Junta & Dunia Sihir

Junta & Dunia Sihir
#25 Hari Santai


__ADS_3

“Apa kau sudah siap Kou?”


“Sejak awal kita memang tidak membawa banyak barang Kakak…”


“Aku anggap itu sebagai jawaban iya”


Junta keluar dari kamar pengingapannya dan pergi ke depan pintu kamar Zonya bersama Kou.


“Zonya, kita harus melanjutkan perjalanan”


Junta mengetuk pintu itu sebanyak 2 kali.


“Zonya, apakah kau sudah bangun? Hei”


Junta mengetuk pintu itu lagi, kali ini sebanyak 3 kali.


“Aku rasa dia masih tidur”


“Apa yang akan kita lakukan sekarang Kou?”


“Kita tidur lagi?”


“Uh.. Aku rasa itu bukan sebuah pilihan”


“Bagaimana kalau kita berjalan-jalan di kota? Hari sudah agak siang yang itu berarti semua toko pasti sudah buka”


“Apa kau ingin mencari sesuatu? Kita tidak punya uang kau tidak lupa kan?”


“Kita bisa menjelajahi toko-toko yang ada, atau jika Kakak tidak nyaman dengan itu kita bisa berjalan di jalanan kota dan melihat-lihat sekitar, kita tidak akan pernah tau informasi apa yang dimiliki oleh orang-orang”


“Baiklah, tidak ada salahnya berjalan-jalan di kota sambil menunggu Zonya bangun”


Kou dan Junta mulai turun dari tangga dan berjalan keluar dari penginapan.


Di luar sangat ramai, banyak sekali orang-orang yang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.


Ada yang berteriak-teriak di sebuah podium.


Ada yang berargumen sambil membawa sebuah makanan.


Ada juga yang duduk diam sambil meminum sesuatu.


Jujur saja Junta berpikir kalau kota ini sedikit lebih ramai daripada ibukota kerajaan tempat Ratu Rana tinggal.


“Jika aku mengingat lagi apa yang terjadi selama kita datang ke dunia ini, bukankah kita berdua tidak pernah bersantai bersama seperti ini Kou? Berjalan-jalan di jalanan untuk melihat-lihat”


“Ya… Kakak benar, setelah kita datang ke dunia ini kita hampir dihukum karena kejahatan yang tidak kita lakukan, kita berduel dengan seorang jenderal dari kerajaan lain untuk menyelamatkan seorang ratu kelinci, lalu kita bergabung dengan asosiasi karena kita tidak memiliki uang, dan baru saja kemarin kita dikejar oleh salah satu organisasi yang tidak jelas”


“Kau lupa bagian kau sakit, selama aku menjaga mu aku hanya berjalan mengelilingi istana seperti seorang prajurit yang sedang berpatroli untuk menghabiskan waktu ku, oh dan kau lupa bagian aku duel dengan Hako”


Kou hanya tertawa kecil.


“Ku rasa bersantai seperti ini walaupun hanya sejenak tidaklah buruk”


“Bukankah itu yang selalu dikatakan oleh Ayah kita Kakak?”


“Bersantailah selama itu tidak menyakitkan bagimu?”


“Ya kurang lebih begitu.. Aku juga lupa dengan kalimat yang sebenarnya bagaimana, lagipula aku tidak menganggap ini sepenuhnya berjalan-jalan santai, aku masih memasang mata dan telinga ku untuk menangkap segala informasi yang mungkin kita akan butuhkan nanti”


“Kau melakukan yang terbaik, ingatlah untuk tidak memaksakan diri”


“Aku tau itu”


Mereka berjalan melalui kerumunan yang ada di kota itu, melihat-lihat bangunan dan aktivitas masyarakat yang ada di sana.


Setelah berjalan cukup lama di jalanan kota yang ramai itu, Junta menyadari sesuatu, yaitu Kou tidak lagi berada di belakangnya.


Setelah melihat-lihat sekitar, Junta menemukan Kou sedang melihat-lihat senjata yang diletakkan di atas tanah dengan alas kain, ada seorang wanita muda yang menjaga senjata-senjata itu.


“Kau sangat suka sekali menghilang ya Kou”


“Oh, Kakak, bukankah aku tadi sudah bilang kepada mu kalau aku ingin pergi ke sini?”


