
Hari sudah pagi, Junta dan Kou saat ini sedang melanjutkan perjalanan mereka menuju desa Polski, tentu dengan cara yang sama seperti kemarin, ini adalah hari ke 2 semenjak Junta dan Kou menerima permintaan dari ratu Rana untuk memeriksa suatu monster kuno berwujud laba-laba besar, sebenarnya mereka sudah bergerak sejak tadi yaitu semenjak matahari masih belum menampakkan dirinya, jadi tidak butuh waktu lama untuk mereka agar sampai di desa Polski.
“Apa kau tidak apa-apa Kou?”
Setelah berhenti di dekat persimpangan jalan setapak, Junta menanyakan keadaan Kou yang terlihat kelelahan.
Kou menghilangkan sihirnya terlebih dahulu sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Kakaknya.
“Mana ku memang berkurang setelah menggunakan sihir itu, tapi aku rasa tidak terlalu parah, aku masih bisa bertarung”
“Jika kau butuh istirahat maka bilang saja, kita masih memiliki banyak waktu tersisa, jadi tidak perlu terburu-buru”
“Tentu, aku akan memberitahu Kakak jika aku butuh istirahat”
Setelah percakapan kecil itu, Junta dan Kou berjalan mengikuti jalan setapak menuju desa Polski, Junta tidak heran dengan pemandangan yang sama dan tidak berubah itu, lagipula belum lama mereka meninggalkan desa ini jadi wajar saja jika tidak ada yang berubah, saat ini Junta dan Kou ingin berbicara dengan kepala desa Polski untuk menanyakan keberadaan monster yang mereka cari, siapa tau kepala desa itu mengetahui sesuatu.
Tempat pemberhentian Junta dan Kou sebenarnya tidak jauh dari desa Polski itu sendiri, jadi tidak membutuhkan waktu yang lama bagi mereka untuk sampai di desa itu.
Seperti biasa, desa itu terlihat sibuk, banyak orang mengurus ladang mereka di pagi hari yang cerah ini, dari kejauhan, Junta dan Kou dapat melihat kepala desa itu sedang berbicara dengan seseorang, tentu Junta dan Kou berjalan ke arah kepala desa itu dengan langkah yang santai.
“Selamat pagi pak kepala desa”
Kepala desa itu yang masih berbicara dengan seseorang sepertinya tidak sadar dengan kedatangan Junta, jadi dia menolehkan kepalanya untuk melihat siapa yang menyapanya.
“Oh kalian, ada perlu ada kalian kembali ke desa kami yang sederhana ini?”
“Kami tidak akan meminta banyak waktu mu, kami hanya ingin menanyakan apakah di sekitar sini terdapat sebuah monster laba-laba yang cukup besar?”
Pak kepala desa itu terlihat khawatir dan kebingungan sambil melihat lawan bicaranya yang ada di sampingnya.
“Aku tidak pernah mendengar ada laporan seperti itu di sekitar sini, tapi salah satu warga ku yang ada di samping ku ini melaporkan kalau ada sesuatu yang mengganggu para penduduk desa untuk memasuki sebuah hutan, mungkin kalian ingin memeriksanya?”
“Sesuatu yang menganggu? Apa orang-orang desa tidak bisa masuk ke sana?”
“Ketika kami masuk ke dalam hutan, ada semacam aura yang sangat mengancam sehingga kami harus pergi meninggalkan hutan itu karena ketakutan, jadi bisa dibilang kalau ada sesuatu yang tidak suka dengan kehadiran kami”
Lawan bicara pak kepala desa itu tiba-tiba membuka suara.
“Memangnya di mana letak hutan yang kau maksud ini?”
“Tepat ada di sana, di seberang ladang itu kalian melihat hutan kan? Hutan itu yang aku maksud”
Junta dan Kou melihat ke arah telunjuk orang itu menunjuk, setelah mengetahui kalau ternyata hutan itu cukup dekat dengan desa ini, hal ini membuat Junta dan Kou berpikir sejenak.
