Jodoh Sang Wanita Malam

Jodoh Sang Wanita Malam
Dilemma


__ADS_3

saat ini Alexia tengah sibuk dengan rutinitas baru ya itu membantu Mommy dan Daddy, nya di kantor, Alexia sungguh sangat tegas dan tidak main-main dengan tanggung jawab nya bahkan dia tengah melakukan sidak di kantor cabang milik Daddy nya itu.


semua staf kantor di periksa nya mulai dari cara dia bekerja dan hasil pekerjaan mereka Alexia tidak mau setengah-setengah dalam bekerja kini bahkan dia menerapkan peraturan baru, untuk memperketat, kedisiplinan para karyawan kantor cabang yang kini di pegang nya untuk mulai karirnya dari bawah.


sebenarnya Deswita ingin putri nya itu langsung mengurus kantor pusat namun Alexia menolak dia harus bisa membuktikan bahwa dia bisa memulai nya dari hal terkecil, walaupun jabatan nya tetap menjadi CEO, perusahaan tersebut.


Alexia menerapkan, kedisiplinan para pegawai mulai dari waktu dan pakaian yang harus di kenakan saat bekerja Alexia tidak ingin ada karyawan wanita yang menggunakan rok,mini atau baju ketat dia menetapkan bahwa karyawan wanita juga harus menggunakan celana panjang dan baju atasan lengan panjang itu di berlakukan untuk semua, tidak ada yang di pilih kasih semua rata dan satu lagi Alexia melarang cinlok di kantor nya atau akan di pecat itu untuk menunjukkan seberapa serius nya mereka bekerja di perusahaan nya itu.


satu Minggu berlalu kini keadaan kantor, sangat sibuk, hampir semua karyawan hilir mudik untuk melakukan pekerjaan nya di pagi hari ini mulai dari office boy, dan juga pegawai lainnya sementara di, ruangan Alexia kini sedang di sibukkan dengan berkas-berkas yang di periksa nya kini mulai dari laporan keuangan bulan lalu dan,di tambah lagi beberapa berkas yang memerlukan tanda tangan nya.


asisten Alexia yang bernama Edo,kini tengah duduk di depan meja kerja nya, untuk membantu membereskan pekerjaan Alexia, ya asisten nya memang sangat cekatan dia di rekomendasi kan oleh Deswita, dia adalah anak dari asisten Deswita,dulu saat di Rusia.


"Edo, apa sebelumnya kau sudah pernah bekerja ?"tanya Deswita.


"heumm... ya Nona dengan nyonya besar"jawab Edo singkat si pria dingin ini begitu serius bekerja dan jangan di tanya soal tampan atau tidak, yang pasti setiap wanita akan mengeluh-eluhkan nya.


Edo, adalah pria bule asal Rusia,bisa di bayangkan dong, bagaimana tampang nya saat ini.


Deswita sengaja mempekerjakan nya agar Alexia merasa nyaman dan sangat terbantu jangan di tanya soal skill bela diri dia adalah pria yang jago beladiri beberapa jenis ilmu bela diri di kuasai nya.


setelah selesai bekerja Alexia pun kini pulang bersama dengan Edo, yang menjadi asisten nya itu, mereka begitu serasi cantik dan tampan, saat ini Alexia pulang ke apartemen miliknya, dia sedang tidak ingin pulang ke Mension karena saat ini kedua orang tua nya tengah mengurus bisnis di luar kota.


saat tiba di lobi apartemen kini Alexia mengajak Edo untuk masuk ke tempat nya Edo awal nya sempat ingin menolak tapi itu adalah sebuah keharusan, Edo tidak bisa menolak perintah dari bosnya itu.


"Edo,temani aku makan malam, setelah itu kamu bisa pulang"ujar Alexia.


"heumm... baiklah Nona"jawab Edo.


mereka pun masuk menuju,unit apartemen Alexia, yang sangat mewah, di sana sudah ada seorang pelayan Mension, yang akan datang untuk bersih-bersih dan pulang saat Alexia sudah kembali setelah memasak untuk makan malam.


"bibi, sudah masak?"tanya Alexia.


"baru selesai Nona!!"ujar nya.


