
Suara burung berkicau terdengar nyaring di telinga Junta, sehingga dia terpaksa membuka matanya, hal pertama yang dia lihat setelah membuka matanya adalah pohon-pohon besar yang memiliki daun lebat, cahaya matahari tidak terlalu bisa menerangi area itu karena terhalang oleh lebatnya dedaunan sehingga penerangan di area itu tidak terlalu bagus, untungnya ada beberapa jamur berwarna yang mengeluarkan cahaya sehingga hutan itu tidak terlalu gelap, setelah melihat jamur yang bersinar itu, Junta langsung teringat dengan apa yang terjadi dengannya.
Dan karena itu dia dengan cepat melihat sekeliling nya untuk mencari Kou, dia berdiri dan mencari Kou yang entah bagaimana tidak ada di sampingnya, setelah mencari dari balik pohon ke pohon, Junta menemukan Kou tergeletak di area yang ditumbuhi oleh banyak jamur bercahaya, letaknya memang tidak terlalu jauh dari tempat Junta bangun, tapi tempat ini cukup sulit di temukan karena terletak di balik pohon-pohon yang berukuran besar.
Setelah Junta memastikan bahwa jamur itu tidak berbahaya dengan cara menyentuhnya, Junta segera berlari ke arah Kou dan berulang kali mencoba untuk membangunkannya, Kou yang merasa terganggu dengan guncangan itu akhirnya terpaksa membuka matanya secara perlahan.
“Uh.. Oh sial aku terlambat?!”
“Hey! Kita berada di dunia lain kau ingat?”
“Kakak… Ah”
“Sepertinya kita berhasil Kou”
Setelah mendengar jawaban Kakaknya, Kou berdiri dan melihat-lihat kondisi di sekitarnya.
“Ini aneh”
“Kau benar, jamur-jamur ini mengeluarkan cahaya, dan juga cahaya nya mengikuti warna dari jamurnya, aku penasaran apa yang akan terjadi jika aku mencabut jamur-jamur ini…”
“Jamur ini memang aneh Kakak, tapi yang aku maksud bukan itu…”
Kou terlihat seperti orang yang sangat kebingungan, dia berulang kali berjalan dengan arah yang acak untuk melihat situasi di sekitarnya.
“Apa ada masalah Kou?”
“Kakak, aku akan jujur pada mu, dari seluruh informasi yang aku punya, seharusnya kita berada di dalam kota sekarang”
“Tolong jelaskan lebih rinci Kou”
“Aku sudah mengatur pendaratan kita agar kita bisa sampai di sebuah kota, tapi nyatanya, kita justru sampai di sebuah hutan yang diterangi oleh cahaya dari jamur-jamur ini”
“Jadi.. Ada kesalahan dalam kedatangan kita?”
“Tepat, aku sudah merasakan hal aneh sebelum kita berpindah dunia, tapi aku tidak menyangka keanehan itu akan berdampak seperti ini”
“Mungkin di luar hutan ada sebuah kota, kau tau.. Mungkin ada sedikit kesalahan dalam pengaturan mu, jadi kita datang di tempat yang salah”
“Aku harap begitu Kakak, untuk saat ini mari kita keluar dari sini”
“Baiklah, tapi sebelum itu…”
Junta berjalan ke sebuah jamur merah yang mengeluarkan cahaya, jamur itu adalah jamur yang terlihat lebih besar dari jamur yang lain, Junta mencabut jamur itu untuk melihat apa yang akan terjadi.
“Hmm jamur ini tidak lagi mengeluarkan cahaya… Aku penasaran apakah ini bisa dimakan..”
