Junta & Dunia Sihir

Junta & Dunia Sihir
#19 Latihan


__ADS_3

“Bagaimana keadaan mu Kou?”


“Kurasa lebih baik dari sebelumnya”


Kou sedang berbaring di atas sebuah kasur dan Junta duduk disamping Kou untuk menemaninya.


“Untuk sekarang, fokuslah untuk beristirahat, jangan pikirkan hal lain”


Setelah Junta mengatakan itu, Kou tiba-tiba batuk dengan keras, tentu Kou secara reflek menutup tangannya saat dia batuk, dan setelah batuk nya selesai, terdapat darah di telapak tangan yang ia gunakan untuk menutup mulutnya tadi.


“Aku rasa kondisi mu masih belum membaik”


“Padahal aku menggunakan kekuatan itu hanya sekitar 3 menit…”


“Ayah dan Ibu kita melarang menggunakan kekuatan itu karena ada alasannya Kou”


“Aku rasa begitu..”


Sudah sekitar 3 hari semenjak Kou mengalahkan Jenderal Barmun dan semenjak itu, Kou sudah berbaring di tempat tidur ini karena sakit yang dideritanya.


Junta memperkirakan bahwa sakit yang diderita Kou adalah karena dia menggunakan kekuatan terlarang pada waktu dia menyelamatkan kastil ini dari serangan misterius yang sangat kuat, kejadian itu terjadi ketika Junta dan Kou pertama kali menginjakkan kaki nya di istana ini.


Saat ini Kou dirawat di ruang tamu yang cukup mewah, Ratu Rana sendiri yang memberikan kamar ini kepada Kou, dan Ratu Rana yang akan menjamin akan merawat Kou sampai dia sembuh.


“Baiklah, aku akan pergi sekarang Kou, kau harus tidur, beristirahatlah yang banyak agar cepat sembuh”


Kou tersenyum kecut mendengar itu dari Kakaknya.


“Andai saja sihir penyembuh bisa digunakan”


“Kou, apa kau lupa perkataan Ayah dan Ibu kita terkait masalah ini?”


“Ya ya aku ingat, aku tidak bisa menerima sihir penyembuh jika sakit yang aku derita adalah karena menggunakan kekuatan terlarang itu”


“Tepat, karena itu hanya akan memperburuk situasi mu, jadi, lebih baik biarkan tubuh mu mengobati penyakit yang kau derita secara alami”


Dan dengan begitu, Junta pergi dari kamar Kou, sebelum dia menutup pintu kamar itu, Junta mengintip sedikit ke dalam untuk melihat adiknya, dan Kou sudah menutup matanya, mencoba untuk tidur, setelah memastikan bahwa Kou benar-benar mencoba beristirahat, Junta menutup pintu kamar itu dan berjalan di koridor istana.


Kastil ini memang lah gabungan dari bangunan kastil dan istana, jadi wajar saja jika bangunan ini begitu luas, seperti yang diharapkan dari kastil ibu kota kerajaan, sudah sekitar 5 hari Junta berada di dunia ini dan dia maupun Kou masih belum bisa menemukan cara untuk pulang kembali ke dunia nya.


Alasan utama Junta dan Kou ingin kembali adalah karena mereka saat ini, sedang berada di dunia yang salah, sehingga Junta dan Kou tidak tau, apakah keberadaan mereka di sini akan membahayakan diri mereka sendiri atau tidak, selain itu, karena Junta dan Kou memasuki dunia yang salah, tidak ada jaminan apakah mereka bisa menemukan informasi tentang pembunuh orang tua mereka di sini.


Sejauh ini, Junta berfokus untuk mencari informasi tentang dunia ini, dia merasa jika berjalan di sini tanpa mengetahui apapun tentang dunia ini adalah hal yang cukup berbahaya, semisal saja tidak ada yang tahu sihir sekuat apa yang ada di dunia ini, bisa jadi sihir milik Junta dan Kou berbeda dengan sihir yang ada di dunia ini, atau mungkin ada orang yang lebih kuat dari Junta dan tidak ada yang tahu apakah orang itu jahat atau baik, jadi Junta harus bisa berhati-hati dalam mengambil tindakan selama dia tidak mengetahui informasi sihir yang berada di dunia ini, setidaknya Junta ingin mengetahui hal-hal apa saja yang harus dia waspadai agar dia bisa bertahan hidup dengan Kou.


