Jodoh Sang Wanita Malam

Jodoh Sang Wanita Malam
Merindukan mu


__ADS_3

setelah dua hari, berlalu Alexia akhirnya kembali,ke Jakarta dia langsung beraktivitas seperti biasa, setelah sebelumnya menemui, kedua orang tua nya.


Alexi, masih tinggal di apartemen nya, saat ini dia enggan untuk kembali ke mension, hanya sesekali saja, saat ia kangen dengan Daddy nya.


seperti saat ini, setelah dua Minggu, Alexia sangat sibuk dengan pekerjaan nya, dia bahkan tidak sempat menghubungi kekasih nya itu, setiap hari dia selalu lembur, dan jarang ada waktu libur sekali nya week end, tetap saja menghasilkan waktu nya untuk bekerja.


Alexi, tengah sibuk dengan urusan pekerjaan nya dia tetap duduk di ruang kerjanya, dalam apartemen tersebut.


dering ponsel, membuat Alexia, langsung menoleh ke arah nya.


my love ❤️


📱"halo, sayang apa kabar mu"Alexander.


📱"ya, sayang maafkan aku baru sempat menjawab telepon dari mu, aku terlalu sibuk akhir-akhir ini, aku minta maaf"Alexi.


📱"sayang, kamu tenang saja, aku juga baru pulang dari Singapura,ini masih di bandara, apa kamu tidak merindukan ku"Alexander.


📱"sayang aku sangat merindukan mu, sangat tapi aku terlalu sibuk akhir-akhir ini, jadi aku belum bisa menemui mu"Alexi


📱"kamu tidak perlu menemui ku, aku yang akan menemui mu sayang, sekarang kamu sedang berada di mana hmm"Alexander.


📱"baiklah sayang ku, hati-hati di jalan, muachh"Alexi.


telpon pun berakhir, setelah itu dia langsung pergi membersihkan diri, Alexia pun langsung bersiap menyambut kekasih nya itu, dia juga memasak untuk Alexander, karena sebentar lagi, adalah jam makan malam.


Alexander, pun sudah tiba, di apartemen milik Alexia, saat ini ia langsung bergegas menuju lantai lima belas di mana unit apartemen miliknya berada.


bel pun berbunyi, Alexia yang tengah sibuk menata makan malam di meja tersebut dia menghentikan sejenak aktivitas nya lalu pergi untuk membuka pintu.


setelah pintu terbuka, Alexia, tersenyum lebar di hadapan nya kini tengah berdiri di hadapan pria tampan dan gagah dia tersenyum lebar pada Alexia.


"sayang ku kamu sudah sampai"ujar Alexia langsung memeluk Alexander, dan mencium bibir Alexander.


"iya, sayang aku sangat merindukan mu, rasanya sudah satu tahun tidak bertemu"ujar Alexander,sambil mencumbu bibir Alexia, begitu lembut.


"sayang aku sudah masak, kamu pasti lapar, saat ini kan"ucap Alexia.


"heumm... kamu memang istri yang paling pengertian, terimakasih sayang, coba kamu, perhatikan aku belikan ini untuk mu kamu suka kan"ujar Alexander.


"tentu, terimakasih atas semua nya sayang"ucap Alexi.


"sayang sebaiknya kamu bersih-bersih dulu, setelah itu langsung makan"ujar Alexia.


"baiklah sayang ku"jawab Alexander.


Alexia langsung melanjutkan aktivitas nya, saat ini setelah selesai dia pun menunggu di kursi depan meja makan tersebut.


tidak sampai sepuluh menit, Alexander pun sudah turun menuju meja makan menghampiri, Alexi dan mengecup puncak kepala Alexia sekilas, setelah itu dia langsung duduk di samping Alexi.


"mari, makan"ucap Alexia yang langsung mengisi piring milik Alexia.


"kamu,mau makan pakai apa sayang??""tanya Alexia.


"apa pun yang kamu masak pasti enak"ujar Alexander.


"terimakasih jika kamu suka"ucap Alexi.


mereka pun makan dengan lahap nya, dan setelah itu, mereka pergi ke ruang bersantai.