“Aku tidak mendengarnya, jadi, kenapa kau ke sini?”


“Lihatlah berbagai senjata ini Kakak”


Junta melihat senjata-senjata yang diletakkan di atas tanah itu, memang benar ada berbagai macam senjata yang dijual di sana.


“Apa kau tertarik untuk membelinya?”


“Daripada dibilang tertarik untuk membeli, aku lebih tertarik untuk mencocokkan luka mayat itu dengan salah satu senjata yang ada di sini”


“Kau masih ingin menyelidikinya?”


“Siapa tau kita bisa menemukan sebuah informasi penting lainnya jika kita tahu senjata pembunuh itu, mungkin kita bisa belajar gaya bertarung organisasi yang disebut The Finger itu”


Junta hanya menggaruk kepalanya kebingungan, tapi Junta merasa bahwa itulah Kou adiknya, Kou menjadi spesialis informasi bukan tanpa alasan.


“Bagaimana dengan senjata ini Kakak?”


Kou mengambil sebuah pisau yang sangat kecil, bahkan Junta merasa bahwa pisau itu bisa dengan mudah dipatahkan jika dia menginginkannya.


“Aku rasa tidak”


“Hmm.. “


Kou meletakkan kembali senjata itu ke tempatnya semula.


“Jujur saja Kou, aku merasa tidak ada senjata yang cocok dengan luka mayat itu di sini”


Kou terlihat sedikit kecewa setelah mendengar itu dari Kakaknya.


“Baiklah, mari kita lanjutkan perjalanan kita Kakak”


Mereka berdua kembali berjalan di jalanan kota yang ramai, belum jauh mereka berjalan dari tempat senjata-senjata itu, Junta dan Kou dihampiri oleh seseorang.


“Selamat siang dan semoga ratu Zokavia memberi perlindungan kepada kalian”


“Uh… Apa kau perlu sesuatu dari kami pak tua?”


“Maukah kalian mendengarkan cerita ku tentang wanita penyelamat dunia ini yaitu ratu Zokavia?”


Kou sedikit menarik-narik jubah Junta seolah-olah mengisyaratkan sesuatu.


“Uh… Aku rasa tidak, aku dan adikku harus pergi sekarang”


Ketika Junta dan Kou ingin pergi, pak tua itu menghalangi mereka.


“Cerita ini tidak akan memakan banyak waktu kalian, dan juga, kalian akan terkagum dengan kebaikan dan kemurahan hati dari ratu Zokavia!”


“Tidak tidak, terima kasih”


Junta dan Kou segera pergi ketika pria tua itu lengah.


Kerumunan yang ada di kota ini sangat membantu jika kalian ingin lari dari seseorang, contohnya saja seperti pak tua  itu tadi.


“Apa yang sebenarnya pak tua tadi itu lakukan?”


 


 


”Yang jelas itu bukanlah hal yang bagus Kakak, mungkin itu semacam aliran kepercayaan di sini”


“Kita memang sudah mendengar dari Zonya kalau Zokavia adalah kerajaan yang hebat, tapi apa memang sehebat itu?”


Karena Junta tidak mendapatkan jawaban dari Kou, Junta menolehkan kepalanya ke belakang, dan tentu saja Kou tidak ada di sana.


Kali ini Kou sedang menghampiri seorang pandai besi, Junta hanya bisa menghela nafasnya dan mulai mengejar Kou.


“Jadi, apa yang membuat mu tertarik kali ini?”


“Cara mereka membuat senjata”


“Selamat datang! Apa kalian perlu memperbaiki senjata kalian?”


“Tidak, kami hanya ingin melihat-lihat senjata yang ada di sini”

__ADS_1


“Kalian datang di waktu yang tepat!”


Pria pandai besi itu mengambil sebuah pedang besar yang berada dekat dengan bara api yang menyala-nyala.


“Ini adalah pedang yang baru saja aku perbaiki, aku mendapatkannya dari seorang pedagang keliling yang mengatakan kalau pedang ini adalah sebuah artefak tua peninggalan kerajaan Zokavia”


“Zokavia lagi…”


Junta tanpa sadar mengatakan itu terlalu keras.


Di sisi lain, Kou mengangkat pedang itu tinggi-tinggi dengan kedua tangannya, dia terlihat sedang memeriksa pedang yang dia pegang dengan teliti.


