
“Jadi, bagaimana menurutmu Kakak?”
Kou mengatakan itu sambil melihat ke arah bunga yang mati kering.
“Aku tidak tau Kou.. Tapi, fakta bahwa tanaman ini mati setelah kau menyiramnya dengan air kutukan itu, merupakan fakta yang tidak bisa disangkal oleh siapapun”
“Apa kita harus mencobanya lagi?”
Kou mengatakan itu sambil menunjuk ke arah tanaman lain yang berwarna kuning di dekatnya.
“Aku rasa tidak.. Tidak bagus jika kita terus-terusan menyirami tanaman-tanaman yang ada di sini dengan air kutukan itu, kita tidak tau dampak apa yang bisa disebabkan nanti…”
“Jadi, ku rasa kita sudah sampai di akhir kesimpulan?”
“Hmmm, mungkin kita harus mencoba menyiramkan air kutukan ini kepada tanaman yang ada di area lain, area lain yang sedikit jauh dari desa ini”
“Apa Kakak punya gambaran tanaman apa itu?”
“Tidak terlalu, kita sudah mencobanya di tanaman yang berbentuk seperti bunga, mungkin selanjutnya kita perlu mencobanya di pohon”
“Mau dilihat dari sisi manapun.. Ini tetap aneh bagi ku, air ini memang berwarna hitam dan kental, tapi rasa air ini seperti kopi, bagaimana bisa sebuah tanaman langsung mati setelah kita menyiraminya dengan air yang terlihat seperti kopi ini?”
“Ku rasa hal itu menjadi salah satu misteri yang harus kita pecahkan?”
“Aku ragu apakah manfaat memecahkan misteri ini sebanding dengan waktu yang akan kita korbankan…”
“Jika kau ingin memecahkannya aku akan membantu mu, jika kau tidak ingin berurusan dengan misteri ini maka aku juga tidak mempermasalahkannya, lagipula kau lah seorang spesialis informasi di sini, kau yang menentukan apakah informasi yang akan didapat cukup berharga atau tidak”
“Kita lihat saja nanti.. Ngomong-ngomong Zonya masih belum muncul, ini sudah lebih dari 30 menit kita menunggu”
“Hmmmm, mungkin dia masih bersiap-siap?”
“Atau mungkin dia tidur lagi?”
“Ku rasa tidak, Zonya adalah class 5, sangat sulit dipercaya apabila seorang class 5 sedang bermalas-malasan di tengah-tengah misi seperti ini”
“Haruskah kita mengetuk pintu kamarnya lagi?”
“Tidak perlu, kita bisa meninggalkan Zonya jika pak tua kepala desa itu datang lebih dulu”
“Berbicara masalah kepala desa...”
Kou melihat sekeliling sebelum melanjutkan berbicara.
“Desa ini sangat rajin ya, hari masih sangat pagi, tapi orang-orang desa sudah mulai bekerja di ladang”
“Mengerjakan ladang seluas ini pasti membutuhkan waktu Kou, jika mereka mulai mengerjakannya di siang hari maka pasti pekerjaan mereka tidak akan selesai sebelum matahari terbenam”
“Yo!”
Tiba-tiba Zonya datang entah dari mana.
“Apa kalian menunggu terlalu lama?”
“Haruskah aku menjawab pertanyaan itu?”
“Aku harus mempersiapkan diri ku Junta, lebih tepatnya aku merasa sedikit sakit tadi pagi ketika kalian mengetuk pintu kamar ku…”
“Jika kau sakit maka tidak usah ikut, kenapa kau tidak bilang dari tadi?”
“Itu bukanlah sesuatu yang serius, ya walaupun itu memakan Mana cukup banyak untuk menyembuhkannya..”
“Kau menggunakan sihir penyembuh? Seberapa besar keinginan mu untuk menjalani misi ini?”