Mengikuti langkah kaki berjalan, Junta tiba-tiba sudah berada di halaman belakang istana, lebih tepatnya di sebuah tempat yang digunakan para prajurit untuk berlatih. Di sana dia melihat para prajurit yang sedang berlatih bertarung satu sama lain menggunakan pedang dan perisai yang terbuat dari kayu.


“Bagaimana menurut mu?”


Tiba-tiba Hako datang dari belakang Junta.


“Aku rasa cukup baik”


Hako berhenti tepat di samping kanan Junta, dia juga memandang para prajurit yang sedang berlatih itu.


“Terima kasih berkat mu, moral para prajurit kita naik secara drastis”


“Berterima kasihlah pada Kou, bukan kepada ku”


Hako hanya tersenyum mendengar perkataan Junta.


“Rasanya masih tidak bisa dipercaya… Kou dapat mengalahkan Jenderal Barmun.. Kalian pasti bukan pengembara biasa”


“Apa Jenderal Barmun ini benar-benar kuat?”


“Tentu saja! Dia adalah kepala militer di kerajaan musuh, apa kau pikir raja mereka mengangkat seseorang yang bahkan tidak bisa mengangkat sebuah pedang?”


“Apa itu berarti dia setingkat dengan mu Hako?”


“Bisa dibilang begitu.. Walaupun pangkat kami setara, tapi aku tidak yakin dengan tingkat kemampuan ku”


“Jika dilihat dari pertarungan kemarin, memang aku melihat jabatan Jenderal Barmun sebagai kepala militer kerajaan Slyn bukanlah sebuah omong kosong”


“Ya.. Apa lagi dia menggunakan begitu banyak seni bela diri saat dia melawan Kou…”


“Maksud mu saat dia mengucapkan sesuatu seperti mantra itu?”


“Oh kau tidak tau? Sederhananya, seni bela diri mirip seperti sihir, tapi, efek yang dipunyai oleh seni bela diri ini hanya bisa memperkuat kekuatan penggunanya, tidak bisa digunakan untuk menyerang musuh layaknya sihir biasa”


“Oh.. Seperti buff..”


“Jika di tempat asal mu kalian memanggil seperti itu.. Maka ya kurang lebih..”


“Lalu, apa rencana kalian sekarang?”


“Setelah mendapatkan salah satu wilayah di sekitar sini, Ratu Rana berencana untuk merebut wilayah yang lain untuk meningkatkan moral para prajurit”


“Aku rasa itu akan menjadi perjalanan yang panjang”


“Tentu saja, kami harus mendapatkan prajurit dan memulihkan beberapa sumber daya kami, ini masih menjadi perjalanan yang panjang”


“Ya.. Karena kontrak ku dengan Ratu Rana sudah selesai, maka aku tidak akan ikut campur masalah kalian, tapi jika kalian membutuhkan bantuan kami, maka jangan ragu untuk memintanya”


Junta mengatakan itu lalu pergi menjauh dari Hako.


“Tunggu, Junta”


Sebelum Junta pergi lebih jauh, Hako memanggilnya dan Junta berhenti untuk menoleh ke belakang.


“Kau tau.. Mungkin ini terdengar tidak sopan.. Tapi, mau kah kau berduel dengan ku?”


“Berduel? Untuk apa?”

__ADS_1


“Kekalahan Jenderal Barmun masih membuat ku takjub sekaligus tidak percaya, aku hanya ingin memastikan apakah kemampuan ku masih bisa digunakan untuk melindungi kerajaan ini..”


“Kemampuan mu pasti dibutuhkan Hako, aku yakin Ratu Rana memilih mu sebagai kepala militer di kerajaan ini bukan tanpa alasan”


“Aku harap itu benar..”


Junta terdiam untuk berpikir sejenak.


“Sebelum kau meminta ku berduel, kenapa kau tidak menunjukkan kepada ku kemampuan seorang kepala militer?”


“Apa yang ingin kau lihat?”


