
Matahari bersinar terang hari ini, hari masih pagi tapi sekolah Junta sudah seperti pasar, keramaian yang ada di sekolah itu benar-benar membuat orang berpikir kalau Junta sedang berada di suatu bandara yang sangat sibuk, di antara kerumunan yang memenuhi lorong, di sana ada Junta yang sedang berjalan santai menuju kelasnya, setelah melalui perjalanan yang penuh sesak, Junta sampai di kelas dan duduk di bangku nya yang ada di belakang, suasana kelas yang ramai membuat Junta bertanya-tanya apa yang sedang terjadi, hari masih sangat pagi dan sekolah akan di mulai sekitar 1 jam lagi, tapi entah kenapa suasana kelas sudah se-ramai ini.
Di antara keramaian yang ada di kelas, Junta melihat kursi kosong yang berada di depan bangku miliknya, bangku itu adalah milik Yui, dan sepertinya Yui belum datang, Junta menghela nafas lega setelah dia tau Yui belum datang, setidaknya dia memiliki ketenangan walaupun hanya sebentar, sebuah ketenangan yang sulit dia dapatkan jika ada Yui di sekitarnya.
Sambil menunggu kelas di mulai, Junta mengambil sebuah buku kecil dari sakunya, itu adalah buku yang kemarin dia ambil bersama Daska di sebuah kantor polisi, buku itu telah menjadi miliknya karena Daska memberikan buku itu kepada Junta, Daska berpikir buku itu tidak lah berguna baginya dan buku itu menjadi buku biasa karena isi dari buku itu tidak sesuai ekspetasinya, buku itu memang secara sekilas adalah buku yang kosong, tapi setelah Junta menggunakan sedikit Mana nya, buku itu bereaksi, dan hasil dari reaksi itu adalah sebuah tulisan.
Bisa di bilang bahwa untuk melihat isi buku itu, maka sang pemegang buku haruslah memiliki Mana, yang itu artinya dia haruslah seorang penyihir, sayangnya buku itu harus terus di isi Mana agar tulisan-tulisan yang ada di dalam nya tetap muncul, karena sistem buku yang merepotkan ini lah Junta tidak bisa membaca habis buku itu dalam waktu satu malam dan memutuskan untuk membaca nya secara perlahan-lahan.
Sejauh ini, isi dari buku itu sebenarnya tidak terlalu fatal, memang buku itu mengandung informasi tentang keluarga Junta, tapi sebagian besar dari informasi itu sudah di ketahui oleh publik, tapi bukan berarti buku itu hanya berisi rumor, ada juga informasi di buku itu yang di rasa Junta terlalu beresiko jika sampai bocor ke masyarakat, jadi secara keseluruhan, buku itu cukup berbahaya, tapi tingkat bahayanya tidak sampai ke level yang sangat fatal, dan juga, Junta cukup lega karena buku itu tidak bisa di baca oleh sembarangan orang, yang itu berarti tidak ada yang tau apa isi dari buku ini.
Tidak lama setelah Junta membaca buku itu, Yui datang dan duduk di bangku miliknya.
“Oh Junta, tidak biasanya kau datang pagi”
“Ya.. Aku tidak bisa tidur semalam..”
“Apa karena misi pencurian mu?”
“Tunggu, bagaimana kau tau?”
“Ya.. Kenya memberitahu hal ini pada ku”
“Tolong jangan beritahu hal ini ke siapapun, kau mengerti?”
“Ya, tentu, jadi, bagaimana?”
“Pencuriannya berjalan.. Bisa di bilang lancar”
“Lalu kau mendapatkan buku itu?”
Junta memberikan buku kecil yang di pegang nya kepada Yui
“Itu adalah buku nya, coba lihat lah”
“Kosong?”
“Tepat sekalI”
“Jadi.. Kau mempertaruhkan kebebasan mu hanya demi buku kosong?”
“Aku rasa kau tidak akan pernah tau jika kau belum mencoba nya”
“Ini benar-benar gila, apa kau bisa bayangkan hukuman apa yang akan kau terima jika kau tertangkap mencuri barang bukti penyelidikan langsung dari kantor polisi Junta?”