“Sepertinya kalian terlihat sangat mengerti tentang senjata, apakah kalian salah satu dari anggota Asosiasi?”


“Ya, begitulah, ngomong-ngomong maaf paman, sepertinya kau ditipu oleh pedagang yang memberikan mu ini”


Kou mengembalikan pedang itu ke pria pandai besi.


“Aku sudah mengetahuinya, tidak mungkin sebuah pedang artefak dapat dijual dengan harga yang murah, aku tetap membelinya walaupun aku tau itu bukanlah pedang artefak karena pedang ini cukup bagus”


“Aku tidak akan menyangkal itu, pedang ini memang bagus”


“Ngomong-ngomong bisakah kalian membantu ku, aku ingin kalian menyerahkan surat ini kepada resepsionis yang ada di gedung Asosiasi”


“Oh, kami tidak masalah dengan itu, tapi aku dan Kakak ku baru saja sampai di kota ini kemarin, jadi kami tidak tau arah ke gedung Asosiasi…”


“Itu mudah, kalian cukup ikuti jalan yang ada di belakang kalian dan tetaplah berjalan lurus, kalian akan menemukan gedung Asosiasi itu di ujuhg jalan ini”


“Oh, baiklah, apa ada hal lain?”


Pria pandai besi itu menyerahkan sebuah surat kepada Kou.


“Cukup bilang saja kalau surat ini dari seseorang bernama Fang”


“Baiklah, Kakak, ayo pergi”


Junta dan Kou berjalan menuju jalan yang ditunjukkan oleh pria panda besi itu tadi, jalanan yang dilalui oleh Junta dan Kou kali ini sedikit berbeda dari jalanan tadi.


Jalanan ini sedikit tidak ramai, sangat jauh berbeda dengan jalanan yang Junta lalui tadi, meskipun di sini juga ada toko-toko, tapi semua toko-toko itu terlihat sepi.


Tidak butuh waktu lama, Junta dan Kou sudah sampai di gedung Asosiasi, ternyata gedung itu jaraknya tidak jauh dari jalanan yang ramai itu.


Ketika Junta masuk ke dalam gedung itu, Junta melihat sosok familiar yang sedang berdiri di depan meja resepsionis.


“Zonya? Apa yang kau lakukan di sini?”


“Oh Junta, dan juga Kou,”


“Ku kira kau masih tidur di dalam kamar mu”


“Huh? Aku sudah bangun dari tadi Kou”


“Jika memang kau sudah bangun dari tadi, kenapa kau tidak membangunkan kami?”


“Aku sudah membangunkan mu Junta, tapi kalian tidak merespon ku bahkan setelah 10 menit aku mengetuk pintu kalian”


“Aku rasa kita impas, jadi, apa yang kau lakukan di sini?”


“Aku sedang melaporkan kejadian kemarin ke pihak Asosiasi”


“Untuk apa? Kau ingin meminta bantuan kepada Asosiasi?”


“Tidak, aku hanya memberitahu Asosiasi hal ini sebagai informasi, mungkin orang-orang penting di Asosiasi bisa memanfaatkan informasi ini dengan baik”


“Ngomong-ngomong di mana orang yang menjaga resepsionis ini?”


“Dia akan kembali sebentar lagi”


Benar saja, muncul seorang wanita dari balik sebuah pintu yang tidak terlihat oleh Junta.


“Permisi, aku punya surat untuk mu nona, dari seseorang bernama Fang”


“Oh, terima kasih, aku tidak mengira kalau surat ini diantarkan oleh orang lain”


“Bagaimana? Apa kau sudah menemukan informasi itu?”


“Maaf Zonya tapi aku tidak menerima laporan apapun tentang itu, laporan mu ini adalah laporan pertama yang menyinggung masalah The Finger”


“Asosiasi akan memanfaatkan informasi ini dengan baik”


“Junta, Kou, ayo pergi”


Zonya pergi keluar gedung Asosiasi diikuti oleh Junta dan Kou.


“Apa kita akan melanjutkan perjalanan kita sekarang Zonya?”


“Tentu saja Junta, lagipula selagi kalian tidur, aku menemukan seorang pedagang keliling yang mau mengantar kita sampai desa Polski”


“Oh! Itu bagus! kita tidak perlu berjalan kaki lagi”


“Hanya saja ada masalah yang harus kita tangani sebelum kita bisa berangkat”


“Aku harap masalah itu tidak terlalu susah?”


