Jodoh Sang Wanita Malam

Jodoh Sang Wanita Malam
Penderitaan Medina


__ADS_3

Medina yang sudah bersiap kini ia turun


kebawah seperti, saat ini hanya untuk


membuktikan perkataan nya, bahwa dulu


rahimnya hampir di angkat karena robekan


yang tidak beraturan saat Medina mengandung Deswita masih berusia tujuh bulan dalam kandungan nya saat itu,di akibatkan, oleh ulah seorang mafia yang hampir merenggut nyawa nya saat itu, bukan hampir sih tapi Medina sempat tewas tapi dengan keajaiban yang Tuhan berikan pada nya saat itu ia bisa hidup kembali di saat dokter dan yang lain nya tengah menyerah.


"sayang, aku sudah bilang berhenti maafkan aku, jika aku telah menyakiti hati mu, aku tidak bermaksud begitu"kata Daniel sambil memegang tangan Medina.


"tidak apa kak, aku mungkin bisa memberikan apa yang kamu mau, tapi maaf aku tak akan bisa menemani mu, setelah nya, karena saat itu terjadi mungkin nyawaku akan di ujung tanduk" kata Medina yang melepaskan pegangan tangan nya, saat ini.


"tidak sayang aku mohon kembali lah, aku tidak ingin kehilanganmu, lebih baik aku tidak punya keturunan lagi dari pada kau pergi seperti dulu" kata Daniel.


"sudah lah Kak, aku tau kamu pasti kecewa, dengan semua ketidak berdayaan ku saat ini sebaiknya, aku berusaha semampu ku" kata Medina sambil berlalu pergi, Daniel mengejar nya namun tidak terkejar.


Medina pergi sangat ngebut dengan mobilnya saat ini, dia sudah bertekad untuk cinta nya dia akan berjuang meski di akhir dia akan dapatkan kematian.


Medina kini telah sampai di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta, dia memeriksa rahimnya, saat ini dokter tidak menyarankan untuk melepaskan alat yang di pasang untuk pengaman tersebut karena Dokter pun masih merasa ngilu.


jika melihat kondisi rahim Medina yang seperti bekas sayatan tidak beraturan itu, tapi Medina berusaha meyakinkan dokter bahwa tidak ada keluhan dengan rahimnya.


justru keluhan nya ada di alat pengaman itu Medina berbohong padahal selama ini ia masih selalu merasakan ngilu, saat ingat robekan beberapa tusuk kan di perut' yang dengan keajaiban Tuhan Deswita tidak terluka saat itu hanya ada sedikit bekas luka goresan di bagian siku kiri nya, yang membekas hingga saat ini.


Medina,memang di takdir kan tuhan untuk menjadi wanita tangguh di masa itu, tapi kalo soal urusan hati dia tidak ada apa-apa nya, Medina kalah dengan rasa cinta nya pada Daniel suaminya itu.


Dokter pun akhirnya, memutuskan untuk melakukan tindakan untuk melepaskan pengaman yang terpasang di rahim nya saat ini.


Medina di baringkan di ranjang,bersalin saat ini dokter me ngangkat, kedua kakinya media dengan penyangga yang ada di ranjang tersebut, proses pun di lakukan hingga selesai.


Medina yang masih merasakan ngilu saat ini dia hanya terbaring, dan dokter pun menyuruh nya untuk, beristirahat sejenak,ia pun memejamkan mata, melihat bayangan dirinya rentetan demi rentetan peristiwa yang terjadi sejak dia masih sangat kecil dulu kini semua terlihat jelas.


