Jodoh Sang Wanita Malam

Jodoh Sang Wanita Malam
Duka setelah bahagia


__ADS_3

Drama malam pertama pun telah usai Daniel kini membawa pulang Medina,ke sebuah Mension, yang sangat megah, dia juga sudah mempersiapkan semua nya termasuk, kebutuhan Medina, dari hal terbesar hingga hal terkecil nya,kini Medina dan Daniel sedang menyambut sahabat Medina yang juga sudah seperti saudara mereka sendiri termasuk Andres anak angkat nya dari sahabat nya meysha.


saat ini mereka sedang berkunjung ke Mension,baru milik Medina hadiah pernikahan dari Daniel,sang suami yang sangat ia cintai sejak dulu, mereka begitu mesra, sepanjang hari selama mereka bersama, saat mereka semua berbincang-bincang Ratu Cleo tiba-tiba datang ke situ, dia sangat murka saat ini pasalnya dia mengetahui, Daniel bekerja sama dengan musuh bebuyutan, nya yang selama ini menjadi mimpi buruk nya, ya itu suami dari Shelomita, adalah keturunan ketiga dari generasi mafia, Black Dragon, yang dulu pernah menjadikan nya sebagai budak nafsu nya, Cleo, tidak bisa di tenangkan api kemarahan nya sangat berkobar dan siapa pun, tidak akan bisa menahan nya kecuali Medina,sang iblis yang bersemayam dalam jiwa aurelia.


"Medina,,,,, sudah berapa kali aku memperingatkan,mu jauhi laki-laki itu dan jangan pernah menjadi kan nya sebagai suami mu karena sampai kapan pun dia takkan pernah bisa,menjadi pasangan mu, mungkin dulu aku melarang mu karena, dia akan menjadi kelemahan mu, tapi asal kau tahu sekarang ini dia adalah ancaman bagi kita semua, dia bukan lagi laki-laki, yang seperti dulu dia sudah bergabung dengan musuh kita dan sudah menjadi komplotan, mereka, apa kau tahu itu dimana otak mu"


ucap Cleo panjang lebar, tidak ada satu pun yang berani memotong ucapan nya,kini asisten nya sudah menodongkan pistol ke arah Daniel.


"Stop, momm... jika kau ingin membunuh bunuh lah musuh mu dia adalah hidup ku dia, tidak tahu apa-apa!"


ucap Medina menghalangi, senjata api yang kini,tengah menekan suaminya.


"Kau tahu semua yang berani bersekutu dengan, mereka, maka semua nya akan menjadi musuh kita"


ucap Cleo.


"momm aku mohon tolong redam dulu emosi mu, saat ini biar aku bertanya pada nya jika itu benar maka aku akan pergi menjauh dari nya"


Medina menatap wajah suaminya saat itu juga meminta penjelasan.


"Aku akan bicara dengan mu tapi hanya berdua"


ucap Daniel, sambil memegang erat tangan Medina, menuju kamar mereka.


"KA jawab aku apa benar semua yang di katakan oleh yang mulia Ratu Cleo itu, jawab ka"?" tanya Medina.


"semuanya benar sayang, tapi semua itu aku lakukan, untuk bisa melindungi mu dari musuh-musuh yang mengancam, karena untuk hidup normal itu sulit untuk kau wujud kan jadi, aku yang turun ke dunia mu saat ini"


jawab, Daniel.


"kau benar-benar tega ka, apa kau tau setelah ini konsekwensinya akan seperti apa, heeuh, tidak kah kau pikir dengan tidak sengaja kau sendiri telah menjadi musuh ku, apa kau tahu aku kehilangan sahabat terbaikku, karena, mereka, meysha di habisi di depan mata ku, dengan begitu sadis nya, maka maafkan aku jika saat ini aku juga harus meninggalkan mu,dan hubungan kita akan berakhir saat ini juga"


ucap Medina, sambil berurai air mata ia melangkah pergi,namun belum sampai,di depan pintu Daniel, berlari dan memeluk istrinya itu.