Sebenarnya Junta dan Kou berjalan ke desa ini bukan untuk membantu mereka, tapi untuk menjalankan permintaan ratu Rana, permintaan ratu Rana menurut Junta adalah permintaan yang tergolong penting dan mendesak, itulah kenapa dia sedikit bingung apakah harus membantu penduduk desa itu atau tidak padahal dia sendiri memiliki permintaan yang harus segera diselesaikan, tapi Junta berpikir mereka juga tidak tau harus mulai dari mana untuk mencari monster itu, jadi Junta merasa kalau membantu penduduk desa yang ada di sini mungkin bisa memberikan mereka semacam petunjuk untuk mencari monster itu.
“Bagaimana menurut mu Kou?”
“Kenapa tidak? Kita juga tidak tau harus mulai dari mana”
Sepertinya Kou memikirkan apa yang Junta pikirkan.
“Baiklah kami akan memeriksanya, aku dan Kou akan melaporkannya kepada mu apapun yang kami temui di sana”
“Terima kasih, aku akan membayar kalian untuk ini”
Junta dan Kou melihat satu sama lain sebelum akhirnya Kou berkata.
“Tidak perlu pak kepala desa, kami ke sini bukan untuk membantu desa ini sejak awal, kami memiliki permintaan lain yang harus di urus, simpan saja uang mu untuk keadaan darurat”
“Meskipun kau berkata seperti itu..”
“Kalau kau memang ingin membayar kami pak kepala desa, maka kami tidak menetapkan harga khusus, bayar lah kami semampu mu”
Pak kepala desa itu tersenyum melihat Junta yang berkata seperti itu.
“Aku mengandalkan kalian”
Junta dan Kou mengangguk kepada pak kepala desa sebelum akhirnya berjalan menuju hutan itu.
Hutan itu terletak tidak jauh dari desa, sehingga tidak butuh waktu lama untuk Junta dan Kou untuk sampai di hutan itu, setelah memasuki hutan itu beberapa langkah, Kou sepertinya merasakan sesuatu.
“Sepertinya aku mengerti kenapa penduduk desa merasa terancam”
Kou mengatakan itu sambil berjalan di samping Kakaknya.
“Aku juga merasakannya, bagi orang biasa nuansa ini memang sangat menakutkan”
“Apa ini adalah semacam sihir? Apa ada seseorang yang menaruh sihir ini untuk mengusir penduduk desa?”
“Aku tidak tau apakah ini adalah sebuah sihir atau bukan, yang bisa kita lakukan adalah berjalan mengikuti kemana aura ini menuntun kita”
“Aku harap ini bukan sesuatu yang merepotkan”
Junta dan Kou melanjutkan perjalanan mereka mengikuti aura yang menakutkan itu, jujur saja Junta dan Kou juga merasa sedikit terancam dengan aura yang ada di hutan itu, ditambah hutan itu bisa dikatakan memiliki banyak pohon yang tinggi dan berdaun lebat, membuat sinar matahari tidak terlalu bisa masuk ke dalam sana, apapun yang mengeluarkan aura ini, Junta dan Kou harus berhati-hati.
Setelah cukup lama berjalan mengikuti arah kemana aura itu menuntun, Kou merasakan sesuatu sedang bergerak di belakangnya, membuat Kou dengan cepat harus melayangkan beberapa anak panah yang terbuat dari es ke arah musuh.
Musuh itu dapat menghindari anak panah itu dan membuat anak panah itu menancap di pohon.
“Kou! Apa kau sudah gila?!”
Rupanya itu adalah Zonya.
“Oh Zonya, aku kira tadi kau adalah musuh”
“Apa yang kau lakukan di sini Zonya?”
“Justru itu pertanyaan ku, apa yang kalian lakukan di sini?”
Zonya berjalan mendekat ke arah mereka.
