
hari-hari yang di lalui, oleh Daniel dan Medina saat ini lebih berarti bagaimana tidak, semua seperti pengantin baru, Medina yang kini tengah berlibur bersama dengan suami nya,sikap mesra yang selalu mereka tunjukkan di hadapan umum membuat mereka yang melihat nya, Baper.
Medina selalu bersandar di dada bidang suaminya itu dan sesekali mereka saling mengecup, setelah sekian lama melewati berbagai rintangan di kehidupan rumah tangga nya,kini adalah akhir yang membahagiakan untuk nya.
"sayang ku apa kamu bahagia, saat ini,hmm" ucap Daniel.
"tentu saja Sayang, aku sangat bahagia, bisa berlibur bersama dengan mu, saat ini adalah anugrah terindah yang Tuhan berikan setelah berbagai cobaan aku harus melalui nya, semoga semua nya akan selalu baik-baik saja, semoga ayah dan Bunda, juga mendapat surga terindah, di sana" ucap Medina yang kini memejamkan mata nya.
"tidur lah sayang, jangan memikirkan yang tidak seharusnya kamu pikirkan, aku ada di sini bersama dengan mu" ucap Daniel sambil mengecup bibir istri nya itu.
sudah hampir satu Minggu mereka berlibur dan ini adalah malam terakhir mereka menginap di resort, Tersebut.
keduanya tidur sambil berpelukan tanpa bercinta sama sekali.
sementara itu di ibu kota, Vero, tengah berbahagia dengan wanita pilihan, Medina ya Nia, adalah wanita yang sangat pengertian, betapa pun Vero,sibuk dan jarang ada waktu untuk bersama dengan nya,kini setelah mereka menikah selama sepuluh hari, Nia tinggal di Mension Vero, dengan segala kemewahan, putri nya yang begitu Vero manja kan kini ia di masukkan sekolah dan di jaga oleh dua orang bodyguard, Vero demi keamanan putri sambungnya itu, dengan satu Nanny, yang khusus mengurus putri nya itu.
hidup Nia, semua serba tercukupi tanpa harus bekerja keras, hanya harus merawat suaminya yang manja nya kebangetan maklum saja pengantin baru.
seperti sekarang ini, Vero, yang baru saja pulang dari kantor nya, dia langsung di sambut peluk dan cium dari istrinya itu,sambil membawa tas kerja nya Nia, menggandeng tangan Vero, membawanya langsung ke kamar nya, untuk segera membantunya mandi dan berganti pakaian, itu adalah hal yang tak pernah Nia lewat kan, walau Vero sudah melarang nya.
namun, Nia, bilang katanya iya senang melakukan itu,demi Vero, yang sudah bekerja keras untuk nya dan anak nya.
"Hanny, aku tidak mau kau kelelahan, aku ingin segera memiliki anak,kamu tau sendiri, aku sudah berumur, dan mommy ku sudah minta cucu terus menerus" ucap Vero.
"aku tau mas kita juga sedang berusaha bukan, tapi mungkin Tuhan belum memberikan nya,sabar lah,kata dokter juga tidak ada yang perlu di khawatir kan" ucap Nia sambil mengelus lengan suaminya itu.
saat ini Vero dan Nia pun turun untuk makan malam, sementara sang putri sudah tertidur sejak tadi, Vero menikmati makan malam nya yang lejat, buatan istri nya, yang memang jago dulu saat suami pertamanya masih hidup dia yang mengajarkan semua nya pada Nia dengan sabar dan telaten.
suami Nia yang dulu adalah anak keluarga berada, hanya saja setelah memutuskan untuk menikah dengan Nia keluargganya marah besar terhadap Rendi, yang notabene adalah ahli waris satu-satunya di keluarga, Rendi adalah anak kedua dari dua bersaudara ia memiliki kakak perempuan, yang sangat menyayangi nya, namun semua kasih sayang keluarga musnah begitu dia memilih Nia, bahkan Rendi, keluar dengan tangan kosong, dia tidak membawa apa pun.
hingga saat ia melamar pekerjaan di sebuah hotel berbintang sebagai koki, ya Rendi adalah pria yang punya hobi memasak dia diam-diam mengambil dua jurusan yaitu bisnis dan kelas memasak.
Rendi yang malang, selama ia menjalani hidup rumah tangga nya selalu saja mendapatkan kesulitan, yang di sebabkan oleh keluarga nya agar dia menyerah dan kembali ke keluarga nya, tapi ternyata hingga kecelakaan itu terjadi Rendi, masih bersikukuh untuk tetap mempertahankan hubungan dengan Nia.
satu hal yang tidak pernah Nia ketahui sampai saat ini, adalah Rendi, masih hidup walaupun dia masih dalam keadaan koma keluarga nya membawanya ke Amerika, untuk pengobatan di sana, sementara itu, jenajah yang di kenali nya oleh Nia sebagai Rendi, karena semua pakaian dan aksesoris yang di kenakan, adalah milk Rendi, Nia tidak tahu itu karena wajah pengemudi mobil tersebut, hancur saat kecelakaan itu terjadi, dia adalah jenajah Jenal teman kerja Rendi di hotel yang meminjam pakaian yang di pijam kan untuk kencan nya di malam Minggu itu.
