
Matahari bersinar terang hari ini, udara masih dingin tetapi jalanan di kota sudah di penuhi oleh banyak orang, seperti biasa di pagi ini, Junta sedang berjalan menuju sekolahnya, jujur saja Junta sedikit merasa kesepian karena tidak ada Gilda di sini, biasanya sambil berjalan menuju sekolah, Gilda akan melakukan sesuatu yang lucu atau dia akan mengatakan sesuatu yang membuat Junta sedikit tertawa, tapi semenjak Gilda pindah, Junta selalu berjalan sendirian menuju sekolah.
Tidak butuh waktu lama, Junta sudah sampai di gerbang sekolah, seperti biasa ada Bu Layla di sana, Junta berusaha menghindari kontak dengan Bu Layla, tapi seperti biasa, mata Bu Layla tajam seperti elang.
“Oh ho! Belakangan ini kau cukup sering datang pagi-pagi Junta, itu adalah hal yang bagus”
“Jangan menaruh harapan pada ku Bu Layla, karena aku juga tidak tau kenapa aku bisa bangun pagi-pagi”
“Kau tau, sebenarnya kita bisa menjadi teman, maksud ku jika kau tidak sering terlambat, mungkin kita bisa bicara banyak hal”
“Apa Bu Layla sedang mengancam nilai ku?”
“Ahahaha! Aku serahkan maksud dari pesan itu kepada mu, baiklah sekarang pergi lah, aku harus kembali mengawasi gerbang ini”
Junta hanya merespon perintah Bu Layla dengan menganggukkan kepalanya, lalu dia pergi menuju kelas nya, dalam perjalanan, seperti biasa Junta melalui lorong yang sangat ramai, jujur saja Junta cukup terganggu dengan keramaian ini, dan karena keramaian ini lah salah satu alasan Junta selalu datang terlambat, setelah melalui kerumunan di lorong, Junta sampai di kelas nya.
Suasana kelas terlihat cukup ramai hari ini, sambil berjalan menuju kursi nya yang berada di belakang, Junta melihat Yui sedang berbicara dengan seorang wanita, mereka berbicara tepat di belakang bangku Junta, setelah Junta sampai di bangku nya, lawan bicara Yui mengakhiri pembicaraan dan pergi ke luar kelas.
“Jarang-jarang aku melihat mu berbicara dengan orang lain dalam kelas Yui”
“Hey, kau membuat ku terdengar seperti seseorang yang di kucilkan kau tau?”
“Siapa itu tadi? Ku rasa bukan teman sekelas kita?”
“Hanya teman biasa yang sedang membicarakan masalah berat badannya”
“Oh”
“Jadi, bagaimana kemarin?”
“Maksud mu masalah sekolah Violet?”
“Apa kau sudah memutuskan sesuatu?”
“Ya.. Aku memutuskan untuk melihat situasinya terlebih dahulu, mengambil keputusan yang tergesa-gesa tanpa informasi yang valid hanya akan menambah beban di masa depan”
“Kau terdengar seperti orang yang sudah tua…”
Tidak lama kemudian, Bu Layla masuk ke dalam ruangan dan memulai pelajarannya, seperti biasa Junta tidak mendengarkan pidato milik Bu Layla, dia lebih suka memandang pemandangan yang ada di luar kelas lewat jendela yang ada di samping kiri nya.
Selagi melihat pemandangan di luar, Junta melihat sesuatu, saat ini dia sedang melihat murid dari kelas lain sedang berolahraga di lapangan, seluruh murid yang ada di lapangan itu sedang berolahraga dengan pasangan mereka, tapi ada satu anak yang tidak memiliki pasangan, dia berolahraga sendiri, jauh dari kerumunan, Junta berusaha menemukan guru mereka tapi dia tidak menemukannya, sepertinya mereka sedang berolahraga mandiri, Junta juga tidak bisa melihat dengan jelas apakah orang yang tidak mendapatkan pasangan itu seorang laki-laki atau perempuan, karena seragam olahraga di sekolah ini semuanya sama.
