Jodoh Sang Wanita Malam

Jodoh Sang Wanita Malam
kebersamaan terakhir


__ADS_3

Alexia pun kini pergi menonton bareng Tora dan kini mereka sudah duduk di paling belakang ruang bioskop Tersebut dan Alexia tidak bisa fokus dalam diam nya kepalanya terus memikirkan kembali obrolan mereka tentang pernikahan nya saat tadi pagi.


setelah selesai, menonton film mereka pun pergi,ke restoran untuk mengisi perut yang sudah keroncong, tapi lagi-lagi Alexia tidak menyentuh makanan nya hanya di aduk-aduk dan itu membuat Tora jengah tidak biasa keponakan nya itu, jadi pendiam seperti ini.


"aaaa,... buka mulut mu" ucap Tora.


"aku tidak lapar Om, Om saja yang makan" ucap Alexia dengan tatapan kosong nya.


"ada, apa Alexia, aku tidak suka lihat kamu seperti ini" ucap Tora.


"aku tidak apa-apa, hanya saja aku kangen mommy, setelah dari sini aku akan pulang" ucap Alexia.


Tora hanya mengangguk, dia tau Alexia bukan merindukan ibunya tapi dia memikirkan hal lain.


setelah kembali dari jalan-jalan,kini Alexia langsung masuk kedalam kamar nya dan membereskan barang-barang nya semua tidak ada yang tersisa Tora heran biasanya, Alexia tidak pernah membereskan barang-barang di kamar nya semua itu adalah barang, yang biasa di tinggal kan di sana jadi dia biasanya membawa satu koper kecil baju dengan tass kecil milik nya kini seperti orang mau pindahan.


"jangan bawa barang-barang itu, terlalu banyak gak akan muat di mobil lagian kenapa harus mengosongkan kamar mu heuhh, kamu hanya akan pulang sebentar dan besok juga kembali lagi"ucap Tora yang curiga.


"tidak Om, aku sudah putuskan aku akan jadi anak baik dan tidak akan kabur lagi, aku takut mommy mengutuk ku nanti nya" ucap Alexia beralasan.


"Alasan saja Om tidak tau apa yang ada di otak mu saat ini, tapi yang jelas Om tidak mengijinkan kamu untuk kembali selama nya ke sana" ucap Tora sedikit egois.


"aku tidak akan jadi anak yang penurut Om apa itu salah, rasanya aku sudah dapat kan pelajaran bagaimana hidup tanpa mereka Rasanya seperti gembel yang tidak punya apapun" ucap Alexia yang masih bersikukuh berbohong, padahal dia hanya takut kehilangan sosok pria yang di sayangi nya, dia akan berusaha menjauh.


"Alexia,tatap aku jika aku sedang bicara" ucap Tora meninggikan nada bicara nya.


"Om, kenapa sih Om bersikap aneh deh, biasa nya juga aku cuma menginap sebetar lalu pergi lagi aku sudah rindu mommy dan Daddy" ucap Alexia yang tetap berbohong.


"baiklah jika itu yang sebenarnya aku akan mengantarmu kamu pulang sekarang juga" ucap Tora tegas.


"tidak usah Om aku sudah pesan taksi sebetar lagi juga akan sampai sudah di jalan" ucap Alexia yang memang sudah memesan taksi online.


"batalkan, aku yang akan mengantarkan mu, nanti orang tua mu pikir aku mengusir mu dari sini" ucap Tora tegas sambil mengambil koper milik Alexia.


"tidak Om, aku akan pergi dengan taksi dan aku janji akan jelaskan semuanya pada mereka bahwa aku pulang dengan keinginan ku, lagian Oma tadi telpon katanya Om harus segera ke Mension, saat ini juga Oma sedang tidak enak badan" ucap Alexia berbohong padahal dia tau Tora akan di pertemukan dengan calon istri nya itu.


"flashback on"


"πŸ“žhalo, Oma,ada apa?"ucap Alexia.


"πŸ“ž apa om mu sudah bangun" tanya Sheila.


"πŸ“ž belum Oma, Om masih istirahat, saat ini ada apa?? Oma tumben Oma telpon ke nomor rumah"tanya Alexia.


"πŸ“ž Oma,memang sengaja ingin menelpon kamu, biasa tidak tolong bujuk Om, kamu untuk segera ke rumah Oma sekarang, soalnya Oma akan kedatangan calon mantu Oma, nanti Sore" ucap Sheila.


"πŸ“ž owh tentu saja Oma akan aku bantu" jawab Alexia,sambil meneteskan air mata, dia langsung berpikir akan kehilangan orang satu-satunya yang mengerti dirinya.


