
"sayang, aku mau pulang saja, tidak mau lama-lama di sini"ujar Alexi, yang tengah duduk,di kursi tepat di sebuah pusat perbelanjaan.
"sayang kamu itu belum juga belanja,masa sudah ingin kembali saat ini"ujar Alexander, yang bingung dengan sikap istrinya itu.
"aku hanya ingin istirahat rasanya sangat lelah"ujar Alexia.
"ya baik lah sayang ku"ujar Alexander.
mereka pun langsung bergegas menuju parkiran saat ini Alexander, merangkul pinggang nya dengan sangat posesif.
"yank, aku kangen si kecil"ujar Alexia.
"ya, sudah besok kita pulang saja "ujar Alexander.
"apa pekerjaan mu sudah selesai"ucap Alexia.
"belum,sih tapi masih bisa di atasi dari Indonesia, jadi tidak perlu khawatir"ujar Alexander,sambil mencium puncak kepala istrinya itu, sesampainya di mobil, Alexander, langsung me
buka kan pintu untuk istrinya itu.
Alexander, pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, saat ini sambil sesekali melirik ke arah istrinya, yang terlihat tidak bersemangat, entah kenapa.
"sayang,ada apa ??heumm"ucap Alexander.
"tidak ada, aku juga ngerasa aneh, rasanya seperti tidak punya tenaga, sejak pagi ini"jawab Alexia.
"sayang, aku mau pulang ke Bandung, setelah dari sini aku rindu rumah"ujar Alexia, lagi.
"tentu saja, apa pun itu, aku akan lakukan untuk mu honey"ujar Alexander, yang kini tersenyum manis ke arah Alexia.
ke esokan hari nya Alexander, pun sudah bersiap untuk segera kembali ke Indonesia, dia segera membereskan pekerjaan nya, saat itu juga, dia tidak ingin membuat istrinya sedih.
setelah selesai, dia langsung pulang dan di dapati istrinya,kini tengah bersiap untuk berangkat, dan Alexander, hanya tersenyum.
"sayang, kamu sudah pulang ??"tanya Alexia,sambil memeluk erat Alexander.
"tentu, sayang kita kan akan kembali saat ini juga"ujar Alexander,sambil mengecup lembut bibir Alexia.
"Apa, sudah tidak ada lagi yang ketinggalan"ujar Alexander.
"kita tidak akan membawa barang apapun,di sini rumah kita juga,di sana pun sama"ujar Alexia, dan Alexander pun tersenyum sambil mengangguk.
tidak,ada malam panas, atau pun yang lainnya, karena, Alexia , masih melewati masa nifas, yang akan berakhir,dua hari lagi, tadinya, Alexander, ingin berbulan madu, tapi dia tidak ingin membuat istrinya, kecewa, saat ini.
sementara itu di Indonesia, Tora, sudah dinyatakan sehat, hanya tinggal memulihkan, ingatan nya, dan meka, pun membantu nya bersiap, Tora, selalu menatap nya bingung, dia bertanya siapa perempuan yang selalu menjaga nya, bersama dengan ibunya itu.
"boleh, aku tau, siapa kamu??"ujar Tora.
"aku, adalah istri mu, tapi kamu hanya menginat keponakan mu itu Alexia, adalah sahabat ku"ujar Meka.
Tora, menggeleng, dia tidak bisa menerima kenyataan saat ini,kalau dia sudah menikah, karena, yang dia ingat, Alexia lah yang selama ini menjadi istrinya itu.
"aku ingin cepat sampai rumah, dan ingin segera istirahat"ujar Tora.
sementara itu Meka, menghela nafas berat, ingin rasanya ia berteriak pada Tora, dan memukul kepala nya agar secepatnya ingat masalau nya saat ini, tapi dia tidak bisa melakukan hal itu.
