
Dari kejauhan, Junta dapat melihat kota yang menjadi tujuan mereka selanjutnya, Junta merasa kalau perjalanan mereka terasa lebih cepat dari biasanya, tapi Junta tidak merasakan adanya perbedaan kecepatan di kereta yang Junta naiki, kereta yang dikendalikan oleh Zonya melaju seperti biasanya tapi tidak dengan suasananya. Semenjak Junta dan yang lainnya meninggalkan kota itu, suasana di kereta ini sepi karena tidak ada yang berbicara sama sekali sepanjang perjalanan, bahkan Alicia yang duduk di kursi kusir juga ikut terdiam seperti patung. Harus Junta akui kalau suasana kereta ini sedikit berat, siapapun pasti akan marah ketika salah satu temannya mengkhianati mereka, dan itulah yang dirasakan Zonya sekarang.
Suasana hati Zonya yang sedang buruk ini membuat Alicia tidak bisa berbicara apapun, bahkan Junta yang lebih dulu mengenal Zonya juga tidak tau harus berkata apa. Jika kalian melihat ekspresi Zonya yang sedang duduk di kursi kusir itu, maka kalian akan berpikir kalau diamnya Alicia dan Junta adalah keputusan yang sangat bijak.
“Ehem.. Alicia, bisakah kau melanjutkan cerita yang dulu kau pernah ceritakan?”
Kou tiba-tiba menutup bukunya lalu berkata seperti itu.
“Eh? Ce-Cerita apa?”
“Sesuatu seperti mengambil tanaman herbal?”
“Ah.. Ce-Cerita itu, sampai dimana aku?”
”Kalau tidak salah ketika kau menemukan tanamannya”
“Ah, Se-Sederhananya, setelah aku menemukan tanaman herbal yang aku cari, tiba-tiba ada sekumpulan serigala mengepung ku”
“Oh? Lalu?”
“Ka-Karena aku tidak membawa senjata waktu itu dan masih belum menguasai sihir seperti sekarang, jadi aku naik ke atas pohon. I-Itu benar-benar sangat menakutkan! Ada sekitar mungkin 20 serigala yang menunggu ku di bawah pohon..”
“Lalu? Bagaimana kau bisa selamat?”
Junta tiba-tiba bergabung dalam pembicaraan.
“I-Itu karena ada seseorang yang membunuh semua serigala itu.. Sayangnya aku tidak tau siapa karena aku tertidur di atas pohon..”
“Kau tertidur di atas pohon? Di tengah-tengah serigala yang sedang mengepung mu?”
Dan Zonya akhirnya bergabung dalam pembicaraan.
”Y-Ya.. Aku merasa sangat mengantuk entah mengapa.. Mu-Mungkin karena aku berada di atas pohon itu cukup lama sampai tubuh ku lelah…”
“Seperti apa serigala yang menyerang mu Alicia?”
“Ji-Jika aku tidak salah ingat, serigala itu berwarna hitam dan memiliki mata putih.. Ekornya juga panjang tidak seperti serigala biasanya, oh! Dan gigi mereka berwarna hijau..”
“Begitu, kemungkinan itu adalah monster serigala class 3, monster itu memang tidak bisa berenang dan tidak bisa memanjat pohon, jadi pilihan yang bagus Alicia”
“Eh?! Class 3!?”
Setelah mengatakan itu Alicia terlihat lemas lalu berkata.
“A-Aku tidak tau apa jadinya jika tidak ada yang membunuh serigala itu”
“Apa kau tidak mendengar suara pertempuran Alicia? Tidur di atas pohon rasanya tidak begitu nyaman”
“Ti-Tidak Junta, aku sangat yakin aku tidak mendengar suara apapun..”
“Apakah serigala itu dibunuh dengan anak panah?”
“A-Aku rasa tidak Kou.. Mayat serigala yang ada di sana terbelah menjadi 2.. A-Aku pikir lebih masuk akal jika yang membunuh serigala itu adalah pengguna pedang atau tombak..”
“Tapi jika memang tidak ada suara, aku rasa yang menyelamatkan mu adalah 1 orang, aku tidak berpikir sebuah regu bisa bertarung tanpa mengeluarkan suara”
“Zonya memang benar, tapi ada kemungkinan sebuah regu bisa bertarung tanpa mengeluarkan suara”
“Apa? Bagaimana?”
