Jodoh Sang Wanita Malam

Jodoh Sang Wanita Malam
Malam, pertama


__ADS_3

setelah sampai Mension, milik Alexander,kini mereka berdua langsung membersihkan diri, bergantian di kamar mandi nya saat ini.


"sayang kamu sudah selesai?"tanya Alexander.


"sudah, sekarang giliran mu mandi"ucap Alexia.


"baiklah"ucap Alexander,sambil tersenyum manis pada wanita yang kini telah menjadi istrinya itu.


Alexander, pun masuk kedalam kamar mandi nya saat ini dia bahkan mandi sambil mendendangkan lagu cinta,ala artis kamar mandi tersebut, walaupun Alexander, memiliki suara yang merdu sebenarnya, tapi baru kali ini dia kembali bersenandung setelah sekian lama.


sementara itu Alexia, sedang mengeringkan rambut nya, saat ini dia bahkan tidak menggunakan riasan apa pun di wajah nya, saat ia akan tidur, dia bahkan lebih suka tidak menggunakan apa-apa, pada kulit nya, menurut nya itu adalah cara terbaik untuk merawat kulit.


setelah selesai berpakaian dan menyisir rambut, Alexia,kini berbaring di ranjang nya, dia memainkan ponselnya, saat ini untuk mengusir rasa tegang nya, dia lebih tegang saat ini ketimbang tidur bersama Alexander, sebelum menikah, tanpa melakukan hal lain nya.


tapi saat ini dia tegang karena,ini adalah malam pertama mereka, jujur saja Alexia, belum siap kalau di tanya tentang kesiapan mental nya.


tapi biar bagaimanapun itu adalah kewajiban nya, untuk melayani suami nya.


Alexander pun keluar, dengan menggunakan bathroob, nya dia langsung mengeringkan rambut nya, dan setelah selesai dia duduk di samping ranjang, melihat istrinya yang fokus dengan ponselnya itu.


"sayang"panggil Alexander.


"hmmm..."jawab Alexia.


"sayang"panggil Alexander lagi.


"hemm..."lagi-lagi itu jawab yang Alexander dapat kan, karena kesal Alexander, merampas ponsel nya.


"Alex, kembalikan ponsel ku"pinta Alexia manja.


"Hanny, kamu tau dosa tidak jika mengabaikan suami"ujar Alexander.


"heumm.."Alexia hanya menjawab singkat.


Alexander yang kesal dia langsung mencium bibir Alexia, yang kini hanya diam, sedikit gemetaran, Alexia benar-benar,sangat gugup, Alexander, yang merasakan hal itu, dia melepaskan ciuman nya lalu berkata sambil menatap wajah cantik istrinya itu.


"sayang, kamu tidak usah tegang begitu, aku tidak menakutkan ia kan, dan lagi,ini bukan kali pertama kita bercumbu"ujar Alexander,sambil mengelus puncak kepala Alexia.


"Alex, aku... aku "ucapan Alexia terhenti.


"aku tau kamu gugup, karena malam ini kan"ucap Alexander.


Alexia, pun mengangguk dia begitu jujur.


"ya ampun sayang, aku siap menunggu sampai kapan pun, jika kamu belum siap, tapi aku pria normal tidak bisa menjamin kalau aku khilaf"ujar Alexander.


"lakukan lah, tapi aku minta maaf, jika aku belum bisa membuat mu puas"ujar Alexia, yang mencoba melawan rasa takut nya.


"aku akan pelan-pelan kok, sayang rasanya tidak akan sesakit saat di cambuk mommy Deswita"kata Alexander menggoda.


Alexander,pun meneruskan kegiatan nya, dia melakukan, semua nya dari mulai pemanasan hingga akhirnya, Alexia , terbawa suasana, dan malam itu pun terjadi, walaupun hanya satu kali, karena Alexia, minta berhenti karena rasa sakit nya, itu.


Alexander, pun mengalah, walaupun jujur saja, dia belum,puas, tapi demi wanita yang sangat di cintai nya itu, Alexander mencoba mengalah, yang penting sudah gol... Alexander, sedikit mengulum senyum di bibirnya itu kemudian mengecup Alexia.