Medina yang malang, Dua bersaudara itu, tengah tertidur saat malam pembantaian itu terjadi,rumah kediaman, Medina yang megah itu di serang sekelompok orang bersenjata layaknya perampok kelas kakap.


saat itu Medina tidak sengaja mendengar orang tua nya berteriak histeris saat mereka di siksa dengan keji terikat di kursi kayu sekat meja makan, ibunya di perkosa oleh mereka secara bergantian di atas meja makan, suaminya yang berteriak memaki dan meminta di lepaskan saat itu terjadi tidak di hiraukan nya, ibunya bahkan sudah tidak sadar kan diri.


seorang wanita cantik yang memiliki tubuh molek, dengan dua anak perempuan yang masih sangat kecil,tentu lah masih seperti gadis remaja pada umumnya,ibu Medina saat itu berusia 28 tahun, tapi kecantikan nya seperti Gadis yang masih ABG.


sementara ayahnya berusia 32 tahun, mereka adalah pasangan serasi yang menikah di usia muda, dengan kisah cinta yang sangat membuat orang iri pada mereka berdua yang selalu romantis, pasangan tampan dan cantik itu, selalu menjadi sorotan di kalangan para pebisnis, semua usia.


pasangan, Sandiaga, dan Aurelie Agata itu selalu jadi sorotan karena kebaikan nya dan kesuksesan nya hingga suatu ketika ada seorang wanita yang menjadi rekan bisnis, Sandiaga, datang keperusahaan iya, kesana bukan untuk urusan pekerjaan, tapi untuk menyatakan cinta pada mendiang Sandiaga yang saat itu masih sangat gagah tampan dan sempurna, melebihi model papan atas.


wanita itu, dengan tidak tahu malu nya merangkak ke pangkuan Sandiaga dia bilang rela memberikan perusahaan dan juga tubuh nya asal Sandiaga mau menerima dia jadi istrinya atau simpanan nya.


Sandiaga, yang sangat setia pada Aurelie, dia berkali-kali menolak nya walau saat sedang di jebak sekali pun, dia tidak pernah mau menyentuh wanita yang bernama Yona itu.


hingga berulang-ulang melakukan siasat,ia pun memutuskan untuk bergabung dengan beberapa pria yang patah hati karena mendapat kan penolakan dari Aurelie saat kuliah dulu kebetulan orang-orang itu sangat berkuasa di dunia bisnis.

__ADS_1


hingga malam naas itu terjadi, Medina yang baru berusia 5 tahun dan meysha delapan tahun itu, saat itu ia sedang terlelap tidur para penjahat pun dengan sengaja tidak mencari mereka seolah mereka lupa di sana masih ada orang, lain saat setelah Sandiaga di lumpuhkan ia di ikat di kursi dekat meja makan, saat itu dan begitu menyayat hati, semua orang bergiliran memperkosa nya di hadapan sandi yang menangis berteriak histeris, karena rumah nya berada di tanah yang luas bahkan jauh dari keramaian kota, jadi tidak ada sesiapa pun yang akan, menolong nya, Medina kini keluar kamar berlari ingin menghampiri ayah dan Bunda nya,namu seketika ada yang menutup mulut nya saat akan berteriak.


ternyata yang menutup mulutnya adalah, ayah dari Andrea yang saat itu tengah menginap di lantai atas dia adalah seorang tukang kebun,dulu saat mereka baru bertemu,namun Sandiaga menjadi kan nya sebagai sopir pribadi nya.


Medina menangis dalam bekapan saat melihat ibu dan ayah nya di perlukan sangat keji setelah proses perkosa an itu selesai kedua orang tua nya di bantai dengan sadis dengan luka sayatan di leher dan dada mereka Medina pun pingsan tidak sadarkan diri, saat polisi tiba-semua nya seperti di sinetron mereka datang terlambat, karena saksi tidak cukup kuat mereka hanya menyatakan mereka adalah korban perampokan, saat itu.


dendam yang sangat kuat saat itu tertanam di hati Medina, kedua orang tua nya kini telah tiada, bertahun-tahun Medina menderita.


🌹💖💖💖🌹


Medina kini sudah terbangun, saat ini ia langsung bergegas untuk pulang, saat ini di tengah perjalanan, Medina melihat sosok, yang sangat di cintai nya kini Daniel mencegah mobil Medina saat itu juga.


"kau dari mana saja sayang aku mencari mu" tanya Daniel.


"aku merindukan mereka rasanya ingin pulang ke sana saat ini juga"ucap Medina yang menitikkan air mata nya saat ini.


