
“Silahkan, duduklah di kursi mana pun yang kalian suka”
Ratu Rana mengatakan itu setelah ia duduk di kursinya bersamaan dengan Hako yang duduk di sampingnya.
Jamuan Ratu Rana rupanya diadakan di luar bukan di dalam tenda, jujur saja Junta cukup terkejut melihat hal ini, mengingat tempat ini adalah tempat yang dekat dengan medan perang, bersantai-santai di luar ruangan tertutup mungkin bukan ide yang bagus.
Jamuan itu benar-benar terkesan mewah, banyak makanan dan minuman yang belum pernah Junta lihat sebelumnya, makanan dan minuman itu dihidangkan di meja besar berbentuk persegi panjang, jamuan ini terlihat seolah-olah ditujukan kepada para bangsawan atau para raja yang sedang berkumpul.
Keadaan di sekitar meja itu bisa dikatakan cukup di jaga dengan keta, ada beberapa penjaga yang berdiri di sana dan di sini, dan ada beberapa penjaga yang berpatroli di sekitar area, setelah melihat keadaan di sekitarnya, Junta memutuskan untuk duduk di kursi yang ada di sisi panjang meja itu bersama Kou di sampingnya, sedangkan Zonya, Aya dan Alicia duduk di depan Junta berdampingan.
“Maafkan aku yang hanya bisa menjamu kalian dengan makanan ini, kami tidak membawa banyak persediaan dari ibu kota karena memang kami tidak berpikir kalau akan ada tamu yang datang ke tempat ini”
Ratu Rana mengatakan itu sambil tersenyum sedih.
“Tidak apa Ratu Rana, mau menjamu kami sekaligus datang di acara ini secara langsung sudah menjadi kehormatan tersendiri bagi kami”
Zonya mengatakan itu sambil sedikit menundukkan kepalanya.
“Aku rasa kita tidak perlu berbasa-basi lagi, aku yakin kalian pasti juga lapar kan”
Hako mengatakan itu sambil mengangkat gelas silver yang ada di depannya.
“Mari bersulang sebagai penanda dimulainya penjamuan ini”
Junta dan yang lainnya juga memulai mengangkat gelas mereka lalu mereka semua berkata secara serentak.
“Bersulang!”
Dan mereka pun meminum minuman mereka dengan cepat.
Setelah meminum sedikit minumannya, Junta sedikit terkejut dengan rasa minuman itu.
“Kau menyadarinya Junta? Berbeda seperti yang pernah kau rasakan kan? Ini adalah minuman yang baru-baru ini diolah lagi agar menghasilkan rasa yang lebih nikmat dari minuman sebelumnya”
Hako mengatakan itu dengan bangga.
“Aku belum pernah menyajikan minuman ini kepada siapapun karena memang ini adalah minuman dengan resep baru, jadi aku harap kalian tidak keberatan jika rasanya tidak enak”
Ratu Rana mengatakan itu sambil tersenyum kecil.
“Minuman ini sangat enak Ratu Rana, benar-benar sebuah kehormatan untuk bisa mencicipi minuman yang belum pernah disajikan oleh kerajaan”
Zonya mengatakan itu sambil memasang senyum di wajahnya.
“Ngomong-ngomong Hako, dan juga Ratu Rana, apakah kalian yakin untuk melakukan jamuan di luar seperti ini? Hari sudah malam, dan malam hari seperti ini adalah waktu yang cocok untuk penyerangan diam-diam atau penyergapan”
“Tenang saja Junta, aku sudah meningkatkan penjagaan di sekitar sini, aku akan tau jika ada sesuatu yang aneh sedang terjadi”
“Hako benar, lagipula aku tidak mempunyai tenda yang cukup besar untuk menampung kita semua”
Junta terlihat berpikir sejenak sebelum berkata.
“Baiklah kalau memang seperti itu”
Junta meminum minumannya lagi setelah mengatakan itu.
“Jadi, Zonya ya? Kurang lebih aku sudah mengerti keadaannya, tapi mungkin kau bisa menceritakan tentang perjalanan mu kali ini?”
“Dengan senang hati Ratu Rana, singkatnya Saya sebagai class 5 menerima sebuah permintaan khusus yang mengharuskan Saya pergi ke Kerajaan Varka, lalu teman saya di sini, Alicia, juga mempunyai urusan di kerajaan itu, setelah menyelesaikan urusan kami di Kerajaan Varka, kami akan pergi ke kerajaan Elf, karena itulah tujuan terakhir kami sekaligus tujuan Junta dan Kou”
“Lalu bagaimana dengan teman mu itu?”
