
Hari ini adalah hari yang panas karena matahari bersinar terang tanpa awan, Junta sangat berterima kasih kereta ini memiliki sebuah atap karena jika tidak, entah apa yang akan terjadi pada dirinya, sambil berbaring di kereta itu Junta memanggil Zonya yang berada di depan bersama dengan Aya dan Alicia.
“Hei Zonya, apa masih lama?”
Zonya menghentikan tawanya setelah mendengar Junta, lalu berkata.
“Sungguh bisakah kau berhenti melakukan itu Junta? Kita akan sampai sebentar lagi, terus mengeluh tidak akan membantu mu untuk cepat sampai kau tahu?”
“Agh.. Panas..”
Junta mengatakan itu sambil terkapar lemas di dalam kereta.
“Daripada kau terus mengeluh seperti itu, kenapa kau tidak bercerita tentang sesuatu?”
“A-Ah! Zonya benar! Coba ceritakan sesuatu Junta!”
“Cerita? Aku tidak bisa memikirkan sesuatu yang menarik”
“Ehhh? Setidaknya kau pasti tahu 1 atau 2 cerita yang menarik dari tempat kau berasal kan?”
“Tidak ada”
“Ehh..”
Alicia mengatakan itu dengan nada dan raut wajah kecewa.
Setelah Alicia mengatakan itu, mereka kembali ke keadaan sebelumnya, yaitu Zonya yang bercerita kepada Aya dan Alicia tentang petualangannya lalu mereka tertawa bersama, adapun Kou yang sedang duduk dengan diam dan tenang karena sedang membaca buku, dan yang terakhir tentu ada Junta yang sedang berbaring di dalam kereta.
Tidak terasa waktu telah berlalu dan saat ini tim Junta sudah mendekati sebuah kota, kota itu secara sekilas terlihat cukup besar dan terlihat sama seperti kota-kota lain, mungkin jika dilihat secara teliti lagi, dinding batu yang mengelilingi kota itu terlihat sedikit lebih tinggi dan besar dibandingkan dengan kota lain.
“Berhenti!”
Kedua penjaga pintu gerbang kota itu menyilangkan tombak mereka untuk menghadang kereta Junta masuk ke dalam kota.
“Kami akan melakukan beberapa pemeriksaan, tolong turun dari kereta”
Zonya yang masih duduk di kursi kusir menunjukkan kalungnya kepada para penjaga itu sambil berkata.
“Kami bukanlah orang mencurigakan”
“Class 5! Mohon maafkan kami! Silahkan”
Setelah mengatakan itu para penjaga menarik tombak mereka dan mempersilahkan kereta Junta untuk masuk ke dalam kota.
“Hal ini pertama kalinya terjadi dalam perjalanan kita, ada apa sebenarnya?”
Junta mengatakan itu dalam posisinya yang masih berbaring di dalam kereta.
“Kota ini dekat dengan area perang antara kerajaan Aruf dan Slyn, jadu hal seperti itu aku rasa wajar, apalagi kota ini terlihat sangat ramai seperti ini”
Junta yang dari tadi hanya berbaring sekarang mencoba untuk berdiri agar bisa melihat jalanan kota.
“Entah mengapa aku merasa bersalah.. Maafkan aku”
Aya tiba-tiba berbicara seperti itu.
“Ini bukan salah mu Aya, kau bukanlah anggota militer, atau anggota kerajaan, atau seorang bangsawan, kau hanyalah gadis desa yang tidak tahu apa-apa tentang masalah ini, jadi ini bukan salah mu”
“Yang dikatakan Zonya benar Aya! Bukankah desa di kerajaan Slyn juga terkena dampaknya?”
