Jodoh Sang Wanita Malam

Jodoh Sang Wanita Malam
putus tapi terpaksa


__ADS_3

Alexander pun mengalah dia pun pergi dari rumah tersebut rasanya sangat menyesal kenapa dia tidak menuruti keinginan Alexia saat itu juga tapi dia juga tidak tega menyakiti gadis yang belum ada ikatan pernikahan sama sekali, dia boleh di cap bajingan tapi tidak pernah sekalipun dia merusak anak gadis orang kecuali beberapa kali tidur dengan wanita malam itu pun hadiah yang di berikan oleh rekan bisnis nya tapi semenjak mengenal Alexia dia tidak mau menerima itu lagi.


hari-hari di lalui oleh Alexia dengan belajar dan terus belajar dia begitu menyibukkan diri seperti saat ini dia langsung pergi ke toko buku untuk mencari buku yang dia inginkan nya saat ini Alexia tidak pernah mau mengikuti sahabat nya yang selalu menghabiskan waktu santai nya di club malam.


Alexia kini tengah belajar di taman belakang dengan laptop dan juga buku-buku jurnal yang saat ini sedang di pelajari nya, tiba-tiba Alexander datang dia membawa bunga dan coklat sebagai mana layaknya ABG yang sedang berpacaran.


"Hay Hanny apa kabar maaf aku baru bisa menemui mu karena baru pulang dari Singapura saat ini, aku langsung kesini karena kangen kamu"ucap Alexander sambil memberikan kecupan di pipi dan meletakkan bunga dan coklat kesukaan Alexia.


"tidak apa-apa, aku juga sibuk akhir-akhir ini "jawab Alexia santai.


"kamu sedang belajar apa coba aku lihat siapa tau bisa bantu "ucap Alexander.


"lihat saja sendiri"ucap Alexia yang langsung meninggalkan Alexander yang kini menatap nya.


"mau kamana sayang ku"ucap Alexander yang kini menyusul.


"aku mau buatkan minum untuk mu tunggu lah di sini"ucap Alexia.


"memang nya kemana para pelayan"tanya Alexander dari tempat nya duduk kini.


"mereka sudah aku pulang kan ketempat asalnya, aku gak suka terlu banyak orang di sini"ujar Alex berteriak.


"hemmm"Alexander bergumam.


akhirnya, nya mereka menikmati minuman nya di ruang satai.


"Alex, apa kamu merindukan ku"tanya Alexander yang kini menatap nya.


"Rindu, heuhhhhh jangan ngaco Alexa, aku tidak bisa merindukan suami orang"ucap Alexia cuek.


"Alex, harus berapa kali aku katakan, dia"ucapan nya terputus.


"cukup, Alexa... jangan cari alasan lain lagi, aku sudah tidak ingin dengar lagi,ada perlu apa kamu datang menemui ku lagi setelah penolakan watu itu"ucap Alexia dingin.


"sayang apa aku perlu alasan untuk menemui calon istri ku!"ucap Alexander.


"calon... istri heeuh, Alexander aku sudah katakan saat itu, hari itu adalah kesempatan terakhir untuk kita dan setelah itu kita sudah tidak punya hubungan apa pun lagi"ujar Alex tegas.


"Hanny, aku tidak mau seperti itu, aku mencintaimu Sayang aku melakukan itu karena aku tidak bisa menyakiti orang yang aku sangat cinta tolong mengerti lah"ucap Alexander.


"heumm,,, jawaban nya sudah jelas kau memiliki wanita yang sangat kau cintai jadi tidak,perlu katakan hal bodoh itu lagi, aku sudah melepaskan mu, silahkan mulai saat ini kita bukan siapa-siapa lagi anggap saja tidak pernah saling kenal"ucap Alexia yang langsung berjalan menuju tangga dia tidak ingin dengar kan apa pun lagi Sementara itu Alexander sedang mencerna kata-kata, Alexia dia telah salah paham karena kata orang yang dia sangat cinta dat tidak ingin menyakiti,dua kata tersebut yang kini melukai hati Alexia.