“Pasukan khusus kerajaan”
“Ah…”
“A-Ada benarnya”
“Selain pasukan khusus, sebuah regu yang dibuat khusus untuk membunuh secara diam-diam juga menjadi kemungkinan”
Kou mengatakan itu sambil terlihat memikirkan sesuatu.
“Pasukan khusus kerajaan rasanya sudah berada di luar topik pembahasan ini, mereka adalah pasukan elit yang memang dilatih kerajaan untuk menangani situasi penting”
“Satu hal yang pasti, yang membunuh serigala itu mungkin adalah sebuah regu yang memakai armor ringan, dan juga sangat terlatih untuk tidak mengeluarkan suara ketika mereka bertindak”
“Kakak benar, aku mungkin bisa saja salah, tapi selama perjalanan ini, aku tidak pernah melihat ada anggota asosiasi class 3 yang memakai armor ringan”
“Itu karena monster yang ada di class 3 mulai lebih agresif dan berbahaya Kou, armor berat sangat dibutuhkan jika kau ingin selamat”
”Ka-kalau begitu, A-Adakah kemungkinan yang membunuh serigala - serigala itu adalah class 2?”
Zonya menggaruk kepalanya sebelum berkata.
“Memang ada kemungkinan, tapi aku rasa membutuhkan banyak orang untuk membunuh 20 serigala itu, dan semakin banyak orang rasanya akan semakin ramai”
“E-Eh.. Se-Seberapa banyak?”
Selagi Alicia dan Zonya melanjutkan pembicaraan mereka, Junta yang berada tidak jauh dari Kou mengacungkan jempolnya kepada adiknya itu yang telah berhasil sedikit mencairkan suasana. Kou hanya tersenyum kepada Kakaknya sebelum dia mulai membuka buku dan melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda.
“A-Aku tidak tau kalau membutuhkan sebanyak itu..”
“Monster class 3 jauh lebih berbahaya daripada monster-monster class dibawahnya, terlebih lagi ada 20 monster class 3”
“Lagipula kenapa kau tidak membawa senjata mu Alicia?”
“I-Itu karena senjata ku masih diperbaiki Junta.. Dan aku butuh uang untuk membayar itu..”
“Apakah tidak ada permintaan lain?”
“Ti-Tidak ada Zonya, permintaan yang tidak memerlukan senjata aku rasa hanyalah mengambil tanaman herbal waktu itu..”
Setelah Alicia mengatakan itu, Junta baru sadar kalau gerbang kota sudah berada di depan mereka, layaknya kota sebelumnya, gerbang kota ini hanya dijaga oleh 1 orang saja, dan penjaga itu terlihat sangat kelelahan seperti seseorang yang belum tidur selama 4 hari.
Setelah melewati gerbang itu, tidak banyak yang berubah, masih tetap kota yang sepi bahkan hampir terlihat seperti kota mati, dan juga Junta merasa kota ini jauh lebih sepi dari kota sebelumnya. Hari memang sudah sore dan mungkin itu adalah penyebab utama kenapa kota ini begitu sepi. Sejauh mata memandang, Junta mulai menghitung ada berapa orang yang ada di jalanan itu, dan jari - jari Junta berhenti menunjukkan angka 7, lalu dia menghitung toko - toko yang masih buka, dan jarinya berhenti di angka 4. Mungkin karena faktor waktu yang menyebabkan kota ini terlihat lebih sepi dari kota sebelumnya, malam hari akan tiba dalam beberapa jam saja dan Junta merasa sudah wajar bagi para penduduk kota untuk berjalan kembali ke rumah mereka.
Setelah sedikit jauh berjalan dari gerbang kota, Zonya memberhentikan keretanya di depan sebuah penginapan yang sepertinya hanya ini lah satu-satunya penginapan yang buka di jalanan ini. Setelah Junta turun dari kereta menyusul Alicia, Zonya dan Kou yang sudah turun lebih dulu, mereka bersama-sama masuk ke dalam bangunan itu.