“Kami akan mengantarkan Aya kembali ke rumahnya yang ada di Kerajaan Slyn, dia berada di kerajaan ini karena ulah The Fingers”
“The Fingers ya”
Ratu Rana meletakkan tangannya di dagu dan terlihat memikirkan sesuatu.
“Sepertinya aku memang harus melihat masalah ini, berita tentang The Fingers sedang bergerak sudah beredar belakangan ini”
“Aku menyarankan kepada Anda untuk berhati-hati terkait masalah ini”
“Terima kasih atas saran mu Zonya, apakah kau memiliki informasi tentang pergerakan The Fingers yang mungkin bisa kau bagi dengan ku?”
“Ya, Saya mempunyainya, tapi informasi itu didapatkan oleh Kou dan sedang diperiksa oleh Asosiasi, jadi tolong anggap saja informasi ini sebagai sebuah kabar biasa yang belum valid”
“Oh?”
Hako yang dari tadi memakan makanannya berhenti sejenak dan mengalihkan pandangannya ke arah Kou.
“Mungkin kau bisa berbagi informasi itu Kou?”
Ratu Rana bertanya dengan senyuman di wajahnya, Kou melihat ke arah Kakaknya terlebih dahulu untuk meminta izin lalu berkata.
“Sederhananya The Fingers ingin membangkitkan 2 monster class 8 Ratu Rana, mereka berencana untuk membangkitkannya di Kerajaan Varka”
Setelah mendengarkan Kou, tiba-tiba Hako menyemburkan minuman yang ia minum ke samping dan Alicia juga secara tiba-tiba tersedak makanan yang sedang ia telan.
“Uhuk Uhuk Kenapa kalian tidak memberitahu ku?!”
Alicia mengatakan itu sambil terbatuk-batuk.
“Sebenarnya aku berencana untuk memberitahu mu ketika aku sudah mendapatkan konfirmasi dari Asosiasi Alicia, ya meskipun sebenarnya akan lebih baik untuk tidak memberi tahu mu, untuk mencegah kepanikan”
“Apa yang Zonya katakan benar, aku yakin Asosiasi juga tidak akan menyebarluaskan informasi ini dan hanya memberitahu class 5 saja”
Hako mengatakan itu sambil membersihkan bibirnya dengan sebuah kain.
“Aku tidak memaksa kalian untuk mempercayai informasi yang aku dapatkan, jadi tidak perlu dianggap serius”
“Aku mempercayai mu Kou, dan aku percaya Hako juga begitu”
“Tentu saja aku percaya, tapi Ratu Rana, jika The Fingers berhasil menjalankan rencananya, ini akan menjadi bencana besar”
Hako mengatakan itu sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Jika The Fingers berhasil membangkitkan monster itu dalam waktu dekat, seberapa besar kerusakan yang dapat kerajaan ini terima Hako?"
Hako mulai terlihat memikirkan sesuatu lalu berkata.
"Untuk 1 monster class 8 tergantung monsternya, mungkin sekitar 25% Ratu Rana, jika kita dalam kondisi prima dan sedang tidak berada dalam peperangan seperti ini, maka mungkin kita bisa meminimalisir total kerusakan menjadi sekitar 15-20%"
"25% ya, meskipun kita dapat meminimalisir kerusakan hingga 15%, angka itu masih saja tetap tidak bisa dihiraukan"
__ADS_1
Ratu Rana mengatakan itu sambil meletakkan tangannya di dagu untuk berpikir.
“Apakah Ratu Rana tidak bisa melakukan sesuatu terhadap The Fingers?”
Zonya bertanya dengan nada penuh hormat.
“Itu permintaan yang sangat sulit Zonya, aku rasa aku tidak perlu menjelaskan kekuatan The Fingers kepada mu, melawan The Fingers sendirian bukanlah keputusan yang bijak, setidaknya jika ada 2 atau 3 kerajaan mungkin..”
Ratu Rana mengatakan itu sambil meletakkan tangannya di dagu.
“Lagi pula kerajaan ini sedang dalam kondisi yang tidak bagus, menambah musuh selain Kerajaan Slyn benar-benar keputusan yang bodoh”
Hako tiba-tiba mengatakan itu sambil menggelengkan kepalanya.
“Hako memang benar, meskipun kerajaan ini tidak dalam kondisi berperang, akan cukup sulit untuk mengajak kerajaan lain untuk bekerja sama dalam menghadapi The Fingers, setiap kerajaan memiliki masalah mereka sendiri-sendiri”
“Tapi aku juga penasaran, bagaimana reaksi kerajaan lain setelah mendengar ini?”