"baiklah, aku juga sudah sangat lelah"ujar Meka.
sesampainya di Mension milik Tommy, Tora, pun langsung masuk menuju kamar nya, dia masih mengingat siapa keluarga dan rumah nya, tapi tentang pernikahan dia hanya ingat bahwa hanya Alexia,lah istrinya itu.
setelah membersihkan diri, Tora, pun langsung bergegas menuju wal-k in closed, untuk berpakaian, tapi saat ini dia memakai piyama tidur nya, dan langsung bergegas menuju ranjang empuk nya, dia bahkan mengambil ponsel nya, dan mencari kontak, yang bertuliskan love...
Tora, langsung menghubungi Alexi, tapi sayang dia sedang tidak aktif saat ini karena memang tengah berada di pesawat.
"sayang kamu di mana??" ucap Tora, yang kini tengah gelisah memikirkan Alexia, yang jelas-jelas sudah jadi istri orang.
Tora, pun turun dan langsung bergegas pergi menuju lantai bawah untuk menemui ibunya.
"mommy, aku sudah menghubungi Alexia, tapi kenapa tidak di angkat,aku khawatir, aku akan segera menyusul nya, kenapa istri ku itu , seperti menghilang"ujar Tora, sementara Torik, hanya menghela nafas.
"istri mu itu ada dua, kenapa, harus Alexia terus yang di cari, istri mu yang di hadapan mu, juga tidak kalah menarik"ucap Torik, yang sebenarnya tidak tega membohongi Kakak, nya yang sedang dalam masa penyembuhan.
__ADS_1
"aku hanya ingin Alexia,titik"ujar Tora,sambil berjalan menuju pintu keluar,namun di hadang Tommy,sang Ayah, tidak ingin putra nya kenapa-kenapa saat ini.
"Nak,tadi Daddy, sudah bicara dengan Alexia, dia bilang dia akan segera kembali, setelah urusan nya selesai, jadi kamu istirahat saja dulu Ok"ujar Tommy.
"baiklah, Daddy, tapi kalau Alexia, kembali tolong suruh dia kekamar ku langsung"ucap Tora.
"iya sayang"jawab Tommy.
setelah kepergian Tora,ke kamar nya, mereka menghela nafas berat, rasanya sudah tidak sanggup lagi menghadapi putra nya yang sangat terobsesi dengan Alexia.
Tommy, pun mengelus puncak kepala menantunya itu dengan sayang.
"bersabarlah sayang, sampai Tora, kembali mendapatkan ingatan nya, Daddy, akan terus berusaha yang terbaik untuk kalian"ujar Tommy.
Meka, pun hanya tersenyum pahit, andaikan saja dia menolak perjodohan itu, saat itu mungkin tidak akan seperti ini, tapi nasi sudah menjadi bubur, menyesal pun takkan ada artinya.
"momm... aku mau istirahat dulu"ujar Meka.
"iya sayang, istirahat lah yang cukup, kamu butuh tenaga untuk hari esok"ujar Sheila.
sementara itu Torik, dan istri Ema,kini tengah berada di balkon, kamarnya, Torik, tengah melamun saat ini, dia bahkan menitikkan air mata, kakak'nya, yang selama ini selalu ceria dan penuh semangat,kini telah hancur akibat, cinta, bertepuk sebelah tangan, tapi yang sebenarnya terjadi adalah mereka saling mencintai, hanya saja, saat itu, mereka berpisah akibat ke egoisan ibunya, dan saat ini pun masih seperti itu, ibunya terlu mengekang Tora.
"sayang, jangan bersedih, mungkin suatu hari nanti kak, Tora akan baik-baik saja"ujar Ema, pada Torik.
"aku harap juga begitu, andaikan saja, mommy, tidak memaksa nya untuk kembali dan menerima perjodohan itu, mungkin saat ini dia tidak akan seperti ini"ujar Torik,sambil memeluk erat Ema, dia begitu terpuruk saat ini dia ingin istrinya yang kini bersama dengan nya bisa membuat dia tenang.
