
“Sepertinya kita kedatangan tamu”
Tepat setelah Kou mengatakan itu.
“Kita harus lari dari sini!”
Zonya mengatakan itu sambil berlari dengan cepat, Junta dan Kou yang masih sedikit terkejut dengan keputusan Zonya hanya bisa mengikutinya berlari menuju arah sungai.
Setelah sampai di sungai, Zonya berhenti sejenak untuk mengambil sekantung penuh dengan biji tumbuhan yang dia ambil dari balik jubahnya, setelah itu dia melempar beberapa biji itu ke tanah dan kemudian dia melanjutkan larinya searah dengan arus sungai.
“Hei Zonya bisa kau jelaskan apa maksud dari pelarian ini?”
Kou mengatakan itu sambil berlari dibelakang Zonya.
“Untuk saat ini kita harus lepas dari orang itu”
Saat menolehkan kepalanya ke belakang, Zonya melihat ada laki-laki berjubah hitam dan memakai topeng sedang mengejar mereka, setelah tau jarak di antara mereka, Zonya mengeluarkan beberapa biji lagi dari kantungnya dan melemparkannya ke depan, dia melakukan itu terus-terusan sambil berlari mengikuti arah sungai.
Biji-biji yang dilemparkan oleh Zonya sebenarnya terlihat tidak berguna bagi Junta, karena biji-biji itu tidak menimbulkan reaksi apapun ketika menyentuh tanah, atau mungkin biji-biji itu perlu waktu untuk aktif? Atau mungkin mempunyai maksud lain? Junta tidak ingin mengambil resiko dengan mengandalkan sesuatu yang tidak jelas. Akhirnya Junta berkata.
“Kou”
“Aku mengerti”
Setelah mengatakan itu, tanpa melakukan apa-apa, muncul 8 anak panah yang berbentuk es di sekeliling Kou, anak panah itu dengan cepat melesat ke arah orang yang mengejar mereka.
Tapi tentu saja orang itu dapat menghindarinya dengan sedikit atraksi, Zonya yang terlalu sibuk dengan melemparkan biji-bijinya sepertinya tidak menyadari apa yang sedang Junta dan Kou lakukan.
“Kou dia menghindarinya semuanya”
“Begitu ya, itu berarti dia cukup terlatih”
“Apa kau punya cara lain untuk menghambatnya?”
“Hmmm, aku rasa aku punya”
Setelah mengatakan itu, telunjuk tangan kanan Kou bersinar putih kebiruan, dengan telunjuknya itu dia menggambar sesuatu di udara.
Setelah Kou selesai menulis sesuatu di udara, sebuah tombak es tiba-tiba muncul di depan orang yang mengejar mereka, tentu saja orang itu bisa menghindarinya dengan baik dan melanjutkan pengejarannya.
Meskipun dapat menghindarinya dengan baik, saat berlari, orang itu beberapa kali dikejutkan dengan tombak es yang tiba-tiba muncul di depannya lagi, hal itu terjadi berulang kali sehingga dia terlihat cukup terbiasa dengan serangan kejutan itu.
“Dia cukup hebat dapat menghindari tombak ku seperti itu”
“Siapapun yang mengejar kita, seperti dia terlatih untuk menghadapi situasi seperti ini”
“Apa Kakak ingin aku menghambat dia lagi atau?”
“Kau masih punya cara lain?”
“Aku bisa membuat hujan es, tapi karena es yang turun nanti berbentuk runcing dan sangat tajam, es itu bisa saja membunuhnya, jadi aku tidak tahu apakah aku harus menggunakan itu atau tidak.. Apakah tidak apa membunuh orang itu? Kita hanya ingin menghambatnya kan?”
Junta pun terlihat berpikir sejenak setelah Kou mengatakan itu.
“Hei Zonya”
“Fokus lah berlari Junta! Kou! Kalian lihat batu besar yg ada di sungai itu?”
Zonya menunjuk ke arah batu besar yang ada di sungai.
“Tepat sebelum kita melewati batu itu, kita harus berbelok ke kanan dan masuk kembali ke dalam hutan, ikuti aku dan jangan sampai kalian tertinggal!”
Jarak antara batu itu dengan Junta sebenarnya tidak terlalu jauh, jadi hanya butuh sesaat bagi Zonya, Junta, dan Kou untuk sampai di batu besar itu, tepat seperti apa yang Zonya katakan, sebelum mereka melewati batu itu, Zonya berbelok ke kanan dan masuk ke dalam hutan, setelah mereka berada di dalam hutan, dengan cepat Zonya bersembunyi di balik pohon, tentu Junta dan Kou mengikutinya.
