Junta & Dunia Sihir

Junta & Dunia Sihir
#35 Pertarungan Zonya


__ADS_3

“Haa!”


Zonya memukul laba-laba itu dengan sekuat tenaga menggunakan baju pelindungnya yang terbuat dari akar-akar pepohonan sekitar.


Laba-laba yang terpukul itu terlihat sedikit linglung, di saat yang sama, Zonya memikirkan sesuatu.


Belum ada Class 5 yang datang untuk membantunya, Zonya bisa saja menggunakan sihir komunikasi untuk menghubungi kawan-kawannya, tapi untuk saat ini dia memilih untuk menghemat setiap Mana yang dia keluarkan.


Zonya tidak memiliki banyak waktu, Mana nya hampir habis dan dia sudah kelelahan dalam menahan monster itu walaupun sebenarnya belum lama dia menahan monster itu semenjak Junta dan Kou pergi, jika dia terus mempertahankan armor miliknya itu, mungkin hanya tinggal hitungan menit sebelum Zonya akhirnya kehabisan Mana.


Terima kasih kepada obat yang Junta berikan kepadanya, Zonya akhirnya berhasil menahan monster itu sampai sekarang, Zonya masih tidak tau dari mana Junta dan Kou mendapatkan obat itu dan berencana untuk bertanya kepada mereka nanti, tapi melihat situasi sekarang, mungkin Zonya harus lebih khawatir terhadap keselamatan dirinya sendiri dari pada mebingungkan darimana Junta dan Kou mendapatkan obat itu.


Monster laba-laba itu yang terdiam melihat Zonya, seolah-olah monster itu sedang waspada, Zonya yang merasakan firasat buruk dengan cepat mengeluarkan salah satu sihirnya.


Setelah menggambar sesuatu di udara, akar-akar pohon yang ada disekitar Zonya mulai merambat dan melilit laba-laba itu, dan pohon-pohon yang ada disamping monster itu mendadak menumbuhkan kayu dari tubuhnya yang mana kayu itu menghantam dan menekan tubuh monster itu ke arah tanah, membuat monster class 6 itu terdiam dan tidak bisa bergerak.


Tentu Zonya tau kalau monster itu tidak bisa ditahan dengan mudah, Zonya tidak berencana untuk membunuh monster itu melainkan untuk menahannya sampai setidaknya class 5 yang lain datang membantu dia, mungkin lebih tepatnya hanya itulah yang Zonya bisa lakukan, meskipun dia sangat ingin membunuh monster itu, Zonya tidak bisa melakukannya karena dia sangat mengerti bagaimana kekuatan monster class 6.


Mana nya sudah diambang batas, dia memilih untuk menonaktifkan sihir armornya itu dan akhirnya Zonya kembali ke wujud semula, tentu Zonya yang tanpa armor besar itu terlihat kecil di mata monster itu, dan Zonya sudah bersiap untuk mengulur waktu lagi setelah melihat beberapa akar yang menahan monster itu mulai putus.


Tepat setelah monster itu akan lepas seluruhnya, tiba-tiba Zonya melihat sebuah kilatan berwarna kuning menyambar monster itu dari atas, setelah kilatan itu mengenai monster class 6 itu, laba-laba itu tidak bergerak dan di tubuhnya terdapat seperti aliran listrik berwarna kuning yang sesekali muncul di permukaan tubuhnya secara samar.


Tidak perlu melihat ke bagian atas tubuh monster itu, Zonya sudah tau siapa itu.


Itu adalah kekuatan Galtier, Galtier yang berada di atas monster itu mulai mencabut pedang tipisnya dan melompat turun.


“Tidak usah berterima kasih”


Itu adalah kalimat pertama yang dikatakan Galtier setelah dia mendarat di samping Zonya, dan entah mengapa Zonya terlihat kesal.


