Jodoh Sang Wanita Malam

Jodoh Sang Wanita Malam
#jatuh cinta itu Sulit#


__ADS_3

Alexander, bukan nya menikmati pesanan nya melainkan malah meninggalkan meja tersebut setelah meletakkan uang di atas meja tersebut.


"Benn,jemput dia dengan paksa setelah pulang bekerja"ucap Alexander.


"baik tuan"jawab Benn.


setelah pulang ke Mension, Alexander, langsung berjalan menuju kamar nya dia mbersihkan tubuh nya yang terasa lengket setelah beraktivitas, tidak lama dia sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathroob, dan langsung berganti pakaian, setelah itu dia masuk ke ruang kerja nya untuk melanjutkan pekerjaan nya saat ini, Alexander, terus fokus pada laptop nya tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, dan dia pun mendengar suara teriakan, dari luar,ya suara itu tidak asing lagi bagi nya, siapa lagi kalau bukan Alice.


"dasar pengecut beraninya dengan cara licik jika kamu benar-benar pria sejati kamu bisa datang sendiri ke tempat ku bukan dengan cara menculik ku seperti saat ini aku bisa saja melaporkan mu atas penculikan ini hey kau pria berengsek apa kau dengar aku"ucap Alice.


"sudah bicaranya??"ucap Alexander, yang kini berdiri di hadapan Alice dengan tatapan tajam.


"heuhhhhh, dasar pria sombong, aku tidak tahu kau diciptakan dari apa, tapi bagiku kau tidak lebih dari pria pengecut"ucap Alice.


"biarkan dia di sini kalian boleh keluar"ujar Alexander, terhadap para bodyguard nya itu.


"silahkan keluar kan semua rasa kesal mu sebelum kesempatan itu hilang"ucap Alexander lagi.


"hey tuan apa yang kamu inginkan, heuhhhhh, aku tidak pernah melakukan kesalahan pada mu"ucap Alice.


"heumm, kamu tidak sadar rupanya"ucap Alexander.


"apa... apa yang aku lakukan "ucap Alice.


"kau sudah mengacuhkan ku,siang tadi"ucap Alexander.


"aku tidak mengacuhkan siapapun, aku sedang bekerja, bukan kah kamu lihat itu, bahkan aku sudah profesional menghampiri mu, walaupun aku membenci mu, sampai saat ini"ucap Alice jujur.


"apa alasan kau membenciku, apa kurang permohonan maaf ku itu"ucap Alexander, yang kini menatap wajah Alice lekat.


"aku tidak bisa semudah itu untuk memaafkan mu, dan asal kamu tahu aku benci saat kau dengan mudah nya memecat pekerja mu, saat dia sedang sangat membutuhkan bantuan pekerjaan tersebut, tapi dengan mudah nya kamu melakukan itu"ucap Alice.


"aku minta maaf jika karena itu kamu tersakiti, aku sedang tak baik-baik saja saat itu, tapi aku sudah berusaha menebus kesalahanku, tidak kah kamu mau memaafkan ku"ucap Alexander,melunak biar bagaimanapun dia sangat bersalah saat itu.


"tidak semudah itu tuan kamu tidak akan pernah tau sakit nya kehilangan orang yang sangat berharga bagi ku"ujar Alice,sambil bercucuran air mata, dia langsung memalingkan wajahnya dari hadapan Alexander.


"Alice, aku sungguh sangat minta maaf, aku tidak tahu masalahmu saat itu"ucap Alexander.


"ahhh, sudah lah tuan aku tidak ingin membahas itu lagi, jika tidak ada yang ingin kau bicarakan lagi, aku permisi pulang dulu"ucap Alice.


"menikah lah dengan ku!!"ucap Alexander.


"hehehe, jangan bercanda tuan, apa kamu pikir semua itu mudah bahkan untuk jatuh cinta itu sungguh sangat sulit"ucap Alice.


