
Herman tak menyangka kesialan-nya setelah dikeroyok dan dipukuli ketika sedang menjaga lapak parkirnya ternyata justru menjadi awal perubahan peruntungan-nya.
Beberapa hari setelah keributan mereda, seseorang menemui Herman ketika masih tekapar di kost menyembuhkan luka.
Memperkenalkan sebagai kakak remaja yang tak sengaja ditolong Herman dan mengucapkan terimakasih, ... laki-laki itu mengajaknya untuk bergabung di geng JXN jika dirinya sudah pulih.
Selain karena uang lumayan besar yang diterimanya, penawaran bergabung di geng itu diterima Herman tanpa berpikir panjang ... Apalagi jika bukan karena niatnya untuk mencari orang-orang yang mengeroyok dan membalas rasa sakit hatinya.
Tak butuh lama bagi Herman untuk menemukan satu-satu orang yang mengeroyoknya.
Dari Husein yang saat itu masih berdinas di Jogja dirinya mengetahui keberadaan mereka. Tentu saja pembalasan sakit hati Herman lebih menyakitkan.
Jika tidak menuruti kata-kata Husein, bisa saja pelampiasan amarah dan sakit hati Herman akan lebih dari sekedar remuk dan mematahkan tulang lawan-nya.
Bagusnya pesan Husein untuk tidak bertindak sampai berlebihan dituruti Herman ... Membuat dirinya masih bisa bebas berkeliaran di luar karena Husein selalu melindungi dan menutupi jejak Herman ketika berhasil membalas pengeroyoknya.
...----------------...
Sejak itu, sepak terjang Herman membuat dirinya semakin disegani geng-nya. Apalagi satu-satu mulai mengetahui dirinya pernah mencicipi Wirogunan.
Setelah urusan pembalasan sakit hatinya terlampiaskan, Herman dipercaya untuk mengatur pasokan minuman keras abal-abal yang dijual di beberapa tempat hiburan malam oleh salah seorang pentolan geng-nya.
Dunia hiburan malam Jogja yang identik dengan minuman keras dimanfaatkan betul oleh pelakunya untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya.
Pesanan pertama yang disuguhkan kepada pengunjung tentu saja barang asli ... Tetapi ketika pengunjung sudah mulai mabuk, celah inilah yang dimanfaatkan.
Siapa sih yang bisa membedakan minuman keras itu asli atau palsu jika kepala sudah berputar karena alkohol ? Apalagi rayuan genit perempuan penghibur untuk menambah minuman membuat pengunjung laki-laki yang berduit tak bisa menolaknya.
Dari situlah Herman mengenal Sigit ... Sosok yang biasa menyediakan perempuan yang bisa menemani pengunjung laki-laki yang membutuhkannya.
Hubungan saling menguntungkan itulah yang mendekatkan mereka kemudian ... Dan selama pundi-pundi uang keduanya bertambah, hubungan itu terus berlanjut.
...----------------...
Perlahan keuangan Herman membaik. Apalagi banyak pengeluaran untuk kesenangan kini diperolehnya dengan gratis.
Minuman keras didapatnya dari tempat dirinya bekerja dan tentu saja perempuan yang berganti-ganti diperolehnya dari Sigit.
__ADS_1
Perubahan hidup teman sepermainannya itu tentu saja tak luput dari mata Husein. Semula dirinya menyangka Herman menjadi pemasok obat terlarang ke tempat hiburan ... Sampai suatu saat dirinya butuh uang dan bercerita kepada Herman.
"Tidak perlu meminjam, pakai saja Sen," Herman memberikan uang yang lebih dari cukup ketika Husein selesai bercerita masalahnya.
"Dari mana kamu dapat uang sebanyak ini ?" Insting polisi Husein mulai keluar. "Narkoba ?" Telisiknya lagi.
"Bukan ... bukan... " Jawab Herman yang tahu Husein pasti akan menanyakannya.
Lalu giliran Herman menceritakan asal muasal darimana uang yang diperolehmya itu.
"Aku hanya memasok minuman keras ke dalam," kata Herman tanpa menjelaskan minuman keras yang dipasoknya itu asli atau palsu.
"Resmi ?" Selidik Husein lagi.
"Ya ... Tak perlu mengkuatirkan diriku," jawab Herman," Jika kamu butuh uang lagi bilang saja... Untukmu pasti kuusahakan," sambung Herman lagi.
...----------------...
Sejak dirinya menjadi polisi, Husein sebenarnya sudah berusaha untuk meninggalkan kenakalan masa lalunya.
Bermula dari taruhan kecil-kecilan yang dipasangnya dan berkali-kali menang, akhirnya Husein terjeremus semakin dalam kecanduan permainan itu.
Ketika nilai taruhan yang diikutinya meningkat, dirinya berulang kali kalah besar. Itulah sebab gajinya mulai tak bisa mencukupi.
