Jodoh Sang Wanita Malam

Jodoh Sang Wanita Malam
menemukan mu


__ADS_3

delapan belas tahun kemudian, setelah setelah nya,kini Tora dan Torik, sudah berusia 30 tahun Tora berprofesi sebagai dokter dan Torik menggantikan ayahnya sebagai CEO perusahaan milik Tommy.


sementara itu anak dari Deswita kini berusia tujuh belas tahun dia adalah seorang gadis cantik, yang bernama Alexia.


anak dari Deswita dan Andres itu kini sudah kelas dua SMA,di sekolah internasional di Jakarta, dia adalah seorang gadis yang manis tapi diam-diam menghanyutkan contoh nya dia tidak segan-segan untuk menghajar orang yang berani macam-macam pada nya, Alexia adalah anak kembar tapi saudara kembar nya itu adalah seorang laki-laki, bernama Alexander.


Alexander, tidak tinggal bersama dengan kedua orang tua nya dia tinggal di Rusia dengan Medina saat ini, seperti pesan Cleo Medina melanjutkan kepemimpinan perusahaan raksasa milik nya di negara tersebut, dan Alexander adalah anak yang jenius dia sudah bisa menangani perusahaan sambil kuliah karena dia loncat kelas saat itu,berbeda dengan sang kakak yang biasa saja hanya pintar bela diri.


setelah Andrea, meninggal dunia,kini Sheila pun ikut tinggal di Rusia beserta kedua anak nya kini, sama-sama tinggal di sana membantu Medina saat ini.


Daniel yang sudah sering sakit-sakitan Medina hanya sesekali kekantor saat ini, Medina tidak mau suaminya di rawat oleh orang lain.


sementara itu, Tora yang kini tinggal di apartemen milik nya, dia selalu di kunjungi oleh Alexia, yang sering menginap di di apartemen nya jika keadaan hati nya tidak baik-baik saja, atau ketika kabur dari rumah.


Tora, hanya bisa pasrah ketika keponakan nya, saat ini selalu datang dan mengadu pada nya entah itu karena di marahin oleh Deswita karena selalu pulang telat dan jika itu terjadi Deswita akan mengomel dan menyuruh Alexia berlatih dengan keras, Deswita masih menerapkan ajaran Cleo pada Alexia.


"Om,,, Alexia, tidak mau pulang lagi mommy sangat kejam dia selalu menghukum aku jika aku pulang telat"adu Alexia.


"heumm, alasan saja bilang saja kau kekurangan uang jajan, karena Daddy mu merampas kartu milik mu iya kan, dan gara-gara kamu selalu pulang malam" ucap Tora.


"hehehe, Om tau...?" ucap Alexia.


sementara itu Tora hanya senyum mengejek.


"Om, boleh ya aku tinggal di sini?" ucap Alexia.


"heumm, baik'lah tapi jika kakak ku marah aku tidak ingin ikut campur dan saat ini aku akan pergi ke rumah sakit dan kamu tidur sendiri di sini"ucap Tora.


"aku ikut kerumah sakit saja" ucap Alexia.


"tidak, sayang rumah sakit itu terlalu banyak virus, jadi jangan pernah ikut kalo tidak Om akan antar kamu pulang bagaimana" ucap Tora.


"baiklah, aku tidur di sini tapi Om aku boleh pinjam uang, aku mau keluar cari camilan dulu" ucap Alexia.


"tidak ada uang dan keluar sebaiknya kamu menurut atau kau kembali ke, Mension Kakak ku" ancam Tora tegas.


"heumm, pelit"ucap Alexia.


"semua kebutuhan mu sudah ada di sini jadi tidak ada uang jajan"ucap Tora tegas.


ya... dia memang selalu menyediakan semua kebutuhan Alexia, karena dia sudah terbiasa di datangi ABG yang baru merayakan ulang tahun ke tujuh belas nya.


sementara itu di Mension Andres mencari-cari keberadaan putri kesayangan nya itu, namun tidak juga di temukan.


