
Hari ini matahari bersinar seperti biasa, sayangnya tidak ada awan di langit, membuat cuaca terasa panas sehingga Junta harus memakai topi untuk melindungi kepalanya dari panasnya matahari. Seperti biasa, Junta sedang dalam perjalanan menuju sekolah, dia tidak ingin membuat masalah dengan Bu Layla, jadi beberapa hari ini dia berangkat lebih awal.
Sambil berjalan, Junta masih memikirkan tentang masalah kedua mayat yang dia lihat kemarin, Junta berusaha untuk tidak terlalu mempedulikannya tapi tetap saja kematian kedua mayat itu terlalu aneh, Junta hampir tidak bisa tidur semalam hanya karena dia memikirkan hal ini, polisi juga masih belum mengalami kemajuan dalam penyelidikannya membuat Junta semakin khawatir.
Tanpa sadar, pintu gerbang sudah ada di depan mata, seperti biasa Bu Layla berdiri di sana menyapa beberapa murid yang masuk.
“Yo, topi yang bagus Junta.”
Junta hanya melihat Bu Layla, lalu pergi meninggalkannya tanpa mengatakan apa pun.
“Hey!”
Bu Layla yang merasa dihiraukan menghentikan Junta sebelum dia pergi menjauh.
“Aku berbicara dengan mu Junta”
Junta hanya menghela nafas kecil lalu dia menatap Bu Layla tepat di matanya.
“Ada apa Bu Layla? Apa ada perlu dengan ku?”
“Aku ingin bertanya sesuatu, ini terkait dengan gerombolan preman yang kau pimpin itu”
“Apa ada masalah?”
“Bisakah kau beritahu mereka untuk tidak mengacaukan gudang sekolah? Aku sering kali kesusahan dalam mencari sesuatu gara-gara preman-preman itu selalu mengacaukan isi gudang”
“Apa hanya itu?”
“Hm… Aku rasa hanya itu, tolong ya, aku benar-benar kesusahan hanya karena preman-preman mu itu”
“Akan aku sampaikan nanti, kalau begitu aku akan pergi sekarang”
“Hati-hati, jangan sampai kau menabrak sesuatu”
Junta hanya menatap Bu Layla dengan wajah bingung lalu pergi meninggalkannya sendirian di pintu gerbang, lorong-lorong gedung masih dipenuhi oleh murid-murid lain, sebuah pemandangan yang tidak asing jika kalian berangkat menuju sekolah di pagi hari. Jujur saja, Junta sangat tidak suka kondisi ini, kerumunan ini membuat Junta susah berjalan dan merasa sedikit tidak nyaman, jika saja Bu Layla sedikit meringankan hukuman bagi siswa yang terlambat, maka sudah dapat dipastikan bahwa Junta adalah siswa yang duduk di peringkat 1 sebagai siswa yang sering terlambat.
Setelah melewati entah berapa orang, Junta sudah tiba di kelasnya, seperti biasa Yui duduk di kursinya sambil memainkan smartphone miliknya, Junta hanya pergi melewati Yui tanpa menyapanya, karena Junta tau, setelah dia duduk di bangkunya, Yui akan menyapa dia terlebih dahulu.
“Hei Junta, apa kau melihat berita kemarin?”
“Tentu, tentang diskon besar-besaran itu kan?”
“Bukan! Tentang 2 mayat yang di temukan di halaman depan stasiun kereta, kau melihatnya?”
“Ah… Sepertinya kasus ini menjadi pembicaraan yang hangat ya”
“Akan aku beritahu kau sesuatu yang menarik”
“Apa itu?”
“Berdasarkan apa yang baru saja aku cari, sepertinya kematian kedua mayat itu berhubungan dengan racun yang di miliki oleh para monster yang ada di masa lalu.”
“Oh? Dari mana kau dapat informasi itu?”
“Tentu dari teman setia kita, googla”
“Kau tau, mencari hal seperti ini di internet sebenarnya tidak bisa di jadikan sebuah patokan, kau tau, siapa pun bisa menulis di googla jadi kau tidak tau apakah informasi itu benar atau salah.”
“Kau benar, tapi kau juga salah, aku mengetahui ini dari sebuah forum diskusi, ada seseorang yang berumur sekitar 60 tahun yang memberikan sebuah jawaban yang menarik, dan ya… Begitulah jawabannya.”
