
“Hati-hati di jalan!”
Zonya melambaikan tangannya ke arah kereta pedagang itu yang bergerak semakin menjauh.
“Ugh…”
Di sisi lain Kou menyandarkan dirinya ke sebuah pohon terdekat sambil memegang kepalanya.
“Kau tidak apa? Ingin minum sesuatu?”
“Tidak apa Kakak.. Aku hanya sedikit pusing saja..”
“Dengan kecepatan yang seperti itu, jujur saja aku kagum dengan barang-barang yang ada di sana”
“Apa maksud mu?”
Tiba-tiba Zonya berkata seperti itu sambil berjalan mendekat ke arah Junta dan Kou.
“Kecepatan itu bagi ku tidak biasa, sangat cepat, dan juga, barang-barang yang ada di kereta masih bisa bertahan dengan kecepatan kereta seperti itu..”
“Mungkin saja pedagang itu sudah membungkus barang dagangannya dengan sesuatu yang dapat melindungi barang-barang itu dari benturan yang keras”
“Mungkin saja… Entah box-box yang ada di kereta itu berukuran besar karena memang barangnya besar, atau ukurannya besar karena pelindung yang digunakan cukup rumit sampai-sampai membuat ukurang box itu menjadi besar”
“Aku sudah tidak apa Kakak… Ayo kita lanjutkan perjalanannya”
“Apa kau serius? Kita bisa beristirahat sebentar di sini jika kau mau”
“Junta benar Kou, desa Polski tepat berada di ujung jalan ini, perjalanannya tidak akan memakan waktu banyak jadi tidak perlu terburu-buru”
“Tidak, tidak apa, aku sudah merasa lebih baik, lagipula hari sudah sore, kita tidak bisa membuang waktu seperti ini”
“Kalau kau memang merasa begitu maka baiklah”
Junta, Kou, dan Zonya mulai berjalan mengikuti jalan setapak yang lurus.
“Ngomong-ngomong Zonya, apakah kadal yang menarik kereta itu memang biasa bergerak secepat itu?”
“Tentu Junta, apakah kadal itu tidak ada di negara kalian berasal?”
“Tidak ada…”
“Kadal dengan kecepatan yang bisa membawa kita ke desa ini dalam waktu kurang lebih 1 jam bukanlah kadal biasa…”
Kou berkata seperti itu dengan nada yang aneh.
“Aku tidak tau bagaimana kereta ditarik di negara kalian, tapi di sini hal itu cukup biasa, ya walaupun pedagang itu sepertinya cukup kaya karena keretanya ditarik oleh se ekor kadal, tapi setidaknya hal seperti ini bukan sesuatu yang aneh atau langka di sini, dan juga terima kasih berkat pedagang itu kita bisa sampai di desa ini lebih cepat, jika kita berjalan kaki mungkin akan memakan waktu 2 hari lagi untuk sampai”
“Apa kau yakin tidak apa-apa Kou? Kita bisa behenti untuk beristirahat”
“Tidak apa-apa Kakak… Ugh.. Jika saja pedagang itu tidak mengendarai keretanya seperti sedang berlomba mungkin aku tidak akan merasakan pusing seperti ini”
“Baiklah, sambil membuang waktu di perjalanan ini, aku akan menjelaskan kembali tujuan kita di desa Polski, sederhanya kita akan memurnikan air yang tercemar di desa itu, mengingat permintaan ini sudah cukup lama ada di Asosiasi dan juga sudah banyak anggota Asosiasi yang gagal menyelesaikannya jadi kita mungkin harus melakukan beberapa hal yang mendalam”
“Apa maksud mu Zonya?”
“Seperti mencoba suatu cara yang belum pernah dicoba oleh anggota Asosiasi lain, memperluas area pencarian sumber masalah, atau semacam itu”
“Sepertinya kita akan membutuhkan sedikit waktu untuk menyelesaikan permintaan ini.., bagaimana menurut mu Kou?”
“Aku tidak bisa memperkirakan sesuatu yang informasinya masih kurang Kakak, tapi perasaan ku mengatakan kalau kita akan terjebak di desa itu selama 3 hari”
“3 hari? Tidak tidak, anggota Asosiasi yang lain tidak berada di desa itu selama 3 hari melainkan sekitar 7 hari”
“Apa kau serius Zonya? Maksud mu kita akan kurang lebih terjebak di desa itu selama 7 hari?”