“Hei, jika aku tidak menemani kalian siapa yang tahu apa yang akan terjadi, sejak awal misi ini bukanlah misi yang tergolong mudah, tidak aman meninggalkan 2 orang class 0 berkeliaran di area misi yang susah ini”
Junta dan Kou menghela nafas secara bersamaan.
Setelah mendengar ceramah dari Zonya selama beberapa menit, dari kejauhan terlihat pak kepala desa sedang berjalan menuju Junta dan Kou.
“Apa kalian sudah menunggu lama di sini?”
“Kalau aku baru saja sampai di sini, jadi, pak kepala desa, bisa kau jelaskan lebih detail apa yang sebenarnya terjadi di sini?”
“Apa yang aku ketahui adalah, suatu pagi ketika aku pergi ke sungai untuk menangkap beberap ikan, air sungai yang biasanya bersih berubah menjadi hitam dan kental, karena aku merasa ada yang tidak beres akhirnya aku kembali ke desa dan memperingatkan orang-orang desa agar tidak pergi ke sungai itu”
“Lalu?”
“Seperti yang kalian lihat, entah bagaimana sumur yang ada di desa ini juga ikut tercemar, dan akhirnya kami harus pergi ke sumber mata air lain yang letaknya sedikit jauh dari desa untuk mengambil air bersih”
“Lalu bagaimana dengan anggota Asosiasi yang sebelumnya ke sini? Apa ada sesuatu yang ingin kau sampaikan kepada kami?”
“Tidak banyak, anggota Asosiasi yang datang ke sini hanya melakukan pengecekan terhadap sungai, lalu setelah gagal beberapa kali dalam usahanya untuk memurnikan air, mereka pergi”
“Hmmmmm”
“Bagaimana Zonya?”
“Mungkin ada beberapa hal yang pak kepala desa tidak diberitahu oleh anggota Asosiasi yang datang ke sini, tapi, dari Asosiasi sendiri tidak terlalu ada banyak informasi mengenai misi ini, sepertinya kita harus memulai penyelidikan ini dari 0 Junta”
“Aku dan Kou sudah melakukan beberapa eksperimen sambil menunggu mu tadi Zonya, sepertinya air ini sangat beracun bagi tumbuhan”
Junta mengatakan itu sambil menunjuk ke arah tanaman yang mati setelah disiram air hitam tadi..
“Hmmm mungkinkah penyakit ku tadi dikarenakan aku meminum air hitam itu kemarin..?”
“Aku tidak tau, Aku dan Kou sama sekali tidak merasakan apapun”
“Ini sedikit aneh”
“Apa kalian perlu aku antar ke sungai?”
“Itu akan sangat membantu kami pak kepala desa”
Junta, Kou dan Zonya berjalan mengikuti pak kepala desa menuju sungai.
Letak sungai itu ternyata tidak terlalu jauh dari desa, mereka harus melalui beberapa area yang ditumbuhi oleh banyak pohon kecil sebelum sampai di sungai hitam itu.
Sungai itu sendiri bukanlah sungai yang terlalu besar, tapi bukan juga sungai yang terlalu kecil, seperti air sumur yang ada di desa itu, sungai itu berwarna hitam dan kental.
Junta mulai melihat-lihat sekitar, disebelah kiri nya terdapat sebuah hutan yang lebat, di depan nya terdapat sungai, di sebelah kanannya hanya terdapat beberapa pohon yang tumbuh dengan baik.
“Ini cukup aneh, kenapa di sekitar sungai ini tanaman-tanamannya tidak mati?”
Kou yang memiliki pemikiran yang sama dengan Kakaknya langsung mengambil air hitam dari sungai itu dengan sebuah botol, lalu menyiramnya ke pohon terdekat yang tumbuh subur.
Setelah disiram air itu, pohon tersebut terlihat tidak terpengaruh sedikit pun, tidak seperti tanaman-tanaman eksperimen Kou sebelumnya yang langsung mati kering setelah disiram.
