
- Lapangan sepak bola mungkin adalah tempat yang menyenangkan\, tapi untuk hari ini lapangan sepak bola yang berada di sekolah Junta adalah tempat yang mungkin tidak ingin kalian dekati\, di tengah-tengah lapangan berdiri 2 pemuda yang saling berhadap-hadapan.
Banyak murid berbondong-bondong mengelilingi lapangan itu hanya untuk melihat apa yang sedang terjadi, tentu mereka tidak bisa melihat dengan jelas karena cuaca sedang tidak bersahabat, selain hujan yang mengganggu pemandangan, anggota fraksi Locus juga menjaga area sekitar agar tetap terkendali, membuat penonton mau tidak mau harus menjaga jarak dari lapangan itu.
“Apa kau benar-benar menginginkan ini Locus?”
Locus tidak menjawab dan hanya memandang Junta dengan tajam.
“Aku memberikan mu kesempatan, jika kau berubah pikiran maka sebaiknya cepat katakan”
“Seorang pria tidak akan pernah menarik kembali perkataan nya”
“Ya kau tau, itu ada benarnya, tapi ada saat nya seorang pria harus menarik kembali kata-katanya”
Suara petir yang menggelegar dan suara hujan deras yang mengganggu membuat Junta dan Locus harus saling berteriak jika ingin berbicara, beberapa penonton juga mulai bersorak untuk menyemangati Locus, hal ini bisa di mengerti karena Locus memang salah satu preman terkuat yang ada di sekolah ini, itulah alasan kenapa dia bisa menjadi tangan kanan Gilda.
Sudah beberapa menit mereka saling memandang di tengah-tengah lapangan itu, masing-masing pihak menunggu pihak lain untuk membuat gerakan.
“Apa kau tidak ingin memulainya Locus? Sekarang sedang hujan dan aku tidak ingin sakit karena ini, kau tau, harga obat itu mahal"
“Baiklah Orang Biru, akan aku mulai!”
Locus berlari ke arah Junta dan melayangkan pukulan!
Junta menghindar ke kanan dan melayangkan pukulan kepada Locus!
Locus menghindar dan menangkap tangan Junta, lalu dia melempar Junta menjauh darinya.
Junta terhempas tapi tidak terjatuh, dia dengan cepat menyeimbangkan tubuhnya dan berdiri dengan tegap di atas tanah.
"Sepertinya aku tau kenapa Gilda mengakui mu sebagai orang yang kuat"
"Ha! Apa kau sekarang mengakui kekuatan ku?"
Setelah itu Locus berlari kearah Junta dan menghantam Junta dengan pukulannya yang kuat!
Tapi Junta dapat menghindarinya dengan halus sehingga pukulan Locus menghantam bangku kayu yang ada di belakang Junta.
"Aku tidak mengakui kekuatan mu Locus, aku hanya berkata kalau aku mengerti kenapa Gilda menganggap mu kuat, itu saja"
"Jangan banyak bicara!"
Locus menghantamkan pukulannya sekali lagi!
Tapi kali ini Junta menahan serangan itu dengan pukulannya.
"Hey tidak bagus untuk merusak barang milik sekolah kau tau?"
"Diam!"
Locus memegang tangan Junta yang menahan pukulannya lalu melempar Junta menjauh darinya!
Seperti di awal tadi, Junta dapat menyeimbangkan diri nya sehingga tidak terjatuh dan berdiri tegak seolah tidak terjadi apa-apa.
"Sepertinya kau sangat suka sekali melempar-lempar orang ya Locus"
"Kalau begitu bagaimana dengan ini!"
Locus mengangkat salah satu bangku kayu di dekatnya lalu melempar nya ke arah Junta!
Jarak antara Locus dan Junta tidaklah terlalu jauh sehingga bangku itu melayang dengan cepat ke arah Junta, tapi tentu saja Junta dapat menghindarinya dengan mudah sehingga bangku terjatuh ke tanah dan hancur berkeping-keping.
Junta kembali memfokuskan diri nya terhadap Locus setelah bangku yang di lemparnya tidak mengenai tubuhnya, tapi ketika Junta mencoba melihat ke arah Locus…
Tiba-Tiba Locus sudah ada di belakangnya!
Locus mencekik Junta! Tapi sepertinya Junta tau kalau Locus berada di belakangnya sehingga sebelum tangannya sampai ke leher Junta, Junta menghindarinya dengan berjongkok lalu menyerang Lutut Locus dengan kaki nya!
Locus yang lutut kiri nya diserang oleh Junta membuat dia harus berlutut dengan satu kaki sebagai tumpuannya, Junta yang melihat ini langsung memanfaatkan keadaan dengan menghantam dagu Locus ke atas dengan sebuah pukulan!
Locus terjatuh terkapar di atas tanah.
"Apa kau menyerah Locus?"