“Kemungkinan terbesarnya adalah setiap kerajaan akan berusaha sekuat tenaga untuk melindungi diri mereka sendiri Hako, tapi di saat yang bersamaan mungkin kejadian ini bisa menjadi momentum untuk menyadarkan kerajaan lain tentang potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh The Fingers..”
“Aku rasa itu tidak diperlukan Ratu Rana, setiap kerajaan aku yakin sudah sadar dengan potensi bahaya The Fingers, hanya saja..”
“Ya Hako, hanya saja setiap kerajaan memiliki masalah yang berbeda-beda dan cukup mendesak, sehingga masalah The Fingers harus dipikirkan di lain hari”
“Ini cukup sulit, aku sangat mengerti kenapa kerajaan lain mengesampingkan masalah The Fingers, bahkan kerajaan ini juga mempunyai masalah-masalah lain yang sebenarnya harus segera diselesaikan, tapi tertunda karena perang”
Hako dan Ratu Rana bersamaan menghela nafas panjang sebelum akhirnya Ratu Rana berkata.
"Terima kasih atas informasi yang kau berikan Kou dan juga Zonya, itu sangat membantu"
"Tidak perlu memikirkannya Ratu Rana"
“Sebuah kehormatan dapat membantu mu Ratu Rana”
"Aku akan memikirkan ini lagi nanti, aku tidak ingin membuat suasana menjadi berat di pesta jamuan untuk para tamu ku, jadi untuk sekarang kenapa kita tidak melanjutkan pembahasan tadi?"
Ratu Rana mengatakan itu sambil tersenyum.
"Ah, bukankah tadi Zonya sempat berkata kalau Junta dan Kou ingin pergi ke kerajaan Elf?"
Hako mengatakan itu sambil menatap Zonya.
"Itu benar Jenderal Hako"
"Apa yang akan kalian lakukan di sana Junta? Kou?"
Ratu Rana bertanya seperti itu setelah meminum-minumannya.
"Karena kami sedang mengejar seseorang Ratu Rana, ini berkaitan dengan air hitam yang pernah kami tanyakan kepada mu"
"Ah, rupanya kalian sudah menemukan petunjuk tentang air itu"
"Kau bisa menganggapnya seperti itu"
Setelah Junta mengatakan itu, Kou tiba-tiba mengunyah makanannya dengan cepat lalu menelannya, setelah itu dia berkata.
"Apakah Ratu Rana mempunyai informasi yang bisa dibagi tentang Kerajaan Elf?"
"Kerajaan Elf ya, jujur saja kerajaan ini dan kerajaan Elf tidak terlalu dekat, kami tidak melakukan banyak kerja sama karena lokasi kami yang berjauhan, tidak banyak yang bisa aku bagi kepada kalian karena memang informasi yang aku ketahui kebanyakan adalah informasi rahasia tingkat tinggi yang tentunya jika aku bocorkan, akan berdampak sangat buruk terhadap hubungan kedua kerajaan dan akan menimbulkan masalah yang lebih serius di kemudian hari, jadi apa yang bisa aku bagi kepada kalian tentang kerajaan ini adalah, Kerajaan Elf merupakan kerajaan yang sedikit tertutup, atau lebih tepatnya harus aku katakan sedikit terisolasi"
Hako mengatakan itu sambil memegang sebuah daging di tangannya.
"Apa yang Hako katakan benar, tapi tenang saja Junta, Kou, kerajaan Elf merupakan kerajaan yang aman untuk dikunjungi, selama kalian tidak menimbulkan masalah di sana, maka semua akan baik-baik saja, aku juga tidak mendapatkan kabar buruk apapun dari kerajaan itu, jadi seharusnya kerajaan itu dalam kondisi normal dan aman”
“Meskipun kerajaan itu dalam kondisi kacau, aku rasa kekhawatiran mu tidak akan berlaku terhadap Junta dan Kou Ratu Rana”
Hako tertawa setelah mengatakan itu, dan dibalas dengan tawaan kecil dari Ratu Rana.
“Mungkin nasihat yang benar adalah tentang Kerajaan Slyn, karena kalian akan masuk ke Kerajaan Slyn dari kerajaan ini, mungkin kalian akan menemukan sedikit masalah di wilayah perbatasan, tapi karena ada Zonya di regu ini ditambah kalian semua adalah anggota Asosiasi, maka rasanya bisa dikatakan kalian tidak akan menemui masalah yang terlalu besar”
“Ada Aya juga di sini, jadi rasanya kalian akan aman selama kalian tidak menunjukkan perilaku yang mengancam”
“Terima kasih atas perhatian mu Ratu Rana, dan juga Jenderal Hako”
“Oh mungkin satu saran lagi”
Ratu Rana mengatakan itu setelah dia meminum minumannya.
