Junta & Dunia Sihir

Junta & Dunia Sihir
#14 Kou


__ADS_3

“Aku sudah menunggu mu, Kakak”


Raut wajah wanita berambut merah itu terlihat sangat senang ketika melihat Junta.


“Kou….”


Di sisi lain, Junta tidak terlihat begitu senang, ada ekspresi khawatir dan sedikit serius terukir di mukanya.


“Bisa aku minta waktu Kakak sebentar?”


Kou mengatakan itu sambil menunjuk ke arah pintu masuk ruangan, Junta yang mengerti maksud Kou langsung mengangguk dan meninggalkan Yui dengan Virda berdua di dalam ruangan.


Setelah cukup jauh berjalan dari ruang ekstrakurikuler mengikuti Kou, Junta akhirnya sampai di lantai paling bawah, dekat dengan pintu masuk gedung, di sana lah Kou berhenti berjalan dan berbalik untuk melihat wajah Kakaknya.


“Baiklah, sebenarnya aku ingin mengatakan ‘lama tidak berjumpa Kou’ tapi sepertinya aku harus menahan kalimat itu”


“Aku juga tidak ingin bertemu dengan mu di situasi seperti ini Kakak, tapi seperti yang kau tau tentang perjanjian kita di awal, aku tidak akan menemui Kakak sampai waktu yang ditentukan telah tiba”


Kou berhenti sejenak lalu melanjutkan.


“Kecuali dalam keadaan darurat atau ada situasi yang sangat penting”


“Kau masih mengingat perjanjian itu, dan waktu yang kita tentukan sebenarnya belum tiba, dan sekarang, kau datang menemui ku di sini, ada masalah apa Kou?”


“Sebenarnya aku tidak ingin membahas hal ini di sini Kakak, bagaimana kalau kita membahas ini di kedai Paman Ji?”


“Baiklah, aku akan menemui mu segera setelah aku selesai dengan kegiatan ku yang ada di sini”


“Bagus, kalau begitu aku akan pergi dulu ke kedai Paman Ji”


Junta mengangguk menandakan bahwa dia mengizinkan Kou untuk pergi, Kou yang mengerti maksud dari Kakaknya hanya bisa tersenyum dan pergi meninggalkan Junta.


Setelah Kou pergi, Junta kembali ke ruangan ekstrakurikuler yang dia ikuti, di sana, Yui dan Virda sudah duduk dan terlihat membicarakan sesuatu.


“Oh Junta, kau sudah kembali”


“Maaf jika kejadian tadi mengganggu kalian”


“Ah tidak apa Junta, Aku dan Virda sama sekali tidak ada masalah dengan hal itu”


“Jadi… Apa yang akan kita lakukan hari ini?”


“Seperti biasa Manusia Biru, kita melakukan hal seperti yang biasa kita lakukan”


Tepat setelah Virda mengatakan itu, smartphone milik Yui bergetar dua kali.


“Apa itu masalah mayat putih Yui?”


Yui membuka smartphone nya dengan gerakan yang sangat cepat, lalu dia berkata.


“Ya.. Masih ada banyak orang yang mendiskusikan masalah ini”


“Masalah ini sudah menyebar terlalu luas, masyarakat terlalu paranoid dengan masalah ini”


“Tapi Virda, masalahnya, kedua mayat ilmuwan ini memiliki kecocokan dengan kejadian saat monster menyerang kota ini dulu”


“Aku tau Yui, tapi bagaimana jika ada seseorang yang sengaja berbuat seperti itu hanya untuk menyebabkan kekacauan? Bagaimana jika ada orang yang ingin membuat masyarakat panik dengan cara membuat kejadian itu sedemikian rupa agar terlihat seperti apa yang terjadi di masa lalu”


“Virda benar Yui, seperti yang pernah aku katakan kepada mu, bukti bahwa kedua ilmuwan itu meninggal dikarenakan mereka dibunuh oleh para monster masih tidak bisa ditemukan”


“Kalian benar, tapi apakah salah jika kita merasa takut?”


“Tidak, itu tidak salah Yui, hanya saja jangan sampai ketakutan mu menguasai mu sehingga kau menjadi paranoid”


“Aku tidak terlalu suka mengatakan ini tapi apa yang dikatakan Manusia Biru itu benar, jika ketakutan ini terus tersebar, maka kekacauan tinggal masalah waktu saja”


“Lalu apa yang harus aku lakukan?”


