
"Junta, Kou"
Junta dan Kou membalikkan badannya untuk melihat siapa yang memanggil mereka.
"Ada apa Hako?"
"Bisakah kalian ikut aku sebentar, aku ingin meminta bantuan kalian"
"Oh, tentu"
Junta dan Kou pun mengikuti Hako berjalan keluar dari tenda dan entah menuju kemana.
Hari sudah hampir siang, dan Junta bersama dengan timya sedang bersiap-siap untuk pergi dari perkemahan milik Ratu Rana ini, tapi sepertinya, Hako mempunyai sesuatu yang harus dilakukan sebelum Junta dan Kou pergi dari sana.
Setelah berjalan mengikuti Hako melalui beberapa belokan dan tenda-tenda, akhirnya Junta dan Kou sampai di tujuan mereka.
Tujuan mereka rupanya adalah tanah lapang kosong yang tidak terlalu luas, tapi juga tidak terlalu kecil, di pinggir lapangan itu ada Ratu Rana yang sedang duduk di sebuah kursi sambil memegang secangkir minuman hangat, lalu di tengah-tengah lapangan itu terdapat 4 orang yang memakai jubah cokelat tua polos dan topeng hitam polos.
Selama berada di sini, Junta dan Kou memang sering sekali melihat sosok itu, jadi Junta dan Kou sudah familiar dengan keberadaan sosok bertopeng itu.
"Selamat pagi Ratu Rana, tidak biasanya aku melihat Ratu Rana sendirian seperti ini"
"Selamat pagi juga Junta, dan Kou, tidak perlu khawatir tentang itu, Hako sebenarnya menemani ku di sini tapi pergi sebentar untuk memanggil kalian"
"Jadi, apa yang kau butuhkan Hako?"
Kou berkata seperti itu meletakkan kedua tangannya di pinggang.
"Sebenarnya aku ingin meminta tolong kepada mu Kou untuk melatih keempat orang itu"
Hako berkata seperti itu sambil menunjuk ke arah 4 sosok bertopeng hitam yang berdiri di tengah lapangan.
"Mereka adalah pasukan khusus yang sudah lengkap dan terlatih, mereka adalah pasukan khusus baru kerajaan ini dan aku ingin kau berlatih tanding dengan mereka"
"Dan mengapa aku harus melakukannya?"
"Aku ingin menunjukkan beberapa hal kepada pasukan khusus yang baru ini, dan aku rasa kau tidak keberatan?"
"Aku mungkin tidak masalah jika itu hanya berlatih tanding, tapi"
Kou mengakhiri perkataannya sambil melihat ke arah Kakaknya yang sedang berdiri di samping Ratu Rana.
"Kenapa tidak Kou? Aku tidak melihat ada kerugian jika kita melatih mereka, dan mungkin kita juga bisa mendapatkan beberapa informasi baru dari pertarungan ini"
Junta mengatakan itu sambil terlihat memikirkan sesuatu.
"Baiklah, jika kakak ku tidak masalah dengan hal ini maka tidak ada yang dipermasalahkan"
"Terima kasih Kou, Junta"
Hako mengatakan itu sambil tersenyum sebelum akhirnya membalikkan badannya ke arah 4 sosok itu dan berkata.
"Seperti yang aku katakan tadi, kalian akan berlatih tanding dengan salah satu teman ku, bertarunglah dengan serius dan tunjukkan kepada ku bahwa kalian adalah pasukan khusus kerajaan yang sangat aku banggakan"
"Jenderal Hako"
Salah satu dari sosok bertopeng itu maju selangkah keluar dari barisan.
"Aku pikir sedikit tidak adil bagi kami berempat untuk bertarung secara serius dengan satu gadis biasa ini"
Beberapa di antara sosok bertopeng itu tertawa setelah mendengar perkataan temannya.
Hako hanya menggelengkan kepalanya sambil memejamkan matanya lalu berkata.