"Tentu tidak!"
__ADS_1
Locus memegang kaki Junta!
Tapi serangan itu sia-sia karena Junta sudah menjauh beberapa detik sebelum Locus melancarkan serangannya.
Locus berdiri dengan cepat dan menyerang Junta yang tidak jauh darinya!
Dan Junta dapat menghindari serangan itu dengan halus.
Junta melancarkan pukulan bertubi-tubi ke arah Locus!
Tapi Locus dengan mudahnya memblokir serangan itu dengan kedua tangannya yang ia gunakan sebagai perisai.
Junta sadar bahwa serangannya tidak berguna, jadi dia menghentikan pukulan itu, Locus yang terlihat menunggu momentum ini langsung melancarkan sebuah serangan menggunakan kakinya!
Tapi Junta sudah terlebih dahulu menjauhi Locus beberapa meter sehingga serangan itu tidak mengenainya.
“Kau sangat jarang melakukan serangan ya Orang Biru!”
“Panggil aku Junta, kau tau, aku rasa kau tidak akan sanggup melawan ku jika aku serius”
“Jangan meremehkan ku!”
Locus dengan cepat memperpendek jarak antara dia dengan Junta lalu menyatukan kedua telapak tangan nya dan menyerang Junta dari atas layaknya dia sedang menyerang Junta menggunakan sebuah palu.
Junta yang sedikit lengah terpaksa harus menahan pukulan yang di lancarkan dari atas itu dengan kedua tangannya yang ia bentuk seperti huruf X.
Locus yang melihat celah ini menggunakan kaki nya untuk menendang Junta menjauh darinya.
Junta terkena serangan itu dan melayang beberapa detik di udara, tapi dia sekali lagi dapat berdiri tegak dan tidak terjatuh.
“Oh? Apa kau mulai serius Locus? Kekuatan serangan mu sangat berbeda dari yang kau lakukan di awal pertarungan”
Locus tanpa menjawab pertanyaan Junta segera memperpendek jarak dengan berlari ke arah Junta, dengan cepat setelah jarak mereka hanya tersisa beberapa meter, Locus menggunakan kaki nya untuk menyerang pinggang Junta!
Tapi Junta menghindarinya dengan cara mundur sedikit ke belakang, lalu Junta meluncurkan pukulan ke arah Locus!
Tapi Locus dengan mudah menangkisnya, Junta yang sadar pukulan nya tidak berguna dia langsung mengambil jarak beberapa meter menjauh dari Locus.
“Kenapa Locus? Kehabisan stamina? Kekuatan yang cukup besar itu pasti membutuhkan stamina yang besar juga iya kan? Sepertinya kau belum pernah bertemu atau melawan seseorang yang dapat bertahan selama ini dengan mu”
Setelah Locus mendengar itu dia dengan cepat memperpendek jarak antara dia dengan Junta, lebih cepat dari sebelumnya dan melayang pukulan yang sangat kuat ke arah Junta!
Tapi Junta hanya sedikit meloncat ke kiri dan pukulan itu tidak mengenainya, dan akhirnya pukulan itu menghantam pohon kecil yang ada di belakang Junta, membuat pohon itu patah dan ambruk.
Setelah menghindar Junta mengambil jarak yang cukup jauh dari Locus.
“Pukulan terakhir? Tidak mampu bertarung lagi Locus?”
Locus hanya menghadap Junta dengan nafas yang terengah-engah, siapapun dapat melihatnya dengan jelas bahwa Locus sudah kelelahan.
“Kau tau, aku mempunyai alasan tersendiri kenapa aku tidak serius dalam pertarungan ini, jadi lebih baik kita hentikan saja duelnya”
“Apa kau pikir…. Aku akan menyerah semudah itu… Junta”
“Oh kau memanggil ku dengan benar, bagus sebuah kemajuan”
Locus terlihat masih berusaha mengumpulkan stamina nya di tengah-tengah pertarungan, di sisi lain Junta tidak terlihat kelelahan sama sekali, dan Junta juga tidak terlihat tertarik untuk memenangkan duel yang sedang ia jalani.
“Biar ku beritahu kau Locus, Ayahku mengajarkan banyak hal kepada ku, termasuk dalam cara bertarung dan menghormati musuh, alasan utama kenapa aku tidak serius bertarung dengan mu adalah karena kau tidak layak menerimanya”
“Lalu siapa yang layak menerima keseriusan mu itu Junta?”
“Yang jelas bukan kau Locus, ada banyak hal di dunia ini yang tidak kau ketahui, dan hal itu lah yang mungkin pantas untuk menerima keseriusan ku”
Tentu yang di maksud oleh Junta di sini adalah para penyihir, Junta adalah seorang penyihir dan dia sedang melawan orang biasa sekarang, dia tidak bisa menggunakan sihir nya karena itu akan menjadi ketidakadilan, dan juga masih banyak kriteria-kriteria lain yang harus di penuhi agar Junta bisa bertarung dengan serius.