"Alice, cinta bisa datang seiring berjalannya waktu, aku juga awal nya tidak pernah mengenal mu, dan bahkan aku sudah berlaku tidak baik pada mu, saat itu tapi saat ini aku begitu perduli dengan mu dan ingin melindungi mu,maka aku minta menikah lah dengan ku"ucap Alexander.


"maaf tuan tapi semua itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, kamu bisa katakan itu pada wanita lain, kapan pun,tapi maaf aku bukan orang nya"ucap Alice.


"heumm, kamu memang keras kepala tapi aku suka, dan aku akan membuktikan ucapan ku suatu hari nanti kamu akan jatuh cinta kepada ku"ucap Alexander,penuh percaya diri.


"terserah kamu saja tuan"ucap Alice,sambil berjalan pergi meninggalkan Alexander.


"Alice, aku sungguh-sungguh!!!""teriak Alexander.


sementara itu di Kanada, Tora, sudah kembali mendapatkan ingatan nya saat ini namun sayang saat ini meja, sudah hamil anak nya, entah kapan ia melepaskan pengaman yang selama ini dia pasang melalui operasi tersebut, agar ia tidak menghamili siapa pun kecuali cinta nya Alexia.


"aku akan pulang ke Indonesia saat ini juga"ucap Tora.


"Tora, sayang jangan nekat lihat istri mu sedang mengandung anak mu, dan jangan pernah sakiti dia"ucap Sheila.


"mommy, sampai kapan aku harus terus tersiksa seperti saat ini aku sangat mencintai Alexia.


"sadar mas, dia memiliki suami"ucap Meka .


"aku tidak perduli, sekalipun aku harus menghabisi nyawa suaminya"ucap Tora tegas.

__ADS_1


"ya, tuhan dosa apa yang telah aku lakukan hingga aku memiliki anak seperti dirimu,Tora , jika kamu benar-benar tidak perduli lagi dengan mommy,mu ini bunuh lah mommy, sebelum kamu pergi mommy, sudah tidak ingin lagi bertahan di keadaan seperti ini mommy, sudah cukup lelah menghadapi semua kelakuan mu ini"ucap Sheila, yang kini terjatuh di lantai, semua orang kaget termasuk Tora , sendiri dia langsung membawa mommy nya kerumah sakit.


setelah di periksa, Sheila, terkena stroke akibat, darah tinggi dan terlalu banyak tekanan hidup yang di jalani nya selama ini, dia bahkan sudah melepaskan hubungan persaudaraan dengan keponakan nya yang tak lain adalah ibu dari Alexia,yaitu Deswita, yang kini membencinya,demi memisahkan Tora, dan Alexia, Sheila, menghalalkan segala cara hingga kebencian itu tidak bisa di hindari nya lagi.


"mommy, maafkan aku semua karena aku, aku janji mommy, aku tidak akan pergi mencari nya, setelah ini aku janji cepat lah sembuh jangan tinggalkan Tora ,momm"ucap Tora menagis.


"kenapa?? kamu baru sadar mas setelah mommy, seperti saat ini, apa kurangnya aku selama ini, aku tau aku tidak bisa menggantikan posisi Alexia,di hati mu, tapi asal kau tahu cinta ku tulus hanya untuk mu, dan saat ini dia hadir di antara kita"ujar Meka.


"aku minta maaf Meka , aku memang salah tapi aku tidak bisa semudah itu untuk jatuh cinta terhadap orang lain selain dia, tapi aku akan mencoba untuk memperbaiki semua kesalahanku terhadap mu, dan anak kita"ucap Tora.


sementara itu di Indonesia, saat ini Alexia, tengah menemani kedua anak nya yang tengah asik bermain di taman belakang dengan berbagai macam jenis mainan nya, bahkan suaminya, Alexander, pun dengan setia menjaga keduanya, saat ini Alexander,sedang beristirahat setelah sakit selama satu Minggu ini, dan saat ini keadaan nya sudah sehat kembali.


"Daddy,mau itu"ucap putri kecilnya itu.


"boleh sayang tunggu ya Daddy, ambilkan"kata Alexander,sambil melangkah mengambil minuman kesukaan putri kecilnya itu.


