Junta & Dunia Sihir

Junta & Dunia Sihir
#28 Hutan Sorz


__ADS_3

“Junta, aku akan bertanya sekali lagi pada mu, apakah kau benar-benar yakin akan masuk ke dalam hutan Sorz?”


“Aku tidak memaksamu untuk iku Zonya”


“Kakak benar, kami tidak memaksamu sama sekali, jika kau tidak ingin ikut maka lebih baik kau berjaga di desa”


“Aku tidak ingin mengemban rasa bersalah karena memebiarkan 2 orang class 0 masuk ke dalam sana…”


Di hadapan Junta, Kou dan Zonya, ada sebuah hutan yang ditumbuhi oleh pohon-pohon yang tinggi dan besar, hutan itu sangat lebat sehingga cahaya matahari tidak bisa sepenuhnya masuk ke dalam sana.


Setelah mengeluarkan 2 buah biji tumbuhan, Zonya mulai menggali 2 lubang yang lumayan dalam dan memasukkan 2 biji itu ke 2 lubang yang berbeda.


“Apa yang kau lakukan?”


“Hanya untuk berjaga-jaga Junta”


Hanya butuh waktu beberapa detik saja dan biji tumbuhan yang ditanam oleh Zonya mulai tumbuh menjadi tanaman yang berduri, ada yang tumbuh menjadi bunga berwarna ungu, ada yang menjadi tumbuhan berduri biasa tanpa bunga.


“Jadi…. Apa ini?”


“Tumbuhan yang memiliki bunga ini adalah salah satu sihir yang baru saja aku ciptakan, sihir ini akan menembakkan semacam sihir peledak ke arah udara dan siapapun anggota Asosiasi yang melihat ledakan itu, pasti akan langsung melapor ke Asosiasi”


“Oh, mirip seperti suar yang biasanya digunakan untuk meminta bantuan”


“Aku tidak tau apa itu suar Kou... Tapi kurang lebih begitu lah cara kerjanya”


“Jadi ketika kau merasa kita dalam bahaya kau akan mengaktifkan sihir itu?”


Zonya terdiam sesaat sambil menatap bunga itu.


“Tidak, sihir ini hanya aktif ketika detak jantung ku mulai melemah”


“Apa? Kenapa kau menciptakan sebuah sihir yang tidak bisa kau aktifkan secara manual?”


“Sebagai class 5 aku sudah melalui banyak hal, dan ada waktunya ketika kau harus melakukan sesuatu tanpa Mana mu”


“Tunggu dulu, jika sihir ini kau rancang agar bisa aktif tanpa menggunakan Mana, apa itu berarti di dalam hutan Sorz kita tidak bisa menggunakan Mana kita?”


“Aku hanya mendengar rumornya Kou, bahwa di dalam hutan Sorz kita tidak bisa menggunakan Mana kita, tapi karena itu hanya rumor maka aku tidak tau apakah itu benar atau tidak”


“Berjaga-jaga bukanlah hal yang menyakitkan”


“Lalu, bagaimana dengan tumbuhan yang satunya?”


“Itu untuk menyerap Mana Kou, tugas tumbuhan itu adalah menyerap Mana yang ada disekitar sini dan memberikannya kepada ku”


“Lalu bagaimana jika rumor itu benar? Bagaimana jika kita tidak bisa menggunakan Mana ketika kita di dalam sana?”


“Seperti yang Junta katakan, berjaga-jaga bukanlah hal yang menyakitkan, itu lah kenapa aku menggunakan 2 sihir ini, jika kita tidak bisa menggunakan Mana kita dan kita dalam keadaan terpojok, maka bunga ini akan aktif”


Zonya berjalan mendekat ke arah hutan sambil berkata.


“Tapi jika kita bisa menggunakan Mana kita, maka mungkin aku bisa menggunakan sihir teleportasi”


“Tunggu dulu! Kau tidak pernah bilang kau bisa menggunakan sihir teleportasi!”


Kou berteriak seperti orang yang merasa dibohongi sambil berjalan mendekat ke arah Zonya.


“Aku memang tidak ingin menggunakan sihir ini karena Mana yang dibutuhkan terlalu besar untuk ku”


“Ku rasa kurang lebih kita sudah memiliki rencana”


Junta mengatakan itu sambil berjalan mendekat ke arah Kou dan Zonya.


“Jadi, apa kalian siap?”