Kou yang merasa aneh sama seperti Kakaknya mulai mengambil air hitam dari sungai itu lagi lalu menyiramnya ke pohon lain, dan hasilnya sama seperti pohon sebelumnya, yaitu tidak terjadi apa-apa.
“Kau melihatnya sendiri Zonya, bagaimana menurutmu?”
“Tanaman yang kau tunjuk sebelumnya mati setelah kau siram air hitam itu, tapi mengapa pohon di sini tidak? Mungkinkah pohon-pohon di sini sudah kebal dengan air kutukan ini?”
“Aku rasa tidak, tidak ada satupun pohon yang mati semenjak air hitam ini muncul di sini”
Pak kepala desa tiba-tiba masuk dalam pembicaraan.
__ADS_1
“Kou, bisakah kau memeriksa air ini?”
“Aku akan mencobanya”
Kou berjalan mendekat ke arah sungai lalu merendam kedua tangannya ke dalam air kutukan itu, setelah beberapa detik merendam tangannya, air yang ada di sekitar tangan Kou mulai bersinar biru.
Sinar itu berada di sana cukup lama sebelum akhirnya menghilang karena Kou mengangkat tangannya.
“Kakak.. “
Kou menghampiri Junta dengan ekspresi yang serius.
“Apa Kakak ingat dengan sihir racun yang diajarkan ibu kepada kita dulu?”
“Sihir racun? Sihir yang mana?”
“Sihir yang ibu bilang kalau kita belum bisa menguasainya karena sihir itu terlalu sulit”
“Walaupun aku masih tidak tahu sihir mana yang kau maksud.. Tapi kau bisa melanjutkan penjelasan mu”
“Entah bagaimana, air kutukan ini ternyata memiliki prinsip yang sama dengan sihir ibu kita”
“Apa?”
Junta bertanya dengan nada yang sangat tidak percaya, ekspresinya terlihat seperti menyangkal sesuatu.
“Meskipun aku tidak tau sihir mana yang kau maksud, tapi aku sangat yakin kalau sihir sulit yang kau maksud tadi adalah sihir murni ciptaan ibu kita kan?”
“Ya tepat sekali, ibu kita tidak mengajarkan sihir itu karena memang sihir itu sangat sulit dipelajari, mungkin Kakak tidak pernah diberitahu bagaimana cara kerjanya, tapi ibu pernah mengajari ku bagaimana cara melakukan sihir itu”
“Lalu? Apa kau bisa melakukannya?”
“Tidak, tapi di dalam ingatan ku, aku masih mengingat bagaimana cara sihir itu bekerja, bahkan sampai sekarang aku masih tidak bisa menguasainya secara penuh, dan air hitam yang ada di hadapan kita saat ini, menggunakan prinsip dan cara kerja yang sama dengan sihir murni ibu kita”
“Ini… Aku tidak tau Kou.. Ini terdengar mustahil”
“Aku tau apa yang kau pikirkan Kakak karena aku juga memikirkannya, bagaimana bisa sihir murni ciptaan ibu kita ada di tempat seperti ini.. “
“Apakah mungkin.. Ini adalah sihir lain yang memakai prinsip yang sama?”
“Kakak, jika memang ini adalah sihir lain yang menggunakan cara kerja yang sama, bagaimana bisa sihir ini begitu persis dengan sihir milik ibu kita? Setidaknya pasti ada satu atau dua hal yang berbeda”
“Apakah kau tidak melewatkan sesuatu Kou? Mungkin kau bisa mengecek air itu lagi untuk memastikan ini”
Kou terlihat berpikir sejenak, lalu dia berjalan kembali ke pinggir sungai, merendam kedua tangannya ke dalam air hitam itu, dan mengulangi proses yang sama.
Kali ini, proses nya memakan waktu yang sedikit lebih lama dari yang pertama, setelah selesai, Kou berjalan kembali ke Kakaknya.
“Setelah memerika lebih detail lagi, aku tidak menemukan sesuatu yang berbeda, hanya saja sihir racun yang mencemari air ini terlihat tidak sempurna”
“Maksudmu sihir ini seperti belum lengkap jika dibandingkan dengan sihir murni ciptaan ibu kita?”