“Ya.. Semenjak perang dimulai kami menjadi kesusahan di desa kami, hasil ladang kami kebanyakan diambil oleh tuan pemilik tanah ditambah semua pemuda di desa kami juga dipaksa untuk ikut pergi berperang bersama kerajaan, jadi di desa kami saat ini mengalami kekurangan tenaga untuk menggarap ladang dan pekerjaan berat lainnya”
“Itu sedikit menjelaskan dari mana kerajaan Slyn mendapatkan pasukan sebesar itu, dan juga sepertinya orang-orang di sini beruntung karena kerajaan Aruf tidak menetapkan hal seperti itu di sini”
Junta mengatakan itu sambil berjalan menuju Zonya.
“Benar sekali, mungkin perjalanan ku bersama kalian belumlah lama, tapi selama perjalanan ini aku melihat desa-desa yang ada terlihat baik-baik saja seolah-olah tidak ada yang terjadi, kota-kota bahkan menjalankan kehidupan mereka secara normal, jika saja aku tidak tahu kalau kerajaan Aruf sedang berperang dengan kerajaan ku maka aku akan berpikir kalau kerajaan ini sedang dalam keadaan damai”
“Oh.. Ka-Kalau dipikir-pikir lagi.. Bagaimana Ratu Rana dapat membalikkan keadaan? Kalau tidak salah ingat.. Wa-Waktu itu wilayah kerajaan ini hanya tersisa ibu kota kerajaan dan sekitarnya kan? Tapi tiba-tiba kerajaan Slyn memberikan salah satu wilayah yang dikuasainya lalu menarik mundur pasukan mereka..”
Alicia mengatakan itu sambil terlihat mencoba untuk mengingat sesuatu.
“Kurang lebih memang seperti itu, aku hanya mendapatkan informasi kalau Ratu Rana pergi bersama Jenderal Hako dan dua orang tidak diketahui menuju tempat pasukan utama musuh berada”
“Du-Dua orang tidak diketahui? A-Apakah Ratu Rana menyandera seseorang yang penting dari kerajaan Slyn lalu mengancam mereka dengan itu?”
Alicia mengatakan itu dengan nada sedikit ketakutan.
“Siapa yang tahu, yang kau katakan adalah salah satu rumor yang beredar, rumor yang lain mengatakan kalau Ratu Rana memerintahkan Hako untuk menantang Jenderal Barmun berduel dengannya”
“Be-Begitu! Dalam duel itu terdapat taruhan dan Ratu Rana memenangkannya!”
“Woah.. Aku tidak tahu kalau Jenderal Barmun ternyata lebih lemah dari Jenderal Hako, aku sering sekali mendengar orang-orang di kota berkata kalau Jenderal Barmun lebih kuat dari Jenderal Hako jadi kerajaan kami pasti menang”
“Semua itu hanyalah rumor, tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi kecuali Ratu Rana dan Jenderal Hako sendiri”
Junta dan Kou, yang merupakan aktor paling berperan dalam hal ini, hanya diam menyimak pembicaraan Zonya, Alicia dan Aya. Jika diingat-ingat lagi hal itu sudah terjadi cukup lama dan entah mengapa Junta merasa nostalgia ketika mengingat-ingat tentang hari itu.
Setelah berhasil melalui jalanan kota yang sangat ramai itu, kereta Junta akhirnya tiba di depan sebuah penginapan, setelah menempatkan kereta kadal mereka di tempat yang seharusnya, Junta bersama dengan yang lainnya masuk ke dalam penginapan melalui pintu samping.
“Selamat datang, mau pesan berapa kamar untuk berapa hari?”
Seorang laki-laki muda yang tegap menyapa Zonya dari balik meja konter.
“Bisakah kau memberikan kami… Uh..”
Zonya melihat ke belakang lalu matanya menatap Junta, Kou, Alicia dan Aya secara bergantian.
“Apa?”
Junta bertanya seperti itu karena dia melihat Zonya menatapnya sebanyak 3 kali.
“Berikan kami 3 kamar untuk 2 hari ke depan”
“Baiklah, totalnya adalah 2 koin emas”
Zonya membayar uangnya lalu pergi ke lantai atas bersama Junta dan yang lainnya.
“Aya, kau akan tidur dengan ku, apa kau tidak keberatan?”
