
setelah sampai di kantor, Daniel merangkul pinggang istrinya itu, dan sesekali mengecup kening istrinya itu ia memasuki lift khusus Direktur, saat ini semua mata tertuju pada pasangan itu yang satu cantik yang satu nya lagi tampan sayang, wanita nya seorang sikkopat.
tutur seorang wanita, yang kini tengah berdiri di samping lift menunggu lift yang penuh saat ini.
perkataan nya tadi,di dengar oleh Daniel.
sesampainya di ruangan mereka pun di sebut oleh sekertaris, cantik yang menggunakan baju kurang bahan tersebut.
"kak,bisa kau beri tahu, siapa dia?" ucap Medina.
"dia sekertaris ku yank... emangnya ada apa hmm" tanya Daniel lembut melihat istrinya dalam mood kurang baik.
"kau pecat dia sekarang atau kau tidak bertemu aku lagi" ucap Medina, yang cemburu saat ini.
"baiklah sayang, hey,,, kamu kemari" ucap Daniel.
"ada, apa tuan memanggil saya hmm" ucap nya centil.
"pergi lah dari perusahaan ini kau di pecat" ucap Daniel.
"memang nya apa salah saya tuan?"ucap sekertaris tersebut.
"kau mau bekerja atau mau jadi wanita penggoda heuuh kalo mau jadi wanita penggoda aku punya tempat khusus untuk mu" ucap Medina yang sedikit mencondongkan tubuhnya kearah wanita tersebut.
"apa???maksudnya kamu Nona,, apa kau pikir aku wanita murahan" ucap sekertaris yang baru saja di pecat itu.
"aku tidak bilang apa-apa ya,, tapi jika kau sadar
jadi aku tidak perlu lagi mengatakan nya aku bahkan merasa jijik untuk bicara dengan mu pergi atau kau ingin aku mencincang mau"ucap Medina tersenyrum licik saat ini.
sekertaris itu pun langsung membereskan barang-barang nya dan pergi tanpa pamit pada mantan bos dan nyonya nya Tersebut.
Medina pun masuk keruangan suaminya saat itu juga, dia sempat melihat ada seorang anak kecil yang lewat ke arah pintu masuk dengan seorang wanita yang sangat cantik, melewati ruangan Daniel.
"kak siapa wanita cantik yang membawa anak nya ke kantor" ucap Medina yang begitu peka.
"owh itu karyawan baru, dia memiliki, anak yang kadang suka di bawahnya kemari, tapi tidak ada masalah, semua nya baik-baik saja anak itu bahkan anak yang sangat penurut hanya bermain di, tempat ibunya bekerja saat ini" jawab Daniel.
"kasihan mas memang nya tidak ada siapapun yang mau menjaga nya ya masa harus di bawa-bawa keu kantor"tanya Medina lagi.
"suaminya baru saja meninggal akibat kecelakaan, dan karena itu dia tidak ada yang menjaga biasa' suaminya yang menjaga anak nya di rumah karena dia adalah koki, hotel yang bagian ship malam" ucap Daniel lagi.
"bisa tidak selama kamu meeting dia temani aku di sini" ucap Medina lagi.
"baiklah,biar aku keluar membawa nya kemari" ucap nya.
Daniel pun bergegas keluar bermaksud meminta anak tersebut pada karyawan nya itu untuk meminjam sang anak.
"maaf, apa saya boleh pinjam anak mu sebentar untuk menemani istri saya di ruangan saya" ucap Daniel kepada pegawai yang bernama Nia.
"tapi tuan,,," karyawan tersebut enggan memberikan izin karena menurut gosip yang beredar, Medina adalah seorang sikkopat.
"tenang saja saya tau pasti kamu berpikir seperti yang lain nya bukan itu hanya gosip istri ku adalah seorang agen rahasia yang selalu membasmi kejahatan, bukan membunuh orang yang tidak berdosa, saya harap kalian semua tidak bergosip yang macam-macam, dengan pekerjaan istri saya, itulah kenapa dia tidak di penjara saat ini, karena dia begitu berjasa untuk semua kalangan, bukan dia tidak suka melihat sesama nya di tindas,kali kalian tidak percaya coba tanya pada wanita malam yang sering istri ku bebaskan" ucap Daniel tegas.
"kak .. sudah lah jika dia tidak mau tidak apa-apa, kamu tidak perlu menjelaskan apa pun karena semua yang aku lakukan, tidak untuk di umbar ke publik,,, jika mereka berpikir begitu biarlah itu hak mereka, lagi pun jika aku benar suka membunuh,,,seisi kantor ini bisa kuhabisi dalam hitungan menit" ucap Medina sambil tersenyum kepada Daniel meyakinkan suaminya agar tidak marah.
"kau benar sayang,,, aku tau itu" ucap Daniel yang tau sepak terjangnya selama ini.
"sayang aku lapar belum sarapan, kapan kamu pergi meeting?" ucap Medina.
"satu jam lagi sayang tadi sengaja aku undur untuk, mu agar aku bisa menemani kamu masuk lah jika kau kesepian kau bisa menelpon putri kita di Rusia" ucap Daniel yang kini memandangi wajah-wajah yang ketakutan karena Daniel juga orang yang sangat tegas.
