Junta & Dunia Sihir

Junta & Dunia Sihir
#16 Kou von Rayka


__ADS_3

Junta ingin melihat siapa yang berteriak seperti itu, tapi sebelum dia bergerak, dia sudah dikepung oleh banyak sekali prajurit yang memakai baju armor yang mengkilap.


“Uh… Ada apa ini?”


“Kau! Kembalikan harta yang kau curi!”


Tiba-tiba keluar seorang wanita muda berambut putih dan bermata biru dari kerumunan prajurit-prajurit itu, tingginya sama dengan Junta dan dia terlihat berumur sekitar 18 tahun. tubuhnya memakai armor ringan yang terbuat dari kulit, mata birunya menatap tajam ke arah Junta dan tangan kanannya mengambil pedang yang dia letakkan di pinggangnya.


“Hey hey.. Tidak perlu mengancam ku dengan pedang seperti itu, aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan, harta apa yang kalian maksud?”


“Lucu sekali kau berkata seperti itu dasar pencuri! Padahal kau sendiri masih memegang harta itu!”


Junta melihat benda yang dia pegang, dan tentu saja saat ini dia hanya memegang batu hitam yang dia temukan tadi di jalanan.


“Oh, maksud mu batu ini? Baiklah, baiklah, aku akan memberikannya pada mu”


Tepat setelah Junta mengatakan itu, seluruh prajurit yang mengepung nya mengangkat pedang mereka dan menyerang Junta secara bersamaan.


Tapi entah apa yang terjadi, seluruh prajurit yang menyerang Junta terpental ke belakang, seolah-olah ada angin kuat yang menjauhkan mereka dari Junta.


“Kakak, aku baru pergi selama beberapa menit dan kau sudah membuat masalah?”


Ternyata yang menghempaskan prajurit-prajurit itu adalah Kou yang datang entah dari mana, tepat setelah Kou mengatakan itu, prajurit-prajurit lain yang berada di belakang wanita berambut putih itu mengeluarkan pedang yang ada di pinggang mereka.


“Aku tidak tau apa yang terjadi, tapi aku peringatkan kalian untuk mundur dan jangan mendekati Kakakku!”


Tepat setelah mengatakan itu, secara perlahan tanah yang dipijak oleh Kou membeku menjadi es, tubuh Kou juga mengeluarkan asap putih layaknya sebuah es yang baru saja dikeluarkan dari lemari pendingin, secara perlahan-lahan tanah yang membeku itu menjalar dan hampir mengenai para prajurit itu.


Merespon dengan ancaman yang diberikan oleh Kou, wanita berambut putih itu mengeluarkan pedang yang dia miliki dari sarung pedangnya dan mengarahkannya tepat ke arah Kou.


“Aku tidak mengerti siapa kau, tapi jika kau membela pencuri itu maka kau juga harus dihukum!”


“Kau bilang Kakak ku adalah seorang pencuri? Apa kau tau penghinaan apa yang baru saja kau katakan itu?!”


Setelah Kou mengatakan itu, tiba-tiba terdapat hembusan angin dingin yang menerpa semua orang yang berada di sekitar Kou, sepertinya angin itu berasal dari Kou dan angin itu cukup kuat untuk membuat para prajurit sedikit mundur dari posisi awal mereka.


“Kou”


“Kakak! Aku meminta izin untuk membunuh seluruh prajurit yang ada di sini! Mereka sudah menghina kita sebagai pencuri!”


“Maaf tapi aku tidak bisa memberikan mu izin itu, tenang kan diri mu dan jangan memberi ancaman kepada mereka”


Kou terlihat seperti kesal dengan keputusan Kakaknya, hal itu terlihat jelas dari raut mukanya, tapi walaupun dia kesal, dia tetap menuruti keinginan Kakaknya dan mulai menenangkan dirinya, secara perlahan, tanah yang tadinya membeku kembali menjadi normal.


“Pertama, aku tidak tau siapa kau wanita putih, tapi, Aku dan Kou hanyalah seseorang yang datang dari negara yang sangat jauh, aku menemukan ini di jalanan tepat di mana kau berdiri sekarang, sebelum aku menemukan ini, ada seseorang yang menabrak ku, mungkin dialah pencuri yang kau cari”


Setelah mendengar penjelasan dari Junta, wanita berambut putih itu menginstruksikan para prajurit yang ada untuk menurunkan senjata mereka.