“Kalau begitu ijinkan aku bertanya Junta, kenapa kau sangat suka meremehkan lawan mu?”
“Aku serius dan tidak serius bukan untuk meremehkan lawan ku, karena ada sebuah peraturan yang tidak bisa aku langgar”
“Kenapa kau tidak melanggarnya? Bukankah Gilda menunjuk mu sebagai pemimpin kami? Bukankah itu artinya Gilda mengakui kebrutalan mu?”
“Tidak, kau tidak akan mengerti, peraturan ini adalah peraturan yang di buat oleh keluarga ku, dan aku tau apa konsekuensi nya jika aku melanggar peraturan itu”
__ADS_1
“Oh ya? Kau terlihat seperti seorang pengecut kau tau?”
“Berusaha untuk memicu amarah ku? Hentikan saja usaha mu itu, aku tidak akan pernah serius bertarung dengan mu”
“Ha! Aku tidak akan tunduk pada seseorang yang lebih lemah dari ku!”
“Lihat lah dirimu Locus! Kau sudah sangat lelah kan? Bukankah ini pertanda bahwa kau tidak pernah bertarung dengan seseorang yang dapat bertahan selama ini kan? Apakah bukti itu belum cukup kuat?”
“Kau belum menjatuhkan ku kan? Itu adalah bukti bahwa aku setara dengan mu!”
“Setara?”
Junta hanya menghela nafas panjang.
“Kau setara dengan ku padahal aku sama sekali tidak serius bertarung dengan mu, dan kau sebut itu pencapaian? Aku tidak mengerti bagaimana otak mu bekerja”
Keadaan menjadi hening, Locus terlihat tidak terlalu berani menyerang Junta, dan di sisi lain Junta hanya berdiri seperti patung disana, tidak melakukan apa-apa.
“Sepertinya ini akan menjadi duel yang lama jika aku tidak menjatuhkan mu Locus, apa ini benar?”
“Ha! Aku akan sangat senang dengan hal itu! Bertarung dengan mu sampai 20 hari pun tidak masalah bagiku!”
“Hm rasanya aku mengerti kenapa Gilda menunjukku menjadi pemimpin kalian.. Kau benar-benar berbahaya Locus”
“Aku ambil itu sebagai pujian”
“Baiklah mari aku tawarkan sebuah solusi, Aku akan sedikit serius dengan mu kali ini, tapi hanya sedikit, aku akan menambah keseriusan ku setara dengan se ekor semut, lalu jika aku menang maka kau harus menghentikan duel ini dan mengakui ku”
“Dan jika aku yang menang, maka aku yang akan memimpin para preman itu”
“Baiklah cukup adil bagi ku, apa kita sepakat Locus?”
“Baiklah! Aku akan mengeluarkan semua tenaga ku yang tersisa!”
Locus dengan sangat cepat - lebih cepat dari sebelumnya - memperpendek jarak antara dia dengan Junta, lalu melancarkan sebuah pukulan yang mengarah ke atas!
Junta sedikit menghindari dan memanfaatkan celah yang ada dengan memukul perut Locus!
Locus yang terkena pukulan itu pun melayang di udara dan terjatuh terkapar di atas tanah… Dengan jarak dari Junta sejauh 5 meter.
Locus berbaring di atas tanah tidak bergerak, melihat hal ini Junta hanya berdiri tegap di posisi nya, tidak bergeming sedikit pun, melihat Junta yang dapat membuat Locus - seseorang yang lebih besar dan lebih berotot darinya - melayang di udara membuat penonton terdiam.
Tentu Junta tidak menggunakan sihir apapun, pertarungan itu masih menjadi pertarungan yang adil, jika Junta menggunakan sihirnya maka Locus mungkin akan melayang lebih jauh dari apa yang terjadi sekarang.
Meskipun Junta tidak berotot dan jarang bertarung, tapi Junta tetaplah seorang penyihir dari keluarga penyihir juga, sehingga orang tua Junta telah melatih Junta dengan sangat keras termasuk dalam pertarungan tanpa sihir.
Locus yang telah terdiam dari tadi mulai berusaha untuk bangun, tapi tubuhnya tidak mampu untuk melakukan itu dan akhirnya dia tetap terbaring seperti kondisi semula.
“Junta… Tidak.. Tuan Junta.. Aku mengakui kepemimpinan mu”
Junta yang mendengar hal ini berjalan mendekati Locus dan mengulurkan tangannya.
“Seharusnya kau katakan itu dari tadi bodoh”
Locus menerima uluran tangan Junta dan Junta membantunya berdiri, saat sudah berdiri tegap, Locus tiba-tiba memuntahkan banyak darah.
