
Sejak awal 90'an setelah berkenalan dan membantu romo Mangun mengurus proyek kali Code, sebagian besar waktu Gunawan nama panjang mas Gun dihabiskan di sekitaran kampung Code.
Dunia kelam-nya perlahan terpinggirkan sejak mengenal bumi dan langit lewat romo Mangun.
Rasa bangga dan hormat Gunawan dan warga kampung Code kepada romo Mangun semakin bertambah di tahun 1992, ketika Kampung Code mendapatkan anugerah penghargaan internasional di bidang arsitektur, yaitu Aga Khan Award yang menonjolkan penilaian dari kelebihan sisi gotong royong serta struktur tiang bangunan berbentuk huruf “A” di setiap rumah warga yang terlihat tampak unik.
Perlahan masa kelam dan dunia hitam Gunawan tersapu kesibukan barunya membantu membangun kampung kali Code ... sampai kemudian perikatan batin dirinya dengan Seti lewat mbah Jum bibinya membuat dirinya terusik untuk menemani Seti mengurai permasalahan yang tidak bisa dihadapi Seti sendirian ...
...----------------...
Dari Kota Baru, Gunawan menuju lapak Malioboro. Sengaja berjalan kaki, beberapa pedagang angkringan yang mengenalnya memanggil. Melambaikan tangan menyuruhnya mampir.
"Wah penghuni kali Code akhirnya keluar... Pasti ada sesuatu yang membuatnya meninggalkan tapa bratanya," keingintahuan terlihat dari salah seorang pedagang angkringan yang tadi memanggil setelah Gunawan duduk di bangku angkringan-nya.
"Hahaha ... Mau nglemesin mata... Pingin lihat Malioboro," Gunawan membalas sapaan teman lamanya itu.
"Mau nagih setoran lagi ?" Pedagang angkringan itu menyinggung masa lalu Gunawan. Menunjukkan mereka sudah akrab sejak lama.
Gunawan terbahak mendengar pertanyaan tentang masa lalunya yang tidak perlu dijawabnya.
Dari tahun 80'an sampai awal 90"an pedagang sepanjang kampung Sayidan, Kota Baru, sampai Malioboro pasti mengenal dirinya.
Cerita masa lalu terus mengalir dari dua laki-laki itu di angkringan. Masa ketika Jogja menjadi tempat yang nyaman bagi geng-geng yang mencari uang lewar tarikan upeti dengan kekuatan otot yang dikemas dalam bentuk jasa keamanan.
Saat itu gabungan anak liar yang disingkat gali menjadi sisi gelap lorong-lorong Jogja. Gunawan kecil, tak luput dari godaan cara mencari uang dengan modal otot ala gali itu.
Lewat kelompok gali yang merasa mempunyai daerah kekuasaan diseputar pertokoan masing-masing kampungnya Gunawan kecil berkenalan dengan jalanan.
Di sekitar Ngampilan dan Wirobrajan, Gunawan kecil mula-mula berkenalan dengan Samudi Blekok. Berawal dari bermain gitar bersama sambil menyanyikan lagu-lagu Rolling Stones untuk menghibur tamu bule.
Bule-bule sepanjang Sosrowijayan sampai Malioboro sangat mengenal Samudi Blekok dan Gunawan kecil. Panggilan akrab Black Sam dan Little Gun jika sedang nongkrong bersama menunjukkan kepopuleran keduanya di mata bule-bule tadi.
Sampai kemudian gaya hidup minuman keras dan perempuan membuat keduanya membutuhkan uang secara cepat dan mudah.
Bermula dari meminta uang secara halus kepada pemilik lapak dan toko sekitar Wirobrajan untuk dijaga kelompok mereka supaya aman dari pencurian yang lalu dipakai untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup. Gunawan kecil semakin menjadi ketika semakin kecanduan minuman keras.
Cara halus yang dipakai untuk meminta uang lalu berubah menjadi cara yang kasar. Jika permintaannya tak dipenuhi, tak ayal tenda lapak atau etalase toko pasti remuk menjadi sasaran kemarahan para gali.
__ADS_1
Jika Gunawan kecil gagal menarik upeti, sosok Samudi Blekok yang memiliki tubuh kekar dan berkulit hitam akan mondar mandir ke lapak atau toko sasarannya dengan motor bersetang tinggi sambil memamerkan trisula, senjata kebanggaan-nya yang selalu terselip di pinggang.
Begitulah cara mencari uang yang dipakai Gunawan kecil masa itu ... Sampai kemudian mbah Jum yang adik dari bapaknya mendengar kelakuannya yang sering membuat onar di jalanan Ngampilan sampai Wirobrajan.
Marah besar mendengar polah keponakannya. Mbah Jum bersama mendiang suaminya suatu malam mendatangi tongkrongan Gunawan kecil yang sedang mabuk-mabukan bersama gerombolannya di Wirobrajan.
Tak menyangka bibi yang sangat diseganinya tiba-tiba saja muncul mendadak di hadapan-nya, Gunawan kecil tak bisa lari mengelak. Hanya diam saja merasa bersalah dan pasrah menerima kemarahan mbah Jum yang lalu mengobrak abrik seluruh botol dan gelas yang ada di trotoar Wirobrajan sambil memukuli siapa saja yang ada di situ.
