
Setelah selesai berpakaian, mereka berdua kini sedang bersiap untuk makan malam Jam menunjukkan pukul tujuh malam,kini mereka berdua tengah duduk di kursi depan meja makan, tersebut lalu menyantap makanan yang sudah Alexia hidangkan di piringnya masing-masing.
setelah selesai makan, dalam keheningan kini mereka duduk di ruang keluarga,sambil menonton televisi, untuk sekedar mengusir rasa bosan , saat ini Alexander seperti biasa menghabiskan waktu nya, untuk bekerja,sambil menemani istrinya nonton film kartun kesukaan nya, entah lah sejak dia hamil Alexia, sangat suka menonton film kartun yang selalu membuat nya tertawa terpingkal-pingkal.
sementara Alexander, yang melihat istrinya begitu bahagia, saat ini dia langsung mengelus dan mengecup puncak kepala istrinya itu.
"sayang, kamu suka banget film nya ya??"ujar Alexander.
"Ia, habis mereka sangat lucu"ujar Alexia.
"lanjutkan sayang, aku ke ruangan baca dulu sebentar!"ujar Alexander,sambil bangkit dari duduknya, dan berjalan menuju ruang baca miliknya itu.
Alexia, masih fokus dengan film nya hingga akhirnya dia pun tertidur, saat ini, di sofa itu.
Alexander , yang sudah selesai dengan pekerjaan nya, saat ini dia langsung bergegas menuju sofa, tersebut, dia tersenyum melihat istrinya, yang sudah terlelap di sana,lalu Alexander, mematikan televisi, dan membopong istrinya, membawanya menuju kamar.
sesampainya di sana dia membaringkan Alexia, dengan sangat hati-hati, saat ini karena ia tidak ingin membuat istrinya terbangun.
setelah menyelimuti nya dan mengecup kening nya Alexander, ikut merebahkan tubuh di samping istri nya itu tangan kanan nya kini, tengah memeluk Alexia, keduanya pun kini sama-sama tertidur.
menjelang pagi hari, mereka pun bangun, dan bergegas membersihkan diri, saat Alexia , akan pergi ke kamar mandi, dia langsung berteriak, saat merasakan, sakit yang teramat pada,perut bagian bawah nya.
"awww ...pekik Alexia, dia langsung memegang perutnya, saat ini sambil setengah berjongkok, Alexander, yang sedang duduk di di samping ranjang tiba-tiba terperanjat kaget, dan langsung menghampiri istrinya itu.
"sayang, kamu kenapa??"Alexander, langsung mendekat.
"perut aku mas, perutnya awwww... sakit' mas"ujar Alexia, seketika cairan bening bercampur darah, mengalir dari paha istri nya itu, Alexander langsung berteriak memanggil pelayan, dan meminta sopir untuk menyiapkan mobil, dia langsung membawa Alexia, keluar dari kamar nya, setengah berlari membawa istrinya untuk segera pergi ke rumah sakit, beruntung sopir nya begitu cekatan dia, langsung tancap gas, saat Alexander masih dan masih memeluk istrinya itu.
"sakit mas,ahh... aku tidak tahan lagi"Alexia, menangis, dia yang dulu kuat kini menjadi wanita yang sangat sensitif, mungkin karena kondisi nya, saat ini yang sedang hamil atau karena akhir-akhir ini dia sangat manja.
"sabar sayang sebentar lagi kita sampai,benar saja saat Alexander , berhenti bicara mereka sudah sampai di, rumah sakit.
"sayang sudah sampai"ujar Alexander, yang langsung membopong tubuh, istrinya itu, dan langsung masuk ke dalam dan memanggil dokter.
"suster, dokter tolong istri saya"ucap Alexander,para tenaga medis, pun langsung bergegas membawa Alexia,menuju ruang unit gawat darurat, setelah di periksa oleh dokter spesialis kandungan, Alexia langsung di bawa,ke, ruang bersalin, saat itu juga, ternyata Alexia, saat ini akan segera melahirkan.