Setelah berada di balik pohon, Zonya mengintip ke arah sungai, di sana, mereka melihat si orang bertopeng itu berlari melewati mereka, orang itu berlari terus melewati batu besar dan dengan cepat menghilang dari pandangan, seolah-olah orang itu tidak sadar bahwa Zonya, Junta dan Kou tidak lagi berlari mengikuti arus sungai.
“Orang itu.. Melewati kita?”
“Padahal tidak ada pohon atau sesuatu yang menghalangi pandangannya, sudah jelas kita pasti terlihat olehnya ketika kita masuk ke dalam hutan ini”
“Biji tumbuhan yang aku lemparkan selama kita berlari tadi, adalah salah satu sihir ku, biji-biji itu membuat sebuah ilusi di sekitar area biji itu berada, ilusi yang ku buat adalah kita yang sedang berlari”
“Begitu ya, si pengejar itu berlari melewati kita karena dia sedang melihat ilusi kita yang masih berlari”
”Tunggu dulu Kou, jika biji-biji itu hanya membuat ilusi di sekitar area biji itu berada, bukankah tadi Zonya berhenti melempar biji-biji itu ketika kita masuk ke dalam hutan?”
“Ah benar juga, bukankah itu berarti setelah melewati batu besar itu maka kau tidak bisa menemukan biji-biji itu lagi? Yang itu berarti ilusinya tidak lagi bekerja?”
“Kau benar Kou, setelah melewati batu besar itu maka tidak ada lagi biji-biji yang membuat ilusi, tenang saja ilusi itu akan bertahan beberapa saat meskipun korbannya sudah tidak berada di area sekitar biji-biji itu lagi, itu lah kenapa kita harus keluar dari hutan ini dengan cepat sebelum kita kehabisan waktu”
Mereka pun langsung melanjutkan pelarian mereka, gelapnya hutan sebenarnya sedikit mengganggu dan sudah berulang kali Junta dan Kou hampir menabrak pohon karena minimnya cahaya di hutan itu, mereka terus berlari di tengah gelapnya hutan bersama Zonya dan hanya sinar rembulan yang redup saja yang membantu mereka dalam pelarian ini.
Junta, Kou dan Zonya terus belari sampai pagi, mereka tidak sadar bahwa mereka sudah berlari sangat jauh dari hutan itu, sekarang, mereka berada di sekitar tembok suatu kota.
“Huft.. Huft.. Apakah kita bisa berhenti sekarang?”
__ADS_1
“Kita.. Sudah… Cukup jauh… Aku dan adikku… Butuh istirahat”
“Kalian berlari dengan baik... Kita sekarang berada di kota terdekat dari hutan itu.. Kita akan beristirahat di sini untuk sementara waktu..”
“Bisakah.. kau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi? Kau membuat ku.. Dan adikku berlarian sepanjang malam!”
“Ikuti aku.. Aku akan menjelaskannya di dalam kota”
Setelah mengatakan itu, Zonya pergi melewati gerbang masuk kota diikuti oleh Junta dan Kou, suasana kota itu sedikit sepi, maklum saja karena matahari baru saja terbit, orang-orang mungkin saja masih banyak yang terlelap, meskipun sudah berlarian sepanjang malam, Zonya masih bisa berjalan dengan sedikit tergesa-gesa, setelah beberapa saat berjalan, Zonya masuk ke dalam suatu bangunan yang rupanya adalah sebuah restoran, sedikit mirip seperti gedung Asosiasi, hanya saja tanpa papan permintaan dan orang yang makan di sini terlihat lebih normal daripada yang ada di gedung Asosiasi.
Setelah duduk di meja terdekat dari pintu masuk, Zonya memesan makanan kepada pelayan yang menghampiri mereka lalu berkata.
“Baiklah, aku rasa sekarang kita sudah aman”
“Tentu saja! Kita sudah berlari jauh sekali dari hutan! dan juga semalaman tanpa tidur!”
Junta mengatakan itu dengan nada yang tinggi.
“Aku mengerti perasaan mu, tapi percayalah, aku tau apa yang aku lakukan”
“Sebaiknya kau punya penjelasan untuk semua ini Zonya’
“Aku akan menjelaskannya”
Setelah Zonya mengatakan itu, pelayan yang membawa pesanan mereka tadi datang dengan 3 piring penuh dengan makanan dan 3 gelas minuman berwarna ungu, setelah menaruh semua itu di meja Junta, pelayan itu meninggalkan mereka.