Tidak terasa bel sudah berbunyi, jam istirahat sudah datang dan seperti biasa, Junta pergi ke kantin di temani oleh Yui, keadaan kantin yang ramai membuat Junta memutuskan untuk menunggu tepat di dekat pintu masuk, dia berdiri sambil meminum kopi kaleng yang dia beli di mesin minuman terdekat.
“Kau sangat suka kopi ya Junta?”
“Apa aku harus menjawabnya?”
“Ayolah! Aku sedang berusaha membuka pembicaraan di sini!”
Junta menghela nafas kecil setelah mendengar jawaban Yui.
“Sebenarnya aku tidak terlalu suka kopi, tapi aku juga tidak membenci nya”
“Lalu kenapa kau tidak mencoba membeli minuman lain?”
“Anggap saja karena aku tidak terlalu suka memilih-milih minuman”
Waktu berlalu dan keadaan di kantin menjadi sedikit sepi, Junta dengan cepat membeli beberapa roti yang biasa dia beli lalu pergi kembali ke kelas sambil memakan rotinya.
Pelajaran selanjutnya adalah kelas melukis, Junta dan Yui pergi bersama menuju kelas melukis sambil berbicara ringan tentang masalah pensil yang belum Junta kembalikan sejak kemarin, tidak butuh waktu lama mereka pun sampai di kelas melukis, siapa sangka Junta akan bertemu dengan Kenya dan Locus di sana, sepertinya hari ini kelas mereka di gabung menjadi satu.
“Selamat siang Tuan Junta”
“Yo Junta! Seperti biasa kau datang dengan se ekor kucing”
“Kucing?”
Junta melihat ke arah Locus memandang, dan tentu Locus memandang Yui.
“Hey! Tidak sopan sekali kau ini! Aku bukan kucing!”
“Kau selalu mengikuti Junta ke mana pun dia pergi, kau mirip kucing yang suka mengikuti majikannya kau tau?”
“Locus, tidak baik rasanya membicarakan teman Tuan Junta seperti itu, lebih baik kau mengganti kata kucing menjadi sekretaris”
Yui yang masih tidak terima dengan perkataan Locus mulai menghujani Locus dengan sejuta kata yang di katakan dengan tempo yang cepat, Junta dan Kenya hanya melihat dari samping, mereka memutuskan untuk tidak ikut campur dalam masalah ini.
Tidak butuh waktu lama Guru yang mengajar kelas itu pun tiba, Yui yang menyadari ini langsung menghentikan serangannya kepada Locus dan memilih untuk memperhatikan apa yang di tulis oleh guru itu papan tulis.
“Baiklah, hari ini kita akan melukis wajah, model nya adalah teman pasangan kalian sendiri, aku sudah menentukan pasangan kalian di kertas ini, sekarang dengarkan selagi aku mengumumkan pasangan kalian”
Guru itu mengumumkan pasangan melukis untuk kelas ini dengan suara yang lantang, setelah selesai mengumumkan, Guru itu pergi meninggalkan ruangan.
“Kenapa aku harus berpasangan dengan Locus?!”
“Hey, bukan aku yang menentukan hal ini kau tau?”
“Sepertinya kita harus bekerja sama Tuan Junta”
“Uh.. Aku tidak bisa melukis”
__ADS_1
Setelah Yui protes, seluruh murid yang ada di kelas mengambil kanvas dan cat mereka masing-masing, masing-masing dari mereka duduk saling berhadap-hadapan dengan kanvas di depan mereka, Junta yang memang tidak bisa melukis akhirnya hanya bisa mengeluarkan senjata andalannya yaitu melukis orang dengan tubuh yang di bentuk dari garis-garis, biasanya di kenal dengan istilah Stickman.
“Tuan Junta, terkait dengan sekolah Violet”
“Apa kau sudah menemukan sesuatu”
Kenya menjawab Junta sambil melukis.
“Jujur saja hal ini cukup susah Tuan Junta, kita tidak memiliki koneksi yang tau dengan persis informasi mengenai sekolah Violet”
“Aku percaya dengan kemampuan mu Kenya”
“Terima kasih Tuan Junta, lalu untuk masalah sekretaris”
“Oh ya.. Aku menginginkan satu jika aku tidak salah ingat”
“Sebetulnya aku sudah menemukan beberapa anak yang cocok untuk posisi itu, aku akan mengirimkan berkas nya nanti”
“Aku akan menantikan hal itu”
“Baiklah aku sudah selesai”
“Eh? Kau sudah selesai melukis? Cepat sekali”
Junta yang tidak percaya pun pergi ke sisi Kenya dan melihat hasil karya nya, jujur saja Junta cukup terkejut dengan kemampuan Kenya, lukisan yang di hasilkan Kenya benar-benar persis seperti aslinya.
