
Hari sudah pagi, matahari mulai menampakkan dirinya tapi udara di sekitar masih belum berubah menjadi hangat, meskipun kehangatan matahari masih belum menghangatkan dunia ini, masyarakat yang ada di kota sepertinya tidak peduli dengan itu, mereka berjalan di jalanan kota mengurus urusan mereka sendiri, tentunya Junta dan Kou sudah terbangun dari kasur mereka yang ada di kamar, hari ini mereka berencana untuk pergi menjalankan permintaan Ratu Rana yaitu untuk memeriksa suatu monster yang dianggap Ratu Rana cukup berbahaya sampai-sampai Asosiasi dinilai tidak cukup tangguh untuk menjalankan misi ini.
“Jadi.. apa semua persiapannya sudah selesai?”
Junta bertanya kepada Kou yang terlihat santai memakan makanan ringan di meja yang ada di pojok kamar.
“Semua sudah siap Kakak, sejak awal kita memang tidak memiliki perlengkapan yang terlalu rumit, jadi apa yang dipersiapkan?”
“Mungkin persiapan niat?”
“Niat atau tidak kita harus menjalankan ini Kakak, kita sudah menerima permintaan Ratu Rana dan sepertinya ini permintaan yang penting”
“Melihat bagaimana Ratu Rana berbicara masalah monster ini, ditambah hadiah yang besar, aku jadi mengkhawatirkan beberapa hal”
“Aku percaya yang Kakak khawatirkan bukan monster itu kan?”
“Tentu saja bukan, aku lebih khawatir apakah kita harus menggunakan Full Potential dalam keadaan terdesak.. Kita sudah menggunakannya sebanyak 2x dalam waktu dekat ini, penggunaan sebanyak ini sudah membuatku cukup khawatir”
“2x ya, kita menggunakannya untuk menyelamatkan kastil Ratu Rana dan satu lagi untuk melawan orang bertopeng di hutan Sorz”
“Kau tau peraturannya Kou, begitu juga dengan ku, semua itu terjadi dalam kurun waktu yang dekat, seharusnya kita tidak menggunakan Full Potential sesering ini”
Kou berdiri dari kursinya setelah menelan makanan terakhirnya yang ada di atas meja.
“Sejauh ini aku tidak merasakan apapun Kakak, jadi aku rasa tidak ada masalah, tapi memang benar kita sudah terlalu sering menggunakan Full Potential, jadi jika nanti keadaan menjadi buruk, rasanya kita harus lari”
“Itu yang aku pikirkan, dalam permintaan ini aku rasa kita diperbolehkan untuk membunuhnya jika keadaan memaksa kita kan? Jadi rasanya memang sejak awal tidak mengapa untuk tidak membunuh monster itu, yang jadi masalah adalah keadaan memaksa yang dimaksud”
“Jika keadaan memang memaksa kita untuk membunuh monster itu dan monster itu diluar kemampuan kita yang sekarang tanpa Full Potential, tidak ada cara lain lagi selain menggunakan sihir gabungan untuk melarikan diri”
“Kau memikirkan apa yang aku pikirkan, rasanya memang tidak ada cara lain lagi jika keadaan sudah mendesak kita, baiklah, kita harus segera bergegas, kita hanya punya waktu 7 hari untuk menyelesaikan permintaan ini”
“Baiklah, mari pergi ke pintu gerbang masuk kota, aku akan menggunakan sihir ku ketika kita sudah berada di luar kota”
Junta dan Kou berjalan keluar dari kamar dan turun dari lantai 2, di lantai bawah ada tuan pemilik penginapan, Junta dan Kou melambaikan tangan mereka dan dibalas anggukan kepala dari pemilik penginapan yang sedang berdiri di belakang meja resepsionis, setelah turun ke jalanan kota, Junta dan Kou langsung menggerakkan kaki mereka ke arah pintu masuk gerbang kota yang berada di samping kiri jika mereka keluar dari penginapan, jarak antara pintu gerbang dengan penginapan itu tidak terlalu jauh sebenarnya, tapi karena ramainya jalanan kota ditambah ada banyak orang yang membawa barang-barang besar, membuat Junta dan Kou harus berjalan dengan hati-hati.
