
“Aku menunggu perintah mu Kakak”
“Untuk saat ini jangan terlalu agresif Kou”
Orang bertopeng itu masih berdiri di posisi yang sama tanpa bergerak sedikit pun.
Junta tidak ingin mengambil sikap agresif karena dia masih belum tau secara pasti apakah orang itu benar-benar berbahaya atau tidak.
Meskipun penampilannya memang sangat mencurigakan, tapi selama orang itu tidak ingin menyakiti Junta dan Kou, maka Junta akan membiarkannya pergi.
Sementara Kou masih berdiri di depan Junta dengan ekspresi waspada, sepertinya Zonya sudah selesai dengan persiapannya dan terlihat ingin memulai serangan pertama.
Tapi Junta mengulurkan tangannya ke samping untuk memberi isyarat kepada Zonya untuk tidak mengambil tindakan agresif.
“Apa kau memiliki perlu dengan kami wahai orang bertopeng”
Orang bertopeng itu tidak menjawab seruan Junta, dia berdiri di sana tidak bergerak sama sekali seperti patung.
Kou yang merasa kalau ini tidak akan berakhir dengan baik, mulai maju selangkah.
Junta membiarkan Kou dan kembali berkata.
“Kami tidak ingin menyakiti mu wahai orang bertopeng selama kau tidak ingin menyakiti kami”
Orang bertopeng itu masih tidak menjawab pertanyaan Junta.
“Kakak, aku rasa ini tidak akan bekerja”
“Jangan terburu-buru Kou”
Kou terlihat berpikir, lalu tiba-tiba berlari menuju orang bertopeng itu.
Kou berhenti tepat di depannya dan menatap langsung topengnya.
Walaupun Kou berlari ke arah orang itu, orang itu terlihat tidak takut dan tetap diam seperti patung.
Setelah mengetahui kalau orang itu benar-benar seperti patung, Kou berjalan menuju monster besar yang mencemari sungai.
Tapi tiba-tiba orang itu muncul di depan Kou, tentu Kou secara reflek langsung loncat mundur ke belakang untuk mengambil jarak.
Junta melihat apa yang terjadi, orang bertopeng itu berpindah posisi seperti menggunakan teleportasi, sepertinya dia sedang melindungi monster yang mencemari sungai itu.
Lalu, mungkinkah orang itu adalah tuan dari monster itu? Atau mungkin ada alasan lain untuk melindungi monster itu?
Kou mencoba untuk berjalan melewati orang bertopeng itu lagi agar bisa membunuh monster yang mencemari sungai, tapi lagi-lagi Kou dihadangi oleh orang itu.
Dengan ini Junta yakin kalau orang bertopeng itu melindungi monster itu.
“Zonya, apa kau yakin kalau orang bertopeng itu adalah salah satu dari 10 Fingers?”
“Aku tidak pernah bertemu dengan salah satu dari pemimpin The Fingers, tapi penampilan orang itu cocok dengan apa yang dikatakan orang-orang”
“Jika memang dia adalah salah satu dari 10 Fingers, apakah itu berarti kita dalam kondisi yang tidak bagus?”
“Bagaimana menurut mu? Berurusan dengan The Fingers saja sudah membuat mu kesusahan, apa lagi dengan pemimpinnya”
“Lalu, apa kau punya saran?”
“Jika dilihat pergerakannya, orang itu sepertinya melindungi monster besar itu, jika memang The Fingers adalah pelaku dibalik kejadian ini, maka ini akan menjadi kasus yang susah untuk diselesaikan”
“Aku rasa itu bukan termasuk saran..”
Zonya terlihat berpikir sejenak lalu berkata.
“Aku tidak ingin mengatakan ini, tapi sebagai class 5, aku berpendapat kalau kita sebaiknya mundur dan pergi ke Asosiasi untuk meminta bantuan dan menjelaskan semuanya, tapi, secara pribadi, aku tidak ingin berurusan dengan The Fingers jadi jika aku menjalankan misi ini sendirian, mungkin aku akan membatalkannya dan mencari misi lain”
“Apa kau serius? Kau ingin membatalkan misi ini? Dan kau panggil diri mu class 5?”
“Aku sudah mengatakan kepada mu apa yang akan aku lakukan sebagai class 5, tapi jika kau bertanya kepada ku apa yang akan aku lakukan jika ini bukan misi dari Asosiasi, aku akan membuangnya”
“Apa The Fingers ini benar-benar sangat menakutkan?”