“Aku siap kapanpun Kakak”


“Aku rasa aku sudah melakukan semua hal yang dibutuhkan”


“Baiklah”


Junta mulai berjalan masuk ke dalam hutan Sorz yang lebat diikuti oleh Kou dan Zonya.


Setelah sekitar 5 langkah berjalan masuk ke dalam hutan Sorz, tiba-tiba Junta, Kou dan Zonya disambut dengan sebuah kabut yang sangat tebal.


“Ini tidak bagus, kita harus keluar dari sini selagi kita belum masuk terlalu jauh dan mulai menyusun rencana baru”


Kou dan Junta merasa kalau apa yang dikatakan Zonya benar, jadi mereka secara serentak melangkah mundur ke belakang.


Tapi, walaupun sudah 15 langkah mereka mundur, mereka tetap berada di dalam hutan.


“Sial”


Zonya berhenti dan mengatakan itu.


“Kabut ini terlalu tebal, aku bahkan hampir tidak bisa melihat Zonya yang ada dibelakang mu Kou, bisakah kau melakukan sesuatu?”


“Aku tidak tau Kakak.. Mungkin kita bisa menghempaskan kabut ini?”


“Kau bisa melakukannya?”


“Tapi aku butuh bantuan Kakak”


“Baiklah”


Kou berjalan mendekat ke arah Junta dan memegang tangannya.


Tepat setelah Kou memegang tangan Kakaknya, angin kencang berhembus menerpa mereka.


Tapi sayangnya, angin kencang itu tidak bisa menghilangkan kabut yang menutupi pandangan mereka.


“Hmm aku merasa sedikit kesusahan dalam mengeluarkan Mana ku untuk membuat angin tadi..”


“Zonya, bisakah kau menggunakan sihir teleportasi mu?”


“Akan aku coba”


Zonya menggandeng tangan Junta dan Kou, setelah itu dia mengucapkan sesuatu yang tidak dimengerti Junta, seiring dengan perkataan yang tidak jelas itu, muncul lingkaran sihir berwarna hijau di bawah mereka, tapi lingkaran itu pecah dan di saat yang bersamaan Zonya tiba-tiba lemas dan hampir terjatuh.


“Apa kau baik-baik saja Zonya?”


“Tidak apa.. Apa yang dikatakan Kou benar, sepertinya hutan ini menganggu sistem Mana yang ada di tubuh kita sehingga kita kesusahan dalam menggunakan sihir”


“Kou, apa kau merasakan sesuatu tentang kabut ini?”


“Aku tidak merasakan apapun Kakak..”


“Ini gawat, kabut ini terlalu tebal dan kita tidak pernah tahu apa yang ada di sekitar kita”


“Kita tidak bisa keluar walaupun kita baru masuk beberapa langkah, satu-satunya jalan adalah berjalan ke depan sampai kita menemukan jalan keluar”


“Zonya benar, kita tidak punya pilihan lagi”


“Baiklah, kita akan berjalan berdekatan, Aku akan berada di depan, dan Zonya menjaga bagian belakang”


Junta, Kou dan Zonya mulai melangkahkan kaki mereka secara perlahan, mereka berjalan mirip seperti orang yang mengendap-ngendap.


Hal ini dikarenakan kabut tebal yang menyelimuti mereka, bahkan Junta hampir tidak bisa melihat beberapa pohon yang terletak tidak jauh darinya.


Sambil berjalan menelusuri kabut itu, Junta melihat sekelilingnya, walaupun kabut tebal itu benar-benar mennganggu, Junta harus tetap melihat sekelilingnya karena mengerti medan pertarungan adalah hal penting yang selalu ditekankan oleh orang tua Junta.


Sejauh ini Junta tidak mendengar apa-apa selain suara langkah kaki mereka, tidak ada suara binatang atau suara yang mencurigakan.


Hutan ini benar-benar senyap, dan sesuatu yang terlalu sunyi biasanya tidak bagus.


“Kakak”


Kou menarik jubah Junta menandakan bahwa dia ingin Kakaknya berhenti.


“Ada apa? Apa kau merasakan sesuatu yang mencurigakan?”

__ADS_1


“Apakah Kakak merasa kita tidak sedang berputar-putar?”


“Berputar-putar? Tapi kita sama sekali tidak berbelok selama perjalanan ini”


Junta melihat Zonya yang ada di belakang Kou, meskipun Junta tidak bisa melihat Zonya secara jelas, tapi Junta tau kalau Zonya terlihat sedang kebingungan.