“Bisa dibilang begitu, ada beberapa hal yang kurang di dalam sihir ini jika dibandingkan dengan sihir ibu kita, seolah-olah orang ini sedang berusaha meniru sihir ibu kita tanpa tahu bagaimana caranya…”
“Hmmmm”
Junta berjalan mendekat ke arah sungai untuk melihat air itu lebih jelas.
Junta berpikir dengan keras, bagaimana bisa ada sihir yang mirip dengan sihir ciptaan ibunya di sini.
Dalam dunia sihir, seseorang tidak akan bisa meniru sihir murni ciptaan orang lain, kecuali jika orang itu mengetahui bagaimana cara menciptakan sihir itu, yang tentunya pencipta sihir itu harus mengajari secara langsung kepada orang itu.
Memang ada kemungkinan ibu Junta mengajarkan sihir itu kepada orang lain, tapi orang tua Junta bukanlah seseorang yang suka mengajarkan sihir ciptaan mereka ke sembarangan orang.
Meskipun itu benar, Junta sangat yakin di dalam ingatannya kalau identitas keluarga Junta di dunianya sangat terjaga, tidak ada yang tahu kalau keluarga Junta ada seorang penyihir kecuali Paman Ji.
Menjaga identitas keluarga Rayka selalu menjadi prioritas, tidak mungkin ibu Junta membeberkan rahasia itu dengan cara mengajarkan sihir ciptaannya kepada orang lain, selain dapat membocorkan identitas keluarga, sihir murni ciptaan seseorang bukanlah sesuatu yang dapat dibagi-bagikan dengan mudah.
Jika memang Ibu Junta mengajarkan sihir ciptaannya kepada orang lain, maka timbul pertanyaan lain, mengapa Ibu Junta melakukan itu?
Meskipun memang ada kemungkinan bahwa Ibu Junta mengajarkan sihir ciptaannya kepada orang lain, Junta tetap tidak percaya kalau Ibunya dapat melakukan hal berbahaya seperti itu.
Setelah menatap sungai hitam itu cukup lama sambil berpikir bagaimana bisa sihir ciptaan Ibunya bisa berada di sini, Junta sadar kalau menyelesaikan masalah ini akan memakan waktu lama dan sebaiknya diselesaikan di lain waktu, dan juga mencari tahu tentang misteri ini bukanlah tujuan Junta ke sini.
“Kou”
“Perintah mu Kakak”
Entah mengapa Kou menjawab panggilan Kakaknya dengan nada siap bertarung, Junta merasa itu adalah reaksi yang wajar mengingat sungai ini diracuni oleh sihir yang mirip dengan sihir ciptaan Ibu mereka.
“Kita kesampingkan dulu masalah ini, ambil sampel air ini sebanyak yang kau bisa, jika sudah, coba lah untuk memurnikan sungai ini”
“.… Aku mengerti”
Junta berjalan kembali ke arah Zonya dan pak kepala desa, sedangkan Kou berjalan menjauh dari mereka.
Setelah sampai di pinggir sungai, Kou mengeluarkan beberapa botol yang entah dia dapatkan dari mana, lalu mulai mengisi botol-botol itu dengan air dari sungai.
“Sepertinya kalian sudah menemukan jalan keluarnya?”
Zonya yang dari tadi diam mengawasi mulai berbicara.
“Tidak juga, mari kita lihat apa yang bisa dilakukan Kou”
Setelah selesai mengisi botol-botol itu, Kou melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan untuk mengecek air sungai tadi, hanya saja cahaya yang keluar kali ini berwarna putih dingin seperti es.
“Aku rasa ini akan memakan waktu”
Zonya tiba-tiba berbicara sambil meregangkan badannya.