“Bagaimana dengan Anda Tuan Junta”
Kenya pergi sisi Junta dan melihat lukisan yang di buatnya, setelah melihat lukisan yang di lukis Junta, Kenya tertawa terbahak-bahak.
“Ahahahahaha Maaf kan aku Tuan Junta.. Tapi ahahahaha”
“Tidak apa, aku juga bingung bagaimana harus melukis wajah mu”
“Ada apa ini?”
Yui yang penasaran pun akhirnya datang menghampiri mereka, lalu dia melihat lukisan yang Junta buat.
“Junta… Apa kau mencoba untuk membuat sebuah lelucon?”
“Hey, setidaknya aku membuat orang lain senang dengan karya ku”
“Seperti yang di duga dari Kenya, masih dengan keahlian nya”
Di sisi lain Locus datang untuk memberikan komentar terhadap lukisan milik Kenya, Locus jg sempat melihat lukisan milik Junta dan respon nya sama seperti Kenya.
Tidak butuh waktu lama bel berbunyi menandakan pelajaran berganti, sebelum berpisah, Kenya kembali meminta maaf kepada Junta.
“Sekali lagi maafkan aku Tuan Junta”
“Aku tidak tau kalau Kenya sangat pintar melukis”
“Ha! Biar aku beritahu hal ini kepada mu Yui, jika kau ingin beradu kecepatan dan ketepatan dalam hal melukis dengan Kenya, maka sebaiknya kau bersiap-siap untuk kalah”
“Kau terlalu berlebihan Locus, kemampuan ku ini tidak ada apa-apanya Yui, masih banyak orang yang dapat melukis lebih bagus dari aku”
Setelah berbincang-bincang sebentar, mereka pun berpisah dan kembali ke kelas mereka masing-masing.
Pelajaran demi pelajaran Junta lalui dengan penuh kemalasan, waktu berlalu dan bel pulang sekolah berbunyi, Junta yang mendengar bel ini langsung terbangun dari tidur nya.
“Baiklah, itu adalah materi untuk hari ini, sampai berjumpa di pertemuan berikutnya”
Guru itu meninggalkan kelas setelah mengatakan itu, murid-murid yang ada di kelas juga langsung bersiap-siap untuk kembali ke rumah mereka masing-masing, Junta yang sudah selesai bersiap-siap langsung berlari keluar dari kelas, tentu Yui mengikuti nya di belakang, saat ini Junta hanya ingin pulang dan tidur, entah kenapa hari ini dia merasa sangat lelah dan hanya ingin berbaring di atas kasur nya yang empuk.
Saat sudah sampai di gerbang sekolah, Junta melihat Bu Layla di sana, tidak biasanya Bu Layla menjaga gerbang di sore hari, memang Bu Layla lah yang bertugas untuk membuka dan menutup gerbang sekolah, tapi, biasanya Bu Layla tidak menjaga gerbang sekolah ketika jam pulang telah tiba, Junta yang melihat keanehan ini langsung mendapatkan firasat buruk.
“Hey Junta!”
“Ada apa Bu Layla? Tidak biasanya Anda berada di sini saat jam pulang sekolah”
“Aku ingin meminta bantuan mu, bisa kau luangkan waktu mu?”
”Eh? Bu Layla, mohon maaf tapi aku benar-benar sudah mengantuk dan ingin pergi ke kasur ku, aku takut aku harus menolak permintaan Bu Layla”
“Ini tidak akan lama”
Junta yang merasa dia tidak bisa kabur dari Bu Layla hanya bisa menghela nafas kecil.
“Baiklah, baiklah, Yui, kau bisa pulang duluan”
“Eh? Ah.. Aku juga ikut, Bu Layla, bisa aku juga ikut membantu?”