“Aku mengerti, aku akan membekukan beberapa pohon sebagai penanda jalan, apakah aku diizinkan?”


“Aku rasa tidak apa”


Kou mulai menyentuh pohon yang ada di sampingnya lalu dengan sekejap pohon itu membeku.


Anehnya, setelah membekukan pohon, Kou terlihat sedikit kelelahan.


“Apa kau tidak apa Kou? Seharusnya membekukan satu pohon tidak akan menjadi masalah kan?”


“Aku tidak apa-apa Kakak… Hanya saja aku merasa seperti habis mengeluarkan sihir keluarga kita..”


Junta yang mengerti maksud Kou mulai memasang wajah curiga dan dengan cepat melihat-lihat apa yang ada disekitarnya.


Apa yang dimaksud oleh Kou adalah sihir murni ciptaan keluarga Rayka.


Atau di dalam manteranya, biasa disebut Family Magic.


Karena sihir itu adalah murni ciptaan keluarga Rayka, maka hanya anggota keluarga Rayka saja yang tahu dan bisa menggunakannya.


Dan Junta sangat mengerti kalau family magic keluarga Rayka bukanlah sihir yang ringan.


Dengan kata lain, sesuatu di dalam hutan ini mempengaruhi Mana Kou sehingga Kou tidak bisa menggunakan Mananya dengan efesien.


“Aku rasa kau tidak perlu membekukan semua pohon yang kita lalui Kou, kau harus menyimpan Mana mu untuk situasi yang lebih genting”


“... Aku mengerti”


Sambil berjalan kembali melalui hutan dengan kabut yang tebal itu, Junta kembali berpikir.


Pertama, Zonya berusaha menggunakan sihir teleportasi, tapi gagal, setelah gagal dia terlihat seperti akan pingsan.


Kedua, Setelah Kou membekukan pohon itu, Kou juga terlihat kelelahan, padahal sihir itu adalah sihir yang sangat ringan bagi Kou.


Junta berpikir, apakah Zonya gagal dalam mengaktifkan sihir teleportasi karena sihir itu terlalu membutuhkan banyak Mana? Dan hutan ini membuat penggunaan Mana menjadi tidak efesien sehingga Mana yang dibutuhkan untuk mengaktifkan sihir teleportasi menjadi lebih banyak dari biasanya?


Itu berarti mereka tidak bisa menggunakan sihir yang terlalu memakan banyak Mana, karena di dalam hutan ini, ada suatu efek yang membuat Mana mereka menjadi tidak efesien sehingga melipatgandakan Mana yang mereka butuhkan untuk mengeluarkan sihir.


Hal ini terbukti dengan sihir pembeku Kou, sihir itu ringan, tapi masih bisa terwujud, walaupun dengan jumlah Mana yang tidak wajar, sedangkan Zonya yang berusaha mengaktifkan sihir teleportasi, yang tentu saja membutuhkan Mana yang tidak sedikit, gagal dalam mengaktifkan sihir itu.


Jika apa yang dipikirkan oleh Junta ini benar, berarti mereka tidak bisa menggunakan sihir-sihir besar yang membutuhkan banyak Mana, sehingga kemampuan bertarung mereka benar-benar terbatas dalam hutan ini.


Junta ingin mencobanya sendiri untuk membuktikan apakah dia benar atau salah, tapi entah mengapa dia tidak bisa memikirkan suatu sihir yang tidak melibatkan elemennya yaitu api.


Tentu saja Junta tidak ingin membakar hutan ini, karena berada di dalam hutan yang terbakar jauh lebih berbahaya dari pada di dalam hutan yang diselimuti kabut tebal.


Selagi berpikir apa yang bisa Junta lakukan agar bisa keluar dari sini, Junta melihat ke belakang untuk memerika keadaan Zonya.


Tapi, setelah Junta melihat ke belakang Kou, Junta langsung melompat mundur kebelakang sambil menarik Kou.


Dengan cepat dia mengeluarkan pedang berkarat yang dia beli sebelum perjalanan ini dimulai dan mengarahkan pedang itu ke arah monster yang terlihat seperti manusia itu.


“Apa yang kau lakukan terhadap Zonya?!”


“Kakak? Kau ini kenapa?”


“Apa kau tidak melihatnya Kou?! Apa kau tidak melihat sosok hitam yang bertanduk itu dengan tangannya yang panjang sampai menyentuh tanah?!”


“Apa yang kau maksud?! Disana hanya ada Zonya!”


Junta yang merasa bingung melihat sosok hitam itu sekali lagi.


