Jodoh Sang Wanita Malam

Jodoh Sang Wanita Malam
cinta Daniel


__ADS_3

setelah sidang, putusan di tunda Medina,kini kembali ke sel tahanan, tidak ada satu pun yang menduga jika ini adalah hari terakhir nya di sel tahanan.


Cleo sangat marah besar dengan pihak terkait karena bagaimanapun Medina melakukan itu atas ke lalaian mereka, dan juga kalo di bandingkan perbuatan Medina tidak ada apa-apanya di banding dengan jasa' nya membantu, pihak terkait bahkan dia berkali-kali mempertaruhkan nyawanya untuk hal tersebut.


Medina kini tengah terduduk di bangku yang tersedia di sana sementara Daniel sedang bersama dengan Deswita sang putri yang kini telah berusia lima tahun.


Cleo membawa Medina pergi setelah Cleo membuat surat, perjanjian dengan mereka saat ini, dan Medina di bebaskan bersyarat, dia harus melapor setiap jadwal yang di tentukan.


sesampainya di rumah Medina di sambut tangis haru dari Daniel, dia memeluk dan mencium erat tubuh Medina.


"kau bisa lihat bukan putri ku, bahkan laki-laki yang sangat kau, cintai ternyata tidak bisa melindungi mu" ucap Cleo.


"momm... aku yang melakukan itu, dia tidak ada hubungan nya" bela Medina.


"iya tapi setidaknya dia bisa menjamin mu untuk kau keluar dari sana, tapi apa?? dia bahkan tidak becus melakukan itu, seharusnya jika dia tidak bisa melakukan hal itu dia telpon aku, jadi kamu tidak perlu menderita di dalam sana" ucap Cleo yang sangat marah.


"nyonya kau memang benar aku bukan suami yang baik, bahkan jika aku yang harus mengganti kan dia pun aku rela tapi istri ku kekeuh ingin mempertanggung jawabkan semua nya saat itu, dia tidak mau aku melakukan apa pun"kata Daniel.


"sudah lah mommy, semua sudah selesai, aku sudah mommy keluarkan, dan aku senang bisa kembali melihat putri ku yang cantik ini" ucap Medina sambil memeluk, putri semata wayangnya itu.


"Medina,,, mommy sudah tua maka kau harus menjaga diri mu dengan baik, jangan sampai kejadian itu berulang kembali, mommy ingin kau meneruskan semua nya dan kau juga harus melindungi anak mu dan orang-orang yang lemah, dari perbudakan.


"mommy, semua sudah tuntas, aku ingin hidup bahagia dengan mu dan juga keluarga kecil ku ini, aku berharap saat mommy sudah tidak berdaya aku ingin kau tinggal bersama dengan kami dan hanya aku yang akan merawat mommy di sini bukan orang lain" ucap Medina.


"itu sudah di pastikan sayang tapi mommy masih kuat berpergian bahkan, mommy masih bisa menjaga putri mu saat ini, mommy bahagia hidup berdua dengan cucu mommy yang sangat pintar ini ia kan sayang bagaimana apa?kau bahagia tinggal dengan Oma...?"tanya Cleo.


"iya Oma Deswita sangat bahagia, apa mommy tau Oma juga ikut kelas melukis dengan ku, bahkan Oma sering tersenyrum dengan guru melukis ku, dia adalah uncle yang sangat tampan, Oma bahkan mencium bibir nya saat itu" Deswita yang polos, dia berceloteh dengan kejadian yang ia lihat saat guru melukis nya yang masih muda itu mencium bibir Cleo tepat nya berciuman.


"mommy, punya kekasih?"ucap Medina melihat kearah Cleo.


"hmm... bukan Deswita hanya omong kosong lagian siapa yang menginginkan wanita tua seperti ku ini?" ucap Cleo jujur.


"hmmm,,, begitu ya,kalo mommy punya kekasih sebaiknya, Deswita tinggal dengan ku saja agar mommy bisa tenang" ucap Medina.


"tidak-tidak, sayang mommy tidak mau Deswita jauh dari mommy, lebih baik, mommy mengganti guru lukis nya saat ini" ucap Cleo.


"hmmmm,,, jadi benar Deswita akan punya opah muda ya?" ucap Medina menggoda Cleo.


"sudah-sudah sebaiknya, kita makan mommy sangat lapar,,,ayo Deswita kamu temenin Oma makan,omah lapar" ucap Cleo.


sementara Cleo makan dengan Deswita,di layani pelayan Mension saat ini, Daniel dan Medina sedang mandi bersama, tepat nya Daniel membantu Medina mandi, saat ini.


"sayang, kamu begitu kurus aku sangat sedih melihat nya, andaikan waktu bisa di ulang maka biarkan aku saja yang menggantikan posisi mu saat itu"Daniel, langsung memeluk tubuh istrinya itu sambil menitikkan air mata.