“Aku serius Junta, ngomong-ngomong kenapa kalian sangat suka menggunakan kata terjebak… Lagipula kalian bersama class 5 di sini, jadi mungkin kita akan lebih cepat selesai dari pada anggota asosiasi yang lain”
“Aku harap ini tidak akan menjadi permintaan yang memakan waktu 1 bulan untuk selesai…”
“Kita bisa membatalkan permintaan ini jika kita merasa tidak bisa menyelesaikannya, jadi jika kalian memang tidak ingin permintaan ini menghantui kalian selama 1 bulan maka kita bisa pergi ke Asosiasi lalu membatalkan permintaan ini”
“Eh? Memangnya bisa?”
“Tentu saja bisa Kou, tapi tentu saja kita tidak akan mendapatkan hadiahnya, yang itu berarti perjalanan kita ke sini akan sia-sia”
“Aku rasa itu masuk akal… Aku tidak ingin ini menjadi permintaan yang membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya, dan aku juga tidak ingin membatalkan permintaan ini karena kita sudah jauh-jauh datang ke sini, Kou, aku mengandalkan mu”
“Mari kita lihat apa yang aku bisa lakukan”
“Rasanya entah mengapa aku sedikit sakit hati sebagai class 5… Ya lagipula jika kita gagal menyelesaikan permintaan ini maka permintaan ini akan menjadi permintaan khusus, yang itu berarti class 5 lah yang akan menangani permintaan ini di masa depan, setidaknya jika kita tidak bisa menyelesaikan permintaan ini kita bisa memberikan beberapa informasi berharga ke Asosiasi untuk mempermudah class 5 dalam menyelesaikan permintaan ini”
“Permintaan khusus ya.. Kou, apa kau tertarik untuk melihat seperti apa permintaan khusus itu?”
“Tidak ada salahnya untuk melihat”
“Jangan berpikir kalian bisa mengambil permintaan itu Junta, Kou”
“Apakah hanya class 5 yang boleh mengambil permintaan itu? Bukankah sistem class bukanlah sistem peringkat resmi yang dimiliki Asosiasi? Bukankah itu berarti Asosiasi sebenarnya tidak memiliki peringkat dalam sistemnya yang itu berarti permintaan yang ada di Asosiasi terbuka untuk semua kalangan?”
“Sistem class memang bukanlah sistem peringkat resmi Asosiasi, seperti yang aku jelaskan dulu bahwa sistem class adalah sistem yang dibentuk oleh anggota Asosiasi itu sendiri, dan Asosiasi bersedia untuk membantu dalam membuat sistem peringkat ini. Meskipun secara realita setiap permintaan itu tidak ada batasan minimal class, tapi ada sebuah peraturan tidak tertulis yang membuat setiap orang harus berada di class tertentu agar dapat mengambil permintaan itu, secara teori seorang class 0 memang bisa mengambil permintaan khusus karena sejak awal Asosiasi tidak memiliki sistem peringkat resmi yang itu berarti setiap permintaan tidak memiliki batas minimal class, tapi karena kekuatan kalian tidak sebanding dengan tingkat kesulitan permintaannya, maka jangan salahkan Asosiasi jika kalian mati”
“Ngomong-ngomong masalah sistem peringkat tidak resmi ini, kenapa Asosiasi tidak membuat sistem class ini menjadi salah satu sistem resmi mereka? Maksud ku semua anggota Asosiasi menggunakan sistem class ini kan? Rasanya aneh jika Asosiasi masih tidak mengakui sistem ini sebagai sistem resmi”
Kou tiba-tiba berkata sesuatu yang masuk akal.
“Itu karena prinsip Asosiasi Kou, Asosiasi sejak dulu ingin membuka semua permintaan yang tersedia ke berbagai kalangan, Asosiasi tidak ingin ada sistem yang terlihat mendiskriminasikan anggota mereka, tapi, sepertinya Asosiasi mulai sadar kalau pengelompokkan kekuatan itu juga penting untuk membantu memberikan permintaan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing anggotanya”
“Itu berarti semua class dapat mengambil semua permintaan sesuka hati mereka kan?”
__ADS_1
“Bukankah aku sudah menjelaskannya tadi Junta? Sejak awal tidak ada sistem peringkat secara resmi di Asosiasi, otomatis setiap permintaan yang ada di Asosiasi tidak memiliki batas minimal class untuk menjalankan permintaan itu, ya walaupun aku bilang tidak ada batas minimal class tapi biasanya di kertas permintaan tertulis class berapa yang direkomendasikan untuk bisa menjalankan permintaan itu”
“Benarkah? Aku tidak ingat ada tulisan semacam itu di kertas permintaan desa ini”
“Ada di pojok kanan bawah Kou, mungkin kau tidak melihatnya dengan baik”
“Lalu, untuk permintaan ini, class berapa yang direkomendasikan?”