__ADS_1
“Sama sekali tidak Zonya, maafkan aku kalau merepotkan mu”
“Tidak masalah jangan dipikirkan, ini kunci kamar mu Junta”
Zonya memberikan salah satu kunci yang ia pegang kepada Junta.
“Dan ini Alicia”
“Te-Terima kasih, nanti akan aku berikan uangnya”
“Santai saja”
Setelah Zonya mengatakan itu mereka pun masuk ke dalam kamar mereka masing-masing, kamar Junta dan Kou dekat dengan tangga dan besar ruangan itu sebenarnya tidak jauh berbeda dari ruangan favorit mereka di penginapan yang ada di ibu kota kerajaan Aruf, setelah melihat-lihat ke sekitar, Kou langsung bergegas duduk di kursi dan meletakkan bukunya di atas meja.
Di sisi lain Junta langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur, udara yang ada di dalam ruangan ini terasa jauh lebih baik daripada udara yang ada di luar, setidaknya tidak terlalu panas di sini dan karena itu Junta sangat berterima kasih, belum lama setelah Junta merebahkan dirinya di atas kasur, terdengar suara ketukan pintu sebanyak 3 kali.
“Junta, bisakah kau ikut dengan ku sebentar?”
“Hari ini adalah hari yang panas Zonya, kenapa kau ingin pergi di hari yang panas seperti ini?”
Setelah Junta mengatakan itu, pintu kamarnya terbuka dengan keras dan tentu dibalik pintu itu ada Zonya yang tiba-tiba masuk tanpa permisi.
“Kou, keberatan jika aku meminjam Kakak mu sebentar?”
“Sama sekali tidak, selama kau tidak macam-macam dengannya”
Kou mengatakan itu dengan nada yang santai sambil membalik halaman buku yang ia baca.
“Tenang saja, akan aku jamin Kakak mu kembali secara utuh tanpa terluka”
Zonya mengatakan itu dengan nada santai dan sebuah senyuman.
“Tunggu dulu, aku tidak berkata kalau aku setuju tentang hal ini”
“Sudahlah ikut saja”
Zonya menarik tangan Junta yang sedang berbaring dengan kuat, membuat Junta terpaksa bangun dari tempat tidurnya yang nyaman.
Setelah berhasil menarik Junta dari kasurnya, Zonya dengan cepat menyeret Junta keluar dari kamarnya menuju lantai bawah, lalu entah sejak kapan mereka sudah berjalan di jalanan kota yang panas dan ramai itu.
“Tunggu dulu, lepaskan tangan ku”
Mendengar Junta yang protes, Zonya pun berhenti untuk membalikkan badannya ke belakang agar bisa melihat Junta.
“Jika aku melepaskan mu, kau pasti akan berjalan sangat lambat, aku juga tidak ingin berjalan terlalu lama di sini kau tau?”
“Kalau begitu kenapa kita tidak keluar nanti malam saja? Atau nanti saat hari sudah sore, kenapa harus sekarang”
“Karena aku ingin mengunjungi suatu tempat yang hanya buka sampai siang hari saja”
Zonya menatap Junta serius sambil mengatakan itu.
“Akan aku jelaskan nanti, sekarang berjalanlah dengan cepat”
Dan setelah mengatakan itu Zonya pun menarik kembali tangan Junta dengan keras, mereka berjalan dengan sangat tergesa-gesa seperti orang yang terlambat menghadiri sesuatu, jika saja kondisi jalan itu tidak ramai dan padat seperti saat ini, mungkin Zonya sudah memilih berlari dari pada berjalan cepat seperti ini.
Setelah melewati banyaknya kerumunan orang yang ada di jalan, Zonya tiba-tiba berbelok ke sebuah gang sempit dan gelap, sebenarnya gang itu tidaklah sempit, cukup lebar bahkan untuk 2 orang yang berjalan bersampingan, yang membuat gang itu terasa sempit adalah banyaknya box-box kayu besar beserta barang-barang lain yang terlihat seperti sampah di mata Junta, karena barang-barang yang sepertinya tidak berguna itu lah yang membuat Junta dan Zonya harus memperhatikan langkah mereka jika tidak ingin menabrak benda-benda itu.