"Sayang, aku tak bermaksud untuk menghianatimu, aku mohon jangan pergi, please, aku tidak mau kehilangan mu, atau lebih baik aku mati saja"


ucap Daniel sambil menodongkan pistol di kepala nya saat ini.


"kamu tahu ka, aku menerima pengobatan ku sebagai ratu karena aku ingin hidup bersama dengan mu, agar aku bisa melindungi mu, tapi apa yang aku dapat, bahkan sekarang kamu sudah menjadi musuh ku.hiks,,hiks,,, kenapa kau tidak membunuh ku saja KA"


ucap Medina, yang kini mengambil pistol milik Daniel, iya membuang jauh benda itu.


Medina pergi bersama ratu Cleo, dan juga, Sheila,di ikuti oleh Andrea dan Andres, dunia mereka seakan hancur, Medina melangkah, gontai di iringi oleh Cleo dan Sheila, yang kini menggandeng nya.


"mommy, mommy mau kemana setelah ini,Andres dan Daddy boleh ikut tidak"


mendengar perkataan, dari Andres, semua orang menghentikan langkahnya.


"mommy belum tahu sayang tapi yang pasti sebaiknya kamu ikut dengan mommy Sheila, dia akan menjagamu, sementara mommy pergi dari negara,ini"


ucap Medina, yang kini tengah memasuki mobilnya, sementara itu Daniel, hanya bisa menyesali, keputusan nya, saat ini, dia hanya berteriak memanggil istrinya karena badan nya di kunci oleh,para pengawal, dari Medina.


"Medina, sayang, jangan pergi aku tau aku salah tapi aku mohon kita harus bicara, dan semua nya bisa di perbaiki, aku tidak mau hidup lagi tanpamu, please aku mohon, jangan pergi,hiks,,, hiks,, hiks,sayang aku mohon jangan pernah pergi lagi dari ku,aku mohon"


sementara itu Sheila,sang adik hanya bisa berurai air mata melihat sang kakak, tidak berdaya, cintanya, yang dia pendam sedari dulu kini iya harus rela melepaskan nya dengan terpaksa, sementara Medina berlalu pergi dengan Cleo.

__ADS_1


"Sheila, aku mohon tolong buat dia kembali kepada ku aku mohon, apa pun akan aku lakukan untuk nya, asal dia kembali"


ucap Daniel yang putus asa.


"kau yakin bisa melakukan apa pun itu, termasuk membunuh suami dari Shelomita adik,mu apa kamu sudah berpikir sebelum melakukan itu semua, kamu pikir Medina bisa memaafkan, orang yang telah membunuh saudaranya, dengan keji di hadapan nya, sendiri.


asal kau tahu meysha adalah kakak kandung dari Medina, yang sengaja mengorbankan, diri saat mereka terjepit dalam misi, tersebut dengan, teganya dia menyayat leher meysha di hadapan kami semua"


Sheila, berurai air mata, iya melangkah pergi,menuju mobil sambil menggendong, Andres, yang kini dalam pengawasan nya.


sementara itu Medina, langsung terbang kenegara Rusia, untuk membasmi semua komplotan musuh yang, telah lama menjadi target nya, sementara Daniel, harus ikhlas, kehilangan, sosok wanita yang memenuhi hati dan pikiran nya saat ini.


watu Daniel,di habiskan dengan, bekerja dan bekerja, sampai suatu hari iya sakit parah, Medina kini, hanya bisa melihat suaminya dari informasi, yang ia dapatkan tak jarang ia harus berurai air mata, karena menahan sakit akibat perpisahan, itu.tiga tahun berlalu, saat ini semua misi Medina, sudah hampir selesai, Medina,kini sedang berada di sebuah pulau terindah yang ada di Indonesia, bersama seorang gadis kecil, yang berwajah indo, perpaduan, dirinya bersama Daniel.


