
“Jadi, menurut Kakak, Hako ada di level berapa?”
“Hm?”
“Kakak sudah pernah berlatih bertarung dengan dia kan? Jadi seharusnya Kakak sudah bisa memperkirakan level sihir milik Hako”
“Ugh.. Maaf kan aku tapi kita sedang membahas apa?”
Kou menghela nafas panjang.
“Sudah ku duga Kakak tidak mendengarkan ku, apa yang sedang Kakak pikirkan?”
Junta menatap Zonya yang sedang berjalan sedikit jauh di depan mereka sebelum akhirnya berkata.
“Aku hanya khawatir dengan minimnya pengetahuan yang kita miliki di dunia ini”
“Kalau masalah itu aku juga khawatir, itulah kenapa aku membawa topik ini”
“Memangnya apa yang sedang kau bahas?”
“Apa hal terakhir yang Kakak tangkap dari pembicaraan ini semenjak kita meninggalkan kota?”
“Uhm… Jamur?”
“Ehhh?? Topik itu sudah berlalu semenjak hari menjelang siang tadi, apa yang Kakak pikirkan selama ini?”
“Banyak hal”
Kou menatap matahari yang berada tepat di atas mereka sebelum akhirnya berkata.
“Apa boleh buat.. Aku akan mengulang apa yang aku bahas selama kurang lebih 2 jam tadi”
Kou menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan sebelum akhirnya memulai pembicaraan kembali.
“Seperti yang Kakak tahu, Ayah dan Ibu kita sudah pernah mengajarkan kita bahwa di dunia sihir, ada level-level atau tingkatan untuk menentukan kekuatan sihir seseorang, level sihir yang sudah diajarkan kepada kita sejauh ini adalah level 6, masalahnya di sini adalah Ayah atau Ibu tidak pernah menyebutkan angka untuk level tertinggi di dunia sihir”
“Itu bisa dipahami, pelajaran ini kita terima sewaktu kita masih kecil, mungkin Ayah dan Ibu tidak ingin membebani kita dengan pengetahuan yang berat”
“Aku juga berpikir seperti itu, masalahnya, jika kita tidak tahu berapa level tertinggi di dunia sihir, maka kita juga tidak bisa mengukur tingkat bahaya dari musuh kita”
“Lalu, apa yang sedang kau pikirkan?”
“Aku berpikir kita harus bisa mengukur kekuatan kita terlebih dahulu, dulu Ayah dan Ibu kita mengatakan bahwa kekuatan kita berada di level 4, jika dilihat dari kemampuan sihir kita sekarang… Aku rasa aman jika aku berkata bahwa kita sudah berada di level 6?”
“Level 6 ya… Jika kita tidak menghitung kekuatan yang dilarang itu, maka aku setuju dengan pendapat mu Kou”
“Baiklah, karena Kakak juga setuju kalau kita berada di level 6, maka aku akan mengatakan bahwa Jenderal Barmun hampir menyamai kekuatan kita”
“Maksud mu jenderal yang kau kalahkan dalam duel itu?”
“Tentu saja, siapa lagi memangnya, setelah beberapa hari memikirkannya, aku dapat mengatakan bahwa sihir Jenderal Barmun ada di level 5,5”
“Kenapa harus memakai koma?”
“Karena dia sangat kuat Kakak, sihir nya berada di atas level 5, tapi di bawah kita yaitu level 6”
“Ngomong-ngomong, yang digunakan Jenderal Barmun saat melawan mu bukanlah sihir, Hako berkata bahwa itu adalah seni bela diri”
“Bukan sihir?”
“Hako berkata bahwa seni bela diri berbeda dengan sihir, jika sihir menghasilkan wujud, maka seni bela diri hanya memperkuat penggunanya dengan cara meningkatkan kecepatan, kekuatan, pendengaran, atau semacam itu”
“Begitu.. Aku rasa Ibu pernah mengajarkan sihir yang seperti itu kepada ku.. Kalau tidak salah.. Ibu menyebutnya dengan sihir Buff”
“Kurang lebih seperti itulah Ayah dan Ibu kita menamai sihir itu”
“Mungkin di dunia ini, seni bela diri dianggap berbeda dengan sihir, tapi bagi kita, aku rasa itu sama saja?”
