
“Ini dia sampel darahnya Boss”
“Terima kasih”
Pria berbaju putih layaknya ilmuwan itu menerima sebuah gelas kecil yang berisikan darah, setelah menerima sampel darah dari asisten nya yang terlihat seperti orang yang sangat mengantuk, dia mencampurkan darah itu dengan sebuah air yang berwarna hijau, lalu darah itu seketika berubah warna dari merah menjadi putih.
“Sangat menarik”
“Boss, aku tau kita meneliti ini untuk kemajuan teknologi, tapi aku ragu dengan alasan itu”
“Kau sudah mengatakan hal yang sama belakangan ini, aku tau kau khawatir tapi kita butuh uangnya”
“Tapi Boss, bagaimana jika mereka memanfaatkan kita untuk berbuat kejahatan? Mereka adalah Mafia, dan mafia adalah organisasi kriminal”
“Lalu apa kita punya pilihan? Kau tau kan jika laki-laki seperti kita harus memberikan makanan kepada keluarga kita? Ini bukan waktunya untuk memikirkan apa yang sedang dipikirkan oleh orang lain”
Setelah mengatakan itu, ilmuwan yang disebut ‘Boss’ itu memindahkan darah putih itu ke dalam gelas lain dan memasukkan nya ke dalam sebuah lemari es yang terlihat sangat dingin.
“Aku berharap kita tidak membawa dunia ke dalam kehancuran Boss..”
“Begitu juga dengan ku asisten ku, mari berharap yang terbaik”
Setelah mengatakan itu tiba-tiba pintu laboratorium yang terbuat dari baja terbuka secara tiba-tiba, seorang berbadan tinggi dan gagah dengan baju serba hitam memasuki laboratorium yang serba putih, membuatnya menjadi orang yang sangat mencolok.
“Apa kalian sudah selesai?”
“Ada perlu apa?”
“Tuan Muda ingin bertemu kalian”
“Aku mengerti”
Setelah membalas si orang hitam itu, Boss dan asisten nya pergi keluar dari laboratorium mengikuti si pria hitam, sebelum mereka pergi, boss dan asisten nya menatap lemari pendingin tempat mereka menyimpan sampel darah yang mereka terima, mereka memandang lemari pendingin itu dengan penuh rasa khawatir dan mereka memanjatkan doa agar semua berjalan baik-baik saja.
Di sisi lain, Junta sedang berada di ruang ekstrakurikuler seperti biasanya, kali ini ada seorang wanita yang bukan anggota sedang hadir di sana, Junta tidak tau siapa orang ini tapi wanita yang seumuran dengan mereka ini sudah berbicara dengan Virdan dan Yui hampir selama 20 menit.
“Aku pikir itu adalah solusi yang paling baik untuk semua orang”
“Tidak tidak, bagaimana kau bisa mengatakan itu adalah solusi terbaik Virda?”
“Lalu apakah kau punya solusi yang lebih baik Yui?”
“Aku tetap menyarankan seperti yang aku sarankan di awal tadi”
Perdebatan itu sudah terjadi hampir selama 15 menit, Junta yang tidak paham apa yang mereka bicarakan akhirnya memutuskan untuk keluar, tepat sebelum dia membuka pintu, Yui memanggilnya.
“Junta! Mau ke mana?”
“Membeli kopi”
“Kalau begitu tolong belikan 3 jus jeruk juga”
Junta hanya melihat Yui dengan raut wajah datar, lalu pergi keluar dari ruangan, mesin minuman terdekat ada di luar gedung, jadi Junta harus melalui banyak anak tangga jika dia ingin membeli satu kaleng kopi, setelah melewati banyak lorong yang entah kenapa hari ini begitu ramai, Junta sudah berada di luar dan sedang memasukkan uang ke dalam mesin minuman.
Ketika kaleng terakhir yang dipesan Junta keluar dari mesin minuman, Junta merasakannya lagi, dia merasakan bahwa ada sesuatu yang melemahkan kekuatan menara penjaga, beberapa hari yang lalu saat Junta merasakan keanehan ini, Junta langsung pergi ke menara terdekat untuk mengecek kondisi menara penjaga itu, anehnya, Junta merasakan bahwa kekuatan menara pengawas itu melemah, tapi setelah di cek, menara itu dalam kondisi yang bagus, ini seperti seolah-olah ada sesuatu yang mengganggu menara itu, tapi Junta tidak tau apa itu.