Hal pertama yang Junta pikirkan setelah melihat semua itu adalah sebuah cafe, tempat itu lebih mirip dikatakan seperti sebuah cafe ataupun bar, mungkin juga cocok dikatakan sebagai restoran kecil. Memang benar ada beberapa penginapan yang menjadikan lantai bawahnya menjadi cafe ataupun bar, Junta seringkali menemukan penginapan seperti ini ketika dia masih berada di kerajaan Aruf, Junta hanya tidak menyangka kalau dia akan menemukan hal yang sama di kerajaan ini.
“Halo, apa ada orang? Kami ingin memesan ruangan”
Dan tidak ada seorang pun yang menjawab Zonya.
“Aku yakin kalau di depan pintu tadi tulisannya adalah buka”
“A-Aku juga melihatnya Zonya”
”Mungkin penjaga penginapannya masih keluar, kenapa tidak kita tunggu saja?”
__ADS_1
Junta mengatakan itu sambil duduk di salah satu kursi yang ada di sana, tentu Kou mengikuti Kakaknya.
“Tunggu, apakah kalian mencium sesuatu?”
“Oh, jika Zonya juga menciumnya, berarti bukan hidung ku yang bermasalah”
“Apa? Mencium apa?”
Junta memfokuskan dirinya untuk mencium udara di sekitarnya, dan benar saja ada semacam bau yang samar-samar di udara.
”I-Ini.. Bau darah?”
“Kelihatannya datang dari arah pintu itu”
Zonya berkata seperti itu sambil menunjuk ke arah sebuah pintu yang berada di balik meja resepsionis.
“Ya, aku juga merasakan kalau aroma dan suara itu berasal dari sana”
“Suara?”
“Ya, seperti suara isak tangis”
“Tapi suara itu cukup pelan, jadi aku rasa wajar saja kalau kalian tidak bisa mendengarnya”
“Tunggu sebentar, kau juga mendengarnya Junta?”
“Tentu, coba lah pasang telinga mu”
Zonya berdiri diam dan menutup matanya, lalu setelah beberapa saat dia membuka matanya lalu berkata.
“Aku mengerti, benar-benar suara yang lirih”
“Tu-Tunggu dulu.. Ke-Kenapa jadi menakutkan seperti ini.. Aku mendapatkan firasat buruk..”
“Junta, Kou, bersiaplah, Alicia, kau berdirilah di pintu keluar, jika ada apa-apa berlarilah keluar”
Alicia dengan cepat bergerak menuju pintu keluar yang tidak jauh dari posisi Junta, sedangkan Junta dan Kou berjalan bersama Zonya menuju pintu yang ada di balik meja resepsionis.
Zonya merogoh jubahnya terlebih dahulu, Kou juga terlihat bersiap untuk menyerang dengan kecepatan penuh, setelah Junta melihat mereka sudah siap, Junta membuka pintu itu dengan cepat dan masuk ke dalam.
“Wah!”
Suara pisau terjatuh dapat terdengar setelah suara jeritan itu.
“Aku kira ada sesuatu ternyata..”
“Pe-Pelanggan?! Maafkan aku! Aku tidak mendengar kalian”
Selagi perempuan berambut hitam itu membungkuk berulang kali sambil meminta maaf, Junta berjalan mendekat ke arah meja yang ada di dekat perempuan itu, di sana ada banyak sekali daging segar dan beberapa binatang yang kelihatannya baru saja dibunuh, dan juga di meja itu terdapat suatu tanaman yang ketika Junta melihatnya membuat mata Junta pedih, tanaman itu mengingatkan Junta seperti bawang, hanya saja aromanya lebih kuat.
“Ah, ini adalah bahan-bahan makanan untuk makan malam nanti, aku baru saja mendapatkan hasil buruan yang banyak!”
Perempuan yang sepertinya penjaga penginapan itu memulai pembicaraan setelah melihat Junta yang sedang memperhatikan bahan makanannya.
“Hasil buruan? Pantas saja masih terlihat segar”
“Ah, apa baunya terlalu menyengat sampai-sampai kalian bisa menciumnya? Maaf kan aku!”
“Tidak tidak, daging segar memang seperti ini, dapur dan meja resepsionis mu saling berdekatan, jadi tidak heran jika aromanya sampai keluar”
Wanita itu tersenyum sebelum akhirnya berkata.