“Aku tidak terlalu ambil pusing dengan hal ini, seni bela diri aku anggap sama saja dengan sihir, tapi kau harus mengingat istilah ini karena orang-orang yang ada di dunia ini akan membicarakan apa yang mereka yakini”
“Jika memang kecepatan dan kekuatan Jenderal Barmun meningkat karena seni bela diri itu… Mungkin aku harus menyelidikinya lebih lanjut”
“Apakah seni bela diri menurut mu adalah suatu hal yang berbahaya?”
“Aku masih belum cukup informasi untuk menentukan itu.. Tapi jika standar kekuatan seni bela diri adalah sekuat Jenderal Barmun… Mungkin kita harus berhati-hati dalam melawan musuh yang bisa menggunakan sihir itu”
“Aku pernah merasakan seni bela diri ketika melawan Hako, jadi aku tau kenapa kau khawatir”
“Lalu Kakak, kembali ke pertanyaan ku tadi, menurut Kakak, ada di level berapa sihir milik Hako?”
“Hmmmm.. Karena Hako tidak terlalu yakin dengan kemampuan yang dia miliki jika dibandingkan dengan Jenderal Barmun.. Aku rasa dia berada di 5,3?”
“Begitu ya, tidak terlalu yakin jika dibandingkan dengan Jenderal Barmun...”
Setelah mengatakan itu, Kou terdiam sambil menatap Zonya yang masih berjalan sedikit jauh di depan, Kou melangkahkan kakinya dengan irama yang sama seperti langkah kaki Junta, membuat mereka berjalan dengan kecepatan yang setara.
Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menjalankan permintaan pertama mereka, yaitu untuk memurnikan air di sebuah desa bernama Polski, tidak ada hutan sejauh mata memandang, hanya sebuah jalan setapak , padang rumput dan beberapa pohon, dalam misi pertama ini, Junta dan Kou ditemani oleh Zonya, seorang wanita berambut kuning dan bermata merah yang membantu Junta dalam mengisi formulir pendaftaran, sambil melihat teman barunya itu, Junta berkata kepada Kou.
“Ngomong-ngomong, apakah Zonya memotong rambutnya?”
“Apa Kakak baru sadar?”
“Ya.. Begitulah, aku baru sadar rambutnya menjadi sepundak, sebelumnya kalau tidak salah.. Hampir sepunggung?”
“Aku rasa Kakak harus sedikit memperhatikan penampilan orang lain.. Terutama perempuan, Karena Kakak saaat ini membahas Zonya, menurut Kakak, Zonya ada di level berapa?”
“Entahlah, Zonya adalah anggota Asosiasi class 5, dia adalah yang terkuat di Asosiasi, jadi aku rasa sihirnya berada di level 4 atau 5?”
Setelah Junta mengatakan itu, Kou mempercepat langkah kakinya agar dapat mengejar Zonya yang berada di depan.
“Hei Zonya, bisakah aku bertanya sesuatu kepada mu?”
Zonya menolehkan kepalanya ke kiri untuk melihat Kou lalu berkata.
__ADS_1
“Apa yang ingin kau ketahui?”
“Di negara tempatku berasal, kami mengukur kekuatan sihir dengan level, mirip seperti sistem class di Asosiasi, apakah di negara ini juga menerapkan hal yang sama?”
“Level sihir ya, tentu, walaupun sistem itu tidak terlalu dijadikan acuan”
“Lalu sistem apa yang biasanya digunakan untuk mengukur suatu tingkat bahaya?”
“Biasanya orang-orang menggunakan sistem class Asosiasi untuk mengukur tingkat suatu bahaya, entah itu tingkat bahaya suatu permintaan atau tingkat bahaya suatu monster”
“Oh, jadi jika semisal ada seseorang mengatakan kalau monster ini setara class 5, maka monster itu sama kuatnya dengan anggota Asosiasi class 5?”
“Kurang lebih seperti itu, tapi karena kau bertanya masalah level sihir, maka aku akan menjawabnya seperti pertanyaan mu, level sihir bukanlah suatu sistem peringkat yang diterapkan di negara ini saja, tapi hampir di seluruh negara yang berada di atas tanah ini”
“Oh, meskipun level sihir bukanlah suatu sistem yang dijadikan acuan, tapi seluruh kerajaan di tanah ini mengakuinya, menarik”
“Tepat, untuk level itu sendiri masih diperdebatkan, ada yang bilang level tertinggi adalah level 6, ada yang bilang 8, 10, 12, dan masih banyak lagi, itulah kenapa sistem ini tidak selalu digunakan”
“Lalu, bagaimana pendapatmu? Kau adalah anggota Asosiasi class 5, kau pasti punya pendapat tersendiri untuk hal ini kan?”