Jika kalian bertanya kenapa Junta dapat merasakan kekuatan menara itu, jawabannya cukup sederhana, hal ini dikarenakan si pembuat menara itu adalah ayah Junta sendiri, dan seluruh menara yang dibuatnya terhubung dengan seluruh anggota keluarga Rayka, jadi cukup mudah bagi Junta untuk memonitor seluruh menara pengawas ini.
Masalahnya adalah sudah beberapa hari ini Junta merasakan kalau menara-menara itu sedang melemah, dan setiap kali Junta melakukan pengecekan, menara itu selalu dalam kondisi yang baik-baik saja, hal ini cukup membuat Junta cemas, karena jika sesuatu terjadi dengan kota ini, maka keselamatan seluruh warga yang ada di tanah ini bergantung kepada keputusannya.
Setelah rasa aneh itu hilang dari pikirannya, Junta pergi ke dalam gedung untuk kembali ke ruang ekstrakurikuler nya, dia kembali melewati banyak sekali anak tangga sebelum akhir tiba ruang ekstrakurikulernya, saat dia masuk ke dalam, dia melihat wanita yang menjadi tamu itu sedang menangis.
“Uh.. Apa aku masuk di waktu yang salah?”
“Tidak Junta, bisa kau berikan jus jeruk itu kepada ku?”
Junta berjalan mendekat ke arah meja dan meletakkan 3 kaleng jus jeruk di depan Yui.
__ADS_1
“Aku tidak tau apa yang terjadi.. Mungkin kalian butuh bantuan?”
“Maaf Junta.. Tapi aku tidak yakin apakah kau bisa membantu atau tidak…”
“Aku setuju dengan Yui”
Junta hanya bisa meneguk kopi kaleng yang dia bawa setelah mendengar jawaban dari Virda dan Yui, waktu menunjukan pukul 16.50, 10 menit lagi semua ekstrakurikuler yang ada di sekolah ini harus menghentikan kegiatannya, yang itu berarti Virda dan Yui mempunyai waktu 10 menit lagi untuk menyelesaikan masalah yang menimpa tamu mereka.
“Aku rasa kita harus mengakhiri diskus hari ini di sini”
“Eh? Tapi Virda, masalah ini belum selesai”
“Yui, kita tidak bisa menyelesaikan masalah ini dalam waktu 1 hari”
“Virda benar Yui, aku akan pulang sekarang, aku akan kembali besok, terima kasih sudah membantu ku”
Tamu wanita itu pun pergi setelah tersenyum dengan berat.
“Aku merasa kasihan padanya”
“Tidak ada yang bisa kita perbuat, kita hanya bisa memberikan saran kepadanya”
Setelah Virda mengatakan itu, dia keluar dengan sangat tergesa-gesa, meninggalkan Junta dan Yui berdua di dalam ruangan.
Tidak lama setelah Virda pergi, Yui selesai berkemas dan keluar dari ruangan bersama Junta, sepanjang perjalanan, Yui hanya berjalan dengan diam, dia terlihat terganggu oleh sesuatu, Junta tau ini pasti ada hubungannya dengan masalah tadi, jujur saja Junta tidak pernah melihat Yui sediam ini sebelumnya.
“Hey Yui, kau bisa bercerita kepada ku jika itu dapat membantu meringankan masalah mu”
“Terima kasih Junta, tapi aku tidak ingin bercerita kali ini”
Dan itulah kalimat terakhir yang Yui katakan sepanjang perjalanan menuju gerbang sekolah, setelah sampai di gerbang, Junta mengucapkan selamat tinggal dan Yui hanya membalas nya dengan senyuman yang berat.