“Aku kira kau sudah pergi jauh dari sini semenjak kita berpisah”


Galtier hanya tersenyum mengejek mendengar sindiran Zonya.


“Jangan samakan aku dengan mu class 4”


Galtier masih sama seperti biasanya, pria itu tetap memakai baju putih layaknya seorang jenderal dengan pedang tipis layaknya katana di yang dia pegang di tangan kanannya, rambutnya blondenya masih panjang sepundak dan mata birunya menatap tajam monster itu.


Setelah terdiam sejenak semenjak Galtier menusuk tubuhnya, monster itu mulai bergerak lagi, kali ini dia berusaha melepaskan dirinya dari jeratan akar-akar milik Zonya dengan kuat, Zonya sedikit terkejut dengan tenaga yang dapat dikeluarkan monster itu walaupun sudah menerima serangan dari class 5 Galtier.


“Entah mengapa aku tidak terkejut”


Galtier mengatakan itu sambil memasang kuda-kuda, dia terlihat bersiap untuk menyerang monster itu sekali lagi.


Dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh mata Zonya, Galtier menyerang monster itu dengan pedang miliknya, Zonya tidak tau bagaimana Galtier menyerang musuhnya, yang dia lihat hanyalah kilatan cahaya layaknya petir berwarna kuning yang terus bermunculan di sekitar monster itu.


Zonya tentunya tidak tinggal diam, dia menggerakkan tangannya di udara menggambar sesuatu, lalu setelah selesai, akar-akar yang ada disekitarnya kembali melilit laba-laba itu dan pohon-pohon yang ada disekitar Zonya meluncurkan kayu-kayu runcing yang langsung meluncur ke monster itu dan menusuk hampir di seluruh badannya.


Galtier yang sepertinya sudah selesai melukai monster itu akhirnya kembali ke samping Zonya.


Walaupun dengan keadaan terluka berat, monster itu masih dapat menggerakkan tubuhnya layaknya dia tidak mengalami luka sedikitpun, monster itu saat ini sedang berusaha lepas dari tusukkan dan lilitan akar yang menyelimuti tubuhnya.


Zonya yang melihat ini merasa tidak tau lagi harus bagaimana, Zonya merasa bingung dan kesal terhadap monster itu, monster itu sepertinya memiliki nyawa yang lebih banyak dari yang Zonya perkirakan.


“Jika ini pertama kalinya kau melawan monster class 6, maka aku sarankan sebaiknya kau berhenti membuat wajah kesal itu dan tetaplah fokus untuk mengatur Mana mu agar tidak cepat habis”


Galtier mengatakan itu tanpa menolehkan wajahnya ke arah Zonya dan tetap memandang monster laba-laba itu dengan waspada.


“Kita perlu menahan monster ini dan mengurangi kekuatannya sampai yang lain datang”


“Mengurangi kekuatannya? Monster itu sudah ditusuk oleh lebih dari 50 kayu runcing yang aku luncurkan Gal! Ditambah serangan mu seharusnya monster itu sudah tidak bisa mengeluarkan tenaga seperti sekarang”


Zonya mengatakan itu dengan nada protes.


“Selamat datang di dunia class 5”


Galtier mengatakan itu dengan nada serius.


“Kita tidak harus membunuhnya sekarang class 4, yang perlu kita lakukan adalah menahan monster ini agar tidak pergi kemana-mana dan mengurangi kekuatannya agar nanti ketika class 5 yang lain datang kita bisa membunuh monster ini dengan mudah”


“Bisakah kau berhenti memanggil ku class 4? itu membuat ku muak”


Setelah Zonya mengatakan itu, monster itu akhirnya berhasil melepaskan diri dari lilitan akar-akar Zonya, dan sekarang monster itu menyerang Zonya dan Galtier!


Zonya dan Galtier tentu bisa menghindari serangan itu, Galtier yang baru saja mendarat di atas tanah langsung memepersiapkan serangannya, di sisi lain, entah mengapa laba-laba itu lebih memilih untuk mengejar Zonya.