"terimakasih sayang, karena telah menjaganya untuk ku"ucap Alexander,sambil mencium bibir Alexia, setelah itu dia menyelimuti tubuh polos mereka dan membawa istrinya itu dalam dekapan nya.


ke esokan pagi nya, matahari, mulai masuk dari celah gorden, dan Alexia, mengerejap kan mata nya, perlahan tapi pasti,ia membuka matanya, dia melihat ke arah samping suaminya itu sudah tidak ada di sana, dan Alexia, mencoba untuk bangkit, dan berjalan menuju kamar mandi, dengan menggunakan selimut tebal tersebut untuk menutupi tubuh polos nya itu.


Alexander, yang baru masuk setelah memasak, sarapan pagi,di bantu pelayan tersebut dia kini masuk membawa nampan berisi sarapan untuk istri tercinta nya.


Alexander, melihat keatas ranjang, saat ini, dia tersenyum melihat noda darah di atas ranjang tersebut dia menggulung seprei tersebut dan memasukkan nya kedalam sebuah kotak setelah, melipat nya, dia tidak akan mencuci itu sampai kapan pun,itu akan menjadi kenangan, untuk malam pertama nya, yang menurut nya begitu bersejarah.


"sayang, kamu sudah selesai mandi, kemarilah kita sarapan"ucap Alexander.


"aku, belum menggunakan baju"ucap Alexia malu.


"tidak usah sayang, biarkan seperti ini dulu ayo sarapan"ajak Alexander.


Alexia, hanya mengangguk dan duduk dengan lilitan handuk di kepala nya, saat ini dia duduk dan menyuapkan sarapan nya, tanpa berbicara sedikit pun, Alexia, mengikuti arahan suaminya, karena memang, dia sangat kelaparan, saat ini dia bahkan menghabiskan makanan tersebut, saat ini.

__ADS_1


Alexander, tersenyum manis pada Alexia yang kini juga meneguk minuman nya hingga tandas.


"terimakasih, sayang aku kenyang"ucap Alexia.


"sama-sama"ucap Alexander.


pelayan pun datang untuk mengambil, bekas makan mereka berdua, sesuai perintah Alexander.


"mas, tidak bekerja hari ini"ucap Alexia sedikit canggung.


"tidak, sayang aku hanya akan menghabiskan waktu bersama dengan mu, sampai dua Minggu kedepan, apa kamu ingin berbulan madu, saat ini juga"tanya Alexander.


"itu tidak perlu mas, aku bukan tipe yang suka jalan-jalan ke luar negeri, atau kemana pun, aku hanya ingin di rumah"ucap Alexia, yang memang, dia sudah bosan untuk berpergian keluar negeri.


"baiklah sayang, tapi jika kamu ingin kita bisa pergi kapan pun"kata Alexander sambil membawa istrinya kedalam dekapannya, saat ini mereka, sudah menggunakan pakaian santai hanya T-shirt dan celana pendek, dan Alexia pun sama.


setelah, itu mereka hanya diam di sofa kamar mereka, merasa bosan, dengan diamnya mereka kini Alexander, menyalakan televisi, dan memuter film romantis tanpa sensor, adegan ranjang itu terpampang nyata, Alexia, berusaha memalingkan wajahnya, dia begitu malu, serasa menonton dirinya sendiri.


"sayang, bisa, tidak film nya di ganti, aku tidak mau melihat nya"pinta Alexia.


Alexander,kini menatap kearah istrinya itu, dia mematikan, televisi nya itu, dia langsung menggendong istrinya dan di bawanya ke atas ranjang, Alexia, yang minta di lepaskan, tapi sayang Alexander, makalah melanjutkan kegiatan nya, semalam dan mau tidak mau, Alexia hanya bisa menuruti, keinginan suaminya itu, dia bahkan hanya bisa pasrah saat Alexander, berulang kali melakukan itu hingga puas.


kini jam, menujukan pukul,satu siang mereka baru berhenti dari aktivitas mereka berdua, Alexia, sedikit menangis, dan mengeluhkan tubuh nya yang terasa semakin remuk redam.