“Aku ingin kedamaian, oleh karena itu aku akan memberikan batu ini jika memang ini yang kau inginkan, setelah aku memberikan ini maka mari kita kembali kepada kesibukan kita masing-masing”


“Wahai pengembara berambut biru dan merah! Aku dan 50 prajurit yang ada di sini mungkin bisa menerima pernyataan mu, tapi sayang, ratu kami mungkin akan sangat kecewa jika kami tidak bisa menangkap pencuri itu”


“Jadi, apa yang kau inginkan? Kau ingin memenjarakan kami?”


Kou berdecak lidah setelah mendengar pertanyaan dari Kakaknya.


“Aku hanya meminta kepada mu untuk menjelaskan kepada ratu kami seperti apa yang kau jelaskan kepada kami barusan”


“Aku mengerti, aku sangat mengerti kenapa kau meminta hal seperti itu pada ku, baiklah, antar kami kepada ratu mu”


Dan setelah Junta mengatakan itu, Junta berjalan menuju kastil yang letaknya ternyata tidak jauh dari tempat mereka berdiri, mereka mengikuti wanita putih itu yang berjalan di depan mereka, dan para prajurit yang ada mengikuti Junta dan Kou di belakang.


“Jadi Kou, apa kau sudah mendapatkan beberapa informasi?”


“Tentu Kak, aku akan memberitahu mu sekarang jika kau mau”


“Situasi nya tidak tepat, mari kita bicarakan hal ini setelah kita menyelesaikan urusan kita di sini”


“Aku bisa dengan mudah membunuh prajurit-prajurit ini Kakak, dan dengan begitu masalah kita selesai”


“Kou, aku tau kau sangat marah dengan penghinaan itu, tapi kekerasan tidak selalu dapat menyelesaikan masalah, lagipula kita masih belum tau kekuatan apa saja yang ada di dunia ini, lebih baik kita tetap berhati-hati”


Kou hanya terdiam setelah mendengar perkataan Kakaknya, tidak lama setelah Junta mengatakan itu, mereka sudah sampai di gerbang kastil, gerbang itu terbuat dari batu dengan gerbang yang terbuat dari kayu, ada dua penjaga yang memakai baju armor berat di sana, mulai dari kepala sampai kaki, semuanya ditutupi oleh armor yang terbuat dari besi yang mengkilap, ketika wanita berambut putih itu datang mendekat, kedua penjaga itu dengan cepat membukakan pintu gerbang itu dan memberikan hormat mereka kepada wanita putih itu.


Setelah melewati gerbang itu, keadaannya menjadi berubah, ada sebuah jalan yang tidak terlalu besar yang terbuat dari batu marmer putih, jalan itu mengarahkan Junta dan Kou ke arah sebuah taman yang berbentuk persegi dengan sebuah patung yang terbuat dari tumbuhan berdiri di tengahnya, ketika sampai di taman itu, jalan nya yang semula tadi lurus menjadi bercabang, ada jalan yang menuju ke arah kiri, kanan, dan lurus, wanita berambut putih itu mengambil jalan lurus dan tidak butuh waktu lama, sebuah kastil yang megah dapat dilihat.


Kastil itu sangat besar dan agung, terbuat dari batu tapi batu-batu itu terlihat lebih kokoh daripada batu yang ada di pintu gerbang tadi, ketika sampai di pintu kastil yang sangat besar itu, penjaga yang ada segera membukakan pintu itu untuk si wanita putih, tepat setelah pintu itu terbuka, keindahan kastil itu mulai bersinar, hal pertama yang dilihat Junta adalah sebuah karpet merah yang memanjang lurus, di ujung karpet itu, ada sebuah pintu besar lagi, jika dilihat dari tata ruang nya, sepertinya yang ada di balik pintu itu adalah ruang tahta.