“Kau cukup menenangkan diri mu saja Yui, coba lah untuk menengahi diskusi-diskusi seperti yang kau jalani saat ini, coba lah untuk meyakinkan mereka bahwa semua baik-baik saja, aku tidak melarang mu untuk merasa takut, hanya saja jangan sampai ketakutan mu itu kau sebar sehingga kau membuat orang lain semakin merasa takut.”


“Akan aku coba…”


Setelah menjawab perkataan Junta, Yui segera mengetik sesuatu dengan cepat di layar smartphone nya, lalu setelah selesai, dia menaruh smartphone nya kembali di atas meja.


“Jadi Virda, mari kita lanjutkan percakapan kita tadi”


“Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan Yui, aku menganggap ini semua hanyalah hasil dari kejahilan seseorang, tidak ada yang perlu dikhawatirkan”


Tepat setelah Virda mengatakan itu, smartphone milik Yui berdering kembali, pada akhirnya kegiatan ekstrakurikuler hari ini sama seperti hari-hari biasanya, hanya saja tidak ada tamu hari ini, waktu berlalu dengan cepat dan waktu pulang telah tiba, Junta langsung pergi menuju kedai Paman Ji setelah dia mengucapkan salam perpisahan kepada Yui di depan gerbang sekolah.


Di kedai Paman Ji, Kou sudah menunggu di meja nomor 1, memang kedai milik Paman Ji ini tidak terlalu besar, dan sejak dulu, meja nomor 1 adalah meja favorit keluarga Junta, Kou masih menunggu dengan seragam sekolahnya, yaitu berupa baju lengan panjang berwarna putih polos yang ditemani oleh rompi berwarna hitam, sebuah pita merah berbentuk kupu-kupu yang terletak di sekitar lehernya juga terlihat cocok dengan penampilan Kou, ditambah roknya yang berwarna merah membuat seragam putih hitam nya terlihat mencolok.


Saat Junta duduk tepat di depannya, Kou meletakkan segelas jus jeruk yang baru saja dia minum.


“Paman Ji masih pergi, dia akan kembali secepatnya”


“Tidak apa, aku tidak lapar atau pun haus”


Tepat setelah Junta mengatakan itu, Paman Ji tiba-tiba datang entah dari mana.


“Ah Junta kau sudah datang, sebentar, aku akan membuatkan mu minuman”


Setelah mengatakan itu, Paman Ji berlari menuju dapur dan segera menyiapkan minuman untuk Junta.


“Jadi Kou, ada hal penting apa yang membuat mu harus bertemu dengan ku?”


“Baiklah, aku rasa sudah waktunya kita mulai pembicaraan ini, sebenarnya ada dua hal yang membuat ku harus bertemu dengan Kakak”


“Katakan”

__ADS_1


“Yang pertama, Kakak pasti tau dengan kematian kedua ilmuwan yang sedang hangat diperbincangkan kan?”


“Yap, aku melihat tempat kejadiannya juga, ada apa?”


“Aku memang tidak bisa mengambil sampel darah mereka, tapi aku cukup yakin, bahwa kemungkinan mereka meninggal dikarenakan dibunuh oleh para monster sebesar 70%”


“Tidak mungkin!”


Junta menghantam meja nomor 1 itu dengan sangat kuat, sehingga suara dentuman dapat terdengar hampir di seluruh penjuru kedai, untungnya kedai Paman Ji masih sepi seperti biasanya.


“Apa kau meragukan ku Kakak?”


Seketika Junta terdiam setelah mendengar respon dari adik perempuannya.


“Sama sekali tidak Kou, tapi aku masih tidak yakin dengan ini”


“Aku tidak mengatakan mereka 100% dibunuh oleh para monster Kakak, aku hanya mengumpulkan informasi sebanyak yang aku bisa, dan aku sampai pada kesimpulan seperti itu”


“Apa ini berarti para monster akan menyerang kota ini kembali?”


“Aku tidak tau, pertama-tama mari kita ingat dulu kenapa tubuh korban yang dibunuh oleh para monster berwarna putih”


“Bukankah itu karena racun mematikan yang ada di dalam tubuh para monster?”