"Inilah yang ingin aku ajarkan kepada kalian"
Hako membalik badannya lalu menatap Kou dan berkata.
"Mohon bantuannya Kou, bertarunglah dengan serius bersama mereka"
"Aku memang tidak masalah melatih mereka dalam pertarungan latihan ini, tapi bertarung dengan serius.."
Kou mengatakan itu sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.
"Maafkan aku Hako tapi aku tidak bisa membiarkan Kou untuk bertarung dengan serius di latih tanding ini"
"Oh? Kau mempunyai nyali sepertinya, harus aku puji nyali mu sebagai class 0"
Dan setelah mendengar pernyataan temannya, beberapa dari sosok bertopeng itu mulai tertawa.
Junta dan Kou sama sekali tidak merespon semua itu, mereka tetap berdiri di sana dengan ekspresi biasa.
"Baiklah jika memang Kou tidak boleh serius dalam pertarungan ini, tapi izinkan aku mengatakan ini kepada mu Kou, jangan terlalu menahan diri"
"Aku mengerti itu Hako, Kakak, apa aturannya?"
"Karena ini hanyalah latih tanding, maka peraturannya adalah jangan membunuh lawan, dan aku rasa juga jangan merusak perkemahan Ratu Rana"
"Baiklah"
Kou berjalan sedikit menjauh dari Junta, Hako dan Ratu Rana menuju ke tengah lapangan.
"Apa kau yakin kau tidak ingin serius dalam pertarungan ini?
Salah satu sosok bertopeng berkata seperti itu.
"Tenang saja, jika aku kalah di sini juga tidak ada ruginya"
Kou membalas seperti itu sambil menyiapkan dual combat knife miliknya.
Jarak antara Kou dan keempat sosok itu bisa dikatakan sekitar 20 meter, dan masing-masing pihak sudah terlihat siap untuk menyerang.
"Baiklah, mulai!"
Tepat setelah Hako mengatakan itu, keempat anggota pasukan khusus itu mulai bergerak dengan cepat dan berpencar.
Salah satu anggota mulai melayangkan serangannya menggunakan combat knife yang ia pegang.
Di saat yang bersamaan, anggota lain melempar sesuatu yang tajam ke arah Kou.
Dan di saat yang bersamaan pula, anggota lain menggunakan suatu sihir yang dapat mengguncang tanah.
Ini adalah serangan kombinasi yang cukup membuat Junta memuji pasukan khusus ini.
Ketika bertarung di dalam sebuah tim, hal pertama yang harus diingat dan merupakan hal terpenting adalah kerja sama, yaitu bagaimana setiap anggota tim ikut berkontribusi dalam pertarungan dan saling membantu sesama anggota.
Dan Junta melihat kalau pasukan khusus ini sepertinya sudah mengerti dengan hal mendasar seperti itu.
__ADS_1
Walaupun serangan itu bisa dikatakan cukup bagus dan terorganisir, Kou masih bisa menghindari semua itu dengan cara melompat sambil membuat tembok kecil yang terbuat dari es, lalu menendang tembok itu agar dia dapat menjauh dari titik serangan musuh.
Sebuah cara yang sederhana, tapi cukup efektif.
Tepat ketika Kou mendarat, tiba-tiba ada sesuatu yang tajam terbang dengan cepat ke arah Kou, dan Kou tentu saja dapat menangkis itu dengan combat knife miliknya.
Tepat setelah benda tajam itu ditangkis oleh Kou, tiba-tiba benda tajam itu meledak dan area di sekitar Kou dipenuhi oleh debu dan pasir yang tebal sehingga mengganggu jarak pandang Kou.
Dan seperti yang Kou duga, tiba-tiba sesaat setelah debu dan pasir itu keluar, keempat sosok itu muncul dan menyerang Kou di saat yang bersamaan.