“Ketika kalian berada di Kerajaan Slyn, jangan lupa untuk meningkatkan kewaspadaan-”
Belum selesai berkata, Ratu Rana tiba-tiba mengalihkan pandangannya kepada sosok yang berjalan dengan tergesa-gesa ke arahnya, sosok itu memakai jubah cokelat tua dan topeng hitam polos yang menutupi wajahnya.
Setelah sosok itu berdiri di belakang Ratu Rana dan membisikkan sesuatu, raut wajah Ratu Rana mendadak menjadi serius dan dengan cepat mengangkat tangan kanannya ke udara, para penjaga yang melihat ini dengan gerakan cepat mengelilingi meja jamuan yang besar itu seolah-olah untuk menutupi Ratu Rana dan yang lainnya.
“Hako”
“Aku mengerti, Junta, Kou, bisakah kalian ikut dengan ku?”
“Apakah ada yang bisa aku bantu Ratu Rana?”
“Aku menghargai tawaran mu Zonya, aku memang tidak meragukan kekuatan dari class 5, tapi karena kau adalah tamu ku, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan, keamanan kalian akan aku jamin, lagipula jika kau membantu ku di sini, itu akan berdampak buruk bagi Asosiasi”
Junta dan Kou saling melihat satu sama lain dengan ekspresi bertanya-bertanya, tapi setelah Junta memberi isyarat kepada Kou untuk mengikuti alurnya, Junta dan Kou akhirnya memutuskan untuk pergi bersama Hako.
Setelah berjalan melewati beberapa tenda dan belokan, Hako akhirnya masuk ke dalam sebuah tenda yang cukup kecil diikuti oleh Junta dan Kou.
Di dalam, ada seseorang yang diikat tangannya dan dijaga oleh 2 orang berjubah cokelat tua dan memakai topeng hitam polos.
“Ini dia Jenderal Hako”
Salah satu dari orang bertopeng yang ada di sana menendang tahanan itu hingga tersungkur.
Hako mengangkat pria yang tersungkur itu lalu mendudukkannya.
“Bagaimana kau bisa sampai di sini?”
Hako bertanya dengan nada biasa.
Tapi sepertinya orang itu tidak ingin menjawab pertanyaan itu karena dia meludahi Hako.
Hako meresponnya dengan cara mengeluarkan pedangnya dan menggores sedikit tenggorokan orang itu sehingga darah keluar dari lukanya.
“Selanjutnya, pedang ini tidak akan mengampuni mu, jawab pertanyaan ku atau kau ingin melalui cara yang keras?”
__ADS_1
Tahanan itu hanya terdiam tidak berkata apapun.
“Dimana kalian menemukan dia?”
Salah satu orang bertopeng itu menjawab.
“Kami menemukannya di sekitar area perkemahan ini, lebih tepatnya 50 meter ke arah barat”
“Apa ada orang lain yang terlihat bersamanya?”
“Sejauh ini tidak Jenderal Hako, kami hanya menemukan orang ini dan tidak ada tanda-tanda keberadaan orang lain”
“Apa dia mengatakan sesuatu sebelum aku datang ke sini?”
“Tidak Jenderal Hako, tidak ada sekata apa pun”
Hako mengarahkan pedangnya ke arah leher pria itu lalu berkata.
“Aku tau kau adalah mata-mata dari Slyn, jika kau bersedia memberi tahu apa yang kau ketahui, maka kau akan selamat”
Pria itu masih tidak merespon tawaran Hako
“Kalau begitu kau memilih jalan yang menyakitkan”
Tepat setelah Hako hendak menebaskan pedangnya.
“Tunggu!”
Pria itu tiba-tiba berbicara.
“Apa kau mempunyai kata-kata terakhir?”
“Aku akan memberitahu mu! Jadi jangan bunuh aku!”
“Kalau begitu bicara lah”
“Aku berkata dengan sungguh-sungguh! Aku datang ke sini karena inisiatif ku sendiri! Kerajaan Slyn sama sekali tidak mengetahui ada tempat seperti ini di dekat medan perang!”
“Bagaimana aku bisa mempercayai mu?”
“Aku mengatakan ini dengan sungguh-sungguh! Aku mohon pada mu! Aku mempunyai keluarga di rumah yang sedang menunggu kepulangan ku!”
Pria itu mulai menangis setelah mengatakan itu.