“Oh? Kau ingin membantu juga Yui? Bagus! Semakin banyak orang semakin baik”
Setelah mengatakan itu, Bu Layla pergi di ikuti oleh Junta dan Yui, sepanjang perjalanan, Junta berpikir keras bantuan apa yang di minta oleh Bu Layla, karena ini pertama kali nya Bu Layla meminta bantuan kepada Junta, Junta yang sadar bahwa mereka masuk ke gedung ekstrakurikuler langsung merasakan firasat buruk, dia merasa bahwa Bu Layla akan meminta tolong kepada Junta untuk membersihkan suatu ruangan atau semacamnya.
Setelah memasuki gedung ekstrakurikuler dan naik ke lantai 3, Junta semakin kuat berpendapat bahwa dia akan melalui sore hari ini dengan bersih-bersih tiada akhir, lantai 3 adalah lantai yang tidak di pakai di gedung ekstrakurikuler, mungkin ini karena jumlah ekstrakurikuler di sekolah ini tidak sebanding dengan besarnya gedung ini, biasanya murid-murid akan menggunakan lantai 3 sebagai gudang untuk menyimpan alat mereka masing-masing, tidak jarang juga sekolah menggunakan lantai 3 di gedung ini untuk menaruh meja-meja atau kursi-kursi yang sudah tidak terpakai, karena kondisi di lantai ini sepi, langkah kaki mereka terdengar menggema di seluruh lorong.
Setelah berjalan lurus dari tangga mereka datang, Junta dan Yui sampai di sebuah ruangan, Bu Layla langsung membuka pintu itu dan masuk ke dalam, Junta dan Yui mengikuti Bu Layla di belakang.
Di dalam, ada seseorang, seorang wanita cantik yang sedang duduk di sebuah kursi, matanya yang berwarna biru laut sedang melihat Bu Layla dengan ekspresi sedikit marah, rambut hitamnya yang panjangnya se punggung sesekali di tiup oleh angin yang datang dari jendela di belakangnya, setelah wanita itu melihat Bu Layla dengan ekspresi sedikit marah, dia menutup buku yang dia bawa lalu berkata ke Bu Layla.
“Bu Layla, ketuk”
“Ayolah, kau tau aku tidak suka berlama-lama kan”
__ADS_1
“Mengetuk pintu sebelum masuk hanya akan memakan waktu Anda sebesar 3 sampai 4 detik, aku rasa jangka waktu se singkat itu tidak bisa dikatakan sebagai “berlama-lama” “
“Sudahlah, ngomong-ngomong aku membawa anggota baru untuk mu”
“Apa?!”
Junta yang terkejut dengan jawaban Bu Layla secara spontan berteriak dengan nada yang sangat keras.
“Bu Layla, dengan segala hormat, ini tidak seperti yang Anda katakan di awal”
“Apa maksud mu Junta?”
“Bukankah Anda meminta ku untuk membantu Anda?”
“Tepat”
“Lalu kenapa Anda memasukkan ku ke dalam ekstrakurikuler ini?!”
“Karena itu bantuan yang aku minta”
“Bukankah Anda bilang kalau bantuannya hanya sebentar?!”
“Memang sebentar, setelah kau mengisi formulir anggota baru di ekstrakurikuler ini, kau boleh pulang”
Junta yang masih merasa dirinya dibodohi memilih untuk diam, ini juga kesalahan Junta mengikuti permintaan yang tidak jelas isinya.
“Bu Layla, aku rasa aku sudah pernah bilang ke Anda bahwa aku tidak ingin punya anggota baru”
“Ayolah Virda, kau tau kan kalau syarat minimal anggota sebuah ekstrakurikuler itu adalah 3? Jika kau tidak punya jumlah minimal ini maka sekolah tidak akan memberikan anggaran ke ekstrakurikuler mu karena sekolah tidak menganggap mu”
“Aku sama sekali tidak masalah dengan anggaran”
“Aku sangat memaksa Virda”
Virda yang merasa bahwa berargumen dengan Bu Layla hanya akan menghabiskan tenaganya pun menjawab.