Wanita itu berjalan lurus mengikuti karpet merah itu, selama perjalanan Junta melihat bagaimana indahnya kastil itu, banyak sekali benda-benda yang Junta belum pernah lihat sebelumnya dan sangat susah untuk dijelaskan, tapi meskipun Junta tidak mengerti benda apa itu, Junta tetap bisa merasakan keindahannya, tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di depan pintu besar yang karpet merah itu tuntun kepada mereka.

__ADS_1


“Aku, Elizabeth Hako, meminta izin untuk masuk ke dalam ruang tahta!”


Tepat setelah wanita putih mengatakan itu, pintu besar itu terbuka, hal pertama yang Junta lihat setelah pintu itu sepenuhnya terbuka adalah sebuah singgasana, sebuah singgasana yang besar dan indah, kursi singgasananya berada sedikit di atas lantai sehingga jika ingin duduk di sana maka harus menaiki sebuah tangga kecil, dan juga kursi itu terlihat terbuat dari emas dengan paduan kain merah sebagai alas tempat duduknya, jalan menuju singgasana itu ditutupi oleh karpet merah yang sedikit lebih mewah dari karpet merah yang Junta lalui tadi.


Setelah mengikuti wanita putih itu masuk ke dalam ruang tahta, Junta sadar bahwa ada seseorang yang duduk di kursi singgasana itu, dia adalah seorang wanita, dia terlihat pendek, mungkin lebih pendek daripada Junta, dia memakai mahkota kecil di atas kepalanya yang menandakan bahwa dia lah penguasa di sini, rambutnya berwarna cokelat dan matanya juga berwarna cokelat, Junta tidak bisa memprediksi secara persis umurnya tapi dia terlihat masih muda, alasan Junta tidak bisa memprediksi umurnya adalah karena ratu itu tidak terlihat seperti manusia biasa, karena dia mempunyai telinga kelinci yang berwarna cokelat.


“Kau sudah kembali Hako”


“Yang Mulia”


Tepat setelah Hako, si wanita berambut putih itu mengucapkan salamnya, dia berlutut dengan satu kaki sebagai tumpuannya, itu adalah sebuah bentuk penghormatan kepada sang ratu dan siapapun pasti tau itu.


“Jadi… Apa mereka berdua ini pencurinya?”


“Yang Mulia, mungkin kau ingin mendengar penjelasan mereka”


Setelah sedikit berdeham, Junta melangkah maju dan bediri tepat di samping si wanita putih yang sedang melakukan penghormatan itu.


“Yang Mulia, pertama-tama aku ucapkan semoga kesehatan dan kemakmuran menyertai kerajaan mu, nama ku adalah Junta, dan wanita berambut merah di belakang ku ini adalah Kou, kami berasal dari negara yang sangat jauh dari sini”


Ratu itu hanya diam duduk bersandar sambil mendengarkan Junta berbicara.


“Pagi ini, aku ingin berjalan-jalan di kota mu untuk melihat-lihat keindahannya, tapi, tiba-tiba aku ditabrak oleh seseorang, orang itu langsung pergi ketika dia melihat ku dan setelah dia pergi, aku menemukan ini di jalan”


Junta mengambil batu hitam itu dari kantong sakunya dan menunjukkannya kepada ratu itu yang sedang duduk di singgasana.


“Jika memang ini adalah harta kerajaan mu yang dicuri, maka aku akan mengembalikannya pada mu”


Ratu itu masih terdiam melihat Junta, ekspresi nya tetap tidak berubah, ekspresi netral nya membuat Junta tidak bisa membaca keinginannya dan ini membuat Junta sedikit merasa tidak nyaman.


“Begitu, berikan batu itu kepada wanita berambut putih yang ada di samping mu”


Wanita berambut putih itu berdiri dan menghadap ke arah Junta setelah mendengar perintah dari ratunya, Junta yang mengerti apa yang harus dilakukannya akhirnya memberikan batu ini ke Hako.


Tepat setelah Hako menerima batu hitam itu.


Kastil itu tiba-tiba terguncang dengan hebat.


Layaknya sedang terjadi gempa yang sangat kuat.


Setelah kira-kira 4 detik, guncangan itu berhenti.


“Yang Mulia!”


Junta langsung melihat ke belakangnya untuk melihat keadaan Kou.


Dan disana.