“Rekomendasinya adalah class 3”
“Menarik, rekomendasinya adalah class 3 tapi sudah ada 4 orang class 4 yang gagal menjalan permintaan ini”
“Itulah kenapa jika kita gagal dalam menyelesaikan permintaan ini, maka permintaan ini akan dialihkan ke lantai 2 gedung utama Asosiasi, yang mana itu berarti permintaan ini akan menjadi permintaan khusus”
“Aku rasa itu sangat masuk akal, kita menjalankan permintaan ini dengan Zonya, yang mana adalah class 5, dan jika seorang class 5 sudah tidak bisa menyelesaikan permintaan ini, maka tidak salah jika Asosiasi menjadikan permintaan ini menjadi permintaan khusus”
“Tepat, normalnya, jika sudah ada 3 tim class 4 yang gagal menyelesaikan suatu permintaan, maka Asosiasi akan menjadikan permintaan itu menjadi permintaan khusus, karena setiap tim di Asosiasi umumnya berjumlah 3 sampai 4 orang, tapi karena aku ikut dalam misi kali ini, maka sudah pasti kasusnya berbeda”
“Jika aku adalah pemimpin Asosiasi, maka permintaan ini pasti akan mendapatkan perhatian ku karena sudah ada 2 tim class 4 dan seorang class 5 yang gagal menyelesaikan permintaan ini”
“Aku penasaran, apakah class 5 pernah gagal menjalan permintaan khusus Zonya?”
“Meskipun selama aku menjadi anggota Asosiasi aku tidak pernah mendengar kabar kalau ada class 5 yang gagal dalam menjalan permintaan khusus, tapi ku rasa kemungkinan itu bukanlah 0 Kou”
“Begitu ya, lalu apa kau tau siapa saja anggota class 5 di Asosiasi Zonya?”
“Tentu aku tau Junta, karena aku sendiri adalah class 5, wajar saja jika aku mengetahui anggota lain yang setingkat dengan ku, tapi aku akan memberitahu kalian di lain waktu saja”
“Daripada memberitahu kami, kenapa tidak kau kenalkan kepada kami?”
“Itu akan susah Junta, class 5 bukanlah sekelompok orang yang memiliki banyak waktu luang”
“Ya, aku rasa tidak aneh jika class 5 adalah sekumpulan orang yang sibuk, mengingat jumlah mereka yang sedikit dan tingkat kesulitan permintaan yang biasanya mereka ambil juga bukan tergolong permintaan mudah”
“Ngomong-ngomong kita sudah sampai”
Tepat di hadapan Junta, terdapat sebuah desa yang sederhana, tentu jika dibandingkan dengan kota maka desa ini tidak ada apa-apanya, rumah-rumah yang ada di desa ini terbuat dari batu putih yang rata-rata sudah mulai ditumbuhi oleh lumut.
Ada banyak juga ladang-ladang yang ditumbuhi oleh semacam tumbuhan berwarna cokelat yang belum pernah dilihat oleh Junta sebelumnya, bahkan ladang-ladang yang ada di sini bisa dibilang cukup luas dan banyak.
Selama Junta berjalan lebih jauh lagi ke dalam desa, maka Junta semakin menemukan banyak orang, pakaian mereka bisa dibilang biasa saja, tidak seperti orang kota yang pakaiannya cenderung bersih dan terlihat berkualitas, di sini pakaiannya cenderung kotor dan tidak terlihat sebagus apa yang dikenakan oleh orang kota, anak-anak kecil yang ada di sini bermain satu sama lain dan sesekali suara tawa dapat didengar.
Setelah berada sedikit jauh dari ladang, Junta mulai melihat semakin banyak rumah dan semakin banyak orang, sepertinya ladang-ladang tadi terletak di bagian luar desa, setelah beberapa orang melihat kedatangan Junta, Kou dan Zonya, salah satu dari mereka berjalan mendekat untuk menyapa.
“Selamat sore, aku adalah kepala desa di sini, ada urusan apakah gerangan datang ke desa kami yang sederhana?”
Yang menyapa Junta adalah seorang pria tua yang berumur sekitar 60 tahun, dia memakai baju biru dan sebuah kain merah yang diikat di kepalanya.
“Kami adalah anggota Asosiasi, dan kami datang untuk menyelesaikan permintaan”
Junta menjawab sapaan pria tua itu dengan nada yang bersahabat.
