
pagi hari yang cerah, seorang gadis tengah melakukan kegiatan olahraga nya di taman belakang, ya dia Shelomita, saat ini sedang melakukan gerakan senam, yoga.di temani sang adik Sheila, kebetulan hari ini masih libur dan Deswita masih tinggal bersama dengan Medina di Mension, tersebut.
disaat semua orang sedang melakukan kegiatan olahraga, seperti Daniel yang selalu menjaga kebugaran tubuh nya, saat ini, berbanding terbalik dengan Medina, iya masih berada di bawah selimut tanpa menggunakan sehelai benang pun.
ya, Medina yang semalam di gempur habis-habisan oleh, Daniel badan nya terasa remuk redam, kondisi nya saat ini,sangat lemah di bandingkan dulu, saat menjalankan misi, Medina yang sangat tangguh kini terlihat rapuh, seiring berjalannya waktu, tanpa pernah berlatih untuk menguatkan fisik nya seperti dulu, kalau dulu dia bisa kuat melawan puluhan orang yang menyerang nya kini satu orang saja sudah membuat nya kewalahan, bahkan bukan adegan perkelahian, melainkan adegan panas.
"sayang, mau sampai kapan, kamu malas-malasan, di dalam selimut apa kamu tidak malu tuh lihat semua orang di bawah, sedang berolahraga hmmm" Daniel sengaja menggoda istri yang sangat lelah itu.
"terserah kamu, mau bicara apa yang jelas ini semua kamu yang menyebabkan nya apa kamu tidak malu berkata seperti itu Hanny" ucap Medina sambil menggoda suami nya kini.
"Hanny ini masih pagi apa kamu ingin aku membuat mu lebih tidak bisa bergerak lagi, sudah ayo mandi aku sudah siap kan air nya nanti keburu dingin" kata Daniel sambil mengangkat tubuh Medina yang kini terus-terusan mengecup bibir nya, sengaja menggoda Daniel.
"sayang aku mau turun, untuk menemui anak kita,ayo buruan mandi hari ini Tommy juga akan kemari untuk melihat Shelomita" ucap Daniel.
"baiklah kamu turun duluan,biar aku mandi dulu gak lama ko hanya satu jam untuk memulihkan tenaga ku" jawab Medina yang kini langsung, masuk kedalam bathtub.
sesampainya di bawah ternyata Tommy, sudah datang, dan Deswita sedang menikmati sarapan nya,di temani asisten Cleo yang menjaga cucu nya itu dengan sangat ketat.
"selamat pagi sayang, apa sarapan nya enak sehingga tidak melihat Daddy datang" kata Daniel sambil mengecup pipi Deswita.
"pagi Daddy, maaf kata Oma, kalau sedang makan harus fokus ke makanan jangan melihat kemana-mana, dan jangan bicara" jawab Deswita,tegas.
"ya sayang Oma mu benar" ucap Daniel yang langsung menemui Tommy.
"Tommy, bagaimana perkembangan, kesehatan adik ku itu?" tanya Daniel.
"sejauh ini baik-baik saja, dan dia tidak perlu lagi menggunakan obat-obatan hanya butuh lingkungan yang ramai saat ini karena seperti nya adikmu jarang berada di tempat yang ramai" jawabTommy.
"adikku, itu memang orang nya jarang mau keluar sedari dulu hanya pergi untuk belajar dan mengajar setelah itu ia habiskan waktu nya untuk melukis di ruangan nya" kata Daniel.
"mulai sekarang biasakan dia bergabung di keramaian, misalnya Mall atau cafe, untuk menggantikan Susana yang lama agar jiwa nya sedikit terhibur, dan bisa lupa dengan kesedihan nya,di masa lalu.
"aku akan coba, mungkin akan mengajak nya berlibur di, pantai saat akhir pekan nanti, sekaligus refreshing seluruh keluarga apa kau ada waktu kalo ada kita bisa pergi bareng" ucap Daniel.