“Kakak, kita harus pergi”
“Baiklah baiklah”
Junta pun pergi ke arah Kou sambil membawa jamur itu, setelah semua siap, Kou dan Junta berjalan entah ke arah mana, mereka hanya berjalan mengikuti langkah kaki mereka, sepanjang perjalanan, ada banyak hal baru yang Junta dan Kou lihat di hutan ini. Selain jamur yang bercahaya, ada juga sebuah makhluk yang berukuran sangat kecil, makhluk itu terbang dan mengeluarkan cahaya yang berwarna biru cerah, mirip seperti kunang-kunang, makhluk itu dapat ditemukan hampir di seluruh sudut hutan ini, sejauh ini tidak ada makhluk hidup lain yang Junta dan Kou temukan selain kunang-kunang berwarna biru itu.
Setelah cukup jauh berjalan tanpa arah, mungkin sekitar 40 menit, Junta dan Kou melihat cahaya yang sangat terang di depan mereka, tidak salah lagi itu adalah batas akhir dari hutan ini, setelah berjalan keluar dari hutan, yang pertama kali mereka lihat adalah sebuah daratan luas yang ditumbuhi oleh rumput-rumput dan beberapa pohon yang tidak terlalu besar, di depan mereka juga ada sebuah jalan setapak yang dibuat dari tanah, Junta dan Kou bersama-sama menyusuri jalan itu dan sampai lah mereka di suatu titik yang membuat mereka harus berhenti.
“Itu… Kastil?”
“Aku rasa bukan Kakak, itu lebih mirip kota”
“Kota? Lalu gedung apa yang tinggi itu? Itu terlihat seperti gereja yang sangat besar bagi ku…”
“Mungkin itu adalah bangunan pusat pemerintahan, kau tau, mirip seperti balai kota”
“Ini mengingatkan ku pada zaman kerajaan…”
“Mari kita menuju kota itu Kakak, mungkin kita bisa dapat suatu informasi di sana”
“Di lihat dari besarnya kota itu dari sudut pandang kita, apakah itu tidak jauh?”
“Kita sekarang ada di dataran tinggi.. Dan kota itu terlihat tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar.. Mungkin jika kita berjalan.. Akan memakan waktu sekitar 2 jam”
“Kau bercanda?”
“Apakah Kakak ingin kita berlari?”
Junta melihat ke sekeliling, dan tidak ada siapa-siapa lagi selain mereka.
“Aku rasa kita harus mulai berjalan sekarang..”
“Tepat sekali, hari sudah panas dan sepertinya sebentar lagi waktu akan menjadi tengah hari”
Mereka pun berjalan berdampingan menyusuri jalan setapak itu, berulang kali Kou terlihat seperti memikirkan sesuatu, sedangkan Junta sibuk melihat-lihat situasi sekitar, keadaan cukup hening di antara mereka, hanya suara langkah kaki yang menemani mereka dalam perjalanan itu.
“Hey Kou, daripada kita diam seribu bahasa seperti ini, kenapa kita tidak berbincang-bincang?”
“Apa yang ingin Kakak bicarakan?”
“Bagaimana kalau kita mulai dari jamur ini”
__ADS_1
“Hmmm, menurutku jamur itu harus dicoba”
“Kau ingin memakannya?”
“Kenapa tidak? Kenapa Kakak tidak mencoba membakarnya dengan api milikmu?”
“Hmmm”
Dalam sekejap setelah Junta mengatakan itu, jamur yang dibawanya berubah dari warna merah menjadi kecokelatan, sama halnya dengan warna makanan yang telah dipanggang, setelah mencium aroma jamur itu, Junta mencoba memakan jamur itu dengan satu gigitan.
“Hmmm”
“Bagaimana?”
Belum selesai mengunyah jamur itu, Junta memberikan jamur yang dibawanya kepada Kou.
“Cobalah”
Kou menerima jamur itu dengan tangannya dan memakan jamur itu dengan cara menggigitnya.
“Bagaimana?”
Kou mengunyah jamur itu secara perlahan lalu menelannya.
“Rasanya aneh… Tapi setidaknya jamur ini bisa dimakan”
“Setidaknya kita tahu apa yang bisa kita makan di dunia ini”
“Ini mengingatkan ku pada kehidupan ku sehari-hari..”
Kou kembali menggigit jamur itu dan mengunyahnya.
