Junta & Dunia Sihir

Junta & Dunia Sihir
#39 Kembali ke Ibu Kota


__ADS_3

Hari sudah pagi, walaupun langit masih belum terang sepenuhnya tapi kehangatan dari matahari sudah bisa mulai dirasakan, di pagi hari itu Junta terbangun dari kasur yang ada di dalam kamar penginapannya sendirian. Setelah pulang dari kota Fern, Kou berkata dia ingin mencari informasi lain yang mungkin bisa membantu mereka dalam penyelidikan, tentu Junta mengizinkannya tapi Junta tidak mengira kalau Kou akan mencari informasi itu seharian penuh tanpa pulang ke rumah.


Junta beranjak dari tempat tidurnya untuk berjalan menuju jendela, setelah melihat keluar melalui jendela itu, Junta dapat mengetahui kalau jalanan kota sudah mulai ramai, karena matahari belum sepenuhnya muncul, lampu-lampu yang ada di pinggir jalan masih menyala terang untuk menerangi jalanan kota, mungkin memang begini lah kondisi sebuah ibu kota kerajaan, selalu sibuk tanpa mempedulikan apakah matahari sudah muncul atau belum, saat Junta memandangi jalanan kota itu, Junta tiba-tiba memikirkan sesuatu, jika rakyatnya saja seperti ini, apakah Ratu Rana juga sudah sibuk di pagi ini?


Sambil memikirkan apakah Ratu Rana sudah sibuk semenjak dini hari tadi atau tidak, Junta mendengar suara ketukan di pintu kamar penginapannya, tentu Junta waspada terlebih dahulu sebelum mempersilahkan orang itu masuk.


Dan ternyata itu adalah Kou, mukanya terlihat seperti orang yang sangat kelelahan.


“Ternyata kau Kou, kenapa tidak langsung masuk saja?”


“Entah mengapa aku ingin mengetuk terlebih dahulu”


Kou mengatakan itu sambil berjalan menuju tempat tidur.


“Beristirahatlah, kau terlihat seperti orang yang belum tidur selama 4 hari”


“Sebelum aku beristirahat, aku ingin membahas sesuatu dengan Kakak”


Kou mengatakan itu sambil menepuk pelan kasur yang didudukinya, mengisyaratkan Junta untuk duduk di sampingnya.


“Apa kau menemukan sesuatu? Kita bisa membahasnya nanti setelah kau bangun, tidak perlu terburu-buru”


Junta mengatakan itu sambil berjalan menuju Kou kemudian duduk disampingnya.


“Tidak apa Kakak, aku ingin kau segara mengetahui apa yang aku pikirkan”


“Baiklah, aku mendengarkan”


“Keberadaan air hitam itu, sihir original magic milik ibu kita, adalah sebuah fakta menarik yang kita temukan di dunia yang salah kita masuki ini, selama aku mencari petunjuk di kota ini, aku sudah memikirkan beberapa hal”


Kou memejamkan matanya sejenak, lalu melanjutkan.


“Sihir original magic adalah sihir murni ciptaan seseorang, ketika ada orang lain yang dapat menggunakan original magic milik orang lain, apa menurutmu Kakak?”


“Dia adalah murid dari pemilik original magic itu?”


“itu adalah jawaban yang paling masuk akal, tapi setelah aku pikirkan lagi, terlebih di kasus kita ini, aku memiliki beberapa pemikiran”


“Dan.. Apa itu?”


“Pertama, Ibu kita mengajarkan sihir original magic miliknya kepada orang lain, Kedua, bagaimana jika air hitam yang kita yakini sebagai sihir original magic milik ibu kita, ternyata bukanlah sihir original magic milik ibu kita?”


“Maksudmu… Air hitam itu sejak awal bukanlah sihir asli milik ibu kita? Apa kau mencoba berkata kalau ibu kita berbohong sewaktu dia mengajarkan sihir itu kepada kita?”