Dan tentu saja mau dilihat dari sisi mana pun, itu bukanlah Zonya, itu adalah monster!


Junta berpikir kemungkinan kalau dia sedang terkena ilusi, tapi, muncul pertanyaan baru.


Siapa yang sebenarnya terkena ilusi? Apakah Junta? Ataukah Kou yang mengira monster itu adalah Zonya?


Selagi Junta berpikir apa yang sebenarnya terjadi, monster itu melompat ke arah Junta!


Tentu saja Junta menghindarinya dan menebaskan pedang berkaratnya ke arah monster itu.


Tidak disangka monster itu ternyata cukup lihai, jadi dia bisa menghindari serangan Junta dengan sangat mudah.


“Kakak! Hentikan! Apa yang kau lakukan?! Kau ingin membunuh Zonya?!”


“Kou! Bisakah kau menggunakan sihir-”


Belum selesai Junta berbicara, Junta melihat tangan panjang monster itu hendak menyentuh Kou, jadi di segera berlari dan menebas tangan monster itu.


Dan tentu saja monster itu dapat menghindarinya walaupun kabut di sini sangat tebal.


“Kakak! Kau benar-benar ingin membunuh Zonya?!”


“Gunakan sihir pembatal ilusi pada ku lalu pada mu! Cepat!”


Kou yang sepertinya sadar apa yang sedang terjadi langsung menyentuh punggung Kakaknya dan tangannya mulai bersinar walaupun redup.


Junta masih melihat monster itu dengan tajam, sosok yang berwarna hitam itu terlihat terdiam berdiri disana, seolah-olah dia sedang bersiap-siap ingin menyerang Junta.


“Aku sudah selesai Kakak”


Junta melihat Kou yang baru saja melepaskan tangan bercahayanya dari dadanya.


“Apa kau sudah menerapkan sihir itu kepada ku?”


“Sudah, dan aku sudah menerapkan sihir itu kepada diri ku sendiri”


Meskipun Kou mengatakan itu, tidak ada yang berubah.


Junta masih bisa melihat monster itu, dan Kou juga masih melihat monster itu sebagai Zonya.


Siapa disini yang benar? Apakah Junta? Ataukah Kou?


Junta tidak mengerti apa yang terjadi, apakah ini berarti Junta dan Kou tidak terkena sihir ilusi?


Lalu apa yang terjadi? Apakah monster itu menggunakan sihir ilusi untuk mengubah wujudnya agar terlihat seperti Zonya di mata Kou?


Monster itu masih berdiri di sana dengan diam, Junta bingung apa yang harus dia lakukan, jadi dia masih berdiri di depan Kou sambil mengarahkan pedangnya ke arah monster itu.


Tidak ada yang tahu siapa yang benar di antara Junta dan Kou, Junta berpikir kalau membiarkan monster itu adalah hal yang buruk.


Bagaimana jika monster itu adalah nyata? Bagaimana kalau yang sebenarnya terkena ilusi adalah Kou? Siapa yang tahu apa yang akan terjadi? Kou tidak bisa menggunakan sihirnya karena ada efek misterius yang membuatnya tidak bisa menggunakan Mana secara efesien.


Jadi bisa dikatakan kalau Kou tidak bisa membantu Junta dalam pertarungan ini.


Dan ini akan menjadi lebih buruk jika monster itu mulai menyerang Kou dengan kekuatan penuh.


Junta memilih mengambil keputusan yang menurutnya tepat, jadi dia bergerak dengan cepat ke arah monster itu dan menebasnya dengan kuat!


Monster itu dengan mudah menghindarinya dengan bergerak kesamping, lalu monster itu mencakar Junta dengan tangannya yang panjang!


Dengan cepat Junta menangkis serangan itu dan melompat ke belakang untuk mengambil jarak.


“Kakak hentikan!”


Junta yang melihat monster itu bergerak ke arah Kou yang sedang berlari menuju dirinya, membuat Junta tidak punya pilihan lain selain harus serius melawannya.


Dengan gerakan yang sangat cepat, Junta sudah berada di depan Kou dan mengagetkan monster hitam itu.


Tidak membuang waktu lagi, Junta langsung melayangkan beberapa tebasan dan monster hitam itu mengeluarkan suatu dinding yang berwarna hitam juga, sehingga tebasan Junta tidak mengenai dirinya.


“Kakak! Kau benar-benar akan membunuh Zonya jika kau serius seperti ini!”