"πŸ“ž halo, sayang, apa kamu di sana" ucap Sheila yang heran karena Alexia, tidak bicara lagi.


"πŸ“ž ya,halo Oma aku pamit dulu ya Oma mau mandi dulu ini sudah kedinginan habis berenang" ucap Alexia yang memang masih menggunakan bathroob.


Alexia pun membersihkan diri, nya dan setelah itu ia langsung berpakaian rapi walaupun di otak nya masih terngiang-ngiang ucap sang Oma, yang akan menjodohkan Tora dengan anak sahabat nya.


Alexia, duduk termenung di ruang santai hingga Tora mengejutkan lamunan nya, saat itu,ia bahkan menyinggung soal uang yang memang dia tidak memegang nya sama sekali.


"flashback off"

__ADS_1


"kapan Oma,mu telpon?"ucap Tora bertanya.


"tadi sebelum, kita jalan" ucap Alexia Jujur.


"ya ampun kenapa baru bilang saat ini sih gimana kalau terjadi sesuatu pada nya ucap Tora yang langsung bergegas kekamar nya dan bersiap untuk pergi,semetara Alexia kini tengah berjalan menyeret tiga koper sekaligus dan satu kardus besar di bantu oleh satpam yang sengaja ia panggil saat itu dan Tora tidak tau, kalau Alexia di jemput sopir pribadi nya.


Tora yang sudah rapi setelah membersihkan diri dia berjalan menuruni anak tangga dan ia kaget saat melihat Alexia tidak ada di sana lagi, sesaat Tora mematung tapi kemudian dia berbicara dengan dirinya sendiri.


"mungkin dia terburu-buru, tapi sudah lah toh nanti dia bisa bertemu kembali dengan nya dan mungkin akan kembali ke sana untuk menginap seperti biasanya"batin Tora bergemuruh.


"sementara itu, di perjalanan pulang Alexia,menintkan air mata nya saat dia sedang memikirkan kedepan nya seperti apa, dia pasti akan kesepian, dan hanya sendiri karena Torik tidak sedekat itu dengan nya walau pun Torik juga sangat menyayangi nya, hanya saja cara dia tidak selembut Tora.


sampai lah Alexia di Mension megahnya itu,kini dia langsung masuk kedalam kamar nya di bantu beberapa pelayan yang membereskan barang-barang nya, saat ini dia langsung beranjak ke dekat balkon nya dan melamun sambil terduduk di sana air mata nya,kini mengalir semakin deras.


"aku tidak tau lagi harus apa, mulai besok pokok nya aku akan menyibukkan diri ku" ucap Alexia.


sementara itu Deswita dan Andres yang mendengar laporan bahwa putrinya sudah kembali dengan semua barang-barang nya kerumahnya, mereka tersenyum lega pasalnya anak gadis nya kini telah kembali dan akan menyambut nya saat dia pulang kerja.


sesampainya di Mension keluargganya kini Tora di sambut oleh beberapa orang yang baru saja di temui nya dia begitu terkejut ketika melihat mommy nya dalam keadaan baik-baik saja, Tora sebenarnya bersyukur ibunya tidak kenapa-kenapa hanya saja dia kecewa karena Alexia membohongi diri nya.


πŸŒΉπŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸŒΉ


dua jam sudah mereka mengobrol dan bercanda di sela pertemuan pertama antara dua keluarga, mereka mengobrol tentang acara pertunangan yang akan di adakan satu bulan lagi di hotel milik Tommy, kedua keluarga nya begitu antusias dengan perjodohan ini sementara Tora hanya pasrah ternyata yang di jodohkan dengan nya juga teman kerjanya satu rumah sakit dia juga Dokter yang baik dia adalah Dokter spesialis kandungan, sementara Tora dokter bedah.


setelah kembali ke apartemen, Tora kembali merasakan sepi yang tidak biasa nya walau pun itu sudah jadi rutinitas Alexia datang dan pergi sesuka hati, tapi biasanya dia tidak pernah membersihkan barang-barang di kamar nya seperti saat ini, tidak ada satu pun barang yang tersisa kecuali kado yang pernah Tora berikan saat dia nginap di sana semu tersusun rapi di lemari.


Tora masuk kedalam kamar Alexia saat ini di lihat nya semua kosong dia membuka lemari pakaian milik Alexia saat ini tapi tidak ada satu pun barang miliknya hanya saja barang-barang pberian nya masih utuh semua Tora kaget apa maksud nya dari semua ini.


satu bulan sudah Tora dan Alexia tidak pernah bertemu bukan tidak pernah mencari nya, Tora bahkan selalu mengunjungi nya di kala dia senggang, saat itu tapi Alexia selalu menghindar dari nya, dan tidak pernah ingin bertemu lagi dengan nya.


