Jogja Pada Suatu Masa

Jogja Pada Suatu Masa
46. Jangan Mundur !


__ADS_3

Sebagian manusia ada yang menganggap masalah sebagai tekanan hidup. Sebagian lagi menganggapnya sebagai ujian hidup. Dua sudut pandang yang bisa membuat jiwa luluh lantak jika tak bisa melewati dan berdamai dengannya.


Masing-masing sudut pandang tentu mengungkapkan berbagai argumen sebagai upaya untuk menghindari masalah. Kenapa masalah selalu ada di setiap manusia adalah suatu keniscayaan ...


Makanan, air, tempat tinggal, kesehatan, marabahaya, dan masih banyak contoh lain bisa dianggap sebagai masalah kecil bagi sebagian manusia. Tetapi bisa menjadi masalah besar bagi yang lain.


Mengenai marabahaya tentu saja kebanyakan sepakat menjadikannya permasalahan yang tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Bencana alam, kecelakaan, wabah penyakit, dan huru hara adalah contoh yang sering menjadi permasalahan manusia.


Begitu juga dengan Seti, Seto, Dibyo, Asri, Bening dan Muji tak luput ditempa ujian permasalahan marabahaya yang menimpa mereka dengan dashyat.


Sudah semingguan berita keributan Drini menjadi headline media lokal Jogja. Berbagai opini bersliweran menanggapi kejadian itu dari berbagai sudut pandang penyebabnya. Dari pengaruh minuman keras, narkoba, kenakalan remaja, sampai kisah gali yang hidup kembali menjadi topik perbantahan siapa saja yang mengikutinya.


Jika tak ada Gunawan dan LBH yang mengulurkan tangan mendampingi Seti, Seto, Dibyo, Asri, Bening dan Muji, ... bisa jadi permasalahan yang dihadapi mereka akan menjadi hari-hari penuh mimpi buruk yang menakutkan.


Bolak balik Rumah Sakit, Polres, sampai kedai ikan Drini tidak saja menguras ketangguhan mental dan fisik tetapi juga siksaan waktu yang terasa berjalan sangat lambat. Apalagi luka fisik dan batin yang dialami Asri bukanlah perkara yang mudah untuk memulihkannya dan lalu mau menceritakan kejadian yang dialami.


Trauma marabahaya bukan suatu persoalan yang semudah membalik telapak tangan untuk memahami dan melupakannya.


Jika Dibyo mulai pulih lalu mau sedikit menceritakan apa yang dialaminya ... Sisi batin kewanitaan Asri terguncang begitu dashyat ... Tak mampu bercerita apa yang telah terjadi ... Masih butuh waktu panjang untuk menjadi tahu sebab awal kejadian di Drini ...


...----------------...


Waktu terus berjalan ke depan ... Jika saja waktu bisa berputar ke masa lalu, Seti-lah yang paling berharap pada kemustahilan itu. Tetapi persinggungan pilihan itu telah terjadi. Meninggalkan permasalahan yang kini menempa jiwanya.


Merasa tak berguna melihat Asri terbaring lemah di ranjang Rumah Sakit dengan tatapan yang entahlah kepada dirinya membuat Seti kehilangan api jiwanya ... Seperti pijar dian yang meredup ... tak ada binar dari tatapan itu menggelapkan jati dirinya ...


Jika saat di Polres dirinya masih mampu membalas tatapan penyidik yang meminta keterangan kejadian Drini, ... kemantapan hati Seti luluh lantak berganti pedih dan ngilu serasa tersayat sembilu di lubuk hatinya. Rasa sakit itu mengalahkan rasa sakit sebab luka pukulan balok kayu di kepalanya ketika melihat dan menatap kerusakan tubuh dan batin yang menimpa Dibyo dan Asri.


Semakin tak karuan isi hati Seti saat Asri mengabaikan uluran tangannya saat dirinya berusaha meraih jemari lentiknya untuk mencoba membuka percakapan luka batin yang menghunjam jiwa.

__ADS_1


Seto menarik tangan Seti melihat kekakuan serba canggung itu ... Mengajak adiknya ke luar kamar Rumah Sakit tempat Asri dirawat. Melihat kakak beradik itu keluar ruangan, Gunawan dan teman LBH-nya yang menunggu di luar lalu mendekat.


"Bagaimana perkembangan di Polres ?" Seto lalu duduk di kursi. Jahitan lukanya masih mengharuskan dirinya tak mampu berdiri terlalu lama.


"Sementara dari pihak kita sudah cukup dimintai keterangannya, ... Tinggal Asri yang masih belum bisa dimintai keterangan sampai kondisinya membaik," jawab Gunawan.


"Dari LBH Junjung Keadilan juga masih menunggu hasil otopsi yang meninggal," teman LBH Gunawan menimpali percakapan.