“Bagaimana jika kau berlatih dengan para prajurit yang ada di sana? Aku ingin melihat seberapa jauh kemampuan mu”


Setelah mengatakan itu, Hako dan Junta berjalan menuju tempat para prajurit itu berlatih.


“Oh! Jenderal Hako! Sebuah kehormatan anda datang kemari”


Para prajurit yang berlatih segera menghentikan latihan mereka, berkumpul di depan Hako, dan sedikit membungkukkan badan mereka untuk memberikan rasa hormat.


“Kalian berlatih dengan bagus, kerajaan sangat bangga terhadap prajurit yang gigih seperti kalian”


“Anda terlalu memuji kami Jenderal Hako”


“Kalau begitu, bagaimana jika aku membantu latihan kalian? Seranglah aku secara bersamaan dan coba lah untuk mengalahkan ku”


“Oh! Apa anda yakin Jenderal Hako?”


“Tentu”


Hako mengambil satu pedang kayu diantara pedang kayu yang bersandar di dinding samping kiri nya.


“Datanglah kapanpun kalian siap!”


Seluruh prajurit secara serentak menyerang Hako, tapi Hako terlihat tidak mengalami masalah dalam menahan serangan mereka semua, Junta melihat pertarungan itu dari kejauhan dan setelah selesai menghitung jumlah prajurit yang ada, Junta berjalan mendekat ke arah Hako.


“Seperti yang diharapkan dari pimpinan militer kerajaan! Anda benar-benar hebat Jenderal Hako!”


Seorang prajurit berkata seperti itu dengan nada seperti orang yang sangat kelelahan.


“Kalian sudah lelah? Aku kira kita baru saja akan mulai”


“Hentikan Hako”


“Oh Junta”


“Stamina yang kau punya tidak sebanding dengan stamina mereka, hal itu wajar bagi para prajurit”


“Jadi, bagaimana menurut mu?”


“Hm.. Dapat menahan serangan secara acak yang dilancarkan oleh 40 prajurit.. Hey kau”


“Apa pendapat mu tentang kemampuan Hako jika dibandingkan dengan kepala militer dari kerajaan lain”


“Luar biasa! Aku tidak pernah mencoba berlatih dengan pemimpin prajurit dari kerajaan lain.. Tapi aku dengar pemimpin militer dari suatu kerajaan dapat menahan serangan dari 30 sampai 50 orang sekaligus!”


“Jadi, kau beranggapan bahwa Hako adalah pemimpin yang kuat?”


“Tentu saja! Dia menjadi kepala militer bukan tanpa alasan”


“Baiklah, terima kasih atas pendapatmu prajurit, kau boleh pergi”


Prajurit itu membungkukkan badannya dan berjalan kembali ke posisinya.


“Kau dengar itu Hako? Para prajurit itu menaruh hormat dan harapan yang besar kepada mu, apa lagi yang kau ragukan?”


“Memang benar kepala militer kerajaan dapat melakukan hal seperti itu, tapi, aku masih tidak yakin dengan kemampuan ku, terlebih lagi setelah melihat Kou mengalahkan Jenderal Barmun dengan begitu mudah, dan juga teman-teman ku..”


Hako mengepalkan kedua tangannya dengan erat, wajah nya terlihat seperti kesal dan sedih di saat yang bersamaan, teman yang dimaksud Hako pastilah temannya yang gugur dari pasukan khusus kerajaan ini, Junta mengingat samar-samar masalah ini karena mereka pernah membahas pasukan khusus ini dahulu saat merancang rencana untuk menyelamatkan kerajaan ini.


Jika tidak salah ingat, Hako mengatakan bahwa kematian rekan-rekan nya yang berada di pasukan khusus itu adalah kesalahannya, tapi, apa yang sudah terjadi tidak bisa ditarik kembali.


“Begitu, aku mengerti, kau ingin melindungi rekan-rekan mu, melindungi kerajaan ini, melindungi orang-orang yang kau cintai, itukah alasan mu berduel dengan ku?”


“Ya.. Aku ingin menjadi kuat”


Junta terdiam sejenak untuk berpikir.


“Baiklah, aku menerima tantangan duel mu, tapi, aku tidak akan serius melawan mu layaknya Kou yang bertarung melawan Jenderal Barmun, apa kau setuju?”