“Mari kita mulai dengan sebuah cerita yang ingin aku ceritakan kepada kalian kemarin, aku akan menceritakannya sesingkat mungkin”
“Aku dan Kou mendengarkan”
Junta mengatakan itu walaupun dia tahu kalau Kou sekarang sedang fokus memakan makanannya.
“Sejak zaman dahulu, jauh sebelum adanya kerajaan-kerajaan, tanah ini sudah terbiasa dipimpin oleh berbagai pemimpin yang memiliki daerah kekuasaannya sendiri-sendiri, pemimpin-pemimpin itu pun memiliki semakin banyak pengikuti dan daerah kekuasannya semakin luas sehingga terbentuklah berbagai macam kerajaan, tanah inilah yang menjadi saksi bisu jatuh bangkitnya berbagai kerajaan yang berdiri di sini dan tidak pernah ada dalam catatan sejarah kalau tanah ini pernah hanya dipimpin oleh satu kerajaan saja”
Zonya meminum minumannya terlebih dahulu sebelum melanjutkan.
“Tapi pada suatu masa, hiduplah seorang ratu yang sangat hebat, dia menjadi ratu di kerajaannya yang tidak terlalu kecil pada umurnya yang masih muda, ratu yang muda itu memiliki suatu keinginan yaitu untuk menyatukan tanah ini dalam satu bendera yaitu bendera kerajaannya, dan ratu itu pun berhasil, dia mengalahkan semua kerajaan yang ada bahkan yang terhebat sekalipun pada zaman itu dan berhasil membuat sejarah baru sebagai orang pertama yang menyatukan tanah ini dalam satu bendera, dan bendera itu diberi nama Zokavia”
“Lanjutkan, sejauh ini aku paham”
“Kerjaan Zokavia berdiri dan berjaya cukup lama, ada yang mengatakan 100 tahun ada yang mengatakan 200 tahun, ada pula yang mengatakan 500 tahun, selama kerajaan itu berdiri, tanah ini begitu makmur dan masyarakatnya terlihat senang, tapi suatu hari, ratu itu menghilang tanpa jejak dan tidak pernah kembali”
“Lalu kerajaan Zokavia runtuh dan pecah menjadi kerajaan yang ada sekarang”
Kou tiba-tiba melanjutkan cerita Zonya sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya.
Junta menelan makanannya sebelum dia berkata.
“Lalu, apa hubungannya dengan orang bertopeng itu”
“Setelah kerajaan itu runtuh, muncul sebuah organisasi yang bergerak di bawah bayang-bayang, kami biasa memanggilnya The King Finger, atau biasa kami singkat The Finger, organisasi ini biasanya bergerak di bidang pembunuhan, mereka adalah organisasi yang dianggap memberontak dan anggotanya diburu oleh semua negara, organisasi ini percaya bahwa suatu saat raja atau ratu kerajaan Zokavia akan kembali sehingga tujuan mereka adalah mengumpulkan kekuatan untuk membantu raja atau ratu Zokavia dalam merebut kembali kerajaannya”
“Dan orang bertopeng tadi adalah salah satu anggota organisasi itu”
Kou lagi-lagi melanjutkan cerita yang diceritakan oleh Zonya sambil mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya.
“Bagaimana kau bisa mengetahui apa yang akan dikatakan Zonya Kou?”
“Aku hanya sedikit mengandalkan intuisi Kakak”
Kou mengakatakan itu sambil mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya.
“Kou benar, percayalah, kalian tidak ingin berurusan dengan organisasi itu, banyak sekali laporan ataupun rumor yang mengatakan bahwa anggota mereka sangat banyak, jika kalian diincar, maka mereka tidak akan pernah berhenti sampai mereka melihat kepala kalian dipenggal di hadapan mereka”
“Seberapa banyak anggota yang mereka miliki?”
“Aku tidak tahu secara pasti Junta, aku pernah mendengar kabar bahwa anggota mereka cukup untuk melawan 2 kerajaan besar di waktu yang bersamaan, dan itu adalah kabar yang mengabarkan jumlah paling sedikit di antara semua kabar yang pernah aku dengar”
“Sepertinya mereka tidak bisa kita remehkan Kakak”
Tiba-tiba Kou mengatakan itu dengan nada yang serius.
“Suatu organisasi yang dapat melawan 2 kerajaan besar sekaligus memang bukan organisasi biasa”
“Aku memperkirakan orang bertopeng itu mengejar kalian karena kalian mengetahui apa yang mereka lakukan”
“Maksud mu tentang mayat yang dia buang di sungai itu?”