🌹💖💖💖🌹


"Deswita, mommy, sebentar lagi ada pekerjaan di daerah sini apa kamu mau ikut mommy, atau, kamu mau bersama dengan Oma,di sini.


tanya, Medina, yang kini sedang, mengikat rambut pirang milik gadis kecil itu.


"Aku ikut mommy, saja, tidak mau bersama Oma,bosan hanya terus, terusan berlatih melukis aku bosan"


ucap Deswita, yang kini memanyunkan, bibir nya protes, pada sang ibu.


"owh,, jadi kamu merasa bosan dengan Oma mu ini sayang"


ucap Cleo, yang masih terlihat segar dan cantik di usia nya kini.


Dua hari berlalu, Medina, mengadakan mithing di sebuah restoran, dengan klien,asing yang sama sekali tidak di ketahui namanya yang jelas saat ini ia tidak sadar hal ini pernah terjadi pada nya saat kembali bertemu dengan suami nya dulu, Medina, yang membawa, Deswita bersama dengan nya kini ia, tengah,di sibukkan dengan pertanyaan si kecil yang selalu bertanya kapan ia bertemu dengan,saudara, laki-laki, nya yang tak lain adalah Andres yang saat ini tengah berada tidak jauh dari situ, saat Medina menunduk,ke arah bawah, untuk mengambil, bolpoin, yang jatuh, tiba-tiba dia melihat seseorang yang, tengah berdiri di hadapan nya.


"mommy,ada Daddy,di sini" ucap, Deswita, yang kini tengah berlari dan memeluk kaki Daniel.


ucapan nya terhenti saat Medina mendongak ke arah, Daniel.


"Sayang,,,,ini beneran kamu, dan siapa gadis kecil yang cantik ini?"


Daniel langsung mensejajarkan diri nya dengan gadis kecil yang baru berusia dua tahun lebih itu.


"Daddy, kamu tidak mengenal ku, sementara aku selalu melihat foto mu sebelum tidur,hiks,, hiks,, hiks"


Deswita menangis karena sang ayah tidak mengenal nya, sementara itu Medina hanya terdiam mematung melihat, Daniel yang kini ada di hadapannya, dan iya pernah janji untuk mempertemukan dia dengan Daddy nya.


"Deswita, dia tidak akan mengenalimu karena dia tidak pernah tahu diri mu sayang, jadi kemari lah, kamu hanya memiliki mommy"


mendengar ucapan Medina, hati Daniel, seperti di tusuk ribuan jarum.


"sayang ku, maaf kan Daddy, Daddy benar-benar tidak tahu bahwa kamu ada, karena mommy mu yang sudah kejam meninggalkan Daddy, sayang"


ucap Daniel, yang kini tengah memeluk dan mencium pipi dan seluruh wajah, Deswita, sambil berurai air mata"


"Sayang, aku mau bicara saat ini juga, aku tidak akan membahas pekerjaan, terlebih dahulu, tapi aku hanya ingin bahas tentang kita, semua nya"


ucap Daniel yang kini duduk sambil memangku, putri nya, dan sesekali mencium puncak kepala nya penuh dengan rasa sayang, dengan sentuhan lembut, dari nya.


"tidak ada kata kita, lagi yang harus kita bahas saat ini adalah, tentang kerjasama kita yang akan segera di batalkan"

__ADS_1


ucap Medina tegas.


"sayang, aku mohon, jangan keras kepala, sampai kapan pun aku akan tetap menjadi suami mu dan tidak akan pernah menceraikan mu sayang ku, kembali lah ke sisi ku, aku sudah tidak berhubungan lagi dengan mereka bahkan mereka sudah tidak ada semenjak tingga tahun yang lalu, dan aku yakin kau tahu semua nya itu"


ucap Daniel, yang kini memegang tangan Medina, dan mencium nya.