“Baiklah, aku setuju”


Junta berjalan mengambil pedang yang bersandar di belakang Hako, Junta menerima tantangan ini karena dia tau bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang penting baginya, Junta mengerti perasaan Hako dengan baik, itulah kenapa dia menerima tantangan ini, di samping itu, Junta juga bisa menjadikan Hako sebagai referensi kemampuan kepala militer dari suatu kerajaan.


Setelah mengambil pedang kayu itu, Junta mengambil jarak kurang lebih 100 meter dari Hako, Junta memegang pedang kayu itu dengan tangan kanan dan meletakkan tangan kiri nya di balik punggung, lalu, dia menghadapkan badannya ke arah kiri dan menolehkan kepalanya ke arah kanan agar bisa melihat Hako dengan jelas.


“Peraturan dari duel ini sangat sederhana, Hako, cobalah untuk memukul ku dengan pedang kayu mu, Jika aku terkena pukulan itu, maka itu artinya aku kalah, jika kau tidak bisa memukul ku sampai kau kelelahan, maka itu artinya aku yang menang”


“Baiklah, aku mengerti”


Para prajurit yang tadinya duduk bersantai untuk menghilangkan lelah mulai berdiri dan berjalan mendekat untuk melihat duel yang dilakukan Junta dan Hako.


“Kau bisa menyerang ku kapan saja, Hako”


Tepat setelah mengatakan itu.


“Hmph!”


Suara dentuman keras dapat terdengar dan debu-debu cokelat mulai berterbangan, sepertinya Hako menghantam tanah dengan keras menggunakan pedang nya.


“Apa yang kau hantam Hako?”

__ADS_1


Junta tiba-tiba berada di posisi Hako di awal pertarungan, sedangkan Hako saat ini berada di posisi Junta saat di awal pertarungan.


Hako memutar tubuhnya dan mengangkat pedangnya dengan tangan kanannya, dia melihat Junta yang masih membuat pose bertarung yang sama seperti sebelumnya.


Saat ini, Hako benar-benar merasakan apa yang dirasakan Jenderal Barmun, Hako benar-benar yakin dia melihat Junta ada disana dan menghantam nya sekuat tenaga, tapi, ternyata yang dihantam Hako adalah angin kosong sehingga pukulan yang dia lancarkan mengenai tanah.


Hako benar-benar tidak bisa melihat pergerakan Junta sedikitpun, Hako merasa bahwa ini akan menjadi duel yang sulit.


“Apa kau menyerah Hako? Sudah merasa lelah?”


Setelah Junta mengatakan itu.


Hako mendekat secepat kilat dan menebas Junta dari samping menggunakan pedangnya.


Tapi lagi-lagi Hako hanyalah menebas angin kosong.


“Usaha yang bagus, tapi masih kurang”


Junta saat ini berada di posisi awalnya di awal-awal pertarungan, memang kondisi tanah di posisinya sedikit tidak bagus karena terkena pukulan keras dari Hako, jadi Junta sedikit bergeser ke tanah yang masih bisa dipijak dengan baik.


“Apa yang kau gunakan Junta? Sihir? Seni bela diri?”


“Apa yang kau katakan Hako, aku tidak menggunakan apa-apa”


Hako sekali lagi mengangkat pedang miliknya dan mengarahkannya ke arah Junta, kali ini, Hako menggunakan seni bela diri miliknya, Junta tidak bisa mendengar mantera yang diucapkan Hako, tapi Junta yakin Hako sedang menggunakan seni bela diri miliknya karena tubuh Hako mengeluarkan cahaya merah redup.


“Bukankah itu..”


“Aku pernah mendengar bahwa julukan dari kepala militer kerajaan kita adalah Sang Iblis Merah, aku rasa julukan itu bukanlah omong kosong belaka”


“Aku dengar jika Jenderal Hako memenangkan sebuah turnamen antar negara menggunakan seni bela diri itu, apakah itu benar?”


“Aku juga tidak tau kawan, tapi aku juga pernah mendengar hal yang sama dengan mu”


Para prajurit itu melanjutkan diskusi kecil mereka, Junta berhasil menangkap beberapa informasi dari prajurit-prajurit itu jadi dia mengucapkan terima kasih dari dalam hatinya.