Kou berlutut dengan satu kaki sebagai tumpuannya, layaknya seperti orang yang memberikan penghormatan kepada sang ratu, tangan kanannya menyentuh karpet merah yang dia pijak dan pandangannya berfokus kepada tangan kanannya.


Apa yang membuat Junta terkejut adalah warna rambut Kou.


Rambut Kou yang biasanya berwarna merah.


Sekarang menjadi berwarna putih.


“Kou!”


Junta berlari ke arah Kou dan Kou dengan cepat berdiri dari posisinya, setelah dia berdiri, rambutnya secara perlahan kembali berwarna merah.


“Maafkan aku Kakak, jika aku tidak menggunakan kekuatan itu, maka kita pasti sudah mati sekarang”


“Apa mak-”


“Yang Mulia!”


Tiba-tiba ada seorang prajurit yang memasuki ruang tahta, dia terlihat seperti seseorang yang baru saja berlari mengelilingi dunia, raut wajahnya terlihat sangat ketakutan sampai-sampai kakinya bergetar tanpa henti.


“Yang Mulia! Hamba menerima informasi bahwa di dekat kastil kita ada pasukan yang berukuran sangat besar! Jumlah mereka diperkirakan 800 ribu prajurit!”


Ketika sang ratu ingin berbicara, datang lagi satu prajurit dengan kondisi yang sama dengan prajurit sebelumnya.


“Yang Mulia! Untunglah Anda tidak apa! Hamba tadi melihat ada sebuah pasukan besar di sekitar sini! dan dari pasukan itu keluar sebuah bola sihir raksasa yang kemudian melaju dengan cepat ke arah kota ini! Tapi tiba-tiba ada sebuah es raksasa yang menyelimuti kastil dan kota ini dan kelihatannya kita selamat karena perisai es raksasa itu”


Setelah mendengar itu, Junta menoleh ke arah Kou.


“Bukankah sudah ku bilang? Jika aku tidak menggunakan kekuatan itu maka kita sudah mati sekarang”


“Apakah perisai es itu adalah es milik mu wahai pengembara merah?”

__ADS_1


Hako mengatakan itu sambil berjalan mendekat ke arah Kou dan Junta.


“Panggil aku Kou, dan ini adalah Kakak ku, Junta, aku cukup terganggu dengan panggilan itu kau tau, dan ya, tentu itu adalah es yang aku buat dengan kekuatan sihir ku, aku merasakan ada sesuatu yang sangat kuat mendekat dengan kecepatan tinggi, jadi aku membuat perisai es itu untuk melindungi ku, dan Kakak ku”


Hako memejamkan matanya dan mengangguk, lalu membalik badannya menghadap ke sang ratu yang masih duduk di atas kursi singgasana.


“Yang Mulia”


“Aku mengerti, mereka sudah membuat gerakan”


Sang ratu berdiri dari singgasana nya dan berjalan turun menuju ke tempat Kou dan Junta.


“Terima kasih pengembara, kalian sudah menyelamatkan kerajaan ini dari kehancuran, aku ingin membalas kebaikan kalian tapi sayangnya kami tidak memiliki apa-apa.. Dan juga, aku ingin meminta bantuan kalian”


“Aku mendengarkan Yang Mulia, apa yang bisa aku dan adikku bantu?”


“Singkat cerita saat ini kami sedang berperang, pasukan yang ada di dekat kota kami saat ini adalah pasukan milik musuh, aku tidak bisa membiarkan mereka menguasai kota ini karena kota ini adalah ibu kota kerajaan ku dan satu-satunya wilayah ku yang tersisa”


“Begitu, jika mereka berhasil mengambil kota ini, tentunya kerajaan ini akan terhapuskan dari peta, sebuah kekalahan telak”


“Tepat, oleh karena itu aku meminta bantuan mu untuk mengusir pasukan itu dari sini, aku berani bertaruh bahwa saat ini, mereka pasti sudah kehabisan energi mana, mengingat mereka membuat serangan yang sangat kuat itu untuk menghancurkan kota ini, dan aku percaya bahwa pasukan itu adalah pasukan utama mereka, jika kita berhasil memberikan kerusakan kepada pasukan itu..”