“Aku benci mengatakan ini, tapi itu sebuah kemungkinan, kemungkinan bahwa ibu kita berbohong bahwa sihir itu adalah sihir murni ciptaannya bisa kita anggap bukanlah 0, meskipun aku juga tidak setuju dengan pemikiran ini, tapi ada baiknya kita menyimpan pemikiran ini sebagai kemungkinan terburuk”


“Bukankah ada kemungkinan juga kalau Ibu kita mengajarkan sihirnya kepada orang lain?”


“Kakak benar, dan aku tau apa yang Kakak pikirkan, Ibu kita tidak mungkin mengajarkan sihir kepada orang lain karena itu dapat membongkar identitas keluarga kita, menjaga identitas keluarga Rayka adalah prioritas utama, tapi bagaimana jika Ibu kita mengajarkan sihir itu sebelum dia menjadi bagian dari keluarga kita?”


“Itulah yang baru-baru ini aku pikirkan, ada juga kemungkinan Ibu kita mengajarkannya sewaktu dia belum menikah, tapi yang jadi masalah adalah kita tidak tahu kapan ibu kita menciptakan sihir ini”


Junta beranjak dari tempat tidurnya dan mulai duduk di kursi yang ada di depan Kou, tentu kursi itu didampingi dengan meja di depannya, tapi Junta duduk tidak menghadap ke mejanya, melainkan menghadap ke arah Kou.


“Kakak mengerti apa yang aku pikirkan, jika ibu kita menciptakan sihir itu sebelum dia menikah, maka itu adalah sebuah kemungkinan, lalu untuk kemungkinan ketiga, mungkin ada seseorang yang mengerti sihir original magic milik ibu kita, tanpa harus berguru kepadanya”


“Apakah kau mencoba mengatakan kalau sihir original magic milik ibu kita dicuri?”


“Itu juga menjadi sebuah kemungkinan, mungkin saja ibu kita menuliskan original magic miliknya di sebuah kertas, lalu kertas itu dicuri, tapi ada juga kemungkinan lain”


“Mengetahui original magic milik orang lain…. Tanpa harus berguru kepadanya?”


Junta berdiri dari kursinya dan mulai berjalan menjauh dari kasur, dia berjalan dengan pelan dan terlihat sedang berpikir keras.


Junta memasang ekspresi curiga lalu berbalik untuk melihat Kou lalu berkata.


“Mungkinkah..”


Kou mengangguk sebagai balasannya.


“Tepat, kita tidak perlu berguru pada orang itu jika kita sejak awal sudah tau bagaimana original magic milik orang itu bekerja”


“Begitu ya, seseorang yang tahu bagaimana cara kerja dari original magic milik orang lain tanpa harus berguru kepadanya, karena dia sejak awal sudah  mengetahui bagaimana cara untuk menciptakan sihir itu”


“Sepertinya Kakak mengerti apa yang ingin aku sampaikan, kurang lebih memang seperti itu, ada kemungkinan kalau Ibu membuat sihir itu dengan bantuan orang lain, atau mungkin Ibu mengajak seseorang untuk menemaninya dalam proses pembuatan original magic miliknya”


“Jika ada orang lain yang menemani atau setidaknya bersama dengan ibu kita selama proses pembuatan original magic miliknya, maka tidak heran jika orang itu bisa mengetahui cara kerja original magic milik ibu kita”


“Tepat, itulah hasil pemikiran ku, siapapun yang dapat mengeluarkan original magic milik ibu kita, aku rasa dia adalah seseorang yang dekat dengan ibu, entah itu muridnya, atau mungkin temannya yang dulu pernah membantu atau menemani ibu dalam proses pembuatan original magic itu”

__ADS_1


“Bisa juga orang yang mengeluarkan air hitam itu, adalah musuh ibu, mungkin saja dia mencuri semacam catatan ibu dan belajar original magic milik ibu kita dari sana, atau mungkin sejak awal air hitam itu bukanlah original magic milik ibu kita”


“Jika memang air hitam yang kita dapatkan ini bukanlah original magic milik ibu kita, maka sekarang kita pasti sedang mencari caster aslinya”


Junta kembali terlihat sedang memikirkan sesuatu, dia berjalan lagi menuju Kou lalu duduk disampingnya.


