Jodoh Sang Wanita Malam

Jodoh Sang Wanita Malam
cinta Alexander


__ADS_3

saat ini mereka saling diam, Alexia hanya menatap pria yang sedang menangis saat Alexia akan pergi ke luar Alexia menahan tangan Alexander.


"tunggu, Alexa aku minta maaf jika selama ini aku membuat mu tak menentu tapi satu hal yang harus kamu tahu aku sudah memutuskan untuk hidup sendiri, hingga akhir hayat ku nanti"ucap Alexia sambil berurai air mata.


"Tidak, Alex sayang aku mohon jangan lakukan itu jika memang aku bukan lah pria yang baik untuk mu, kamu boleh memilih siapa pun"ujar Alexander sambil berbalik dan berjalan pergi.


"owh itu artinya kamu tidak pernah mencintai ku"ucap Alexia sambil tersungkur di lantai.


Alexia menangis sesenggukan di depan pintu, saat ini Alexander tidak tega melihat itu, dia langsung memeluk Alexia yang kini menangis sambil memeluk lutut.


"apa aku tidak berhak bahagia kenapa semua pria yang dekat dengan ku, semua sudah memiliki wanita lain, apa hidup ku tidak ditakdirkan untuk memiliki pria yang ku cintai"ucap Alexia.


"Hanny, aku minta maaf karena aku kamu jadi seperti ini, aku memilih wanita lain bukan karena aku mencintai nya, tapi karena ibuku yang memaksa nya, selama ini aku tidak pernah pulang atau menyentuh nya semua karena aku mencintaimu"ucap Alexander.


"jika pernikahan adalah permainan itu artinya cinta itu tidak pernah ada, pulang lah semua sudah terlanjur, cinta atau tidak kamu sudah memiliki istri"ucap Alexia.


"tapi sayang aku hanya mencintai mu, aku mau melakukan apa yang kamu inginkan dulu aku sangat mencintaimu dulu aku tidak pernah menyentuh mu karena aku tidak mau merusak wanita yang aku cintai"ujar Alexia.


"hehehe,,,, kamu tidak menyentuh ku, karena alasan kamu mencintai ku,itu artinya kamu juga tidak menyentuh nya karena kamu juga mencintai nya"ucap Alexia sambil melepaskan diri dari pelukan Alexander.


"tidak sayang tidak aku tidak ingin menyentuh nya karena aku tidak ingin berhianat dengan rasa cinta ku padamu"ucap Alexander sambil langsung menyerang bibir Alexia, yang langsung membulatkan matanya, saat ini.


Alexander membawa wanita yang sangat ia cintai ke atas ranjang, saat ini Alexander mengungkung nya, Alexander begitu brutal dia tidak akan melepaskan Alexia lagi mulai saat ini dia akan melakukan apa yang seharusnya di lakukan sedari dulu, tapi tiba-tiba Alexia menghentikan nya.


"stop Alexander,stop aku mohon jangan biarkan aku sampai berbuat kasar pada mu, aku mohon berhenti"ucap Alexia yang kini mendorong kuat tubuh Alexander.


"sayang aku tak mau kamu pergi lagi aku mohon ayo kita menikah"ucap Alexander.


"Alexa, kamu sudah punya istri stop semua ini adalah sebuah kesalahan"ucap Alexia yang kini langsung bergegas menuju kamar mandi, Alexia menyalakan shower dan langsung memberikan diri beruntung dia tidak ternoda.


"Hanny aku sangat mencintaimu"ucap Alexander yang langsung menggebrak pintu.


"pergilah, istri mu menunggu mu di rumah"ucap Alexia.


"kamu bunuh saja aku sayang jika itu bisa membuat mu bahagia"ucap Alexander.


"aku tidak punya hak untuk melakukan itu, pergi lah, hidup lah dengan baik jangan cari aku lagi"Alexia lagi-lagi melorot ke arah lantai.


"tidak sayang aku tidak akan pernah pergi, aku akan tetap di sini sampai kamu bisa menerima ku"ujar Alexander.


"Alexia,ini ada telpon dari, omah Medina"ucap Steven, dan Alexia pun langsung keluar menggunakan kimono mandi nya saat ini tiba-tiba saja dia langsung menyuruh orang lain keluar.


Alexander langsung pergi dengan Steven ke lantai bawah saat ini dia tidak ingin Medina marah pada nya.


tidak lama Alexia pun pergi keluar saat ini dan langsung bergegas menuju mobilnya, tanpa bicara, namun semua sahabat nya menahan langkah nya dengan pertanyaan, yang lumayan Sulit untuk di jawab.

__ADS_1


"apa omah marah"ucap mereka.


"itu urusan ku kalian tenang saja"ucap Alexia yang tersenyum terpaksa.


"tunggu, aku akan pergi dengan mu"ucap Alexander yang tau Alexia akan menjalani hukuman seperti yang selama ini ia hindari Alexander adalah penyebab kemarahan Medina, saat ini.


"tidak aku ada meeting dadakan lain kali aku akan kembali mungkin sebentar hanya satu bulan"ujar nya meyakinkan.


