Jodoh Sang Wanita Malam

Jodoh Sang Wanita Malam
menginginkan mu selalu


__ADS_3

setelah membaca pesan Tommy, Sheila,kini berlari ke kamar nya karena takut, Shelomita, melihat nya, saat ini.


sementara itu Daniel yang melihat, Sheila pergi mendadak ke arah kamarnya, dia langsung melirik Medina, yang sedang sibuk makan salad buah,di mangkuk nya saat ini.


"kenapa lihat aku, kenapa tidak bertanya saja ada apa dengan dia " ucap Medina pelan.


"sayang, jangan kencang-kencang bicara nya nanti kalau mereka mendengar nya bagaimana,gini saja kalau kamu ada waktu tolong tanyain ada apa sama dia" kata Daniel berbisik.


dua jam kemudian, Sheila keluar, dari kamar nya dia sudah mulai bersiap untuk pergi dia meminta izin pada Daniel, saat ini Daniel hanya tersenyum, penuh pertanyaan pada adik nya itu.


"kak, aku pergi dulu ya gak lama ko" ucap Sheila.


"hmmm... ingat jangan pulang larut malam" ucap Daniel, Sheila pun pergi membawa mobilnya


Sheila bukan pergi ke tempat Tommy melainkan ke sebuah danau yang sangat indah iya ingin menyendiri saat ini.iya ingin menyendiri karena hati nya tidak karuan harus apa saat dia merenung. di depan danau tersebut tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggang Sheila, dan Sheila tau aroma parfum yang,di gunakan oleh pria itu saat ini, Sheila menoleh ke samping wajah nya mereka bertemu,cup...satu kecupan di bibir manis Sheila, Sheila, langsung melepaskan pelukan dari Tommy iya sedikit menjauh saat ini.


"kenapa hmmm... ada yang salah"ucap Tommy


"kak, jangan begini!, nanti Shelomita tau aku tidak mau menyakiti hati nya" ucap Sheila sambil berjalan menjauh dari tempat itu.


"Sheila sayang kamu tidak mau menyakiti hati kakak mu tapi kau sendiri telah menyakiti hati mu sendiri, aku tau kau punya perasaan yang sama, saat ini"kata Tommy lantang.


"terserah kamu saja" Sheila pergi sambil mengusap air mata nya, yang Kini tidak tertahankan lagi.


namun Tommy tidak ingin kehilangan momen berharga saat ini bisa satu ruangan berdua dengan Sheila adalah kesempatan besar.


Tommy, mencekal lengan Sheila ia menarik nya hingga Sheila berbalik dan menabrak dada bidang Tommy, saat ini.


"kak,lep...eummm" kata-kata Sheila, langsung di bungkam oleh ciuman panas dari Tommy, Sheila berusaha melepaskan diri namun tengkuk nya di tahan oleh tangan Tommy saat ini.


"kak,,, kamu keterlaluan,eummm" Sheila kembali di cium oleh Tommy dengan durasi yang lumayan lama, saat ini.


setelah hampir kehabisan nafas nya, Tommy pun melepas kan ciuman tersebut.


"hiks,, hiks,, hiks,, kamu tega kak, kenapa harus begini heuuh aku sudah berusaha untuk tidak pernah berdekatan lagi dengan mu saat ini, karena aku tidak mau ada yang kecewa" ucap Sheila,sambil menangis namun Tommy tidak mau berpisah begitu saja Tommy langsung membawa Sheila ke mobilnya saat ini dan Tommy langsung mengemudikan mobilnya itu.


sementara mobilnya Sheila di bawa oleh orang kepercayaan Tommy menuju ke rumah nya Tommy saat ini, Tommy tidak ingin Sheila pergi dari nya apa pun yang terjadi.


"kak, kamu mau bawa aku kemana heuhhhhh, aku harus pulang sekarang juga atau aku akan di marahi KA Daniel" pinta Sheila .