"baiklah makasih"kata Alexia sambil berlalu menuju kamar miliknya dan langsung bergegas menuju kamar mandi, saat itu juga Alexia langsung membersihkan diri.


sekitar tiga puluh menit, kemudian dia kembali,menuruni tangga.


"sesampainya di sana, dia langsung duduk di kursi meja makan di sana ada Edo, yang sedang sibuk dengan laptop nya, saat itu dia langsung meletakkan nya setelah Deswita sampai.


"mari makan"ucap Alexia mereka pun makan malam bersama.


"besok, aku mau ke Bandung setelah selesai meeting, apa kau mau ikut,di sana ada teman-teman ku mungkin kau akan suka dengan salah satu nya"ucap Alexia,sambil tersenyum.


"heumm"ucap nya cuman berdehem.


"bisa, tidak jangan bersikap dingin seperti itu, aku tidak suka setidaknya kamu bisa bersikap seperti biasa nya layaknya teman"ucap Alexia.


"tapi Nona"ucap nya terhenti.


"tapi apa, aku tidak mau ya sikap formal mu di luar kantor"ucap Alexia.


"tapi, beginilah saya, tidak bisa melanggar aturan yang berlaku"ucap Edo.


"mulai sekarang aku minta kamu merubahnya"ucap Alexia tegas.


"baiklah Nona"Edo pun mengalah.


"Alexia bukan Nona"ucap Alexia kesal.

__ADS_1


"saya tidak ingin melanggar aturan yang berlaku dari nyonya besar"ucap nya lagi.


"aku yang punya aturan sekarang, kita adalah teman,titik sudah tidak bisa di rubah lagi"ucap Alexia.


"baiklah, Nona"ucap Edo mengangguk walau dengan berat hati dia harus menuruti keinginan bos nya itu dia harus melanggar aturan.


makan malam pun selesai kini Erik Demian Orlando, berpamitan, namun lagi-lagi Alexia melarang nya pergi.


"Nona, saya pamit pulang dulu"ucap Edo.


"temani aku nonton setelah itu kamu boleh pulang"ucap Alexia.


"tapi Nona!""kata-kata Edo terhenti saat Alexia menatap tajam ke arah nya.


"Alexia Edo, harus berapa kali aku bilang,di luar kantor kita adalah teman"ucap Alexia.


"baiklah Nona, ehh Alexia saya belum mandi ini sudah malam"ujar Edo.


"tanpa mandi pun kau masih tetap wangi ko, jadi jangan banyak alasan, jika kamu gerah segera lepas kan jas yang kau pakai"ucap Alexia.


"iya Alexia.


Alexia pun menuju ruang santai yaitu tempat biasa dia nonton.


"duduk lah apa kau akan berdiri terus heuh"ucap Alexia dengan cueknya.


"heumm"jawab Edo singkat dan langsung terduduk,di sofa yang empuk.


mereka pun akhirnya menonton film, entah ada apa dengan Alexia, dia langsung merebahkan kepalanya di pangkuan Edo, yang kini gelagapan, Edo sedikit canggung mendapatkan perlakuan seperti itu dari Alexi.


"tolong elus kepala ku sebentar saja aku sedang merindukan Daddy"ucap Alexia tanpa ragu.


"ba baik lah Nona"ucap nya Edo pun mengelus rambut Alexia yang kini berbaring di atas pangkuan nya.


"punya Nona"ucap nya tegas.


"tolong bilang maaf pada nya jika, dia tau aku tidak sopan karena telah berlaku lancang terhadap kekasihnya, setelah ini aku akan menjaga jarak"ucap Alexia.


"dia, tidak akan marah Nona, dia tidak ada di sini"ucap Edo, berubah sendu.


Alexia pun berbalik dan menatap kearah Edo.


"kalau tidak di sini berarti di Rusia ya,heumm kasihan sekali kau harus LDR an tapi tidak masalah, aku akan sering memberikan mu liburan,agar kau bisa menemuinya"ujar Alexia sambil tersenyum.


"heumm"ucap Edo yang kini menahan air mata nya.


"baiklah, pulang lah dan istirahat segera lah telpon kekasih mu itu"ucap Alexia.