Hako masih belum bergerak, tubuhnya yang mengeluarkan cahaya merah redup dan matanya yang sangat berfokus kepada Junta membuat Junta harus meningkatkan kewaspadaanya sedikit.


“Hmph!”


Suara dentuman dapat terdengar sekali lagi, dan kali ini, asap yang dibuat dari debu-debu yang bertebaran lebih besar dari sebelumnya.


“Oh, menarik, kecepatan dan kekuatan mu meningkat secara drastis”


Hako segera memutar tubuhnya dan melihat Junta berdiri di tempat nya tadi dengan pose yang sama seperti sebelumnya.


“Seni bela diri ya.. Sebuah hal yang sangat menarik”


Kali ini Hako merasa ragu, dia benar-benar ragu apakah bisa memenangkan duel ini atau tidak, karena serangan yang baru saja dia lancarkan tadi, adalah salah satu serangan terkuat yang dia punya.


“Ada apa Hako? Kau menyerah? Apa kau sudah merasa kelelahan?”


Para prajurit yang ada disana terdiam setelah melihat serangan Hako barusan.


Ketika Hako bersiap-siap untuk melancarkan serangan kedua.


Ada seorang prajurit yang datang mendekat.


“Maafkan aku Jenderal Hako, tapi, Ratu Rana memanggil anda”


“Begitu kah..”


Cahaya merah redup yang terpancar dari tubuh Hako mulai menghilang, dan Hako terlihat tidak lagi dalam mode bertarung.


“Aku rasa duel kita harus berhenti di sini Junta”


“Baiklah, mari kita lanjutkan jika ada waktu”


Hako hanya tersenyum setelah mendengar perkataan Junta.


“Kalau begitu, aku harus pergi dulu, sampai nanti Junta”


Dan setelah mengatakan itu, Hako bergegas pergi bersama prajurit yang tadi datang memanggilnya.


Setelah melihat Hako pergi, Junta mengembalikan pedang kayu itu ke tempat asalnya, sebelum dia meletakkan pedang itu, Junta mengingat kembali sudah berapa lama dia tidak melakukan latihan seperti ini, dia merasa bahwa kemampuannya menurun dan itu bukanlah hal yang bagus.


Setelah meletakkan pedang itu, Junta memutuskan untuk berjalan kembali ke kamar Kou, dia ingin beristirahat di sana sambil melihat keadaan adiknya.


Setelah sedikit lama berjalan, Junta sudah sampai di kamar adiknya, ketika dia membuka pintu, dia melihat Kou sedang tertidur pulas, Junta masuk ke dalam ruangan itu dan menutup pintunya secara perlahan.


Lalu setelah itu dia berjalan mendekat ke arah kasur dan duduk di atas kasur itu secara perlahan agar tidak membangunkan Kou, setelah itu dia berbaring di samping Kou dan menatap langit-langit ruangan.


Junta memikirkan apa yang harus dia lakukan sekarang, mengumpulkan informasi masih menjadi prioritasnya, tapi yang menjadi masalah, bagaimana dia dan Kou mengumpulkan informasi ini, memang Junta dan Kou mempunyai koneksi yang bagus seperti Ratu Rana ataupun Hako, tapi Junta merasa bahwa mencari informasi secara langsung masih lebih baik daripada harus mengandalkan seseorang yang tidak terlalu dia kenal.


“Oh Kakak”


“Oh, apa aku membangunkan mu Kou?”


“Tidak.. Aku terbangun karena aku bermimpi tentang hari itu..”


Suara Kou terdengar lemah, lebih lemah dari sebelumnya.


Junta hanya mengelus kepala Kou secara perlahan dan berkata.


“Aku juga terkadang bermimpi tentang hari di mana orang tua kita terbunuh, tenang saja Kou, kita akan menemukan pembunuhnya, itu pasti”


“Sampai saat itu tiba.. Kita harus terus berlatih.. Agar kita bisa menghadapi pembunuh itu..”


“Ya ya.. sekarang tidurlah lagi, tidak usah memikirkan hal lain selain istirahat”


Kou secara perlahan menutup matanya setelah Junta mengatakan hal itu, hari mungkin masih siang, tapi Junta sudah merasa mengantuk, jadi dia ikut terlelap bersama Kou di ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2