“Kau benar Kou, hidup kita memang tidak mudah, maafkan aku”
“Kakak tidak perlu minta maaf, aku mengerti kenapa Kakak membuat perjanjian itu”
Kou mengembalikan jamur itu kepada Kakaknya setelah mengatakan itu.
“Aku senang kau mengerti”
“Lagipula aku juga berpikir apa yang Kakak lakukan itu sudah benar, ketika orang tua kita meninggal, Kakak langsung membuat perjanjian itu, yang mana adalah kita harus berpisah dan tidak boleh bertemu selama kurang lebih 10 tahun”
“Dan aku menyuruh mu pergi ke daerah yang sangat jauh dari rumah”
“Tepat, harus aku akui, pada umur yang bisa dibilang sangat muda, Kakak sudah terlihat seperti orang dewasa”
“Kita sudah dilatih oleh orang tua kita Kou, pada saat orang tua kita terbunuh, aku tidak memiliki petunjuk apapun tentang siapa pembunuh itu, oleh karena itu, aku menyuruh kita untuk berpisah agar pembunuh itu tidak bisa membunuh kita berdua”
“Ya.. Tapi, apa yang terjadi jika kita tidak bisa melawan pembunuh itu? Waktu itu kita masih sangat kecil, sihir kita bahkan tidak sebanding dengan orang tua kita yang dapat dibunuh oleh pembunuh itu, jika kita terus bersama, maka mungkin kita berdua sudah ditemukan oleh pembunuh itu dan mungkin kita tidak bisa ada di sini sekarang”
“Lalu bagaimana jika pembunuh itu membunuh salah satu dari kita Kakak? Bagaimana jika pembunuh itu menemukan ku atau menemukan mu?”
“Aku yakin, jika salah satu dari kita terbunuh, maka yang masih bertahan hidup akan membalas perbuatan si pembunuh itu, atas nama keluarga Rayka”
Kou terdiam mendengar jawaban dari Kakaknya, Kou tau apa yang dikatakan oleh Kakaknya itu benar, Kou tidak membenci Kakaknya, hanya saja dia tidak ingin kehilangan salah satu anggota keluarganya lagi, itulah kenapa Kou tidak suka dengan rencananya Kakaknya.
“Ya lagipula perjanjian itu sudah pecah, aku menemui Kakak sebelum 10 tahun itu tiba, jadi aku rasa tidak ada lagi perjanjian?”
“Kou, pembunuh itu masih ada di luar sana, mungkin lebih baik jika kita tetap berhati-hati”
“Apa Kakak meragukan kekuatan ku?”
“Sama sekali tidak, hanya saja… Aku merasa kita masih belum sebanding dengan kekuatan milik orang tua kita”
Setelah Junta mengatakan itu, dia menggigit jamur yang dia bawa di tangan kanannya.
“Kalau begitu.. Aku masih tidak bisa hidup 1 atap lagi dengan mu Kak?”
“Aku… Akan memikirkan itu terlebih dulu”
“Aku mengerti”
Keadaan menjadi hening kembali setelah Kou berkata seperti itu, Kou mengerti kalau Kakaknya perlu waktu untuk memutuskan hal yang penting seperti ini, ini bukanlah keputusan yang mudah, Kou mengerti itu.
“Ngomong-ngomong Kou, bagaimana perkembangan kekuatan sihir mu?”
“Cukup baik kurasa.. Tidak ada masalah”
“Aku mengerti, ternyata kau masih berlatih dengan baik”
“Bagaimana dengan Kakak?”
“Tidak banyak perubahan, tapi bisa dipastikan Aku lebih kuat dari diriku yang dulu”
Junta memberikan jamur yang dibawanya kepada Kou, Kou menerima jamur itu dan menggigitnya.