“Tepat, racun itu mematikan bagi mereka yang tidak mempunyai Mana seperti kita, dengan kata lain, racun itu mematikan bagi mereka yang bukan penyihir”


“Lalu apa yang ingin kau coba katakan?”


“Aku ingin mengatakan bahwa mungkin saja, ada seseorang yang mengambil sampel racun milik para monster di masa lalu, lalu dia melipat gandakan racun itu”


“Maksud mu kedua ilmuwan itu meninggal karena mereka disuntik dengan sebuah racun?”


“Tepat, itu adalah salah satu kemungkinan nya, aku tidak bisa bilang secara pasti bahwa para monster akan kembali menyerang.. Tapi sebaiknya kita memasukkan kasus ini dalam daftar kasus yang harus diwaspadai”


Setelah Kou mengatakan itu, Paman Ji datang membawa 3 gelas jus jeruk dan meletakkannya di atas meja, setelah meletakkan gelas-gelas itu, Paman Ji duduk di samping Junta.


“Kou.. Kau menemui Kakak mu di waktu seperti ini.. Apa ada hal yang gawat?”


“Tidak terlalu Paman Ji, ini tentang mayat kedua ilmuwan itu”


“Ah.. Kedua mayat itu, memangnya ada masalah apa Kou?”


“Aku memperkirakan bahwa mereka meninggal dikarenakan tubuh mereka tidak bisa menahan racun yang dimiliki oleh para monster”


Paman Ji membuat raut wajah terkejut ketika Kou mengatakan itu.


“Jadi.. Apakah kita akan kembali ke masa lalu? Kita akan diserang kembali?”


“Aku tidak bisa mengatakan itu, saat ini yang aku tau, kemungkinan mereka meninggal karena dibunuh oleh para monster hanya sebesar 70%, tapi lebih baik kita waspada”


Setelah Paman Ji mendengar jawaban dari Kou, Paman Ji sedikit menundukkan kepalanya, dia terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.


Kou meminum jus jeruk nya sebelum dia melanjutkan pembicaraan.


“Ini adalah hal yang paling penting, lebih penting daripada kedua mayat itu, ini lah alasan utama ku menemui Kakak hari ini”


Raut wajah Kou berubah menjadi sangat serius, seolah-olah dia akan menyampaikan sesuatu yang menyangkut keselamatan dunia.


“Apa Kakak ingat dengan apa yang dikatakan Ayah dulu? Bahwa dunia sihir itu luas?”


“Aku masih mengingatnya, Ayah selalu mengatakan itu setelah selesai latihan, kenapa memangnya?”


“Aku menemukan sesuatu yang menarik”


“Apa itu?”


“Aku menemukan bahwa ada dunia lain yang bisa kita masuki dengan kekuatan sihir kita saat ini”


Junta sedikit bingung dengan apa yang dijelaskan Kou, semua orang dapat mengetahui itu karena raut wajah Junta benar-benar seperti orang yang tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.


“Kou, apa maksud mu?”


“Apa ada yang perlu aku jelaskan lagi? Aku membicarakan tentang dunia lain Kakak, sebuah alam kehidupan yang berbeda dari kita”


Junta masih bingung dengan penjelasan Kou, tapi dia bisa mengambil kesimpulan secara garis besar dan berkata.


“Lalu? Kenapa informasi ini penting?”


“Tentu saja karena kita harus masuk ke sana, mungkin saja kita bisa menemukan sebuah informasi yang berkaitan dengan pembunuhan kedua orang tua kita”


“Kou, jika memang benar dunia yang kau katakan adalah dunia lain, bagaimana bisa, kematian kedua orang tua kita ada kaitannya dengan dunia yang bahkan kita tidak tau ada atau tidaknya?”


“Kakak, apa kau tidak merasa aneh? Setiap kali kita selesai latihan dengan Ayah, dia selalu menyinggung tentang bagaimana luasnya dunia sihir, aku pikir Ayah ingin kita menemukan arti dari perkataan itu”


“Kou, Ayah mengatakan itu agar kita tetap waspada dan tidak sombong, aku pikir itu sama saja dengan istilah ‘di atas langit masih ada langit’.“


“Lalu bagaimana dengan perkataan Ibu? Ibu selalu mengatakan kepada kita untuk menjelajahi dunia sihir yang luas itu”


“Mungkin Ibu hanya menginginkan kita untuk belajar lebih banyak sihir”


“Kakak, kenapa kau terlihat sangat menentang ku?”