"momm... aku juga mau"ujar anak laki-laki nya itu, saat itu juga Alexia, langsung mengambil nya bersamaan dengan sang suami.


"sayang kenapa tidak bilang saja biar aku yang ambilkan"ucap Alexander.


"tidak usah sayang kamu tau sendiri putra kita kaya gimana"ujar Alexia.


"ya, dia keras kepala seperti mommy nya"ucap Alexander,sambil tersenyum.


"heumm, tapi Daddy, nya lebih keras kepala lagi, sudah tau istrinya keras kepala, masih saja ngejar-ngejar wanita itu"ucap Alexia.


"heumm... sayang andaikan saja dia masih ada kita akan lebih heboh lagi mengurus mereka bertiga, entah kapan anak kita akan hadir lagi di sini"ucap Alexander, sambil mengelus perut istrinya itu.


Alexia, tiba-tiba menunduk dan menatap sendu pada Alexander,bayi yang dikandungnya selama sembilan bulan harus pergi, karena perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab.


ya, sepulang dari Singapura, Alexia, dinyatakan hamil, padahal saat itu putra dan putri nya baru berusia beberapa bulan, tapi Alexander, sangat bahagia, hingga betul-betul menjaga kehamilan istri nya itu tapi di usia sembilan bulan, Alexia, terpaksa harus melahirkan secara Caesar, dikarenakan anak nya meninggal dunia dalam kandungan, saat itu akibat obat yang seharusnya vitamin,ibu hamil di tukar dengan obat keras oleh seseorang yang tidak di kenal, dan Alexander, beserta istrinya harus menerima kenyataan pahit, pelakunya tertangkap tapi dalang dari semua itu tidak di ketahui sampai saat ini dikarenakan orang itu bubuh diri sebelum mengatakan semua nya.


🌹💖💖💖🌹


dua jam berlalu,kini Alexia masih terdiam dalam dekapan suaminya, luka atas kepergian putra bungsu nya itu masih sangat terasa saat ini setelah satu tahun kepergian nya.


"sayang, kamu harus kuat demi aku dan mereka, aku yakin dia akan menyambut kita di surga nanti"ucap Alexander.


"sayang, aku sudah berusaha untuk menguatkan hati ku,tapi aku tidak bisa aku terlalu mencintai nya, dia selalu merespon ucapan ku, saat dia masih ada di sini, aku tidak sanggup jika ingat itu,hiks hiks hiks"Alexia, yang tegar kini terlihat rapuh saat mengingat kepergian putra nya itu.


Alexander, mencium bibir Alexia, dengan lembut, dia berharap istrinya akan bisa terobati dengan perlakuan yang selalu ia berikan saat ini, mereka pun melanjutkan semua nya di dalam kamar.


setelah malam tiba Alexia, pun turun untuk mengisi perut nya yang terasa sangat laper saat ini setelah kegiatan nya bersama dengan sang suami tercinta.


"sayang kamu laper gak??, aku mau makan di bawah"kata Alexi.


"kita makan bersama sayang tunggu aku mau cuci muka dulu"jawab Alexander,sambil berlalu pergi ke kamar mandi.


"aku tunggu di bawah Sayang"ucap Alexia.


Alexia, saat ini begitu beruntung mendapatkan suami yang benar-benar mencintai nya sepenuh hati, dan bahkan Alexander, rela melakukan apa saja demi kebaikan istrinya itu.


tidak terasa lima tahun sudah mereka menikah dan kedua anak pertama nya itu sudah berusia empat tahun,itu berarti Alexia, sudah lama melupakan cinta pertama nya Tora, yang tidak lain kerabat dekat nya itu.