"KA sudah berapa kali aku katakan kita tidak akan bisa berjalan bersama, dan hanya akan, hidup, masing-masing,di kehidupan kita sampai kapan pun."


jawab Medina lirih, seberapa besar pun Medina melupakan, suami nya kini tetap tidak bisa menolak perasaan cintanya terhadap Daniel.dia selalu luluh.


"Deswita, sudah saatnya kita kembali pulang ke hotel, Oma pasti sudah menunggu kita saat ini"


ajak Medina terhadap, Deswita Sang putri semata wayangnya.


"Deswita, nama yang cantik Deswita tahu inisial nama mu berasal dari huruf D yang berarti Daniel, dan Deswita, kamu itu adalah Putri Daddy yang paling cantik, jadi Deswita dan mommy harus tinggal dengan Daddy dengan normal,di Mension kita sayang"


ucap Daniel.


"tentu saja Daddy Deswita mau"


ucap Deswita.


"KA , aku mohon jangan pernah persulit, semua ini lagi aku sudah lelah jika harus terus berdebat dengan mu, aku akan bawa Deswita kembali saat ini juga, Deswita, sekarang, Deswita, sudah bertemu Daddy, bukan sekarang, kamu harus tepati janji mu terhadap mommy, kamu harus nurut dan jadi anak yang baik, sekarang,ayo kita pulang sayang Oma pasti menunggu mu" ucap Medina dengan lembut.


"Deswita sayang kamu tunggu dulu dengan aunty Sheila, Ok, Daddy, akan bicara dengan mommy"


ucap, Daniel, yang langsung di iya kan oleh Deswita.


"Aunty, Sheila, seperti mommy Sheila ya,,,kan mommy"


ucap Deswita.


"itu benar sayang,ayo kita pulang"


tidak sayang, kamu ikut aunty dulu"


potong Daniel, yang langsung menarik, Medina kesebuah mobil meninggalkan, anak nya dan juga, meninggalkan barang-barang miliknya.


"KA lepas, aku harus segera pulang"


ucap Medina yang berusaha melepaskan cengkraman tangan Daniel.


"Aku tidak akan mengijinkan kamu pergi lagi, mulai saat ini dan selamanya, bahkan jika nyawaku taruhan nya"


ucap Daniel.


"KA kamu jangan egois, masih ada Deswita yang harus kita jaga"ucap Medina, namun Daniel tidak menghiraukan nya yang pastinya saat ini ia ingin bersama istri nya, rindu itu sudah tiga tahun berlalu. iya sangat kesepian, Daniel menelpon seseorang, yang kini membawa, Deswita pulang ke Mension nya yang kini di jaga ketat oleh para bodyguard, nya itu, sementara Daniel membawa Medina ke sebuah hotel, yang sangat mewah, hotel berbintang,milik nya kini ia sedang mengambil kunci kamar di resepsionis, dan langsung bergegas menggandeng Medina masuk ke dalam kamar hotel.


"Sayang mandi lah dulu, saat ini anak kita an di Mension kita" ucap Daniel.


"Aku tidak akan mandi.lagian untuk apa aku mandi?"


ucap Medina.


"hmmm baiklah"cup,,,satu kecupan mendarat mulus di bibir..

__ADS_1


"eummm,,, eummm,, sayang, lepas, KA, kamu ini apa-apa an sih "ucap .


"kau mau tahu aku kenapa, apa aku salah heeuh, mencium bibir istri ku yang cantik ini,eummm, ahhh eummm,"Daniel lagi-lagi mencumbui bibir Medina, tapi Medina malah menangis,kini ia terduduk lemas di, lantai samping ranjang tersebut, Medina menangis, betapa susah payah, iya berjuang mempertahankan,janin yang tumbuh selama sebulan bulan di perutnya, tanpa belaian atau kasih sayang, dari, Daniel saat itu bahkan di tengah kehamilan nya dia masih harus menuntaskan misi hingga Deswita terlahir prematur,dan saat itu Deswita harus berjuang sendiri, dengan keras di rumah sakit tempat ia di lahirkan Medina,kini menangis di pelukan Daniel.


__ADS_2