“Aku tidak menentang mu Kou, hanya saja… Jika memang dunia lain ini ada, aku ragu apa manfaatnya bagi kita jika kita masuk ke dalam dunia itu, yang kita bicarakan adalah dunia lain kan? Ini berarti seluruh ilmu pengetahuan kita akan menjadi hal yang tidak berguna di dunia itu”


“Aku tau itu Kakak, aku mengerti apa yang kau bicarakan, tapi, yang ingin aku katakan adalah setidaknya kita bisa mencoba nya, maksud ku, ke mana lagi kita harus mencari petunjuk tentang pembunuhan orang tua kita? Sudah berapa tahun kita mencari tapi tidak menemukan apa-apa? Apa tidak terlintas di pikiran Kakak kalau bisa saja pembunuh itu sudah tidak ada lagi di dunia ini?”


“Aku mengerti maksud mu Kou, kata ‘tidak ada lagi di dunia ini’ memang bisa diartikan sebagai kematian, tapi jika memang ada dunia lain…”


“Tepat, pembunuh orang tua kita bisa saja berasal dari dunia lain”

__ADS_1


“Entahlah Kou... Ide ini terlalu gila, resiko dan manfaatnya tidak seimbang..”


“Aku mengerti Kakak, tapi seperti yang aku bilang tadi, kita tidak bisa mengalami kemajuan jika terus mencari di satu tempat yang sama, ketika kita kehilangan suatu barang, tentu kita tidak hanya mencari di tempat itu kan? Kita pasti mencarinya di tempat lain”


“Hmmmmmm”


Junta memejamkan matanya dan melipat kedua tangannya di dada, dia terlihat seperti orang yang bingung harus memutuskan apa di situasi yang penting seperti saat ini.


“Aku percaya kau pasti sudah memiliki informasi tentang dunia itu kan?”


“Tentu saja”


“Jadi, apa yang ingin kau katakan adalah, kita harus mencoba masuk ke dunia itu dan mencari informasi di sana, benar?”


“Tepat”


“Paman Ji, apa pendapat mu tentang ini?”


Paman Ji yang dari tadi hanya diam melihat jalannya pembicaraan mulai membuka mulutnya untuk berbicara.


“Menurut ku… Kau tau yang terbaik Junta, maksud ku… Masuk ke dunia itu atau mengabaikannya.. Semua memiliki kekurangannya masing-masing”


“Hmm”


“Kakak, ini adalah kesempatan kita untuk mencari lebih jauh petunjuk tentang pembunuh kedua orang tua kita, dan juga, kita mungkin bisa belajar hal baru yang dapat kita gunakan untuk melawan si pembunuh itu”


“Argumen mu susah untuk dibantah… Baiklah, aku setuju dengan rencana mu, aku rasa kita akan baik-baik saja di sana selama kita tetap berhati-hati, jadi, kapan kita akan berangkat ke sana? Dan berapa lama kita akan berada di dunia itu?”


“Hari ini, dan hanya cukup beberapa jam”


“Hari ini? Kau benar-benar sudah mengetahui banyak hal tentang dunia itu ya Kou..”


“Aku adalah seorang informan di keluarga kita, aku ahli dalam hal mencari informasi, apa Kakak lupa?”


“Tentu tidak, itu lah bakat mu sejak kecil, dan apa maksud mu kita hanya berada di sana selama beberapa jam?”


“Untuk saat ini aku hanya ingin mencoba masuk ke dalam dunia itu, lalu melihat-lihat sekitar dan kembali”


“Begitu ya, survei lapangan”


“Tepat, aku perlu memastikan keadaan aslinya dengan informasi yang aku punya”


“Baiklah, jam berapa kita akan mulai?”


Kou melihat jam dinding yang berada di belakangnya.


“Sekarang sudah tidak terasa pukul 19.10, bagaimana kalau kita berangkat sekarang? Kunci agar bisa pergi ke dunia itu adalah bulan purnama, dan sekarang bulan purnama itu pasti sudah muncul di langit malam”


“Aku mengerti, kalau begitu, bagaimana kita bisa berangkat ke sana?”