"flashback on"
Rendi, saat ini baru tiba di tempat kerja nya, dia tengah mengganti,baju yang di pakai nya tadi dengan seragam koki yang biasa ia gunakan.
saat, Rendi ingin menyimpan ransel nya di lokernya, dia melihat Jenal yang sedang kebingungan.
__ADS_1
saat, itu Rendi langsung bertanya.
"ada apa sob.. kenapa melamun apa pekerjaan mu sudah selesai" ucap Rendi.
"sudah,Ren.. hanya saja aku sedang bingung, aku mendapat kan kenalan wanita yang lumayan berada hanya saja aku tidak punya baju bagus untuk menemuinya"keluh Jenal.
"hmm,, begitu ya, Ren, seperti nya baju yang kamu gunakan tadi merek mahal deh boleh lah aku pinjam sebetar saja" ucap Jenal.
"hmm,,, gimana ya,masa baju bekas aku gitu, kamu mau pakai,bersih sih hanya saja bekas aku saat jalan kemari" ucap Rendi.
"pinjem lah tidak apa-apa bekas juga toh kamu dan aku sehat bukan jadi tidak ada yang perlu di khawatir kan" ucap nya.
"baik lah, semoga sukses, tapi aku sarankan, cari lah wanita yang mau menerima kita apa adanya, jangan yang seperti itu, bisa- bisa hidup mu akan lebih susah nantinya" nasihat Rendi.
tanpa Rendi sadari dompet dan tanda pengenal semua ada di, dalam sakunya hingga sampai Jenal meminjam mobil milik Rendi.
saat Jenal pergi,Rendi baru sadar kartu pengenal nya ada di saku celana nya, dia nyusul Jenal yang pergi entah kemana masih mengunakan baju koki nya dan juga pakai motor milik Jenal, hingga saat dia melirik kesana kemari tiba-tiba ada sebuah truk oleh yang menabrak motor nya Rendi terpental jauh dan kepala nya membentur, trotoar, darah yang keluar dari kepala nya mengalir deras truk tersebut melarikan diri.
hingga,ada banyak orang lewat dan langsung menolong nya, tanpa menunggu, polisi yang datang demi menyelamatkan nyawa, manusia,kalo nunggu polisi yang ada mungkin malaikat maut lah yang menghampiri nya secara manusia jaman sekarang bukan nya di tolongin,malah di pakai buat Selfy.
itulah manusia tidak ber ke primanusiaan menurut author sih, harus nya aturan itu di hilangkan,agar bisa mengurangi.resiko kematian, terkecuali ya kalo begitu terjadi kecelakaan orang nya langsung meninggal di tempat.
seperti yang terjadi pada Jenal, ternyata truk tersebut awalnya menabrak mobil yang di kendarai oleh Jenal,lalu kabur dan setelah nya, menabrak Rendi.
ia langsung meminta kawan nya membawanya ke ruang operasi, dia ikut mendorong nya sambil menangis teman satu prosesi nya menenangkan nya.
saat itu Rendi langsung mendapat penanganan terbaik, hingga operasi selesai di lakukan, Rendi, belum juga sadarkan diri, tiba-tiba Rania, melihat berita kecelakaan Rendi palsu dengan segala tanda pengenal nya seluruh keluarga memanfaatkan hal itu.
hingga satu Minggu berlalu Rendi di nyatakan koma, dan saat itu juga dia langsung di larikan ke Amerika, untuk penanganan lebih lanjut, jadi Nia, tidak pernah tau itu yang selama ini di anggap jenajah suaminya, adalah pria yatim piatu, yang tidak punya sanak sodara.
"flashback off"
Nia, tidak pernah tahu hal itu, setelah lima bulan lamanya,ia kehilangan sosok yang paling ia cintai, iya mencoba bangkit demi putri semata wayangnya, saat ini.
dengan menerima arahan dari Medina wanita yang sangat baik hati, dan ternyata benar Vero adalah orang yang tepat, untuk nya dia begitu menyayangi Nia, bukan karena ancaman dari Medina tapi memang Vero tulus mencintai istrinya, cinta Vero tubuh setelah satu bulan berkenalan, dengan, Nia, dia juga menerima kehadiran putri sambung nya saat ini.
pernikahan Vero, yang baru menginjak dua Minggu,kini tengah di penuhi curahan cinta dan kasih sayang, Vero berharap Nia segera hamil mengingat usia nya sudah hampir kepala tiga dan ibunya selalu meminta cucu padanya, bahkan sang ibu yang sudah khawatir tidak mendapatkan cucu ia menyuruh Vero untuk menghamili wanita yang di kencaninya,memang aneh di saat orang tua lain menjaga harkat dan martabat keluarga nya,ibu nya Vero yang sudah putus asa pun meminta Vero melakukan hal itu.