“Tidak masalah jika itu cepat atau lambat, jika Kou dapat memurnikan air di sungai ini maka masalah selesai”
“Jangan lupa sumur-sumur yang ada di desa juga butuh perhatian”
“Aku tau itu Zonya, aku tau”
Setelah cukup lama Kou memurnikan air itu, secara perlahan air yang ada di sungai mulai berubah bersih dan jernih.
“Aku rasa ini sudah selesai?”
Kou bertanya kepada dirinya sendiri.
“Kerja bagus Kou”
Junta mengatakan itu sambil berjalan menuju ke tempat Kou.
“Memurnikan air ini ternyata memakan Mana cukup banyak…”
“Karena sungainya sudah murni, ku rasa pekerjaan kita tersisa sumur saja?”
Zonya berbicara seperti itu sambil berjalan menuju Junta dan Kou.
“Apa kau masih bisa memurnikan air sumur Kou?”
“Aku rasa bisa Kakak, tapi tidak semua sumur”
Tepat setelah Kou mengatakan itu, air sungai yang tadinya jernih tiba-tiba berubah menjadi hitam lagi.
__ADS_1
“Sudah ku duga ada yang aneh di sini”
Kou mengatakan itu sambil mencelupkan tangannya ke sungai lagi.
“Ku rasa class 4 gagal bukan tanpa alasan”
Zonya mengatakan itu sambil terlihat berpikir.
Melihat hal ini, Junta mulai berpikir.
Dapat dipastikan bahwa sungainya tadi sudah dimurnikan.
Junta sangat yakin itu, tapi kenapa sungai yang sudah dimurnikan oleh Kou dapat tercemar lagi hanya dalam waktu hitungan menit?
Apakah Kou melewatkan sesuatu?
“Kou, saat kau menjernihkan air tadi, apakah kau melewatkan sesuatu?”
“Tidak, sama sekali tidak Kakak, aku sangat yakin aku sudah menghancurkan sihir racun itu dan memperbaiki sungai ini”
Kou mengatakan itu sambil berfokus kepada cahaya yang keluar dari tangannya.
Melihat ekspresi Kou yang sangat serius itu membuat Junta semakin yakin kalau air sungai ini bisa tercemar lagi bukan karena Kou.
Lalu apa masalahnya?
Entah bagaimana tiba-tiba Junta mengingat salah satu pelajaran yang diberikan oleh Ayahnya.
Dulu Ayahnya pernah berkata.
“Jika kau tidak ingin tenggelam di dalam sebuah kapal, maka tutuplah dulu lubangnya”
Mungkinkah sungai ini bukan sumber masalahnya?
Jika sungai ini bukan sumber masalahnya, lalu bagaimana sumur-sumur itu bisa tercemar?
Junta tiba-tiba teringat dengan perkataan Zonya dulu ketika hendak memulai permintaan ini.
Sesuatu tentang hutan Sorz.
“Zonya, dulu kau berkata sesuatu tentang hutan Sorz, dimana hutan itu?”
“Apa yang ada di samping mu itu adalah hutan Sorz”
Junta menolehkan kepalanya ke kiri dan tentu saja di sana ada hutan yang sangat lebat.
“Maksudmu hutan itu adalah hutan Sorz?”
“Tepat, apa yang ingin kau lakukan?”
“Kau pernah berbicara masalah melewati hutan Sorz untuk memeriksa hulu sungai kan?”
“Jangan membuatku tertawa, apa kau benar-benar akan melewati hutan Sorz untuk itu?”
“Memeriksa hulu sungai mungkin harus dilakukan Zonya, jika sumber sihir racun itu ada di sana, maka tidak ada gunanya kita memurnikan air di sini”
Zonya terlihat berpikir sejenak setelah Junta mengatakan itu.
“Aku rasa tidak Junta, aku tidak bisa menjamin keselamatan kalian di dalam sana, kau masih ingat seperti apa hutan Sorz kan? Meskipun aku adalah class 5 bukan berarti aku bisa melakukan semua hal”
“Sungguh.. Sebenarnya seberapa berbahayanya hutan Sorz ini..”