Kou menarik jubah Junta dengan kuat dengan maksud menarik Junta untuk mundur.

__ADS_1


Tapi Junta sepertinya tidak terpengaruh dan semakin fokus terhadap monster itu yang mulai menampakkan dirinya setelah dinding hitam yang melindunginya tenggelam ke dalam tanah.


Setelah mengetahui kalau monster ini dapat merespon serangan Junta dengan cepat, Junta semakin serius dalam pertarungannya.


Saat hendak maju melancarkan serangannya, Junta tidak lagi melihat monster itu setelah dia berkedip.


Melainkan yang berdiri di sana adalah Zonya.


“Zonya?”


“Akhirnya kau sadar”


Zonya berjalan menuju arah Junta dengan hati-hati.


“Apa yang merasuki mu Junta?”


“Aku tidak tahu… Apa yang aku lihat adalah monster bertangan panjang.. Maafkan aku”


“Sepertinya selain hutan ini menganggu Mana kita, hutan ini juga menaruh ilusi..”


“Aku tidak tahu apakah ini adalah sebuah ilusi atau tidak karena Kou sudah memberikan sihir pembatal ilusi kepada ku, dan sepertinya itu tidak berfungsi”


“Hmmm”


Zonya terlihat berpikir dengan keras.


“Maafkana aku Zonya”


“Tidak apa Junta, aku mengerti perasaan mu yang hanya ingin melindungi Kou”


“Kakak, aku rasa tidak bagus jika kita terus berada di sini, kita harus keluar dari sini entah bagaimana caranya”


“Kau benar Kou, mari kita lanjutkan perjalanannya, aku tidak ingin salah satu dari kita terkena ilusi lagi seperti Junta”


Junta, Kou dan Zonya melanjutkan perjalanan mereka, kali ini mereka berjalan seperti orang yang sedang terburu-buru.


Selagi berjalan, Junta masih berpikir apa yang sebenarnya terjadi.


Mungkinkah para pasukan yang pernah diceritakan oleh Zonya semua meninggal karena mereka saling membunuh?


Apakah pasukan-pasukan itu juga terkena ilusi seperti Junta?


Tapi, Kou sudah menerapkan sihir pembatal kepada Junta tadi, dan itu tidak bekerja.


Meskipun Junta terus berpikir apa yang sebenarnya terjadi, dia tidak dapat menemukan jawabannya.


Hutan ini sangat aneh, dan Junta sekarang merasa tidak kaget lagi kenapa orang-orang sangat tidak ingin mendekati hutan ini.


Jika memang hutan ini dapat membuat ilusi seperti tadi, maka walaupun sekelompok class 5 masuk ke dalam, Junta tidak yakin apakah mereka semua bisa keluar dengan selamat atau tidak.


Setelah berjalan kira-kira selama 1 jam, Kou melihat ada sebuah sinar kecil jauh di depan.


Setelah memberitahu keberadaan sinar itu kepada Junta, mereka langsung bergegas menuju arah sinar itu.


Dan benar saja sinar itu menuntun mereka keluar dari hutan berkabut itu, meskipun Junta tidak tau bagaimana Kou menemukan sinar itu, yang jelas sekarang mereka sudah tidak berada di hutan berbahaya itu.


Setelah mereka keluar, hal pertama yang mereka lihat adalah sebuah sungai besar di kanan mereka.


Sungai itu lebih besar daripada sungai hitam yang Kou murnikan, air sungai itu mengalir turun dengan deras membuat Junta sadar kalau mereka sekarang berada di dataran yang lebih tinggi dari sebelumnya.


Meskipun mereka berada di dataran tinggi, Junta tidak ingat jika dia melalui jalan yang menanjak selama perjalanan tadi, Junta berjalan di hutan itu seperti berjalan di dataran biasa.


Itu adalah hal aneh lainnya yang Junta langsung menyadarinya.


Walaupun Junta, Kou dan Zonya ingin mengungkapkan seberapa leganya mereka bisa keluar dari hutan itu, mereka memilih tidak melakukannya.


Hal ini dikarenakan mereka melihat monster laba-laba besar yang mengeluarkan suatu cairan berwarna hitam dari mulutnya.


Monster itu sangat besar sehingga kaki-kaki miliknya menyentuh kedua tanah yang ada di pinggir sungai, mungkin jika itu bukan monster, Junta akan berpikir kalau itu adalah sebuah jembatan.