"nanti akan ku telepon setelah aku selesai menemani mu"ucap Edo sedikit terbata-bata karena kagok dengan bahasa yang di ajarkan oleh Alexia.


🌹💖💖💖🌹


satu jam pun berlalu kini Alexia, terlelap dalam mimpi, masih di atas pangkuan Edo, dan Edo pun menatap wajah Alexia yang begitu damai saat ini kecantikan nya begitu berkali lipat.


Edo pun mengangkat tubuh Alexia, membawanya menuju kamar nya, yang kebetulan sedikit terbuka, jadi tidak perlu menekan kode saat akan masuk, Edo pun membaringkan Alexia di atas ranjang nya, dan langsung menyelimuti nya, setelah itu mengganti lampu terang dengan lampu tidur.


"kau, adalah wanita yang sangat cantik, Nona, tapi sayang seperti nya kau kesepian, semoga kelak kau akan mendapatkan pendamping hidup yang lebih baik"gumam Edo, saat ini.


setelah itu dia langsung keluar kamar dan berjalan keluar setelah membawa laptop dan jas yang tadi di letakkan di atas meja.

__ADS_1


setelah Edo keluar pintu apartemen pun terkunci otomatis, saat itu juga jadi Edo tidak perlu khawatir kalau akan ada orang jahat yang akan masuk.


dia pun meninggalkan apartemen tersebut dan pulang menuju rumah yang cukup mewah bergaya minimalis modern, dengan dua lantai walaupun bukan Mansion, tapi rumah tersebut jauh lebih nyaman untuk di tinggalin oleh pasangan pengantin baru,namun sayang Edo harus mengubur keinginan nya bersama dengan kematian sang kekasih, yang sangat di cintai nya, setelah sampai di rumah dia langsung masuk menuju kamar nya lalu bergegas menuju kamar mandi dan membersihkan diri.


setelah selesai dia pun langsung duduk di atas ranjang nya, dan hanya menggunakan bokser nya seperti biasa dia tidak suka tidur menggunakan baju,sambil memegang bingkai foto dia pun mengucapkan selamat malam, seperti kebiasaan Nya dan langsung mengecup nya lalu menyimpan foto tersebut di atas nakas.


miris memang tapi itulah Edo, yang tetap setia pada cinta pertama nya.


ke esokan pagi nya, Alexia pun meeting bareng klien dari Jepang, dia di dampingi oleh asistennya Edo, mereka pun berbicara cukup panjang lebar, saat itu setelah selesai kini Alexia pun mengisi perut nya yang sudah sangat keroncongan.


"setelah dari sini, aku akan langsung pergi ke Bandung, tapi terserah kamu ikut atau tidak aku tidak ingin menyulitkan mu, karena kecemburuan pacar mu nanti bisa berabe"ujar Alexi, Santai.


"baiklah Nona "ucap Edo.


mereka pun berpisah, setelah dari tempat meeting kini Alexia pergi ke Bandung dia sedang merindukan teman-teman nya yang kini menetap di sana dan membuka perusahaan bersama-sama.


cukup lama di perjalanan, saat itu karena Alexia ingin menikmati perjalanan, sekaligus melepaskan, beban di hati nya, saat ini dia tidak pernah beruntung selalu saja bersangkutan dengan pria yang sudah memiliki kekasih atau istri air mata nya lolos jatuh di pipinya sambil menyetir sambil mengusap air mata nya, Alexia.


dia pun menepikan mobilnya kebetulan waktu menujukan pukul tiga sore dia belum makan siang saat ini dia berhenti tepat di depan sebuah restoran,khas Sunda di kota Bandung ini dia pun turun setelah beberapa menit memarkir mobil nya.


setelah masuk ke dalam restoran tersebut dia langsung memesan beberapa jenis menu yang tersedia di sana, suasana terasa hening saat ini dia duduk di lantai dua dengan pemandangan, perbukitan yang hijau dia bahkan baru pertama kali nya makan di sini.


setelah menghabiskan makanan nya, dia duduk sebentar, sambil menikmati minuman, yang menghangatkan tubuh, saat ini sambil tetap menerawang jauh, entah akan bagaimana masadepan nya kelak,itu lah yang selalu dia pikirkan.


waktu pun berlalu, saat ini tidak terasa sudah satu setengah jam lebih Alexia istirahat di restoran tersebut yang kebetulan sedang sedikit sepi karena memang pelanggan nya kebanyakan hanya orang yang lewat tempat itu mungkin restoran itu baru di buka,atau entahlah yang pasti, tempat nya cukup indah dan menenangkan pikiran.