Alexia, dan Alexander, pun kini sudah tiba di Mension, setelah sampai di Indonesia, mereka langsung di jemput, tapi Deswita, langsung menyarankan mereka untuk langsung pulang ke Bandung, karena ada sesuatu yang akan terjadi bila kepulangan putri nya itu .
Ya, Deswita, kemarin di temui oleh orang tua Torik, yang tidak lain adalah Tante dan paman nya itu,agar mengizinkan Alexia, untuk berpura-pura, menjadi istri Tora,demi kesembuhan Tora.
Deswita, tentu saja keberatan untuk hal itu,biar bagaimanapun, dia tidak ingin membuat rumah tangga putrinya terganggu.
🌹💖💖💖🌹
Tora, adalah pria tampan, dan gagah, dia adalah seorang yang baru saja lulus dari kuliah kedokteran, nya gelar sarjana, S2, saat itu dia baru kembali dari Jerman, dan langsung bekerja di rumah sakit milik sang Ayah, dia begitu hebat, dalam menangani pasien-pasien nya, saat itu, tapi ada satu hal yang selalu membuat dia bersemangat, untuk bekerja adalah, Alexia, keponakan nya, yang sering minta di telaktir, untuk shoping atau pun makan, walaupun dia sendiri memiliki uang yang banyak dari Kakak nya, hidup nya tidak pernah kekurangan, hanya kurang perhatian saja karena ayah', dan ibunya terlalu sibuk mengurus perusahaan mereka saat itu.
Alexia, yang baru menginjak remaja, pun harus bisa menerima kenyataan bahwa dia adalah anak seorang pengusaha yang super sibuk, walaupun di antara kedua orang tua nya ada Daddy, nya yang selalu memanjakan nya, berbeda dengan sang ibu, dia mendidik putri nya itu dengan sangat keras hanya boleh berlatih bela diri, dan itu sudah di jalaninya semenjak masih kecil, hingga jiwa' ABG, nya memberontak.
dan di sini lah, Alexia, jika sedang merajuk, dia selalu datang ke apartemen milik Tora,tentu saja untuk menginap di sana, Tora, yang sangat sibuk bekerja, bahkan sering tidak mengetahui bahwa Alexia, menginap di apartemen, milik nya, sudah satu Minggu, lebih, dan Deswita, tidak pernah mencari nya, karena Alexia, pergi tidak lepas dari pengawasan, hingga malam kedelapan, Tora,baru tersadar,kamar yang sering di tempati, Alexia pun lampunya menyala, dia pun masuk untuk melihat nya.
"sayang, kamu di sini kapan datang heummm"ujar Tora,sambil menatap wajah Alexi, yang sedikit pucat, dia pun langsung mengecek suhu tubuh Alexia.
"ya ampun kamu demam Alex"ujar Tora,kaget karena demam Alexia tinggi.
"Daddy, aku merindukan mu"gumam Alexia, yang masih belum sadar.
"sayang kamu rindu Daddy,mu baik'lah setelah kamu sembuh aku akan mengantarmu pulang"ujar Tora, yang langsung mengompres kening, Alexia, dan memberinya obat,pereda demam, juga susu hangat , setelah itu Tora, membantunya kembali, untuk rebahan.
"ada, apa dengan mu sayang, tidak biasa nya kamu seperti ini, apa kamu tadi hujan-hujanan"Gumam, Tora.
ke esokan pagi nya Tora, kembali mengecek kondisi Alexia, dia sudah menggunakan pakaian rapi, untuk pergi bekerja, setelah membuat kan Alexia, bubur, dan susu hangat, tapi saat melihat Alexia, tengah bersandar di kepala ranjang, dia langsung mendekat dan mengecek suhu tubuh nya, ternyata demam nya sudah reda.
"Alex, kamu sudah tidak demam lagi, saat ini syukurlah, kalau begitu, Om, bisa langsung pergi bekerja, Oya,bubur sudah aku buat. dan ada di meja makan, berikut susu, aku pergi bekerja dulu"ujar Tora, sambil mengecup puncak kepala, Alexia.