Daniel yang melihat itu ia langsung masuk ke dalam mobil istrinya itu.


"sabar sayang aku tau semua itu tidak mudah untuk mu tapi aku harap kamu bisa merelakan semuanya yang telah terjadi,agar keluarga mu bisa tenang" ucap Daniel yang kini menggantikan posisi istrinya untuk menyetir.


"bagaimana aku bisa tenang saat semu jelas terjadi di depan mata ku betapa kejinya mereka menghabisi ayah dan ibu ku yang masih seusia kita saat itu, bagaimana aku tidak menggila saat satu persatu mereka memperkosa Bunda ku secara bergiliran hingga semua kebagian hiks hiks hiks hiks, bagaimana bisa aku" ucapan Medina terhenti saat Daniel mencium bibir nya untuk meredakan tangis nya saat ini.


"sudah Sayang jangan di katakan lagi, sekarang beritahu aku siapa saja yang telah menyakiti mereka,biar aku yang membalas kan semua nya" kata Daniel bertanya serius.


"semua orang sudah ku habisi satu persatu dengan sangat keji hingga aku mencabik-cabik seluruh tubuh nya, hidup-hidup saat sebelum aku bertemu dengan mereka telah lenyap di tangan ku semua, tinggal satu buruan ku yang sampai saat ini, belum di temukan, oleh ku adalah wanita ****** yang menjadi otak dari pembunuhan mereka, sampai saat ku temukan dia nanti aku janji aku akan memperlihatkan pada mu, bagaimana cara ku menghabisi mereka,satu persatu" ucap Medina yang terlihat ada kilatan api dendam di mata nya.


"dengan bukti, apa aku harus menjeratnya, yang ada setelah itu nyawaku yang akan terancam jika aku tidak menghabisi nyawanya terlebih dahulu" ucap Medina.


kilatan dendam itu, masih ada di mata Medina saat ini jiwa iblis nya seperti nya belum menghilang dari diri Medina sepenuhnya.


"sayang, hari ini kamu tidak kerumah sakit kan"tanya Daniel.


"hmm... aku sudah melepas kan nya, tadi kamu bisa mendapatkan apa yang kamu mau, sekali pun itu harus membuat ku pergi untuk selamanya, tidak mengapa asal aku sudah membalas kan dendam kedua orang tua ku, saat itu tiba" ucap Medina.


"aku tidak mau itu terjadi, sampai kapan pun kau harus tetap bersama dengan ku saat ini" ucap Daniel.


"terserah kamu saja, aku sudah tidak ingin berdebat lagi, untuk saat ini dan sampai waktu itu tiba aku titip Deswita pada mommy Cleo, dan kamu bisa menikah lagi" ucap Medina sambil memejamkan mata.


Daniel menginjak gas sekuat mungkin mobilnya melaju sangat kencang di jalan yang tidak terlalu macet itu Daniel meliuk-liuk di jalan seperti saat dia belum menikah dulu dia sering ikut balapan liar di Kanada bareng sahabat nya itu hanya untuk menghabiskan malam suntuk mereka.


Medina, tidak pernah protes ia tau suaminya pandai balapan jadi dia hanya tersenyum menyungging kan, bibir nya sebelah kanan.


dua hari setelah itu Medina sedang tertidur, saat ia merasakan ada tangan kekar mengelus puncak kepala nya, dan bibir lembut nya mengecup kening nya, Medina sangat tau dengan aroma tubuh pria itu saat ini.


"kau sudah kembali,kak,,,"kata Medina.


"baru saja Sayang" jawab Daniel.


"mandi lah dulu aku akan siapkan makan untuk mu saat ini" kata Medina, sambil bangkit dari kasur nya.

__ADS_1


" tidak usah sayang aku sudah makan tadi di kantor setelah meeting" jawab Daniel.


"tidak biasanya kakak, tidak makan di rumah saat ini" ucap Medina.


"coba lihat jam di sana" tujuk Daniel pada jam dinding mewah nya itu.