Setelah berjalan entah melalui berapa belokan, Zonya berhenti.
“Apakah kita sudah sampai?”
Junta melihat-lihat ke sekitarnya, tapi yang ada di sana hanyalah gang sempit biasa seperti sebelumnya, mungkin yang membedakan selain jalan buntu yang ada di depan adalah banyaknya box-box kayu yang ditumpuk di sini, seolah-olah tempat ini adalah gudang.
“Pakai ini”
Zonya memberikan sebuah kain kepada Junta.
“Kain? Untuk apa?”
Zonya juga memegang kain yang sama ditangannya, dan setelah mendengar pertanyaan Junta, dengan cepat Zonya menutupi wajahnya dengan kain itu.
“Tutup lah wajah mu dengan itu”
Sambil melakukan seperti apa yang dilakukan Zonya, Junta berkata.
“Bisakah kau menjelaskan kepada ku apa yang akan kita lakukan di sini?”
“Apa kau ingat dengan apa yang ku katakan waktu Aya terbangun di hari itu?”
“Ah, kau akan melakukan sesuatu terhadap penculikan yang dilakukan oleh The Fingers?”
“Aku berpikir jika aku tidak bisa menangani ini secara langsung, maka yang perlu aku lakukan adalah menyuruh orang lain untuk melakukannya”
“Jadi.. Kau sudah berjanji dengan seseorang lalu kalian akan bertemu di sini?”
“Untuk melawan organisasi gelap, idealnya kita juga membutuhkan organisasi gelap lainnya, atau setidaknya kita membutuhkan seseorang yang berasal dari dunia yang sama dengan dunia organisasi gelap itu”
“Aku mengerti apa yang kau bicarakan, akan lebih efektif jika menyuruh orang yang berasal dari lingkungan yang sama dengan target kita, itu karena sisi gelap dunia memiliki cara mereka sendiri dalam bekerja dan menjalani hidup mereka”
“Baguslah jika kau mengerti, oleh karena itu kita akan masuk ke dalam dan akan melakukan kontak langsung dengan orang-orang dari sisi gelap, orang-orang yang hidup di lingkungan yang sama dengan The Fingers”
“Masuk ke dalam?”
Mengabaikan pertanyaan Junta, Zonya membalik badannya menghadap tembok yang ada di depan mereka lalu mengetuk tembok itu sebanyak 3 kali secara berirama, tidak lama kemudian tembok itu sedikit bergetar lalu tiba-tiba hilang entah kemana dan digantikan oleh sebuah terowongan yang cukup besar, tembok itu benar-benar menghilang tanpa jejak seolah-olah tembok itu hanyalah sebuah ilusi.
“Ikuti aku”
Zonya pun masuk ke dalam terowongan itu diikuti oleh Junta di belakang, terowongan itu tidak disangka cukup besar, cukup besar untuk 1 orang dewasa masuk ke dalamnya dan berjalan dengan tegap, karena terowongan itu tidak memiliki penerangan sama sekali, Junta terpaksa mengandalkan pendengarannya agar dia mengetahui posisi Zonya.
Setelah berjalan mungkin sekitar 1 menit tanpa berbelok, Junta dan Zonya akhirnya tiba di suatu tempat yang yang mirip seperti lorong di suatu penginapan, ada banyak pintu yang berjejer bersampingan di depan Junta, pintu-pintu itu membentang dari kanan sampai ke kiri dan di setiap atas pintu itu ada lampu kecil yang menyala redup, lorong yang sangat sepi itu sendiri juga tidak terlalu besar tapi tidak terlalu kecil, ketika Junta melihat-lihat ke arah kanan dan kirinya, dia juga sadar kalau ada lubang-lubang lain di dinding yang sepertinya adalah pintu keluar terowongan layaknya yang Junta lalui tadi.