Tubuh Galtier mulai mengeluarkan cahaya kuning secara samar, Zonya yang melihat ini mengerti apa yang akan dilakukan Galtier dan mulai berlari ke arah Gal, tentu di belakang Zonya ada monster itu yang mengikuti.


Setelah dirasa cukup dekat, Galtier meluncur dengan cepat ke arah monster itu!


Monster itu mengeluarkan pekikan suara yang sangat keras setelah ada kilatan cahaya berwarna kuning mengenai kaki-kakinya.


“Cih, walaupun aku sudah menduganya tapi aku tidak mengira kalau akan seburuk ini”


Itu adalah kalimat yang Zonya dengar setelah dirinya berhasil berlari ke arah Galtier.


“Monster itu terluka, tapi hanya sedikit”


Zonya berkata sambil melihat monster itu dengan waspada, Galtier hanya bisa menanggapi Zonya dengan tersenyum kecut.


“Aku baru saja mengeluarkan hampir seluruh kemampuan ku untuk memotong kakinya, ku pikir akan lebih mudah untuk menahan monster itu jika dia tidak memiliki kaki, tapi seperti yang kau lihat kaki monster itu terlalu keras”

__ADS_1


“Mungkin kita bisa melukainya di tubuh bagian atas, bukankah kau tadi bisa menusuknya dari sana?”


Galtier terlihat berpikir sejenak.


“Baiklah, mari kita coba”


Dan dengan begitu Galtier meloncat ke atas monster itu dan mulai menyerang dengan pedangnya.


Zonya yang tidak mau tinggal diam mulai menggambar sesuatu di udara dan dalam sekejap tumbuh kayu-kayu runcing yang langsung menghantam bagian bawah monster itu.


Sepertinya serangan itu sedikit ampuh, tenaga monster itu terlihat berkurang dan dia terlihat kesakitan.


Zonya meneruskan sihirnya dan Galtier meneruskan serangannya, Zonya berlari ke arah monster itu agar lebih dekat dan melempar beberapa bibit yang menempel tepat di kaki monster itu, setelah beberapa saat, bibit-bibit itu meledak.


Setelah meledakkan bibit-bibit itu, Zonya dengan cepat menggambar sesuatu di udara dan dalam sekejap, sebuah kayu berukuran besar tumbuh di bawah monster itu dan menusuknya dengan kuat hingga kayu itu menembus bagian atas laba-laba itu, tentu Galtier sedikit terkejut dengan kemunculan yang tiba-tiba itu sehingga dia melompat turun.


“Apa kau ingin membunuhku?!”


Galtier mengatakan itu sambil mendarat di samping Zonya.


Zonya memilih diam tidak menanggapi Galtier dan berfokus kepada monster itu.


Saat ini monster itu terdiam, Zonya berpikir kalau monster itu akhirnya mati, tapi sepertinya dia tidak ingin memiliki pemikiran seperti itu sebelum memastikannya.


“Gal, Apa monster itu sudah mati?”


Setelah Zonya mengatakan itu, monster itu tiba-tiba mengeluarkan lendir dari mulutnya, ketika lendir-lendir itu berhasil menyentuh tanah, dengan cepat lendir itu berubah bentuk menjadi laba-labar besar seukuran manusia dewasa, Galtier yang sudah dapat merasakan kalau pertarungan ini akan menjadi pertarungan yang merepotkan mulai mengangkat pedangnya dan dengan cepat menebas laba-laba itu yang jumlahnya semakin bertambah dengan cepat.


Untungnya, laba-laba itu dapat dengan mudah dikalahkan oleh Galtier, cukup hanya melayangkan 1 kali tebasan dan laba-laba itu sudah terbelah menjadi 2, Zonya ingin membantu tapi saat ini dia tidak bisa berbuat banyak karena Mananya yang sudah hampir habis.