__ADS_1
"Tante cantik, ingin main sama aku ya?" tiba-tiba Gadis kecil itu, berbicara pada Medina.
karena Medina, adalah orang yang sangat baik, jadi anak kecil seperti mereka,lebih peka.
"owh ia sayang itu pun jika kamu tidak keberatan Tante melihat mu jadi teringat anak Tante yang usia nya sama dengan mu, hanya saja dia di Rusia untuk menemani nenek nya" ucap, Medina,sambil berjongkok.
"bawa lah nyonya,saya percaya pada Anda " ucap Nia pada Medina.
"terimakasih, aku akan menjaga nya, dengan baik kau tidak perlu hawatir" jawab Medina.
Medina pun mengangkat anak itu ke pangkuan nya, saat ini di gedong nya seperti bayi koala.
"anak manis, bisa kah kamu memanggil ku mommy,,, aku rindu sebutan itu" Daniel yang berjalan mengikuti langkah istrinya itu .
semua karyawan,kini telah berubah pikiran.
melihat rasa sayang Medina pada Khanza,,,si gadis kecil.
sesampainya di dalam ruangan seorang OB, datang membawa pesanan Daniel untuk mereka sarapan di ruangan nya.
"sayang ini sarapan nya makan lah dulu kamu pasti kapar bukan" ucap Daniel lembut sambil mengelus puncak kepala istrinya itu.
"thanks Hanny muachh" Medina mengecup bibir Daniel saat itu juga.
sementara itu Khanza sedang bermain di samping nya memainkan posel pintar milik Medina.
"Khanza sayang apa kamu sudah sarapan" tanya Medina.
"sudah momm... tadi pagi sekali mama dan papa selalu memberi sarapan di pagi hari sekali, apa lagi sekarang papah sudah pergi ke surga dalam tidurnya, jadi Khanza harus menurut pada Mama"ucap gadis kecil yang menggemaskan itu, tiba-tiba Medina berurai air mata, Medina bisa merasakan hal itu, saat ia kecil bahkan ia harus kehilangan kedua nya sekaligus.
"sayang,, jangan sedih ya semua sudah berlalu, jangan lupa sekarang ada aku yang selalu menjaga mu" ucap Daniel sambil memeluk istrinya erat.
Medina, pun mulai memakan sarapannya sesuai kesukaan pesanan nya, sesekali dia juga menyuapi suaminya, sampai habis mereka pun sarapan berdua jadi nya karena Daniel tidak ingin istrinya bersedih.
🌹💖💖💖🌹
setelah satu jam Daniel tinggal Medina kini sedang bermain bersama dengan Khanza Medina langsung memesan mainan dan makanan, untuk Khanza saat ini, Khanza begitu bahagia, Medina membelikan setumpuk mainan yang sangat bagus, dan Khanza sukai bahkan saat ini Medina sedang menyuapi Khanza dengan telaten Nia yang melihat itu merasa malu dengan istri bos nya yang ternyata lebih baik dari gosip yang beredar.
"permisi nyonya,biar saya saja yang menyuapi nya, takut nya merepotkan Anda"ucap Nia.
"tidak sama sekali ko Nia saya sangat senang rasa rindu saya dengan putri saya bisa sedikit terobati, karena Khanza, kembali lah bekerja biar kan dia bersama ku,agar kau tidak terganggu aku suka Khanza adalah anak yang penurut.
"Medina, kamu di sini"ucap Vero, yang dulu mengagumi nya.
" hmm,,, ya itu benar kau mau apa kesini" tanya Medina dingin.
"aku mau ngajak suamimu nanti ke club malam, tepat biasa kita nongkrong" ucap vero.
"coba saja jika kaki kalian ingin aku patah kan" kata Medina mendelik mata elang nya Napak, Nia dan vero bergidik ngeri.
"ada apa sayang seperti nya ada tamu tak diundang"kata Daniel dengan seringai nya.
"ah dasar teman tidak ada ahlak,, bilang pada kakak ipar, jangan galak-galak pada mantan kekasih, nanti kena karma" ucap Vero yang langsung mendapat jitakan,di kepala nya yang di lakukan oleh Daniel.
"sayang jika kamu tidak suka kau boleh memberi dia pelajaran" ucap Daniel sambil duduk di sofa samping istrinya yang kini sedang mengelus puncak kepala Khanza, Nia juga ada di sana,ia belum pergi.
"aku akan berikan dia hukuman, tapi itu akan sangat menguntungkan nya " ucap Medina.
"apa pun itu aku mau asal jangan sakiti aku please,ratu Medina" ucap Vero yang kini tengah duduk di samping Daniel.
"aku punya tugas mulia untuk mu, jika kau mau kau akan sangat beruntung tapi jika tidak maka kau akan menyesal kehilangan satu kaki mu, bagaimana" ucap Medina menatap pada Vero.
__ADS_1
"apa itu ibu ratu" ucap Vero yang memang merasa ketakutan.