"kak,,, kamu pulang sepagi ini,ada apa memang nya, apa kau kelelahan,sini biar aku pijit dulu kau pasti lelah iya kan" ujar Medina, yang hendak membawa suaminya ke arah ranjang.


"tidak perlu, sayang aku tadi ketiduran, karena, lelah nya saat ini" ucap Daniel sambil berbaring.


"harus nya kau biarkan aku bekerja, lagi agar kau tidak kelelahan" ucap Medina.


"sayang kamu dengar kan aku sayang, kamu hanya ingin kau tetap seperti ini menunggu ku seperti saat ini aku sangat bahagia, sayang siang nanti aku, akan pergi ke Kanada Shelomita, ingin aku hadir di acara peresmian sekolah baru nya" ucap Daniel berbohong,


"hmmm baik lah, karena rumah ini semakin sepi aku pindah ke apartemen,besok" kata Medina yang mendapat tatapan tak tega dari Daniel.


"kenapa tidak di sini saja sayang,di sini ada banyak pelayan"ucap Daniel tak tega.


"tidak apa-apa Sayang aku akan menyibukkan diri, mulai besok, aku akan bekerja lagi di club sekaligus mencari dalang di balik kejadian itu, mereka bilang ada yang melihatnya masuk ke sana" kata Medina.


"kau, tidak boleh melakukan itu sayang, sampai kapan pun, aku tidak mengizinkan itu, aku takut kau kenapa-apa" kata Daniel.


"kau tenang saja kak, anak buah ku masih banyak di sana yang akan bekerja untuk ku saat ini" jelas Medina.


"aku pastikan akan kembali secepatnya, saat itu tiba, kata Daniel.


Daniel, hanya bisa berdoa semoga istrinya selalu di lindungi oleh yang maha kuasa sampai, kapan pun.


Daniel pun tidur sambil mendekap Medina, saat ini, karena ia akan berada lama di Jerman, nanti dia sudah bilang pada Shelomita untuk mengiyakan jika Medina bertanya pada nya.


"saat ini, Medina tengah membuat kan sarapan untuk Daniel dan, diri nya saat ini, mereka menikmati sarapan terakhir bersama di pagi ini, karena mulai besok mungkin sampai satu bulan yang akan datang Medina akan hidup sendiri lagi, karena Daniel entah kapan akan kembali.


Daniel pun pergi saat ini, Medina mengikuti langkah nya untuk pergi ke apartemen untuk sementara, saat ini, Medina memutuskan untuk kembali ke club saat malam ini siang nya bekerja, di kantor miliknya karena milik Daniel ada asisten nya yang mengurus itu.


siang malam Medina, menyibukkan diri sendiri, seperti saat ini ia kembali melayani tamu yang ingin di temani minum, seperti saat ini Medina tau orang yang di temani minum oleh nya adalah kakak dari perempuan laknat tersebut.


Medina, memberikan obat, penurun kesadaran saat ini dalam dosis kecil di campur dengan Wine yang kini sedang di minum oleh pria tersebut.


"tuan, apa kau punya saudara perempuan" tanya Medina, yang kini duduk manja di pinggir sofa sambil mengeluarkan jurus nakal nya yang sangat dia benci.


"kalau aku punya, apa yang bisa kamu berikan,hmm" pria itu mau meraba media namun tangan nya di tahan halus oleh Medina.


"aku hanya ingin mengajak nya kerja sama tuan apa perlu memberikan, imbalan" kata Medina.


" kerja sama apa" ucap pria itu tidak percaya.


"di sini akan mempekerjakan wanita malam apa kau punya saudara perempuan untuk memegang bisnisnya di sini" kata Medina.


"aku punya adik, perempuan satu-satunya yang memiliki anak buah yang sangat banyak, bahkan, saat ini dia masih menjalankan bisnis haram nya itu setelah membunuh pria yang selalu menolak nya saat itu dia. malah semakin menjadi" ucap pria itu sambil mengusap-ngusap dadanya yang terasa sesak, karena mengingat dosa sang adik yang begitu besar.

__ADS_1


__ADS_2