“Aku sangat tau”
“Lalu, kenapa kau membantu Daska?”
“Anggap saja bantuan dari ku kepada Daska adalah bentuk persahabatan antar sekolah kita”
Yui ingin mengatakan sesuatu, tapi dia mengurungkan niatnya karena Bu Layla memasuki ruangan.
“Baiklah baiklah, ayo kembali ke tempat duduk kalian dan kita mulai pelajarannya, stop!”
Bu Layla mengangkat tangannya ke atas, mengisyaratkan kelas untuk diam sejenak.
“Aku tau apa yang akan kalian katakan, seharusnya kelas akan di mulai sekitar 30 menit lagi, tapi ini adalah perintah dari kepala sekolah untuk mempercepat jadwal nya, jadi jangan protes dan mari kita selesai kan ini”
Setelah mengatakan itu, Bu Layla memulai pelajarannya seperti biasa, tentu Junta tidak mendengarkan dan memilih untuk melanjutkan membaca buku kecil yang dia pegang, waktu berlalu dengan cepat dan pelajaran Bu Layla sudah selesai, lonceng 2 kali berbunyi yang menandakan jam istirahat telah datang, tepat setelah lonceng berbunyi, Junta berdiri dari bangku nya dan berjalan menuju kantin sekolah, tentu Yui mengikuti di belakang nya, kantin sekolah yang ramai sebenarnya sangat di jauhi Junta, tapi Junta memutuskan untuk melawan hal yang tidak di sukai nya hanya demi menu makanan spesial, khusus di hari ini.
“Tidak biasanya kau ke kantin di jam-jam sibuk seperti ini Junta”
“Kau tau hari ini hari apa Yui?”
“Hari mengumpulkan tugas bahasa inggris?”
“Apa? Memangnya ada tugas?”
“Apa kau lupa dengan tugas yang di berikan kepada kita beberapa hari yang lalu?”
“Ah sial”
Yui hanya menghela nafas kecil setelah mendengar jawaban Junta.
“Kau boleh melihat punya ku nanti”
“Wah! Kau benar-benar sangat membantu!”
“Ya ya, coba lah kerjakan tugas mu lain kali”
“Ya.. Jika tidak lupa, ngomong-ngomong kembali ke topik, hari ini adalah hari Chicken Spesial!”
“Ah.. Iya Juga”
“Di tambah harga nya di diskon! Bagaimana bisa aku melewatkan kesempatan ini begitu saja?!”
“Aku jadi mengerti kenapa kantin ini lebih ramai dari biasanya”
“Oh, Tuan Junta”
Kenya menyapa Junta yang sedang bersandar dekat dengan pintu masuk kantin.
“Kenya? Apa kau mengincar Chicken Spesial juga?”
“Tentu Tuan Junta, aku ingin mencoba nya juga”
“Ha! Sebaiknya kau harus berhati-hati karena aku juga mengincarnya!”
__ADS_1
“Ngomong-ngomong Tuan Junta, bagaimana misi Anda kemarin?”
“Ah… Tidak perlu khawatir, semua lancar terkendali”
“Bagus lah, aku juga ingin memberikan laporan kepada mu”
“Laporan?”
“Ini berkaitan dengan jadwal sekolah kita yang di mulai 30 menit lebih cepat, aku yakin Tuan Junta sadar akan hal itu?”
“Ya, Bu Layla mengatakan bahwa itu adalah perintah dari kepala sekolah, apa ada masalah Kenya?”
“Sepertinya ini berkaitan dengan sekolah Violet”
“Ah.. Daska mengatakan nama sekolah itu kemarin.. Tolong ingatkan aku lagi Kenya”
“Tentu Tuan Junta, Sekolah Violet sebenarnya adalah sekolah yang pasif, tapi entah kenapa sekolah Violet belakangan ini sangat agresif, mereka sering bentrok dengan sekolah lain untuk memperluas pengaruh mereka, dan tentu sekolah kita juga termasuk target dari sekolah Violet”
“Kau mengatakan kalau sekolah kita akan di serang?”
“Itu adalah kemungkinan Tuan Junta”
“Bagaimana dengan sekolah Rose? Apa ada keanehan di sana?”