Debu dan pasir yang ada memang mengganggu pandangan Kou, tapi sepertinya itu bukanlah masalah, Kou dapat menghindari semua serangan itu sekaligus dapat melayangkan serangan balasan.
Ketika pasir dan debu itu hilang, hal pertama yang dilihat Junta adalah Kou yang berdiri dan dikelilingi oleh keempat anggota pasukan khusus yang terkapar tidak bergerak di atas tanah.
"Jadi, aku rasa ini adalah akhir dari pertarungan latihan hari ini, percayalah kalian tidak bisa melakukan apapun dengan kondisi tangan dan kaki kalian yang terluka seperti itu, jadi tidak menyerah bukanlah sebuah pilihan, jika ini di medan pertempuran asli, dapat aku pastikan kalian akan mati kecuali ada keajaiban terjadi"
Kou mengatakan itu sambil memainkan combat knife yang ia pegang.
Hako dan Ratu Rana masih terdiam di tempat mereka, mungkin mereka memasang ekspresi biasa, tapi Junta dapat merasakan kalau Hako dan Ratu Rana cukup tercengang dengan apa yang baru saja terjadi, bahkan Junta mendengar sedikit suara baju besi yang bergetar yang kemungkinan besar berasal dari Hako.
Mungkin Hako dan Ratu Rana tidak bisa menangkap seluruh pergerakan Kou di pertarungan ini, terlebih lagi di bagian debu dan pasir, sederhananya Kou menghindari semua serangan itu sambil menyerang musuh, dan serangan yang Kou lancarkan menargetkan bagian vital dari lengan dan kaki musuh sehingga musuh lumpuh dan tidak bisa bergerak, presisi serangan, kecepatan, kelincahan, dan hal-hal lain yang ditunjukkan oleh Kou dalam pertarungan ini sudah sangat jelas membutuhkan keahlian yang tinggi.
"Pertarungan selesai, sembuhkan mereka Kou"
"Baiklah jika memang itu yang Kakak inginkan"
"Seperti yang diharapkan dari penyelamat Kerajaan Aruf sekaligus seseorang yang dapat mengalahkan Jenderal Barmun"
"Jika kau ingin berduel dengan Kou sekarang, maka mungkin Kou akan menerimanya"
Hako menggelengkan kepalanya sebelum berkata.
"Aku benar-benar ingin, tapi tubuh ku membutuhkan istirahat setelah menerima beberapa luka di medan perang, jadi untuk kali ini sayangnya tidak bisa, Kou benar-benar hebat dan aku sangat memuji itu"
"Tidak perlu memuji setinggi itu, pasukan khusus mu itu juga melakukan pertarungan yang bagus, mereka mengerti dasar-dasar dari bertarung secara berkelompok dan itu terlihat dadi koordinasi serangan mereka"
"Sepertinya aku sudah melatih mereka dengan baik, sampai-sampai kau memuji mereka"
"Ya, kerja bagus Hako, setidaknya menurut ku gelar mereka sebagai pasukan khusus bukanlah omong kosong belaka"
Setelah Junta mengatakan itu, tiba-tiba Kou sudah berada di depannya bersama dengan keempat pasukan khusus yang berdiri di belakangnya.
"Maafkan kami Jenderal Hako, Ratu Rana!"
Sontak keempat pasukan itu memberikan penghormatan mereka dengan cara berlutut menggunakan satu kaki sebagai tumpuan mereka.
Ratu Rana yang melihat ini berdiri dari kursinya dan berjalan mendekat ke arah pasukan khusus kerajaannya lalu memegang pundak mereka dan berkata.
"Berdirilah, kalian sudah menunjukkan kepada ku kemampuan kalian dan aku bangga dengan itu"
"Ratu Rana benar, sejak awal aku tidak berniat meminta kalian memenangkan pertarungan ini, aku hanya ingin kalian mengeluarkan seluruh kemampuan kalian"
Hako berkata seperti itu sambil berjalan mendekati Ratu Rana.