"hiks hiks hiks...mas, badan ku sakit semua, sepertinya, tulang di tubuh ku remuk semua,kalau seperti ini, aku rasanya nyesel harus menikah"ucap Alexia,mengeluh.


tapi Alexander, hanya tertawa geli, melihat istrinya yang kini mengeluh dan berkata menyesal, padahal dia yang selalu men***h.. sedari awal yang membuat Alexander, semakin bernafsu untuk melakukan itu.


"hahaha... sayang, kamu itu hanya begitu saja sudah mengeluh padahal, giliran berkelahi, dan terluka kamu tidak menangis, kamu itu begitu tangguh, kenapa urusan, surga dunia kamu mengeluh, aku heran deh, padahal kamu begitu menikmati nya tadi"goda, Alexander.


"dasar , kurang asem, punya suami, bukan nya di obatin,sakit tau eh malah di ejek,awas saja kalau kamu ingin lagi tidak akan aku kasih"ujar Alexia, yang kini cemberut dan menutup seluruh tubuh nya, dengan selimut, Alexander, yang melihat itu semakin merasa gemas, ternyata istrinya,di balik,sipat dingin nya, tersimpan sifat manja bahkan sangat manja dan Alexander, sangat bersyukur.


"sayang, maafkan aku, aku hanya bercanda,sini aku obatin,mana yang sakit, aku oles salep ya"ucap Alexander.


"tidak perlu, sudah terlambat"ujar Alexia.


"sayang, please, maafkan aku"ujar Alexander, yang kini menyibak selimut,lalu menciumi seluruh punggung istrinya itu, hingga memberikan rasa geli.


"makanya jangan ngambek gitu, aku akan menghukum mu, untuk hal itu"ucap Alexander,kini dia membawa tubuh Alexander,ke dalam kamar mandi nya, saat ini mereka mandi bersama, saling membantu membersihkan tubuh mereka berdua, sebenarnya Alexia,sangat gugup tapi suaminya itu selalu mengatakan membantah itu dosa.


🌹💖💖💖🌹


satu bulan pernikahan, mereka semakin tampak harmonis, dan bahagia selalu.


sementara itu berbeda dengan Tora, kondisi nya sangat menyedihkan, Tora, menghabiskan waktunya di club malam, dengan wanita yang baru di kenal nya, dia kini menjelma menjadi Casanova, dia sudah bukan Tora, yang dulu lagi yang baik hati, dia menjelma menjadi pria berhati dingin.


sudah menghabiskan waktu nya untuk bekerja, dia juga, memiliki hubungan gelap dengan sekertaris nya,itu baginya, wanita adalah baju, yang sering ia gunakan setelah bosan membuangnya,begitu saja, Tora, tidak ingin memiliki, hubungan serius dengan wanita manapun, sampai, mimpi nya, terwujud untuk bisa memiliki Alexia, wanita yang dulu tumbuh, bersama nya, yang tidak pernah jauh dari dirinya bahkan untuk urusan tidur dan menghabiskan waktu bersama dengan nya.


tapi kini, seperti nya, Tora, kehilangan harapan nya untuk memiliki wanita yang selalu bertahta di hati nya itu, Alexia, mungkin takkan pernah terganti, bahkan di setiap berhubungan dengan wanita mana pun, yang ada di hadapannya, dia melihat Alexia,di sana bahkan tidak jarang pasangan kencan nya, bertanya, siapa itu Alexia, yang sering di panggil nama nya ketika mencapai finis.


sungguh menyediakan Tora, yang sangat tergila-gila dengan Alexia, dan Alexia yang di lihat nya pada setiap wanita ja**ng nya itu.


Tora,kini tidak berprofesi, sebagai dokter, dia kini menegang perusahaan cabang milik, ayah nya yang,ada di Kanada saat ini dia begitu gila, kerja, hingga perusahaan itu sangat berkembang pesat.


satu tahun berlalu, saat ini Alexia, tengah mengandung,buah cinta nya dengan Alexander,bayi yang di gadang-gadang,bayi kembar itu,begitu tumbuh sehat di dalam rahim nya, bagaimana tidak, Alexander, begitu memperhatikan, kehamilan nya itu mulai dari mempekerjakan, seorang dokter,ahli kandungan, dan ahli gizi,di rumah besar nya itu, Alexander, bahkan sering bekerja dari rumah hanya untuk memantau istri dan calon anak nya itu.