Pinjaman ke sana sini untuk menutup kesenangan-nya semakin menumpuk dan tak tertutup. Ditambah dengan usaha bapaknya yang bangkrut karena tertipu membuat Husein tak bisa lagi meminta tolong ke keluarganya.
...----------------...
"Jujurlah padaku Man... Darimana uang itu. Aku tak bisa terus-terusan menerima pemberianmu," akhirnya rasa penasaran Husein tak bisa ditahannya ketika untuk kesekian kalinya dia butuh uang setelah kalah bertaruh.
"Ada yang salah jika aku memberimu uang tanpa embel-embel apapun ? ... Anggaplah itu tanda terimakasih karena kamu telah menyelamatkanku," Herman tersentak dengan keingintahuan Husein.
"Bukan itu maksudku... Bayarlah aku saja jika memang aku bisa membantu untuk urusan pekerjaanmu,"
"Jika kamu memang butuh penghasilan tambahan berhentilah bertaruh balap merpati Sen ... Nanti kupikirkan apa yang bisa kamu kerjakan ... Terimalah uang ini dulu dan berhentilah bertaruh," Herman mengambil segepok uang yang ada di tasnya.
Tak mau membantah dan juga sebab dirinya membutuhkan uang, Husein akhirnya mau menerima pemberian Herman tanpa mengeluarkan banyak pertanyaan lagi.
__ADS_1
...----------------...
Ketika materi menjadi segalanya, kepekaan logika pikir tak ada lagi. Semuanya seolah-olah dapat diselesaikan dengan uang ketika suatu kesulitan menimpa.
Begitulah Husein akhirnya terbawa arus gemerlap kunang-kunang duniawi tanpa bisa berpikir jernih lagi. Apalagi setelah mengetahui dirinya akan dipindahkan ke Gunung Kidul, kedekatannya dengan Herman semakin melenakan dirinya.
Walupun dirinya akhirnya tahu barang apa yang dijual Herman ke tempat-tempat hiburan malam, Husein tak mempedulikannya lagi selama uang yang diterimanya mengalir setiap bulan hanya dengan memberitahukan jika akan ada operasi minuman keras ilegal yang menyasar tempat-tempat hiburan malam yang dipasok Herman ...
Walaupun hanya sekedar bisa membaca, kehati-hatian Herman untuk melindungi mesin penghasil uangnya patutlah untuk dipuji. Bahkan Husein pun tak tahu siapa saja sosok yang ada dibelakang Herman untuk urusan-urusan pasokan minuman ... Sampai akhirnya kejadian Drini menempatkan Husein pada suatu pilihan ...
...----------------...
Menuruti kata-kata Herman untuk berhenti bertaruh balap merpati setelah kepindahannya ke Gunung Kidul membuat keuangan Husein perlahan membaik.
Walau tak ada lagi sisa gaji yang terpotong pinjaman bank, paling tidak uang yang rutin diterimanya dari Herman masih lebih dari cukup.
Husein dan Herman sangat berhati-hati tentang kedekatan keduanya.
Membatasi diri untuk bertemu di tempat umum ketika membicarakan suatu hal menyembunyikan hubungan itu. Tak ada yang mengetahuinya baik dari orang-orang di belakang Herman atau Husein tentang hubungan keduanya.
Lalu pekerjaan Husein membawanya ke Jogja, untuk melacak keberadaan Sigit dan salah satu temannya yang menghilang setelah kejadian Drini terjadi.
Di Jogja-lah Husein mulai mengetahui hubungan kedekatan Herman dan Sigit orang yang sangat dicari di Gunung Kidul ketika berhasil menangkap teman Sigit yang melarikan motor Muji.
Persahabatan, pekerjaan, dan uang menjadi pembatas tipis hubungan seseorang dengan orang terdekatnya, ketika pilihan mana yang akan diambil beresiko saling menyakiti dan menyulut api kemarahan.
Bukan tentang sifat Herman yang mudah meledak yang dikuatirkan Husein... Kesetiakawanan Herman sangat dipahaminya benar.
Bagaimana jika Herman mencurigainya ketika dirinya mulai menyinggung nama Sigit yang pasti tak akan mudah mengoreknya dari karibnya itu ?
Bagaimana jika akhirnya Herman membocorkan dirinya berkaki dua, sementara dirinya tak bisa membantah telah menerima imbalan uang dari Herman ?
Bagaimana dengan pekerjaannya jika pencarian Sigit menjadi tak jelas sebab ada pembatas kedekatan dirinya dengan Herman yang menutup jejak Sigit ?
Pikiran Husein dipenuhi dengan banyak perandaian yang berputar di benaknya, ... ketika dirinya justru berada pada ujung prestasi jika perintah penyidikan kejadian Drini dapat dituntaskannya sesegera mungkin ...
...----------------...
__ADS_1