"aku ingin kau menikah dengan Nia, dan jadi lah ayah yang baik untuk Khanza jangan sesekali kau menyakiti hati mereka jika tidak kau berurusan dengan ku" mendengar ucapan Medina semua orang melotot tak percaya, termasuk Daniel.
"yank,,, harus nya kamu tanya dulu, apa dia bersedia dan bujang lapuk ini, apa dia sudah berhenti, main perempuan di luar sana" ucap Daniel yang langsung dapat protes dari Vero.
"gila Lo kira gue cowok apa kah bermain perempuan yang benar saja kalo nidurin sih gue pernah beberapa kali, tapi itu sudah beberapa tahun lalu, karena gue sudah tobat" ucap vero.
"apa benar Lo udah bertobat gak percaya gue" kata Daniel lagi.
"aku sekarang hanya ingin memiliki keluarga yang utuh, sudah bosan hidup sendiri si Vano sama adik Lo aja bisa kenapa gue enggak" jawab Vero.
"bagus lah bagaimana dengan kamu Nia, apa bisa kamu menerima permintaan saya,ingat Mia aku tadi nya ingin mengadopsi anak mu tapi aku juga tidak tega memisahkan kalian, aku lebih suka melihat kalian bersama apa lagi bisa melihat Khanza punya ayah lagi, yang bisa menyayangi nya dengan baik, aku percaya sama bujang lapuk ini dia bisa menjaga kalian berdua, tapi kalo dia macam-macam jangan sungkan bicara lah pada ku akan aku beri dia pelajaran yang akan merugikan nya seumur hidup" ucap Medina,tegas.
"tidak akan kakak ipar aku bahkan sangat berterima kasih, kepada mu jika Nia memang mau hidup bersama dengan ku" ucap Vero.
"syukur lah bagaimana Nia?" tanya Medina.
"aku terserah nyonya saja" ucap Nia.
"baiklah aku akan menjadi seorang kakak yang baik untuk mu , aku yang akan membiayai anak mu sekolah hingga sarjana" ucap Medina .
"tidak usah kakak' ipar karena dia sudah jadi anak ku maka aku yang akan mengurus nya sepenuhnya" jawab Vero langsung.
"bagus lah kalo begitu, kalian bisa menikah langsung besok,soal cinta tak harus memiliki itu langsung kalian bisa memulai setelah menikah" ucap Medina lagi.
Medina pun kini tinggal berdua, dengan Daniel karena Khanza, sudah di bawa oleh Nia dan vero, saat ini.
sementara itu Medina kini tengah duduk manja di pangkuan, Daniel.
Daniel, pun kini membelai rambut Medina, dengan Sayang.
"sayang, aku sangat merindukan mu, saat ini, rasanya sudah lama kita kita tidak bersama" ucap Daniel sambil memeluk sang istri saat ini.
"aku juga Hanny, aku begitu. merindukan mu, bagaimana kalau kita liburan, saat ini, juga" ucap Medina.
"baiklah Hanny memang itu yang aku inginkan,satu bulan yang lalu"ucap Daniel.
"aku ingin ke Maldives, sayang" ucap Medina.
"tentu apa pun, itu Sayang"ucap Daniel.
mereka pun kembali dan bercinta di rumah, Daniel, hingga berkali-kali, lamanya, keesokan harinya, mereka bersiap, Medina,sangat antusias iya bahkan memilih bergelayut manja, di lengan suaminya, saat ini.
"kak,,, aku ingin kau selalu begini dan sampai selamanya tidak berubah" ucap Medina.
"ya sayang ku aku tidak akan pernah berubah sampai kapan pun,rasa cinta ini tidak akan pernah pudar" ucap Daniel.
mereka pun akhirnya pergi menggunakan jet pribadi, miliknya, tidak di rumah atau pun di pesawat, kemesraan mereka tidak pernah terhenti, selama di dalam pesawat pun mereka tidak pernah luput dari bercinta.
sementara itu Vano dan Shelomita, saat ini tengah berada di rumah mereka, saat ini, mereka tengah bermesraan layaknya pengantin baru, mereka tengah berbahagia, dengan semua kabar bahagia, karena Shelomita,kini tengah mengandung, anak pertama mereka.
"Hanny, mulai saat ini, tolong jangan beraktivitas berlebihan aku tidak ingin kau kelelahan sayang, aku ingin kalian berdua baik-baik saja" ucap Vano Sambil mengelus,perut Shelomita yang mulai terlihat berisi.
"tentu saja Sayang, aku juga tidak akan membahayakan keselamatan anak kita, sampai kapan pun, aku akan sangat berhati-hati saat ini" ucap Shelomita.
karena saat ini sudah malam mereka pun memutuskan untuk tidur, hingga pagi tiba, mereka pun terjaga dengan kompak, dan langsung mandi bersama, saat ini, Shelomita mengajar tari tapi dengan seorang asisten yang akan, memperagakan nya karena dia sedang tidak bisa kehamilan nya, menjadi batas untuk bergerak.
mereka pun berlatih tanpa di latih langsung oleh Shelomita.
sementara di kelas melukis Shelomita, masih bisa leluasa, bergerak karena hanya memberikan penjelasan.
__ADS_1