Alexander, pun tidak lupa selalu membuat kan susu ibu hamil,dikala watu itu tiba saatnya minum susu.


kandungan Alexia,kini berusia tujuh bulan, dia bahkan sudah kesulitan untuk bergerak bebas seperti biasanya, tapi Alexander, selalu membantu nya dengan sabar.


"sayang, aku pengen pipis"ujar Alexia, yang kini berusaha bangkit, namun sedikit kesulitan, perutnya, seperti, sudah sembilan bulan.


"sini sayang, aku bantu "ujar Alexander, yang kini langsung menaruh laptop nya,di atas meja.


Alexander,membantu istrinya berdiri dan memapah nya ke kamar mandi, setelah itu dia membatu istri nya yang kesulitan untuk duduk di closet, tersebut dengan begitu telaten Alexander, membantu hingga selesai, tanpa ragu.


Alexander, selalu berada di sisi Alexia, sekalipun ia harus pergi meeting penting, dia akan membawa istri nya itu ketempat tersebut, Alexander, begitu operprotektif pada Alexia.


Alexia, pun hanya menikmati Pase itu, sebagai,kasih sayang dari suaminya yang memang begitu mencintai nya saat ini.

__ADS_1


"sayang, sekalian kita belaja ya, untuk keperluan babby,agar saat mereka lahir nanti kita sudah mempersiapkan semua nya"ujar Alexander, yang kini memarkir mobil nya di parkiran Mall tersebut.


"terserah kamu saja Hanny"ujar Alexia lembut, Alexander pun mengelus pipi istrinya itu dengan sayang.


mereka pun masuk ke dalam pusat perbelanjaan terbesar di Bandung, dengan berjalan sambil merangkul pinggang istrinya itu.


sesampainya di konter peralatan bayi mereka begitu antusias, memilih-milih perabotan, bayi mulai dari baju,topi dan berbagai macam keperluan bayi, semua nya, mereka beli termasuk stroller baby, khusus bayi kembar yang harganya lumayan merogoh kocek untuk benda yang satu itu .


mereka, hampir memborong, semua peralatan yang di sarankan, oleh pemilik konter tersebut.


setelah membayar semua nya, dan meminta mereka mengirim kan barang itu langsung ke Mension milik nya,kini Alexander,membawa Alexia,ke butik yang terkenal dengan barang mewah nya itu.


"sayang, kamu pilih lah dress yang kira-kira nyaman, untuk sehari-hari,di rumah yang ada di rumah seperti nya, sudah tidak nyaman di pakai"ujar Alexander.


"baiklah mas, aku juga sudah ingin melakukan itu sejak lama, tapi aku malas untuk pergi ke sini"ujar Alexia.


"bisa tolong pilihkan untukku,mas"ucap Alexia lagi.


"baiklah sayang, apa sih yang enggak untuk mu"ucap Alexander,sambil mengecup pipi istrinya itu dengan sayang, semua yang melihat nya, sangat Baper, mereka bahkan ikut berandai-andai, saat ini.


Alexander, memilih,begitu banyak dress, untuk istrinya itu dan saat ini mereka pun dengan santai nya mencoba itu di kamar ganti, dan Alexander, sendiri yang membantu istrinya itu untuk mencoba semu gaun pilihan nya.


setelah selesai dan hampir semua nya,cocok Alexander, pun menggandeng istrinya keluar dari ruang ganti tersebut, dan meminta pelayan mbungkus semuanya sambil memberikan kartu, tanpa batas itu, mereka pun langsung bergegas membungkus semua belanjaan nya, dan seperti biasa Alexander, meminta mereka mengirim ke alamat nya.


setelah itu, Alexia, pun pergi sebuah kafe restaurant, untuk mengisi perut yang terasa keroncongan saat ini saking laparnya.