Tora sudah bicara dengan Deswita sang kakak hanya saja Deswita tidak ingin ikut campur dengan urusan mereka Deswita tau Tora merasa kehilangan dan Alexia pun beralasan sibuk untuk ujian kenaikan kelas saat ini.


hari ini adalah week end, Alexia bersama dengan teman-teman nya pergi ke Mall saat ini dan berencana untuk shoping dan menonton sepuasnya setelah itu dia akan pergi ke acara ulang tahun teman nya yang di adakan di club milik Sheila.


Alexia,sibuk berjalan dengan teman nya, hingga tidak sadar ada yang memperhatikan nya Alexia masuk ke sebuah butik untuk mencari Gaun yang sangat cantik seperti yang ada di pikiran nya saat ini untuk menghadiri pesta ulang tahun teman nya saat malam nanti.


saat ia berjalan, den ingin meraih gaun yang ia inginkan itu dia terkejut melihat tangan wanita lain meraih nya juga.


"maaf, Nona, saya yang lebih dahulu melihat gaun ini" ucap Alexia yang tidak melihat ke arah mereka.


"tapi ini lebih cocok di saya Nona,saya sudah lebih dewasa" ucap Dokter Rania, yang kini tidak mau mengalah.


Alexia pun melihat kearah sepasangan kekasih tersebut dia kaget' saat mata pria yang di hindari nya kini tengah menatap tajam kearah nya.


"kamu benar Tante,ini cocok dengan diri mu aku bisa cari di butik sebelah " ucap Alexia yang langsung pergi terburu-buru saat ini dia tidak ingin melihat mereka lagi.


sementara Tora pamit pada Rania, yang kini masih memilih gaun dan tas yang lain nya dia pun, memberikan kartu yang pernah ia berikan pada Alexia.sambil langsung bergegas pergi menyusul Alexia keluar namun sayang Alexia tidak di temukan nya karena saat ini dia sembunyi di kamar ganti.


sampai satu jam lamanya dia baru keluar kebetulan dia sudah menyewa tempat itu jadi pelayan butik bilang ruang itu sedang tidak di gunakan, Alexia mbuat janji dengan para sahabat nya,di dalam bioskop sebetar lagi setelah mereka makan terlebih dahulu dan Alexia pun datang menghampiri mereka dengan alasan ada keperluan mendadak.


"sorry, temen-temen aku tadi ada keperluan mendadak, jadi telat aku pesan makanan dulu ya nanti setelah aku makan aku langsung nyusul kalian"ucap Alexia.


"Sudah lah aku akan tungguin kamu makan saja biar kita enak pergi nya bareng-bareng" ucap Ririn,salah satu sahabat nya.


Deswita jalan bareng Ririn, Dwi,Meka Audrey Steven.


mereka adalah sahabat, dekat Alexia saat ini dan mereka juga memutuskan untuk kuliah bersama di Bandung satu tahun setelah mereka lulus nanti dan di jurusan yang sama persahabatan mereka akan selalu ada sampai kapan pun itulah cita-cita nya.

__ADS_1


setelah selesai makan siang mereka pun pergi membeli tiket film horor, walaupun di antara mereka tiga adalah penakut.Ririn, Meka, dan Dwi.adalah penakut sejati tidak heran setiap kali mereka menonton mereka selu menjerit ketakutan tapi mereka pun menikmati itu dan tidak ada yang berani protes dengan itu karena film itu sudah biasa di tonton dengan jerit ketakutan oleh penonton nya hanya Steven,Audrey, dan Alexia yang berani menertawakan ketakutan mereka tak jarang pula, ketiga penakut itu menjerit karena di takutin oleh mereka yang pemberani.


hingga Sore tiba mereka pun bubar setelah menonton tiga judul film horor yang berbeda, saat di jalan keluar dari bioskop dia, mereka tertawa bersama meski kadang ketiga penakut protes.


"sudah-sudah gak lucu tau" ucap Ririn yang pura-pura ngambek.


"Lo masih berani pergi ke club milik Oma gue,di sana dulu adalah tempat di mana Oma gue ngebantai penjahat yang menghabisi nenek dan kakek buyut gue" ucap Alexia, terang-terangan.


"ihhh, Oma Lo sadis juga ya ternyata, tapi menurut gue dia adalah orang yang baik dia di kabarkan membantu para polisi membasmi kejahatan, dan tak jarang menyelamatkan mereka, dari para penjahat jadi dia di juluki sikkopat, kebenaran" ucap Audrey.