"Dengan ini aku harap kalian paham dengan apa yang selalu aku katakan, bahwa ada banyak orang kuat di luar sana yang tersembunyi di dalam masyarakat"
"Dan dengan latihan ini aku harap kalian tidak lagi suka meremehkan lawan, dan selalu waspada terhadap lingkungan di sekitar kalian"
Ratu Rana melanjutkan perkataan Hako sambil tersenyum.
"Kami mengerti"
"Terima kasih Junta, Kou, sudah membantu pasukan ku berlatih hari ini"
"Tidak masalah Ratu Rana, kami juga belajar beberapa hal baru dalam pertarungan ini"
"Kau benar Junta, bahkan aku yang hanya berdiri di samping Ratu Rana juga mendapatkan pelajaran berharga dari latih tanding ini"
"Kalau begitu aku akan kembali mempersiapkan barang-barang kami jika latihan di sini sudah selesai"
"Aku akan mengantarkan kalian kembali"
"Aku akan mengikuti Ratu Rana jika memang itu keinginannya"
"Sejujurnya kau tidak perlu melakukan hal ini Ratu Rana"
"Tidak apa-apa Junta, anggap saja sebagai rasa terima kasih ku karena sudah bersedia melatih pasukan khusus ku"
Setelah Ratu Rana mengatakan itu, Junta melihat ke arah Kou dan Kou hanya mengangkat sedikit kedua tangannya menandakan dia tidak tau harus berbuat apa.
Setelah mengetahui pendapat Kou, Junta dan Kou pergi kembali ke tenda mereka bersama dengan Ratu Rana dan Hako yang berjalan di depan mereka, dan entah kenapa keempat pasukan khusus itu juga mengikuti Junta dan Kou di belakang.
Ketika Junta dan Kou sudah dapat melihat tenda mereka, dari kejauhan Junta dan Kou dapat melihat Zonya dan Alicia yang sedang memindahkan beberapa box kayu dari dalam tenda ke dalam kereta.
"Oh Ratu Rana"
Zonya dengan cepat menaruh box kayu yang ia pegang dan memberikan penghormatan kepada Ratu Rana, Alicia juga melakukan hal yang sama.
"Kau bisa berdiri Zonya, dan juga Alicia"
"Apa ada yang bisa aku bantu?"
"Ah, tidak perlu Jenderal Hako, kami di sini sudah hampir selesai, melihat Junta dan Kou bersama Anda, aman kah jika aku beranggapan kalau Jenderal Hako dan Ratu Rana membawa Junta ke suatu tempat?"
"Ya Zonya, aku meminta tolong kepada Junta dan Kou untuk berlatih tanding dengan 4 orang yang berada di belakang sana"
"Oh, baiklah kalau begitu, baguslah jika Junta dan Kou tidak kabur dari tugas mereka membereskan barang-barang dan mengangkutnya ke dalam kereta"
"Hey, aku mendengar itu"
"Jadi? Apa sudah semuanya?"
"Masih ada beberapa box di dalam Kou, dan ada beberapa barang yang belum dimasukkan ke dalam box, mungkin kau bisa membantu Alicia dalam hal itu"
"Baiklah"
Setelah Kou mengatakan itu, Junta dan Kou berjalan masuk ke dalam tenda dan meninggalkan Zonya di luar bersama dengan Hako dan Ratu Rana.
Apa yang dikatakan Zonya mungkin perlu dikoreksi, karena masih ada banyak box dan barang-barang yang belum dikemas di dalam tenda, Junta dan Kou hanya bisa menghela nafas melihat semua ini.
"Ja-Jangan khawatir! A-Aku sudah mengelompokkan barang-barangnya, jadi yang perlu dilakukan adalah memasukkan barang-barang ini ke dalam box"
"Terima kasih Alicia"
"Ti-Tidak masalah! Aku tidak akan bisa melakukan semua ini tanpa bantuan Zonya"
"Dan Alicia, apa ini?"