"tunggu sayang kamu salah paham, aku hanya mencintai mu, itulah alasan ku kenapa aku tidak mau menyentuh mu sebelum kita menikah"ucap Alexander, yang berhasil menghentikan langkahnya.


namun tidak lama setelah itu Alexia membalikkan badannya, dia berkata.


"sudah tidak akan ada lagi pernikahan dalam hidup ku aku sudah memutuskan untuk hidup sendiri selamanya jadi jangan buang-buang waktu mu untuk hal yang tidak penting"ucap Alexia yang melanjutkan langkahnya.


"sayang aku tidak mau pisah, maaf kan aku sangat mencintaimu"ucap Alexander yang kini melangkah pergi karena percuma saja Alexia tidak akan mau di ajak bicara saat ini juga.


Alexander pergi ke club malam saat ini dia mabuk-mabukan saat itu Steven melihat Alexander duduk depan meja bar iya meracau di temani pemilik club' malam tersebut yang tak lain adalah sahabat nya sendiri.


Alexander,kadang menangis di balik racawan nya tersebut, dan tertawa meratapi kesedihan nya saat ini.


"aku, Sangat mencintai nya, tapi dia tidak mau mengerti bahwa aku, tidak bisa meninggalkan wanita itu dasar Torik bajingan, gara-gara dia,aku harus menderita karena orang yang kucintai tidak ingin menerima itu"racau nya.

__ADS_1


"Rin...Lo lihat deh kenapa Alexander mabuk hingga seperti itu apa dia sedang terluka ya"ucap Steven.


"mungkin Alexia putusin dia"ucap Meka.


"hmm bisa jadi benar"ucap Dwi.


"kita telpon Alexia saja ya gue gak tega, melihat nya seperti ini"ucap Audrey.


"bagaimana kalau Alexia marah sama kita"ucap Ririn.


"gak mungkin kita suruh saja dia kemari siapa tau, dia mau tapi jangan bilang Alexander di sini"ucap Steven.


"baiklah"ucap Dewi yang langsung mengambil ponsel nya, saat itu juga dia menghubungi Alexia dengan alasan butuh bantuan.


Alexia yang di beritahukan bahwa sahabat nya saat itu tengah kena masalah dia pun langsung bergegas menuju tempat tersebut dengan menggunakan tengtop dan di lapisi jaket kulit nya juga celana jins panjang dia tidak membawa bodyguard nya Alexia bisa mengatasi itu sendiri jika memang ada masalah.


sesampainya di dalam club malam benar saja ada beberapa orang yang membuat keributan tapi itu tidak di sengaja Steven menyenggol orang yang sedang berjoget dan pria yang bertubuh kekar itu menghajar Steven yang notabene hanya lah pria tanpa keahlian bela diri niat mereka ingin membohongi Alexia eh malah jadi kenyataan.


Alexia yang, melihat itu tidak bisa tinggal diam diam menerjang pria tersebut dengan satu tendangan hingga sempat terhuyung orang itu ternyata kuat juga, dia menyerang Alexia balik namun Alexia tidak kalah dengan itu dia memberikan bogem mentah tepat di bagian hidup pria tersebut di susul tendangan dan hantaman yang membabi buta Alexia yang sedang kesal saat ini menghajar empat pria yang ternyata bodyguard, dari wanita tersebut, tidak sampai sepuluh menit semua tumbang di tangan Alexia.


tiba-tiba,ada orang yang berlari dan menikam Alexia tapi sempat di tangkis oleh tangan nya hingga belati itu pun melukai tangan Alexia, Alexia tidak membiarkan hal itu dia langsung menghajar orang tersebut dan pisau belati itu menancap di perut orang tersebut.


arena joged kini menjadi arena pertarungan pemilik club juga tidak bisa menghentikan Alexia, karena dia tau Alexia, bukan orang sembarangan Alexander yang menahan para anak buah sahabat nya itu yang ingin menghentikan perkelahian tapi Alexander bilang biarkan saja dari pada kalian semua terkena akibat nya itu yang di ucapkan oleh Alexander yang tau siapa Alexia.