“kedua mayat itu memang unik, tapi selama polisi belum mengeluarkan hasil penyelidikannya, aku rasa kita lebih aman jika kita tidak terlalu terlibat dalam hal ini.”
“Lupakan soal ini, aku ingin bertanya tentang pendapat mu.”
“Hmmm… Tidak ada, pendapat ku mungkin si mayat ini diberi cat warna putih, entahlah mungkin ini bagian dari pembunuhan berantai atau semacamnya.”
“Hm, tidak kusangka pendapatmu akan biasa saja, lalu apa pendapatmu tentang mayat itu ada hubungannya dengan para monster?”
“Jika memang itu benar, seharusnya para monster sudah menyerang kota ini”
“Jadi… Kau tidak percaya?”
“Mungkin lebih tepat jika informasi yang ada masih belum cukup untuk bisa sampai pada kesimpulan seperti itu.”
Tepat setelah Junta mengatakan itu, Bu Layla datang memasuki ruangan.
“Selamat pagi semua, sebelum aku memulai pelajaran, aku ingin menyampaikan kepada kalian untuk berhati-hati ketika kalian berada di luar rumah, kalian mungkin tau kalau belakangan ini pembunuhan sudah terjadi beberapa kali, pastikan untuk tidak keluar sendiran jika kalian ingin pergi ke tempat yang jauh dari rumah kalian”
Setelah Bu Layla mengatakan itu, semua murid berbicara dengan teman terdekatnya, dalam waktu singkat, suasana kelas menjadi ramai.
“Baiklah semuanya harap tenang! Tidak perlu khawatir, polisi pasti akan menangkap pelakunya, yang perlu kita lakukan hanyalah menjaga diri kita agar tidak menjadi korban selanjutnya, baiklah tidak usah berlama-lama lagi, mari kita mulai pelajarannya.”
Bu Layla pun memulai pelajaran seperti biasanya, tentu Junta tidak mendengarkan, Junta memilih tidur di bangku belakang karena dia kurang tidur semalam.
Bel berbunyi dua kali, menandakan waktu istirahat telah tiba, Junta yang tertidur akhirnya terbangun karena Yui memaksanya untuk keluar dari mimpi, setelah nyawanya terkumpul, Junta pergi ke kantin bersama Yui.
Tidak ada yang berubah dari kantin ini, masih ramai seperti biasanya, dan Junta menunggu agar keramaian ini mereda di tempat favoritnya bersama Yui, tentu tempat itu adalah di dekat mesin minuman yang ada di sekitar pintu masuk.
“Ramai seperti biasa ya..”
“Kau bisa membeli duluan kok Yui, tidak perlu menunggu ku.”
“Tidak apa, aku tidak terlalu lapar”
“Kalau begitu ambil kopi ini, setidaknya kau harus mengisi perut mu walaupun kau tidak lapar”
“Kenapa kau tidak mencoba minuman lain?”
__ADS_1
“Aku lebih suka kopi, karena kopi membantu menghilangkan rasa mengantuk ku”
“Ah.. Tadi saat di kelas, kau cukup beruntung kau tau? Bu Layla benar-benar menghiraukan mu, jadi kau bisa tidur dengan nyenyak di belakang”
Tidak lama kemudian, Kenya menghampiri mereka.
“Selamat pagi Tuan Junta, menunggu seperti biasanya?”
“Ah Kenya, aku ingin berbicara dengan mu”
“Apa ada masalah Tuan Junta?”
“Bu Layla tadi bilang kepada ku kalau dia ingin kalian berhenti mengacaukan gudang sekolah”
“Ah… Mohon maaf Tuan Junta, aku kira yang mengacaukan gudang adalah kelompoknya Locus, tapi tenang saja aku akan memberitahunya nanti”
“Bagus, tolong beri tahu dia sebelum Bu Layla melampiaskan amarahnya kepada ku”
“Ngomong-ngomong Tuan Junta, apakah Anda melihat berita kemarin?”
“Sepertinya topik ini benar-benar populer..”