Saat dalam perjalanan pulang, Junta melihat banyak orang berkerumun di stasiun tempat dia biasanya datang, pada awalnya Junta tidak tertarik untuk melihat apa yang membuat kerumunan itu berkumpul, tapi karena ada banyak polisi yang menjaga, Junta akhirnya pergi ke kerumunan itu untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi, banyaknya orang di sekitar membuat Junta harus menerobos kerumunan itu dengan paksa agar bisa sampai di depan, setelah bersusah payah menerobos orang-orang yang tidak sadar akan kehadiran dirinya, Junta mengerti kenapa ada banyak orang yang berkumpul di sini.
Di depan Junta saat ini, ada dua mayat, yang sedang di selidiki oleh 2 orang polisi, ada 4 polisi yang menjaga di setiap sudut agar kerumunan orang-orang ini tidak mendekat ke tempat kejadian, di saat orang-orang menatap mayat itu dengan wajah heran dan kebingungan, Junta menatap dua mayat pria itu dengan wajah yang serius, kondisi dua mayat pria yang memakai baju serba putih layaknya seorang ilmuwan itu cukup aneh, mayat-mayat itu memiliki kulit berwarna putih, hampir terlihat seolah-olah ada seseorang yang menumpahkan cat putih ke tubuh mayat-mayat itu, tapi Junta tau kalau itu bukanlah cat.
Dahulu ketika para monster masih menyerang kota ini, Junta sering kali melihat bagaimana para monster itu membunuh warga yang tidak bersalah, para monster itu membunuh orang lain dengan cara menggigit nya, lalu setelah digigit, secara perlahan kulit orang itu akan berubah menjadi putih, yang menandakan bahwa racun yang ditanamkan oleh monster itu mulai bekerja dan menyebar ke seluruh tubuh.
Dan apa yang ada di hadapan Junta sekarang, persis seperti apa yang Junta lihat di masa lalu, Junta masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, mustahil bagi para monster untuk masuk ke dalam kota ini tanpa harus menghancurkan menara pengawas yang dibangun oleh ayah Junta, memang benar belakangan ini menara-menara itu mengalami sedikit keanehan, tapi jika memang monster-monster itu kembali menyerang kota ini, maka Junta pasti adalah orang pertama yang tahu tentang serangan itu.
Junta yang merasa bahwa tidak lagi berguna terus berada di sini akhirnya memutuskan untuk pergi ke kedai Paman Ji, Junta ingin memberitahu Paman Ji tentang kejadian yang baru saja dia lihat sore ini.
Karena Junta pergi dengan sangat tergesa-gesa, akhirnya dia sampai di kedai Paman Ji lebih cepat dari biasanya, saat memasuki kedai Paman Ji, kedai itu masih sepi seperti biasanya dan Paman terlihat sedang memasak sesuatu.
“Yo Junta, aku akan membuatkan mu makanan sesuai pesanan yang biasanya kau pesan, tunggu sebentar ya”
“Paman, hari ini aku melihat 2 mayat yang sepertinya meninggal karena di bunuh oleh monster”
Tepat setelah Junta mengatakan itu, Paman Ji yang sedang membawa panci kecil secara tidak sengaja menjatuhkan panci itu dengan raut wajah terkejut.
“Junta.. Apa kau serius?”
“Aku tidak tau, korbannya benar-benar terlihat seperti itu, aku tidak tau apakah mereka memang memiliki kelainan atau semacamnya”
“Ini gawat, ini masalah serius, aku akan-”
“Tidak perlu khawatir Paman Ji, aku cukup yakin bahwa kota ini masih aman, sejauh ini aku tidak merasakan adanya kehadiran para monster itu, aku memberitahu Paman masalah ini karena aku ingin paman tetap waspada dan berhati-hati”
“Lalu, bagaimana jika memang kota ini di serang oleh para monster lagi Junta? Apa yang akan kau lakukan sebagai anak dari Pahlawan Putih?”