“Maafkan aku Zonya, sepertinya gara-gara aku dan adikku, kau jadi ikut terlibat dalam masalah ini”
“Tidak apa, kalian mungkin di incar, tapi aku berani bertaruh kalau mereka masih tidak terlalu serius dalam menanggapi masalah ini , jadi anggap saja kalian masih belum menjadi buronan sepenuhnya”
“Terima kasih sudah memberitahu kami masalah ini Zonya, ngomong-ngomong apakah cerita tentang kerajaan Zokavia ini juga berhubungan dengan legenda harta tersembunyi di pohon besar itu?”
“Tepat, memang ada banyak versi cerita yang berbeda dalam memberitahu jenis harta apa yang tersembunyi, tapi semua cerita itu menceritakan satu hal yang sama, yaitu harta itu adalah milik kerajaan Zokavia”
“Begitu ya.. Kerajaan Zokavia, aku rasa sejauh ini alasannya cukup masuk akal, aku jadi mengerti kenapa anggota class 5 seperti mu lari dari seorang anggota organisasi gelap ini”
“Hei, aku mungkin class 5, tapi aku tidak bisa mengalahkan suatu kerajaan sendirian, sedangkan organisasi ini memiliki anggota yang dapat melawan 2 kerajaan sekaligus! Bisa kau bayangkan berapa banyak itu? Menjadi class 5 bukan hanya masalah kekuatan Junta, aku tidak ingin menjadi buronan mereka”
__ADS_1
“Aku mengerti aku mengerti, terima kasih atas informasi dan peringatan yang sudah kau berikan ini”
“Tidak perlu kalian pikirkan, pengetahuan ini akan sangat berguna selama kalian tinggal di tanah ini, karena banyak sekali cerita-cerita lain yang berdasarkan cerita kerajaan Zokavia ini, jadi ingat lah semua yang aku katakan hari ini dan berusahalah untuk tidak melupakannya, baiklah, karena kalian sudah selesai memakan makanan kalian, sebaiknya kita pergi ke penginapan”
Sebelum pergi, Zonya memanggil pelayan yang tadi mengantar makanan mereka lalu membayar semuanya, setelah mereka keluar dari restoran itu, mereka disambut dengan matahari yang mulai menampakkan dirinya secara utuh, mereka berjalan di jalanan kota yang bertambah ramai dan melalui banyak sekali belokan, hingga mereka sampai di suatu bangunan yang cukup besar.
Setelah mereka masuk, hal pertama yang mereka lihat adalah beberapa meja berbentuk lingkaran dengan beberapa kursi yang mengitarinya, sepertinya ini adalah ruang utama tempat berkumpulnya orang-orang yang mengingap di penginapan ini.
“Tolong 2 kamar untuk 1 hari”
“Harganya 1 koin emas”
Zonya memberikan 1 koin emas itu kepada pria resepsionis yang terlihat tidak senang dengan pekerjaannya, pria itu kemudian memberikan 2 kunci kepada Zonya yang dia ambil dari laci yang ada di meja resepsionis.
“2 Kamar yang bersebelahan, dekat dengan tangga”
“Aku mengerti, terima kasih”
Setelah mengucapkan rasa terima kasihnya, Zonya berjalan menuju tangga yang berada di samping resepsionis, setelah sampai di lantai atas, Zonya memberikan salah satu kuncinya kepada Junta.
“Ini kunci kamar kalian”
“Terima kasih Zonya”
Setelah Zonya memberikan kunci itu, Zonya pun pergi ke pintu yang berada di sebelah kamar Junta dan masuk ke dalam, Junta tidak ingin membuat Kou menunggu lebih lama lagi jadi dia membuka pintu kamarnya dan masuk ke sana.
Ruangan itu cukup besar, lebih besar daripada penginapan yang pernah mereka tinggali di ibu kota kerajaan Aruf, tapi tentu tidak lebih besar daripada ruangan yang pernah mereka tinggali di istana milik ratu Rana, ruangan itu cukup sederhana, terdapat kasur yang tidak terlalu besar, sebuah meja dan kursi di sisi kanan pintu masuk, lalu ada juga benda yang terlihat seperti wastafel kecil dengan cermin di dinding, uniknya ruangan ini tetap terang walaupun tidak terdapat lampu atau sumber cahaya apapun, hal ini berbeda dengan penginapan sebelumnya yang memakai lampu minyak, Junta pernah mendengar sihir semacam ini sebelumnya ketika dia mendengar orang-orang berbicara, tapi melihatnya secara langsung memang memberikan kesan yang berbeda.