“Tolong 2 kamar untuk 2 hari”
“Baiklah, ikuti aku”
Junta, Kou dan Zonya pergi meninggalkan dapur itu mengikuti wanita penjaga penginapan menuju meja resepsionis, tentu saja Alicia masih berdiri di pintu keluar ketika Junta kembali ke sana, tapi setelah melihat kalau tidak ada apa-apa Alicia langsung bergerak menuju Zonya yang sekarang sedang berdiri di balik meja resepsionis.
“Ini dia, 2 kunci kamar”
“Terima kasih, apa uang ini cukup?”
Zonya meletakkan 2 koin emas di atas meja sambil berkata seperti itu.
“Hmm, karena kalian adalah pelanggan pertama ku bulan ini, anggap saja aku berikan potongan harga!”
“Terima kasih”
Dan setelah mengatakan itu dengan senyuman, Zonya memberikan salah satu kunci yang dia pegang kepada Junta dan mulai berjalan naik ke atas, tapi karena Junta melihat Kou yang lebih memilih duduk di kursi yang tadinya dia duduki, maka Junta tidak mengikuti Zonya yang sedang naik ke lantai 2.
“Ada apa Kou?”
“Oh, tidak ada apa-apa, aku hanya ingin duduk di sini saja”
“Bukankah lebih bagus jika kau bisa membaca di dalam kamar?”
“Entah mengapa aku ingin duduk di sini, walaupun sebenarnya aku juga ingin berbaring di tempat tidur”
“Begitu, kalau begitu aku akan menemani mu”
Dan tepat setelah Junta duduk, wanita penjaga penginapan itu datang sambil membawa beberapa roti panggang kering dengan susu.
“Makanlah ini, anggap saja ini sebagai permintaan maaf ku”
“Oh, kau tidak perlu menganggap itu terlalu serius Nyonya, sungguh”
“Tidak apa tidak apa! Makanlah”
“Kalau begitu terima kasih”
Kou pun mengambil sepotong lalu memakannya secara perlahan setelah mengatakan itu.
“Kalian kelihatannya bukan berasal dari sini, ada perlu apa datang ke kota ini?”
“Ah, kami memang bukan berasal dari sini, kami datang ke sini karena kami ingin pergi ke suatu tempat, teman kami juga memiliki beberapa urusan di kota ini yang harus diselesaikan, jadi tidak ada tujuan khusus sebenarnya”
Junta menggigit roti yang dia pegang setelah mengatakan itu.
“Oh, baguslah, karena kalian akan di sini selama 2 hari, maka aku sarankan untuk tidak keluar waktu malam hari tiba”
“Oh, apakah itu adalah peraturan di kota ini?”
“Tidak tidak, aku lupa sejak kapan, tapi ketika malam hari tiba biasanya akan ada suatu rombongan kecil datang ke kota, regu itu membawa kereta kecil dan terdapat 4 orang yang menjaga kereta itu, jika kalian melihat mereka, maka kalian akan dibunuh, jadi lebih baik tetaplah di dalam kamar dan tutup jendela kalian”
“Tunggu, entah kenapa ini terasa terlalu cepat, ada semacam rombongan kecil yang datang ke kota dan akan membunuh seseorang yang melihat mereka?”
“Aku tidak berbohong! Mereka tidak akan membunuh mu langsung di tempat, tapi lebih tepatnya keesokan harinya, beberapa orang ataupun kenalan ku pernah bercerita kalau mereka melihat rombongan ini ketika mereka berjalan di jalanan kota di malam hari, tapi keesokan harinya setelah mereka bercerita seperti itu, mereka tiba-tiba tewas begitu saja”
__ADS_1
“Uh, apakah mungkin karena mereka bercerita itulah alasan mereka dibunuh?”
“Tidak, bahkan ada yang tidak bercerita dan tetap tewas keesokan harinya, rombongan itu memang terkesan rahasia, 4 orang penjaganya memakai jubah hitam dan keretanya sangat ditutupi dengan ketat, jadi sebenarnya aku rasa cukup masuk akal jika mereka membunuh siapapun yang melihat mereka. Aku di sini hanya memberi tahu kalian agar kalian selamat, ini bukanlah suatu dongeng atau semacamnya”
“Begitu rupanya, kami mengerti, terima kasih atas peringatannya Nyonya, kami akan berhati-hati”
Wanita itu mengangguk sebelum akhirnya berdiri dan berkata.