"tuan, tolong persiapkan, semua keperluan bayi dan ibunya saat ini juga istri anda akan segera melahirkan"ujar sang dokter, Alexander, yang mendengar hal itu begitu terkejut, pasalnya Alexia,baru hamil tujuh bulan.
tapi dia langsung menelpon asiten nya, dan meminta membawa kan perlengkapan, yang sudah di sediakan setelah mereka berbelanja, tidak menunggu lama, asisten nya, sudah datang, sementara Alexander, sendiri kini tengah menemani istrinya,di dalam saat ini bayi nya sudah mulai kelihatan.
"suster tolong ambilkan peralatan nya di depan ruangan ucap, Alexander, karena tidak mungkin Alexander, menyuruh asisten nya, untuk masuk kondisi istrinya saat ini setengah telanjang.
suster pun mengikuti perintah Alexander, sementara itu Alexia, sedang berjuang untuk melahirkan bayi nya, saat ini dia terus mengikuti instruksi dokter, dan akhirnya,bayi tampan itu terlahir dengan selamat,bayi pertama mereka, adalah laki-laki, dan tidak lama bayi kedua pun lahir, yang kedua ini bayi perempuan, yang sangat cantik, mereka lahir normal, dalam keadaan prematur,bobot tubuh mereka, juga sama dengan bayi prematur pada umumnya, hanya sekitar dua koma tiga kilogram, tapi syukur nya bayi itu lahir dengan selamat.
kini para perawat, tengah membersihkan bayi tersebut, dan langsung di bawa kedalam ruang perawatan bayi, mereka di masukkan kedalam inkubator.
sementara Alexia yang baru selesai di bersihkan setelah sedikit jahitan di bagian kewanitaan nya, dia langsung di bawa kedalam ruang perawatan VVIP, saat ini, Alexander, pun tetap setia menemani sang istri setelah sebelumnya melihat kedua bayi nya yang masih dalam inkubator tersebut.
Alexia, kini sedang tidur setelah merasa lemas karena butuh tenaga ekstra untuk melahirkan bayi kembar tersebut.
"sayang istirahat lah, agar kamu cepat pulih"ujar Alexander.
__ADS_1
sementara itu, Alexia, hanya bisa bergumam pelan, dia benar-benar lelah, Alexander, pun langsung menghubungi keluarga besar Alexia, saat itu, dia baru ingat dengan mereka, dan Andres, begitu bahagia saat ini , saat menerima telepon dari Alexander, yang mengabarkan bahwa, Alexia telah melahirkan dengan selamat meski bayi nya prematur.
Andres, dan Deswita, langsung menuju bandara dia langsung menggunakan pesawat pribadi nya,menuju Bandung,di karena kan ingin segera sampai, sudah tidak sabar ingin melihat anak cucunya itu.
perjalanan, yang sangat singkat,kini mereka sudah berada di bandara Husein Sastranegara Bandung, dan langsung menaiki mobil jemputan yang di kemudikan oleh asisten mereka langsung menuju ke rumah sakit.
hanya tiga puluh menit, mereka pun sudah sampai di rumah sakit tersebut, dan kini mereka langsung menemui, cucunya, dengan asisten , Alexander, sebagai petunjuk arah, Deswita dan Andres , pun menitikkan air mata kebahagiaan nya saat ini, mereka saling berpelukan,di depan ruang perawatan bayi.
sementara itu Alexander, kakak, dari Alexia, dia yang sudah menikah enam tahun lalu belum juga di karuniai anak, Andres dan Deswita, begitu terharu saat ini, mereka memang tepat menyerahkan putri semata wayangnya pada pria yang sangat mencintai nya.
setelah itu, mereka langsung bergegas menuju kamar rawat inap, Alexia saat itu juga, walaupun belum bisa menimang kedua bayi mungil tersebut, mereka sudah sangat bahagia, tinggal, mencurahkan kerinduan pada putrinya yang selama satu tahun ini, tidak pernah mengunjungi nya, walaupun sering melakukan panggilan video, tapi tetap saja rasa rindu orang tua nya akan tetap besar.