“Uhuk.. Uhuk.. Katakan pada ku Tuan Junta.. Bagaimana kau mendapatkan kekuatan seperti itu dalam pukulan mu?”
“Tidak ada Locus, yang perlu kau lakukan hanya banyak berlatih dan gunakan otak mu”
Junta membantu Locus berjalan dan mengantarnya ke sebuah gudang tak terpakai yang letaknya tidak jauh dari tempat mereka berdiri, setelah sampai di sana, Locus duduk di sebuah kursi dan anak buahnya yang ada disana segera mengambilkan dia minuman, tidak lama setelah Junta masuk ke dalam gudang, Kenya beserta anak buahnya datang.
“Luar biasa Tuan Junta”
Kenya mengatakan itu dengan sebuah senyuman.
“Mungkin ini di luar kuasa ku, tapi, hey kalian! Apa kalian sebagai anak buah Locus menerima kepemimpinan Tuan Junta?”
Anak buah Locus mengangguk dengan ekspresi sedikit ketakutan.
“Aku menerima Tuan Junta Kenya, kau tidak perlu khawatir”
“Locus, dan juga Kenya, sebenarnya ini bukanlah perintah tapi lebih ke permintaan, bisakah kalian memanggilku dengan biasa? Maksudku tanpa Tuan”
“Maafkan aku Tuan Junta, aku tidak bisa memanggilmu seperti itu, aku lebih nyaman seperti ini”
“Junta ya.. Huh, kau dan Gilda sama sekali tidak jauh berbeda, baiklah aku akan memanggil mu Junta, karena aku berbeda dengan Kenya, aku lebih nyaman memanggil mu tanpa kata Tuan”
“Baiklah jika Kenya memang nyaman seperti itu, aku sama sekali tidak memaksa”
“Jadi, apa perintah pertama mu Tuan Junta?”
“Perintah pertama?”
“Dahulu ketika Tuan Gilda menyatukan kami, dia langsung membuat perintah pertamanya, dan karena kau adalah penerusnya maka aku berpikir bahwa kau juga akan melakukan hal yang sama”
“Hm.. Kalau begitu perintah pertama ku adalah.. Jangan membuat kekacauan apapun di sekolah ini!”
“Tuan Gilda memang tidak salah memilihmu, perintah itu adalah perintah yang sama seperti yang Tuan Gilda dulu katakan”
Secara mendadak semua preman yang hadir disana mengepalkan tangannya dan menaruhnya di dada sebelah kiri, lalu mereka serentak berkata.
“Kami mengakui kepemimpinan mu dan telah menerima perintahmu!”
“Apa itu? Semacam upcara penobatan?”
“Ah.. sejujurnya itu adalah hal bodoh yang di buat oleh Gilda”
Locus menjawab pertanyaan Junta dengan nada sedikit tertawa.
“Oh… Kalian tidak perlu melakukan itu jika aku yang memimpin kalian.. Baiklah aku harus pulang sekarang, apa ada sesuatu yang ingin kalian sampaikan sebelum aku pergi?”
Para preman itu terdiam dan saling memandang satu sama lain.
“Jika tidak ada maka aku akan pulang, Kenya, aku akan memberikan nomor ku kepadamu nanti”
“Aku akan menunggu itu”
Dengan begitu Junta keluar dari gudang dan berjalan pulang ke rumahnya.
- Setelah sampai di rumah\, Junta segera membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya yang sudah basah terkena air hujan\, setelah selesai mengganti pakaian dia membuka kulkas yang ada di dapur dan tentu kosong\, sepertinya Junta lupa kalau dia belum membeli makanan untuk hari ini.
Setelah tau kulkasnya kosong Junta menutup kulkas itu dan pergi ke kamarnya yang berada di lantai dua, sebelum membuka kamarnya Junta melihat sebuah pintu yang ada di samping kamar Junta, lalu dia mengalihkan pandangannya ke pintu yang ada di depan kamarnya, itu adalah pintu kamar orang tua Junta.
Pintu itu sekarang terkunci rapat, lebih tepatnya tersegel dengan sihir yang sangat kuat, Junta sudah berusaha membuka pintu itu berkali-kali, tapi pintu itu masih tetap tersegel dan tidak mau terbuka. Junta sangat yakin kalau kamar orang tua nya pasti menyimpan sesuatu di dalam sana, sesuatu petunjuk yang dapat membantu Junta dalam penyelidikannya, setelah melihat pintu itu, Junta membuka pintu kamarnya dan masuk kedalam.
__ADS_1
Suara hujan masih dapat di dengar dan suara petir yang menggelegar juga sesekali muncul untuk mewarnai suasana, keheningan yang ada di dalam rumah Junta membuat semua suara yang ada di luar terdengar sangat jelas, seolah-olah rumah itu tidak memiliki dinding maupun atap.