“Aku lebih berpikir merepotkan, aku sudah menceritakan ini kepada kalian kan? Tapi untuk seseorang yang lebih lemah dari ku, mungkin mereka berpendapat kalau The Fingers adalah sebuah mimpi buruk”
“Hmmmmm”
Junta terlihat berpikir sejenak, permasalahannya di sini bukanlah bisa mengalahkan musuh atau tidak, tapi masalahnya adalah apakah Junta mau berurusan dengan The Fingers, yang mana sudah diceritakan oleh Zonya kalau sebaiknya Junta dan Kou tidak berurusan dengan mereka.
Selagi Junta berpikir, Kou masih berdiri di depan dengan ekspresi waspada, tentu saja Kou sadar kalau dia tidak bisa mendekati monster itu karena orang bertopeng itu melindunginya.
Jika memang monster itu berhubungan dengan The Fingers, maka jika ingin tidak berurusan dengan The Fingers, Junta tidak boleh membunuh monster itu, yang itu berarti permintaan ini tidak bisa diselesaikan.
Tapi Junta sangat membutuhkan uang dari permintaan ini untuk membuatnya tetap hidup sekaligus membantunya mencari jalan keluar menuju dunia aslinya, tentu saja peraturan tidak ada yang gratis juga berlaku di dunia ini.
Setelah berpikir lama, Junta terpikirkan sesuatu dan ingin mencobanya, jadi dia berjalan menuju monster besar itu dan tentu saja dia dihalangi oleh orang bertopeng yang seperti patung itu.
Kou yang sudah tidak dihalangi oleh orang aneh itu sepertinya mengerti rencananya Kakaknya, jadi dia berjalan menuju monster itu, dan tentu saja dia dihalangi lagi.
Lalu Junta melangkahkan kakinya untuk berjalan lagi, tapi orang itu menghalangi lagi.
Setelah orang itu menghalangi Junta, Kou dengan pergerakan secepat kilat memenggal monster itu sehingga monster itu ambruk dan jatuh ke sungai.
Setelah tau monster itu mati, entah bagaimana padahal pandangannya terus tertuju ke Junta seperti patung, orang bertopeng itu berteleportasi ke depan Kou dan menebasnya dengan pisau yang entah datang dari mana.
Tentu saja Kou dapat dengan mudah menghindarinya karena dia langsung mengambil jarak ketika orang itu berada di depannya.
Dengan terbunuhnya monster itu, bisa dikatakan permintaan yang diambil Junta dan Kou hampir selesai, yang perlu mereka lakukan sekarang hanyalah kembali ke sungai itu dan memurnikannya.
Tepat ketika Junta berbalik untuk pergi menjauh dari tempatnya, tiba-tiba dia melihat Kou ada di depannya yang sedang menahan serangan dari orang bertopeng itu.
Entah sejak kapan Kou ada disana, tapi yang dapat dipastikan oleh Junta adalah orang ini tidak akan membiarkan mereka pergi.
Setelah menerima beberapa tebasan yang dapat dia hindari, orang bertopeng itu sedikit mengambil jarak dari Kou, Kou yang sepertinya tau kalau dia harus mengalahkan orang itu jika ingin pergi dari sini mulai mengambil inisiatif.
Kou dengan pergerakannya yang cepat mulai berlari menuju orang itu dan melayangkan beberapa tebasan setelah dia berada tepat di depan orang bertopeng itu.
Tidak disangka orang bertopeng itu dapat menangkis semua serangan Kou.
Kou berpindah posisi dan sekarang dia berada di belakang orang itu, dengan cepat Kou melayangkan beberapa tebasan.
Tidak disangka lagi orang itu dapat menangkis semua serangan Kou.
Setelah itu, Kou mengambil jarak dari orang itu dan tiba-tiba Kou sudah berpindah posisi ke samping Kakaknya.
“Kakak, apa kau lihat itu?”
__ADS_1
”Bahkan Jenderal Barmun tidak bisa melihat pergerakan mu”
“Selain dia bisa melihat pergerakan ku, dia juga bisa menangkis semua serangan ku!”
“Ini akan menjadi pertarungan yang sulit”
Junta terlihat berpikir sejenak.
“Aku akan membantu mu Kou”
“Oh, sudah lama kita tidak bertarung bersama seperti ini”
Junta mengeluarkan pedangnya lalu memegang pedangnya dengan tangan kanan dan meletakkan tangan kiri nya di balik punggung, lalu, dia menghadapkan badannya ke arah kiri dan menolehkan kepalanya ke arah kanan agar bisa melihat orang bertopeng itu dengan jelas.
Gerakan ini sama persis dengan gerakan yang Junta buat ketika dia berduel dengan Hako.