“Jika kita meneruskan ini, aku rasa kita akan dimakan oleh laba-laba itu”


Galtier berkata seperti itu sambil membelah laba-laba yang ada di sekitarnya, seberapa cepat Galtier membelah laba-laba itu, jumlah laba-laba itu tidak berkurang sama sekali, laba-laba itu terus terbentuk dengan cepat melebihi kecepatan Galtier membunuh mereka.


Galtier bergerak mundur ke arah Zonya untuk memikirkan sesuatu, dia sadar kalau apa yang dia lakukan hanyalah membuang-buang tenaga, jadi sekarang dia memikirkan sebuah taktik baru yang lebih efektif.


Melihat monster laba-laba induk yang terdiam tak bergeming itu membuat ide muncul di kepala Galtier, laba-laba itu terlihat tidak bertenaga dan terlihat seperti sekarat, membuat Galtier yakin untuk mengeluarkan salah satu teknik andalannya.


Tapi tentu, teknik andalannya seorang diri tidak bisa diandalkan untuk menyelesaikan masalah ini.


“Class 4, aku berpikir kalau monster laba-laba itu sedang sekarat”


 


 


Zonya menatap monster induk yang diam tak bergeming itu.


“Jebakan atau tidak, faktanya sekarang dia terdiam lebih tenang dari sebelumnya, kita bisa memanfaatkan ini untuk menyerang monster itu dan mengakhiri ini semua”


Galtier membuat pose siap untuk menyerang kapan pun.


“Tapi, aku perlu bantuan mu”


“Oh? Kau perlu bantuan dari Class 4?”


“Kau harus merapalkan sihir penguat kepada ku dan aku akan menyerangnya dengan salah satu serangan andalan ku”


“Serangan andalan…”


Zonya terlihat mengingat sesuatu.


“Aku mengerti”


Setelah mengatakan itu, Zonya menggambar sesuatu dengan kedua tangannya di udara, setelah selesai, gambaran yang terbentuk di udara itu bergerak menuju Galtier dan menempel di bajunya.


Galtier yang merasa dirinya sudah bertambah kuat mulai memejamkan mata untuk memfokuskan diri.


Tubuhnya mulai mengeluarkan cahaya kuning secara samar, tapi berbeda dengan pedangnnya yang mengeluarkan cahaya merah redup.


Setelah beberapa saat cahaya itu muncul, tiba-tiba muncul Galtier lain di samping kiri dan kanannya, seolah-olah Galtier yang baru muncul itu adalah duplikat dari Galtier yang asli.


Setelah muncul 2 bayangan itu, Galtier membuka matanya dan langsung melesat ke arah monster induk itu dengan kecepatan yang tidak bisa lagi Zonya lihat.


Itu semua terjadi dalam sekejap, monster-monster yang tadinya mengerubungi Zonya dan Galtier semua terbelah menjadi 2 hanya dalam 1 kali kedipan mata.


Dan laba-laba induknya saat ini terluka sangat berat, lebih berati dari sebelumnya, di tubuh laba-laba itu terdapat sebuah sayatan yang cukup dalam, cukup dalam sebenarnya untuk membelah bagian tubuh laba-laba itu menjadi 2.


Setelah beberapa detik, Galtier tiba-tiba kembali seorang diri lalu menyandarkan dirinya pada pedang yang dia tancapkan ke dalam tanah, dia menggunakan pedang itu sebagai tumpuan tangannya untuk membantu dia berdiri.


“Apa kau baik-baik saja?”


Galtier terlihat sangat kelelahan, nafasnya tidak beraturan dan dia terlihat dapat terjatuh kapan saja, untungnya kondisi Zonya tidak seburuk Galtier, jadi dia masih bisa membantu menopang tubuhnya.


“Tidak apa.. Lepaskan aku.. Sedikit istirahat akan.. Membantu”


Zonya pun melepaskan Galtier dan membiarkannya berdiri dengan bantuan pedangnya yang tertancap di tanah.