“Kadal penarik kereta pedagang keliling itu sedang sakit, dan dia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan kadalnya, pedagang itu bersedia mengantarkan kita ke desa Polski jika kita bisa menemukan obat untuk kadalnya itu”


“Kadal?”


Kou bertanya entah kepada siapa


“Itu mudah, kita hanya perlu pergi ke seseorang yang bisa membuatkan kita obat untuk binatang itu”


“Itulah yang aku pikirkan sekarang Junta, dan sekarang kita sedang berjalan ke sana”


“Ngomong-ngomong masalah sakit, apakah pedagang keliling itu sudah mencoba untuk mencarikan obat untuk kadalnya?”


“Dia bilang dia tidak menemukan seseorang yang dapat membuatkan obat untuk kadalnya, tapi aku tau seseorang di kota ini yang mungkin belum dia kunjungi”


Selagi berjalan, Kou menarik-narik kecil baju belakang Kakaknya, mengisyarakat kalau dia perlu bicara dengannya.


“Ada apa Kou?”


Junta bertanya dengan nada yang sangat pelan.


“Apa aku tadi aku tidak salah dengar? Kadal? Zonya bilang kadal tadi kan?”


“Kau tidak salah dengar, dan aku sangat mengerti apa yang kau pikirkan”


Perjalanan Junta dan Kou tidak disangka cukup memakan waktu, jarak dari gedung Asosiasi ke bangunan tua berwarna hijau ini ternyata cukup jauh walaupun masih berada di satu kota.


Gedung itu berdiri di jalanan yang sangat sepi, bahkan jauh dari keramaian, gedung itu memiliki dinding berwarna hijau,atapnya berwarna merah dan di atas pintu gedung itu terdapat sebuah gambar pohon.


Setelah mengikuti Zonya masuk ke dalam gedung itu, Junta disambut dengan bau yang menyengat.


“Agh! Bau apa ini?!”


Junta berkata seperti itu sambil menutup hidungnya.


“Ini? Ini adalah bau obat-obatan Junta, kau belum pernah menciumnya?”


“ini lebih mirip bau sekumpulan tikus mati daripada sebuah obat!”


“Selamat datang, apa ada yang bisa aku bantu?”


Datang entah dari mana, seorang wanita muda berbadan tinggi tiba-tiba muncul dari belakang Junta.


 


 


”Apa kau pemilik toko herbal ini?”


Kou bertanya kepada wanita itu.


“Kau ingin menemukan sebuah obat? Kau datang di tempat yang tepat!”


“Apa kau punya obat untuk kadal yang sakit?”


Zonya memulai inti pembicaraan.

__ADS_1


“Apa kau membawa sampel darahnya?”


Zonya mengambil sesuatu dari balik jubahnya, dan memberikan botol berisi cairan hijau itu kepada wanita pemilik toko.


“Tunggu sebentar ya”


Wanita itu pergi ke sebuah pintu yang tidak jauh dari tempat Junta berdiri, toko ini bukanlah toko yang besar, di depan pintu masuk, ada sebuah meja panjang yang di atasnya ada banyak sekali botol-botol dengan berbagai warna, di samping meja panjang itu ada sebuah tangga yang menuju ke atas, lalu di samping pintu masuk ada pintu lagi dan ke sana lah wanita itu tadi pergi, di sini juga ada banyak sekali lemari-lemari yang di dalam lemari itu ada berbagai benda yang Junta dan Kou belum pernah lihat.


Selagi menunggu wanita penjaga toko itu kembali, Junta dan Kou melihat-lihat ke sekeliling.


“Kakak, coba lihat ini”


Junta mendekat ke arah Kou dan melihat ada sebuah botol kecil berisi batu kerikil yang terlihat seperti krtistal.


“Ini.. Batu kristal?”


“Junta, Kou, jangan menyentuh apapun yang ada di sini”


Junta menghentikan tangannya yang hampir menyentuh botol kecil itu.


“Percayalah pada ku, ketika aku datang ke toko obat, toko ramuan, atau apapun kalian menyebut toko ini, kalian tidak akan ingin menyentuh benda-benda yang ada di sini”


“Apa benda-benda ini bisa meledak?”