Kou yang mengerti Kakaknya sudah siap mulai menghilang entah kemana.
Junta dengan gerakan yang tidak kalah cepat mulai bergerak ke arah orang bertopeng itu dan dengan kecepatan yang luar biasa tiba-tiba dia sudah ada di depannya.
Begitu juga dengan Kou, yang tiba-tiba sudah ada dibelakangnya, mereka berdua pun melayangkan tebasan ke orang itu disaat yang bersamaan.
Orang bertopeng itu sepertinya tidak bisa menangkis semua serangan yang dilancarkan oleh Junta dan Kou jadi dia menghindarinya dan mengambil jarak agar tidak terlalu dekat dengan mereka.
“Aku khawatir dia bisa menangkis semua serangan yang kita layangkan kepada dia, untungnya tidak”
Setelah Junta mengatakan itu, tiba-tiba orang bertopeng itu muncul di depannya dan menebasnya!
Tapi tentu saja Junta dapat menangkis serangan itu, Kou yang mengerti situasinya langsung melayangkan beberapa tebasan dengan pisaunya, membuat orang bertopeng itu meloncat ke samping dan mengambil jarak kembali.
“Ini merepotkan”
“Satu hal yang jelas, dia lebih kuat daripada jenderal Barmun”
“Ngomong-ngomong dimana Zonya?”
Setelah Kou mengatakan itu Junta secara reflek melihat ke belakang, dan ternyata Zonya tidak ada di sana.
“Aku rasa dia melarikan diri”
Tiba-tiba ada suara masuk ke dalam pikiran Junta.
“Sembarangan kau kalau bicara Junta”
“Siapa ini?”
Junta bertanya seperti orang bodoh walaupun sebenarnya dia tau dari suara itu kalau dia adalah Zonya.
“Aku tidak perlu menjawab itu, aku sekarang sedang berada di dalam salah satu pohon yang ada di sini, aku akan mendukung kalian dengan cara memberikan Mana yang aku serap kepada kalian, dan juga aku di sini untuk memonitor keadaan lingkungan sekitar berjaga-jaga ada musuh lain di sekitar sini”
“Lalu? Apa kau menemukan sesuatu?”
“Harus aku akui kalau ada yang aneh di sini, aku merasakan ada aliran Mana yang mengarah ke musuh mu itu, seolah-olah ada orang yang sedang mengisi Mana nya…”
“Apa kau bisa mendeteksi dimana aliran itu berasal?”
“Sedang aku usahakan”
“Oi!”
“Meskipun aku tidak tau apa yang dia lakukan tapi selama itu berguna aku tidak mempermasalahkannya”
Junta berpikir sejenak mengenai apa yang dikatakan Zonya tadi, mungkinkah pergerakannya yang cepat, yang bahkan setara dengan Kou, itu dikarenakan ada orang yang mengalirkan Mana mereka ke orang itu? Apakah orang itu menerima semacam sihir peningkatan seperti buff?
Jika dia menerima sihir buff, maka hal ini menjadi masuk akal, sejauh ini Junta belum melihat ada satupun orang di dunia ini yang dapat melihat gerakan Kou sampai-sampai bisa menangkis serangannya, bahkan melihat gerakan Kou adalah sebuah usaha yang sangat menyusahkan untuk kepala militer dari sebuah kerajaan, jenderal Barmun.
“Kou, kita akan mencoba menyerangnya lagi, apa kau siap?”
“Aku selalu siap”
“Baiklah, aku mulai!”
Junta mendadak menghilang dan tiba-tiba sudah berada di depan orang bertopeng itu.
Dengan tenaga yang kuat, Junta menebas orang itu di arah perutnya.
Tapi orang itu berhasil menghindar dengan cara melompat ke belakang.
Belum lama dia mendarat, Kou sudah ada dibelakangnya seolah-olah sedang menunggu, dan dengan cepat, Kou menebas orang itu dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat.
Orang bertopeng itu meloncar ke samping untuk menghindari serangan Kou.
Belum lama orang itu menyentuh tanah, sebuah tombak es yang tajam tiba-tiba muncul dari bawah tanah.
Tentu orang bertopeng itu menghindarinya, tapi tombak es itu terus mengejarnya dan terus muncul secara acak sehingga sangat susah untuk menebaknya.
Setelah kira-kira melompat sebanyak 4x untuk menghindari tombak-tombak es yang muncul dengan kecepatan yang tidak biasa, Junta tiba-tiba sudah berada di belakang orang itu seolah-olah sedang menunggunya, Junta dengan kuat menebaskan pedangnya yang terbakar api biru secara vertikal.