"sayang, aku tidak menyesal melalui semua itu hanya saja, aku sangat merindukan mu, aku menyesal karena aku tidak bisa bersama dengan mu, aku sangat takut kehilanganmu jika aku bisa menentang takdir aku ingin kedua orang tua ku hidup bersama dengan kak, meysha tapi rasanya itu hanya lah mimpi, tapi aku berharap pengorbanan ku untuk ayah, dan bunda, tidak sia-sia" ucap Medina sambil menangis memeluk suaminya sangat erat.


setelah selesai membersihkan diri Daniel membantu mengeringkan rambut, Medina yang sudah panjang tersebut, Daniel membantu menyisir nya.

__ADS_1


setelah selesai mereka berdua mengganti pakaian, Daniel kini menyuapi istrinya itu dengan sangat lembut, dia bahkan mengusap bibir Medina saat ini dengan sangat lembut pula,rasa cinta Daniel semakin hari semakin bertambah, selama satu bulan ini ia merawat Medina dengan sangat telaten dan dia ti meninggalkan Medina barang sedetik pun, Medina selalu berada di dekat nya saat ini.


"sayang, kamu mau makan sesuatu katakan saja biar aku ambilkan" ucap Daniel.


"tidak, usah sayang aku hanya ingin di temani tidur siang saja saat ini, tidak ada yang lain nya" ucap Medina.


"tentu saja Sayang, mulai saat ini, aku akan menemani mu kapan pun kau mau bersama dengan ku" ucap Daniel penuh cinta.


"sayang, aku sangat bahagia saat ini, aku mencintaimu, dan aku tidak ingin jauh lagi dengan mu, love you My husband" ucap Medina sambil mengecup bibir suaminya itu.


"love you to Hanny,,, muachh semoga kamu selalu bahagia bersama ku" balas Daniel


setelah, mereka saling mengutarakan perasaannya, Daniel kini tengah berbaring menyamping sambil memeluk Medina saat ini, Daniel bahkan ikut tertidur saat ini.


sementara itu di Mension Tommy, iya tengah,di reepot kan oleh kedua nya istri dan anak nya, Sheila yang manja setelah melahirkan dan anak nya yang tak mau jauh dari nya barang sedetik pun, Tommy bahkan harus cuti panjang dari kedua pekerjaan nya saat ini di karenakan iya harus membantu Sheila mengurus buah hati nya, padahal mertua nya selalu membantu merawat cucu kesayangan nya itu.


Tommy, tidak pernah mengeluh dengan rasa repot nya, mengurus kedua belahan jiwa nya, saat ini justru dia sangat bahagia Sheila yang pintar menjaga tubuh nya setelah melahirkan pun kini tubuhnya sudah seperti semula walau dia makan, dengan sangat normal karena sedang menyusui saat ini, tapi Tommy sangat puas dengan tubuh istrinya, bahkan Sheila sangat memuaskan Tommy.


🌹💖💖💖🌹


di suatu hari yang cerah seorang wanita tengah kesana kemari meminta bantuan kepada orang-yang ada di dekat nya untuk membawa, nya kesebuah rumah sakit karena dia ingin membawa, ibunya yang tengah sakit parah ke sana tapi, tidak ada satu pun yang perduli kecuali Medina yang kini menghampiri dia.


"Mbak,,ada apa ya ko kamu nangis-nangis di pinggir jalan seperti ini" ucap Medina sementara Daniel yang menunggu di mobil merasa kagum dengan kebaikan hati istri nya itu.


"tolong saya kak,,ibu saya sedang sakit parah di rumah, saat ini, tapi tidak ada seorang pun yang


yang, mau menolong ku saat ini" ucap gadis berusia 20 tahun itu.


Medina langsung masuk di lihatnya nya seorang wanita paruh baya, saat ini Medina langsung mengangkat tubuh ibu itu yang begitu berat untuk ukuran, seorang wanita sendirian mengangkat nya Medina tidak di bantu siapa pun bahkan para warga di sana terkesan cuek, tidak ada yang membantu sedikit pun Daniel yang melotot melihat istrinya, mengangkat tubuh ibu gemuk itu sendiri ia langsung turun bermaksud membantu istri nya namun Medina menolak.


"sayang, kamu mengangkat tubuh Segede ini sendirian kenapa tidak meminta bantuan ku " ucap Daniel.


"Hanny tidak ada waktu lagi cepat hidupkan mobilnya kita segera kerumah sakit sekarang juga" ucap Medina tidak sedikit pun mengeluh cape,ia memasukkan ibu tersebut ke jok penumpang, saat ini di bantu oleh anak nya yang merebahkan kepala ibunya di pangkuan sang putri.


Daniel pun langsung membawa mereka ke rumah sakit terdekat dan Medina mengurus administrasi, nya dengan semua biyaya di tanggung oleh nya saat ini.


kebaikan Medina tidak hanya di situ saja, dia juga, membelikan dua selimut dan beberapa pakaian baru untuk gadis tersebut dan ibu nya bahkan ia juga membelikan makanan, saat itu bersama an dengan pakaian yang di beli nya di toko sebrang sana, Medina tidak lupa memberikan segepok uang pada gadis yang kini tengah memeluk nya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Medina.