"Hay, Tommy, apa kaba?" tanya Medina yang kini sedang berjalan menuruni tangga dengan anggun nya, menggunakan dress rumahan di bawah lutut.
"hmmm...kabarku baik medi..." jawab Tommy.
"syukur lah kalo begitu,Oya Sheila di mana ko aku tidak melihat nya" tanya Medina yang sontak membuat Tommy, gugup.
"dia ada dengan Shelomita,di belakang masih asik dengan olahraga nya" jawab Tommy.
tiba-tiba saja Sheila, datang di dari arah belakang Tommy.
"kakak, ipar ada apa nanyain aku, aku baru' selesai olahraga" jawab Sheila.
"Owh, begitu ya hanya mau ngajak sarapan pagi bersama" jawab Medina.
"ya sudah aku mandi dulu,Oya KA Tommy Shelomita, menunggu mu" ucap Sheila yang kini tengah berjalan menuju tangga, ke lantai tiga.
"baik lah aku akan kesana sebentar lagi" kata Tommy.
"tidak usah sayang aku di sini" ucap Shelomita dari belakang.
ya, Tommy, memang sudah resmi pacaran dengan Shelomita,namun hati nya, masih menginginkan, Sheila.
Daniel, saat ini sedang memandangi istrinya yang terlihat teramat sangat cantik.
"sayang, nanti kita pergi dinner ya " ucap Daniel.
"aku ada acara malam ini dengan Sheila dia ngajak aku ke club' malam ini bareng Andrea anak-anak juga di ajak sekalian Andres mau bertemu Deswita"jawab Medina.
__ADS_1
"Hore... aku ketemu KA Andres momm...oh bahagia nya aku mau dandan cantik ah nanti mommy Sheila" ucap Deswita.
"hmmm... aku gak di ajak nih..." kata Daniel memelas.
"Daddy boleh ikut tapi jangan melarang mommy,nge DJ Ok" ucap Medina.
"baik lah, Daddy hanya mau temenin mommy, di sana" jawab Daniel.
"baik lah tapi tidak boleh macem-macem ok mommy, rasa nya kangen dengan dunia mommy saat itu" ucap Medina.
"tapi Daddy tidak mau mommy minum Ok" kata Daniel.
"satu gelas boleh?" tanya Medina.
"tidak" jawab Daniel tegas .
"baiklah, setengah" kata Medina lagi.
"tidak, kamu harus segera hamil lagi mommy rumah ini sepi tanpa anak-anak di sini" ucap Daniel tegas.
"hmmm... Daddy baik'lah kalo begitu aku tidak usah pergi saja" kata Medina, sambil berlalu pergi.
Medina membawa tas nya dan menggendong Deswita, pergi menuju garasi mobil nya.
"sayang, kamu mau kemana kamu bahkan belum sarapan"tanya Daniel yang tau istrinya sedang kesal sementara itu Tommy hanya geleng-geleng kepala.
Medina pergi menuju, rumah Andrea tepat jam delapan pagi, dia sudah sampai, di sana.
"Medina, tumben sepagi ini sudah kemari halo sayang mommy, apa kabar" tanya Sheila yang heran melihat kedatangan mereka dengan perut yang sudah besar Sheila berusaha menggendong Deswita walaupun sudah di larang Andrea.
"sayang biar aku yang menggendong nya, kasihan bayi kita nanti " ucap Andrea yang kini tengah mengambil Deswita dari gendongan nya.
"Owh,KA Andres sedang mandi Sayang" jawab Andrea.
"Aurel, kamu sudah sarapan, belum ko mukanya di tekuk gitu" ucap Andrea yang tau kalo Medina itu, sedang kesal.
"belum aku mau minta sarapan di sini saja di rumah gak ada makanan" ucap Medina bohong.
"owh ya ampun, sejak kapan seorang Medina jatuh miskin hingga tidak ada makanan di rumah nya" Andrea sengaja menggoda adik ipar nya yang tengah merajuk.
