
setelah, keadaan nya membaik Sheila,kini telah di perbolehkan pulang,dan kedua anak kembar mereka,di bawa oleh Medina ke dalam kamar nya,di sana sudah di siapkan segala perlengkapan,bayi dan dekorasi kamar yang sangat, mewah sengaja Andrea membuat dekorasi itu sendiri kamar dan perabotan semua berwana putih untuk menetralkan keadaan karena jenis kelamin kedua nya berbeda.
Andrean, dan Serena saat ini tengah dipersiapkan untuk di mandikan Medina membantu semu proses nya saat ini berasa dia yang memiliki bayi,namun sayang dokter menyatakan bahwa dia tidak bisa punya anak lagi setelah kejadian empat tahun lalu Medina dan Daniel harus puas dengan anak perempuan nya kini itu juga dalam pegangan Cleo, mereka seperti meminjam jika benar-benar di butuhkan.
seperti saat ini, Deswita tinggal bersama dengan nya untuk dua hari kedepan, sementara dua hari lagi dia bakal di jemput oleh nenek nya yaitu Cleo.
Deswita kini sedang bermain kejar-kejaran bersama Andres, dan Shelomita yang selalu Medina ajak kemana pun dia pergi agar dia tidak melamun sendirian di rumah.
sementara itu Daniel dan Andrea sedang mengobrol sambil menikmati camilan dan kopi di pagi ini.
Sheila, yang masih harus banyak istirahat,kini hanya duduk selonjoran di ranjang milik nya yang tak jauh dari kamar anak nya yang baru lahir, bahkan ada pintu masuk yang saat ini sedang terbuka untuk mengawasi kedua anak nya yang sedang sibuk di urus suster dan Medina.
dua hari kemudian, Medina saat ini sedang memeluk erat putri semata wayangnya, yang akan kembali ke Rusia bersama dengan neneknya, Daniel langsung memeluk kedua nya, dan mencium mereka.
"Deswita sayang anak mommy, maafkan mommy dan Daddy mu kami tidak bisa menjaga mu lama, seperti orang tua yang lain nya mommy sangat ingin kau tinggal di sini tapi nenek mu akan kesepian tanpa dirimu,sabar lah sayang ketika nenek mu kembali nanti mommy tidak akan membiarkan nya pergi jauh lagi, mommy sendiri yang akan melarang nya membawa mu pergi" ucap Medina.
"iya momm...wita ngerti ko... mommy jangan sedih Ok,lain kali wita akan minta Nenek kembali ke mari" ucap Deswita, sambil mencium kedua orang tua nya.
Deswita,pun pergi bersama orang kepercayaan Cleo dan juga asisten nya, saat ini.
Medina dan Daniel,kini saling berpelukan, mereka harus kuat, dan tidak boleh bersedih karena anak mereka tengah di jaga sebaik mungkin oleh Cleo.
satu bulan berlalu,kini Sheila, baru pulang dari honeymoon,ia mampir ke Mension Daniel bersama sang suami, Tommy saat ini, tapi saat sampai di sana tiba-tiba, Sheila melepaskan rangkulannya, karena ia tidak mau melukai hati Shelomita, yang kini menatap kearah mereka berdua.
"kalian, sudah kembali?" ucap Medina sambil memeluk Sheila adik ipar nya itu.
"iya,kak, sebenarnya aku belum mau kembali tapi, dia maksa ingin segera kembali ke sini" jawab Tommy.
"Sheila, selamat ya kakak senang kau sudah bahagia saat ini,maaf dulu kakak tidak tau, semua nya dan karena kakak kebahagiaan kalian harus tertunda" ucap Shelomita.
"tidak apa-apa kak, justru aku lah yang seharusnya minta maaf, Karena telah merenggut kebahagiaan mu" ucap Sheila lirih, tapi Shelomita malah, memeluk erat tubuh Sheila, karena ia tidak ingin adiknya menyalahkan diri nya sendiri.
"Sheila, semua sudah suratan takdir, dan kita tidak boleh mengeluh untuk itu" ucap Shelomita, yang langsung mendapat pelukan dari Tommy.
"terimakasih Shelomita, aku tau kamu adalah wanita yang sangat baik dan cantik kamu tidak akan susah untuk mendapatkan jodoh, semoga jodoh mu adalah orang baik dan yang terbaik" ucap Tommy.
"Sudah sekarang keluarga kita harus lebih bahagia dari kemaren, kalian sudah menikah sekarang kalian putus kan akan tinggal di mana"ucap Daniel.
"aku tinggal di rumah ku saja karena rumah itu memang aku bangun untuk kami kelak membangun rumah tangga yang bahagia"jawab Tommy.
mereka pun pergi meninggalkan rumah Daniel setelah berpamitan, saat ini mereka telah sampai di Mension milik Tommy.
__ADS_1
"selamat datang, di rumah kita istri ku yang cantik, semoga kebahagiaan selalu menyertai kita mulai saat ini nanti dan selamanya" ucap Tommy sambil membuka kan pintu masuk nya.