"kak... saya ucapkan banyak terima kasih untuk kakak,,, semoga Allah membalas semua kebaikan kakak dimana pun kakak berada" ucap gadis yang bernama Liliana itu.


"sama-sama sayang,maaf kakak tidak bisa berlama-lama di sini karena suami kakak sedang ada pekerjaan mendadak kalo ada apa-apa hubungi aku ya ini nomor ponsel ku, dan ini ada sedikit uang untuk kamu kalo perlu sesuatu,kakak pulang dulu semua tagihan rumah sakit sudah Kaka bayar, tinggal menunggu ibu mu hingga sembuh jangan pikirkan yang lain nya" ucap Medina yang kini meninggalkan nya.


sesampainya di mobil Medina langsung di sambut oleh suaminya itu, dengan sebuah kecupan.


"aku sangat bangga pada mu Hanny, muachh tapi lain kali jangan ngangkat beban sendirian, ingat, kamu itu baru sembuh, dan kamu juga wanita, pasti tadi sangat lah berat" ucap Daniel


"Hanny beban seperti itu ibu itu tidak ada apa-apanya aku sudah sering memikul tubuh Andrea saat menjalankan misi,di saat keadaan ku yang sedang terluka parah untung nya tenaga ku tidak pernah hilang " jawab Medina.

__ADS_1


"hmmm,,, sayang ku ini sungguh bidadari yang sangat cantik,luar dan dalam sayang kita pulang saja ya aku tidak enak mencium bau aroma ibu yang tadi di baju dan mobil " ucap Daniel, karena keadaan lambung Daniel yang sedikit masih ada gangguan, dia punya penciuman yang tajam .


sesampainya di Mension, Daniel langsung turun bergegas ke kamar mandi dan langsung membersihkan diri, Medina juga tidak ingin memperburuk keadaan suaminya saat ini, dia hanya, mengikuti apa yang di sarankan oleh Daniel.


hingga malam pun tiba, mereka masih berdua menikmati makan malam nya, bersama-sama di meja makan, Tersebut.


sementara itu di rumah sakit, Liliana, tengah menyuapi ibunya yang kini sudah sedikit membaik, dengan bubur yang di berikan oleh petugas di rumah sakit tersebut.


"Bu,,, beruntung ada kakak yang baik hati menolong kita, saat itu,kalo enggak mungkin ibu sudah tiada, saat itu juga" ucap Liliana.


"iya nak,,,ibu berharap bisa bertemu dengan mungkin terimakasih saja tidak akan pernah cukup untuk, berterimakasih kepada nya" Ucay


ibu Mirah


saat ini, Medina tengah tertidur lelap, dengan Daniel yang masih setia memani istrinya itu.


saat pagi menjelang Daniel bangun lebih awal dari Medina karena dia harus ke kantor saat ini, Namun Medina belum bangun juga saat ini karena rasa kantuk yang berlebih-lebihan.


"sayang, bangun ini sudah pagi aku mau ke kantor dulu hari ini, nanti kita jalan keluar ok sayang" ucap Daniel sambil menggenggam tangan istrinya.


"sayang aku tak mau di tinggal saat ini juga aku ikut Hanny, aku tidak ingin jauh dari mu" kata Medina sambil memeluk erat suaminya itu.


"baiklah sayang segera mandi dulu ok aku tunggu di bawah" kata Daniel sambil mengelus puncak kepala istrinya itu.


"cium dulu,baru aku mandi" kata Medina.


"sayang jangan menggoda ku,ini sudah hampir terlambat untuk meeting pagi" ucap Daniel.


"cuman Kiss doang kaya gini apa susah nya sih, muachh"Medina langsung mencium bibir Daniel sekilas, Daniel menatap wajah istrinya itu dengan tatapan sendu, tidak di pungkiri Daniel menginginkan, semua itu.


"sayang hari ini aku, akan meeting cepat mandi Sayang" kata Daniel lembut.


"baik lah Hanny, aku akan segera mandi" Medina pun turun dari, ranjang tapi masih bergelayut manja di lengan suaminya.


"gendong" ucap Medina.


"kenapa ya aku ko merasa pagi ini istri ku sangat manja, muachh" ucap Daniel yang langsung mengangkat tubuh Medina membawanya ke kamar mandi.


setelah tiga puluh menit, Medina selesai bersiap, saat ini ia melakukan persiapan ala militer karena sudah tau suaminya itu terlambat untuk meeting, pagi ini.


Medina turun menggunakan lift ke bawah dan langsung bergegas menemui suaminya yang sedang duduk menunggu nya di bawah Sambil minum teh dan sedikit sarapan pagi nya.


"sayang ayo, katanya terlambat" ajak Medina.


"sarapan dulu yank... nanti telat kamu sakit aku gak mau" ucap Daniel.


"aku sarapan di kantor mu saja Hanny"

__ADS_1


"baik lah"


.


__ADS_2