“Hako, membunuhnya mungkin memang sama sekali tidak merugikan mu, dan membiarkannya hidup juga tidak akan merugikan mu selama kau tidak membiarkan dia kembali ke kerajaannya”
“Kau benar Kou, tapi jika dia kirim ke sini atas perintah dari Kerajaan Slyn, maka itu berarti Kerajaan Slyn mengetahui tempat ini, dan jika dia tidak kembali, maka pasti Kerajaan Slyn akan menyerang tempat ini karena mereka sudah dapat memastikan keberadaan kami”
“Kalau begitu yang perlu kau lakukan hanyalah berpindah tempat”
“Jika itu bisa dilakukan, aku tidak akan memaksanya untuk berbicara seperti ini Junta”
“Kalau begitu pilihan lainnya adalah kau bisa memperluas area penjagaan, berjaga-jaga ada sekelompok prajurit yang mendekat ke perkemahan ini, jika itu terjadi, kalian bisa bersiap-siap untuk menghadapi mereka ataupun lari”
Setelah mendengar saran Junta, Hako terlihat berpikir sejenak.
“Aku akan meminta Ratu Rana untuk menentukan langkah selanjutnya, untuk sementara ini, kalian jaga tahanan ini, jangan sampai lengah”
“Baik!”
Setelah itu, Hako keluar dari tenda bersama dengan Junta dan Kou yang mengikutinya di belakang.
“Junta, Kou”
Hako berhenti berjalan dan berbalik untuk melihat Junta dan Kou.
“Apa kalian yakin kalau Aya bukanlah mata-mata atau semacamnya?”
“Aku dan Kou sangat yakin dengan hal itu Hako, seperti yang disebutkan tadi kalau Aya berada di sini karena ulah The Fingers, dia adalah salah satu korban penculikan The Fingers, dia adalah korban bukan semacam mata-mata atau apapun itu”
“Apa kalian yakin? Apa dia tidak menipu kalian?”
“Jika kau bersama kami saat kami menemukannya, mungkin kau tidak akan menaruh curiga seperti ini”
Hako melipat kedua tangannya sebelum berkata.
“Baiklah, aku percaya terhadap kalian, maafkan aku yang menaruh curiga dan keraguan”
“Tidak masalah Hako, Aku dan Kou mengerti kenapa kau melakukan itu”
Hako tersenyum setelah mendengar jawaban Junta lalu kembali berjalan.
“Apa kau tidak berencana untuk menghentikan peperangan ini Hako?”
“Tentu saja Kou, hanya saja jika Ratu Rana mengajukan perdamaian, maka itu sama saja dengan menunjukkan bahwa kerajaan ini sudah kelelahan dan tidak sanggup lagi untuk berperang, yang justru akan memperburuk keadaan”
“Itu memang masuk akal, jadi apa rencana kalian saat ini?”
“Ratu Rana berencana untuk bertahan Junta, seluruh wilayah yang dulunya direbut oleh Kerajaan Slyn sekarang sudah berada di tangan Ratu Rana lagi, dapat dikatakan wilayah kerajaan ini sudah kembali sepenuhnya, dan Ratu Rana sudah cukup dengan hal itu”
“Ini berarti kau tidak akan melakukan penyerangan ke wilayah Kerajaan Slyn?”
“Tidak, atau mungkin lebih tepatnya untuk saat ini tidak, jika Ratu Rana merubah keputusannya, maka situasinya juga akan berubah, aku sendiri berpikir bertahan merupakan ide yang bagus”
“Begitu ya, kalau begitu aku tidak punya saran apapun yang bisa kuberikan pada mu Hako”
“Bantuan mu dalam membalikkan keadaan di masa lalu benar-benar sudah sangat membantu kerajaan ini Junta, Kou, terima kasih”
“Tidak perlu memikirkan itu, sepertinya Ratu Rana benar-benar bekerja dengan sangat keras dalam peperangan ini”
“Ya.. Aku terkadang tidak bisa membayangkan beban yang dipikul oleh Ratu Rana dalam menjalankan kerajaan ini”
“Aku rasa semua raja dan ratu memikul beban berat di pundak mereka Hako”
“Oh ya, Junta Kou”
Setelah Hako mengatakan itu, dia berhenti sejenak.
“Bisakah kalian merahasiakan ini dari Zonya, Alicia dan terutama Aya? Katakan saja kepada mereka ada masalah yang tidak terlalu penting, aku tidak ingin membuat mereka merasa tidak aman di sini atau apapun itu dan aku yakin Ratu Rana juga mempunyai pemikiran yang sama”
“Bukan masalah besar Hako, kau bisa mengandalkan kami”
Hako tersenyum sebelum akhirnya berkata.
__ADS_1
“Terima kasih, sekarang, mari kita kembali, tidak baik membuat tamu menunggu terlalu lama”