__ADS_1
Kou bertanya sambil menggenggam sesuatu di tangannya.
"O-Oh! Itu adalah tanaman obat! Zonya berkata dia menemukan beberapa tanaman obat yang akan berguna dalam perjalanan kita, dan ini adalah salah satunya"
"Apakah ini juga termasuk?"
Junta menunjukkan apa yang ia pegang kepada Alicia.
"Y-Ya! Kenapa tanamannya berpencar? Aku pikir aku sudah mengelompokkan semuanya..."
"Dimana kami harus meletakkan tanaman obat ini Alicia?"
"O-Oh! Di-Di sana"
Alicia menunjuk ke arah box kayu dan tentu saja Junta dan Kou berjalan ke sana lalu membukanya.
Benar saja, box itu berisikan banyak sekali tanaman-tanaman baru yang belum pernah ada di kereta sebelumnya, sepertinya Zonya menemukan banyak tanaman obat baru di sekitar sini.
"Ju-Junta! Ba-Bantu aku.."
Alicia mengatakan itu menggunakan nada seperti orang yang membawa sesuatu yang terlalu berat.
Dan tentu saja Junta dengan cepat membantu Alicia yang sedang keberatan mengangkat box kayu itu.
"Dimana kau ingin meletakkan ini?"
"Ki-Kita harus membawa ini ke dalam kereta"
Junta mengangguk dan mulai berjalan pelan bersama Alicia keluar dari tenda.
Ketika Junta berada di luar, Ratu Rana dan Hako tidak lagi berada di sana, sedangkan Zonya ternyata ada di dalam kereta sibuk menata box-box kayu yang cukup berantakan.
"Dimana Ratu Rana dan Hako?"
Junta mengatakan itu tepat setelah ia meletakkan box ke dalam kereta.
"Ratu Rana berkata dia ingin mengambil sesuatu, jadi Hako dan keempat orang bertopeng itu pergi mengikutinya"
Zonya menggeser kotak yang baru saja diletakkan oleh Junta ke samping lalu berkata.
"Kita harus cepat, kita sudah sangat terlambat dari jadwal, kita tidak akan bisa sampai di tujuan kita berikutnya sebelum malam tiba jika seperti ini terus"
Dan setelah mengatakan itu, Zonya turun dari kereta dan bergerak cepat masuk ke dalam tenda.
Untungnya, Kou sudah memasukkan semua barang-barang yang ada dan yang perlu dilakukan sekarang hanyalah mengangkat box-box kayu itu ke dalam kereta.
Masing-masing dari mereka mengangkat 1 box kayu, dan membutuhkan dua kali masuk keluar tenda untuk mengeluarkan semua box kayu yang ada di dalam.
Setelah meletakkan box kayu terakhir ke dalam kereta, Zonya menata box-box itu dan berkata.
"Aku rasa ini sudah seluruhnya, Alicia, panggil Aya, kita akan berangkat"
"A-Aku mengerti"
Dan dengan gerakan cepat Alicia turun dari kereta dan berlari entah ke mana.
"Sepertinya Jenderal Hako sangat mempercayai mu Junta"
Zonya tiba-tiba berkata seperti itu sambil menata box-box yang ada.
"Mungkin kau bisa menganggapnya seperti itu"
"Aku tidak pernah melihat ada seorang jenderal yang meminta tolong kepada seseorang di luar anggota kerajaan untuk melatih pasukannya"
"Tidak banyak yang bisa aku ajarkan kepada pasukan itu, mereka sudah cukup bagus dan mereka akan berkembang seiring berjalannya waktu"
"Ngomong-ngomong kemana tujuan kita selanjutnya Zonya?"
Zonya terdiam sejenak setelah mendengar pertanyaan Kou, lalu menjawab.