Alexander Makai kan kalaung yang unik itu, pada leher jenjang Alexia.


"sayang,ini adalah kalung harapan, yang sangat berharga aku mendapat kan ini dari pelelangan, katanya ini adalah kalung,pengikat cinta yang abadi, bahkan usia nya sudah hampir seratus tahun"ujar Alexander.


"kamu, suka itu sayang"tanya balik Alexia.


"tentu saja, aku ingin kekuatan kalung ini juga bisa kita rasakan"jawab Alexander.


"sayang, kamu percaya hal mistis seperti itu, aku akan memberitahu apa kunci keabadian"ucap Alexia.

__ADS_1


"beritahu aku sayang"kata Alexander.


"intinya,saling setia dan saling percaya dan satu lagi kejujuran"ucap Alexia.


"simpel"ucap Alexander.


"memang simpel tapi sulit untuk menjalankan itu semua"ucap Alexia lagi.


setelah mereka mengobrol panjang lebar, mereka, pun pergi ke kamar mereka merebahkan diri di sana bersama hingga pun terlelap tidur hingga pagi hari.


pagi hari pun telah tiba, mereka pun bangun hampir bersamaan,cup Alexander , mengecup bibir Alexia.


"morning kiss, Hanny"ucap Alexander.


"hemmm"gumam Alexia sambil membuka mata.


"sayang ini pukul berapa"ucap Alexia.


"baru jam, tujuh sayang"ucap Alexander.


"owh ya ampun, aku ada meeting penting pagi ini,di luar"ucap Alexia yang langsung bergegas menuju kamar mandi.


"sayang,ini weekend kenapa tidak istirahat saja"ucap Alexander.


"sayang aku belum bisa bersantai saat ini pekerjaan ku,begitu numpuk"jawab Alexia.


"tapi sayang aku akan pulang ke Bandung hari ini, please temani aku sebentar saja"ujar Alexander memohon.


"aku tidak janji, aku tanya Edo dulu"ujar Alexi.


"HM...baiklah"gumam Alexander sedikit rasa kecewa karena tidak bisa berlama-lama,ada di samping pacarnya itu.


Alexia, pun sudah selesai bersiap saat ini, dia langsung bergegas menuju dapur sementara Alexander sedang membersihkan diri.


Alexia, langsung memasak,nasi goreng spesial untuk mereka berdua saat ini.


tiga puluh menit, akhirnya Alexia, sudah selesai memasak, dan ada tiga menu di meja tersebut yaitu, nasigoreng daging sapi, dan SOP iga sapi juga perkedel jagung manis.


Alexander langsung memeluk Alexi, dari belakang, yang kini tengah menata makanan itu di meja.


"sayang, jangan begini, aku masih ada yang harus aku ambil di dapur"ujar Alexia.


"apa itu sayang??""ucap nya heran.


"kopi, untuk mu"ucap Alexia.


"owh makasih istri ku tercinta kamu memang sangat pengertian"ujar Alexander, yang selalu memanggil nya seperti itu.


Alexia, pun berjalan menuju dapur, dan sampai di sana dia langsung membuat kan kopi, untuk Alexander, dengan penuh cinta.


"sayang ini kopi nya"ujar Alexia.


"terimakasih Hanny, kamu memang yang terbaik"ujar Alexander,sambil mengambil kopi buatan Alexia.


mereka pun makan sarapan, pagi nya saat ini, seharusnya, Alexia bisa berlibur dan, duduk manis di samping Alexander,tapi sayang tuntutan pekerjaan yang mengharuskan nya merelakan, waktu nya terbuang untuk sang kekasih.


Alexia, memandang sekilas ke,arah kekasihnya


Alexander,begitu menikmati makan sarapan nya itu , hingga saat ini.


"sayang, kamu tidak keberatan bukan aku, pergi meeting, sebentar saja aku usahakan secepatnya untuk kembali"ucap Alexia.


"aku antar kamu meeting hari ini, tapi setelah itu kita pulang ke rumah kita , bagaimana"ujar Alexander.


"heumm, aku tidak Janji"ujar Alexia.


