuh percaya diri.


"baiklah semoga kamu berhasil dan bersiap-siap untuk rawat inap"ucap Tio.


"kau lihat saja"ucap Alexander.


satu Minggu berlalu kini Alexia sedang sibuk dengan tugas kuliah nya saat ini dia bahkan harus pergi ke toko buku untuk mencari buku yang di butuhkan saat ini.


mereka berenam pun pergi bersama dan karena mereka satu jurusan jadi dia mencari buku yang sama pula.


mereka datang dengan dua mobil satu mobil berisi tiga orang, sahabat dan satu bodyguard, sebagai pengemudi.


mereka sibuk mencari dan berpencar hingga saat Alexia ingin mengambil buku di atas rak yang lumayan tinggi tiba-tiba, sebuah tangan mengambil buku yang dia inginkan.


Alexia melirik dan dia, sedikit terpesona melihat pria tersebut.


"Aku duluan yang mendapat buku ini jadi maaf milik ku"ucap Alexander.


"tapi tuan aku sangat butuh buku tersebut untuk tugas kuliah ku"ucap Alexia yang kini menatap ke arah Alexander.


"Alex,,, aku tidak menemukan buku yang aku cari"ucap Meka.


"aku sudah temukan tapi sudah di ambil orang,ya sudah lah aku akan suruh Oma mengirimkan itu dari Rusia biar lengkap"ucap Alexia.


"tapi waktu nya hanya satu Minggu Alex, Rusia itu sangat jauh"ucap Meka.


"kau pikir Oma berjalan kaki dari sana, gila saja tunggu dua hari juga sampai anak buah nya yang akan mengirimkan nya, untuk kita aku sudah kirim pesan.


sementara itu Alexander tersenyum, karena tau namanya mirip dengan nama dirinya.


"Nona, jika kau membutuhkan nya, aku bisa meminjam kan nya pada mu saat ini juga tapi kau harus mengembalikan nya sendiri ke kediaman ku satu Minggu lagi"tawar Alexander.


"baiklah tuan"ucap Alexia, yang menyetujuinya karena butuh waktu dua hari jika di kirim dari tempat Oma nya tinggal.


"ini kartu nama ku, dan di situ ada alamat rumah ku"ucap Alexander sambil tersenyum.


"hemmm, baiklah"ucap Alexia sambil mengbil kartu nama nya.


mereka pun pergi dari situ dan saat ini Alexander langsung tersenyum,penuh kemenangan.


"aku, bisa lakukan apapun demi mendapatkan cinta mu"ujar Alexander.


selama empat hari itu mereka ber enam melakukan kegiatan rutin setelah pulang kuliah dia langsung belajar dan belajar menyelesaikan tugas nya yang di berikan oleh dosen killer tersebut yang akan di kumpulkan dua hari lagi setelah tugas nya selesai kini Alexander pergi mengantarkan buku itu sendiri seperti perintah dari orang yang meminjam kan buku tersebut.


sesampainya di Mension yang sangat mewah walaupun masih sedikit lebih mewah milik nya Alexander di sambut seorang wanita paruh baya yang sangat baik hati dan ramah dia tak lain adalah ibu dari Alexander yang kini sedang merangkei bunga di teras depan dengan beberapa pelayan nya.


"permisi Nyonya,tuan Alexander nya ada tidak ya, saya ada perlu dengan nya"ucap Alexia.


"maaf nak kamu siapa nya Alexander ya soalnya Tante baru lihat dan anak itu tidak pernah membawa teman wanita nya kemari"ucap ibu Alex.

__ADS_1


"Bunda dia adalah kekasih Alex"ucap Alexander berbohong.


"owh, sayang, bunda minta maaf karena tidak bisa mengenali mu maklum anak durhaka ini begitu sulit di suruh menikah,awas kau ya"ucap Rasti,ibu dari Alexander tersebut.


dia begitu salah tingkah saat ini, Alexia bingung dia harus menjawab apa, dia juga tidak tega membuat seorang wanita baik hati harus kecewa.


"masuklah anak ku, Bunda, senang kau berkunjung ke gubuk reyot ini"ucap Rasti merendah.


"baik nyonya, maaf apa saya boleh bicara dengan anak nyonya sebentar"ucap Alexia yang kini, menatap ke arah Alexander.


"silahkan Nak, bahkan jika kau meminta tanggung jawab sekaligus pun Bunda akan lebih senang karena, kamu adalah calon menantu ku"ucap.


"hehehe,, sayang ayo kita bicara di atas "ucap Alexander sambil menarik tangan Alexia saat itu juga.


"tuan Alex apa maksud nya semua ini"ucap Alexia.


"maaf kan aku Alexia, aku melakukan itu karena aku bingung bunda akan terus bertanya tentang kau saat ini, aku cape di introgasi terus seperti tahanan.


"aku tidak mau tau pokonya kamu jelaskan bahwa kita tidak ada hubungan apa pun"ucap Alexia.