“Baiklah, aku akan mempertimbangkan”
“Bagus, kalau begitu aku pergi dulu”
Setelah mengatakan itu Bu Layla dengan cepat pergi meninggalkan Junta dan Yui, di sisi lain, Virda kembali membaca buku yang dia pegang, menghiraukan Junta dan Yui yang sedang berdiri di dekat pintu masuk.
Ruangan itu di penuhi oleh bangku-bangku dan meja-meja yang di letakkan di belakang ruangan, di depan ruangan ada papan tulis kapur berwarna hijau, lalu di atas papan tulis ada sebuah jam dinding berbentuk lingkaran, sejauh ini itu lah gambaran suasana yang bisa di berikan oleh Junta, Junta yang merasa tidak ada yang bisa di perbuat pun mengambil sebuah kursi dari belakang ruangan dan menaruh nya di dekat meja panjang tempat Virda duduk, Virda saat ini duduk di bagian dekat sisi pendek meja, Junta juga duduk di sisi pendek lain meja itu, jadi posisi duduk Junta dan Virda saling berseberangan, Yui memutuskan untuk duduk dekat Junta, dia duduk di sisi panjang meja itu.
Setelah keheningan menyelimuti mereka beberapa saat, Yui berusaha membuka pembicaraan.
“Uh.. Dari pada kita saling diam, kenapa kita tidak berkenalan? Aku Yui, dan ini Junta, salam kenal Virda”
Virda hanya merespon dengan melihat mereka, setelah melihat mereka berdua, Virda kembali membaca buku yang dia pegang, sepertinya dia sedang membaca buku tentang kucing, karena di sampul buku itu ada gambar se ekor kucing.
“Maafkan aku Yui, sudah menyeret mu ke masalah ini”
“Eh? Ah.. Tidak apa Junta, kebetulan aku juga ingin bergabung di suatu ekstrakurikuler, tapi aku bingung harus bergabung di ekstrakurikuler mana..”
“Jadi.. Virda ya, karena sekarang aku adalah anggota mu.. Aku ingin bertanya, sebenarnya ekstrakurikuler apa ini? Isi ruangan ini lebih mirip seperti gudang dari pada sebuah ruangan untuk mengembangkan bakat dan minat”
“Bagaimana kalau kalian berdiskusi dan mencoba untuk menemukan jawabannya?”
“Hmmm”
Yui terlihat sangat bersemangat untuk menyelesaikan tantangan dari Virda, di sisi lain, Junta hanya melihat Yui yang sedang berpikir keras menemukan jawabannya.
“Karena kau sedang membaca sebuah buku… Berarti ini adalah ekstrakurikuler membaca!”
“Salah”
“Eh..”
Yui kembali memikirkan jawaban yang benar setelah sedikit terkejut dengan respon singkat milik Virda, tentu Junta hanya melihat Yui berpikir keras, dia tidak ingin membuang tenaga nya untuk sesuatu yang sebenarnya tidak di perlukan ini.
“Mungkin ini adalah ekstrakurikuler tentang kerajinan?”
“Coba lagi”
“Ini sangat susah”
Yui mencoba untuk berpikir lebih keras, tapi semangatnya telah hilang dan dia pun menyerah.
“Orang-orang sangat sibuk di dunia ini, mereka semua mempunyai hal untuk di kerjakan”
Setelah Yui menyatakan bahwa dia menyerah, Virda membuka pembicaraan.
“Semua orang sibuk sehingga mereka tidak memiliki waktu luang”
“Sebenarnya apa yang ingin kau katakan Virda?”
Junta yang lelah dengan teka-teki milik Virda berusaha untuk membuat Virda mengatakan jawabannya secara langsung.
“Bukankah akan sangat bagus jika ada suatu tempat atau suatu hal yang membuat mereka berhenti sejenak dari kesibukan yang ada di dunia ini?”
“Ya.. Aku rasa itu ada benarnya”
“Itulah fungsi dari ekstrakurikuler ini, untuk memberikan waktu luang kepada seseorang yang membutuhkannya, sebuah ekstrakurikuler yang bertujuan untuk membantu anggotanya beristirahat dari kesibukan yang ada di dunia”
Virda menutup buku nya dan meletakkan buku itu di atas meja yang ada di depannya.
__ADS_1
“Selamat datang di ekstrakurikuler Free Time “