“Aku penasaran apa yang akan dikatakan oleh orang tua kita jika mereka tau kekuatan kita sekarang…”
“Mereka pasti akan berkata sesuatu tentang waspada atau tetap rendah hati”
“Ah Kakak, itu gerbang kota nya”
__ADS_1
Tidak terasa, mereka sudah ada di depan gerbang kota, di sana, ada dua penjaga yang memakai baju pelindung atau armor yang terbuat dari kulit, masing-masing penjaga itu adalah laki-laki yang terlihat berumur 28 tahun, dan mereka membawa sebuah tombak panjang di tangan kanan mereka.
“Suasana ini lama-lama mirip seperti keadaan di masa kerajaan..”
Setelah Junta dan Kou mendekat ke arah gerbang, Kou menyapa kedua penjaga itu.
“Selamat siang! Hiya.. Hari yang panas ya! Apakah kalian tahu di mana kami bisa beristirahat?”
Kedua penjaga itu saling melihat satu sama lain sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Kou.
“Jika kalian mencari penginapan, maka berjalan saja lurus dari gerbang ini sampai kalian melihat sebuah kolam air, di sekitar kolam itu ada penginapan yang murah dan nyaman”
“Oh! Aku mengerti, terima kasih!”
“Tidak ada masalah, kalian terlihat seperti bukan orang lokal, jika boleh tau, kalian berasal dari mana?”
“Hiya.. Kami dari negeri yang sangat jauh dari sini, entah sudah berapa gunung dan laut yang kami lewati agar bisa sampai di tanah ini”
“Begitu ya, kalian terlihat seperti dari kerajaan yang unik”
“Karena pakaian kami? Kalian benar, mungkin kalian punya saran pakaian baru?”
“Ada toko pakaian juga di sekitar kolam air yang aku sebutkan tadi, pilih lah pakaian yang kau suka di sana”
“Begitu ya, kalian benar-benar sangat membantu! Terima kasih banyak!”
“Tidak masalah, dan juga jika kalian bisa, sebaiknya kalian secepatnya pergi dari kota ini”
“Hm? Apa ada masalah?”
“Sejujurnya, kerajaan ini sedang berperang sekarang, dan kondisi nya terlihat sangat buruk bagi kerajaan ini”
“Sepertinya kami datang di situasi yang buruk”
“Tepat, hanya itu yang aku tahu dan yang bisa aku berikan kepada kalian, sebagai sesama warga biasa, aku sangat menyarankan mu untuk pergi meninggalkan kota ini selagi dan secepat yang kau bisa”
“Aku akan mengingat itu, baiklah aku akan pergi dulu, perjalanan yang panjang ini benar-benar membuat ku lelah”
“Berhati-hati lah”
Kou mengangguk kepada penjaga itu diikuti oleh Junta, setelah itu mereka berjalan lurus dari arah gerbang sesuai yang dikatakan oleh penjaga itu.
“Aku tidak mengira mereka bisa mengerti bahasa kita”
“Aku juga tidak Kak, dan juga..”
Kou berhenti berjalan di tengah-tengah keramaian yang ada di kota.
“Aku akan jujur pada mu Kakak, kita sepertinya salah memasuki dunia”
“Apa?”
“Aku sudah berulang kali melihat keadaan sekitar, tidak ada informasi apapun yang cocok dengan keadaan kita saat ini, informasi yang aku punya dan fakta lapangan nya jauh berbeda”
“Mungkin saja kita salah tempat Kou, mungkin informasi yang kau punya adalah informasi yang ada di tempat lain”
“Aku harap begitu, oleh karena itu, aku akan pergi sekarang, aku harus mengumpulkan informasi lebih banyak lagi untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi”
“Kenapa kita tidak kembali saja? Jika kita memang salah memasuki dunia, kita bisa kembali kan?”
“Kakak, energi mana ku masih butuh waktu agar bisa terisi penuh, aku percaya energi mana Kakak juga masih belum penuh kan?”
“Kau benar, membuka gerbang itu memakan banyak sekali energi mana”
“Untuk saat ini aku akan pergi mengumpulkan informasi, bisa aku serahkan masalah tempat peristirahatan kepada Kakak?”