Alexia, adalah wanita yang sangat sulit di atur dan hanya Tora, lah yang bisa mengerti sifatnya, dari saat itu dia jatuh cinta dengan sosok orang yang seharusnya di panggil om, karena Tora, saudara sepupu Deswita, tapi rasa nyaman itu berubah menjadi cinta, sehingga dia harus bisa melupakan perasaan nya saat itu di karena kan Sheila, tidak pernah menyetujui itu dan dia selalu berusaha menjodohkan Tora, dengan orang lain, hingga akhirnya Alexia,menjauh dan Tora, sangat merasa kehilangan wanita cantik yang selalu mengadu pada nya, hingga keduanya menyadari perasaan cinta mereka saat itu, tapi Alexia, tidak ingin lagi bertahan dengan rasa yang sulit untuk dilupakan tersebut, hatinya, terlanjur sakit, saat Tora, memutuskan untuk menikah dengan wanita lain, walau pun di akhir cerita dia tetap mengejar Alexi.


"sayang, makan malam nya sudah siap??"tanya Alexander.


"sudah sayang,ayo makan setelah itu kita temui mereka"jawab Alexia.


"baiklah, sayang"jawab Alexander,sambil mengambil piring yang sudah di isi oleh istrinya itu.


mereka pun makan dengan lahap nya, setelah pergulatan panas di atas ranjang tersebut, yang cukup menguras tenaga, Alexia, sendiri dibuat kewalahan dengan perlakuan Alexander, yang sudah beberapa bulan puasa, mengingat istri nya yang sering murung akibat kesedihan itu.


"sayang boleh aku minta lagi setelah ini"ucap Alexander,sambil tersenyum.

__ADS_1


"boleh saja asal kamu kerja sendiri aku mau bobo"ucap Alexia,sambil tersenyum manis ke arah suaminya.


"heumm, tidak masalah lama-lama juga yang bobo tidak akan tahan dan akan kembali bekerja sama"ucap Alexander,sambil menyeringai.


"Daddy, tubuh ku, sudah terlalu lemah, jadi aku tidak sekuat dulu"ucap Alexia,protes.


"mommy, hanya butuh waktu , Daddy yakin suatu saat nanti energi itu akan kembali pulih"ucap Alexander,sambil mengusap puncak kepala istrinya itu memberikan semangat.


"semoga saja Daddy"ucap Alexia.


sementara perbincangan mereka dilanjutkan di tempat tidur, setelah melihat kedua buah hatinya yang sudah terlelap dalam mimpi nya, mereka kembali ke kamar nya dan mengobrol sebelum akhirnya, memutuskan untuk tidur.


pagi hari di Kanada, Tora, sudah membersihkan diri setelah semalam dia memenuhi kewajiban nya, pada istrinya itu memberikan nafkah batin yang sudah lama tidak ia berikan, selama dia menikah mungkin bisa dihitung dengan jari itupun hanya karena jebakan yang dilakukan oleh Meka, sang istri yang terpaksa ia nikahi


"sayang,jam berapa ??"ucap Meka yang baru membuka mata.


"jam tujuh pagi, putri tidur"ucap Tora,datar.


"maaf aku telat bangun, rasanya aku sangat lelah tapi aku bahagia, saat ini"ucap Meka .


"syukurlah, kalau begitu aku tidak ingin anak ku bersedih"ucap Tora,si pria dingin.


Meka, mengerti Tora, sudah mulai menerima nya, walaupun masih terasa kaku, saat ini tapi Meka yakin Tora, pasti akan seutuhnya menerima pernikahan itu.


satu bulan berlalu, saat ini adalah, penantian, Tora, setelah ibunya pulang dan dinyatakan sehat walaupun masih harus melakukan terapi pada tubuh nya yang kaku itu, saat bersamaan Tora, sedang menunggu istrinya yang kini tengah melahirkan secara Caesar, di depan ruang operasi.


Tora, langsung tersenyum ketika ia mendengar suara tangis bayi saat ini dia langsung berdiri ketika seorang suster membawa bayi tersebut menggunakan boks bayi khusus dari ruang operasi menuju ruang perawatan bayi untuk segera di bersihkan bahkan Tora langsung mengikuti nya dari belakang, saat itu juga seorang bayi perempuan, yang sangat cantik dan mirip sekali dengan dirinya, saat ini senyum Tora, tidak pernah pudar.


setelah selesai dibersihkan Tora, langsung mengumandangkan adzan di telinga bayi tersebut, dan setelah itu suster kembali menidurkan nya di dalam boks bayi dalam ruangan perawatan sebelum nantinya, akan di bawa keruang rawat inap bersama dengan ibunya.