🌹💖💖💖🌹
Dua jam sudah Daniel mencari istrinya ke, setiap tempat yang. biasa di kunjungi nya namun nihil, tiba-tiba saja dia ingat kalo Sheila sedang hamil tua,mana mungkin dia pergi ke club' seperti kata Medina, dia pun berangkat menuju rumah Sheila, dan benar saja istrinya sedang tertidur, di rumah Andrea di temani Sheila, yang tengah menonton,di karpet terempuk depan tv nya.
sementara Andrea sedang mengelus Elis perut istrinya yang kini tengah selonjoran di karpet bersama media.
"sayang dia masih ngambek kayanya kebiasaan deh kalo lagi ngbek suka gak tau tempat menahan emosi dengan memejamkan mata, semua orang tidak ada yang seperti dia" ucap Andrea yang kini memandangi adik ipar nya itu.
"maaf mengganggu" ucap Daniel dari belakang.
"Daniel, kamu juga kemari" tanya Andrea dan Sheila berbarengan.
"iya aku mencari istri ku yang sedang ngambek, gara-gara aku larang ke club" jawab Daniel.
Daniel langsung berbaring dan memeluk istrinya itu, Medina yang sangat peka ia langsung membuka mata, iya kaget Daniel ada di hadapannya.
"Daddy, aku lagi ngambek kenapa Daddy, kemari" tanya Medina.
"udah selesai kan sayang ngambek nya, jangan lama-lama, ya aku kangen" ucap Daniel manja.
mereka. pun akhirnya ngobrol bareng.
__ADS_1
sementara itu suasana di rumah Daniel,kini Tommy sedang duduk di ruang bersantai yang ada depan kolam renang, bersama Shelomita,sambil memberi makan ikan di samping ruangan tersebut ada aquarium yang sangat besar berbagai ikan hias ada di dalam nya.
"sayang, besok kamu ada pasien tidak, aku mau main ke rumah, lama ku sekalian ada barang yang ingin aku ambil" ucap Shelomita.
"aku besok kerja sayang jadwal ku juga sedikit padat kenapa gak lain kali saja kita pergi" jawab Tommy.
mata Tommy tiba-tiba menatap Sheila dengan,baju renang seksi nya menceburkan diri ke kolam, iya sengaja berenang,jam sepuluh siang karena memang menurut nya ini waktu yang tepat.
"Sheila, kamu berenang, kenapa tidak mengajak ku, tunggu aku ganti baju dulu ucap Shelomita, yang tidak mau ketinggalan oleh sang adik.
"santai saja ini kan di halaman bukan di tempat yang jauh" jawab Sheila sambil berenang timbul tenggelam dan saat Sheila muncul kepermukaan Tommy menelan Saliva nya dengan sangat susah melihat Sheila yang,sangat menggoda dengan bagian lekuk tubuh yang basah dengan air semakin menambah kesan seksi.
"KA Tommy, tidak ikut berenang juga?" tanya Sheila,namun Tommy hanya menggeleng sambil tersenyum, kearah nya saat ini.
Shelomita pun datang dengan handuk kimono yang membalut tubuh nya, dia mengajak Tommy ikut serta namun Tommy nolak.
Shelomita pun berenang bersama sang adik Tommy diam-diam memotret Sheila, dan beberapa pose tanpa Sheila sadari.
"Sheila, aku sangat mencintaimu sedari dulu, saat kita bertemu di Kanada, tapi aku terjebak dengan kakak mu saat ini, dan aku tidak mau menyakiti hati nya, apa lagi kalau sampai membuat penyakit nya Kambuh biar,rasa ini aku simpan dalam hati terdalam ku saat ini, kalau kita di takdir kan, untuk berjodoh, kita pasti bisa bersama dan kalo tidak, aku harap kamu mendapatkan laki-laki terbaik yang akan mendampingi mu nanti" gumam Tommy dalam hati.
tiba-tiba, saja Sheila,naik dari dalam kolam, dan menemui Tommy dengan santai nya, Sheila bahkan tidak menutupi tubuh nya yang hanya menggunakan, bikini saat ini.