"Aku masih tidak memiliki tujuan pasti Kou, ada beberapa tempat yang muncul di kepala ku saat ini, tapi tergantung situasi dan kondisi, aku akan memilih salah satunya nanti"
"Apakah kita mempunyai makanan darurat yang cukup Zonya?"
"Aku sudah memeriksa itu Junta, dan aku pikir dengan jumlah yang kita punya sekarang, itu akan cukup sebelum kita sampai di kota berikutnya"
"Itu bagus, aku tidak ingin kita kebingungan harus memakan apa ketika kita tidak bisa menemukan makanan di alam liar"
Tepat setelah Junta mengatakan itu, Aya sudah datang bersama dengan Alicia.
"Aya, mohon bantuannya ketika kita berada di wilayah Kerajaan Slyn"
"Serahkan saja pada ku"
Setelah Aya mengatakan itu, dari kejauhan, Junta dan Kou dapat melihat Ratu Rana, yang sedang berjalan bersama Hako menuju ke arahnya.
"Sepertinya aku sampai di waktu yang tepat"
Ratu Rana mengatakan itu tepat setelah Junta dan Kou turun dari kereta.
"Kami akan pergi Ratu Rana, terima kasih atas segala yang kau berikan kepada kami selama di sini"
"Kakak benar, aku juga ingin mengucapkan terima kasih"
"Bukan masalah besar, aku senang dapat membantu kalian, dan ini, aku berikan sesuatu kepada kalian yang mungkin dapat membantu selama perjalanan"
Ratu Rana memberikan sesuatu yang terlihat seperti lencana emas dengan logo Kerajaan Aruf kepada Junta dan Kou, dan lencana yang sama hanya saja berwarna silver ke Zonya dan Alicia, lencana itu berukuran tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil dan juga memiliki desain layaknya pin yang biasanya kenakan di baju.
"Ini semua adalah lencana kerajaan, warna emas yang aku berikan kepada Junta dan Kou adalah lencana yang menunjukkan bahwa pemakainya memiliki tingkat yang setara dengan keluarga kerajaan, dan lencana silver yang aku berikan kepada Zonya dan Alicia adalah lencana yang menunjukkan bahwa pemakainya adalah teman Kerajaan Aruf"
"Dan maafkan Ratu Rana Aya, dia tidak bisa memberikan mu lencana ini karena lencana ini mungkin akan menimbulkan masalah bagi mu"
"Saya sama sekali tidak keberatan Ratu Rana, hal seperti ini bisa dimengerti"
"Be-Benarkah tidak apa kami menerima ini Ratu Rana?! Bu-Bukankah ini termasuk lencana kehormatan?!"
"Ya, aku sama sekali tidak ada masalah memberikan itu kepada kalian, temannya Junta adalah temannya kerajaan ini, tentu selama kalian bersikap baik"
"Terima kasih Ratu Rana, benar-benar sebuah kehormatan bagi ku dapat menerima lencana ini langsung dari mu"
"Sama-sama Zonya, dan aku harap kalian dapat menjaga lencana ini dengan baik dan tidak mencoreng kehormatan lencana ini dan kehormatan kerajaan ku"
"Tentu saja Ratu Rana, kami mengerti seberapa besar kehormatan yang kau berikan ini dan kami akan menjaganya dengan baik"
"Terima kasih sudah memberikan ku dan adik ku lencana ini Ratu Rana, kami akan menjaga ini dengan baik"
"Tidak masalah Junta, dan sedikit saran dari ku, mungkin kalian ingin menyembunyikan lencana itu selama kalian berada di Kerajaan Slyn, hanya untuk berjaga-jaga"
__ADS_1
"Aku rasa kau benar Ratu Rana, terima kasih atas sarannya"
"Tidak masalah Kou, aku berharap kita dapat bertemu lagi di suatu tempat dan semoga perjalanan kalian aman dan lancar"