"sayang ayolah, jangan seperti itu, kamu masih bisa bekerja di sana"ujar Alexander sambil menggeser posisi duduk nya mendekat ke arah Alexia.


🌹💖💖💖🌹

__ADS_1


tiga hari berlalu Alexia, masih sibuk bekerja karena proyek yang di tangani nya saat ini sangat lah besar, hingga dia tidak punya waktu untuk sekedar bersantai atau menelpon Alexander.


begitu juga Alexander, yang selalu bolak-balik Indonesia Singapura, untuk mengurus perusahaan nya yang ada di sana,rasa rindu tentunya selalu menyelimuti hari-hari mereka hanya saja mereka terlalu sibuk hingga satu bulan kemudian, saat ini Alexander, tengah berada di Mension, nya di Bandung.


Alexander, sedang berusaha mengirim pesan pada Alexia, untuk bersiap karena Alexander, akan langsung menikahi nya.


dengan persetujuan dari Andres, saat itu mereka sudah bicara, empat mata walau pun Deswita masih belum mengizinkan putri kesayangan nya itu untuk menikah, Jujur saja Deswita belum siap untuk melepaskan putri satu-satunya itu, tapi Andres , selalu meyakinkan istrinya itu.


Andres, yang tau putri nya sangat sibuk, saat ini dia pun diam-diam di bantu asisten nya, untuk mempersiapkan pesta, yang sangat megah.


sementara Alexander, akan datang dua hari sebelum pesta, untuk melakukan foto prewedding, sesuai keinginan Deswita, dia ingin putri nya itu menjalani, semua tata cara aturan pernikahan sebagai mana layaknya pesta pernikahan lain'nya, tidak seperti dirinya dahulu.


sementara itu,di sebuah tempat tepat nya di apartemen, milik Alexia, Tora datang, dengan rasa marah dan kecewanya, dia baru mendengar kabar bahwa Alexia, akan menikah secepatnya.


Tora, yang mengetahui kode, akses masuk apartemen milik Alexi,kini sudah tinggal di dalam sana menunggu sang empunya, pulang dari kantor.


tanpa, menelpon terlebih dahulu, dia tidak ingin Alexia, menjauhi nya, sebelum dia mengatakan sesuatu.


kini jam menunjukkan pukul tujuh malam,pintu pun terbuka, dari arah luar, Alexia langsung menghidupkan lampu yang tidak jauh dari samping pintu nya.


saat lampu itu di nyalakan, betapa terkejutnya Alexia , saat ini dia melihat seorang pria tengah menatap tajam kearah nya.


"Om... apa yang Om, lakukan di sini"ujar Alexia setengah kaget.


"HM... bahkan untuk berkunjung pun, aku sudah tidak di izinkan,malang sekali nasibku ini, wanita yang aku cintai, sudah tak perduli lagi pada ku, hanya karena dia akan menikah dengan pria lain"ujar Tora , yang masih menatap lekat wajah Alexia.


"jangan omong kosong, aku tidak pernah mengatakan itu, aku hanya kaget, tidak biasanya kamu datang Om, dan siapa yang akan menikah heuhhhhh, aku sedang sangat sibuk mengerjakan proyek pembangunan hotel di Bali"jawab Alexia , tegas.


"owh begitu kah??? heeuh... bahkan kau sudah sering menipuku tentang perasaan mu selama ini, kamu jelas-jelas mencintai ku tapi kenapa memilih pria lain untuk kau jadikan pelarian mu itu"ucap Tora, yang kini mendekat ke arah nya.


"terserah kamu mau bicara apa, aku cape"ujar Alexi,sambil pergi menuju kamar nya, namun Tora langsung mengejar nya.


"tinggal kan dia, sekarang juga atau aku akan melakukan hal yang tidak bisa kamu hindari"ujar Tora mengancam.


"sudah lah, Om siapa yang akan menikah, aku cape....!!!!"""teriak Alexi,sambil bercucuran air mata.


hati, nya terasa sakit kenapa Tora, harus terus mengingat kan, semua tentang perasaan nya, yang sudah sangat lama ingin Alexia, lupakan.