“Kalau begitu aku akan pergi ke dapur untuk melanjutkan memasak, jika kalian ingin menambah rotinya bilang saja pada ku!”
Junta dan Kou mengangguk dan melihat wanita penjaga resepsionis itu pergi menuju dapur, tepat setelah wanita itu menutup pintu dapurnya, Zonya dan Alicia turun dari tangga.
“Junta, Kou, pantas saja kalian tidak menjawab ketukan pintunya”
“Zonya, mungkin kau ingin mendengar ini”
“Ada apa?”
Zonya dan Alicia duduk di depan Junta dan Kou sambil berkata seperti itu.
“Wanita penjaga penginapan itu baru saja mengatakan sesuatu yang menarik”
“Dia berkata kalau kota ini kedatangan suatu rombongan misterius di malam hari, dan rombongan itu akan membunuh siapapun yang melihat mereka”
”Huh? Itu mirip seperti cerita dongeng di telinga ku”
“Itulah yang dia katakan, dia menyarankan kita untuk tetap di dalam kamar dan menutup jendela kita”
Zonya terlihat berpikir sejenak sebelum berkata.
“Apa wanita itu mengatakan waktu tepatnya?”
“Tidak, kami tidak bertanya masalah itu”
“Mu-Mungkinkah ini The Fingers?”
‘Kau memikirkan apa yang ku pikirkan Alicia, aku juga tidak ingat kalau kota ini memiliki semacam cerita dongeng seperti itu”
“Itu bisa jadi kemungkinan walaupun aku masih ragu, itulah kenapa kami berpikir mungkin kau tertarik mendengarkan ini”
“Jika ini memang The Fingers, maka mungkin saja ini bisa menjadi informasi yang berguna bagi Asosiasi”
“Kau ingin melihat rombongan itu?”
“Hari sebentar lagi malam Junta, kita tidak akan melihatnya langsung dari jalanan, tapi melalui jendela”
“Aku tidak melihat ada perbedaan melihat melalui jendela dan melihat secara langsung, jika rombongan itu melihat kita, maka kita dalam bahaya”
Zonya menggelengkan kepala sambil berkata.
“Jendela yang ada di dalam penginapan ini ada lubangnya, walaupun sedikit tapi lubang itu cukup untuk mengintip apa yang sedang terjadi di luar, kamar ku menghadap langsung ke arah jalanan kota, jadi kita akan melihatnya di kamar ku malam ini”
Junta terlihat berpikir sejenak sebelum akhirnya menolehkan kepalanya ke kiri lalu berkata.
“Bagaimana menurut mu Kou?”
“Aku akan menyerahkannya kepada mu Kakak”
“Kalau begitu sebaiknya kita melakukan ini dengan hati-hati”
Dan kemudian Junta dan Zonya melanjutkan pembicaraan mereka sambil menyantap roti panggang yang ada di atas meja.
- Matahari terbenam dengan cepat dan hari sudah mulai malam\, setelah memakan makanan yang disiapkan oleh wanita penjaga penginapan itu\, Junta bersama dengan yang lainnya naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamar Zonya.
“Baiklah, Alicia, bisakah kau menjaga pintu kamar kita bersama Kou?”
“A-Aku mengerti”
“Kou, segera beritahu aku kalau kau merasakan ada sesuatu yang aneh sedang terjadi di sekitar ruangan ini”
“Tentu Kakak”
Setelah mendengar jawaban menenangkan dari Kou, Junta segera bergabung bersama Zonya melihat ke arah luar melalui lubang kecil yang ada di jendela. Suasana jalanan kota di malam hari benar-benar terasa menakutkan, tidak ada satupun makhluk hidup di jalanan itu dan tidak ada satupun bangunan yang terbuka pintu ataupun jendelanya, semua bangunan yang ada menutup pintu dan jendela mereka rapat-rapat dan mematikan semua lampu mereka, melihat hal ini tentu saja Junta juga memerintah Kou yang berada di dekat lampu untuk mematikan lampu yang ada di dekatnya. Keadaan di luar sangat sunyi sampai-sampai Junta merasa kalau ada sesuatu jatuh di kamar ini, maka suara itu akan menggema di seluruh jalan.