Tommy menelan Saliva nya, saat ini dan ia langsung bertanya pada Sheila.
"Sheila,ada apa kenapa kamu kemari bahkan tidak menggunakan kimono mandi nya" tanya Tommy.
"KA aku sengaja kemari untuk menghapus foto yang kamu ambil tadi cepat hapus sebelum kakak ku tau " kata Sheila sambil mengambil minum milik Shelomita.
"Sheila aku bisa jelaskan tapi maaf aku. tidak, bisa menghapus nya sampai kapan pun, apa kamu tau aku sangat mencintaimu, saat pertama kali bertemu dengan mu di Kanada saat itu, dan hanya kamu yang ada di sini" ucap Tommy, yang menunjukkan kearah dada nya.
"kak, aku tidak mau berdebat apa pun alasannya kamu adalah kekasih kakak,ku sekarang aku mohon cepat hapus" ucap Sheila sambil menatap sayu ke arah Tommy, tanpa Tommy, sadari Sheila juga sudah jatuh hati pada Tommy, saat pertama kali Tommy menolong nya.
"Sheila,,,,kalian ngomongin apa sih? lama sekali aku haus nih" teriak Shelomita dari sebrang kolam.
"aku pergi dulu aku harap kakak mengerti keadaan nya" kata Sheila sambil membawa botol dan gelas berisi jus jeruk.
Tommy, memandangi tubuh bagian belakang Sheila,ia merasa, Sheila punya rasa yang sama hanya saja terhalang oleh keadaan Shelomita, yang baru di nyatakan sembuh dari depresi berat nya saat ini.
"aku akan menyimpan nya dengan sangat rapi Sheila, sayang jangan takut, mungkin aku egois tapi hati tidak bisa di bohongi" gumam Tommy pelan .
Tommy beranjak ke dekat kolam mendekati Shelomita, yang kini duduk di tepi kolam, tapi arah mata, Tommy tetap fokus kepada Sheila yang kini berenang menjauh sadar Tommy memperhatikan nya saat ini.
"sayang, aku pulang dulu ya mommy, menelpon aku harus segera pulang, saat ini karena ada keluarga yang akan datang, ucap Tommy sambil mencium pipi Shelomita,namun mata tetap mengarah ke arah Sheila yang kini sedang menatap nya.
"owh, begitu ya ya sudah hati-hati di jalan ya, salam buat mommy mu dari ku" ucap Shelomita.
"Sheila, aku pulang. dulu ya aku titip kekasih ku saat ini,kalau butuh sesuatu hubungi aku saja" ucap Tommy berpamitan.
Tommy, bergegas pergi menuju, tempat cetak foto,tak tanggung-tanggung iya mencetak dengan ukuran sangat besar hingga sebelah dinding kamar nya, hampir punah, dengan satu foto tersebut, dan beberapa foto Sheila yang lain pun memenuhi, kamar nya,ada juga beberapa foto saat mereka di Kanada saat Tommy, mencium Sheila yang tertidur di bangku taman dekat rumah nya.
setiap momen dia abadi kan di sana.
Tommy sangat memuja, Sheila sebagai cinta pertama nya, dengan cara itu Tommy, bisa tersenyum sebelum tidur nya dan mengucapkan kata selamat malam atau selamat pagi, seperti Sheila ada di hadapannya.
tak jarang juga dia, mencium foto tersebut.
Tommy, menyimpan semua itu di rumah yang sengaja ia bangun untuk istrinya kelak, ya itu Sheila, yang sangat ia damba.
"saat ini Tommy berencana untuk membawa Sheila, besok ke rumah tersebut secara diam-diam tanpa sepengetahuan Shelomita.
Tommy, mengirim pesan kepada Sheila, saat itu juga.
__ADS_1