
saat ini, Medina, sudah kembali ke rumah nya yang ada di Bali,secara resmi Cleo mengumumkan, kepada anak buahnya, yang sedang berkumpul saat ini di markas nya,bahwa mereka terbebas dari tugas, dan bisa menjalani hidup, seperti layaknya orang normal, lainya, karena semua musuh nya telah resmi di nyatakan, mati, dan Cleo juga semua anak buah nya kini bisa berjalan, sesuai keinginan nya termasuk, memiliki pasangan hidup,kini, Andrea, sedang berada di pemakaman khusus, tempat Cleo, memakamkan, jenazah anak buah nya yang gugur.
"meysha, aku datang membawa anak kita, apa kamu tahu sayang perjuangan mu tidak sia-sia, saat ini, Cleo memutuskan, untuk membubarkan kita semua,agar bisa hidup normal lagi, seperti saat kita kecil dulu, aku sangat bangga padamu, dan juga adik mu Medina, dia yang menuntaskan semua sendiri an, bahkan saat iya mengandung keponakan kita, Deswita, yang sangat mirip dengan mu, kamu tau sekarang anak kita juga sangat senang memiliki sepupu yang sangat menyayangi nya, meysha sayang kamu akan tetap menjadi yang paling aku cintai satu-satunya di hidup ku tapi aku harus melanjutkan hidup, saat ini, izin kan aku menikah dengan Sheila, sahabat seperjuangan mu, dan Andres juga sudah sangat menginginkan,ibu untuk merawat nya karena Medina, terlalu sibuk saat ini dengan urusan pekerjaan, dan rumah tangga nya bersama pria yang di cintai nya kamu tenang saja di sana Medina sudah bahagia saat ini"ucap Andrea kini.
"mommy, Andres sangat sayang mommy, tapi Andres juga butuh mommy,di sisi Andres, jadi mommy jangan marah ya kalo Andres punya mommy baru,karena mommy adalah bidadari Andres, jadi tunggu Andres di surga nanti ya mommy" ucap Andres yang mendapat elusan lembut dari sang ayah.
"Kami pergi dulu meysha, semoga kelak kita bisa berkumpul di keabadian" Andrea mencium nisan yang bertuliskan nama sang istri, dan saat ini juga, mereka langsung kembali ke rumahnya,di sana sudah ada Sheila, yang sedang memasak makan siang.
"kalian sudah kembali, ayo bersih-bersih dulu setelah itu kita makan" ucap Sheila.
"iya, sebentar, aku keatas dulu sayang" ucap Andrea, yang sontak membuat Sheila, mukanya merah seperti kepiting rebus,ia merasa malu karena,baru kali ini Andrea memanggilnya seperti itu, jujur saja usia mereka beda 2 tahun Sheila lebih tua dari Andrea.
saat ini Andrea dan Andres sudah duduk di meja makan, Sheila, mengambilkan, makanan untuk Andres.
"sayang, kamu mau makan sama apa hmm"
tanya Sheila,pada Andres.
"terserah mommy saja aku makan apa saja yang mommy siapkan, pasti Lezat" ucap Andres.
"Baiklah, makan lah ini"ucap Sheila sambil memberikan Andres makan yang di masak nya tadi.
"Andrea, kamu mau makan apa?"
"panggil aku sayang mulai saat ini, karena sebentar lagi kau akan menjadi istri ku mulai hari ini"potong Andrea tegas.
"ta tapi... Andrea aku"
"panggil sayang , kamu dengar gak sih"potong Andrea lagi sambil pergi ke ruang santai saat ini dia sedikit kesal, Sheila tau Andre kesal saat ini iya juga, mengikuti Andrea untuk menjelaskan,.
"Andrea, aku hanya belum terbiasa, aku minta maaf, mungkin seiring berjalannya waktu aku baru bisa, melakukan apa yang kamu mau"
ucap , Sheila, yang kini berdiri,di hadapan Andrea.