“Sepertinya kau tau masalah ini, baiklah akan aku jelaskan secara singkat, karena munculnya dua mayat yang meninggal dengan kondisi aneh itu, sekolah Violet mulai sedikit santai, mereka tidak agresif seperti biasanya”
“Bagus, mari berharap mereka tidak akan membuat masalah lagi”
“Meskipun sekolah Violet sudah tidak terlalu agresif lagi, kita harus tetap berhati-hati Tuan Junta, aku akan tetap memantau sekolah ini dan memberikan kabar kepada mu jika ada sesuatu yang terjadi”
“Terima kasih Kenya, kau sangat membantu”
“Baiklah, aku harus pergi sekarang”
“Sampai nanti Kenya”
Setelah menjawab balasan dari Yui dengan senyuman, Kenya pergi meninggalkan mereka berdua, tidak lama setelah Kenya pergi, kerumunan yang ada di kantin sekolah mulai sedikit berkurang, Junat memutuskan ini adalah waktu yang tepat untuk membeli makanan.
Tidak banyak yang tersisa di kantin, Junta hanya mengambil 3 roti seperti biasanya dan Yui memesan salad kesukaanya, mereka berdua memutuskan untuk menghabiskan makanan ini di kantin, jadi mereka memilih tempat duduk untuk makan bersama, setelah mereka menemukan tempat yang cocok, mereka duduk saling berhadap-hadapan dan mulai menyantap makanan mereka.
Tapi tidak lama setelah Yui memakan saladnya, Yui berhenti makan dan membuka smartphone nya.
“Ada apa? Apa ada masalah? Tidak biasanya kau membuka smartphone mu saat sedang makan”
“Ah.. Ini berkaitan dengan forum yang aku bicarakan tadi di kelas, aku memasang notifikasi khusus di forum ini, jadi ketika ada seseorang menuliskan pendapatnya, smartphone ku akan berdering”
“Jadi? Ada apa?”
“Ini cukup menarik Junta… Orang baru ini mengaku dia adalah anak dari pahlawan putih, dan dia mengatakan bahwa para monster akan kembali menghancurkan kota ini”
Junta yang mendengar hal itu langsung membuat raut wajah marah, mengatasnamakan keluarganya adalah kejahatan yang fatal menurut Junta, apa lagi jika berkaitan dengan hal yang menyangkut keamanan seperti ini.
“Aku tidak tau siapa orang itu, tapi orang itu sudah jelas-jelas menyebarkan berita bohong, apa dia punya bukti bahwa para monster akan menyerang kota ini lagi?”
Yui dengan cepat mengetik sesuatu di smartphone miliknya, tidak lama setelah itu, smartphone nya berdering kembali.
“Dia berkata kalau dua mayat itu adalah buktinya”
“Ha! Katakan padanya apa yang terjadi jika kedua mayat itu hanya diwarnai dengan cat yang berwarna putih?”
Yui dengan cepat menekan layar sentuh gadgetnya, setelah selesai mengetik jawaban Junta, smartphone itu berdering lagi, kali ini dua kali.
“Junta coba kau lihat ini”
Junta mengambil smartphone yang diberikan Yui, di balik layar itu, Junta dapat melihat sebuah foto, sebuah foto mayat yang berwarna putih juga, sama seperti kedua mayat yang dilihat Junta kemarin, hanya saja di foto ini, mayat itu memiliki bekas luka seperti digigit suatu makhluk berukuran besar, hal ini sudah jelas berbeda dengan mayat kedua ilmuwan itu.
Junta dapat memastikan bahwa foto yang dia lihat di smartphone milik Yui ini adalah foto korban yang meninggal karena tubuhnya tidak sanggup melawan racun dari para monster.
“Ini berbeda, aku melihat kedua mayat ilmuwan itu kemarin, dengan mata ku sendiri, tidak ada bekas gigitan di tubuh mereka, oleh karena itu aku masih sangat ragu kalau kedua mayat itu ada hubungannya dengan para monster”
“Kau.. Benar juga, orang ini ingin kita mencocokkan gambar yang dia kirim dengan kedua mayat ilmuwan itu, bagaimana aku harus membalasnya?”
“Balas saja seperti apa yang aku katakan tadi”
Dengan begitu Yui membalas orang itu sesuai dengan perintah Junta, di sisi lain, Junta cukup terkejut masih ada orang yang menyimpan foto seperti itu.