“Aku akan memikirkan nya ketika waktunya telah tiba”
“Mungkin kau harus melihat berita nanti, bisa saja masalah ini akan di bahas di sebuah channel televisi, siapa tau kau akan menemukan sebuah informasi dari acara itu”
“Aku mengerti, kalau begitu aku akan bergegas pulang sekarang”
“Jaga diri mu Junta, dan kabari aku jika ada sesuatu terjadi lagi”
__ADS_1
Junta mengangguk dan dengan cepat meninggalkan kedai Paman Ji, setelah keluar dari kedai Paman Ji, Junta berlari dengan cepat menuju rumah nya, dia berpikir saran Paman Ji pantas untuk di coba, Junta harus mengumpulkan informasi ini lebih lanjut jika memang kematian dua ilmuwan itu berkaitan dengan para monster.
Saat sudah sampai di rumahnya, hari sudah gelap, Junta dengan cepat membuka pintu rumah nya dan masuk ke dalam, lalu di berlari menuju televisi yang ada di ruang tamu lalu menekan tombol on.
“Selamat malam para permirsa, berikut akan kami sajikan berita sekilas di hari ini, pada pukul 17.20 tadi, di temukan dua mayat di stasiun kereta yang ada di distrik 14, saat ini kami sudah menghadirkan narasumber yaitu kepala detektif distrik 14”
“Senang bisa hadir di sini”
“Lalu Pak detektif, bisakah Anda membantu saya untuk menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi?”
“Seperti yang Anda katakan tadi, kami menerima laporan ada dua mayat di depan stasiun kereta distrik 14, saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, sebab kematian kami menduga karena korban kehabisan darah, besar kemungkinan ini adalah pembunuhan yang terencana”
“Dengan adanya kematian ini, apakah menurut Anda kota ini sedang di hantui oleh pembunuhan berantai?”
“Ah.. Jika maksud Anda adalah mengenai pembunuhan yang terjadi di dekat taman distrik 14 beberapa minggu yang lalu.. Aku dapat pastikan kota ini aman, tidak perlu khawatir”
“Apakah Anda sebagai kepala detektif mempunyai asumsi bahwa pembunuh dari dua ilmuwan ini adalah pembunuh yang sama dengan mayat yang di temukan di dekat taman beberapa minggu yang lalu?”
“Sulit untuk mengatakan itu, karena mayat yang sekarang berbeda dengan mayat yang dulu, mereka meninggal dengan cara yang berbeda, jadi rasanya aman berasumsi bahwa mereka dibunuh oleh orang yang berbeda”
“Lalu bagaimana dengan kulit mayat dua ilmuwan ini? Apakah polisi sudah menemukan sesuatu?”
“Untuk saat ini kami tetap pada dugaan kami bahwa kulit mereka menjadi putih karena kehabisan darah merah, penyelidikan masih berlanjut dan akan dipublikasikan seperti biasa ketika selesai”
“Lalu apakah Anda sudah mempunyai beberapa tersangka?”
“Tentu kami punya, tersangka-tersangka itu sedang kami interogasi di kantor polisi sekarang, masyarakat tidak perlu khawatir, polisi akan menangani kasus ini dengan cepat”
“Kalau begitu terima-”
Junta mematikan televisi nya begitu dia sudah cukup mendengar apa yang sedang dibicarakan, sudah jelas ada keanehan dalam informasi yang di berikan oleh kepala detektif itu, Junta yang merasakan keanehan dalam informasi yang diberikan akhirnya memutuskan untuk pergi ke dapur untuk membuat secangkir kopi.
Dia membutuhkan sesuatu sebagai bahan bakar otaknya untuk memikirkan masalah ini, sambil tangannya meracik kopi, dia mencoba untuk membuat simulasi tentang kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi, khusus masalah dalam mencari informasi, sebenarnya Junta ingin meminta bantuan kepada satu orang, tapi Junta masih tidak yakin apakah dia harus meminta bantuan kepada orang itu, masalah ini sebenarnya tidak terlalu berbahaya, ancaman yang diberikan memanglah nyata tapi tidak sampai pada tingkat ancaman yang benar-benar tidak bisa diremehkan.
Seperti yang Junta bilang kepada Paman Ji, bahwa masih tidak diketahui kenapa kulit kedua mayat itu menjadi putih, ada banyak kemungkinan yang bisa saja terjadi, jadi Junta merasa bahwa masalah ini tidak perlu mendapatkan perhatian dari orang itu, kedua mayat ini juga berpotensi sebagai umpan dari seseorang untuk membuat Junta keluar dari persembunyian nya dan menunjukkan diri aslinya.