"Nona, tolong lah, aku sekali ini saja kamu boleh minta ampun dari ku tapi tolong, pada mu demi kesehatan Bunda aku mohon kau jadi pacar ku setidaknya Sampai Bunda, sembuh"ucap Alexander yang memang tidak berbohong jika ibunya sebentar lagi akan melakukan operasi, jantung.


"tidak semudah itu tuan kita juga baru kenal dan aku tidak mau apapun dari mu, tapi berbohong itu adalah dosa besar apalagi dia seorang ibu aku juga ada mommy dan Daddy ku yang selalu mengajarkan aku untuk selalu jujur"ucap Alexia.


"baiklah jika kamu tidak bisa membantu ku aku tidak memaksa dan jika aku jujur sekarang pun sama saja aku akan membunuhnya"ucap Alexander.


Alexia pun terdiam sejenak saat ini dia tidak tega juga dan satu lagi mungkin sudah saatnya dia berkorban demi orang lain seperti Oma nya yang selalu mementingkan orang lain.


"baiklah aku setuju tapi ada syaratnya, aku tidak ingin kau mengganggu privasi ku dan satu lagi aku adalah mahasiswi, yang sangat sibuk jadi mungkin waktu kita bertemu tidak akan terlalu sering dan kamu hanya bisa menemui ku jika aku sedang santai"ucap Alexia.


"Dil... terimakasih sayang ku, muachhhh ucap Alexander yang langsung memeluk dan mengecup kening Alexia.


"satu lagi, aku tidak suka kamu peluk-peluk aku sembarangan"ucap Alexia sambil pergi


"tunggu, sayang"ucap Alexander.


"apa lagi, aku mau pergi nonton film dengan teman-teman ku sebetar lagi"ucap Alexia.


"aku boleh gabung"ucap Alexander.


"terserah kamu saja,kali ini aku beri kamu waktu"ucap Alexia.


mereka pun pamit pergi dan saat ini mereka membawa mobil masing-masing Alexander kaget saat melihat villa yang bersejarah tersebut , dia bahkan sedikit ngeri bisa-bisa nya cewek nya tinggal di sana.


"kau mau masuk dulu atau nunggu di sana"ucap Alexia.


"aku masuk"ucap Alexander.


saat mereka masuk di sana ada Tora yang kini sedang menunggu nya entah kapan Tora tau kalau dia berada di Bandung saat ini.


semua sahabat nya menatap ke arah mereka berdua.


"dari mana saja kamu jam segini baru pulang"ucap Tora dingin menatap tajam ke arah Alexia yang kini menggenggam tangan pacar nya itu.


"Om, kapan Om datang ko aku tidak di beritahukan sebelumnya kalau Om mau datang"ucap Alexia yang pura-pura tidak ada apa-apa.


"apa aku perlu melapor untuk menemui mu aku sedang ada seminar di sini dan aku akan tinggal di sini selama satu Minggu"ucap Tora tegas dia langsung pergi ke lantai dua menuju kamar yang bertuliskan nama Alexia.


"sayang kamu boleh duduk dulu tunggu aku aku mau ganti baju dulu, dan satu lagi jika kau ingin sesuatu tolong minta sama mereka, dan kalian tolong jamu pacar ku sementara aku kekamar ku dulu"ucap Alexia.


"baiklah, Nona Alexia yang kejam"ucap mereka yang cengengesan.


tiba-tiba Alexander di brondong pertanyaan oleh lima orang kawan nya sementara itu di dalam kamar, Tora sedang menindih tubuh Alexia dan mencumbuinya saat ini.


"Om lepas apa-apa an kamu ini,ingat Om kamu sudah menikah dan aku adalah keponakan mu"ucap Alexia sambil menahan air mata nya yang akan jatuh.


"aku tidak perduli, apa pun alasannya kau hanya milikku dan sampai kapan pun hanya milik ku"ucap Tora sambil melepaskan kancing yang kemeja,milik Alexia.


"Om, kamu tidak boleh keterlaluan"teriak Alexia sambil mendorong tubuh Tora.


"aku mencintaimu Hanny apa kamu dengar itu aku mencintaimu, dan aku tidak perduli kau siapa dan apa hubungan kita, yang pasti kamu hanya milik ku" ucap Tora yang menangis prustasi.


kini Alexia menutup kuping nya tapi Air mata nya tidak, berhenti mengalir saat ini, dia begitu mencintai Om nya itu tapi dia juga tidak mau merusak kebahagiaan orang lain apa lagi ada Alexander yang kini membutuhkan diri nya Alexia pun langsung bergegas keluar kamar setelah mengganti baju dia tidak menghiraukan Tora yang kini tengah merokok entah sejak kapan dia merokok, Alexia hanya akan tidak perduli dengan semua itu.

__ADS_1


Alexia pun pergi bersama dengan teman-teman nya dan juga Alexander, dia begitu royal dengan para sahabat nya itu, walau Alexia melarang nya berkali-kali.


__ADS_2