🌹💖💖💖🌹


setelah selesai semua berhasil di lumpuhkan oleh Alexia saat ini tangan Alexia masih mengeluarkan darah dan Alexander langsung membawanya ke ruang VVIP Sementara kelima sahabat nya menunggu di luar Sementara pihak lawan kini di amankan oleh pihak keamanan dan yang terluka saat ini di bawa kerumah sakit.


"Alex, kemarin tangan mu"pinta Alexander namun Alexia hanya diam dia masih di liputi amarah saat ini dokter pun tiba saat itu juga untuk mengobati luka Alexia.


"Nona,ini salep antiseptik,bisa di oles dua kali sehari hingga luka nya sembuh"ucap Dokter Alexia hanya diam...


"terimakasih Dok"ucap Alexander.


"sama-sama"ucap Alexander.


Dokter pun pergi Alexander membawa Alexia ke dalam dekapan nya, namun Alexia menolak tapi Alexia tidak menyerah dia kembali menarik bahu Alexia.


"sayang, sekali mohon jangan begini, aku sangat menyayangi mu"ucap Alexander sambil mengecup puncak kepala Alexia.


"lepas aku mau pulang"ucap Alexia.


"sayang please, sebentar saja biar kan seperti ini tubuh mu juga butuh istirahat kalau kamu kekeh ingin pulang biar, aku antar ok Hanny"ucap Alexander yang kembali mengecup kening Alexia.


"Alexander, kamu lupa kita sudah berakhir jadi jangan samakan sikap mu seperti dulu"ucap Alexia yang kini bangkit namun tangan Alexander menahan nya iya pun berdiri dan memeluk Alexia dari belakang.


"sayang, aku tidak menerima itu kita akan segera menikah, secepatnya"ucap Alexander sambil mencium tengkuk Alex.


"lepas Alexa, atau aku akan berbuat kasar pada mu!!""teriak Alexia.


"bunuh saja aku jika itu bisa membuat mu puas, Alexia tapi ku mohon jangan katakan putus aku tidak ingin mendengar nya, aku sangat mencintaimu"ucap Alexander sambil membalikkan tubuh Alexia menghadap dirinya.


Alexander pun mencium bibir Alexia dengan sangat lembut dan penuh cinta, saat ini namun Alexi hanya diam, hingga Alexander menggigit pelan bibir bawahnya Alexia pun akhirnya membuka mulutnya, Alexia perlahan membalas ciuman panas itu tapi masih dengan rasa yang sangat bimbang.


"sayang, aku akan mengantarmu pulang"ucap Alexander sambil memeluk erat tubuh Alexia.

__ADS_1


"aku tidak pulang kerumah Oma akan tau aku terluka dan mommy pasti akan menghukum ku karena aku lalai menjaga diri, aku mau cari hotel saja"ucap Alexia.


"kita pulang ke apartemen ku saja Sayang,di sana kamu aman tapi bagaimana dengan sahabat mu, apa mereka akan pulang juga atau ke hotel.


"mereka akan pulang tanpa ku"ucap Alexia.


"apa Oma mu tidak akan curiga kamu tidak pulang"ucap Alexander.


"aku bilang saja besok aku ngerjain tugas di rumah teman"jawab Alexia.


mereka pun akhirnya pulang ke apartemen milik Alexander saat ini dan sahabat pulang ke rumah mereka malam itu juga.


sesampainya di apartemen Alexander langsung membawa Alexia menuju kamar nya saat ini sementara Alexander membersihkan diri di kamar mandi setelah selesai dia baru keluar, dilihat nya Alexia sedang duduk di sofa kamar tersebut saat ini dia sedang membolak-balik ponsel nya.