" yank... aku mohon sekali ini dengarkan aku, aku sangat mencintaimu sangat yank... aku ingin kita menikah dan memiliki anak, kamu tau itu bukan aku sangat mencintaimu" ucap Tommy, saat sampai di sebuah rumah megah nan modern bergaya Eropa Sheila sempat heran saat ini,ia pun bertanya.


"kak, ini rumah siapa, aku tidak ingin masuk" tolak Sheila.


"ini rumah kita sayang, kamu adalah ratu di hatiku dan di rumah ini, kamu akan menjadi ibu bagi anak-anak ku kelak" ucap Tommy sambil merangkul pinggang Sheila di saat ini sambil membawanya masuk di sambut beberapa pelayan, yang berjejer,di pintu masuk mereka semua membungkuk, dan Sheila merasa seperti di negri dongeng.

__ADS_1


"kalian semua, harus patuh dengan apa yang di katakan oleh istri ku ini, karena kata-kata nya adalah perintah,ingat itu" ucap Tommy menjelaskan.


"baik tuan" ucap mereka serempak.


"kak,, aku harus pulang sekarang ini sudah senja, nanti kakak ku marah" kata Sheila.


"nanti aku antar sayang sekali an minta izin untuk menikahi mu" ucap Tommy sambil membawa Sheila kekamarnya saat ini, sesampainya di dalam kamar Sheila pun menganga melihat, semua gambar dirinya ada di kamar Tommy memenuhi dinding kamar nya dan Sheila, langsung merosot ke lantai iya melihat foto nya yang hanya menggunakan bikini, saat berenang waktu itu.


"hiks..hiks... kamu melakukan itu, semua untuk apa, aku tidak pernah ingin kan ini semua kemaren aku sudah suruh kamu menghapus nya apa itu terlalu sulit bagi mu heuhh" Tommy langsung memeluk Sheila membawa nya ke atas ranjang, saat ini, Tommy menindih tubuh Sheila tapi tidak melakukan apa-apa, dia hanya ingin memeluk nya saja sudah cukup ia pun bangun dan berkata.


"aku menginginkan mu, untuk menjadi istri dan ibu bagi anak-anak ku, tapi ingat jangan jadikan ini beban untuk mu kalo kamu tidak bersedia, aku tidak akan memaksa, tapi aku tidak akan pernah membahagiakan kakak mu, hidup nya akan seperti di neraka nanti nya"ucap Tommy pelan tapi penuh penekanan.


Sheila, menatap tidak percaya pada Tommy,ia bahkan tidak pernah menyangka cinta Tommy begitu besar untuk nya saat ini, dan Sheila tidak berdaya.


"aku pulang" ucap Sheila pada Tommy, dan kini bergegas ke luar dari kamar,namun tinggal satu langkah lagi, dia akan keluar dari kamar itu Tommy, menghentikan langkah Sheila.


"sekali lagi kau melangkah video saat kita berciuman tadi akan sampai di tangan Shelomita" ucap Tommy.


"kak,,, aku hiks hiks hiks.. apa yang harus aku lakukan sekarang, aku tidak tahu.aku tidak tau hiks hiks hiks" Sheila hanya menangis sesenggukan terduduk di lantai.


"tanda tangan surat perjanjian pernikahan itu, setelah itu kamu baru bisa pergi tapi kalau tidak jangan harap" ucap Tommy tegas.


Sheila, langsung berdiri dia mengbil bolpoin yang di siapkan Tommy, tanpa membacanya


"sayang, kamu tidak ingin membacanya terlebih dahulu, kamu yakin?" tanya Tommy.


"sweet,kali sih Sayang aku ini" saat Tommy ingin mencium bibir Sheila namun Sheilla menghindari nya dan bergegas ke luar, kamar tersebut,lalu pergi menuju pintu keluar rumah, Tommy mengikuti nya dari belakang iya tahu Sheila marah.