“Kami menjalankan permintaan di sini, dan kau?”
“Aku tidak tau permintaan apa yang kalian jalankan tapi sebaiknya kalian pergi dari sini”
“Ada apa?”
“Di dalam hutan ini ada seekor monster kuno yang menjadi incaran Asosiasi, monster itu dinilai berada di class 6 jadi monster ini tidak bisa di anggap remeh bahkan untuk class 5 seperti ku, apalagi bagi kalian class 0”
Junta dan Kou menatap satu sama lain dengan wajah curiga, lalu Junta berkata.
“Apa monster yang menjadi incaran Asosiasi ini adalah monster laba-laba yang cukup besar?”
“Dari mana kalian tahu?”
Junta dan Kou melihat satu sama lain lagi sebelum akhirnya Kou berkata.
“Begitu rupanya, Asosiasi ternyata sudah bergerak lebih dulu, biar aku pastikan sekali lagi, apakah monster ini adalah monster laba-laba besar? Dan juga monster ini lah yang menjadi alasan Asosiasi untuk melakukan operasi besar-besaran?”
“Apa informasinya sudah bocor ke publik?”
“Begitu, aku mengerti sekarang”
Junta mengatakan itu sambil melipat kedua tangannya di dada.
“Kalau begitu apa yang kau katakan tadi adalah kalimat kami Zonya”
“Apa maksud mu Junta?”
__ADS_1
“Sebaiknya kau pergi meninggalkan hutan ini, Asosiasi tidak akan kuat melawan monster ini”
“Hei, aku tau ini adalah monster class 6, tapi Asosiasi tidak selemah itu”
“Bukankah itu berarti kau sebagai seorang class 5 tidak bisa mengalahkan monster class 6 itu?”
“Benar, lebih tepatnya tidak jika seorang diri”
“Tapi kau sendirian kan?”
Zonya menghela nafas panjang sebelum akhirnya berbicara.
“Asosiasi sebenarnya membagi kami para class 5 dalam sebuah kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 2 orang dan bertugas untuk mencari monster ini dengan cara berpencar”
“Dan.. Dimana satu orang lain yang seharusnya ada di samping mu?”
Zonya berdecak lidah sebelum melanjutkan.
“Pasangan ku adalah Galtier, orang yang memakai baju layaknya jenderal berwarna putih yang menghampir ku kemarin saat kita kembali ke ibu kota”
Junta dan Kou terlihat mencoba mengingat sesuatu sebelum akhirnya sadar apa yang sebenarnya terjadi.
“Apa maksud mu orang yang kau panggil Gal itu? Yang membawa pedang tipis layaknya katana di pinggangnya?”
“Itulah dia”
“Tidak heran jika kalian berpisah, sepertinya kalian memang memiliki masalah pribadi”
Junta berkata seperti itu sambil menggaruk kepalanya.
“Aku tidak tau apa yang Gal pikirkan, tapi itulah situasinya sekarang”
“Kenapa kau masih menjalankan misi ini? Maksud ku bukankah sama saja dengan mempertaruhkan nyawa mu jika kau mencari monster ini seorang diri?”
“Aku rasa itulah yang mereka sebut sebagai tanggung jawab dan profesionalitas”
Junta dan Kou melihat satu sama lain, dan Kou menggerakkan tangannya seperti orang yang tidak tau harus berbuat apa lagi.
“Karena kita memiliki target yang sama, kenapa kita tidak bekerja sama?”
“Junta, aku akan memberitahu mu sekali lagi, monster ini adalah monster class 6, aku seorang diri tidak bisa mengalahkannya, aku tidak bisa menjamin keamanan kalian”
“Apapun yang kau peringatkan kepada kami, itu tidak akan bekerja Zonya, aku dan Kou sedang menjalankan permintaan penting, kami tidak bisa begitu saja pergi dari sini”
”Memangnya permintaan penting apa yang sedang kalian jalankan? Orang bodoh mana yang memperkejakan kalian class 0 dalam misi berbahaya seperti ini?”