"Hanny,di mana putri kesayangan ku?" ucap Andres.


"paling,minggat ke apartemen Tora, sudah lah sayang nanti juga kalo dia bosan akan kembali ke mari"ucap Deswita.


"aku akan mencari nya dia pasti kesepian di sana karena hari ini Tora akan pergi ke rumah sakit untuk dinas malam"ucap Andres.


"biarkan saja biar dia merasakan bagaimana jauh dari kita" ucap Deswita yang memang sangat tegas.


Andres pun tidak ingin menentang keputusan yang diambil oleh istrinya itu, karena Andres bakal ikut kena getahnya.


sementara itu di apartemen Tora sudah bersiap untuk pergi ke, kamar nya untuk bersiap untuk pergi ke rumah sakit.


sementara itu Alexia sedang sibuk menonton film horor paforit nya,di bawah di ruang televisi, yang sudah seperti bioskop Tersebut dengan suara yang menggelar,itu adalah kebiasaan Alexia jika sedang menonton film dia tidak suka suasana yang riuh karena menurut nya tidak ada kesan tegang nya.


"ya, ampun Alexia, apa telinga mu budek hingga tak bisa mengecilkan volume TV nya" ucap Tora yang langsung merebut remote tv dan mematikan nya.

__ADS_1


"Om... kenapa sih usil banget aku lagi nonton film seru ihhh!"""teriak Alexia.


"nonton sih nonton saja tapi gak sampai sekencang itu kali, sampai bikin telinga budek, dan ini yang di tonton itu film horor tau apa kau tidak takut di tinggal di sini sendirian" ucap Tora.


"kenapa Takut hantu itu hanya ada di televisi tidak ada di dunia nyata" ucap Deswita.


"Ok, baiklah-baik, tapi ingat jangan ganggu Om, jika Om sedang bekerja karena Om gak akan perduli, saat itu" ucap Tora.


Tora pun berangkat setelah mencium kening Alexia,


"Om, berangkat kerja dulu hati-hati di sini dan ingat jangan buka pintu jika ada yang mengetuk pintu larut malam" ucap Tora sambil berangkat.


Alexia, pun hanya mengangguk dan tersenyum setelah itu ia melanjutkan nonton film nya yang sempat tertunda.


Tora berangkat jam empat sore dan dia akan kembali,jam tujuh pagi.


Alexia, pun selesai nonton film dia tidak menyalakan ponsel nya sampai malam tiba Alexia pun makan malam sendirian karena tidak ada Tora di sisinya, pria itu bekerja dengan sangat telaten dan tidak pernah absen dari pekerjaan nya kecuali ada gangguan dari Alexia keponakan tersayang nya itu.


Tora, sudah berusia tiga puluh tahun tapi dia tidak pernah membawa pacar atau pun teman perempuan, keluarga nya mengira dia itu tidak normal, dan sering menasehati nya itulah kenapa Tora sendiri tidak betah tinggal di rumah ia lebih memilih apartemen nya.


Tora sebenarnya pria normal dia pernah jatuh cinta hanya saja saat itu,ia kehilangan sosok wanita yang dicintainya karena perjodohan, dan Tora tidak ingin lagi jatuh cinta berbeda dengan Torik, yang selalu gonta-ganti pacar bukan pacar sih tapi tepat nya wanita, karena hubungan mereka hanya sebatas hubungan ranjang.


Torik, yang selalu berada di club malam ketika pulang bekerja untuk menghilangkan penat bersama dengan,para sahabat nya saat itu dia langsung memesan minuman tepat nya di ruang VVIP, club malam tersebut Torik dengan kelima sahabat nya sibuk bercumbu dengan wanita malam yang baru saja di temui nya,sambil minum minuman keras.


🌹💖💖💖🌹


hari berganti pagi,kini Alexia,baru mengerejap kan mata nya, dia terganggu dengan sinar matahari yang masuk lewat jendela kamar nya itu yang sengaja Tora buka saat ini.