"Om, bisakah, orang dewasa, berhenti bekerja sekali saja untuk menemani aku, aku sangat lelah harus terus bersabar"ujar Alexia, yang kesepian.
"sayang, kalau aku berhenti bekerja,lalu dari mana uang untuk membelikan kebutuhan mu"ujar Tora,sambil tersenyum.
"aku tidak butuh semua itu, aku hanya butuh perhatian, saja dari kalian, aku ini, seperti anak gelandangan, bahkan di saat aku datang kesini pun satu Minggu yang lalu, mereka bahkan tidak pernah perduli, entah lah jika aku sudah mati"ujar Alexia,sambil berurai air mata.
"sudah sayang jangan menangis lupakan kepedihan, aku tidak ingin melihat mu seperti ini"ujar Tora.
"aku hanya minta,di temani sekali ini saja"ucap Alexia, yang hendak berdiri dan berjalan menuju pintu keluar kamar.
"Alex,kamu mau kemana heumm, kamu baru saja baikan"ujar Tora.
"aku akan pergi kerumah teman ku saja, setidaknya,di sana aku, tidak akan kesepian lagi"ujar Alexia lagi.
"jangan lakukan itu, tetap di sini, aku tidak akan akan pergi bekerja hari ini"ujar Tora,sambil membawa, Alexia kembali duduk.
"Tunggu, sebentar aku akan mengambil bubur dan susu untuk mu dulu ujar Tora,sambil langsung pergi ke luar kamar, dan Alexia menunggu nya.
__ADS_1
Tora, pun kembali dengan membawa nampan berisi bubur dan susu hangat untuk Alexia, dia bahkan menyuapi Alexia makan, dengan sangat telaten.
setelah itu dia langsung memberikan susu dan vitamin untuk gadis manja itu.
"ayo cerita kenapa, kamu tidak menghubungi Om, jika kamu berada di sini"ujar, Tora.
"mau menghubungi,pake apa semua pasilitas ku di cabut saat itu juga, dan tidak ada yang tersisa aku kesini jalan kaki, dan beruntung ketemu temen di jalan aku minta di antar kemari"ujar Alexia, sedikit sedih.
"apa yang menyebabkan mommy ,mu marah heeuh"ujar Tora.
"aku hanya bolos sekolah dan main di club omah"jawab Alexi jujur.
"owh ya ampun sayang, kamu bilang itu hanya, pasti ada yang lebih fatal lagi"ujar Tora.
"aku di skorsing, dari sekolah"ujar Alexia lagi.
Tora , geleng-geleng kepala, dia tidak menyangka keponakan nya itu, bisa melakukan itu, karena protes pada orang tua nya, Tora, pun langsung duduk di hadapan Alexia.
"sudah berapa lama Tinggal di sini"ujar Tora.
"aku tadi kan bilang,satu Minggu, Om, saja yang tidak sadar, dengan keberadaan ku, seperti kedua orang tua ku,itu coba cek keadaan kulkas Om, aku bahkan menghabiskan itu semua, sendiri, dan hari ini aku tidak makan apapun"ujar Alexia jujur.
"owh ya ampun Alex, bagaimana kalau kamu kenapa-napa untung saja, tadi aku melihat,lampu kamar mu menyala"ujar Tora, sedikit dongkol, dia hanya takut Alexia, sakit.
"suruh siapa tidak perduli"ujar Alexia, memonyongkan bibirnya, saat ini Tora, langsung mengecup bibir keponakan nya itu, yang sudah sering dia lakukan, sejak Alexia,kecil.
"Om, jangan cium sembarangan, aku sudah sangat dewasa"ujar Alexia, dan itu membuat Tora, tertawa geli, mendengar pengakuan Alexia.
"owh, begitu ya, terus kenapa orang dewasa bisa merajuk dan minggat, dari rumah"ujar Tora menggoda,sambil kembali mengecup pipi Alexia.