"yank.. tunggu ini ada yang kamu lupa kamu ngelupain sesuatu" Tommy menggenggam tangan Sheila dan langsung menahan nya agar tidak bergerak,lalu Tommy me masangkan cincin pernikahan di jari manis Sheila.


ingat lah sayang mulai hari ini kita telah menikah dan mulai saat ini kita, akan tinggal bersama, besok hari peresmian pernikahan kita.


🌹💖💖💖🌹


benar saja satu hari kemudian Daniel dan Medina sudah menghadiri prosesi ijab Kabul Sheila dan Tommy, karena Tommy sudah berbicara dengan Daniel, dan Daniel hanya bisa pasrah, di saat ini ia hanya memberikan kesempatan untuk Tommy dan Sheila tanpa sepengetahuan Shelomita.


"kak, bagaimana nanti ka Shelomita tau, aku takut, dia kenapa-napa nanti" ucap Sheila.


"biar nanti jadi urusan kakak..."ucap Daniel.


akhirnya pernikahan pun di gelar Daniel dan Medina pun langsung pergi pulang ke rumah nya.


sementara itu di rumah Tommy saat ini dia tengah duduk di sebuah sofa singgel di dalam kamar nya menunggu Sheila yang kini tengah membersihkan diri nya di kamar mandi setelah itu dia langsung mengeringkan rambut nya, dan Tommy yang melihat itu dia menelan Saliva nya dengan susah payah.


"yang kamu itu seksi sekali " ucap Tommy sambil mengelus punggung istrinya perlahan.

__ADS_1


" kak, jangan begini aku takut" ucap Sheila.


"kenapa Takut Sayang itu wajar, nanti kau terbiasa" tapi Sheila mendorong suaminya itu.


sementara itu Tommy malah tersenyum ia tahu Sheila masih sangat polos tidak seperti dia mantan seorang Casanova, namun Tommy berusaha sabar menghadapi Sheila saat ini dia langsung memeluk Sheila sambil berkata.


"sayang, kamu tidak perlu takut semua nya akan baik-baik saja ok kalau kamu takut sebaiknya kamu lihat aku dan rileks saja Hanny" kata Tommy sambil membawa Sheila ke atas ranjang perlahan.


"kak,,, aku takut" ucap Sheila dengan muka memerah karena ingin menangis ini benar-benar sangat menakutkan bagi nya bahkan dia tidak pernah tahu apa yang harus ia lakukan.


malam pengantin pun di lalui Tommy dengan susah payah dia bisa menaklukkan Sheila Akhirnya Tommy berhasil membobol gawang Sheila walau jeritan tangis nya tidak terhindar kan namun Tommy dengan sabar membimbing


Sheila dan akhirnya Sheila mengerti bagaimana malam pertama itu terjadi.


saat mereka sibuk dengan itu di rumah Daniel Shelomita, menangis sesenggukan bukan karena marah tapi karena saat ini ia merasa bersalah dengan adiknya Sheila .


"Shelomita, sudah kamu jangan menangis semua baik-baik saja Sheila sudah menikah dan mereka sudah mendapatkan kebahagiaan mereka kini kakak berharap kau juga segera mencari kebahagiaan mu saat ini, jangan lagi terpuruk untuk sesuatu hal yang tidak penting, lihat ipar mu Medina seberapa kejam kehidupan yang ia lalui dia tidak pernah menyerah, dia lebih semangat lagi menjalani hidup ini" ucap Daniel.


"iya kak, Shelomita akan berusaha, sekuat mungkin, untuk menjalani semua itu" ucap Shelomita sambil bangkit dan mencuci wajah nya saat ini.


seminggu berlalu pasangan suami istri yang baru itu kini tengah pergi berbulan madu,ke Maldives, dengan melakukan itu Tommy berharap segera di karuniai seorang anak, yang akan menjadi penerus generasi keturunan nya nanti dan bisa menggantikan posisi nya mengurus perusahaan, dan Sheila saat ini tengah menikmati perjalanan nya bersama Tommy.


di Jakarta tepatnya seorang wanita cantik tengah berjuang untuk melahirkan anak pertama nya bayi kembar yang sudah di ketahui jenis kelamin nya yaitu, perempuan,dan laki-laki.