“Tepat, kami ke sini ingin melihat permasalahan air kalian”
“Ah.. Kalian benar-benar dari Asosiasi, sudah lama semenjak anggota Asosiasi datang ke sini untuk menyelesaikan masalah air di desa ini, aku sangat berterima kasih kepada kalian yang telah memilih permintaan yang kami ajukan kepada Asosiasi, terlebih lagi ada class 5 yang ingin menyelesaikan permintaan sederhana kami, benar-benar suatu kehormatan”
Setelah mengatakan itu, pria tua itu sedikit membungkukkan badannya ke arah Zonya.
“Jadi, bisa kami langsung melihat masalahnya?”
“Mari ikuti saya”
Junta, Kou dan Zonya mengikuti pria tua itu berjalan menuju sebuah sumur terdekat.
Setelah sampai di sumur yang terlihat tua itu, pria tua itu mengambil air yang ada di dalam sumur dengan sebuah timba dan tali.
“Seperti yang kalian lihat, air yang ada di sini tercemar dan kami tidak tahu apa penyebabnya”
Air yang ada di dalam timba tersebut berwarna hitam gelap, Kou mendekat ke arah timba itu dan menyentuh air hitam yang dibawa oleh pak kepala desa.
“Apa yang dikatakan Maggie si wanita resepsionis itu benar Kakak, airnya hitam dan kental”
Setelah menyentuh air itu, Kou mencium jarinya yang basah terkena air tadi.
Setelah mencium aromanya tiga kali, Kou membuat ekspresi seperti orang yang sedang curiga.
“Kakak, coba kau cium ini”
Junta berjalan mendekat ke arah Kou dan mencium aroma air yang ada di jarinya.
“Kopi?”
“Jadi Kakak juga merasa ini beraroma seperti kopi? Kurasa aku anggap itu sebagai jawaban kalau hidung ku tidak bermasalah”
Setelah menerima jawaban Junta, Kou mengambil air hitam itu dengan tangan kanannya lalu langsung meminumnya.
“A-Apa yang anda lakukan?!”
Tiba-tiba pria tua itu berteriak dengan suara yang keras.
“Tentu saja aku mencobanya, apa lagi?”
“Apa kau tidak tahu kalau air ini tercemar?! Semua warga ku jatuh sakit setelah meminum air ini loh! Dan sampai sekarang belum ada satupun dari mereka yang sembuh dari penyakit itu!”
“Apa kau mengatakan kalau orang-orang yang pernah meminum ini akan jatuh sakit?”
Zonya bertanya dengan nada serius.
“Tepat seperti apa yang kau dengar, dari semua anggota Asosiasi yang pernah datang ke sini, hanya kau lah yang meminum air busuk ini”
__ADS_1
“Busuk?”
Setelah Zonya bertanya entah kepada siapa, dia mulai mengambil air itu dengan tangannya lalu mencium aroma air itu.
Setelah mencium aroma itu sekali, Zonya langsung melemparkan air itu ke tanah dan mengeringkan tangannya menggunakan jubah yang ia kenakan.
“Kou, aku tau kau class 0, tapi sebodoh apa kau sampai-sampai meminum air busuk itu”
“Busuk? Menurutmu aroma ini busuk?”
Kou bertanya sambil membuat ekspresi kebingungan.
“Bagaimana rasanya Kou?”
Tiba-tiba Junta bertanya.
“Rasanya seperti kopi Kakak, hanya saja bagi ku ini terlalu manis…”
“Manis? Air busuk itu?”
“Itu yang aku rasakan Zonya”
Zonya dengan ekspresi seperti orang yang sangat kebingungan pun berkata.
“Apa ada yang salah dengan lidah mu?”
“Kenapa kau tidak mencobanya Zonya?”
“Tidak tidak tidak! Aku sangat menyarankan untuk tidak ada yang mencoba air ini lagi! Meskipun anda adalah seorang class 5!”
Zonya terlihat berpikir sejenak, lalu dia menyentuh air itu dengan jari telunjuknya, setelah itu dia meminum setetes air hitam yang jatuh dari ujung jari telunjuknya.
Tepat setelah dia meminumnya, Zonya terlihat ingin muntah.
“Rasanya sangat pahit! Sama sekali tidak manis! Kau menipu ku Kou!”
Zonya berkata seperti itu dengan wajah yang berulang kali terlihat ingin muntah.
“Aku tidak berbohong! Jika memang rasanya sepahit itu maka kenapa aku bisa menahannya? Apakah kau tidak memikirkan itu?”
Junta yang sedang bingung perkataan siapa yang benar akhirnya ikut mencoba air itu.
Setelah Junta meminum air yang dia ambil dengan tangannya, dia berkata.