“Jadi, jika kita sederhanakan, siapapun caster dari air hitam ini, ada kemungkinan  bahwa dia adalah teman ibu kita, ada juga kemungkinan kalau dia adalah musuh ibu kita?”


“Kurang lebih seperti itu, jika memang caster dari original magic milik ibu kita ini adalah muridnya, maka kemungkinan dia adalah teman ibu kita, jika casternya adalah seseorang yang menemani atau membantu ibu kita dalam proses penciptaan original magic itu, maka dia juga kemungkinan teman ibu kita”


“Lalu, jika ternyata caster dari original magic itu adalah seseorang yang mencuri semacam catatan milik ibu kita, maka kemungkinan dia adalah musuh, dan jika ternyata caster dari original magic ini adalah caster aslinya, maka kemungkinan ibu kita juga bermusuhan dengan orang ini”


“Aku senang Kakak paham apa yang ingin aku sampaikan, tapi biar aku perjelas sekali lagi, siapapun caster dari air hitam ini, dia pasti memiliki hubungan dengan ibu kita, dia bisa saja teman, bisa juga musuh, tidak mungkin rasanya jika original magic milik ibu kita bisa berada di sini tanpa alasan”


“Begitu, aku mengerti, jika kita bisa menemukan siapa caster dari air hitam ini, maka mungkin kita akan menemukan petunjuk baru tentang pembunuhan orangtua kita”


“Dan karena itulah timbul pertanyaan lain, bagaimana kita bisa menemukan casternya ini…”


Kou mengatakan itu setelah menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur yang dia duduki.


“Kau benar-benar sudah berjuang dengan keras untuk dapat menghasilkan teori seperti ini, seperti yang diharapkan dari seorang spesialis informasi, untuk sekarang kenapa tidak beristirahat terlebih dahulu?”


“Aku rasa Kakak benar, bisakah Kakak bangunkan aku nanti sekitar 3 jam dari sekarang?”


“Untuk apa? Kau bisa melanjutkan pencarian informasi ini besok, tidak perlu untuk memaksakan dirimu”


“Tidak apa, aku ingin mengajak Kakak ke suatu tempat, jadi bisakah bangunkan aku 3 jam dari sekarang?”


Kou mengatakan itu sambil membenahi bantal dan posisi tubuhnya, dia bersiap untuk tidur.


“Tentu, kau bisa istirahat dengan tenang”


“Terima kasih”


Setelah mengatakan itu dengan senyuman, hanya dalam hitungan detik, Kou sudah terlelap dalam tidurnya.


Setelah Kou terlelap dalam tidurnya, Junta memutuskan untuk sarapan di gedung Asosiasi, Asosiasi masih belum memberikan bayaran yang seharusnya diterima oleh Junta dan Kou, jadi kesepakatan mereka dengan Asosiasi yaitu mendapatkan makanan gratis dan tidak perlu membayar uang sewa penginapan masih berlaku, walaupun Junta dan Kou saat ini tidak terlalu membutuhkan uang, tapi Junta masih berharap kalau Asosiasi bisa memberikan bayarannya dalam waktu dekat.


Tentu mendapatkan makanan secara gratis ditambah tidak perlu membayar uang penginapan adalah hal yang sangat bagus, karena sejak awal itulah pengeluaran dasar yang diperlukan oleh Junta dan Kou, kompensasi Asosiasi dalam wujud ini benar-benar membantu mereka dalam menghemat uang, setelah memberi sapaan kepada penjaga penginapan yang berdiri dibalik meja resepsionis, Junta melangkahkan kakinya keluar menuju jalanan kota.