Junta yang merasa sedikit tertinggal mulai mempercepat langkah kakinya agar bisa berada dekat dengan Kou dan juga Zonya.
“Menurut ku ya, hmm, aku berpendapat kalau level sihir sebenarnya ada 10”
“Oh? Memangnya orang-orang biasanya setuju ada berapa level sihir?”
“Biasanya mereka setuju kalau level sihir ada 6, yang mana yang ingin kau tahu?”
“Mari dengar pendapat umum yang disetujui masyarakat”
“Level 6 ya? Untuk membuat ini mudah aku akan menjelaskan secara sederhana, aku sebagai anggota Asosiasi class 5 bisa menggunakan sihir level 5, umumnya anggota Asosiasi class 5 dapat menggunakan sihir level 4 -5”
Zonya mengangkat tangan kanannya lalu menunjukkan angka 5 dengan jari-jarinya, sebelum melanjutkan berbicara, dia menekuk ibu jarinya ke arah telapak tangan sehingga tangannya sekarang menunjukkan angka 4.
“Untuk anggota Asosiasi class 4, biasanya mereka dapat menggunakan sihir level 3 - 4. anggota Asosiasi Class 3 dapat menggunakan sihir level 2 - 3, lalu class 2 ke bawah dapat menggunakan sihir level 1-2”
“Hm… Menarik, rata-rata anggota Asosiasi berada di class berapa memangnya?”
“Dari apa yang aku ingat, 78% anggota Asosiasi berada di class 2, 16% berada di class 3, 5% berada class 4, dan sisanya berada di class 5”
“Itu berarti class 5 hanya berjumlah 1% dari jumlah total anggota Asosiasi?”
“Jika ingatakan ku tadi benar maka iya, kau bisa bertanya kepada Maggie nanti ketika kita sudah kembali”
“Lalu bagaimana dengan pemimpin militer dari setiap kerajaan? Mereka ada di level berapa?”
“Maksud mu para jenderal? Mereka lebih kuat dari anggota Asosiasi, tapi orang-orang tidak setuju jika mereka berada di level 6, karena level 6 adalah level tertinggi, jadi orang-orang biasanya menyebutkan bahwa sihir para jenderal berada di level 5,5”
“Apa itu? Kenapa memakai koma? Apa ini pelajaran matematika?”
Junta yang dari tadi diam di belakang mulai mengeluarkan suara.
“Lalu bagaimana dengan pendapat mu Zonya? Sesuatu tentang sihir seharusnya ada 10 level”
Kou kembali membuka pembicaraan.
“Memang terdengar seperti sesuatu yang rumit jika kita teruskan.. Untuk saat ini aku akan menjadikan 6 level sihir sebagai acuan ku, kenapa kau tidak menceritakan sesuatu yang menarik?”
“Memangnya apa yang ingin kau dengar?”
“Aku tidak tau, kau tau kami bukan berasal dari sini kan? Jadi aku rasa walaupun itu hanyalah cerita umum, bagi kami itu menarik”
“Hmmm cerita yang menarik”
Zonya melihat-lihat sekitar setelah mengatakan itu.
“Oh, mari kita mulai dari yang singkat dan sederhana, kalian lihat pohon itu?”
Zonya menunjuk ke arah kanannya menggunakan tangan kanan.
“Pohon itu terlihat jauh.. Tapi jika kita bisa melihat pohon itu dari jarak sejauh ini..”
“Seperti yang kau pikirkan Kou, pohon itu adalah pohon raksasa, pohon itu adalah pohon yang sangat tua, mayoritas berpendapat bahwa pohon itu setara dengan hutan Sorz”
“Woah, pohon itu setara dengan hutan tertua di negara ini? Apa itu tidak berbahaya?”
“Sejauh ini yang aku tahu, tidak ada hal buruk yang terjadi pada pohon itu, aku pernah mengunjungi pohon itu dan menurut ku pohon itu masih memiliki akar yang kuat”
“Hmm begitu, mungkin jika aku dan Kakak ku punya kesempatan, kami ingin pergi ke sana”
“Kalau begitu kalian harus membawa beberapa sekop dan tenda”
“Untuk apa?”
“Banyak cerita mengatakan bahwa di sekitar pohon itu, terdapat harta karun yang tersembunyi, entah itu benar atau tidak, banyak orang yang sudah mencoba mencari harta karun itu, tapi tidak ada yang berhasil”
“Memangnya harta apa yang tersembunyi?”