Setelah melihat-lihat sekitarnya dengan cepat, Zonya memutuskan untuk berjalan ke arah kirinya sambil melihat-lihat pintu yang ada di samping kanannya, ada semacam tulisan di setiap pintu kayu yang ada di sini, sepertinya tulisan itu menandakan kalau di balik pintu itu ada seseorang atau tidak, setelah berjalan melewati beberapa pintu, Zonya pun membuka salah satu pintu yang ada dan masuk ke dalam diikuti oleh Junta.
Di balik pintu itu ternyata tidak ada yang terlihat spesial, hanya sebuah ruangan kecil dengan lampu redup di dekat pintu, meja dan kursi yang menghadap ke arah sebuah kaca yang diletakkan di dinding, ruangan itu bahkan cukup kecil sampai-sampai Junta harus berdiri di belakang kursi itu sementara Zonya duduk di sana.
“Jadi… Ruangan apa ini? Entah mengapa suasana yang ada di sini sedikit menakutkan dan mencengkam”
Junta mengatakan itu dengan nada yang santai tapi terdengar sangat waspada.
__ADS_1
“Yang perlu kau lakukan adalah diam dan awasi pintu itu, jangan biarkan orang lain masuk”
Tidak lama setelah Zonya mengatakan itu, cermin yang tadinya memantulkan bayangan Zonya dan Junta tiba-tiba berubah menampilkan wajah seorang laki-laki berambut merah gelap dengan mata yang berwarna merah juga, laki-laki itu terlihat sangat dewasa dengan beberapa luka yang ada di wajahnya, dia juga memakai armor berat yang terbuat dari besi, di lihat dari fisiknya, Junta memperkirakan mungkin dia berada di umur sekitar 37 tahun.
“Aku punya pekerjaan untuk mu”
Zonya tiba-tiba berbicara, laki-laki itu sepertinya dapat mendengar Zonya, jadi dia meresponnya dengan mengangguk untuk mempersilahkan Zonya melanjutkan.
“Carilah informasi mengenai apa yang The Fingers rencanakan, kau punya waktu sekitar 14 hari untuk menyelesaikan ini, apa kau bisa melakukannya?”
Laki-laki itu terlihat sedikit terkejut sebelum akhirnya berkata.
“Sepertinya kau memiliki tugas yang menarik tapi juga sangat berbahaya, berapa banyak uang yang berani kau tawarkan?”
Suara laki-laki itu ternyata sangat berat dan entah bagaimana dia terdengar seperti laki-laki dewasa yang profesional dalam pekerjaannya.
Zonya mengeluarkan sesuatu dari balik jubahnya lalu membuka laci yang ada di meja, setelah Zonya memasukkan sekantung kain berisi sesuatu itu, Zonya menutup lacinya lalu berkata.
“Apakah jumlah ini terlihat memuaskan bagi mu?”
Laki-laki itu terlihat membuka sesuatu yang ada di bawahnya, dia mengambil sekantung koin yang diberikan Zonya tadi lalu membuka dan menghitung jumlahnya.
“Sepertinya kau bukan orang biasa yang sedang bermain-main ya”
Laki-laki itu tersenyum sambil mengatakan itu.
“Apa kau bisa melakukannya?”
“Baiklah aku terima pekerjaan ini”
Laki-laki itu mengambil pisau kecil yang entah dari mana lalu melukai ibu jarinya, selagi darah menetes dari jarinya laki-laki itu menempelkan jarinya di suatu benda yang ada di depannya lalu setelah selesai dia terlihat membuka sesuatu.
Zonya sepertinya mengerti akan hal ini, jadi dia membuka laci yang ada di mejanya dan menemukan sebuah kertas cokelat yang bertuliskan sesuatu, Junta tidak bisa membaca tulisan itu tapi yang menarik perhatian Junta ada cap darah yang ada di pojok kanan bawah kertas itu, cap darah itu diletakkan di atas sebuah gambar yang terlihat seperti lingkaran sihir secara sekilas.