Orang bertopeng itu terlihat terkejut dan tidak siap dengan serangan Junta, jadi dia menghindarinya dengan cara melompat.
Pilihannya untuk melompat agar bisa menghindari serangan Junta adalah pilihan yang tepat, karena saat ini, pedang yang terbakar itu membuat tanah disekitar tempat pedang itu tertancap juga ikut terbakar.
Saat masih di udara, orang bertopeng itu dikejutakan dengan keberadaan Kou yang sudah ada jauh di atasnya, tepat di depan Kou muncul sebuah tombak es raksasa yang datang entah dari mana, tombak raksasa itu Kou lemparkan ke bawah tepat menuju orang bertopeng itu!.
Tombak raksasa itu melesat dan akhirnya menancap ke tanah, setelah menancap tombak itu mengeluarkan bongkahan-bongkahan es yang runcing dari bawah tanah disekitar tombak itu.
Semua terjadi sangat cepat jadi Junta tidak tau apakah serangan tadi mengenai orang bertopeng itu atau tidak.
Dan Junta melihat orang bertopeng itu sedang berdiri tidak jauh dari tombak es milik Kou, dia berdiri melihat Junta seperti patung.
“Kakak orang ini gila”
Kou mengatakan itu ketika dia sedang mendarat.
“Tidak diragukan lagi kemampuannya berada di level yang berbeda”
“Dia bisa menghindari semua serangan duet kita tanpa terluka, sudah jelas dia berada di level yang berbeda!”
Tidak lama setelah Kou mengatakan itu, orang bertopeng itu berjalan santai ke arah mereka, di saat dia berjalan, dia menjentikkan jarinya sebanyak 2 kali”
Setelah jentikan itu berakhir, tiba-tiba Junta melihat secara sekilas ada semacam aliran sihir yang seolah-olah mengelilingi area sungai itu.
“Junta! Aku merasakan ada sesuatu yang aneh di area ini secara tiba-tiba!, entah mengapa aku tidak bisa menggunakan sihir teleportasi ku untuk berpindah ke pohon lain!”
“Apa? Coba sihir lain”
__ADS_1
“Tidak bisa! Orang itu sepertinya menggunakan sesuatu yang menganggu sihir teleportasi ku!”
Junta berpikir sejenak, sihir apa yang bisa menganggu sihir teleportasi?
“Kou, Zonya berkata kalau dia tidak bisa menggunakan sihir teleportasinya setelah orang itu menjentikkan jarinya, kau tau kenapa?”
“Hm.. Tunggu dulu.. Jangan-jangan… Dimensional Lock?”
Junta dan Kou tiba-tiba membuat ekspresi seolah-olah sadar akan sesuatu.
“Kakak!”
“Aku izinkan!”
Dengan gerakan yang sangat cepat, lebih cepat dari biasanya, Kou bergerak ke arah orang bertopeng itu.
“Forbidden Family Technique: Echte Schuine Streep!”
3 tebasan dilayangkan Kou dengan kecepatan yang sangat luar biasa dan juga dimensi ruang yang ada di depannya terlihat bergeser, seolah-olah dimensinya ikut tertebas.
Orang bertopeng itu memang terkena tebasan yang dilayangkan oleh Kou, tapi saat dia tertebas, tubuhnya berkedip seolah-olah dia adalah bayangan dari sebuah proyektor sehingga tidak ada luka sama sekali di tubuhnya, Kou yang melihat ini langsung kembali ke sisi Kakaknya untuk mengambil jarak.
Saat Kou kembali ke sisi Kakaknya, rambutnya tidak lagi berwarna merah melainkan putih, menandakan bahwa Kou sedang mengaktifkan sihir terlarang yang dulu dia gunakan untuk menyelamatkan Kakaknya dan istana ratu Rana dari serangan misterius, Full Potential.
“Apa orang itu adalah bayangan?”
Kou bertanya dengan nada serius.
“Hanya itu satu-satunya jawaban yang masuk akal berdasarkan pengetahuan dan fakta yang kita punya”
“Jika dia bukan bayangan, maka ini akan menjadi pertarungan yang sangat susah”
“Aku tidak ingin mengakuinya tapi seseorang yang bisa menghindari true slash yang kau lancarkan tadi bukanlah orang biasa.. Bahkan aku ragu apakah dia termasuk orang atau bukan”
Tiba-tiba muncul asap hitam disekitar orang itu setelah Junta berbicara kepada Kou.
Kou yang mengerti kalau orang itu berusaha kabur dengan cepat mengeluarkan tombak-tombaknya dan melempar semua tombak-tombak itu ke arah asap hitam.