Tora, pun kembali menghampiri ruang operasi, karena,Meka sudah keluar dan langsung di bawa ke ruang rawat inap VIP untuk perawatan setelah operasi sesar tersebut.


Tora, melihat istrinya, yang kini masih setengah sadar akibat obat bius, dia menggenggam tangan istrinya itu.


"Meka, terimakasih atas perjuangan nya, selama ini bayi kita sangat cantik dia begitu mirip dengan ku, mungkin karena kamu terlalu mencintai ku"ucap Tora sambil tersenyum.


"syukurlah kalau begitu, aku rasanya ngantuk ingin tidur, tapi aku ingin melihat putri ku sebelum itu"ucap Meka.


"sebentar lagi, dia akan segera di bawa kemari, kamu bisa tidur dulu, tapi apa?? kamu tidak laper"ucap Tora.


"aku tidak laper nanti saja, setelah aku melihat putri kita aku janji akan segera makan dan tidur"ucap Meka.


akhirnya,suster pun datang membawa putri mereka, bahkan saat itu juga suster membantu Meka, untuk menyusui bayi nya, tapi mereka terlihat malu untuk mengeluarkan ****** payudara nya karena Tora ada disana .


"mas bisa keluar dulu aku malu"ucap Meka.


"ya ampun sayang kamu malu aku itu,suamimu"ujar Tora,sambil tersenyum manis ke arah Meka, mendengar kata sayang dari Tora, yang baru terucap setelah dua tahun pernikahan, membuat Meka,membeku Tora, pun menyadari kata-kata nya itu lalu pergi keluar.


"mas mungkin,itu semua kamu ucapkan secara tidak sadar, tapi aku bahagia mendengar semua itu"gumam Meka.


"sayang kamu tau Daddy,mu begitu mencintai mu, mommy yakin suatu saat nanti kita akan lebih bahagia lagi"ucap Meka, yang kini tengah menyusui putri nya itu.


sementara itu Tora, yang mendengar perkataan Meka, dia hanya bisa diam, dia sadar selama ini mungkin diri nya terlalu menyakiti istrinya itu, hingga, Meka, berkata seperti itu.


ya... selama ini Tora, hidup dengan ketergantungan pada perasaannya yang sangat dalam pada Alexia, sehingga disaat dia amnesia dia hanya ingat dengan Alexia, tanpa memperdulikan perasaan istrinya itu, walaupun Meka, paham begitu besar cinta di antara mereka berdua, tapi Meka, hanya berusaha mempertahankan apa yang jadi milik nya.


satu Minggu setelah di perbolehkan pulang, saat ini Meka, sudah mulai beraktivitas, mengurus bayi nya, dibantu oleh suaminya Tora, yang sangat cekatan bagaimana pun Tora, adalah seorang dokter, yang memiliki keahlian dalam bidang pengobatan atau pun merawat pasien, bahkan dia sendiri yang merawat Meka, pasca operasi tersebut.


"terimakasih mas, aku sangat bahagia, saat ini karena kamu sudah bisa menerima kehadiran ku di sisimu"ucap Meka.


Tora, hanya tersenyum,kecil lalu pergi, setelah menidurkan bayi nya itu.


iya, kembali melihat mommy, nya yang kini tengah membaringkan tubuhnya di bantu oleh perawat yang setia menemani nya, melakukan terapi di rumah.


"momm... apa obat nya sudah di minum??"ucap Tora.

__ADS_1


"sudah sayang, bagaimana kabar c kecil mommy, ingin sekali segera bisa menggendong nya"ucap Sheila, yang masih terbata-bata.


"besok, Tora,bawa kemari saat ini dia sudah tidur"jawab Tora,sambil mengecup puncak kepala mommy nya itu.


__ADS_2