🌹💖💖💖🌹
dengan perjanjian sebelumnya, Alexander, membatasi Deswita untuk mengatur istri nya dan harus melepaskan, aturan yang berlaku pada Alexia, akhirnya Alexander, pun tidak pernah berkunjung, ke mension, milik mertua nya itu, hanya untuk membuktikan bahwa, dia mampu menjaga dan menghidupi, istrinya itu.
sesampainya di ruangan,kini Andres langsung memeluk dan mencium puncak kepala putri nya itu, untuk mencurahkan rasa rindu, nya dan saat ini dia begitu berterimakasih kepada keduanya, karena sudah memberikan kebahagiaan yang, sudah lama di nantikan.
Alexander, hanya tersenyum, saat melihat mereka bertiga saling mencurahkan rasa rindu nya, sementara, dia sendiri tidak ada keluarga yang, datang satupun, karena semenjak Alexia, menikah dengan nya, dia pun memutuskan hubungan dengan keluarga nya, yang tidak kunjung sadar, bahwa jodoh nya sudah di atur oleh yang maha kuasa.
seperti saat ini, Alexander, sedang mengobrol begitu hangat dengan kedua mertua nya dia bahkan tidak merasa bahwa keduanya, adalah mertua nya, dia merasa mereka berdua adalah sosok orang tua nya sendiri, yang sudah lama hilang.
"Alexander, pulang lah dan beristirahat, mommy,tau kamu sangat lelah, dan belum makan,biar mommy, dan Daddy yang berjaga di sini"ucap Deswita lembut.
"tidak apa-apa momm... Alex, gampang kok, tinggal minta asisten, untuk membelikan makan dan membawa keperluan Alex kesini, jadi tidak perlu pulang,Alex, tidak ingin meninggalkan mereka bertiga"ujar Alexander.
tidak lama, asisten nya,datang membawa beberapa kantong plastik berisi makanan, dan paper bag, berisi baju dan keperluan mandi nya, Alexander, pun langsung bergegas menuju kamar mandi, saat itu juga, karena sedari pagi dia hanya menggunakan piama tidur nya.
Alexia, yang baru bangun pun langsung tersenyum saat melihat, mommy dan Daddy nya, karena saat mereka datang Alexia, tengah ngantuk berat.
"bagaimana,kabarmu saat ini sayang,ini minum'lah dulu"ucap Andres.
"terimakasih Daddy, aku sudah jauh lebih baik, aku merindukan kalian"ucap Alexia, sementara itu Andres , langsung memeluk putri nya itu di susul oleh Deswita.
"mommy, juga kangen kamu sayang"ujar Deswita,sambil memeluk erat putri nya itu dia mengecup seluruh wajah Alexia.
mereka pun tersenyum bahagia saat ini, Alexander,baru keluar dari kamar mandi, dengan wajah fresh, dia begitu tampan.
"sayang kamu sudah bangun, apa kamu lapar"ujar Alexander,sambil mendekat dan mengecup bibir istri nya sekilas.
"aku memang sudah lapar sayang"jawab Alexia.
"momm...ayo,di makan makanan nya,nanti keburu dingin, aku mau menyuapi Alexi,dulu setelah itu baru aku makan"ujar Alexander.
"sebaiknya kamu duluan yang makan, setelah itu baru mommy"ujar Deswita.
Alexander, pun mengalah biar bagaimanapun, dia juga sudah sangat lapar saat ini, dia pun makan bareng Andres, dan Alexia, yang sedang di suapi oleh mommy nya.
"kalian sudah menyiapkan nama untuk mereka"ucap Andres.
"belum Daddy"ucap Alexia.
__ADS_1
"bagaimana kalau Daddy, yang memberikan nama untuk cucu Daddy itu"ujar Andres.
"boleh Daddy"ucap Alexander.
"bagaimana,kalo mereka di beri nama, Andara, dan Andrea, Andrea adalah kakek buyut nya"ujar Andres.
"bagus juga Daddy tapi mereka nama belakang nya harus ikut pada ku, Andara Wijaya dan Andrea Wijaya"ucap Alexander.
"tentu nak itu adalah nama yang bagus"ucap Andres.
setelah di tentukan akhirnya, mereka pun sepakat akan mencatat nama tersebut saat itu juga untuk di masukkan kedalam kartu keluarga, dan akte kelahiran kedua nya.
sore hari pun tiba saat ini mereka tengah mengunjungi, putra-putri mereka di temani oleh kedua orang tua nya.