Alexia pun masuk ke dalam mobilnya dan langsung bergegas menuju Jakarta.


"aku tidak akan melibatkan kalian semua aku akan hadapi semuanya, sendiri"gumam Alexia.


Alexia pun tancap gas di ikuti oleh Alexander mereka saling kejar-kejaran, Alexander mencoba menghentikan mobilnya Alexia di memotong jalan dan hampir saja tabrakan itu terjadi, Alexander tidak perduli yang ia pedulikan saat ini adalah wanita yang sangat di cintai nya saat ini.


"turun Hanny, kita harus bicara, aku mohon"ucap Alexander.


"Alexander aku mohon jangan menghalangi jalan ku, biarkan aku secepatnya kembali, aku ada urusan mendadak yang tidak bisa ku tunda lagi, aku mohon please menyingkir lah"ucap Alexia yang kini keluar dari mobilnya, Air mata nya tidak bisa di tahan lagi,antara rasa takut dan tidak ingin kehilangan juga rasa kecewa nya Alexander kini membawa nya kedalam pelukan, dia tau saat ini apa yang sedang di rasakan oleh Alexia.


"sayang, aku akan pergi dengan mu apa pun yang terjadi kita hadapi bersama"ucap Alexander yakin.


"tidak Alexander aku mohon pulang lah kau bahkan tidak akan sanggup menghindar dari kematian, pulang lah hidup lah dengan baik ingat lah bahwa kita pernah bertemu walaupun itu adalah sebuah kesalahan aku mencintaimu"ucap Alexia yang kini langsung mengecup bibir Alexander yang kini memeluk erat tubuh nya.


"aku pamit, semoga kita bisa berjodoh di kehidupan mendatang maafkan aku Alexa, aku tidak bisa berjuang untuk cinta kita"ucap Alexia lagi dia pun melepaskan tangan Alexander yang kini bercucuran air mata.


"jangan gila Alexa, bertanggung jawab untuk apa kau bahkan tidak menyentuh ku sama sekali sudah lah, selamat tinggal semoga hidup mu bahagia"ucap Alexia yang kini masuk kedalam mobilnya lalu tancap gas dan membelokkan mobilnya yang terhalang oleh mobil Alexander, Alexander hanya berteriak dia bahkan menangis sejadinya, akibat perbuatan nya mungkin saja nyawa Alexia jadi taruhan nya.


Medina marah besar ketika melihat Alexia hampir melakukan hal di luar batas dengan Alexander saat itu,di dalam kamar nya walau pun kejadian itu tidak sampai fatal tapi Medina kini tetap marah besar dia bahkan rela untuk menghancurkan villa peninggalan kedua orang tua nya itu jika sampai hal itu terjadi.


"Omah... Alex tidak melakukan itu, omah Alexia memang mencintai Alexander tapi dia tidak akan tega berbuat di luar batas, dia tidak akan tega dia bilang akan menikahi ku sebelum itu dia lakukan, Alexander pria baik omah, jika dia bukan pria baik mungkin sedari dulu dia sudah melakukan hal itu"ucap Alexia membela Alexander,namun nihil semua tidak di gubris oleh Medina, dia bahkan mengancam akan mengusir teman Alexia yang kini masih kuliah di Bandung dan menempati rumah tersebut.


Alexia hanya bisa menangis omah yang selama ini sangat membela nya dari peraturan ketat ibu nya kini dia sendiri sangat murka dan Alexia terancam hukum berat.


🌹💖💖💖🌹


rumah sakit, saat ini pria yang masih dalam proses pemulihan, dia berkali-kali, menghubungi Alexia namun nihil tidak sekalipun di angkat nya,kini Alexia tengah menjalani hukuman nya di Mansion, milik Deswita, Alexia bahkan tidak di berikan makan atau minum dia bahkan di cambuk berkali-kali oleh sang mommy, yang sangat marah akibat perbuatan nya kemaren.


Alexia, hanya diam tanpa kata saat ini tangan dan kaki nya yang terikat wajah nya lebam setelah sebelumnya dia berkelahi dengan Deswita di atas ring Deswita memperlakukan, putri nya bak musuh saat itu, tapi Alexia tidak ingin melawan mommy nya itu hingga saat ini seberapa perih nya rasa cambuk itu dia hanya menahan nya sekuat tenaga dia bahkan tidak mengeluarkan suara sedikitpun, tiba-tiba Andres mendobrak pintu dia begitu kaget melihat putrinya sangat mengenaskan dia pun langsung menampar pipi Deswita.


"apa-apaan kamu apa kamu tidak punya hati heuhhhhh, dia itu putri mu Deswita sadar lah kau sudah keterlaluan, apa kesalahannya pada mu heuhh hingga kau tega melakukan ini Jawab!!!""""teriak Andres begitu memekakkan telinga.


"Hanny kamu berani menampar ku"ucap Deswita lirih hati nya begitu sakit, karena selama dua puluh tahun lebih berumah tangga baru saat ini dia mendapat kan hal itu dari Andres.