Monster laba-laba itu berwarna hitam pekat dengan 8 mata berwarna merah, suatu cairan berwarna hitam mengalir keluar dari mulutnya sehingga warna air sungai berubah menjadi hitam.


Tidak salah lagi, monster itu lah yang mencemari sungai.


Ketika Kou ingin maju untuk membunuhnya, Junta menghalanginya.


“Ada apa Kakak?”


“Ini terlalu aneh, monster itu cukup besar dan memiliki 8 mata, kenapa dia seolah-olah tidak melihat kita? Kenapa dia diam saja?”


“Junta benar Kou, ku pikir setelah kita keluar dari hutan Sorz maka semua akan menjadi lebih mudah….”


“Kakak, yang perlu kita lakukan adalah membunuhnya, monster itu mengeluarkan semacam cairan hitam dari mulutnya dan cairan itu langsung jatuh ke air sungai, tidak ada yang bisa kita bantah lagi, monster itu lah pelakunya!”


“Aku tau, tapi ini terlalu mencurigakan”


“Entah monster itu bereaksi atau tidak bereaksi, kita harus membunuhnya, Zonya, apakah kau punya informasi tentang monster itu?”


“Itu lah kenapa aku setuju dengan Junta Kou, aku belum pernah melihat monster itu sebelumnya dan perilaku monster itu terlalu mencurigakan”


“Eh? Class 5 tidak mengetahuinya?”


 


 


”Aku serius Kou, aku belum pernah bertemu monster seperti itu sebelumnya”


Kou yang terlihat berpikir dengan keras mulai mengambil sebuah batu yang besarnya setara dengan kepalan tangan orang dewasa, dia mengambil batu itu lalu melemparnya ke arah monster itu dengan tenaga yang sangat kuat.


Semua itu terjadi dengan cepat, sampai-sampai Zonya tidak mengerti apa yang terjadi.


Zonya hanya mengerti kalau Kou tadi melempar batu dari belakang Junta.


Tapi sekarang Kou sudah berada di depan Kakaknya dengan memegang kedua senjatanya di kedua tangannya.


Tidak hanya itu, ada seperti batu-batu kecil yang berada di sekitar Kou.


“Apa aku bilang, monster itu terlalu mencurigakan Kou”


“Tidak kusangka dia mempunyai sihir reflektif”


“Sekarang kau mengerti kalau laba-laba itu dapat mengembalikan apapun yang kau lempar ke dia, jadi, jangan melakukan hal yang ceroboh”


“Daripada itu, meskipun aku sudah melemparnya dengan batu, laba-laba itu sama sekali tidak bergeming”


“Itu karena sihir reflektif sifatnya seperti tembok yang melindungi pemakainya, dia tidak perlu menggerakkan tubuhnya hanya untuk mengembalikan batu yang kau lempar tadi”


“Bukan itu maksud ku Kakak, apa yang ku maksud adalah bagaimana bisa laba-laba itu tidak bergeming sedikit pun walaupun aku sudah melemparnya dengan batu, maksud ku dia pasti merasakan hawa bahaya atau semacamnya”


Tepat setelah Kou mengatakan itu.


Tiba-tiba muncul seseorang yang memakai jubah hitam.


Orang itu memakai topeng abu-abu dan tingginya setara dengan orang dewasa, mungkin setara dengan Hako.


Orang itu hanya berdiri disamping laba-laba dengan diam sambil menatap Junta, Kou dan Zonya dari balik topengnya.


“Ini gawat, aku rasa dia adalah salah satu dari 10 Fingers”


“Apa itu? Apa ada hubungannya dengan The Fingers?”


“Bukankah aku sudah memberitahu kalian beberapa hari yang lalu masalah The Fingers?”


“Kau tidak memberi tahu kami tentang 10 Fingers Zonya”


“Intinya dia adalah salah satu pemimpin dari The Fingers, aku hanya pernah mendengar rumornya tapi penampilannya sekarang benar-benar seperti salah satu dari 10 Fingers”


“Aku rasa itu bukan pertanda baik”


Setelah Junta mengatakan itu, dia mulai mempersiapkan dirinya, dia merasa bahwa serangan kejutan bisa terjadi kapan saja.

__ADS_1


Di sisi lain, Zonya terlihat santai, tapi jika dilihat dengan baik-baik, Zonya sedang menggenggam biji-biji tumbuhan di kedua telapak tangannya.


Dan yang terakhir, Kou sudah membuat pose siap bertarung dengan kedua pisau yang dia genggam di kedua tangannya.


__ADS_2