"mas, mereka sangat menggemaskan, ya aku tidak sabar ingin segera memeluk nya"ucap Alexia.
"tentu saja Sayang, kamu akan segera memeluk nya nanti setelah mereka benar-benar sudah siap"ujar Alexander.
"kapan pulang nya??"ucap Alexia masih penasaran.
"kata dokter setelah berat badan nya normal, setelah itu, mereka bisa di bawa pulang"jawab Alexander, lagi.
"owh, sayang kalian harus bersabar sampai saat nya nanti"ucap Deswita.
"mommy, juga pasti sangat ingin menggendong nya bukan"ucap Alexia.
"tentu saja Sayang, mommy sangat ingin, mereka adalah cucu pertama mommy, karena kakak,mu tidak bisa memberikan itu"ucap Deswita.
"bukan nya tidak bisa, tapi istrinya itu tidak ingin memiliki anak, saat ini dengan alasan sibuk berkarir, sementara, mau sampai kapan, begitu terus apa mau menunggu sampai tua"ucap Alexia, yang tau semua nya, karena sang kakak, sering mengeluh pada nya, tentang kelakuan istrinya itu.
"setelah, mereka kemari mommy, akan bicara pada mereka, mau sampai kapan, terus seperti itu, jika perlu mereka berpisah saja, rumah tangga macam apa,kaya gitu udah gak bisa ngurus suami, menolak untuk punya anak juga"ujar Deswita kesal, sementara Andres , hanya mengelus punggung, istrinya supaya bersabar.
"sudah sayang, kita bicara kan itu nanti"ucap Andres.
Alexia, tengah sibuk memperhatikan, pergerakan bayi nya, dalam inkubator, saat ini.
sementara itu di Kanada, saat ini Tora, tengah menghabiskan waktu nya setelah pulang bekerja dengan, wanita yang baru di jumpai nya seperti biasa, dia akan melakukan hal yang sudah biasa dia lakukan sedari dulu saat ia memutuskan untuk pergi ke Kanada.
"sayang, kamu butuh ini"ucap sang wanita malam,sambil menunjukkan,alat pengaman, untuk berhubungan ****.
"nanti saja, aku masih ingin, seperti ini lagian, aku tidak membutuhkan barang itu, karena seratus kali pun kita melakukan nya, kamu tidak akan pernah hamil"ujar Tora .
ya...Tora memang sudah melakukan operasi pesek Tommy saat dia memutuskan untuk menikah dengan, istrinya dulu, karena dia tidak mencintai wanita tersebut, tanpa sepengetahuan siapapun, hanya rekan terdekat nya, semua itu dilakukan karena rasa cintanya pada Alexia, sampai kapan pun, hanya Alexia, yang berhak mengandung anak nya, itu keyakinan dan keinginan Tora, selama hidupnya.
setelah selesai, beraktivitas, ranjang,kini Tora, langsung bergegas pergi menuju apartemen milik nya, dengan sang asisten yang sudah biasa menemani nya.
sesampainya di sana, Tora, terkejut melihat sekertaris nya, menangis di depan pintu masuk, dia terlihat sangat menyedihkan saat ini.
"ada, Apa???sama kamu kenapa kamu di sini dan kenapa kamu menangis"pertanyaan itu, langsung meluncur untuk sekertaris nya itu.
"aku hamil, sayang, dan ibuku menuntut tanggung jawab, tapi aku sudah berusaha meyakinkan nya bahwa,ini adalah sebuah kecelakaan, dan tidak akan pernah ada yang mau bertanggung jawab,hiks hiks hiks"ujar wanita itu masih sesegukan.
__ADS_1
"kau,hamil apa tidak salah,lalu anak siapa yang kau kandung"ujar Tora , dingin.
"aku hanya melakukan itu dengan mu, dan tidak ada yang lain nya lagi"ujar sekertaris nya itu berbohong, wanita itu sengaja berbohong dan melakukan itu semua, karena, dia ingin Tora, menjadi suaminya, siapapun tidak akan pernah melepaskan pria tampan dan kaya,raya hanya Alexia, yang melakukan semua itu, karena dia tidak ingin menjadi orang ketiga.