“Itu adalah sebuah kemungkinan, benda-benda yang ada di sini adalah campuran dari benda-benda berbahaya dan benda-benda biasa, jadi, dari pada kalian menyentuh sesuatu yang tidak diketahui bahayanya, lebih baik kalian diam dan jangan menyentuh apapun”


“Baiklah, baiklah aku mengerti, Kou jangan sentuh apa-apa”


Dan Kou tidak mendengar perkataan Zonya.


“Kou?!”


“Tenanglah Zonya, lihat, aku memegang botol ini dan tidak terjadi apa-apa”


“Bukankah aku sudah bilang?! Di sini adalah campuran dari benda-benda berbahaya dan benda-benda biasa, menyentuh secara sembarangan bisa membuat mu terlempar jauh dari sini karena sebuah ledakan atau mungkin hal buruk lainnya!”


“Okay okay maafkan aku, aku hanya ingin melihat isi dari botol ini lebih jelas”


“Itu adalah botol obat penyembuh”


Tiba-tiba wanita itu datang entah dari mana lalu menjawab rasa penasaran Kou.


“Sayangnya obat itu belum selesai aku kembangkan, jadi untuk sekarang obat itu masih tidak memiliki efek apapun”


“Obat penyembuh ya, bagaimana cara menggunakannya?”


“Cukup kau teteskan obat itu ke luka mu dan selesai, luka mu akan sembuh tidak peduli separah apapun itu”


“Sepertinya ini adalah obat yang mahal….”


Kou meletakkan kembali botol itu ke tempatnya semula.


“Ngomong-ngomong masalah obat untuk kadal mu, aku bisa membuatnya, hanya saja aku kekurangan bahan, jika kalian bisa memberikanku beberapa jamur pelangi maka aku bisa menyelesaikan obat itu hari ini”


“Jamur pelangi ya, hmmm, baiklah, kami akan menemukannya untuk mu”


Tanpa berkata-kata lagi, Zonya pergi keluar dari gedung itu, Junta dan Kou masih terlena dengan melihat-lihat obat yang ada di sana jadi mereka tidak sadar jika Zonya sudah pergi, mereka bergegas mengejar Zonya setelah wanita penjaga toko itu memberitahu mereka.


“Zonya, kenapa kau pergi tanpa memberitahu kami?”


“Bukankah suara ku cukup jelas tadi kalau aku akan pergi? Ku kira kalian mendengarkannya”


“Jadi, di mana kita dapat mendapatkan jamur ini?”


“Di hutan yang ada di samping kota ini Kou, jamur pelangi sangat jarang ada di pasar, terutama pasar yang ada di kota ini, jadi cara lainnya adalah kita harus mencarinya sendiri”


“Jika jamur itu ada di hutan tepat di samping kota ini, lalu kenapa jamur itu jarang ada di dalam pasar? Apa orang-orang bisa mengambilnya sendiri karena lingkungan tempat jamur itu tumbuh begitu dekat?”


“Itu adalah salah satu alasannya, alasan lain adalah karena jamur itu beracun dan tidak bisa dimakan, hanya orang-orang yang suka meracik obat saja yang mengambil jamur itu, dan biasanya, para peracik obat lebih suka mengambil bahan-bahan obat mereka langsung dari alam, tidak jarang mereka juga menaruh permintaan bagi anggota Asosiasi untuk menemani mereka mengambil bahan-bahan itu”


Selagi mereka bicara, di hadapan mereka sudah ada pintu gerbang kota, Junta sangat yakin mereka tidak melalui jalan utama untuk sampai ke gerbang pintu utama kota, jadi tidak salah lagi kalau pintu ini adalah pintu gerbang samping, setelah melewati gerbang itu, Junta dan Kou disambut oleh sebuah hutan yang tidak terlalu besar.


Zonya sepertinya sangat tidak suka dengan membuang-buang waktu jadi dia langsung masuk ke dalam hutan itu diikuti oleh Junta dan Kou di belakangnya.


Untungnya hari masih siang, hutan itu juga tidak terlalu ditumbuhi banyak pohon, jadi sinar matahari masih bisa masuk membuat semuanya terlihat dengan jelas.


Karena Junta dan Kou tidak tahu seperti apa jamur pelangi itu, maka mereka hanya mengikuti Zonya kemanapun dia berjalan, setelah sedikit jauh masuk ke dalam hutan, Zonya akhirnya menemukan benda yang disebut jamur pelangi itu yang bersembunyi di balik batu besar.