"hey, gadis malas bangun,ini sudah siang mau sampai kapan kamu tetap tidur" ucap Tora.


"Om, aku masih ngantuk" ucap Alexia.


"Om, tidak mau dengar Lima menit berlum pergi mandi juga jangan salah kan Om, jika shower yang datang kemari" ucap Tora tegas.


"owh.. ya ampun mau sampai kapan aku harus mengurus anak keras kepala ini, belum juga nikah, sudah di buat pusing seperti ini" ucap Tora sambil langsung mengangkat tubuh Alexia,di bawahnya ke kamar mandi dan di letakkan di bathtub,lalu di guyur air, Deswita pasrah saja karena ini bukan pertama kalinya dia di perlakukan begitu dia tau paman nya itu begitu menyayangi nya.


"Om,kejam,hiks hiks hiks hiks"Alexia pun berakting seolah-olah sedih.


"drama di mulai" ucap Tora yang kini langsung bergegas keluar dari kamar mandi.


Tora, selalu seperti itu dia langsung bergegas menyiapkan sarapan walau pun di bawah sudah ada pelayan yang bertugas setiap pagi hari yang di kirim mommy nya seperti biasa untuk membersihkan apartemen putra nya itu.


"pagi tuan muda"ucap pelayan yang biasa membersihkan dan memasak untuk nya setiap pagi.


"pagi" bagaimana keadaan mommy dan Daddy ku" ucap Tora yang sangat ramah.


"mereka baik tuan hanya saja dia titip pesan agar tuan pulang ke Mension,besok" ucap salah satu pelayan.


"bilang, aku sedang sibuk mengurus, princess ku di sini, jadi mungkin aku pulang Minggu depan" ucap Tora, yang memang sudah bisa di mengerti, siapa yang di maksud oleh Tora tuan muda nya itu.


"baiklah tuan" ucap mereka berdua dan kini Tora pun menyiapkan sarapan pagi nya untuk mereka berdua walaupun sedikit terlambat karena gadis manja tersebut.


setelah selesai menghilangkan makanan di meja,kini Tora menunggu keponakan nya itu yang baru menuruni tangga.


"cepat lah ini sudah telat aku ingin segera istirahat" ucap Tora yang memang terlihat sangat kelelahan, setelah bekerja semalam,kini Alexia pun duduk tanpa kata menyuapkan makanan nya ke mulut nya dan tidak ada obrolan di antara mereka karena itu adalah peraturan keras dari Tora saat makan tidak ada yang boleh bicara.


setelah, selesai sarapan kini Tora langsung bergegas ke dalam kamar nya, duduk sebentar di sofa dan setelah itu ia berbaring di ranjang nya,ia benar-benar mengantuk dan itu sudah jadi rutinitas nya setiap kali pulang dinas malam.


sementara itu Alexia saat ini sedang berenang setelah dia berolahraga, seperti kebiasaan nya setiap weekend.

__ADS_1


dua jam sudah Tora tidur ia pun bangun dan mbersihkan diri, nya setelah itu dia turun di lihat nya keponakan nya itu, sudah rapi, saat ini dia sedang duduk di sofa ruang santai yang menghadap ke area taman mini yang ada di dalam apartemen mewah milik Tora itu.


"heumm.. tumben sudah rapi mau ngapain tuh?" ucap Tora yang kini tengah duduk di samping Alexia.


"aku mau jalan hari ini karena bosan tinggal di rumah terus" jawab Alexia.


"heumm,memang nya punya uang" ucap Tora sambil senyum mengejek.


"gampang aku tinggal suruh saja orang ku merampok gampang kan ucap Alexia yang pura-pura serius.


"hey, bocah jangan macam-macam" ucap Tora sedikit marah.


"habis aku sekarang sudah seperti gembel walaupun orang tua ku super kaya raya mereka tega biarkan aku terlunta-lunta tanpa duit sepeser pun"ucap Alexia sedikit mendramatisir.