“Kakak cukup membantu ku dengan Mana milik Kakak, aku yang akan membuka gerbangnya”


“Dan… Di mana kita akan melakukan itu?”


“Bagaimana dengan taman yang ada di dekat sini? Taman itu selalu sepi ketika malam hari kan?”


“Kau benar, jika diingat-ingat lagi.. Taman itu selalu sepi ketika malam tiba, dan hal itu sudah terjadi semenjak kita masih kecil…”


“Kalau begitu ayo kita berangkat Kakak!”


Kou berdiri dan segera pergi meninggalkan kedai, Junta menyusulnya setelah berpamitan dengan Paman Ji yang masih terlihat khawatir dengan nasib mereka berdua, Paman Ji hanya berpesan kepada Junta untuk berhati-hati dan jangan bertindak bodoh, setelah Junta mengangguk menandakan dia paham dengan apa yang dikatakan Paman Ji, Junta pergi meninggalkan kedai untuk menyusul Kou yang sudah pergi duluan.


Taman yang dibicarakan Kou dan Junta sebenarnya terletak tidak jauh dari kedai Paman Ji, mungkin hanya butuh sekitar 5 menit perjalanan, setelah sampai di taman itu, Junta dan Kou melihat situasi di sekitar mereka.


“Bagus, masih sepi seperti biasanya”


“Jadi… Kita mulai sekarang Kou?”


Kou melihat ke atas, ke arah langit malam yang dihiasi oleh bintang-bintang yang bersinar terang, setelah Kou melihat bulan purnama bersinar terang di langit malam, Kou mengisyaratkan kepada Kakaknya untuk bergerak ke tengah-tengah taman dan berdiri di sana.


“Aku rasa waktu dan tempatnya sudah pas, kita bisa mulai”


“Apa yang harus aku lakukan Kou?”


“Kakak cukup memegang kedua tangan ku, dan fokus mengalirkan Mana milik Kakak kepada ku”


Setelah mengatakan itu, Kou menjulurkan kedua tangannya, setelah itu Junta memegang kedua tangan Kou seperti yang diperintahkan.


Setelah Junta memegang kedua tangan Kou, Kou memejamkan kedua matanya, keadaan menjadi sepi setelah Kou memejamkan matanya, hanya suara hembusan angin dan beberapa binatang malam yang menemani Junta di tengah-tengah kesepian itu.


Tepat setelah Junta mendengar suara sebuah jangkrik, tiba-tiba keadaan menjadi sunyi, benar-benar sunyi tanpa suara, seolah-olah telinga Junta di tutupi oleh sesuatu sehingga dia tidak bisa mendengar apa-apa.


Perlahan setelah kesunyian itu menyelimuti Junta dan Kou, angin berhembus menerpa mereka berdua, angin itu berhembus cukup kencang hingga bisa membuat rambut indah milik Kou berantakan.


Junta merasakan ada sesuatu yang tidak beres, oleh karena itu dia bertanya kepada Kou.


“Kou, apa semua baik-baik saja?”


Kou tidak menjawab pertanyaan Junta, dia tetap memejamkan matanya dan diam dengan tenang.


Angin berhembus semakin kencang, cukup kencang untuk dapat sedikit menggeser bangku kayu yang ada di taman, bintang-bintang yang ada di  langit mulai tidak terlihat karena ditutupi oleh awan hitam yang datang entah dari mana.


Tidak lama setelah awan hitam itu menutupi indahnya langit malam, Kou yang dari tadi diam seperti patung mulai membuka mulutnya dan berkata.


“Kakak kita akan akan berpindah dunia sekarang! Pegang tangan ku erat-erat!”


Tepat setelah Kou mengatakan itu, sebuah cahaya putih yang menyilaukan mata datang entah dari mana, setelah cahaya itu pergi, situasi dan kondisi yang ada di taman itu kembali menjadi normal, tidak ada lagi angin yang berhembus kencang atau pun langit yang ditutupi oleh awan hitam, semua kembali normal dan tidak ada keanehan.


Kecuali, ada satu hal yang aneh.

__ADS_1


Yaitu hilangnya Junta dan Kou dari taman itu.


__ADS_2