"sayang, kamu kenapa hemm...ko malah ngelamun begitu"ujar Alexander.


"aku hanya tidak bisa tidur"ucap Alexia.


Alexander yang masih mengunakan bathroob nya kini duduk di samping Alexia.


"lepaskan jaket nya apa tidak gerah heumm.. kamu bisa pakai T-shirt milik ku di lemari sana biar aku ambilkan"ucap Alexander yang kini berjalan dia mengambil kan satu untuk Alexia dan Alexander membantu memakaikan nya.


"aku bisa sendiri Alexa jangan begini"ucap Alexia saat Alexander melepaskan jaket milik Alexia.


"sayang aku hanya membantu mu kamu sedang terluka"ujar Alexander sambil menatap sayu pada Alexia.


"aku hanya luka kecil ini tidak akan kenapa-kenapa"ucap Alexia tapi Alexander tetap membantunya saat itu termasuk melepaskan celana jins yang kini melekat di pinggang nya, setelah itu Alexander memasang kan, T-shirt ke tubuh nya .


"sayang istirahat lah di sana biar aku yang di sofa"ucap Alexander dengan lembut.


"aku tidak tega jika kamu tidur di sofa tidur saja di tempat tidur mu aku bisa tidur di lantai,atau di mana saja ucap Alexia.


"tidak akan ku izinkan,lebih baik kita tidur di ranjang yang sama, aku janji tidak akan macam-macam sama kamu"ujar Alexander.


"aku tau bahkan hingga kau kuberi kesempatan pun kamu menyia-nyiakan nya"ucap Alexia datar sambil pergi menuju ranjang saat ini Alexia hanya menggunakan Daleman saja dan T-shirt kebesaran milik Alexander.


Alexander yang melihat itu menelan Saliva nya tapi ia berusaha menahan hasrat nya,ia harus bisa menahan nya.


Alexia pun berbaring di ranjang dia tidak menutup tubuh nya dengan selimut karena tangan nya kini terasa sakit dia pun memejamkan mata nya menahan rasa sakit yang menjalar ke lengan atas.


"sayang, kamu tidak apa-apa"ucap Alexander mendekat karena melihat Alexia seperti menahan sakit.


"aku akan pulang saja tangan ku sakit di sana ada obat untuk menyembuhkan itu"ucap Alexia sambil beranjak.


"tunggu ini sudah larut aku lupa tadi dokter menyuruh ku menebus obat kamu tunggu di sini saja Sayang ku, aku sebentar ko"ucap Alexander.


Alexander pun pergi dia menebus resep yang di berikan oleh dokter tadi setelah itu dia langsung segera kembali untung apotek itu buka 24 jam.


sesampainya di apartemen Alexander langsung mengambil air dan memberikan obat nya kepada Alexia, saat ini setelah itu Alexander membantu nya untuk berbaring dan menyelimuti nya setelah itu dia pun menaiki ranjang yang sama dan tidak di sebelah Alexander.


"tidur lah sayang aku akan menjaga mu, muachh"Alexander pun mengecup kening Alexia saat ini dan tidur memeluk Alexia dari belakang.


mereka pun terlelap hingga pagi hari,suara seseorang membangunkan nya dia adalah pelayan yang datang dari Mension milik Alexander untuk membersihkan tempat itu dan juga memasak untuk mereka sesuai perintah Alexander.


setelah selesai mandi Alexander menyuruh pelayan nya membantu Alexia mandi sebenarnya sih Alexia merasa risih tapi mau bagaimana lagi dia harus mandi tidak mungkin tidak karena rasanya sangat tidak nyaman.

__ADS_1


sementara itu Alexander menyuruh asisten nya untuk membelikan dress selutut untuk Alexia pakai bersama satu paket dengan Daleman nya.


__ADS_2