“Aku tidak bisa menjelaskannya, tapi karena kau pendatang baru di tanah ini, saran ku adalah jika bisa, jauhi hutan Sorz sejauh mungkin”
“Lalu bagaimana dengan misi ini? Apa kita akan meninggalkannya?”
“Menurutku lebih baik misi ini kita serahkan kepada class 5 yang lain, selain itu akan meningkatkan tingkat keberhasilan misi ini, hal itu juga akan menghindarkan kita dari bahaya”
Zonya berhenti sejenak untuk berpikir, lalu melanjutkan.
“Jika setidaknya ada 1 tim class 5 yang beranggotakan minimal 3 orang, maka aku berani ikut kalian untuk masuk ke hutan Sorz”
Setelah mengatakan itu, Zonya berjalan ke arah Kou.
“3? Apa itu tidak terlalu banyak? Jumlah class 5 bisa dihitung dengan jari kan?”
Tidak menjawab pertanyaan Junta, apa yang dilakukan Zonya sekarang sama seperti Kou, dia mencelupkan kedua tangannya ke dalam sungai.
Tapi entah mengapa Zonya hanya mencelupkan kedua tangannya sebentar saja, dia mengangkat tangannya secara tiba-tiba lalu mengibas-ngibaskannya seolah-olah tangannya sedang terbakar.
Setelah melihat Kou dengan heran, Zonya mengambil beberapa bibit dari balik jubahnya, lalu memecahkan bibit itu dengan tangannya dan mengoleskan bibit yang sudah menjadi bubuk itu ke kedua tangannya.
Setelah selesai mengoleskan bubuk itu, Zonya kembali mencelupkan kedua tangannya ke dalam sungai, kali ini, terdapat cahaya ungu redup keluar dari tangan Zonya.
“Hmmm air ini… Mengandung sihir yang cukup kuat..”
“Bisakah kau membantu Kou memurnikan air ini?”
“Akan ku coba”
Kou dan Zonya sekarang sedang berusaha memurnikan air itu, Kou dengan cahaya putih es, dan Zonya dengan cahaya ungu redup.
Sungai kembali jernih lagi, kali ini memakan waktu yang lebih singkat dari sebelumnya.
“Jika kau bisa memurnikan air ini, kenapa kau tidak membantu ku dari tadi…”
“Aku hanya ingin melihat bagaimana situasinya berjalan Kou, jika kau tidak bisa memurnikannya maka aku yang akan mengambil alih”
Kou memandang Zonya dengan ekspresi datar.
“Jangan senang dulu, kita lihat hasilnya”
Setelah beberapa menit menunggu, benar saja air sungai itu kembali menajdi hitam lagi.
“Masih tidak bisa ya…”
“Bagaimana Kakak?”
“Hmmmmm bahkan setelah dibantu class 5 pun masih tidak bisa, apakah kita harus pergi ke hulu sungai..?”
“Aku sudah memberitahu mu tadi Junta, sebagai class 5 aku sangat menyarankan untuk tidak pergi ke sana, lebih baik kita tinggalkan 20 koin emas ini dan biarkan para profesional yang mengerjakannya”
“Bagaimana menurut mu Kou?”
“Aku mengikuti apa yang Kakak inginkan”
“Kalau begitu ayo kita pergi ke hulu sungai”
“Tunggu dulu Junta! Kau tidak mendengar peringatan ku?!”
“Aku tidak memaksa mu untuk iku Zonya, kami bisa pergi berdua, lagipula kami sangat membutuhkan 20 koin emas itu”
Setelah merasa kesal, Zonya pun berteriak.
“Ok Ok! Ah sial, daripada aku mengemban rasa bersalah karena membiarkan dua orang class 0 masuk ke dalam hutan Sorz.. Ok! Aku akan menemani kalian!”
Junta dan Kou terlihat kebingungan dan heran di saat yang bersamaan setelah Zonya berteriak seperti itu.
__ADS_1