Monster itu tidak bergerak semenjak Galtier kembali, lendirnya berhenti keluar dan Galtier sangat yakin kalau laba-laba itu akhirnya sudah mati.


“Apakah.. Kita menang?”

__ADS_1


Zonya melihat monster laba-laba itu yang diam tidak bergerak.


“Aku.. Rasa begitu..”


Galtier mengatakan itu sambil melihat ke bawah, tubuhnya bersandar pada pedang yang tertancap di atas tanah dan nafasnya masih tidak beraturan.


“Aku rasa aku akan membantu mu pergi, kita akan laporkan ini kepada Asosiasi, aku akan menghu-”


Belum selesai berbicara, Zonya tiba-tiba merasakan kehadiran orang lain dan segera menemukan keberadaanya.


Orang itu berdiri di atas mayat monster laba-laba itu, dia memakai jubah hitam dan memakai topeng.


“The.. Fingers…”


Galtier mengatakan itu sambil melihat orang itu dengan waspada.


“Begitu rupanya, monster class 6 dapat dikalahkan oleh 2 orang class 5, benar-benar sebuah informasi yang sangat membantu”


Orang itu berkata dengan suara yang aneh, suara nya seperti menggema dan rusak, uniknya, walaupun dengan keanehan itu, apa yang dibicarakan oleh orang bertopeng itu masih bisa dipahami oleh Zonya dan Galtier.


“Aku rasa aku harus mengucapkan terima kasih kepada kalian, para class 5, yang sudah mau membantu kami untuk melancarkan penelitian ini”


Orang itu sedikit membungkukkan badan ke arah Zonya dan Galtier setelah mengatakan itu.


Zonya dan Galtier sangat tau kalau ini adalah situasi yang buruk, mereka tidak punya banyak Mana untuk bertarung dan tenaga mereka sudah habis, Zonya dan Galtier merasa bahwa orang yang berdiri di atas mayat monster itu bukanlah anggota The Fingers biasa yang itu artinya situasi saat ini benar-benar sangat buruk, tidak ada anggota The Fingers yang sangat berani seperti ini selain pemimpin mereka, 10 Fingers.


“Walaupun aku sangat berterima kasih kepada kalian yang sudah membantu kami dalam penelitian ini, tapi maafkan aku, bisakah kalian membantu kami sekali lagi?”


Tepat setelah dia berkata seperti itu, sebuah cahaya berwarna hijau menyelimuti monster laba-laba itu, secara perlahan tapi pasti, luka-luka yang ada di tubuhnya mulai membaik dan monster laba-laba itu mulai memperlihatkan tanda-tanda kehidupan.


Zonya mengerti ini adalah situasi yang sangat buruk, mereka tidak bisa bertarung lagi dengan monster itu, mereka tidak punya lagi Mana ataupun tenaga yang dibutuhkan untuk melanjutkan pertarungan mereka.


“Oh jangan khawatir dengan teman-teman mu, kami sudah mengurusnya”


Zonya dan Galtier terkejut mendengar pernyataan orang itu.


“Apa yang kau lakukan kepada mereka?!”


Zonya berkata seperti itu dengan nada yang tinggi.


“Oh.. Tidak baik berbicara seperti itu, bukankah kalian harus menghemat tenaga kalian untuk pertarungan selanjutnya?”


Orang bertopeng itu diam sejenak, tapi entah mengapa Zonya dapat merasakan kalau dia sedang tersenyum di balik topengnya.


“Tenang saja, teman-teman kalian sangat membantu dalam penelitian kami, mereka dalam kondisi baik”


Zonya dan Galtier merasa kalau makna yang dikatakan orang itu bermakna terbalik.