"aku tidak mau jawab itu urusan orang dewasa"ujar nya lagi dan lagi mengatakan bahwa dirinya sudah dewasa, Tora pun membawa gadis itu kedalam pelukannya.
"sekarang orang dewasa harus segera mandi setelah itu kita pulang ke Mension orang dewasa"ucap Tora, membujuk.
"tidak mau, aku bahkan akan tinggal sampai tua bersama dengan Om"ucap Alexia.
"owh baiklah-baiklah, kita menikah saja"ujar Tora, sambil tersenyum manis ke arah Alexia.
"tidak mau aku masih sangat kecil"ujar nya sambil berlari menuju kamar mandi.
Tora, semakin tergelak baginya Alexia, adalah seseorang yang selalu bisa membuat suasana hati nya membaik,di keadaan sulit sekali pun.
"tadi, katanya sudah dewasa, orang dewasa itu sudah seharusnya cepat menikah"ucap Tora, setengah berteriak.
"Om, sendiri kenapa tidak menikah,kan sudah dewasa"ujar Alexia, dari kamar mandi.
"aku menunggumu"ujar Tora,sambil berlalu pergi, sementara itu Alexia, salah paham, Tora, bilang menunggu nya itu dengan maksud untuk mengantar nya pulang, tapi Alexia , mengira Tora, tengah menunggu nya tumbuh dewasa, dan akan menikah dengan nya,dari saat itu lah Alexia,jatuh cinta pada Tora.
"Alexi, sudah berpakaian rapi saat ini dia menggunakan T-shirt, dan celana jins, dan memoles mekup tipis, setelah di pastikan rapi dia pun keluar di lihat nya Tora, tengah duduk di sofa ruang TV,sambil memainkan ponselnya.
"sudah siap,ayo berangkat"ujar Tora.
"kemana??"tanya Alexia bingung.
"pulang kerumah mu sayang, aku akan mengantarmu ke sana"ucap Tora lembut.
"aku tidak mau pulang, lebih baik, aku pulang ke rumah teman saja, jika di sini sudah tidak ada tempat lagi untuk ku"ujar Alexi,sambil berbalik badan hendak melangkah.
"Alex, lihat aku"ujar Tora.
namun Alexia, tidak mau berbalik dia terus berjalan dan hendak membuka pintu, namun tangan nya di cekal oleh Tora.
"kamu,dengar aku gak sih, Ok baik jika kamu tidak ingin pulang, tapi tidak harus pergi kerumah orang lain juga kan, kita masih bisa bicara baik-baik"ujar Tora, yang menatap wajah Alexia, yang kini bercucuran air mata.
"aku tidak suka melihat mu, seperti ini, please jangan bersedih, baik'lah, sampai kapan pun kamu bebas tinggal di sini, semaunya kamu, tapi aku hanya minta, jangan sampai kejadian kemarin terulang lagi, kamu tidak boleh bolos sekolah, atau pergi keu club lagi, apa kata orang nanti,kalau mereka mengira kamu adalah wanita malam, dan di club malam itu jarang ada orang yang tulus,kalau kamu sampai celaka bagaimana, ya aku tau kamu bisa bela diri, tapi jika mereka mencurangi mu dan memberikan mu minuman bercampur obat perangsang bagaimana"ujar Tora, panjang lebar.
Alexia, pun memeluk, Tora, dan menangis sesenggukan, saat itu, dia bahkan bilang," aku sangat mencintaimu Om, Tora, aku tidak akan membuat mu marah lagi aku janji"ucap Alexia.
Tora, yang mendengar itu pun hanya tersenyum lalu mengecup bibir Alexia, dan membawanya dalam dekapan, Alexia, pun berhenti memangis saat itu juga Tora, langsung membawanya duduk di sofa.
"Alexia, aku tidak akan pernah menikah sebelum melihat mu bahagia, sampai saat itu tiba, aku tidak akan pernah meninggalkan mu"ucap Tora, yang kini masih mengelus puncak kepala keponakan nya itu.
__ADS_1