"terimakasih by... aku bahagia, mulai saat ini aku akan menjadi istri yang baik untuk mu" balas Sheila.
mereka pun masuk kedalam kamar dan membersihkan diri bersama sama namanya juga pengantin baru ya, jadi mereka gak kuat untuk menahan diri jika sedang berada dalam posisi yang seperti saat ini, mereka melanjutkan bulan madu nya di kamar mandi.
sementara di rumah Daniel Shelomita sedang menyendiri di kamar nya saat ini.
iya merasa, hidup nya terlalu hampa saat ini Shelomita bahkan meneteskan air mata saat melihat foto keluarga mereka yang masih utuh saat ia ulang'tahun ke lima belas tahun, saat itu Ayah dan Bunda nya masih ada di samping mereka, foto itu di pajang di dinding kamar nya.
tiba-tiba,suara ketukan pintu terdengar.
tok...tok.. tok..
Shelomita pun bergegas membuka pintu setelah menghapus cairan bening yang ada di pipiku, saat pintu di buka nampak wajah Medina tersenyum ke arah nya.
"Shelomita,kakak ingin minta tolong di bawah ada, seorang pria, dia teman Abang mu aku sedang malas melihat nya bisa kamu temani dia sementara Daniel masih di jalan menuju kemari,kakak mau mandi dulu" kata Medina meminta tolong, sebenarnya dia sangat malas bertemu dengan Stevano, yang dulu mati-matian menggoda nya.
"baik lah KA aku turun" jawab Shelomita.
Shelomita, pun turun dari lantai dua menuju ke lantai bawah, menemui vano yang kini sedang duduk menghadap ke arah kolam renang.
"Hay..kak, apa kabarnya" ucap Shelomita, yang tau dengan Stevano saat ia masih kecil dulu sudah sering main ke rumah mereka ya,,, Stevano Adalah sahabat Daniel sedari orok ...
"shelo...ini beneran kamu, aduh cantik nya Ade ku ini, apa kabar calon istri ku" ucap Stevano pada Shelomita yang cengengesan.
"kabar aku baik kakak ku yang tampan dan baik hati serta tidak sombong, dan play'boy no satu di mana-mana" ucap Shelomita yang kini membalas Stevano.
"yah.... Shelomita, gelar kakak kayanya masih kurang deh tadi kamu sebut, Hehehehe" kata Stevano, yang sedikit mendekat lalu berbisik.
"calon suami mu" ucap nya sambil menyengir kuda.
"baik lah,calon suami orang" kata Shelomita.
🌹💖💖💖🌹
sudah hampir tiga puluh menit mereka bercanda tawa, Shelomita ternyata orang yang sangat asik jika di ajak bercanda atau mengobrol saat ini.
Medina hanya tersenyum dari jauh iya senang bisa melihat Shelomita, tertawa lepas, saat ini.
Stevano, adalah seorang Casanova,namun ia tidak pernah ingin merusak wanita yang ia sudah kenal sangat lama di hadapan nya, dan sudah di anggap adik sendiri oleh nya, walau pun dulu Shelomita, pernah nekad menaiki ranjang nya, setelah iya pulang merayakan kelulusan nya, pada masa putih abu-abu,dulu Stevano, sedang menyelesaikan kuliah nya.
__ADS_1
namun, Stevano yang hampir menjamah tubuh Shelomita,ia keburu sadar dan menolak nya.
bukan apa-apa, iya tidak ingin merusak wanita yang sudah seperti adik nya itu, Shelomita sangat mencintai Stevano saat itu, mungkin karena terlalu sering bertemu dan begitu dekat dan karena terbiasa juga,di perlukan semanis mungkin Shelomita jadi sangat suka pada Stevano, Shelomita adalah gadis yang periang dan sangat ramah, tapi setelah kejadian penolakan itu Shelomita, seperti kehilangan semangat hidup nya.saat itu juga dia sering mengurung diri di kamar dan tidak pernah keluar kecuali saat kuliah.
Shelomita, patah hati saat itu berkali-kali,ia berusaha untuk menyatakan cinta namun selalu di tolak oleh Stevano karena Stevano bilang aku bisa menerima tubuh mu atau tubuh wanita lain tapi tidak dengan hati nya, karena hati bisa berhianat berbeda dengan tubuh yang tidak pernah mengkhianati .
itu ucap Stevano dulu saat berulang kali Shelomita menyatakan cinta, hingga Shelomita,nekat ingin memberikan tubuh nya untuk Stevano, tapi Stevano masih tetap menolak karena ia tidak bisa merusak wanita yang masih suci.
berbagai alasan iya katakan kepada Shelomita,agar tidak berharap lagi pada nya,namun Stevano sendiri menyukai Shelomita hanya ia belum siap untuk berkomitmen, saat itu.
"kak,Vano ada apa kemari,kak Dan, tidak ada di rumah dan kakak ipar sedang malas ketemu orang kaya kakak, jadi aku terpaksa menemui mu" ucap Shelomita,sambil bangkit dari duduknya, bermaksud mengambil kan minum untuk Vano, namun lengan nya di cekal Vano.