Sambil berjalan menuju gedung Asosiasi, Junta memikirkan apa yang dikatakan oleh Kou tadi, dari banyaknya kemungkinan yang disampaikan oleh Kou, semua terdengar masuk akal bagi Junta, jadi cukup susah bagi Junta untuk memilah kemungkinan mana yang mendekati kebenaran, tentu Junta tidak setuju dengan kemungkinan bahwa Ibunya berbohong mengenai original magic miliknya, tapi seperti yang dikatakan Kou, kemungkinan itu bukanlah 0.


“Aku mohon kepada mu Maggie!”


“Meskipun kau memohon seperti itu kepada ku….”


“Setidaknya, bisakah kau meminta class 4 untuk membantu ku?”


Di depan Maggie, ada seorang wanita yang memakai jubah berwarna hijau, dia terlihat seumuran dengan Junta dan dia memiliki rambut ungu yang panjangnya sepunggung, matanya yang berwarna ungu terlihat seperti ingin menangis sambil menatap Maggie, dia terlihat khawatir, takut, dan tergesa-gesa di waktu yang bersamaan, mendengar dari percakapan yang ada, Junta memperkirakan wanita itu sedang meminta bantuan kepada Maggie, tapi entah mengapa Maggie tidak bisa membantunya.


“Maggie, seperti biasanya”


“Oh Junta, tentu, kau bisa menunggunya”


Wanita berambut ungu itu hanya terdiam dan menundukkan kepalanya ketika Junta memesan makanan kepada Maggie, tubuhnya juga terlihat bergetar sedikit.


“Junta”


Maggie tiba-tiba memanggil Junta dengan nada berbisik, Junta pun mendekatkan telinganya ke Maggie untuk mendengarkan.


“Apa kau kenal seseorang dari class 4?”


“Class 4? Jika saja Zonya tidak naik ke class 5, maka aku akan menjawab pertanyaan mu dengan kata iya”


“Aku serius Junta”


“Aku juga serius Maggie, aku tidak terlalu banyak mengenal anggota Asosiasi lain”


Maggie terlihat seperti orang yang kesusahan setelah mendengar jawaban Junta.


“Sebenarnya, wanita ini meminta tolong kepada ku untuk mengirimkan class 4 atau yang lebih tinggi untuk membantunya”


“Kenapa kau tidak mengirimnya?”


“Yang menjadi masalah adalah tidak ada class 4 yang memiliki waktu kosong di kota ini, semua sedang sibuk dalam permintaan mereka masing-masing”


“Bagaimana dengan Zonya?”


“Apa kau tidak tau Junta? Seluruh class 5 masih dalam masa penyembuhan, mereka semua terluka cukup parah karena pertarungan yang terjadi saat menjalankan operasi itu”

__ADS_1


Junta memang ingat dia pernah mendengar kabar seperti itu dulu, tapi Junta merasa kabar itu sudah ada cukup lama, Junta tidak mengira kalau penyembuhan class 5 akan memakan waktu seperti ini.


“Begitu, class 5 masih terluka dan semua class 4 sedang sibuk menjalankan permintaan, lalu kenapa kau menyinggung topik ini? Apa kau meminta bantuan ku Maggie?”


“Tentu saja tidak! Aku hanya bertanya apakah kau mempunyai kenalan class 4 lain yang mungkin sedang berada di kota ini dan memiliki waktu luang, tingkat masalah ini terlalu berbahaya, tidak mungkin aku memberikan ini ke class 0 seperti mu”


Maggie mengatakan itu dengan ekspresi seperti menyangkal sesuatu dengan serius.


“Memangnya apa masalahnya?”


Setelah Junta bertanya, Maggie mengisyaratkan Junta untuk mengikutinya, sepertinya masalah ini tidak bagus jika dibicarakan dengan cara berbisik-bisik, terlebih lagi wanita berambut ungu itu masih ada di dekat Junta.