"Aku lalu dihukum jadi kuli di kali Code setelah bibiku ngamuk dab...," Gunawan terkekeh sambil menggigit sindikan rempela hati kesukaannya.
"Hahaha ... jadi itu yang membuat awak-mu hijrah ke kali Code ?" Penjual angkringan tadi ikut terbahak mendengar cerita Gunawan.
"Kurang lebih begitu ...Bibiku sangar dab ... Tapi sangat baik ... Dia yang memberi makan keluargaku sejak bapak ngandang di pulau Buru ...," Gunawan mengangguk sambil meneruskan ceritanya.
Anak terakhir dari tujuh bersaudara, Gunawan kecil belum mengerti apa-apa ketika bapaknya tiba-tiba saja dibawa beberapa orang yang mengunjungi rumahnya tengah malam. Sejak itu dirinya tak pernah bertemu lagi dengan bapak.
Dari mbah Jum yang mengasuhnya dan menghidupi keluarganya sejak bapak entah ke mana, Gunawan kecil akhirnya tahu cerita tentang kesialan bapak yang ikut-ikutan masuk Lekra, suatu lembaga kesenian yang kekiri-kirian saat menjadi pemain Kethoprak Mataraman tanpa pernah paham apa itu politik ... Karena itu Gunawan kecil tak berani membantah apa kata dan perintah mbah Jum.
Beberapa hari kemudian, setelah reda kemarahan-nya, mbah Jum menyuruh Gunawan kecil ikut proyek di kali Code daripada lontang lantung gak jelas.
Dari situlah Gunawan kecil lalu berkenalan dengan romo Mangun, ... yang kemudian membuatnya jatuh cinta dengan kampung itu setelah sentuhan tangan dingin rohaniwan arsitek projo itu merubah pinggiran Code lebih manusiawi dan sehat.
Sejak itu, Gunawan kecil memutuskan tinggal di kampung Code. Meninggalkan jalanan setidaknya membenarkan pilihan Gunawan kecil setelah tak berapa lama kemudian Jogja terkena Operasi Pemberantasan Kejahatan yang menyasar para gali.
Mendengar berita Samudi Blekok yang mati di jalanan terkena operasi pemberantasan itu membuat Gunawan semakin menyayangi dan sangat berterimakasih kepada mbah Jum dan suaminya serta tentu saja romo Mangun.
Tak bisa dibayangkan jika dirinya tak menuruti kata-kata mbah Jum ... Bisa saja namanya hanya dikenal sebagai penghuni kegelapan Jogja.
"Aku meh nang Malioboro dab ... nyari info motor temanku yang hilang." Merasa cukup bercerita, Gunawan pamit ke Malioboro.
"Wah motor apa ?"
"Rx-spesial ... " Jawab Gunawan, "Coba pasang kuping dab... siapa tahu dengar info." Lanjutnya sambil berdiri dan menaruh selembar lima ribuan di meja gerobag.
"Susuk-ke iki Gun ...,"
"Wis nggo tuku lapen wae ..." Gunawan terbahak menolak kembalian. Bergegas meninggalkan angkringan menuju Malioboro.
__ADS_1
...----------------...
Jantung Doni berdebar hebat setelah menatap laki-laki yang menepuk pundaknya saat sedang mengobrol dengan Yuni di lapak Malioboro.
"Wah mas Gun rupanya ... gimana kabarnya ?" Tanya Doni kemudian.
"Baik," Gunawan lalu duduk menyebelahi Doni setelah memperhatikan sekitar lapak.
Doni mengenalkan Yuni yang ada di sampingnya. Tak lama Doni dan Gunawan berbicara perlahan. Kabar kejadian yang menimpa Seti, Seto, Asri, dan Dibyo di Gunung Kidul rupanya sudah sampai ke Jogja.
"Jadi Joe dan Bening ke Gunung Kidul mengantar keluarga Seti dan Asri ?"
"Ya mas, kemarin mereka tiba di Jogja,"
"Siapa saja ?"
"Bapak Seti dan Asri. Dari stasiun mereka dijemput om Rudi bapak Yuni naik mobil... langsung ke Gunung Kidul."
"Seti ada di tempatku,..." bisik Gunawan.
Sedikit senang sekaligus ada kekuatiran di hati Doni mendengar bisikan Gunawan tentang keadaan Seti. "Dia baik-baik saja kan mas ?"
Gunawan mengangguk. "Sudah ada yang menanyaimu tentang kejadian itu ?"
"Tadi pagi ada dua orang ke lapak mas... menanyakan siapa saja teman dekat Seti di Jogja,"
"Kamu menyebut aku ?"
"Tidak mas ... Aku malah tak menyangka Seti ada di tempat mas Gun." Doni menjawab sedikit gelisah. Mencoba menerka apa yang akan dilakukan Gunawan.
"Ya sudah ... jangan cerita tentang Seti kepada sembarang orang. Aku mau ke temanku yang di LBH minta pendampingan,"
"Bantu kami mas... kejadian itu sangat menyusahkan semuanya," kata Doni sedikit terbata-bata.
Tak lama Gunawan berbincang dengan Doni dan Yuni, lalu beranjak pergi sambil berpesan akan segera ke Polres Gunung Kidul dan ke Rumah Sakit Wonosari jika sudah ada LBH atau pengacara yang mendampingi Seti ...
...----------------...
__ADS_1