"mau sampai kapan, kamu menghindar dari ku lagi,Shelo... aku tau dulu aku pernah bersikap kejam pada mu aku berulang kali menyakiti mu, tapi, asal kau tahu aku hanya tidak ingin merusak, butiran berlian, yang sangat aku jaga saat itu" ucap Stevano,sambil mendekat ke arah Shelo... saat ini.
"sudah lah kak, yang lalu jangan pernah di bahas kembali aku sudah berusaha melupakan nya, semua karena aku yang tidak beruntung,atau karena tidak di takdir kan dengan mu " ucap Shelomita, yang melepaskan genggaman tangan Vano, saat ini.
"Shelomita, asal kau tahu aku jatuh hati pada mu saat kamu masih satu SMA, tapi aku tidak ingin merusak hubungan baik di antara keluarga kita aku harus puas dengan, menganggap mu sebagai adik ku sendiri, tanpa bisa menyentuh atau memiliki dirimu.
"kak, itu sudah berlalu, aku tidak ingin membahas semua itu lagi " ucap Shelomita, yang ternyata masih sangat terluka kala mengingat penolakan itu.
Shelomita, menangis di hadapan Vano, iya sangat rapuh kala mengingat hal yang saat ini dia benci.shelomita berpikir bahwa dia tidak pernah di takdir kan untuk bisa memiliki orang yang ia cintai.
Stevano, mendekat dan memeluk erat tubuh Shelomita, saat ini, ia merasa wanita yang ada di hadapannya, begitu terluka karena penolakan nya dahulu.
"Shelomita, apa aku bisa mendapatkan kesempatan, itu untuk mendapatkan cinta mu yang dulu pernah ada untuk ku,hmm.. apa masih ada cinta yang selalu kau nyatakan untuk ku saat ini?" tanya Stevano,sambil memeluk Shelomita kini.
namun Shelomita, menggeleng, iya tidak ingin itu terjadi lagi sudah cukup ia sering di permainkan oleh sebuah perasaan yang mengatas namakan cinta, Shelomita pergi berlari menuju tangga sambil menangis karena hati nya begitu sakit, saat ini.
di saat semua penderitaan yang pernah ia lewati ada setitik cahaya yang datang menyinari hati nya, namun sayang cahaya itu menghilang dan lenyap saat ia mulai berhasil menemukan jalan pulang, tapi di tengah-tengah perjalanan,ia harus kembali berjuang dalam kegelapan, saat ini setitik cahaya itu kembali memerangi, mucul lagi di hadapan nya namun ia sudah menutup mata, tidak ingin lagi kecewa untuk kedua kalinya, biarlah ia berjalan di kegelapan menuju rumah nya saat ini.
itu artinya, Shelomita tidak akan mempercayai cinta lagi sekalipun ia menikah dan membangun rumah tangga nya kelak siapa pun yang menikahi nya, Shelomita seakan mati rasa.
satu Minggu berlalu Shelomita memutuskan untuk kembali ke Kanada, ia akan tinggal di rumah lama peninggalan ayahnya, saat itu Shelomita kini tengah mengepak barang-barang nya yang akan ia bawa termasuk alat lukis nya dan sebuah foto berukuran sedang yang yaitu foto keluarga nya dahulu.
saat sampai di bandara Sukarno Hatta, Shelomita yang di antar oleh Medina dan Daniel,kini ia memeluk kedua nya, Daniel berpesan pada adik, pertama nya itu untuk selalu berhati-hati, dan menata ulang kehidupan nya nanti dan selalu berikan kabar pada nya nanti setelah berada di sana.
"Shelomita,kakak berharap kau akan tinggal dengan baik di sana mulai lah menata ulang kehidupan mu lagi,kabari aku setiap hari nya karena kakak, akan selalu merindukan mu, nanti ingat jaga diri baik-baik di sana kakak, sayang pada mu" kata Daniel menasehati Shelomita.
"baik lah kak,... aku berangkat titip salam buat Sheila, dan segera kabari aku jika ada kabar baik dari nya , aku pergi kakak,ipar tolong jaga kakak,ku ini dengan baik, dan aku sayang kalian"ucap Shelomita,sambil berurai air mata iya membalikkan badannya tidak mau Daniel melihat itu, saat ini Shelomita berjalan menuju pesawat, yang membawanya ke Kanada.
Daniel, hanya menahan pilu di hati nya saat ini ia tidak bisa membahagiakan adiknya yang satu itu, selama ini ia hanya bisa memberikan mereka materi tanpa tahu apa yang sebenarnya mereka alami, Daniel sibuk bekerja, ia tidak pernah melihat atau mendengar adiknya sedang mengeluh, yang dia tahu adiknya itu baik-baik saja, tapi ternyata mereka masih menyimpan duka yang begitu besar saat ini pertama atas kepergian kedua orang tuanya kedua, ketidak beruntungan nya dalam percintaan, Daniel hanya bisa berdoa, semoga kelak Shelomita mendapatkan kebahagiaan nya,di sana.
__ADS_1
tanpa mereka sadari seseorang, yang mengetahui akan kepergian Shelomita,ia pun memutuskan untuk pergi ke Kanada.