
suapan demi suapan terus berulang hingga bubur itu tandas, saat ini Alexia, tengah di bantu untuk mengobati bekas luka yang di akibatkan oleh cambukan yang ibunya berikan saat menghukum nya seminggu yang lalu, walaupun tubuhnya sudah mulai pulih tapi bekas luka cambuk itu masih terlihat jelas.
"sayang kamu bisa tahan"ujar Alexander meyakinkan kegundahan hati nya itu.
"aku harus bisa,demi kamu"ucap Alexia.
Ya,kini Alexia sedang mencoba untuk membuka hati nya,demi pria yang selama ini berjuang mati-matian, mencintai nya dengan setia.
Alexander,memang bukan pria baik,dulu dia sempat melakukan **** bebas, dengan berbagai wanita bahkan, jika dia menginginkan wanita manapun dia selalu mendapat kan nya, hingga pertemuan nya dengan Alexia,di club malam milik sahabat nya itu, dia berpikir bahwa Alexia, adalah wanita malam, yang akan dengan mudah nya ia dapat kan tapi seketika, dia sadar saat,kakak dari sahabat nya itu ambruk, dengan sekali gerakan bahkan ada beberapa tulang rusuk nya yang patah, Alexander sadar Alexia bukan lah wanita sembarangan.
Alexander, pun sampai dengan sabarnya menjadi penguntit, hingga dia mengikuti Alexia sampai ke toko buku.
dan berawal dari buku, itulah kedekatan mereka walau Alexia sedikit terpaksa tapi dia tidak pernah menyerah Alexander, berkali-kali menemui gadis itu tanpa henti hingga akhirnya, Alexia menerima dirinya untuk menjadi kekasih nya saat itu, hingga pada saat Alexia mulai merasakan kenyamanan kenyataan pahit harus di terima nya, Alexander memiliki wanita lain dalam hidup nya walau pun kebenaran itu tidak pernah nyata adanya.
sampai saat dimana Alexia, memutuskan untuk pergi dari keluarga dan sahabat nya untuk menjauhi semua yang telah menyakiti hati nya itu tapi lagi-lagi, Alexia harus dekat dengan pria yang memiliki wanita lain, dan saat ingin menghindari itu Alexia mendapat kenyataan lain bahwa Alexander, yang selalu menunggu nya adalah suami dari perempuan yang pernah di tolong nya saat di club malam, saat Alexander menyatakan cinta nya kembali, saat itu hampir terjadi kesalahan yang fatal hingga ia mendapatkan hukuman yang begitu mengerikan dari mommy nya sendiri.
saat ini, Alexander memang sedang mengurus perceraian nya dengan wanita tersebut walaupun sedikit kesulitan, karena ibu tiri nya itu membantu wanita itu agar tetap pada posisi nya saat ini.
Alexander, masih setia menemani Alexia yang pingsan saat ini karena rasa sakit yang teramat kulit yang terasa di bakar api yang berkobar, saking banyaknya luka yang memanjang hingga melilit tubuh bagian atas nya kini akhirnya dia pun pingsan, Alexander dengan setia menopang tubuh Alexia tepat nya pada bagian bahu nya yang tidak terluka agar tidak mengenai kain lain.
Alexander begitu ngeri saat melihat luka yang di oles salep tersebut seperti sedang mendidih dan mengeluarkan darah bening, Alexander bisa membayangkan betapa tersiksanya Alexia saat ini.
"maaf kan aku sayang, aku telah membuat mu menderita"ucap Alexander sambil meneteskan air mata.
sementara itu Alexander langsung memanggil Deswita lewat panggilan video Dengan satu tangan nya, dan melakukan panggilan video, untuk menanyakan efek obat tersebut.
"halo, nyonya apa maksud anda memberikan obat yang mengancam nyawa ini"ujar Alexander yang langsung memperlihatkan kondisi Alexia yang kini bahkan tidak menguntungkan pakaian di bagian atas tubuh nya, Deswita pun melihat proses pengobatan tersebut, hati nya memang terasa miris melihat putri nya yang kesakitan dan tidak sadarkan diri tapi itu adalah pelajaran baginya hingga dia tidak akan pernah melakukan hal yang sama di masa depan.