“Kalau begitu aku akan menjelaskan tugas mu sekali lagi, carilah informasi mengenai apa pun yang sedang direncanakan oleh The Fingers, kau punya waktu sekitar 14 hari, serahkan hasil pencarian mu kepada wanita resepsionis gedung Asosiasi yang ada di kota Kloria lalu katakan kepadanya L Z, apa kau memiliki pertanyaan?”
“Tidak ada, mungkin lebih tepat jika aku memiliki beberapa nasihat untuk mu, kau mungkin terdengar seperti orang yang sangat mengerti dengan apa yang sedang kau lakukan, tapi ingatlah bahwa apa kau yang lakukan sekarang ini sangat berbahaya, The Fingers bukanlah organisasi yang bisa kau remehkan, apa lagi kau bermain-main dengannya”
“Terima kasih atas nasihatnya, akan aku ingat itu”
Setelah Zonya mengatakan itu, laki-laki itu menghilang secara perlahan dan cermin itu kembali menampilkan bayangan Junta dan Zonya, setelah menghela nafas kecil, Zonya berdiri dan meninggalkan ruangan bersama dengan Junta.
Setelah melewati terowongan tempat Junta datang tadi, Junta dan Zonya sekarang berada di gang sempit tempat mereka berasal, Zonya melepaskan kain yang menutupi wajahnya begitu pun dengan Junta.
“Apa itu tadi”
“Tempat tadi… Sederhananya adalah tempat tersembunyi untuk mencari seseorang yang mau mengerjakan pekerjaan apapun, dan aku rasa kau sudah tau siapa yang mau menerima pekerjaan seperti itu di tempat tersembunyi seperti tadi”
“Begitu ya, jadi itu alasan kau menyuruh ku menutupi wajah ku, jika kita ingin berurusan dengan orang-orang yang berasal dari sisi gelap dunia, maka memang kita harus berhati-hati”
“Sebenarnya ruangan tadi sudah dilengkapi sihir untuk menjaga anonimitas masing-masing pihak, suara kita tidak akan terdengar sampai keluar ruangan, suara kita hanya bisa di dengar oleh lawan bicara kita yang muncul di cermin itu, ditambah yang didengar oleh lawan bicara kita adalah suara kita yang sudah diubah dengan sihir, jadi laki-laki itu tadi tidak mengetahui suara asli ku”
“Oh, itu terdengar sangat membantu”
“Tidak hanya itu, wajah kita sebenarnya tidak bisa dilihat oleh lawan bicara kita, tapi kita bisa melihat wajahnya dan suara aslinya”
“Ruangan itu sepertinya tidak menjaga identitas lawan bicara dengan baik”
“Tidak perlu khawatir, mereka yang berada di sisi gelap hidup dengan cara mereka sendiri, apa yang kita lihat tadi adalah sosok aslinya, tapi ketika orang itu berada di sisi dunia ini, biasanya dia melakukan penyamaran, jadi meskipun kau mengetahui siapa yang kau pekerjakan, sangat kecil kemungkinan kau akan menemukannya di sisi dunia ini”
“Cara hidup yang unik, tapi itu sedikit membuat ku lega, aku rasa bukan sesuatu yang lucu ketika kau menemukan orang tadi sedang berjalan-jalan di jalanan kota dengan santai”
“Karena urusan kita sudah selesai di sini ayo kembali ke penginapan”
Selagi Zonya dan Junta berjalan menyusuri gang sempit itu lagi, tiba-tiba Junta teringat sesuatu.
“Oh Zonya, ngomong-ngomong apa maksud dari L Z yang kau katakan tadi?”
“Oh itu? Itu semacam kode rahasia yang aku buat, semua resepsionis yang bekerja di gedung Asosiasi tahu kalau kode itu artinya ‘Ditujukan untuk Zonya’, dan karena itu ditujukan kepada ku, mereka tidak bisa membuka atau merusak barang itu”
“Karena itu ditujukan untuk class 5?”