“Sederhananya permintaan ini mengharuskan kami untuk memeriksa monster laba-laba itu, itu saja, kami tidak diperintahkan untuk membunuhnya”
Kou menjawab pertanyaan Zonya dengan nada santai.
Zonya yang mendengar nada santai Kou hanya bisa menghela nafas pendek.
“Apa boleh buat, mari kita bekerja sama, tapi aku peringatkan kalian kalau aku sama sekali tidak bisa menjamin keamanan kalian jika sesuatu yang buruk terjadi”
“Tidak masalah, jangan khawatirkan kami”
Dan dengan begitu Junta, Kou dan Zonya berjalan menyusuri hutan mengikuti aura yang mengancam itu.
Perjalanan itu berlangsung senyap, baik Junta, Kou ataupun Zonya terdiam dan fokus untuk merasakan kemana aura yang mengancam itu menuntun mereka, setelah berjalan cukup lama, Zonya akhirnya membuka suara untuk memecah keheningan.
“Apa kalian sudah tau monster apa yang kalian cari?”
Zonya berkata seperti itu tanpa menolehkan kepalanya ke belakang untuk melihat Junta dan Kou.
Kou menjawab dengan nada bingung.
“Monster yang kita bunuh di hutan Sorz, itulah yang sekarang kita cari”
“Apa? Lalu kenapa kita berada di sinI?”
Junta bertanya dengan nada bingung dan terkejut.
“Karena Asosiasi menerima informasi kalau ada pergerakan monster itu di sini, lagi pula aku lebih khawatir dengan 10 Fingers daripada monster itu sendiri”
“Pemimpin The Fingers kah, terakhir kali ketika kita menemukan monster laba-laba itu memang ada seseorang yang terlihat seperti salah satu dari pemimpin The Fingers, tapi apa kau sudah yakin kalau dia adalah salah stu dari 10 Finger Zonya?”
Junta bertanya dengan nada serius.
“Kau bisa berkata kalau aku cukup yakin dengan itu”
“Ini merepotkan Kakak, jika kita bertemu dengan orang itu lagi”
Kou berkata dengan nada yang sangat serius.
Tentu Junta tau apa maksud adiknya, terakhir kali mereka bertemu dengan orang itu, Junta harus terpaksa mengizinkan Kou untuk menggunakan Full Potential miliknya agar bisa membunuh orang itu.
Tapi nyatanya, yang dilawan Junta dan Kou adalah sebuah bayangan, atau lebih tepatnya kemungkinan sebuah bayangan, Junta masih belum mendapatkan jawaban pasti apakah orang itu, yang dapat menghindari True Slash yang dilancarkan oleh Kou, adalah benar-benar orang atau bukan.
Tapi ada satu hal yang Junta tau, siapapun yang dia lawan, dia memiliki kemampuan sihir yang tidak bisa Junta atasi dengan kondisinya saat ini tanpa Full Potential, Junta masih ingat dengan sihir yang musuhnya gunakan untuk mengganggu sihir teleportasi milik Zonya, dan Junta memperkirakan sihir itu adalah sihir tingkat atas yang mana Junta dan Kou tidak bisa atasi tanpa mengaktifkan Full Potential.
Sihir tingkat atas tentunya memerlukan kemampuan yang sepadan untuk menggunakannya, itulah kenapa Junta waktu itu mengizinkan Kou untuk mengaktifkan Full Potential miliknya, karena dengan hadirnya sihir tingkat atas itu sudah cukup untuk membuktikan kemampuan dari lawannya.
Dan jika Junta bertemu dengan lawan itu lagi, entah apa nanti yang akan dia lakukan, memang Junta mempunyai semacam barang seperti obat yang dia beli sewaktu hendak berangkat ke desa Polski, obat itu dapat menambah Mana dan menambah regenerasi Mana juga, tapi karena Junta tidak pernah mencoba obat itu sebelumnya, maka Junta tidak ingin mengambil resiko dan mulai memikirkan langkah-langkah lain.