"kenapa???hiks..hiks kenapa harus mengingat kan aku, dengan rasa sakit itu"ucap Alexia yang kini bersandar di samping tangga,"aku sudah berusaha untuk melupakan itu semua, kenapa harus seperti ini"Alexia menundukkan kepalanya di atas lutut nya.


"kenapa, Alex apa aku tidak pernah berarti di hidup mu hingga kamu sangat ingin melupakan ku,ia begitu??"ujar Tora yang kini duduk di samping Alexia,sambil menyentuh kepala Alexia.


"Om, aku sudah berusaha melupakan,rasa sakit yang selama ini menggerogoti hati ku, aku mencintaimu tapi aku tidak mungkin memiliki mu,biar bagaimanapun, kita adalah keluarga, jadi sudah seharusnya aku melupakan itu hiks hiks hiks,,,, aku sudah menjauh dari kehidupan kalian semua, aku mohon bantu aku untuk melupakan semua nya"ujar Alexia yang kini masih menangis sesenggukan.


tiba-tiba, Alexander datang tanpa memencet bel sama sekali dia langsung menghampiri Alexia.


"sayang,ada apa ini?!"ucap Alexander yang kini berada di hadapan nya.


"sayang aku mohon bawa aku pergi"ucap Alexia yang begitu rapuh.


"baiklah sayang"Alexander bermaksud untuk membawa Alexi, namun tangan nya di cekal oleh Tora.


"kau ingin, pergi membawa, wanita yang jelas-jelas tidak mencintai mu heuhh,di mana harga diri mu??"ucap Tora.


"jangan mendengar kan dia sayang, kamu tau gimana aku bukan??"ucap Alexia.


"ya... aku tau semua nya sayang, jika pun yang di katakan dia benar aku akan tetap mencintai mu, dan akan terus berjuang untuk membuat kamu jatuh cinta pada ku"ujar Alexander, yang langsung membopong tubuh Alexia, yang sama sekali tidak bertenaga.


Alexander, membawanya ke mobilnya untuk pergi ke Bandung saat itu juga dia tidak perduli dengan tubuhnya yang sangat lelah saat ini dia memeluk erat tubuh wanita yang kini berada di samping nya, sementara sopir terus fokus ke depan jalan, Alexander mencium bibir Alexia, dengan penuh cinta, dan Alexia, bisa merasakan hal itu.


sementara itu, Tora, begitu kecewa saat ini dia tengah berada di club malam saat ini dia sedang sibuk minum, minuman keras, sampai tidak sadarkan diri, dan Torik, yang langsung membawa nya, pulang ke Mension keluarga nya saat ini.


Tora, yang tidak sadarkan diri dia meracau tidak jelas, saat ini memanggil Alexia, yang sudah pergi ke Bandung bersama dengan kekasih nya.


sementara itu, Sheila, hanya bisa menangis melihat putranya, yang begitu putus asa, dan istrinya yang memilih pergi, karena sudah tidak tahan lagi, dengan kelakuan Tora, yang selama ini, walaupun Tora, tidak pernah melakukan kekerasan fisik, tapi ia sudah tidak bisa hidup dengan laki-laki yang sama sekali tidak mencintai nya.


resepsi pernikahan pun di gelar setelah serangkaian,acara sebelum nya mulai dari prewedding dan ijab Kabul, saat ini pesta yang sangat megah,di gelar, Tora sempat hadir dan mengucapkan salam perpisahan, kepada Alexia saat itu, dan dengan membawa koper besar Tora, pergi menuju Bandara, dia akan pergi jauh untuk melupakan rasa sakit nya, saat ini dia pergi ke Kanada, dimana di sana adalah rumah bibinya, berada.


sementara itu,ada rasa sakit di hati Alexia, saat ini, dia benar-benar harus bisa melupakan semua nya.

__ADS_1


Alexander, langsung membawa pergi Alexi,ke Bandung sesuai, perjanjian, nya dengan Deswita, bahwa setelah mereka menikah, Alexia akan dapat kebebasan.


__ADS_2