"setelah reaksi obat mengering segera lah oleh salep yang satunya lagi untuk menetralkan, kondisi kulit nya"ucap Deswita yang langsung mengakhiri panggilan nya dia sendiri sebenarnya tidak tega tapi lagi-lagi itu adalah cermin dirinya dulu saat masih hidup dengan Cleo, wanita yang telah mengangkat Medina sebagai ratu dan juga putri satu-satunya.
tiga,jam berlalu kini dengan sedikit menyamping Alexia masih belum sadarkan diri hingga Alexander langsung memanggil dokter pribadi nya untuk datang ke, mension nya itu.
setelah dokter sampai dia pun memberikan cairan infus lagi dan menyuntikkan obat,pada infus tersebut, tidak sampai tiga puluh menit, Alexia pun sadar dan sedikit meringis kesakitan.
"Daddy, sakit sekali"ucap nya tanpa sadar kalau yang ada di hadapannya itu adalah Alexander, dan bukan Daddy nya.
"sayang, bertahan lah aku yakin kamu bisa"ucap Alexander.
"ini sakit sekali Alex"ucap Alexia.
"aku tau sayang maafkan aku"ucap Alexander.
"aku yang salah aku, tidak memperingatkan mu saat itu, karena aku juga sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja"ucap Alexia,lirih sambil meringis.
"sampai berapa lama, salep ini akan bereaksi?"ujar Alexander bertanya.
"sampai besok pagi"ucap Alexia yang kini mulai memejamkan mata, karena tidak tahan dengan rasa sakit nya itu.
"sayang, aku mohon jangan pejamkan mata mu, aku takut terjadi sesuatu pada mu"ucap Alexander, Sambil mengusap kedua pipi, Alexia.
"aku hanya ingin, memejamkan mata saja Alexa aku tidak kuat dengan rasa sakit nya"jawab Alexia jujur.
"apa yang harus aku lakukan,agar kamu bisa sedikit terobati"ucap Alexander.
"tolong peluk aku Alexa, aku sudah tidak tahan lagi"ucap Alexia.
Alexander pun langsung memeluk, tubuh Alexia dia tidak perduli merasakan kulit nya terbakar akibat, menempel dengan kulit yang sedang bereaksi terhadap salep tersebut.
__ADS_1
"sayang sesakit ini kah"ujar Alexander.
Alexi yang baru merasakan sedikit kenyamanan, dia tersadar dan langsung mendorong tubuh Alexander.
"maaf kan aku aku lupa segera lah berikan salep penawar nya di kulit mu yang terkena"ujar Alexia berteriak panik.
kini dia berdiri membawa infus tersebut kedalam kamar mandi, walaupun, berjalan dengan gontai Alexia tidak ingin Alexander menyentuh nya lagi dan akan melukai Alexander, Alexi melepaskan infus tersebut sendiri di kamar mandi dengan posisi duduk di atas closet Alexander menggedor-gedor pintu kamar mandi.
"sayang kamu sedang apa kemari lah jangan tinggal di kamar mandi nanti kamu masuk angin"teriak Alexander yang sangat ketakutan dengan kondisi Alexi, saat ini.
"Alex, aku tidak apa-apa, kamu tenang saja, segera lah obati kulit mu itu"ujar Alexia.
"aku tidak apa-apa sayang tolong keluarlah, aku takut terjadi sesuatu pada mu"ucap Alexander.
"aku akan baik-baik saja percayalah"gumam nya lirih, Alexia pun terjatuh dan dengan posisi telungkup di atas karpet bulu, tersebut kebetulan itu adalah kamar mandi kering yang tersedia di mansion Alexander.
Alexander mendobrak pintu, nya di lihat nya pemandangan yang sangat menyedihkan Alexia tertelungkup di atas karpet depan closet.
🌹💖💖💖🌹
pagi hari pun tiba, sampai saat dimana Alexi, bangun dari pingsan nya sementara Alexander masih setia menunggu nya di samping nya dengan posisi terlentang, lelah itulah yang saat ini ia rasakan, tapi demi cinta dan pengorbanan Alexia,ia tetap harus semangat.