"tunggu dan jangan kemana-mana ucap Tora yang kini kembali ke kamar nya untuk mengambil dompet dan kunci mobil juga ponsel nya, yang di masukkan ke dalam tas kecil milik nya itu.


"ayo, pergi katanya mau jalan" ucap Tora sambil menggenggam tangan keponakan nya itu, dia langsung menarik Alexia yang kini mengikuti langkah kaki nya, mereka masuk kedalam lift turun ke lantai dasar untuk menuju parkiran mobil nya.


sesampainya di sana dia langsung bergegas masuk ke dalam mobilnya bersama Alexia yang sedari tadi terdiam.


"Alex,,, sayang kamu ko diam ada apa heumm?"tanya Tora yang menghidupkan mesin mobil nya.


"aku hanya heran Om, kenapa Oma tidak menikah kan Om saja seperti nya bagus jika Om, segera menikah dan punya anak secara om,bisa merawat ku Om juga sudah cukup matang untuk menikah" ucap Alexia.


"jangan bicara kan itu lagi jika Om menikah siapa yang akan mengurus mu jika kamu kabur lagi" ucap Tora sambil menatap kearah Alexia.


"Om, aku bisa mengurus diri sendiri kok, jadi Om tidak perlu khawatir" ucap Alexia.


"beneran gak akan nyesel?"tanya Tora lagi dia ingin lihat wajah wanita yang selalu di sayangi nya itu.


"kenapa harus nyesel yang ada aku bangga Om ku menikah jadi gosip di luaran sana itu tidak akan ada lagi" ucap Alexia yang memang tau, apa itu yang sering di omongin orang tentang Om nya.


"heumm.. anak kecil jadi tukang gosip, baik'lah Om, akan menikah dengan pilihan Oma mu" ucap Tora lantang sebenarnya dia enggan untuk meninggalkan Alexia jika dia menikah Alexia pasti akan kesepian.


tidak terasa mereka pun sampai di pusat perbelanjaan, soraya kini tengah berjalan berpegangan tangan dengan paman nya itu,adik sepupu ibunya yang begitu dekat dengan nya.


"belanja lah sesuai keinginan mu, Om akan tungu di sini" ucap Tora sambil memberikan black cards nya yang jarang dia gunakan itu adalah pemberian papa, nya yang selalu memberikan perhatian lebih untuk mereka berdua.


Alexia pun menatap Tora, dia tidak beranjak dari tempat ia berdiri saat ini.


"ada apa hemm, bukan nya kamu butuh itu" ucap Tora.


"aku hanya ingin, kita berkencan sebelum Om menikah, itung-itung perpisahan" ucap Alexia tanpa malu.


"kencan.... kencan seperti apa princess kita itu tidak bisa berkencan karena aku adalah Om kamu bukan pacar mu" ucap Tora sambil mendekat.


"ya anggaplah seperti itu, aku hanya ingin kita menonton, dan pergi makan setelah nya please sebelum perpisahan kita tiba" ucap Alexia.


"kita tidak akan berpisah, kamu akan tetap menjadi kesayangan ku, dan selamanya seperti itu walau pun aku menikah nanti" ucap Tora yang tau keponakan nya itu sebenarnya Takut kehilangan perhatian nya.


"ya, terserah lah, yang pasti saat Om menikah nanti, aku akan pergi ke tempat Oma, dan kuliah di sana" ucap Alexia.


"kalau begitu, aku juga tidak akan menikah jika kamu menjauh dari ku" ucap Tora tegas.


"jangan pernah lakukan itu atau aku akan pergi sekarang juga" ancaman Alexia.


"iya, iya bawel aku akan menikah tapi kamu harus janji tidak akan pernah pergi jauh lagi" ucap Tora.


"iya aku bisa pertimbangkan" ucap Alexia.

__ADS_1


"aku mau jawaban yang pasti" ucap Tora menatap tajam.


"baiklah aku tidak akan pernah pergi"Alexia.


__ADS_2