Setelah berjalan mengikuti Maggie menjauh dari meja resepsionis, Maggie mulai berbicara.


“Teman wanita itu, sepertinya sedang dipengaruhi oleh sihir, dugaan sementara ku jika dilihat berdasarkan laporannya, sepertinya itu adalah sihir pengendali pikiran”


“Pengendali pikiran?”


Junta sedikit terkejut dengan perkataan Maggie, ini dikarenakan Junta tahu bahwa sihir pengendali pikiran bukanlah sihir level rendah yang bisa dikuasai oleh semua orang, sihir pengendali pikiran adalah sihir tingkat menengah dan tergantung dari casternya, sihir pengendali pikiran bisa menjadi sihir tingkat atas, tentu tingkatan sihir ini mempengaruhi kekuatan sihir itu sendiri, sederhananya, tingkat kekuatan sihir pengendali pikiran ditentukan berdasarkan kemampuan casternya.


“Ya, untuk saat ini itulah dugaan sementara ku, jika memang temannya terkena sihir pengendali pikiran, maka hanya class 4 ke atas yang bisa menangani ini”


Maggie mengatakan itu sambil terlihat memikirkan sesuatu.


“Begitu, baiklah mari kita lihat apa yang bisa aku lakukan”


“Eh?”


Maggie membuat ekspresi terkejut setelah mendengar perkataan Junta.


“Tunggu dulu Junta! Aku sama sekali tidak meminta bantuan mu, ini terlalu berbahaya, jika musuh bisa menggunakan sihir pengendali pikiran, maka ini adalah musuh yang tidak bisa diremehkan!”


Maggie mengatakan itu dengan nada yang sangat serius.


Di sisi lain, Junta sebenarnya tidak keberatan sama sekali untuk membantu wanita ini, lagipula Junta juga sedang luang, jadi Junta berpikir kenapa tidak memembantu wanita ini di waktu luangnya sambil menunggu waktu untuk membangunkan Kou, siapa tau Junta akan menemukan informasi lain yang menarik.


“Tidak, tidak apa, aku bisa mengatasi ini”


“Junta!”


Junta menghiraukan Maggie dan berjalan menuju wanita berambut ungu itu.


“Aku akan membantu mu, antar aku ke teman mu”


Wanita itu sedikit terkejut dengan perkataan dan kedatangan Junta yang terlalu tiba-tiba, setelah memandangi Junta dari atas sampai bawah, wanita itu terlihat ragu, mungkin karena gelang yang terbuat dari akar tumbuhan yang dipakai di tangan Junta, gelang itu adalah pertanda bahwa Junta berada di class 0, jadi wajar saja jika wanita itu terlihat ragu dengan tawaran Junta, tapi sepertinya dia benar-benar sudah tidak memiliki harapan lagi, jadi dia menerima tawaran Junta.


Setelah berjalan dengan terburu-buru keluar dari gedung Asosiasi, Junta dan wanita berambut ungu itu menaiki seekor kuda, dan kuda itu dengan cepat melesat keluar dari kota.


Kuda itu berlari dengan cepat, hingga akhirnya mereka memasuki area layaknya reruntuhan, setelah kuda itu melewati berbagai bangunan yang hancur, kuda itu tiba-tiba berhenti tepat di sebuah area yang banyak terdapat rumah-rumah hancur, rumah-rumah itu sebagian besar hancur dan hanya tersisa dinding-dinding yang terlihat akan roboh jika ditabrak oleh sesuatu.