“Aku tidak tau, di setiap cerita yang aku dengar, masing-masing cerita memiliki versi mereka sendiri-sendiri, ada yang bilang harta itu berupa sebuah senjata legendaris, ada yang bilang kalau itu adalah uang, ada yang bilang bahwa itu adalah baju zirah legendaris, terlalu banyak jika aku sebutkan semua”
“Bagaimana menurutmu Kakak?”
Kou menolehkan kepalanya ke belakang agar dapat melihat Kakaknya.
“Kenapa tidak? Jika kita punya waktu kita bisa menjelajahi pohon itu”
“Percaya lah, aku sudah banyak menerima permintaan untuk membantu seseorang dalam misi pencarian harta terpendam di sekitar area pohon itu, dan hasilnya selalu nihil, lebih baik kalian memanfaatkan waktu kalian ke hal yang lebih berguna”
“Tidak apa, meskipun di sana tidak ada apa-apa aku tetap ingin pergi ke pohon itu dengan Kakak ku, lagipula kita tidak menemukan pohon sebesar itu di negara asal kami ya kan Kak?”
Junta memejamkan matanya dan terlihat memikirkan sesuatu.
“Hmm… Aku tidak tau seberapa besar pohon itu, tapi sepertinya memang tidak ada pohon seperti itu di tempat asal kita, dan juga, pohon itu terlihat tidak terlalu berbahaya, jadi kenapa tidak?”
__ADS_1
“Jika kau bertanya masalah monster, maka tentu di sana aman, selama aku mengambil permintaan untuk membantu mencari harta karun di sana, sangat jarang aku menemui monster yang berkeliaran”
“Jika memang sudah ada banyak orang yang mencoba mencari harta karun itu, bahkan sampai meminta bantuan Asosiasi.. Tidakkah kalian berpikir bahwa harta karun itu sebenarnya tidak ada?”
“Aku juga berpikir seperti itu Junta, tapi entah mengapa masih banyak orang yang mempercayai kalau terdapat sesuatu yang berharga sedang menunggu mereka di sana”
“Aku harap kepercayaan itu di buat berdasarkan sesuatu yang nyata..”
“Tentu saja, suatu hari aku akan menceritakan kepada kalian tentang sebuah kisah yang melandasi hampir seluruh cerita yang ada di tanah ini”
“Kisah yang melandasi? Sebuah kisah yang dikagumi?”
“Kau bisa bilang begitu, ada yang mengatakan bawah kisah ini nyata, ada juga yang mengatakan ini hanyalah cerita bohongan, tapi seluruh orang yang hidup di tanah ini mengetahui cerita ini, karena kalian berasal dari tanah yang jauh dari sini, tentu kalian belum pernah mendengar ini kan”
“Kenapa kau tidak menceritakannya sekarang?”
“Kita sedang berada dalam misi, aku tidak ingin kita lengah dengan menceritakan suatu kisah kepada kalian dimana kita sendiri sekarang berada di luar”
“Aku mengerti, monster bisa muncul kapan saja dan situasi yang tenang dapat berubah dengan cepat”
“Sepertinya kau cukup mengerti keadaan kita Junta, sangat bagus untuk seukuran class 0”
“Menurut ku kita tidak mengapa sedikit santai, terlalu serius dalam menjalankan sesuatu juga bukanlah hal yang bagus, karena itu akan membuat mu lupa dengan hal yang lain, bukankah begitu Kak?”
“Aku rasa Zonya adalah orang yang ingin serius ketika menjalankan sesuatu, jadi aku rasa prinsip seperti itu hanya berlaku pada kita Kou”
“Tentu aku ingin serius, aku adalah class 5, keseriusan ku lah yang membawa ku ke tingkat ini kau tau?”
“Ya ya terserah, jadi Kou, apa rencana mu?”
“Rencana? Maksud Kakak rencana dengan pohon itu? Aku berpikir kita bisa mencoba untuk mencari harta yang terpendam itu, lagi pula jika kita tidak menemukannya kita tidak akan terlalu rugi”
“Kalian benar-benar ingin membuang waktu kalian dengan cara mencari sesuatu yang tidak jelas keberadaannya?”
“Jika Kou menginginkannya maka aku akan mengikutinya”
“Kau bisa ikut dengan kami jika kau mau Zonya, aku sama sekali tidak meminta mu untuk ikut dengan kami kau tau?”