“Aku tidak menerima laporan apa pun dari sekolah Rose… Jadi rasanya aman jika kita menganggap semuanya terkendali di sana”
“Tunggu dulu Kenya, apa kau baru saja mengatakan kalau sekolah kita akan bentrok dengan sekolah lain?”
“Tepat seperti yang kau dengar Yui”
“Tidak, tunggu dulu, Yui, ini adalah masalah ku dan Kenya, kau tidak perlu melibatkan diri mu dalam masalah ini”
Yui ingin mengatakan sesuatu tapi di potong oleh Kenya.
“Jadi Tuan Junta, apa yang harus kita lakukan?”
“Sebenarnya aku sudah punya keputusan, tapi aku tetap butuh pertimbangan”
“Jika kau mempertimbangkan Locus, maka jawabannya adalah dia siap kapan pun kau membutuhkannya”
“Seperti yang di duga dari Locus, tapi tidak, maksud ku, aku ingin pendapat semua orang terlebih dahulu”
“Jadi.. Kita akan mengadakan rapat?”
“Tepat sekali”
“Baiklah, aku akan memberitahu hal ini kepada anggota lain, tunggu aku di gerbang sekolah nanti saat bel pulang sekolah berbunyi”
“Aku mengandalkan mu Kenya”
Dan dengan begitu Kenya pergi menjauh dari mereka berdua.
Karena jadwal sekolah yang di mulai lebih cepat, alhasil, waktu pulang pun datang lebih awal, di gerbang sekolah, Junta sedang menunggu Kenya untuk datang menjemputnya.
“Ya, terima kasih juga tugas bahasa inggris mu tadi”
“Tidak masalah, dan juga, jika kau butuh bantuan tentang masalah sekolah Violet, kau bisa datang pada ku”
“Kau tau, kau tidak perlu melibatkan diri mu dalam masalah ini Yui”
“Tidak apa! Jangan khawatirkan aku, baiklah aku pergi dulu”
Setelah mengatakan itu, Yui pergi menjauh dari Junta, dan tidak butuh waktu lama, Yui menghilang dari pandangannya.
“Apa kau menunggu terlalu lama Tuan Junta?”
Junta menoleh ke belakang dan tentu yang memanggilnya adalah Kenya.
“Tidak terlalu, apa semua sudah siap?”
“Semua sudah siap, kita akan mengadakan rapat di markas kita”
“Baiklah, ayo”
“Tunggu Tuan Junta”
Junta ingin pergi, tapi di hentikan oleh Kenya.
“Kita memang akan mengadakan rapat di markas kita, tapi bukan markas kita yang ada di sekolah ini”
“Maksud mu?”
“Sebetulnya kami memiliki markas lagi yang letak nya tidak jauh dari sekolah ini, aku yakin Tuan Junta tidak pernah tau hal ini sebelumnya?’’
“Tentu aku tidak tau, kau pikir berapa lama aku menjadi pemimpin kalian?”
“Kalau begitu ikuti aku Tuan Junta”
Setelah mengatakan itu, Kenya pergi di ikuti oleh Junta di belakang nya, hanya butuh waktu sekitar 5 menit perjalanan, mereka sudah sampai di sebuah area yang cukup sepi, hanya ada sedikit orang di sana, bangunan-bangunan yang ada di sana juga terlihat tidak terlalu hidup layaknya yang ada di kota, hal ini cukup aneh karena area ini dekat dengan pusat kota.
“Aku tidak tau ada area ini sebelumnya”
“Ini adalah area yang sedikit tersembunyi Tuan Junta, jaman dahulu area ini di manfaatkan sebagai area perdagangan, tapi semenjak distrik 15 menjadi distrik perdagangan terbesar di kota ini, semua pedagang lari ke sana dan akhirnya area ini menjadi sepi”
“Aku lebih suka mengatakan kalau area ini adalah area yang terlupakan”
“Walaupun area ini sudah terlupakan, tapi bisa Tuan Junta lihat di sekeliling Anda, kalau di area ini masih ada sedikit kehidupan”
“Aku harap penduduk di area ini tidak mengalami masalah yang terlalu berat”
“Ya.. Kami terkadang membantu penduduk sekitar jadi aku bisa bilang kalau kehidupan mereka sejauh ini baik-baik saja”
__ADS_1
“Apa? Preman membantu penduduk?”