“Aku tidak heran sama sekali jika harga dari 1 kamar ini adalah 50 koin perak untuk 1 hari”
“Aku rasa penginapan kita dulu harganya adalah 10 koin perak untuk 1 malam, apakah harganya menjadi mahal karena kita meminjam kamar ini untuk 1 hari?”
“Ku rasa tidak Kou, meskipun kita meminjam kamar ini hanya untuk 1 malam, ku rasa harganya akan masih tetap mahal, mungkin sekitar 40 koin perak”
“Aku rasa itu ada benarnya, lagi pula kamar ini cukup luas, aku rasa tidak mengapa kita harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan kamar seperti ini ”
“Jadi, bagaimana menurut mu Kou?”
“Tentang organisasi gelap itu? The Finger?”
Junta mengangguk sebagai jawabannya.
“Menurutku organisasi itu adalah organisasi yang berbahaya, mengingat bagaimana orang bertopeng itu dapat menghindari serangan ku tanpa terluka”
“Begitu ya, menurut mu jika kita melawan semua anggotanya, apakah kita akan menang?”
“Jika Kakak menghitungnya berdasarkan kemampuan kita sekarang, dan aku berasumsi bahwa anggota mereka setara dengan jumlah pasukan suatu kerajaan besar, maka aku akan mengatakan tidak bisa, jika Kakak bersikeras maka kita mungkin bisa membunuh sekitar 40% dari jumlah total anggota organisasi itu sebelum kita mati”
Kou duduk di kasur sebelum melanjutkan.
“Tapi, jika Kakak mengizinkan kita berdua untuk menggunakan Full Potential...”
“Aku mengerti, organisasi ini benar-benar tidak bisa diremehkan, lalu bagaimana jika kita berduel dengan mereka?”
“Jika dilihat dari gerakan orang bertopeng tadi, aku dapat menjamin bahwa dia tidak lebih hebat daripada jenderal Barmun, tapi aku tidak tahu apakah mereka lebih hebat daripada class 5, dapat dikatakan kemampuan orang itu berada di bawah jenderal suatu kerajaan, dan juga, aku tidak tahu apakah orang bertopeng itu adalah anggota biasa, ataukah dia adalah pemimpin di organisasi itu”
“Apa yang kau katakan memang benar, jika dia adalah salah satu pemimpin yang ada di dalam organisasi gelap itu, maka aku tidak akan terkejut dengan kemampuannya, tapi jika dia adalah anggota biasa di organisasi itu..”
“Maka itu adalah hal yang harus dipertimbangkan”
“Bagaimana menurutmu? Apakah kita masih bisa membunuh 40% anggota organisasi itu jika kemampuan mereka semua minimal seperti orang bertopeng yang mengejar kita?”
“Hmm.. Aku rasa kita masih bisa membunuh 40% anggota mereka, hanya saja itu akan menjadi hal yang sedikit menyusahkan”
“Baiklah, aku mengerti, sebaiknya kita tidur sekarang, kita sudah berlarian sepanjang malam”
“Maafkan aku Kakak, aku membuat beban kita bertambah”
“Jangan pikirkan itu, apapun rintangannya jika kita bersama, aku yakin kita pasti bisa melaluinya”
Kou tersenyum kecil setelah mendengar Kakaknya mengatakan itu.
“Baiklah sudah cukup berbincang-bincangnya, aku sangat lelah setelah berlari semalaman, aku percaya Kakak juga merasa lelah?”
“Tentu saja aku lelah, manusia macam apa yang dapat berlari semalaman tanpa merasa kelelahan sedikit pun?”
“Jika diingat-ingat lagi, bukankah kita sering dilatih sekeras ini oleh orang tua kita? Aku penasaran kenapa kita bisa merasa sangat kelelahan setelah melalui semua latihan itu”
“Apa yang kau katakan, kita sudah lama sekali tidak berlatih sekeras itu lagi, sudah wajar jika kita merasakan kelelahan yang hebat karena kita tidak lagi terbiasa”
“Kakak benar, latihan yang kita jalankan setiap hari setelah orang tua kita meninggal memang tidak sebanding”
Setelah Kou mengatakan itu, dia mulai merebahkan dirinya di kasur.
“Uh.. Baiklah sebaiknya kita tidur sekarang, bisa Kakak matikan lampunya?”
“Sebelum itu bisakah kau bergeser sedikit?”
Kou sedikit bergeser dari tempatnya untuk membuat sedikit ruang, setelah itu Junta menepuk tangannya sebanyak dua kali dan sinar yang menerangi kamar itu pun mulai padam secara perlahan.
__ADS_1