Jamur itu memiliki warna dasar putih dengan lingkaran-lingkaran kecil yang berwarna-warni diseluruh tubuhnya, hanya dengan melihat sekilas saja Junta dan Kou mengerti kenapa jamur itu diberi nama jamur pelangi.


Setelah selesai mengambil 2 jamur pelangi, mereka bergegas keluar dari hutan dan kembali ke toko obat tadi.


Setelah sampai di toko obat, wanita berbadan tinggi itu menyambut mereka lagi.


“Apa 1 saja cukup?”


 


 


Zonya memberikan 1 jamur pelangi kepada wanita itu.


“Oh, tidak disangka ternyata cukup cepat, kalian kelihatannya cukup terbiasa dengan tanaman herbal”


“Ya begitulah, dulu aku cukup sering mengambil tanaman herbal seperti ini”


“Kalau begitu tunggu sebentar, aku akan membuatkannya untuk kalian”


Wanita berbadan tinggi itu masuk lagi ke dalam sebuah ruangan yang entah ruangan apa itu.


“Kau dulu sering mengambil tanaman herbal seperti ini Zonya? Apakah itu berarti kau sering mengambil permintaan semacam ini?”


“Tepat, dahulu ketika aku masih berada di class bawah, aku sering mengambil permintaan seperti itu, selain ingin menambah pengetahuan, biasanya permintaan membantu mengambil tanaman herbal adalah salah satu permintaan yang mudah dengan bayaran yang lumayan”


“Oh… Sebuah informasi yang bermanfaat”


Setelah Kou mengatakan itu, wanita tadi datang membawa satu botol kecil yang berisi cairan berwarna ungu.


“Ini dia obatnya”


“Terima kasih, berapa harganya?”


“Karena kau sendiri yang mengambil jamur itu maka akan aku berikan potongan harga! 20 koin perak aku rasa adalah harga yang cocok?”


Zonya membayar harga obat itu lalu dia tersenyum.


“Kau benar-benar baik hati, terima kasih atas potongan harganya”


“Datanglah lagi jika kalian membutuhkan obat”


Zonya mengangguk lalu pergi keluar bersama Junta dan Kou.


“Baiklah, sekarang kita hanya perlu pergi ke pedagang keliling itu dan memberikan obat ini kepadanya”


“Di mana pedagang itu?”


“Dia berada di sekitar- Oh, itu dia”


Zonya menunjuk ke sosok seorang pria tua dengan janggut putih yang panjang.


Setelah Junta dan Kou berada cukup dekat dengan pedagang itu, jujur saja Junta lebih terkejut dengan badan yang dimiliki oleh pedagang itu, meskipun dia terlihat tua, tapi badannya masih tegak dan masih terlihat kuat, tidak seperti orang tua pada umumnya.


“Oh, kau adalah… Zonya ya? Apa kau sudah menemukan obat untuk kadal ku?”


“Tentu saja, ini obatnya, sekarang kau bisa mengantarkan kami?”


“Tentu saja, jika kadal ku bisa sembuh dengan obat ini, maka aku akan mengantarkan kalian, mari ikuti aku”


Bersama Zonya. Junta dan Kou, pria tua itu berjalan menuju pintu gerbang utama kota ini, itu adalah pintu gerbang yang dilalui Junta dan Kou saat pertama kali masuk ke kota ini.


Setelah berada di luar, Junta dan Kou mengerti kenapa mereka di ajak ke sini oleh pria tua itu.


Apa yang dikatakan oleh Zonya benar, kereta itu benar-benar ditarik oleh sebuah kadal, mirip seperti komodo hanya saja lebih besar.


Pria tua itu menuangkan obatnya ke mulut kadal itu, setelah beberapa detik, kadal yang tadinya terlihat lesu dan lemah mulai terlihat lebih bersemangat dan penuh dengan energi.


“Terima kasih Zonya! Kadal ku terlihat sembuh dari penyakitnya!”


“Aku tidak mengira kalau kadal yang dimaksud ternyata cukup besar..”

__ADS_1


Kou tanpa sadar mengatakan apa yang dia pikirkan.


“Baiklah, sesuai janji ku, aku akan mengantarkan kalian ke desa Polski”


__ADS_2