Alexander,tau nafsu makan nya bertambah menjadi dua kali lipat, Alexander, pun memesan, makanan dengan dua kali lipat jumlah nya, dia pun menyuapi istri nya dengan telaten.


"mas, aku bisa sendiri, kamu makan saja makanan mu,nanti keburu dingin"ujar Alexia.


"tidak sayang, biarkan aku menyuapi mu sampai habis setelah itu aku makan makanan ku, Ok"ucap Alexander, yang kini masih setia menyuapi, istrinya itu makan, setelah menghabiskan dua porsi makanan nya,kini Alexia, meminta eskrim


"sayang, tunggu aku makan dulu ya setelah itu, kita cari kedai eskrim.


"baiklah Hanny"ucap Alexia sabar dia juga kasihan, suaminya itu pasti sudah sangat lapar saat ini.


Alexander, pun makan, dengan lahap nya, hingga isi piring nya habis, setelah itu dia minum,jus yang tadi di pesan nya,kini perutnya terasa kenyang, dia pun berdiri dan langsung mengajak istrinya berdiri, dengan lembut, dia membantu istrinya bangkit, setelah itu dia membayar pesanan nya tadi dan langsung pergi menuju kedai eskrim.


sesampainya di kedai eskrim, dia memesan eskrim dalam boks, dengan dua rasa yaitu vanilla dan strawberry.


Alexander, melihat istrinya itu begitu menikmati makan eskrim,di dalam perjalanan pulang, Alexander, tersenyum manis.


"sayang, kamu mau coba"ucap Alexi.


"heumm, boleh juga tapi aku ingin dari bibir kamu langsung sayang"ujar Alexander menggoda istri nya.


"heumm...itu berbahaya sayang kamu sedang menyetir, nanti saja di rumah"jawab Alexia tanpa ragu.


"heumm... baik'lah aku tunggu sayang"ujar Alexander.


"tidak mau coba dari sendok, saja sama-sama bekas bibir ku"ujar Alexia, lagi sengaja menawarkan lagi.


sementara itu, sesampainya di rumah mereka langsung membersihkan diri, kebetulan itu sudah jam empat sore,saking asiknya jalan berdua setelah, meeting, waktu jadi cepat berlalu.


Alexander, yang selalu mendahulukan istrinya, dalam hal apa pun,kini dia sedang menunggu Alexia, yang sedang berada di dalam kamar mandi.


Alexander, hanya tersenyum, ketika membayangkan, tubuh istrinya yang semakin berisi tersebut, dan kini tengah mandi Alexander, langsung bergegas membuka pintu kamar mandi nya, untuk menggoda istri nya itu.


brak..


pintu kamar mandi pun terbuka, dia tersenyum kearah wajah istrinya yang sangat kaget,itu


"mas,.... apa-apa an sih bikin kaget aja deh, lagian mas mau apa aku belum selesai mandi"ujar Alexia sambil membilas tubuh nya itu.


"sayang aku mau mandi bareng boleh ya, ucap Alexander lembut sambil merangkum wajah istrinya itu, yang masih bercucuran air, bibir nya semakin terlihat seksi saat ini, Alexander, bukan nya mandi tapi malah menggendong nya,ke atas ranjang, dan Alexia hanya bisa pasrah dengan keinginan suaminya itu, tanpa perduli ranjang nya, sedikit basah karena air yang bercucuran di tubuh Alexia yang polos tanpa sehelai benang pun.


pergulatan panas itu, terjadi hampir satu jam lamanya, Alexander, langsung membantu Alexia mandi saat ini, karena dia tau istrinya begitu kelelahan, setelah aktivitas panas mereka.


pelayan pun membersikan dan mengganti seprei, dan mengeringkan ranjang yang sedikit basah dengan alat pengering otomatis, dan setelah itu mengganti dengan seprei yang baru.

__ADS_1


Alexander,baru selesai mandi bersama, saat semua pelayan selesai merapikan kamar mereka, mereka pun langsung pamit dan menutup pintu kamar nya kembali.


__ADS_2