“Tuan Junta, kami bukanlah preman kejam seperti apa yang orang lain bayangkan”
Tidak butuh waktu lama, mereka sudah sampai di tempat tujuan, atau lebih tepatnya ‘mungkin’ mereka sudah sampai di tempat tujuan, apa yang ada di hadapan mereka adalah sebuah rumah sakit tua yang terbengkalai, letak rumah sakit ini dekat dengan hutan dan posisi nya yang berada di bawah kaki bukit, sehingga jalan menuju rumah sakit ini sedikit menanjak, Junta ingin berkata sesuatu tapi dia memutuskan untuk mengikuti Kenya masuk ke dalam.
Di dalam rumah sakit itu ternyata lebih bersih dari apa yang Junta bayangkan, di luar bangunan, rumah sakit ini terlihat sangat tidak ter-urus, banyak tanaman merambat yang menutupi dinding gedung, bahkan sudah tidak ada yang tau warna asli dari dinding gedung tersebut karena sudah termakan waktu, beberapa kaca pecah atau dinding yang keropos juga bisa di lihat di sekeliling.
Berbeda dengan apa yang ada di luar, di dalam cukup bersih, semua tertata rapi walau tidak se-rapi rumah sakit pada umumnya, dinding-dinding yang ada di cat dengan warna putih di temani dengan gambar-gambar tumbuhan seperti bunga atau pohon yang di lukis untuk menghias dinding-dinding itu, Junta sekarang berada di ruang tunggu, para preman itu sudah menunggu mereka disana, tidak lama setelah Junta menutup pintu masuk yang ada di belakang nya, Locus datang menghampiri mereka berdua.
“Junta! Dan juga Kenya, kami sudah menunggu kalian”
“Maaf menunggu lama Locus”
“Tidak apa Junta, dan juga selamat datang di markas kami”
“Kalian benar-benar merawat bangunan ini, aku kagum”
“Tentu saja! Kami juga tidak ingin di ganggu tikus selagi kami sedang tidur”
“Baiklah, mari tidak membuang waktu lebih lama lagi”
Junta berjalan menuju meja resepsionis yang letaknya tidak jauh dari pintu masuk dan setelah sampai, dia duduk di atas meja itu, di depan Junta ada sebuah kerumunan yang tentu adalah anggotanya, dan seluruh anggota yang hadir sedang duduk di kursi yang ada di depan meja resepsionis.
“Seperti yang kalian tahu, sekolah violet menjadi agresif belakangan ini, aku mengumpulkan kalian di sini karena aku ingin pendapat kalian terhadap masalah ini”
Setelah Junta mengatakan itu, mayoritas anggota yang hadir mulai berbicara satu sama lain, mereka bertukar pikiran dan berdiskusi tentang apa yang sedang terjadi, di sisi lain, Locus dan Kenya hanya berdiri dan bersandar di belakang kerumunan-kerumunan itu, seolah-olah mereka sedang mengawasi jalannya pertemuan ini.
“Kalian pasti sadar kalau sekolah kita bisa saja menjadi target selanjut nya, jadi aku ingin pendapat kalian sekarang, apa yang harus kita lakukan?”
Seseorang mengangkat tangannya.
“Yap, kau yang ada di sana”
“Sebaiknya kita menyerang sekolah Violet terlebih dahulu dan menghancurkan mereka sebelum mereka menghancurkan kita”
Setelah orang itu mengatakan pendapat nya, kerumunan itu kembali ramai, lebih ramai dari sebelumnya..
“Baiklah pendapat mu aku tulis, apa ada pendapat lain?”
Seseorang mengangkat tangannya lagi.
“Aku rasa kita harus mencoba untuk berdiskusi dengan sekolah Violet, mungkin kita juga bisa membentuk aliansi dengan mereka”
Kerumunan itu ramai kembali setelah mendengar pendapat orang itu.
Tiba-tiba ada seseorang yang berdiri dan berteriak kepada Junta.