Zonya dengan cepat memikirkan cara untuk lari dari tempat ini, jika ini terus berlanjut, maka monster itu akan sepenuhnya hidup kembali dan situasi akan menjadi lebih buruk dari sebelumnya, jika dilihat dari apa yang dikatakan orang itu, seharusnya class 5 yang lain juga dalam kondisi yang sama seperti Zonya dan Galtier, kelelahan dan kehabisan Mana, Zonya mulai mengerti kenapa dari tadi tidak ada satu orang pun yang datang selain Galtier untuk membantunya, entah apa yang terjadi pada class 5 yang lain, Zonya hanya bisa membayangkan mereka melalui kesulitan yang sama dengannya.


Tiba-tiba, Zonya teringat dengan salah satu sihirnya, sihir itu dapat mengeluarkan dia dari tempat ini, dan juga dapat mengeluarkan semua anggota class 5 lain yang berada di dalam hutan ini.


Tapi, sihir itu memakan banyak Mana dan Mana Zonya yang sekarang sangat tidak cukup untuk mengaktifkan sihir itu.


Setidaknya itulah yang dia pikirkan sebelum akhirnya teringat dengan obat yang diberikan Junta, obat itu masih tersisa sedikit, tapi sepertinya itu sudah cukup untuk membantu Zonya mengaktifkan sihir itu, Zonya dan mulai berdiri dan mulai mengaktifkan sihirnya  untuk menemukan keberadaan class 5 yang lain, setelah sihir itu aktif, Zonya menyentuh pohon yang ada di sampingnya agar bisa lebih cepat menemukan kawan-kawannya.


“Kau ingin kami bertarung lagi? Baiklah!”


 


 


Setelah mengatakan itu Zonya mengambil botol hitam kecil dari balik jubahnya dan dengan cepat meminumnya.


“Oh.. Kau terlihat sangat semangat, bagus, monster ini akan bangkit sebentar lagi, aku harap kalian bisa membantu penelitian kami sekali lagi”


“Penelitian ya.. Penelitian apa yang kalian maksud sebenarnya?”


Zonya berusaha mengulur waktu, obat itu perlu waktu untuk bekerja dan sihirnya masih belum bisa menemukan class 5 yang lain, setidaknya tipu muslihat Zonya berhasil, sepertinya orang itu percaya dengan tipuan yang Zonya buat yaitu Zonya siap bertarung lagi dan apa yang dia minum tadi adalah untuk membantunya dalam pertarungan.


“Sebuah penelitian suci untuk kebangkitan Zokavia, waktunya semakin medekat”


Zonya sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh orang bertopeng itu, tapi setidaknya hal ini bisa digunakan untuk mengulur waktu.


“Zokavia ya, dan kapan itu akan terjadi?”


“Sebentar lagi.. Waktu untuk kebangkitan Zokavia semakin medekat”


Setelah berusaha semaksimal mungkin, Zonya akhirnya berhasil menemukan lokasi seluruh class 5 yang ada di dalam hutan ini.


Tidak perlu waktu lama Zonya segera mengaktifkan sihir teleportasi miliknya.


“Oh.. Sangat bersemangat untuk melawan laba-laba ini lagi?”


Tubuh Zonya sekarang mengeluarkan sinar redup berwarna keunguan, tentu itu hanyalah tipu muslihat untuk mengelabui orang bertopeng itu, Zonya melakukan ini agar seolah-olah dia siap bertarung dan orang bertopeng itu tidak menaruh curiga padanya, untungnya kondisi Zonya tidak separah Galtier yang sekarang hanya bisa terdiam bersandar di pedangnya karena kelelahan, berkat kondisi yang terlihat baik-baik saja ini tipu muslihat Zonya bisa mengelabuhi orang itu.


Setelah beberapa saat, sihir itu akhirnya siap untuk dijalalankan dan dalam hati Zonya berkata.


  Force Teleportation!


Dan dalam sekejap, Zonya dan Galtier sudah menghilang dari tempat mereka.

__ADS_1


__ADS_2