Alexia pun melanjutkan perjalanan, nya saat ini kini dia sudah merasa sedikit lebih baik, dan tidak lama dia pun sampai di villa mewah milik Omah nya tersebut.


"permisi, apa ada orang di dalam hello sepada"ucap Alexia sengaja ingin memberikan kejutan.


saat dia akan mengetuk pintu itu lagi tiba-tiba pintu langsung terbuka dan di lihat nya Steven, tersenyum pada nya, Alexia langsung memeluk dan mencium pipi sahabat nya itu, Steven tersenyum dan mencium balik pipi Alexia.


"apa kabar istri pertama ku"ucap Steven.


"ya begini lah suamiku yang pertama dan terakhir"jawab nya sambil merangkul pundak Steven.


"kenapa baru datang, heummm"ujar Steven.


"seperti biasa aku kangen suamiku dan ke empat madu ku"ucap Alexia riang,kini hati nya terasa sangat plong.


"ke empat madu mu sedang shoping di hari ini dari pagi belum juga kembali ya seperti biasa mereka berselingkuh di luar"ucap Steven kalem .


"owh ya ampun sejak kapan"ucap Steven.


"tanyakan saja pada mereka saat nanti mereka pulang"kata-kata Steven menggantung saat mereka kini ada di depan pintu, tidak lupa di belakang mereka ada Alexander, yang memang sering telaktir mereka semua, semenjak Alexia tidak ada.


"Steven, aku lelah aku masuk kedalam dulu"ucap Alexia yang langsung pergi ke arah lift, dan langsung menuju lantai tiga, rumah itu dia mengunci pintu kamar nya rapat-rapat, Alexia tidak ingin di ganggu oleh siapapun dan para sahabat nya mengerti akan hal itu.


"Hanny, buka pintu nya, sudah cukup kau diam kan aku seperti ini apa tidak cukup lima tahun lebih kau menjauh dari ku, seakan aku melakukan kesalahan yang tidak ter maafkan"ujar Alexander sambil menggedor-gedor pintu.


namun tidak ada jawaban yang ada suara musik kencang, saat ini Alexia sedang duduk depan balkon sambil menenggak Wine di tangan nya.


air mata nya terus bercucuran, dia kebandung untuk menemui kelima sahabat nya itu, tapi sepertinya sudah tidak ada tempat ternyaman untuk nya di dunia ini, Alexia hanya bisa menangis dalam diam.


"sayang, aku tau kamu masih bisa mendengar ku, tolong berikan aku kesempatan untuk bicara, aku janji akan melakukan apa pun seperti yang kau inginkan"ucap Alexander yang kini berdiri di depan pintu kamar Alexia.


ceklekk... pintu itu terbuka music pun sudah mati, Alexia berjalan sempoyongan, saat ini dia berpegangan di pintu, kamarnya,sambil menatap kearah Alexander.


"aku tidak ada urusan lagi dengan pria beristri seperti mu, dan ingat jangan temui aku lagi"ujar Alexia pun hendak menutup pintu,namun dengan gesit Alexander menahan nya dan langsung masuk ke dalam kamar nya kini tubuh Alexia, berada di dalam dekapan Alexander, dia memeluk erat tubuh Alexi, dan menangis.

__ADS_1


tidak cukup kah selama lima tahun ini kau menyiksa ku, apa aku harus mati dulu agar kau puas heuhhhh,hiks hiks hiks, maaf kan aku Alexia, saat itu aku tidak berdaya tapi aku janji akan melakukan apa pun yang kamu inginkan asal jangan tinggalkan aku aku mohon"ucap Alexander.


Alexia pun menatap wajah pria yang kini tengah menangis tersebut, Alexia tidak bermaksud untuk menghukum nya, hanya saja Alexia ingin menjauh dari semua nya.


__ADS_2