"ya, aku berani kenapa apa kesabaran ku selama ini masih kurang untuk mu heuhhhhh, ingat Deswita kita dulu pernah melakukan kesalahan, yang fatal tapi tidak ada yang menghukum mu, saat itu, putri ku tak melakukan hal semacam itu tapi apa yang kamu perbuat pada nya di mana hatimu heuhhhhh, Deswita apa kau ingin di samakan dengan para mafia di luaran sana!!!"""bentak Andres lagi dia langsung memeluk putri nya dan kini terkulai tidak berdaya di hadapan nya.


"bertahan lah sayang Daddy akan membawa mu kerumah sakit sekarang juga"ucap Andres sambil menitikkan air mata, saat ini hatinya begitu hancur di satu sisi dia tidak tega melihat putri kesayangan nya itu terluka di sisi lain nya dia sudah berani mengangkat tangan pada istri nya yang sangat di cintai nya.

__ADS_1


Andres pun kini langsung membopong tubuh putri nya itu kedalam mobilnya dia langsung tancap gas menuju ke rumah sakit, sementara Deswita,kini tengah berjongkok memeluk lutut nya, dia saat ini begitu terluka oleh perbuatan nya sendiri yang mengakibatkan suaminya begitu kecewa pada nya, Deswita hanya ingin memberi kan pelajaran agar dia tidak akan mengulangi kesalahannya suatu hari nanti.


kini Alexia sendang di tangani oleh dokter spesialis kulit Andres tidak ingin putri nya, mempunyai bekas luka di sekujur tubuh nya.


bukan hanya satu Dokter yang menangani nya saat ini Alexia di tangani oleh tiga dokter sekaligus.


"sayang kamu harus kuat mulai saat ini Daddy tidak akan pernah membiarkan mu, tersakiti lagi jika perlu Daddy akan berpisah dengan mommy mu jika peraturan itu selalu di terapkan pada mu"ujar Andres,lirih sambil melihat ke arah putri nya yang kini sedang di tangani oleh dokter.


satu jam berlalu kini, Alexia langsung di pindah ke dalam kamar perawatan, VVIP dan hanya Andres yang menjaga nya Alexia masih dalam pengaruh obat saat ini dia bahkan seperti sedang tertidur pulas.


"sayang Daddy mau membeli makanan kesukaan mu, sebentar saja, Daddy akan segera kembali.


Andres melangkah meninggalkan ruangan tersebut,di lorong rumah sakit dia tidak sengaja bertemu dengan, Sheila yang kini akan menjenguk Tora.


"Andreas, mau kemana,Oya siapa yang sakit"ucap Sheila yang kini menatap heran ke arah nya.


"putri ku sedang di rawat Tante, aku sedang buru-buru mau membeli makanan kesukaan nya aku pamit dulu "ucap Andres tidak ingin banyak bicara.


"di ruangan mana Alexia di rawat teriak Sheila lagi yang masih penasaran namun ia sama sekali tidak, mendapatkan jawaban.


sementara itu, di Bandung, seseorang sedang menangis sambil mengepalkan tangannya saat ini dia melihat foto yang sungguh mengesankan, saat ini.itu adalah foto Alexia yang sedang berlumuran darah, akibat cambukan dan luka lainnya, foto yang di daftar adalah ketika saat Alexia seddang di tangani seorang perawat yang tak lain orang kepercayaan Alexander saat itu dia langsung mengirimkan itu.


"biadab, kenapa harus seperti itu, apa tidak punya hati anak gadis satu-satunya harus menerima hukuman seberat itu atas kesalahan, yang sama sekali tidak di lakukan nya"gumam Alexander, yang kini menitikkan air mata dia bahkan meremas gelas yang di pegang nya saat ini hingga gelas itu remuk di tangan nya.


"maaf kan aku Hanny"ucap Alexander menyesal atas perilaku nya saat itu.


sementara itu Tora yang mendengar mommy nya berbicara dengan, istrinya mengenai Alexia dia langsung bergegas menuju ruang perawatan Alexia walau sudah berusaha di cegah oleh istri dan juga mommy.


"kalian tidak usah menghalangi jalan ku aku harus melihat keadaan nya, jika kalian tidak ingin melihat keadaan nya biarkan aku saja"ucap Tora tegas dia pun langsung bisa menemukan ruangan tersebut dan dia begitu merasa sangat sakit hati melihat wanita yang di cintai nya kini hampir sekujur tubuh nya mengalami luka cambuk.


"sayang, apa yang terjadi dengan mu, siapa yang melakukan semua ini"ucap Tora yang kini menggenggam tangan Alexi sambil berurai air mata.


tiba-tiba pintu terbuka.


"Tora, kamu di sini?"kata Andres.


"iya kak.... baru juga datang"jawab Tora sedikit memalingkan wajahnya karena air mata nya belum sempat di hapus.


"jadi dia belum sadar juga"ucap Andres.


"belum kak, mungkin masih dalam pengaruh obat"jawab Tora.


"kau masih belum sembuh total maka istirahat lah,di sini ada aku yang menjaga putri ku sendiri"ucap Andres.


"tidak apa-apa kak, aku ikhlas ko, dan lagi aku sudah merasa baikan"jawab Tora.

__ADS_1


__ADS_2