“Rasanya memang pahit, tapi bukankah kopi memang seperti ini?”
“Apa yang kau katakan Kakak… Air ini sama sekali tidak pahit menurut ku, justru ini manis, semanis kopi susu”
“Tidak tidak, aku rasa air ini seperti kopi hitam yang biasanya aku beli dari mesin minuman, walaupun sebenarnya aku merasa air ini lebih pahit dari kopi itu”
Pria tua itu hanya memandang Junta, Kou dan Zonya dengan ekspresi aneh, ekspresi itu terlihat seperti dia sedang bingung, kaget dan heran di saat yang bersamaan.
“... Karena kalian sudah meminum air hitam ini, aku sangat menyarankan kalian untuk beristirahat saja dahulu untuk hari ini”
Pak kepala desa membuat ekspresi khawatir sambil mengatakan itu.
“Apa penyakitnya sangat serius? Sampai-sampai kau sangat khawatir seperti itu pak kepala desa?”
“Tentu saja! Orang yang sakit karena meminum air ini menderita demam yang tinggi! Dan juga lidah mereka perlahan-lahan menjadi hitam dan akhirnya lidah mereka mati, sehingga lidah mereka harus dipotong dari tubuh mereka… ”
“Itu… Terdengar cukup serius..”
Zonya mengatakan itu dengan nada sedikit bergetar.
“Untuk saat ini kalian lebih baik beristirahat, dan semoga saja tidak terjadi apa-apa, mari ikuti aku”
Pria tua itu berjalan ke suatu rumah kecil yang terlihat sangat tua, walaupun terlihat tua tapi rumah itu masih berdiri dengan kokoh.
“Rumah ini sudah lama ditinggalkan pemiliknya, kalian bisa menggunakan rumah ini sebagai tempat kalian beristirahat”
Pria tua itu membukakan pintu rumah tua itu kemudian Junta, Kou dan Zonya masuk ke dalam.
Rumah itu bisa dikatakan sebuah rumah kecil dan sederhana yang lantainya beralaskan batu, ketika Junta membuka pintu, hal pertama yang dilihatnya adalah 2 pintu yang bersebelahan, di depan kedua pintu itu, ada sebuah meja kecil berbentuk bulat dengan 3 kursi yang mengitarinya, lalu di sebelah kiri ada semacam peralatan-peralatan yang mungkin adalah sebuah dapur, dan yang terkahir di sebelah kanan Junta ada sebuah pintu yang entah pintu apa.
“Dua pintu di depan kalian adalah kamar, lalu pintu di samping kanan kalian adalah kamar mandi, aku akan pergi dulu ke rumah ku menyiapkan obat-obatan yang mungkin akan kalian butuhkan nanti..”
“Terima kasih pak kepala desa, dan maaf jika merepotkan”
Pak tua itu mengangguk dengan ekspresi khawatir, lalu dia pergi menjauh dari rumah tua itu.
Setelah pak tua itu pergi, Junta dan Kou berjalan ke arah dua pintu yang ada di ujung rumah itu, tepat berada di depan pintu masuk, setelah mereka membuka kedua pintu itu, ternyata benar itu adalah kamar.
Sebuah kamar yang sangat sederhana, di masing-masing kamar ada sebuah tempat tidur, sebuah meja dan kursi, lalu ada semacam lemari buku yang kosong.
“Baiklah, aku akan mengambil kamar sebelah kiri”
“Kalau begitu aku dan Kou sebelah kanan”
Setelah masuk ke dalam kamar, Kou duduk di kasur yang ada di sana.
“Aku penasaran apakah rasa kopi di dunia ini memang seperti itu atau orang-orang yang ada di sini saja tidak terbiasa dengan kopi?”
“Kalau aku lebih penasaran dengan lidah hitam yang dibicarakan oleh pak kepala desa tadi… Maksudku ketika kau meminum ampas kopi, bukankah lidah mu memang menjadi hitam?”
“Tapi.. Apa tadi Kakak merasakan ada ampas kopi di dalam airnya?”
“Seingat ku sih tidak.. Lagipula apapun jawabannya, entah memang itu kopi atau hal lain, tujuan kita tetap sama Kou, kita harus bisa memurnikan air yang ada di sini, jika tidak maka kita tidak akan mendapatkan 20 koin emas itu”
“Kakak benar, Ku rasa hari ini kita harus beristirahat seperti apa yang dikatakan oleh pak kepala desa itu, matahari juga sudah mulai terbenam”
__ADS_1
“Aku harap kita bisa menyelesaikan permintaan dengan mudah”
“Semoga saja seperti itu”