“Yap, mereka juga mengerti kalau kode itu hanya akan aku gunakan dalam kondisi tertentu saja, jadi seharusnya mereka sudah paham kalau barang yang dititipkan dengan kode itu berarti barang penting”
Setelah Zonya mengatakan itu, tanpa sadar mereka sudah berada di jalanan kota, jalanan itu masih ramai seperti sebelumnya, matahari juga masih bersinar terang sehingga udara panas masih bisa terasa, setelah berjalan melalui kerumunan orang yang penuh sesak itu, Junta dan Zonya akhirnya sampai di penginapan mereka.
Setelah mereka masuk ke dalam kamar mereka masing-masing, Junta menemukan Kou duduk di lantai menghadap ke arah peta yang dia bentangkan di lantai.
“Oh, kau datang di waktu yang bagus Kakak, aku ingin melacak target kita hari ini, bisakah aku meminjam Mana milik mu?”
“Tentu, tidak masalah”
Junta pun berjalan menuju Kou lalu duduk di sampingnya setelah menutup pintu kamarnya, setelah Junta duduk, Kou memegang tangannya lalu berkata.
“Apa Zonya tidak melakukan sesuatu yang aneh?”
“Tidak, aku hanya pergi menemaninya, itu saja, seperti yang kau lihat aku masih utuh tanpa luka”
Kou tersenyum sebagai respon lalu menutup matanya, tidak lama setelah Kou menutup matanya, tubuhnya mulai mengeluarkan cahaya biru, begitu juga dengan tubuh Junta, setelah tubuh mereka berdua mengeluarkan cahaya biru, air hitam yang ada di botol itu juga mengeluarkan cahaya biru terang bersamaan dengan peta yang ada di depan Kou.
Setelah cahaya biru itu bertahan beberapa detik, cahaya itu tiba-tiba menghilang entah kemana, baik dari tubuh Kou dan Junta, maupun dari peta ataupun botol air hitam itu, setelah cahaya biru itu hilang, terdapat sinar putih berbentuk lingkaran yang menyinari salah satu bagian dari peta itu, sinar itu datang seolah-olah dari bawah peta seperti ada seseorang yang mengarahkan lampu senter ke arah peta itu.
“Hmm lokasi ini…”
Kou memandang peta itu dengan teliti.
“Dia bergerak?”
“Hmmm aku juga berpikiran seperti itu Kou, terakhir kali yang aku ingat dia berada di kota ini”
Junta mengatakan itu sambil menunjuk sebuah titik hitam di peta.
“Tapi sekarang dia berada di sini”
Junta menyeret telunjuk nya ke arah kanan menuju titik hitam yang lain.
“Apakah sihir deteksi kita sudah ketahuan? Itulah kenapa dia bergerak?”
“Aku rasa tidak Kou, dan aku juga berharap hal itu tidak terjadi, jika memang sihir kita sudah ketahuan, maka posisi target kita hari ini sangat meragukan, siapa yang tahu ini adalah posisi aslinya? Bisa saja dia menggunakan suatu sihir yang dapat memalsukan posisinya”
__ADS_1
“Setidaknya dia masih berada di kerajaan Elf, dan entah mengapa aku juga memiliki firasat yang sama dengan mu Kakak, aku juga merasa kalau pergerakannya ini bukan karena dia tahu kalau dia sedang dilacak, untuk saat ini sebagai langkah pencegahan, sebaiknya kita memikirkan langkah-langkah selanjutnya jika memang dia mengetahui kalau ada yang sedang melacaknya”
Junta menatap peta itu dengan teliti, ini adalah pertama kalinya target mereka bergerak, target sekarang bergerak dari kota yang satu ke kota yang lain, lebih tepatnya dia bergerak ke kota yang ada di sebelahnya, Junta benar-benar berharap kalau pergerakan targetnya yang tiba-tiba ini bukanlah karena dia tahu kalau dia sedang dilacak, Junta sangat berharap kalau pergerakan ini adalah pergerakan normal dalam kehidupan sehari-harinya.