"iya tapi sampai kapan Sheila, kita sudah bertunangan, sejak dua tahun lalu tapi sikapmu tetap dingin dan cuek seperti biasa nya, tidak ada yang berubah dan aku tidak suka itu"
ucap Andrea yang kini menatap nya,tajam.
"tapi ndre,,, aku"
"aku apa butuh waktu lagi ia berapa lama heuhhhhh sepuluh atau sampai akhir hayat begitu"Andrea, sedang emosi saat ini,ia tidak habis pikir, kenapa Sheila, mau menerima lamaran nya tapi, sikapnya sangat cuek seperti tidak pernah mempunyai perasaan.
__ADS_1
"Aku,.... aku,"
"aku apa ngomong yang jelas, kalau kamu tidak pernah mencintai ku"bentak Andrea yang langsung membuat Sheila, memeluk nya, sambil terisak ia meluk erat tubuh Andrea,kini.
"Andrea, kamu tau sendiri aku mencintaimu sejak,lama saat meysha memperkenalkan kita setelah misi pertama selesai, aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama, pada mu, tapi aku tahu kau mencintai teman baik ku karena itu aku memendam perasaan ini sendirian, aku bahkan, datang ke pesta pernikahan mu saat itu, itu terakhir kali nya aku menemui mu, sebelum meysha meninggal, dan aku koma, selama tiga tahun saat itu, aku berusaha menahan perih, setiap kali,saudara seperjuangan ku bercerita tentang kamu yang sangat mencintai nya, saat meysha mengorbankan diri pun aku lah yang sebenarnya menawarkan diri terlebih dahulu, aku tahu jika aku mati tidak akan ada keluarga yang akan menangisi kepergian ku, maka dari itu aku menawarkan diri, tapi meysha, menyuruh ku bertahan untuk melindungi adiknya Medina, dan kalau kita berdua. selamat nanti, kita bisa melindungi kalian berdua harta yang paling berharga yang meysha tinggal kan, tapi, saat itu ternyata meysha, langsung di habisi sebelum sempat bergerak di hadapan Medina, dan aku bagai mana bisa aku mengkhianati, saudara ku sendiri setelah pengobatan nya, saat itu"ucap Sheila, yang kini masih memeluk erat Andrea.
"kau tahu Sayang, aku mencintaimu, saat pertama, kali aku melihat mu, saat kau sedang membersihkan luka,mu sendiri di sebuah aliran sungai kecil saat itu kau sedang kesakitan, karena tembakan peluru yang memberondong tempat latihan mu,aku ada di sana karena, Ratu Cleo, sengaja mengundang kami untuk bekerja sama,menumpas kejahatan, saat itu, aku datang ke tempat pelatihan, dan tak sengaja aku melihat bidadari, cantik, sedang bersandar di batu kali sambil mencongkel, peluru yang bersarang di betis kiri mu, aku saat itu sangat iba, tapi peringatan ratu Cleo sangatlah keras aku di larang membantu mu, saat itu, dari saat itu lah aku selalu memimpikan, wajah mu yang cantik dan sifat mu yang tangguh, aku jatuh cinta, tapi sayang meysha terlebih dahulu datang di kehidupan ku, dan aku bukan pengkhianat, makanya aku memendam rasa itu apalagi, saat Andres hadir di tengah-tengah kami, aku merasa paling bahagia, hidup di dunia ini, walau harus melupakan mu itu menyakitkan sayang kamu tau itu kan"
kata-kata Andrea, memberikan nafas lega untuk nya kini. Sheila, mencium bibir Andrea perlahan, tapi pasti, ciuman itu pun di sambut oleh Andrea, dengan penuh nafsu,iya sangat mengharapkan itu sejak dulu, dan saat ini,ia mendapat kan nya ciuman itu semakin menuntut.
🌹💖💖💖🌹
"seharian ini, Sheila, dan Andrea, menghabiskan waktu nya berdua, bahkan ia melewatkan makan siang nya Sheila, sedang kelelahan, setelah Andrea lepas kendali, dan menggempur nya habis-habisan di ranjang nya itu, Andrea bahkan tidak perduli,bahwa itu adalah pertama kali nya bagi Sheila, justru ia sangat bahagia,bisa,memiliki dan mendapatkan itu, dari wanita yang sedari dulu iya cintai.