"Huuuft ... ampuni salahku Set, .. " Seto lalu memeluk adiknya. Paham betapa luka hati Seti tidak mudah untuk diobati.


...----------------...


Frasa Pro Justitia yang tercantum dalam undangan mengharuskan keseriusan Gunawan dan teman LBH-nya mendampingi Seti, Seto, Asri, Dibyo dan Muji dalam undangan klarifikasi yang tercatat dalam Berita Acara Pemeriksaan dan pengambilan visum.


Visum et repertum yang dibuat oleh dokter dengan keterangan tertulis atas permintaan penyidik yang berwenang mengenai hasil pemeriksaan medik untuk kepentingan Pro Justitia menjadi perdebatan yang sengit sebagai bukti yang sah secara hukum mengenai keadaan terakhir korban penganiayaan, pemerkosaan, maupun korban yang berakibat kematian untuk menentukan siapa yang menjadi korban dan tersangka pada kejadian di Drini.


Adanya muntahan sejenis jamur menjadi temuan penting yang dipakai oleh Gunawan dan teman LBH-nya. Berusaha untuk membuktikan bahwa sebab kematian pada perkelahian di Drini adalah karena keracunan jamur yang diduga dikonsumsi korban meninggal sebelumnya.


Sigit dan temannya yang masih belum diketahui keberadaannya juga sudah dilaporkan atas dugaan pidana perampasan sepeda motor oleh Muji melalui LBH Junjung Keadilan.


Seti dan Seto yang masih dalam proses pengobatan lukanya dikenai wajib lapor.


Sikap koperatif selama pemeriksaan dan jaminan dari LBH yang mendampingi membuat keduanya hanya diwajibkan melapor sampai kasus Drini menjadi terang benderang dan jelas di hadapan hukum ...


...----------------...


Tentang muntahan jamur yang ditemukan membuat Gunawan bergerak cepat mencari tahu asalnya.


Dirinya tahu benar jenis jamur yang dimaksud dan dimana cara mendapatkannya.

__ADS_1


Ramuan jamur sihir atau jamur ajaib banyak dijual sembunyi-sembunyi di warung remang-remang di sekitar pantai Parang Tritis.


Dalam bahasa bule dikenal dengan istilah magic mushroom atau disingkat shroom. Sejenis jamur yang tumbuh di kotoran kuda atau sapi yang disajikan dengan cara dicampurkan dalam telur dadar.


Mengkonsumsi satu pincuk jamur saja sudah memberikan efek halusinasi yang disebabkan kandungan psilosibin, psilocin, dan baeocystin.


Menyebabkan euforia, proses pikir yang berubah, visualisasi saat menutup atau membuka mata, sinestesis, perubahan persepsi terhadap waktu, dan pengalaman spiritual.


Jika berlebihan dapat menyebabkan syok karena turunnya tekanan darah atau hipotensi akut. Serangan tekanan darah rendah yang terjadi secara mendadak yang menyebabkan syok ini merupakan bentuk penurunan tekanan darah yang paling parah.


Ketika seseorang mengalami syok, tekanan darah turun ke tingkat yang sangat rendah secara tiba-tiba, sehingga otak dan organ tubuh lain tidak bisa mendapatkan cukup darah untuk menjalankan fungsinya dengan baik dan mengakibatkan kematian.


...----------------...


Dari kenalannya di pantai Parang Tritis, Gunawan lalu mengetahui runtutan kenapa ada muntahan jamur di kedai Drini.


Bagaimana Sigit memborong beberapa pincuk jamur Jum'at malam sebelum keberangkatan rombongan off rider-nya ke Timang dicermati Gunawan dengan seksama.


Bahkan kenalan Gunawan itu menceritakan beberapa orang dari rombongan itu sudah mabuk berat karena jamur yang dikonsumsinya ketika meninggalkan Parang Tritis.


Tak menunggu lama, Gunawan menyampaikan fakta temuannya kepada teman LBH-nya. Dirinya tahu persis Bapak Sigit akan mati-matian membebaskan anaknya dengan segala macam cara yang dipakai jika tidak ada upaya untuk melawannya.


Opini di media lokal sepertinya juga mulai menggiring Seti dan Seto sebagai terduga pelaku penganiayaan yang menyebabkan kematian di Drini. Membuat Gunawan dan tim LBH Junjung Keadilan berusaha membantah sebab kematian itu dengan bukti dan fakta temuan di pantai Parang Tritis sebelum kejadian.


Tak mau membenarkan atau membantah pancingan pertanyaan dari wartawan media lokal yang juga berusaha menginvestigasi kejadian Drini, ... Gunawan dan tim LBH-nya hanya berjalan tanpa kata setelah menyampaikan temuan itu kepada penyidik.


Sepakat untuk memilih lebih fokus mencari sosok saksi ahli yang mampu menguatkan pengaruh racun jamur untuk menghindarkan Seti dan Seto dari opini yang digiring media ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2