“Baiklah… Dia tidak membalas”
“Ha! Dasar penyebar berita bohong”
“Kau terlihat sangat mengetahui hal yang berhubungan dengan monster Junta.. Aku tidak tau kau suka hal yang seperti itu”
“Ya… Terkadang aku membaca beberapa buku mengenai hal itu, sering juga teman-teman ku dulu sangat suka membicarakan hal ini..”
“Begitu ya… Kematian kedua ilmuwan di stasiun kereta itu benar-benar menjadi berita yang hangat, bahkan di googla, pencarian dengan kata kunci ‘Mayat Putih’ menduduki peringkat ke satu”
“Kematian kedua ilmuwan itu memang aneh, aku harap polisi segera menemukan penyebabnya dan menangkap pelakunya”
“Aku lebih khawatir dengan apa yang akan terjadi di masa depan… Bagaimana jika memang kedua ilmuwan itu dibunuh oleh para monster? Apakah kota ini akan kembali dalam kehancuran?”
“Kemungkinan para monster akan kembali ke kota ini cukup kecil, tapi aku rasa, negara ini sudah memiliki kekuatan yang cukup untuk mengalahkan para monster itu”
“Jadi maksud mu.. Negara ini bisa mengalahkan para monster itu sendirian? Tanpa bantuan Pahlawan Putih?”
“Pahlawan Putih sudah lama menghilang Yui, mau tidak mau negara ini harus berusaha dengan kemampuan mereka sendiri”
“Lalu bagaimana jika negara ini tidak bisa melawan para monster itu sendirian?”
Setelah mendengar jawaban dari Yui, Junta meneguk kopinya lalu berkata.
__ADS_1
“Mari berharap yang terbaik”
“Kau benar, semoga saja kematian kedua ilmuwan itu bukan pertanda buruk”
“Tidak perlu membuat raut wajah khawatir seperti itu Yui, aku yakin semua akan baik-baik saja”
“Meskipun begitu… Entahlah, firasat ku mengatakan kalau ini adalah pertanda buruk”
“Kau benar, aku tidak bisa menyalahkan firasat mu, kematian kedua ilmuwan ini benar-benar sangat aneh dan cocok dengan apa yang terjadi di masa lalu, tapi tidak ada yang bisa kita lakukan, kita hanya bisa berharap hasil yang terbaik”
“Bagaimana jika hasil terbaik yang kau maksud adalah kembalinya para monster?”
“Hey, apa kau pikir hasil terbaik yang diinginkan semua orang adalah kehancuran? Kau terlalu berlebihan dalam memikirkan ini”
Yui hanya diam menatap gadgetnya, rasa khawatir dengan jelas terukir di wajahnya, Junta tau kenapa Yui khawatir, tapi, semua orang berharap kalau kematian kedua ilmuwan itu bukanlah pertanda buruk.
Tidak lama setelah mereka menghabiskan makanan mereka, bel berbunyi dua kali, menandakan waktu istirahat telah selesai, Junta dan Yui bergegas kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.
Di dalam kelas, suasana nya sangat ramai, tidak biasanya suasana ini datang setelah jam istirahat, dari apa yang Junta dengar secara sekilas, murid-murid di kelas sedang membahas kematian kedua mayat ilmuwan itu, dapat dipastikan kalau kedua mayat putih itu adalah topik hangat yang bagus untuk dibicarakan.
Waktu cepat berlalu, hari sudah sore dan sekarang Junta sedang bersiap-siap untuk pergi ke ruang ekstrakurikuler seperti biasa, jujur saja Junta masih belum terbiasa dengan kegiatan baru ini, Junta lebih suka langsung pulang ke rumah dan tidur daripada harus pergi ke ruangan itu setiap sore.
Setelah selesai mengemas barang-barangnya, Junta dan Yui pergi menuju ruangan ekstrakurikuler Free Time, selama perjalanan, Yui yang biasanya ceria sekarang terlihat khawatir, dia terus melihat layar gadgetnya selama perjalanan.
“Hei, tidak bagus berjalan sambil melihat smartphone”
“Diam Junta, ada diskusi yang menarik kali ini”
“Apa kau masih mencari informasi tentang kedua mayat itu?”