“Aku kurang setuju dengan pendapat orang ini wahai pemimpin!”
Tidak lama kemudian ada seseorang yang membalas teriakan orang itu.
“Apa maksud mu?! Apa kau ingin kita bertarung dengan sekolah Violet?!”
“Tentu saja! Kita harus menunjukkan kepada mereka kekuatan kita!”
“Apa kau sudah gila?! Apa kau tau kenapa sekolah lain sangat tidak ingin mengganggu sekolah Violet?!”
“Lalu apa yang kau inginkan?! Apa kau ingin kita di anggap lemah karena kita berusaha berteman dengan sekolah yang akan menyerang kita?!”
“Jadi kau lebih menginginkan kita mengorbankan teman-teman kita huh?!”
Tidak butuh waktu lama, perdebatan itu menjadi sengit dan hanya butuh sedikit percikan, kekacauan akan terjadi, Locus dan Kenya sepertinya menyadari hal ini jadi mereka dengan cepat berusaha menenangkan suasana dan semua kembali menjadi normal.
“Perdebatan ini adalah bentuk bahwa kalian menanggapi masalah ini dengan serius, aku sebagai pemimpin kalian sangat berterima kasih”
“Tuan Junta, aku mempunyai pendapat”
“Katakan Kenya”
“Memang benar bahwa sekolah Violet sangat agresif belakangan ini, dan mungkin memang benar kalau sekolah kita adalah target mereka selanjutnya”
Kenya berhenti sejenak lalu melanjutkan.
“Tapi, itu hanya lah kemungkinan”
“Jadi, apa yang ingin kau coba katakan Kenya?”
Locus menjawab pernyataan Kenya dengan nada kebingungan.
“Kita masih belum tau pasti kapan kita akan di serang, bahkan kita tidak tau secara pasti apakah kita akan di serang atau tidak, mengambil tindakan terlalu cepat seperti ini.. Aku rasa terlalu beresiko”
“Jadi kau menyarankan untuk menunggu dan melihat keadaan, benar begitu Kenya?”
“Aku percaya Tuan Junta juga memikirkan hal yang sama”
Junta memejamkan mata nya sejenak setelah dia menatap mata Kenya, dia terlihat memikirkan sesuatu yang sangat berat, jujur saja ini bukanlah hal yang mudah bagi Junta, mengambil langkah pencegahan adalah hal yang di perlukan, tapi pengambilan langkah yang terlalu terburu-buru adalah hal yang tidak bisa di lupakan.
“Apa yang di katakan Kenya benar, kita harus menunggu terlebih dahulu dan melihat bagaimana situasi nya, kita juga tidak boleh mencoba berbicara dengan sekolah Violet sekarang, karena jika kita melakukan itu maka sekolah kita terlihat seolah-olah takut dengan mereka, di sisi lain kita juga tidak bisa bentrok langsung dengan sekolah violet, karena itu akan melukai teman-teman kita, pendapat kalian benar-benar sangat bagus dan aku sangat mengapresiasi itu”
Junta berhenti sejenak lalu melanjutkan.
“Oleh karena itu aku harus bertanya kepada kalian, apakah kalian siap untuk kemungkinan terburuk nya? Yaitu bentrok dengan sekolah Violet?”
“Kami siap!”
Para preman itu menjawab pertanyaan Junta dengan lantang dan kompak.
“Bagus, keputusan ku adalah kita harus menunggu dan melihat situasinya terlebih dahulu, sambil menunggu aku minta Kenya dan Locus bekerja sama untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang pergerakan sekolah violet, aku juga minta kepada seluruh anggota yang hadir di sini untuk terus melatih kemampuan bertarung kalian, ingatlah, kita tidak bertarung untuk diri kita sendiri, tapi kita bertarung untuk teman-teman kita”
Setelah mengatakan itu Junta turun dari meja yang dia duduki dan berjalan mendekat ke arah para preman yang sedang duduk itu.
__ADS_1
“Itulah keputusan ku, aku harap kita semua bisa bekerja bersama dalam mengatasi masalah ini, pertemuan selesai”
Setelah Junta mengatakan itu, seluruh preman yang hadir bersorak serentak dengan raungan semangat yang membara.