Setelah kuda itu berhenti, wanita berambut ungu itu turun dari kudanya diikuti oleh Junta, dengan cepat wanita berambut ungu itu melangkahkan kakinya menuju dinding terdekat, tidak lama setelah berjalan, Junta dapat melihat seorang laki-laki yang kira-kira seumuran dengannya diikat di sebuah dinding menggunakan suatu sihir, terdapat sesuatu berwarna hitam yang menjalar ke bawah dari mata kanan pria itu menuju pipi kanannya, tidak hanya itu, mata pria itu juga terlihat tidak normal, matanya berwarna putih polos layaknya seorang zombie.


Setelah melihat pria itu, wanita berambut ungu itu segera berlari menuju temannya sambil terlihat seperti ingin menangis, setelah menganalisa situasi dengan cepat, Junta paham dengan situasi ini, berdasarkan kondisi pria itu, ini bukanlah sihir pengendali pikiran, ini lebih mirip sihir sejenis kutukan yang mengambil alih tubuh pria itu, ini adalah sihir yang tingkatannya lebih tinggi dan lebih serius dari sihir pengendali pikiran.


Junta berjalan ke arah teman wanita berambut ungu itu dan meletakkan tangannya di dahi pria itu, ketika Junta menaruh tangannya di dahi pria itu, pria itu sama sekali tidak melakukan perlawanan, dia terlihat lemas tidak bertenaga dan seperti orang yang sedang pasrah, setelah beberapa saat meletakkan tangannya di dahi pria itu, muncul cahaya ungu di tangan Junta, tidak lama setelah cahaya ungu itu muncul, sesuatu yang berwarna hitam di muka pria itu yang tadinya menjalar secara perlahan mulai berhenti menjalar dan secara perlahan mulai menghilang entah kemana, setelah sesuatu yang berwarna hitam itu hilang, mata pria itu yang tadinya berwarna putih kembali menjadi normal, tepat setelah matanya kembali normal, pria itu tiba-tiba kehilangan kesadarannya.


“Kau.. Berhasil menghilangkan sihir pengendali pikiran itu?”


“Bisa kau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?”


“Te-Tentu, sebenarnya kami berencana untuk membunuh beberapa monster di area ini karena kami dengar monster di sekitar sini cukup mudah untuk dibunuh, tapi belum lama kami menginjakkan kaki di area ini secara tiba-tiba muncul monster aneh, aku merasakan monster itu terlalu kuat untuk kami lawan jadi kami memutuskan untuk melarikan diri, kami memang berhasil lari, tapi teman ku di sini terkena salah satu serangan dari monster itu”


“Jadi, kau ingin berkata kalau penyebab teman mu menjadi seperti ini adalah karena serangan dari suatu monster aneh?”


Wanita berambut ungu itu mengangguk sebagai respon terhadap pertanyaan Junta.


Junta sedikit terkejut dengan penjelasan wanita berambut ungu itu, jika memang ada monster yang dapat melakukan hal seperti ini, maka monster itu adalah monster yang cukup kuat, bahkan menurut Junta, monster ini jauh lebih kuat dari monster laba-laba yang pernah mereka lawan bersama dengan Zonya saat sedang menjalankan pemintaan Ratu Rana.


“Kalau begitu mungkin kau harus menceritakan ulang kejadian ini dengan detail kepada Maggie lagi nanti”


Junta mengatakan itu sambil menatap serius ke arah pria yang pingsan itu.


“O-Okay, aku akan menjadikan ini sebagai laporan, tapi…”


Wanita berambut ungu itu menatap Junta dengan tatapan seperti orang terkejut dan penasaran di waktu yang bersamaan.


“Siapa kau sebenarnya? Menghilangkan sihir pengendali pikiran seperti ini membutuhkan kekuatan dan kemampuan yang tinggi”


Junta melihat wanita berambut ungu itu setelah dia bertanya dengan nada penasaran sekaligus terkejut, setelah melihat wanita berambut ungu itu beberapa detik Junta  mengalihkan pandangannya ke arah pria yang masih terikat di dinding itu lalu berkata.

__ADS_1


“Aku hanyalah pengembara biasa”


__ADS_2