“Mungkin aku tidak akan ikut, aku terlalu bosan dengan misi itu, tapi mari kita lihat apa yang akan terjadi di masa depan, mungkin aku akan berubah pikiran”
“Lalu Kakak, kapan kita akan memulai berburu harta karun ini?”
“Aku mengikuti mu, kapan pun kau mau Kou”
“Aku akan menjaga kalian dari depan seperti yang aku lakukan sebelumnya, entah mengapa aku mendapat firasat buruk”
“Oh baiklah”
Setelah Kou mengatakan itu, Zonya mempercepat langkahnya sehingga dia berada sedikit jauh di depan Kou dan Junta, dan pada akhirnya mereka kembali ke posisi awal mereka.
“Zonya benar-benar serius dalam misi ini”
“Aku rasa itulah class 5? Dia berjalan di depan untuk melindungi kita Kakak, aku cukup menghargai tindakannya, walaupun aku merasa kita tidak membutuhkannya”
“Kou, aku tau apa yang kau pikirkan, kita tidak bisa menggunakan Full Potential terlalu sering, bukankah dulu kau jatuh sakit setelah menggunakan itu?”
“Bukankah aku sudah bilang? Jika aku tidak menggunakan itu kita bisa mati Kakak, serangan itu bukanlah serangan biasa yang bisa aku tahan dengan kekuatan ku yang sekarang”
“Aku tidak ingin siapapun dari kita jatuh sakit di dunia ini, jadi perlindungan yang diberikan Zonya kepada kita adalah sesuatu yang berharga”
“Bicara sesuatu yang berharga, aku merasa bahwa kita harus menyelidiki pohon tua itu”
“Untuk harta tersembunyi nya?”
“Tidak, aku lebih merasa bahwa kita bisa mendapatkan suatu informasi yang berharga jika kita menyelidiki pohon itu”
“Dan kenapa kau bisa berpikiran seperti itu?”
“Aku tidak tau, firasat ku kuat mengatakan bahwa kita harus menyelidiki pohon itu, mungkin kita bisa menemukan sesuatu yang dapat membantu kita membuka portal agar bisa kembali ke dunia kita”
“Baiklah, jika memang itu keinginan mu maka aku akan mengikutinya, lagipula tidak ada salahnya kita pergi ke sana, anggap saja seperti berekreasi”
“Menurut Kakak, hal apa yang bisa disembunyikan di sekitar sebuah pohon?”
”Hmm… aku tidak tau, jika itu aku mungkin aku akan menyembunyikan suatu hal bodoh yang biasanya aku gunakan untuk bermain”
“Contohnya?”
“Kau tau, seperti bermain bajak laut, kau menyimpan sebuah kotak berisi sesuatu yang tidak berharga lalu orang lain akan menemukannya berdasarkan petunjuk yang kau berikan”
“Hmmm menurut mu Ratu Rana tau sesuatu tentang pohon itu?”
“Karena pohon itu masih berada di wilayah kerajaan Ratu Rana, maka rasanya mustahil jika Ratu Rana tidak mengetahuinya”
“Menurut mu kita harus bertanya kepada Ratu Rana atau kita langsung menyelidiki nya sendiri?”
“Bertanya kepada Ratu Rana mungkin adalah pilihan yang bagus, seorang ratu dapat mengetahui sesuatu yang tidak bisa diketahui oleh rakyatnya, jika kau mengerti maksud ku”
“Aku mengerti, jujur saja aku lebih tertarik dengan kisah yang akan diceritakan oleh Zonya, mungkin cerita harta terpendam di pohon itu berdasarkan kisah yang dibicarakan Zonya”
“Hmmm… Mungkin itu adalah sebuah sejarah yang populer, aku rasa lebih bijak lagi jika kita menunggu Zonya menceritakan kepada kita kisah itu, lalu kita bisa bertanya kepada Ratu Rana jika kita masih bingung atau ingin tahu hal lain”
“Kakak memikirkan apa yang aku pikirkan”
“Tentu saja, aku ini Kakak mu”
Kou dan Junta mulai tertawa kecil.
“Aku harap Ratu Rana tidak mengalami kesusahan lagi”
__ADS_1
“Kakak terlalu khawatir, Ratu Rana adalah seorang ratu, lagipula kita sudah tahu bagaimana kondisi kerajaan sesaat sebelum kita pergi, aku yakin Ratu Rana dapat mengatasi ini”
“Aku harap begitu”