"Sayang, saat ini aku benar-nenar bahagia bisa memilikimu seutuhnya, dan terimakasih kau telah menjaga dan memberikan nya untuk ku, aku sangat mencintaimu,I love you so much, muachh,,, mulai saat ini kita akan menjalani hidup sebagai suami istri dan malam ini aku akan persiapkan, pernikahan kita,aku sudah bicara dengan Medina, tadi, saat kamu tidur"
ucap Andrea yang kini memeluk dan mencium bibir Sheila, yang tengah menatap wajah pria yang di cintai nya.
"sayang, aku mau pipis, tapi rasanya,sulit untuk mengerjakan tubuhku lemas bagaimana bisa aku ke toilet sendiri" Ucay Sheila malu-malu.
"hmm kenapa tidak bilang dari tadi sih Sayang,ayo aku gendong ke sana" ucap Andrea yang langsung mengangkat tubuh Sheila, saat ini, membawanya ke kamar mandi dan mendudukkan nya di atas kloset, saat ini Sheila, tengah merasa malu karena tubuh nya,polos tanpa sehelai benang pun tapi mau bagaimana lagi, dia benar-benar lemas saat ini.
"Sheila, menjerit, saat bagian bawah nya terkena air pipis nya, namun dia langsung menggigit bibir bawahnya, saat ini dan langsung, membersihkan nya dengan shower, yang ada di samping nya.lalu iya berjalan tertatih-tatih dan, langsung,menuju bathtub untuk memberikan diri, Sheila, mengisi air di bathtub, tersebut dan memasukkan sabun aroma terapi, setelah terisi penuh lalu ia berendam sambil menggosok-gosok tubuhnya itu Andrea yang merasa heran dia kembali masuk, dan di lihat nya Sheila, sedang menggosok, punggung nya yang sedikit kesulitan.
"butuh bantuan Sayang" ucap Andrea,sontak membuat Sheila terkejut.
"ti tidak usah sayang aku bisa sendiri, kamu tau sendiri, aku bisa melakukan semua sendiri, apa lagi ini hanya mandi" ucap Sheila gugup.
"tidak apa-apa kemarilah aku bantu, kamu ok sayang" Andrea memaksa, iya juga langsung bergabung di dalam bathtub, dan bisa di bayangkan apa yang akan terjadi.
sementara, itu di, Mension milik Daniel, Medina baru selesai, mandi setelah pulang dari kantor, miliknya itu.
"Sayang, kamu kenapa pulang terlambat lagi, kamu tau kan ada anak dan suami yang membutuhkan mu di rumah" ucap Daniel yang sedikit kesal.
"Aku tau ka, tapi hari ini aku sibuk banget, jadi aku terlambat pulang, ke rumah"
ucap Medina
"Medina, aku tau kamu sibuk, tapi se enggak nya kamu, tetap harus memperhatikan keadaan anak dan suami. mu ini" Daniel berapi-api, iya sangat,marah mendengar jawaban dari Medina.
"kakak, sayang, maaf kan aku, aku salah mulai besok aku janji gak akan pulang telat lagi, aku juga akan bawa Deswita ke kantor, jadi tidak akan merepotkan mu lagi untuk menjaganya, sudah, bisa di maafkan belum ?" Medina,kini mengalungkan,lengan ke leher suaminya itu dan berjinjit,lalu mencium bibir Daniel, yang kini merengkuh tengkuk sang istri, setelah hampir kehabisan nafas, mereka saling melepas kan satu sama lain, dan ia langsung, memeluk tubuh istrinya itu.