Setelah asap hitam itu hilang, orang bertopeng itu sudah tidak ada lagi disana, tombak-tombak Kou yang dia lempar tadi semua tertancap di pohon yang ada di belakang asap hitam itu.
Kou yang mengerti kalau pertarungan ini sudah selesai mulai mematikan sihir Full Potential dan rambutnya perlahan kembali ke warna merah.
Setelah rambutnya kembali ke warna merah, tiba-tiba Junta dan Kou mendengar suara sesuatu yang jatuh ke tanah.
Ternyata itu Zonya, dia terkapar di atas tanah tidak bergerak.
Junta dan Kou langsung berlari ke arah Zonya dan melihat keadaanya.
“Aku rasa dia pingsan Kakak, hanya saja ini aneh… Mana yang ada di dalam tubuhnya hampir habis tidak tersisa”
Kou mengatakan itu sambil memegang dahi Zonya dengan tangannya yang bersinar hijau.
Tiba-tiba Junta teringat dengan perkataan Zonya, sesuatu tentang bantuan Mana yang dia serap.
“Uhm.. Sebenarnya Zonya membantu kita dengan cara memberikan kita Mana yang dia serap kepada kita”
“Apa? Menurutmu dia pingsan karena Mana nya juga ikut terserap ketika aku mengaktifkan Full Potential tadi?”
“Uh.. Aku takut kalau itulah yang sebenarnya terjadi”
Tangan Kou mulai bersinar lebih terang setelah Junta mengatakan itu, setelah beberapa saat menyentuh dahi Zonya dengan tangannya yang bersinar, Zonya perlahan-lahan membuka matanya.
“Ugh.. Kepala ku sakit sekali, apakah aku makan serangga beracun itu lagi..”
“Uhm.. Aku tidak tau apa maksud mu tapi aku rasa bukan”
Setelah mendudukkan dirinya, Zonya melihat-lihat keadaan sekitar, dan seketika dia tersadar akan sesuatu.
“Oh! Dimana musuh itu?! Dimana orang bertopengnya?!”
“Orang itu sudah kabur, kau tidak perlu khawatir”
“Kabur?! Oh sial! Ini akan tambah merepotkan!”
“Bagaimana bisa?”
Kou bertanya dengan nada kebingungan.
“Itu artinya dia akan memberitahu The Fingers apa yang terjadi dan kita akan menjadi buronan! Jika saja kita bisa membunuhnya mungkin The Fingers akan cukup kesusahan untuk menemukan pembunuhnya jika kita bisa menyembunyikan mayat dia!”
“Dari pada itu, apa kau ingat sesuatu sebelum kau pingsan?”
“Ugh.. Aku tidak ingat.. Aku hanya ingat setelah memberi tahu mu tentang sihir teleportasi ku yang tidak bekerja, itu saja.. Mungkin aku pingsan karena terlalu memaksakan diri dalam menggunakan sihir iku”
Kou terlihat ingin berbicara, tapi Junta mengisyaratkan untuk diam, Kou mengerti itu jadi dia mengikuti perintah Kakaknya.
“Apa kau merasa baik-baik saja?”
“Ya.. Selain kepala ku yang masih sangat sakit aku merasa baik-baik saja”
Zonya berdiri lalu berjalan menuju monster laba-laba yang mati di atas sungai, setelah sampai, Zonya memotong salah satu mata dari laba-laba itu dengan pisau lalu memasukkanya ke dalam kantong.
“Apa yang kau lakukan?”
Junta bertanya sambil berjalan bersama Kou ke arah Zonya.
“Aku mengambil bagian dari tubuh monster ini, aku memang tidak tahu apa-apa tentang monster ini, tapi siapa tahu Asosiasi akan membayarnya”
“Asosiasi akan membayarnya?”
“Tepat, Asosiasi akan membayarmu jika kau membunuh sebuah monster, yang perlu kau lakukan hanyalah mengambil salah satu bagian dari monster itu lalu kau bawa ke resepsionis, nanti biar dia yang mengurus sisanya”
“Begitu ya, cukup 1 bagian?”
“Cukup 1 bagian”
Junta mengikuti jejak Zonya dan mulai mengambil salah satu bagian dari monster itu, bukan mata yang diambil Junta dan Kou, melainkan Kakinya.
“Baiklah, karena entah bagaimana kita bisa menyelesaikan masalah yang ada di sini, mari kita kembali ke desa untuk memurnikan air itu agar kita bisa kembali ke rumah kita!”
__ADS_1