"Alexa, kamu tidak tidur, maafkan aku"gumam Alexia lirih.
"sayang kamu. tidak perlu minta maaf, semua ini salah ku, dan kamu lah korban dari kesalahan-kesalahan ku"ujarnya menatap sendu pada wajah Alexia.
"aku sudah baik-baik saja kok"ucap nya pelan.
Alexander mengecek kondisi kulit Alexia dilihat nya mengering dan tampak hitam seperti luka bakar.
"sayang aku harus segera mengoles salep untuk menetralisir salep yang kemarin agar semua nya bisa kembali pulih"yang langsung di jawab, anggukan oleh Alexia.
"cepat pulih sayang, setelah itu aku akan langsung menikahi mu"kata Alexander lembut.
mereka pun saling menatap dengan begitu lekat Alexi, langsung memeluk Alexander saat ini dan dia langsung mencium bibir Alexander yang begitu tampan dan gagah,itu dia tidak akan pernah melepaskan nya lagi, apa lagi untuk cinta bodohnya itu.
"Alexa, aku mencintaimu dan aku akan berusaha untuk jadi yang terbaik untuk mu"ucap Alexi, yang kini memeluk erat tubuh Alexander setelah mereka berciuman.
"aku tau itu sayang lambat laun kamu akan mencintai ku, dan aku sangat menantikan itu"ucap Alexander jujur.
"aku ingin tidur di pelukan mu"ucap Alexia manja dia masih belum menggunakan baju atasan nya tapi hanya menggunakan bra berwarna merah yang makin menonjolkan kesan seksi, dengan kulit putih dan halus milik Alexia.
Alexander, hanya bisa menahan hasrat nya selama sepuluh hari ini dia tidak ingin merusak wanita yang sangat di cintai nya itu.
hari berganti Minggu kini telah satu bulan Alexia tinggal bersama dengan, Alexander dan dia selalu mengikuti kemana pun Alexander pergi termasuk ke kantor, untuk bekerja.
"sayang istirahat lah sebentar lagi aku ada meeting penting dan kamu bisa menunggu ku di ruangan"ujar Alexander.
"baiklah, aku akan menunggu mu lagian aku juga masih punya pekerjaan, saat ini"Alexia berlalu ke dalam ruangan istirahat milik Alexander.
dia juga sibuk berkutat dengan laptop nya, mengerjakan pekerjaan nya dari jauh, karena dia belum bisa kembali ke Jakarta.
Alexia begitu sibuk ternyata banyak email yang masuk hari ini, dia begitu sibuk tidak terasa kini waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang, dia kini sedang melakukan panggilan video Dengan asisten nya itu, untuk membahas pekerjaan nya,di selingi tawa saat ini tanpa di sadari,ada sepasang mata memperhatikan nya dengan sedikit kesal.
"aku mungkin akan kembali hari Senin besok, dan akan langsung masuk kantor kamu tidak usah khawatir, setelah itu aku tidak akan pergi lagi kau aman jadi akan ada waktu untuk mu berkencan"ujar Alexia diakhiri tawa.
Alexia pun langsung mengakhiri panggilan video nya setelah itu dia merebahkan diri di kasur empuk tersebut.
__ADS_1
"ah... lelah nya, aku hari ini"ujar Alexia tanpa melihat kesamping di sana Alexander sudah duduk di atas ranjang nya.
"kamu bahkan sangat sibuk hingga tidak tau aku datang sedari tadi sayang ku"ucap Alexander yang begitu mengagetkan Alexi.
"sayang kamu di sini,maaf tadi aku terlalu fokus"ucap Alexia merasa bersalah.
"minum,lah dulu, setelah itu kamu bisa istirahat sebentar sebelum jam makan siang tiba"ucap Alexander menyodorkan segelas air.
"terimakasih Hanny, aku sangat mencintaimu"ujar Alexia yang kini menatap Alexander.
tegukan tanpa henti hingga, akhirnya tandas dan setelah itu dia langsung mencium bibir Alexander,saling ******* satu sama lain setelah itu . mereka langsung menghirup oksigen sebanyak-banyak nya karena durasi ciuman tersebut terlalu lama, Alexander mengusap bibir Alexia,yang basah karena Saliva mereka.