"hadeuh, apa pun itu yang pasti Oma gue adalah wanita yang sangat mulia di mata gue, dia adalah wanita yang sangat tangguh dan bijak, pokonya dia segala nya bagi gue" ucap Alexia.


semua sahabat nya tidak merasa risih atau pun takut mereka tau keluarga Alexia adalah orang baik, terlepas dari masalalu nya yang mengerikan dan sangat menyayat hati, semua yang terjadi pada Medina jadi catatan bersejarah di masa nya karena dia adalah korban kebiadaban para penjahat yang dengan sadisnya menghabisi nyawa kedua orang tua nya itu.


tak, terasa mereka pun sudah sampai di rumah masing-masing, dan Alexia di kejutkan dengan keberadaan Tora yang menunggunya di dalam kamar nya saat ini, Alexia tidak sadar dengan mobil, yang terparkir di garasi tadi.


"Om... sejak kapan Om di sini dan" ucapan Alexia terhenti ketika dia melihat tatapan dingin dan tajam dari Tora.


Alexia pun hanya terdiam tak lama dia pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dia tidak ingin berdebat dengan Om nya itu saat ini, dia merasa lelah .


setelah selesai membersihkan diri dia keluar menggunakan kimono mandi nya, setelah itu dia langsung bergegas masuk ke room closed untuk, memakai baju nya, dia bahkan belum sempat mengeringkan rambut nya saat ini yang masih di balut oleh handuk putih yang melilit di atas kepala nya.


saat Alexia keluar, dia masih dengan posisi yang sama Sabil menatap nya seperti tadi.


Alexia pun hanya bersikap cuek karena bagaimanapun dia tidak akan bisa melawan kehendak Tora, jika dia sedang marah setelah selesai mengeringkan rambut nya kini Alexia mengoleskan krim di wajah nya sebagai pelembab setelah itu ia duduk di hadapan Tora dan wajah segar nya.


"sudah selesai" ucap Tora dingin


"sudah,ada apa memang nya?"tanya Alexia tak kalah dingin.


"mau sampai kapan kamu menghindar dari ku" ucap Tora to the points .


"kapan aku menghindar dari om?"ucap Alexia pura-pura tidak tahu.


"jangan bohong, aku tau kamu sengaja menghindar dari ku karena kamu tau aku akan bertunangan dan menikah iya kan jawab" ucap Tora sedikit menaikan nada bicara nya.


"aku tidak merasa melakukan itu, dan lagi aku sibuk akhir-akhir ini, untuk ujian dan tadi aku hanya menghilangkan penat bareng teman-teman ku" elaknya.


"Alex, Om tau kamu berbohong mau sampai kapan kamu bersikap seperti itu, harus nya kamu bilang jika kamu tidak ingin aku menikah" ucap Tora tegas.


"memang nya aku siapa melarang-larang kamu menikah, aku gak punya hak, dan lagi wanita yang tadi merebut pilihan ku dia sangat cantik jadi tidak ada alasan lagi untuk mu menolak nya, aku senang kamu punya pendamping juga akhirnya Om ku yang sudah lama merana" ucap Alexia, yang tersenyum di paksakan.


"owh jadi ini yang kamu bilang tidak menghindari ku, dan untuk apa kau membeli gaun, kurang bahan seperti itu" ucap Tora yang menunjukkan nomor ponsel nya di blokir oleh Alexia, dan dia juga bertanya tentang gaun tersebut.


"aku tidak pernah memblokir nomor mu ponsel aku yang lama terjatuh di sekolah dan terlindas mobil jadi aku ganti nomor dan lupa dengan kontak lama" ucap Deswita bohong.


"ini ponsel yang katanya hancur terlidas mobil" Tora melempar ponsel Alexia yang dia ambil di laci nakas milik Alexia, dan Alexia pun seketika terdiam.


"mau beri alasan apa lagi heeuh" ucap Tora yang menatap tajam pada Alexia.


"sudah lah Om, seharusnya Om senang selama kalian bersama tidak mendapatkan gangguan dari ku" ucap Deswita yang langsung beranjak dari duduknya ia ingin melangkah menuju balkon, namun tangan nya di tarik kasar oleh Tora hingga dia kembali terduduk di sofa.


"Om, apa-apaan sih sakit tau" ucap Alexia.


"aku sedang, bicara jadi aku tidak suka di tinggal kan saat sedang bicara" ucap Tora tegas.


"Om, aku sudah tidak ada lagi yang ingin di bicarakan, sekarang om mau apa"ucap Alexia bertanya.

__ADS_1


"aku, tidak ingin, kamu menghindar dari ku, dan satu lagi jika kau mau, aku menikah besok, harus datang ke, pertunangan ku" ucap Tora tegas.


"tentu aku akan datang, ucap Alexia, yang tersenyum di paksakan, setelah itu dia pun bergegas mengambil paper bag yang tadi di bawahnya.


__ADS_2