Andrea kini tengah memberikan dukungan dengan cara mencium puncak kepala Sheila.saat ini sbil menggenggam tangan wanita yang sangat di cintai nya saat ini.sheila hanya terdiam sambil merasakan betapa sakit nya perut nya saat ini tapi dia bisa santai melewati itu karena dulu dia pernah di berondong peluru yang lebih menyakitkan dari itu Sheila malah mengelus punggung i suaminya itu agar Andrea tegar jadi dia bisa mengatasi rasa sakit yang begitu hebat ini.


"sayang, kamu berjuang ya semua ini untuk anak kita dan kamu pasti bisa, semoga semua nya lancar saat ini dan selalu di berikan ketenangan" ucap Andrea


"Daddy dari tadi mommy sudah tenang meski rasa sakit ini lebih menyakitkan, namun aku pernah merasakan rasa sakit lebih parah dari ini sebelum nya Sayang, aku pasti bisa kamu harus tenang jangan panik" ucap Sheila langsung di peluk Andrea.


"aku tau mommy kamu adalah wanita tangguh dan saat ini kau adalah satu-satunya wanita terhebat yang aku miliki"Andrea langsung bangkit karena dokter telah memastikan pembukaan nya telah lengkap dan Shelomita mengikuti instruksi dokter, saat ini.


tidak sampai lima menit, bayi pertama telah keluar seorang bayi laki-laki yang sangat tampan, perpaduan Sheila, dan Andrea di susul lagi dengan bayi perempuan yang sangat cantik seperti ibunya, wajah nya masih bercampur ayah nya tidak mau kalah rupanya, Sheila menangis dia merasakan kesedihan saat ia melahirkan dan berjuang untuk melewati yang dulu ibunya rasakan, seperti yang di rasakan nya saat ini, tapi dia belum sempat membahagiakan ibunya, bahkan ibunya telah meninggal dunia di bantai orang lain.


tragis memang tapi semua adalah takdir tuhan yang kini harus ia terima.


Andrea mampu memenangkan hati Sheila saat ini, dan setelah Sheila di bersihkan saat ini ia langsung di bawa keruang perawatan dan Sheila tengah menunggu bayi nya yang kini di beri nama Andrean dan Serena .


Medina pun hadir dia membawa Shelomita sekaligus Daniel dan putrinya Deswita.


"selamat ya KA Sheila, kamu sangat beruntung sekali nya melahirkan mendapatkan dua-duanya saat ini, dan aku bangga pada mu cepat pulih ya aku menunggu mu membawa mereka kerumah ku, dan Andres mana dari tadi aku tidak melihat nya anak itu pasti senang" ucap Medina.


saat Medina melirik dia melihat bayangan meysha kakak nya di samping Andres.


"kak, kamu datang juga, kamu pasti bahagia sekarang Andres tidak akan kesepian lagi dan Andrea bisa bahagia" saat mendengar Medina bicara menghadap Andres Sheila dan Andrea terkejut.

__ADS_1


"Daddy, mommy ada di samping Andres saat ini ia kangen Andres dan dia ingin mengucapkan selamat atas kelahiran Ade bayi dan mommy bilang ini terakhir kali dia datang" ucap Andres yang juga bisa melihat kehadiran meysha sang ibu.


"meysha sayang maafkan aku karena aku tidak melihat mu saat ini tapi aku berterimakasih atas semua yang kau berikan padaku selama ini" ucap Andrea sambil menitikkan air mata, betapa tidak meysha meninggal dengan sangat tragis, dan siapa pun mungkin akan bergentayangan, karena arwahnya penasaran tapi meysha hanya hadir di saat-saat tertentu nya dan semua itu hanya kepada orang-orang yang paling dia sayang .


__ADS_2