__ADS_1
"Aku ingin kita menjaga Deswita sama-sama, bukan hanya kamu atau aku tapi kita, sayang ingat itu" ucap Daniel sambil mengecup bibir bawah Medina yang teramat ranum.
saat ini ia tengah bersiap pergi menghadiri pernikahan, Sheila, sahabat nya dan Andrea mantan kakak ipar nya,acara yang sangat sakral,di malam ini semuanya, larut dalam keharuan pasalnya yang menghadiri acara semuaantan anggota,tim yang juga mengenal baik meysha dan mereka.
pengantin pria kini telah menyematkan cincin pernikahan, yang sudah di pesan jauh-jauh hari dan saat ini,ia, tengah mencium kening Sheila, dan berkata.
"selamat datang di kehidupan baru kita. sayang istriku tercinta, semoga secepatnya kita mendapatkan buah hati kita,I Love you Hanny, muachh" sontak semua orang tertawa bahagia, karena perkataan Andrea yang terang-terangan menginginkan anak segera dari Sheila, yang langsung dapat komentar, dari sahabat nya itu.
"ingat woy,,,baru ijab Kabul, belum nge bobol gawang, jadi masih lama proses nya" ucap teman Andrea.
"hmmm belum tau dia yang" balas Andrea yang dapat cubitan di perutnya, dari Sheila, saking malunya,pesta pernikahan pun berlanjut, semua sudah selesai mengucapkan selamat,dan kini Medina, pamit pulang karena sudah lelah, dan Daniel, yang sedari tadi meminta nya untuk segera pulang, dia berbisik,ingin mengambil jatah dari Medina, saat ini.
"Andrea, aku pulang dulu, sekali lagi, selamat ya atas pernikahan kalian, aku turut bahagia, dan kau kalian ingin berbulan madu,kalian bisa titipkan Andres di rumah kami" ucap Medina.
Daniel,kini menggandeng, Mereka kembali pulang ke rumah nya dan saat sampai di sana ia melihat, Deswita menangis di pangkuan Cleo, yang baru saja datang, ke rumah nya.
"kalian dari mana cucuku dari tadi menangis sendirian, apa kalian sudah tidak menyayangi nya, hingga tidak mau membawanya pergi"
ucap Cleo yang kini mengelus, punggung Deswita dengan lembut.
"momm... tadi aku baru saja, menghadiri pernikahan Sheila,dan Andrea, jadi Deswita dengan aunty nya di rumah" jawab Medina.
"hmmm begitu rupanya, Medina, mommy, sebentar lagi mau berangkat ke Yunani, dan ingin membawa Deswita, untuk menemani mommy,di sana, apa kau mengizinkan, nya"
ucap, Cleo.
"Aku terserah ka, dan saja mommy, dia yang punya wewenang di rumah ini" ucap Medina.
"aku mengijinkan nya asal nyonya,menjamin keselamatan anak ku di sana" ucap Daniel.
"kau meragukan ku Daniel, aku adalah orang pertama yang hadir di hidup cucu ku, dan selama ini, aku lah yang melindungi, anak dan istri mu, bagaimana bisa kau meragukan kemampuan ku heuhhhh" ucap, Cleo marah.
"momm, jangan salah paham maksud mas dan adalah baik, silahkan mommy bawa Deswita, tapi jika sewaktu-waktu, dia rindu aku mommy harus membawanya kemari, Deswita sayang, mommy, sayang sama Deswita tapi nenek,sangat membutuhkan mu tidak apa-apa,kan kalau kamu temani nenek lagi"ucap Medina, terhadap putri nya.
"Baiklah, mommy, aku ikut nenek lagi, tapi mommy janji sering menemui ku,di sana nanti ok.janji"ucap Deswita.
"iya sayang mommy, janji, dan Daddy juga bakalan ikut bersama mommy nanti untuk menemui mu,sini peluk mommy dulu sayang muachh mommy akan merindukan mu"
ucap Medina yang kini menggendong putri nya.
"ingat sayang mommy harap kamu jadi anak baik dan menurut, dengan ucapan nenek,nanti Daddy dan mommy, akan sering-sering mengirim kan mu hadiah" kata Medina.
__ADS_1