“Tentu, sekarang ada orang baru yang memberikan pendapatnya”
“Bukankah sudah ku bilang, informasinya masih sangat kurang, kita tidak bisa mengambil kesimpulan bahwa mayat itu ada hubungannya dengan para monster, buktinya masih belum ada Yui”
“Dan sekarang aku masih mencari bukti nya”
“Para monster terakhir kali menyerang kota ini sudah sekitar 8 tahun yang lalu, atau mungkin lebih, mencari bukti yang berkaitan dengan para monster tidak akan mudah, dan itu tidak akan bisa kau temukan dalam waktu satu hari”
“Lalu apa kita harus menunggu polisi? Bagaimana jika para polisi terlambat? Bagaimana jika para monster datang sebelum polisi mengetahuinya?”
“Lalu apa yang akan kau lakukan jika memang dugaan mu benar? Kau akan memberikan bukti-bukti itu kepada polisi?”
“Tentu saja!”
“Kau pikir polisi-polisi itu akan langsung percaya? Bahkan mereka bisa saja menganggap mu gila, begini Yui, aku tidak melarang mu untuk mencari bukti, silahkan mencari bukti tapi lakukan dengan santai, apa kau paham?”
“Aku mengerti… Kau benar, mencari bukti yang sudah lama terpendam tidak bisa dilakukan dalam waktu satu hari, aku akan mencobanya”
“Bagus”
Tidak terasa mereka sudah hampir sampai di ruang ekstrakurikuler mereka, di kejauhan, Junta dapat melihat Virda sedang berdiri di depan pintu masuk ruangan, tidak biasanya dia berdiri di luar, biasanya dia sudah masuk duluan dan Junta akan menemukannya sedang membaca buku favoritnya di ruang ekstrakurikuler.
Setelah Junta dan Yui cukup dekat dengan ruang ekstrakurikuler, mereka sadar bahwa Virda sedang mengintip ke dalam ruangan melalui celah yang ada di pintu masuk, Junta yang merasa aneh dengan tingkah laku Virda, akhirnya meminta Yui untuk menyapanya.
“Hey Virda”
“Whoa!”
“Oh, maaf, aku tidak mengira kau akan terkejut seperti itu”
“Yui.. Dan juga kau, sejak kapan kalian berada di sini?”
“Baru saja, lagi pula, kenapa kau tidak masuk ke dalam? Apa ada sesuatu?”
“Coba lihat lah sendiri”
Yui yang penasaran akhirnya mengintip duluan.
“Ah, ada seseorang di dalam”
“Cuma itu? Apa hanya karena itu Virda tidak ingin masuk?”
“Coba lihat lah dulu Manusia Biru”
Setelah Virda mengatakan itu, Junta mengintip melalui celah lain yang ada di pintu masuk.
Di dalam ruangan, memang ada seseorang, dia adalah seorang wanita, dia terlihat lebih muda daripada Junta, dia juga terlihat sedikit lebih pendek jika dibandingkan dengan Junta, rambutnya panjang sepunggung berwarna merah cerah, dia memakai seragam sekolah, tetapi seragam yang dia pakai berbeda dari seragam yang di pakai oleh Yui ataupun Virda, sayangnya Junta tidak bisa melihat wajahnya karena dia sedang menghadap ke arah jendela, yang itu berarti wanita itu sedang membelakangi pintu masuk.
“Hmm apa yang dilakukan murid dari sekolah lain di sini?”
“Itu kenapa aku tidak ingin masuk tadi”
“Kenapa kita tidak masuk dan bertanya padanya?”
“Yui benar tidak ada manfaatnya kita terus berdiri di sini”
“Kalau begitu kau duluan Manusia Biru”
Junta hanya bisa menghela nafas kecil, setelah dirasa semua sudah siap, Junta membuka pintu itu dan melangkah masuk.
Saat suara langkah kaki Junta terdengar menggema di ruangan itu, wanita yang dari tadi berdiri menghadap jendela mulai memutar badannya untuk melihat siapa yang memasuki ruangan.
Matanya menatap tajam ke arah Junta, dia memiliki warna mata yang sama dengan warna rambutnya, dia memiliki wajah yang cantik, cukup cantik sampai-sampai bisa dibandingkan dengan kecantikan Virda si ratu sekolah.
Setelah beberapa saat memandang Junta dalam keheningan, wanita itu mulai membuka mulutnya.
“Tidak salah lagi”
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, raut wajah wanita itu berubah menjadi tersenyum.
“Aku sudah menunggu mu, Kakak”