Ketika Junta sedang berpikir, tiba-tiba Zonya mengisyaratkan tangannya untuk berhenti berjalan.
Junta dan Kou yang mengerti apa maksud Zonya mulai bersembunyi di belakang pohon yang cukup besar.
Di depan mereka, ada sebuah laba-laba yang besar, bahkan lebih besar dari laba-laba yang Junta dan Kou bunuh di pinggir sungai dekat dengan hutan Sorz.
“Aku rasa itu laba-labanya”
Zonya berkata seperti itu sambil merogoh jubahnya mencari sesuatu.
“Laba-laba itu lebih besar dari yang kita bunuh kemarin”
“Aku setuju dengan Kakak, daripada itu, apa yang monster itu lakukan?”
“Dia terlihat seperti sedang membungkus sesuatu dengan jaring laba-labanya.. Menurutmu apa itu Zonya?”
“Aku tidak tau, dimana aku meletakkannya…”
Zonya terus merogoh jubahnya seperti sedang mencari sesuatu, di sisi lain, Junta mengisyaratkan Kou untuk mengeluarkan kristal yang diberikan ratu Rana kepadanya.
Kou mengerti maksud Kakaknya dan mulai mengalirkan Mana kepada kristal itu yang dia genggam di tangan kanannya.
Setelah beberapa saat, kristal itu mengeluarkan sinar yang sangat terang sehingga membuat Junta, Kou dan Zonya harus menutup mata mereka, sinar itu terus bertambah terang dan secara tiba-tiba, terdengar suara pecahan.
Ternyata yang pecah adalah kristal Kou yang dia genggam, kristal yang tadinya di genggam oleh Kou sekarang menjadi pecahan-pecahan kecil dan hal ini membuat Kou sedikit panik.
“Uh… Apa aku menggunakan terlalu banyak Mana?”
Di sisi lain monster itu mengeluarkan suara pekikan yang sangat nyaring dan keras, membuat telinga mereka terasa sakit walaupun sudah ditutup, sepertinya monster itu tidak suka dengan cahaya yang dikeluarkan kristal itu tadi, setelah mengeluarkan suara itu, monster itu dengan cepat menemukan posisi Junta, Kou dan Zonya dan mulai mengejar mereka.
Tentu Junta dengan cepat berlari menjauh dari monster itu bersama dengan Kou dan Zonya.
__ADS_1
“Kakak apa yang harus kita lakukan? Apa kristal ini rusak?”
Kou berkata seperti itu dengan nada panik.
“Aku tidak tau, tapi sebaiknya kita membawa pecahan kristal itu kembali daripada membuangnya”
Junta membalas dengan nada yang meyakinkan.
“Kenapa kalian terlihat santai?! Di belakang kita ada monster class 6!”
Monster itu ternyata sangat cepat, kaki-kakinya bergerak dengan kecepatan yang melebehi kecepatan berlari mereka, laba-laba itu bergerak dengan cepat dan merobohkan apapun yang ada di hadapannya membuat laba-laba itu seolah-olah berlari di tanah yang lapang.
Di sisi lain, Junta, Kou dan Zonya cukup kesusahan dalam melarikan diri, karena mereka harus menghindari pohon-pohon yang ada di hutan itu.
Zonya yang berlari memimpin di depan sepertinya berhasil menemukan apa yang dia cari selama ini dari balik jubahnya, dengan cepat dia melemparkan barang itu yang akhirnya menempel di sebuah pohon, setelah laba-laba itu cukup dengan pohon yang ditempeli oleh barang berwarna hitam itu, tiba-tiba terjadi sebuah ledakan yang cukup besar.
Junta dan Kou yang sedikit terkejut dengan dentuman dan getaran yang hebat itu membuat mereka berhenti berlari dan melihat ke belakang.