“Tentu, jika kau sudah selesai dengan pencarian informasi mu, temui aku di kolam air yang dibicarakan oleh para penjaga itu”
“Baiklah, aku serahkan pada mu masalah penginapan nya”
Setelah mengatakan itu, Kou tiba-tiba menghilang dari pandangan Junta, dia menghilang begitu saja seolah-olah dia tidak pernah ada di sana, hanya dengan melihat pergerakan super cepat milik Kou, Junta sudah merasa ada yang tidak beres, Kou benar-benar serius dengan apa yang dibicarakannya, ini berarti ada kemungkinan bahwa Junta dan Kou memasuki dunia yang salah, Junta tidak tau dunia lain mana yang dimaksud Kou saat dia bilang ingin pergi ke dunia itu, tapi ada satu hal yang Junta tau secara pasti.
Bahwa dunia yang sekarang dia berada, bukanlah dunia yang Kou inginkan.
Junta memang diperintahkan untuk pergi ke penginapan yang dibicarakan oleh kedua penjaga itu oleh Kou, tapi saat ini dia lebih ingin pergi berkeliling ke sekitar untuk melihat-lihat isi kota, jadi Junta memutuskan untuk berjalan lurus dari tempat dia berdiri sekarang, tidak butuh waktu lama bagi Junta untuk sampai di kolam yang dibicarakan oleh para penjaga itu, kolam itu berbentuk lingkaran dan ukurannya cukup besar, lalu di tengah-tengah kolam itu ada sebuah patung, Junta tidak tau secara pasti patung apa itu, patung itu terlihat seperti patung sebuah tumbuhan, hanya itu hal pasti yang Junta tau, lalu di sekitar kolam itu ada bangku-bangku panjang yang digunakan oleh penduduk sekitar untuk duduk dan bercengkerama.
Setelah Junta mengetahui letak penginapan yang dibicarakan oleh para penjaga gerbang tadi, Junta melanjutkan perjalanannya, sejauh ini Junta melihat bahwa penduduk yang ada di kota ini terlihat normal, mereka terlihat seperti manusia pada umumnya, tidak ada yang jauh berbeda, hanya suasana kota yang seperti zaman kerajaan saja yang membedakan aura dunia ini dengan dunia Junta, misalnya saja pakaian yang mereka pakai atau corak bangunannya, benar-benar seperti abad pertengahan yang ada di eropa.
Setelah sedikit lama berjalan melewati kerumunan demi kerumunan, Junta mulai merasa lelah dan ingin beristirahat, jadi dia memutuskan untuk pergi ke penginapan untuk mengistirahatkan tubuhnya, tepat ketika dia berhenti berjalan, ada seseorang yang menabrak nya dari belakang.
“Aw, hey, kau tidak apa?”
Junta mengulurkan tangannya untuk membantu pemuda itu, tapi pemuda itu menghiraukan uluran tangan Junta dan langsung berlari menjauh secepat kilat.
Junta yang kebingungan dengan sikap pemuda itu akhirnya memutuskan untuk menghiraukannya dan berjalan pergi menuju penginapan, tepat sebelum melangkahkan kaki nya, Junta melihat sesuatu berukuran kecil berwarna hitam tergeletak di jalanan, sesuatu itu berada tepat di atas area pemuda itu jatuh tadi, Junta mengambil benda itu dan melihatnya dengan hati-hati.
Benda itu berbentuk bulat, ukurannya kecil dan berwarna hitam, mirip seperti mutiara, Junta ragu apakah ini barang milik pemuda itu ataukah barang ini hanyalah sebuah batu biasa yang dapat kau temukan di pinggir jalan, ketika Junta berbalik untuk memanggil pemuda yang lari tadi, pemuda itu sudah hilang entah ke mana.
“Tangkap pencuri itu!”
Tepat setelah Junta mendengar teriakan itu yang datang entah dari mana, dia tiba-tiba dikepung oleh prajurit-prajurit yang memakai baju armor yang mengkilap.
__ADS_1