"istirahat lah Hanny,"ujar Alexander sambil berusaha bangkit.
"aku mau istirahat bersama mu"ujar Alexi, yang kini menatap kearah Alexander saat ini dia begitu mengharap seperti biasa sikap manja nya itu selalu berlebihan.
"baiklah sayang ku, aku akan menemani mu hingga kamu tidur setelah itu, aku akan mengerjakan pekerjaan ku nanti"ujar nya.
"tentu"ucap Alexia, yang langsung memeluk tubuh Alexander dari samping mereka saling berpelukan, dan memejamkan mata.
tidak sampai lima belas menit Alexia pun tertidur pulas setelah itu Alexander, bangun dan bergegas menuju kursi kebesaran nya.
Alexander sibuk mengerjakan pekerjaan yang sempat tertunda lumayan menumpuk tapi dia rela membagi waktu nya untuk kekasih nya itu.
kini waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang, waktu nya makan siang,namun kelihatannya Alexia, sangat lelah Alexander memesan makanan, untuk mereka berdua.
setelah pesanan datang, dia menghampiri Alexia yang masih terlelap hingga saat ini, Alexander, mengecup bibir Alexia, sekilas dan itu langsung membangunkan Alexia,yang memiliki kepekaan yang tinggi, perlahan dia membuka mata nya.
"sayang ada apa heumm.. aku masih ngantuk"ujar Alexi, sambil mengalungkan tangannya di leher Alexander.
"sudah waktunya makan siang, sayang ayo bangun dan cuci muka mu setelah itu kita makan bersama"ucap Alexander, lembut sambil mengelus puncak kepala kekasih nya itu.
"baiklah gendong aku, ke kamar mandi"pinta Alexia manja.
"baiklah princess ku sayang"Alexander langsung menggendong ala bridal style tubuh Alexi, Alexia mengecup pipi Alexander.
"sayang, kamu jangan menggodaku, aku tidak akan mengampuni mu lagi kalau sampai adik kecil ku ini terjaga"ujar Alexander, sambil tersenyum.
"heumm.. beraninya cuman ngomong doang, tidak pernah terbukti, hahahaha"Alexia begitu suka menggoda Alexander.
"aku akan menahan nya, sampai kita menikah nanti, aku akan selalu menjaga mu sampai kapan pun sampai saat nya tiba, kamu harus tau itu bukti cinta ku"ujar Alexander sambil menatap lekat wajah wanita cantik di hadapan nya.
"terimakasih sayang , aku tau itu tunggu sampai aku jadi milik mu aku akan menyerahkan hidup ku sepenuh nya pada mu, muachh"ujar Alexia.
Alexander, adalah pria, yang sangat tangguh, dia tidak akan pernah mengingkari janji nya, sampai kapan pun itu, dan itu pernah dia buktikan pada istri Torik, dia menjaga jodoh orang sampai pada waktu nya dia ingin kembali.
setelah mencuci wajah, Alexia menemui Alexander di ruang kerjanya, dia kini sedang menata menu yang tadi di pesan oleh nya.
"sayang, kamu itu selalu menyediakan semua nya untuk ku, apa kamu tidak merasa lelah??"tanya Alexia.
"tidak akan sayang ku, karena aku sangat mencintaimu"jawab Alexander.
"terimakasih sayang ku, aku sangat bahagia bisa memiliki dirimu, semoga kelak kamu akan selalu bahagia, dan satu lagi mungkin besok aku akan kembali ke Jakarta, apa boleh"ucap Alexia.
"secepat itu,heumm... sebenarnya aku tidak bisa jauh lagi dari mu, sayang ku tapi apa pun yang terbaik untuk mu, aku akan izinkan itu, tapi jangan lupa untuk selalu menghubungi ku"ujar Alexander,sambil mengelus puncak kepala Alexi, dan mengecup nya.
"makan lah nanti kita bicarakan itu lagi"ujar Alexander sambil menyodorkan sendok yang telah berisi makanan, Alexander menyuapi Alexi,begitu lembut.
__ADS_1
"terimakasih sayang"ucap Alexia.