“Maka kekuatan musuh akan berkurang besar”


“Tepat”


Kou yang daritadi diam menyimak jalannya pembicaraan sekarang mulai membuka suara.


“Apa untungnya bagi kami?”


“Tentu saja setiap bantuan yang diminta pasti ada biaya yang harus dikeluarkan, saat ini, kerajaan ku benar-benar tidak mempunyai apa-apa, tapi aku akan menjanjikan mu sesuatu, aku akan mengabulkan apapun keinginan kalian, 4 keinginan”


Hako terlihat sangat kesal, dia memejamkan matanya dan memalingkan wajahnya dengan kesal, Hako kesal karena kerajaan nya harus memohon bantuan kepada seseorang yang tidak mereka kenal, bahkan bukan berasal dari kerajaan mereka, hal ini membuat sang ratu terlihat sangat lemah dan Hako tidak suka itu.


“Bagaimana Kou?”


Kou meletakkan tangan kanannya di dagu, dia terlihat seperti orang yang sedang berpikir keras, tapi akhirnya dia berkata.


“Kakak, kau adalah kepala keluarga Rayka, keputusan ada di tangan mu”


Junta memejamkan matanya dan melipat kedua tangannya, keadaan menjadi hening sesaat sebelum Junta membuka mulutnya.


“Baiklah, kami akan membantu mu Yang Mulia”


“Aku sangat berterima kasih wahai pengembara”


“Karena sekarang kita adalah teman, ku rasa lebih baik kau memanggil kami dengan nama kami, aku Junta, dan dia Kou”


“Tentu saja, Junta, Kou”


Setelah mengatakan itu, ratu kelinci itu menepuk kedua tangannya sebanyak dua kali, setelah itu datanglah seorang pelayan wanita mendekat ke arah ratu kelinci.


“Tolong antarkan kedua tamu kita ke ruang tamu”


“Baik Yang Mulia”


Dan kemudian Junta dan Kou pergi mengikuti pelayan itu keluar dari ruang tahta.


“Yang Mulia..”


“Ada apa Hako?”


“Aku tidak ingin menyalahkan mu karena meminta bantuan kepada seseorang yang tidak kita kenali, tapi, bagaimana jika Junta dan Kou adalah seorang mata-mata?”


“Jika memang begitu maka kerajaan ini pasti sudah hancur, ini adalah sebuah taruhan Hako”


“Aku tau…”


“Kau adalah kepala militer di kerajaan ini, kau seharusnya tau keadaan kita lebih baik dari siapapun, jika kita tidak meminta bantuan Junta dan Kou, mungkin hanya tinggal waktu saja sebelum pasukan utama musuh menyerang kota ini”


“Aku.. Sangat mengerti itu, kita sudah tidak memiliki kekuatan militer lagi, kita akan hancur jika kita hanya duduk dan menunggu, jika Junta dan Kou benar-benar memenuhi janji mereka untuk membantu kita, maka kita memiliki harapan, tapi.. Jika mereka adalah mata-mata…”


“Maka itu sama saja dengan tidak mendapatkan bantuan apapun, dan itu hanya akan mempercepat kehancuran kita, tidak akan ada yang berubah Hako, jika memang Junta dan Kou adalah mata-mata, maka akhir cerita dari kerajaan kita masih tetap sama yaitu kehancuran”


“Aku mengerti Yang Mulia, di sisi lain, jika memang yang menyelamatkan kota ini dari serangan pasukan utama musuh yang terdiri dari 800 ribu prajurit adalah Kou.. Mungkin kita harus berada dalam sisi baiknya”


“Aku setuju, Kou memiliki kekuatan yang belum pernah aku lihat dalam seumur hidupku, kekuatannya benar-benar tidak bisa diremehkan, jika semua ini selesai, aku sama sekali tidak ingin bermusuhan dengan mereka, terutama Kou”


“Kalau begitu.. Apa rencanamu saat ini Yang Mulia?”

__ADS_1


“Untuk sekarang, mari kita susul Junta dan Kou di ruang tamu, kita harus memberikan informasi yang mereka butuhkan dan menyusun rencana untuk menyerang pasukan musuh dengan mereka”


__ADS_2