“Apa itu tadi”
Zonya yang sadar kalau Junta dan Kou berhenti berlari mulai menghampiri mereka dengan tergesa-gesa.
“Itu adalah sihir ku sekaligus sebagai sinyal bagi class 5 yang lain kalau aku menemukan monsternya”
Setelah asap dari ledakan itu sedikit mereda, dapat dilihat bahwa laba-laba besar itu tidak bisa bergerak karena tertimpa banyak pohon, ada juga akar-akar pohon besar yang mengikat kaki-kakinya sehingga membatasi pergerakannya.
“Kau menahan laba-laba itu Zonya?”
“Ya, aku tau aku tidak bisa membunuhnya seorang diri, jadi aku lebih baik menahannya dan menunggu yang lain datang, tapi sihir itu tidak akan bisa menahan laba-laba besar itu untuk selamanya”
Zonya melihat laba-laba itu dengan ekspresi yang sangat waspada.
“Junta, Kou, aku sarankan kalian untuk pergi dari sini selagi monster itu masih-”
Belum selesai bicara, monster itu berhasil menarik kakinya dari akar pohon yang menahannya, monster itu juga berhasil bangkit dari tekanan pohon-pohon yang menimpanya dan mulai mengejar mereka kembali.
Zonya yang melihat ini langsung berlari diikuti oleh Junta dan Kou.
“Sial! Seperti yang diduga dari Class 6!”
Zonya mengatakan itu dengan nada yang penuh dengan amarah, lalu dia merogoh jubahnya lagi untuk mencari benda lain.
Di sisi lain, Kou terlihat memikirkan sesuatu.
Setelah Kou yakin dengan keputusannya dia menggerakkan tangannya di udara seperti sedang menggambar sesuatu, lalu secara tiba-tiba muncul tombak besar yang menusuk kaki laba-laba itu yang akhirnya membuat laba-laba itu tidak bisa bergerak.
Laba-laba itu mengeluarkan suara pekikan yang sangat keras sekali lagi sehingga memaksa Junta, Kou dan Zonya untuk menutup telinga mereka.
Setelah suara pekikan itu selesai, Kou dengan cepat mengambil botol hitam kecil yang dia beli di awal perjalanan dan dengan cepat meminumnya.
Junta mengerti apa yang dipikirkan oleh Kou, jadi dia menunggu responnya.
“Obat ini..”
Kou melihat botol hitam kecil itu setelah meminum semua cairan yang ada di dalamnya.
“Apa yang kau rasakan Kou?”
“Aku merasa Mana ku memang bertambah.. Tapi dalam jumlah yang sedikit..”
“Apa?”
Junta berkata seperti itu sambil merenggut botol hitam kecil itu dari tangannya.
“Jumlah Mana bertambah, total regenerasi Mana juga bertambah, tapi tidak terlalu banyak.. Apa aku meminumnya dengan cara yang salah..? Mungkin harus di minum dengan minuman lain..?”
“Apa yang kalian lakukan?! Kita harus terus begerak!”
Zonya berlari ke arah Junta dan Kou yang berdiam di samping sebuah pohon.
“Kalau begitu obat ini tidak berguna”
Junta mengatakan itu dengan nada sedikit kesal, kekesalan Junta bisa dirasakan siapapun karena dia membayar botol itu dengan harga yang sama sekali tidak murah.
“Obat apa yang kau maksud Junta?”
Junta memberikan botol hitam kecil itu kepada Zonya.
“Obat ini.. Dimana kalian mendapatkannya?”
Junta ingin menjawab, tapi monster laba-laba itu sudah berhasil memecahkan es yang menusuk kakinya sehingga monster itu bisa bergerak lagi, uniknya pergerakannya semakin cepat walaupun kakinya terluka parah karena tusukan itu.
Mengetahui monster itu sudah dapat bergerak lagi, Junta, Kou dan Zonya melanjutkan perlarian mereka.