beruntung nya Vero, tidak menurut kemauan ibunya,kalo sampai itu terjadi mungkin sudah puluhan wanita yang minta ia nikahi gak kebayang gimana pusing nya punya anak puluhan dari wanita yang sebanyak itu bahkan tidak jelas asal usulnya ih..ngeri...
sementara, orang yang menjodohkan Vero dan Nia kini dia telah kembali, ke Indonesia, dan sedang berkunjung ke rumah Sheila adik Daniel untuk memberikan oleh-oleh untuk, ketiga nya.setelah dari sana dia juga langsung pergi ke,rumah Andrea untuk memberikan oleh-oleh yang sengaja di beli sebanyak-banyak nya untuk ketiga, keponakan nya dan dua kakak nya itu.
__ADS_1
sesampainya di rumah Sheila dan Andrea,kini mereka di sambut dengan hebohnya aleh semua ini bahkan Medina merasa bahagia bisa melihat harta peninggalan kakak nya Andres yang kini sudah kelas tiga SD, dia langsung memeluk dan menciumi wajah Andres bahkan Medina menggendong nya.
"apa kabar jagoan mommy, kamu sudah sangat besar, mommy begitu bahagia, saat ini muachh muachh muachh" Medina menciumi Andres.
"kabar ku baik, mommy kabar mommy sendiri gimana?" tanya balik Andres.
"mommy, sangat baik sayang karena Daddy mu selalu memanjakan mommy,iya kan Hanny" jawab Medina sambil mengecup bibir Daniel.
"hmm,,,tentu saja Sayang ku muachhhh" jawab Daniel di akhiri kecupan.
"apa kabar kak,,, ucap Medina pada Andrea yang kini menatap nya ada tatapan kesedihan di wajah Andrea kala mengingat semua yang telah di lewati Medina, Andrea langsung memeluk dan meneteskan air mata nya.
kau,, adalah adik ku satu-satunya, maka mulai saat ini, jangan pernah lagi membahayakan diri mu, aku tidak akan pernah mengijinkan hal itu" ucap Andrea,memeluk Medina sangat lama di hadapan semua nya.
Sheila pun ikut meneteskan air mata,kala melihat ketakutan di wajah suaminya, saat itu hingga sekarang ini, bagaimana tidak berulang kali, Andrea di selamat kan oleh adik angkat nya itu yang tak lain adalah mantan adik ipar suaminya.
"sudah lah kak,,, semua sudah lewat, aku juga tidak ingin kau kenapa-napa, aku tau jika kamu yang terluka belum tentu bisa sekuat aku, aku tidak mau anak ku menjadi yatim Piatu, dan kakak' ku yang satu itu menjadi janda dengan anak tiga, apa kau tidak merasa sayang jika dia dinikahi orang lain" ucap Medina sengaja, memecahkan suasana agar tidak terlarut dalam kesedihan.
"kau memang adik ku yang paling pintar" ucap Andrea Sambil mengacak rambut Medina.
"jangan acak rambut ku nanti berantakan, aku harus kelihatan cantik di mata suamiku agar dia tidak tertarik wanita lain" ucap Medina yang pura-pura berbisik sambil, mengencangkan suaranya.
"hmm,, Hanny, aku mendengar nya loh..." ucap Daniel.
Medina pun berlari kearah Sheila yang kini langsung memeluk nya dengan erat,,, semoga kamu selalu baik-baik saja adikku, aku tidak ingin kehilanganmu sampai kapan pun" ucap Sheila.
"tentu saja kakak ku tersayang" ucap Medina.
"paman, apa kabar lama tidak bertemu, semoga kamu sehat selalu" ucap Medina memeluk ayah Andrea yang tidak lain adalah penyelamat nya, saat itu.
"tentu saja anakku, semoga kamu juga baik-baik saja, dan jangan lupa selalu ingat Allah yang menciptakan kita nak, apa kau sudah berjiarah ke makam ayah Bunda mu, jangan lupa selalu doa kan mereka agar surga selalu menjadi tempat terindah untuk mereka sampai akhir nanti" ucap laki-laki berusia enam puluh tahun itu, semejak kejadian itu, dia lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta, bahkan tidak hentinya ia mengingatkan anak dan menantunya.
"tentu saja Paman, walau aku tidak tahu apa dia seorang yang berlumur dosa seperti ku akan tersampaikan atau tidak tapi mudah-mudahan, sampai kepada sang pencipta."ucap Medina.
"sebesar apapun dosa manusia, asal kan dia bertaubat, dengan sungguh-sungguh Allah SWT akan mengampuni nya"ucap ayah Andrea.
"iya Paman" ucap Medina.
mereka pun pamit setelah, semua obrolan bersama dengan keluarga, Sheila meraka berdua pun kini.
"Hanny, apa kamu lelah saat ini, aku ridu sentuhan mu" ucap Daniel.
__ADS_1
"hmm,, baik'lah sayang, aku juga,sangat merindukan mu, padahal kita tidak berpisah Hanny.