Junta harus berhati-hati dalam memutuskan sesuatu, Junta harus selalu ingat bahwa pembunuh ayah dan ibu nya masih belum ditemukan, dia bisa saja diserang kapan pun dengan cara apa pun, tapi, jika memang kedua mayat itu meninggal karena racun dari para monster, maka sudah dipastikan Junta harus melakukan sesuatu agar kota ini menjadi aman kembali.
Setelah kopi hitam nya sudah selesai, Junta membawanya naik ke atas menuju kamar nya, di dalam kamar, dia mencari sebuah buku kecil yang dulu sewaktu kecil dia tulis, dia menulis tentang masalah menara pengawas yang diceritakan oleh ayahnya, di dalam buku itu terdapat informasi tentang indikator-indikator yang menandakan menara itu rusak atau tidak, bahkan ada instruksi mengenai cara memperbaikinya, tapi setelah sekitar 10 menit mencari, Junta tidak bisa menemukan buku itu di mana pun.
Junta yang tidak bisa menemukan buku kecilnya akhirnya memutuskan untuk melihat televisi yang ada di ruang tamu, semua channel televisi saat ini sedang membahas kedua mayat ilmuwan itu, Junta mendengarkan secara sekilas tentang apa yang disampaikan oleh berita-berita itu, sambil meneguk kopi nya, Junta mengingat kembali bagaimana ayahnya mengalahkan monster-monster itu, Junta harus dapat mengingat nya dengan jelas karena dia merasa bahwa mungkin kemampuan ini akan dibutuhkannya di masa yang akan mendatang, karena dia masih tidak bisa mengingatnya dengan jelas, Junta memutuskan untuk keluar dari rumah nya untuk melihat langit malam, mungkin dengan melihat langit bisa membantu nya mengingat cara ayahnya membunuh para monster.
Tepat ketika dia menutup dan mengunci pintu, ada orang lain yang memanggil.
“Oh, hallo Junta!”
“Ah.. Bibi Vi, ada perlu apa?”
“Apa kau melihat berita malam ini?”
“Tentang mayat dua ilmuwan?”
“Ya ya tentang itu, tidakkah kau merasa takut karena sudah ada 2 pembunuhan dalam tempat yang sama dan dalam jangka waktu yang dekat?”
“Aku tidak terlalu memikirkan itu Bibi Vi, aku yakin para polisi melakukan usaha yang terbaik untuk menjaga kota ini”
“Meski pun kau mengatakan itu… Kau harus berhati-hati Junta, ayah dan ibu mu bekerja di luar negeri dan masih belum kembali kan? Jika kau butuh bantuan datanglah ke rumah ku, sudah seharusnya sebagai tetangga aku harus membantu tetangga ku yang lain ketika mereka dalam kesusahan”
“Terima kasih atas tawarannya Bibi Vi, aku akan meminta bantuan mu ketika ada sesuatu terjadi”
“Bagus, baiklah aku harus pergi sekarang, mungkin suami ku sudah datang dan aku harus menyediakan sesuatu di meja, sampai bertemu nanti Junta”
“Tentu, terima kasih sudah meluangkan waktu mu untuk mengobrol dengan ku Bibi Vi”
“Tidak masalah Junta”
Dan dengan begitu Bibi Vi pergi menghilang dari hadapan Junta, melihat bagaimana Bibi Vi begitu peduli padanya membuatnya terlihat seperti ibu nya, Junta hanya bisa tersenyum kecil mengenang kejadian di masa lalu, setelah beberapa menit berada di luar, Junta sadar bahwa udara yang berhembus semakin dingin, Junta yang merasa lelah akhirnya memutuskan untuk pergi masuk ke dalam dan sebaiknya bergegas untuk tidur, besok dia harus berangkat ke sekolah dan dia tidak ingin bertemu dengan Bu Layla di ruang konseling, untuk masalah ini, Junta akan memantau perkembangannya, Junta berharap bahwa hasilnya tidak lah seburuk seperti yang dipikirkan nya.
__ADS_1