Matahari baru saja tenggelam, bulan dan bintang baru saja datang, tapi suasana di kota ini sudah layaknya tengah malam, mengingat ada sesuatu seperti ini sedang terjadi di kota ini, maka Junta tidak lagi heran mengapa kota begitu sepi di waktu sore hari, jika Junta orang biasa mungkin Junta juga akan berpikiran untuk segera pulang ke rumah ketika waktu sudah menunjukkan sore hari, sebagai orang biasa Junta tidak ingin mencari masalah dengan sesuatu yang misterius seperti rombongan itu.
Jujur saja Junta dan Zonya tidak tau harus sampai kapan mereka berdiri di belakang jendela itu untuk melihat kapan rombongan misterius itu muncul, dan tepat setelah Zonya berpikiran untuk mengandalkan sistem rotasi, sebuah kereta muncul di jalanan kota.
Kereta itu berjalan dengan pelan, dan kurang lebih sesuai dengan yang dikatakan oleh penjaga penginapan, kereta itu ditutupi oleh kain hitam dan dijaga oleh 4 orang yang juga memakai jubah hitam. Mereka berjalan secara santai sambil sesekali melihat ke sekeliling mereka, karena suasana yang sangat sunyi, suara roda kereta yang sedang berjalan itu terdengar jelas di telinga Junta, seolah-olah mereka berada di jalan dan menyaksikan langsung kereta itu.
Terima kasih juga berkat lubang kecil ini, sepertinya keempat orang itu tidak sadar kalau mereka sedang dilihat oleh Junta dan Zonya, Kou juga hanya duduk di atas kasur diam seribu bahasa yang menandakan kalau tidak ada sesuatu yang aneh sedang terjadi.
Meskipun kereta itu berjalan dengan lambat, cukup sulit untuk melihat apa yang sedang dibawa oleh kereta itu, kereta itu benar-benar ditutup dengan baik. Junta juga tidak bisa mengenali siapa keempat orang itu, wajah mereka ditutupi oleh tudung besar jubah hitam mereka dan tidak ada cukup penerangan bahkan hanya untuk melihat hidung mereka. Kereta itu bergerak pelan dan secara perlahan menjauh dan akhirnya menghilang dari hadapan Junta dan Zonya.
“Aku tidak bisa melihat mereka sedang membawa apa, bagaimana dengan mu Junta?”
“Aku juga tidak, bahkan aku tidak bisa melihat hidung keempat orang itu”
“I-Itu tadi cukup menegangkan..”
“Entah mengapa ini sangat mencurigakan, aku yakin resepsionis di gedung Asosiasi kota ini tau sesuatu masalah rombongan itu jika memang kejadian ini sudah berlangsung cukup lama”
“Kou, apakah ada sesuatu yang aneh?”
“Tidak Kakak, aku dapat pastikan kalau tidak ada yang aneh selama kereta itu melewati kita”
“Mungkin aku harus coba bertanya kepada resepsionis di gedung Asosiasi besok, mungkin saja dia tau satu atau dua hal, atau mungkin dia sudah melaporkannya kepada Asosiasi”
Zonya mengatakan itu sambil terlihat memikirkan sesuatu.
“Akan lebih baik kalau masalah ini kita tanyakan kepada resepsionis di gedung Asosiasi besok, untuk sekarang rasanya kita harus beristirahat, Kou, bisakah kau memasang sihir pelindung? Untuk berjaga-jaga”
“Tentu, tidak ada masalah”
Setelah berkata seperti itu, Kou terlihat seperti menggambar sesuatu di udara dan lingkaran sihir mulai bermunculan satu-persatu.
“Seharusnya pelindung sebanyak ini sudah cukup”
“Terima kasih Kou”
“Zo-Zonya! Bi-Bisakah aku tidur di dekat mu malam ini?”
“Bukankah memang selalu seperti itu?”
“Kalau begitu aku dan Kou akan kembali ke kamar, jika sesuatu terjadi bangunkan kami”
“Tentu, terima kasih Junta, Kou, dan selamat malam”
__ADS_1
Setelah mengangguk, Junta dan Kou pergi keluar dari kamar Zonya dan berjalan menuju kamar mereka.