“Junta, apa kau masih punya obat ini lagi?”
“Tentu aku punya, memangnya kenapa?”
“Bagus, berikan itu pada ku”
Junta mempercepat langkah kakinya sehingga dia bisa menyusul Zonya yang berada di depan, setelah menerima botol hitam itu dari Junta, Zonya meminumnya dan dengan cepat melempar sesuatu yang dia genggam di tangan kanannya.
Setelah sesuatu yang dilemparkan itu menempel di suatu pohon, Zonya tiba-tiba berhenti berlari.
Tentu Junta dan Kou terkejut dengan hal ini.
“Apa yang kau lakukan?! Kau menyuruh kami untuk berlari sekarang kau berhenti?!”
Setelah Junta berteriak, Junta sadar kalau ada pergerakan akar dari pohon-pohon besar diiringi dengan tanah yang bergetar cukup hebat, getaran tanah itu membuat monster itu berdiam sejenak untuk menjaga keseimbangan.
Tidak lama kemudian akar-akar pohon itu menyelimuti Zonya layaknya sebuah baju pelindung, setelah Zonya sudah terbungkus penuh oleh akar-akar itu layaknya dia sedang memakai baju pelindung, armor tumbuhan yang dia kenakan itu bertambah besar dan bertambah tinggi, membuat Zonya bertambah tinggi dan besar sehingga besar dan tinggi Zonya sekarang hampir setara dengan monster itu.
Setelah getaran tanah itu selesai, Zonya berlari dengan armor raksasa yang ia kenakan dan menghantam laba-laba besar itu dengan sebuah pukulan telak.
“Junta! Kou! Keluarlah dari hutan ini! Aku akan menahan monster ini sampai class 5 yang lain tiba!”
Setelah mengatakan itu Zonya melayangkan satu lagi pukulan keras kepada laba-laba besar itu, laba-laba besar itu yang menerima 2x pukulan dari Zonya terlihat sedikit linglung.
“Apa kita harus lari Kakak?”
Kou bertanya dengan nafas yang terengah-engah.
Junta berpikir sejenak, sebenarnya mereka bisa membantu Zonya untuk membunuh monster laba-laba itu, tapi tiba-tiba Junta teringat dengan perintah ratu Rana untuk sebisa mungkin tidak membunuh monster itu.
“Zonya! Jangan bunuh monster itu! Monster itu bisa saja berbahaya jika dibunuh!”
“Apa kau pikir aku bisa membunuh monster class 6 seorang diri?!”
Zonya mengatakan itu sambil menahan serangan yang dilancarkan oleh monster laba-laba.
“Lagipula keputusan akhir apakah monster ini akan dibunuh atau tidak semua tergantung situasi, yang hanya bisa aku lakukan saat ini adalah menahan monster ini sampai class 5 yang lain datang”
Zonya mengatakan itu sambil menahan serangan yang dilancarkan monster itu.
“Cepat pergi! Jangan khawatirkan aku! Class 5 yang lain akan segera tiba di sini!”
Setelah mengatakan itu, Zonya menendang laba-laba itu dengan tendangan yang cukup kuat.
Junta terlihat berpikir, apa yang dikatakan Zonya ada benarnya, Zonya adalah class 5, dia bisa menjaga dirinya sendiri, dia adalah yang terkuat di Asosiasi, lagipula teman-teman class 5 nya akan segera tiba untuk menolongnya, dan yang paling utama, misi Junta bukanlah untuk membunuh monster itu, seseorang yang memiliki misi untuk mengurus monster itu adalah Asosiasi, bukanlah Junta ataupun Kou.
__ADS_1
“Jaga diri mu baik-baik!”
Setelah mengatakan itu, Junta dan Kou berlari menjauh dari arena pertarungan, mereka memilih untuk menyerahkan hal ini kepada Zonya dan class 5 yang lain.