“Hari masih pagi dan udaranya masih dingin, tapi orang-orang yang ada di sini sepertinya memiliki semacam kulit yang tebal”
“Mungkin mereka sudah terbiasa Kou, atau mungkin ada suatu sihir yang membuat mereka bisa bertahan dari suhu dingin ini tanpa memakai sesuatu yang tebal”
Merasa tidak mendapatkan tanggapan, Junta menolehkan kepalanya ke belakang untuk melihat Kou, dan benar saja dugaan Junta Kou hilang entah kemana, dengan cepat Junta melihat-lihat sekitarnya dan Junta melihat Kou sedang berdiri di dekat suatu gerobak, Junta berjalan ke arah Kou dan menepuk pundaknya.
“Kita harus bergegas, memangnya apa yang membuat mu tertarik?”
“Ah Kakak, barang-barang ini..”
Kou mengambil salah satu barang dari gerobak itu, gerobak itu penuh dengan barang-barang aneh yang belum pernah Junta lihat sebelumnya, mungkin ini dikarenakan Junta belum terlalu lama di dunia ini sehingga masih banyak hal asing bagi mereka.
“Oh! Pilihan yang bagus nona! Itu adalah alat untuk membuat es tanpa air! Cocok jika kalian ingin berpergian jauh dan ingin meminum sesuatu yang dingin untuk menyegarkan dahaga!”
Tiba-tiba pria yang sepertinya penjual dari barang-barang itu muncul entah dari mana dan berkata seperti itu.
“Hmmm begitu ya, apa kau punya barang lain yang menarik?”
Kou berkata kepada pedagang itu sambil meletakkan barang yang dia ambil tadi.
Pedagang itu terlihat berpikir sejenak sambil melihat Kou dan Junta.
“Kalau begitu bagaimana dengan ini?”
Pedagang itu mengeluarkan sebuah botol yang sangat kecil dari sakunya.
“Aku baru mendapatkannya dini hari tadi, ini adalah barang yang bisa mengembalikan mana mu dan menambah jumlah total mana mu hingga sejajar dengan class 5 dalam waktu yang bisa di bilang cukup lama”
Kou menerima botol kecil itu dan melihatnya dengan seksama.
“Harga per botolnya adalah 90 koin perak, tapi jika kau membeli dua maka cukup bayar 150 koin perak atau setara dengan 1 koin emas dan 50 koin perak, aku berikan harga ini khusus untuk kalian saja”
“Hmmmm”
Kou melihat botol hitam kecil itu dengan teliti, sesekali dia sedikit menggoyangkan botol itu untuk memeriksa seberapa banyak cairan yang ada di dalamnya, di sisi lain, Junta terlihat sedikit terkejut dengan harganya yang bisa dibilang sangat mahal.
Untuk botol yang berukuran tidak lebih dari ukuran jempol manusia dewasa, Junta harus membayar 1 koin emas dan 50 koin perak, yang mana dengan uang sebanyak itu Junta bisa membayar uang sewa penginapan yang murah selama 15 hari, dan juga uang sebanyak itu bisa digunakan untuk 15 kali makan, jika setiap harinya Junta dan Kou makan 3 kali sehari maka Junta harus terpaksa menjalani 5 hari tanpa makan jika membeli itu, Junta lebih berfikir untuk memanfaatkan uang sebanyak itu untuk membeli senjata yang bagus, karena senjata mereka yang sekarang adalah senjata berkarat yang entah kapan akan rusak.
“Barang ini menarik, tapi kau tadi bilang kalau barang ini dapat menambah jumlah total mana dalam jangka waktu yang terbilang panjang kan? Seberapa lama itu?”
“Kira-kira sekitar 3 jam, jumlah total mana kalian akan meningkat selama 3 jam dan saat pertama kali meminumnya, mana kalian yang habis akan langsung terisi penuh, selama 3 jam nanti regenerasi mana kalian juga akan meningkat, semua keuntungan yang akan kalian dapatkan ini sudah setara dengan kemampuan class 5”
Pedagang itu berkata dengan nada dan ekspresi yang serius.
“Kou, meskipun kita mau membeli-”
“Baiklah setuju aku beli 2”
Belum selesai Junta berbicara, Kou sudah menyatakan kesepakatannya, dia mengeluarkan 2 koin emas dari kantungnya dan memberikannya kepada pedagang itu.
“Cara pemakaiannya adalah dengan meminum semua cairan yang ada di dalam botol itu, sangat mudah kan?”
“Aku mengerti”
Setelah pedagang itu memberikan 1 lagi botol kecil beserta kembalian uangnya, Junta dan Kou mulai melanjutkan perjalanan mereka lagi.
__ADS_1
“Dari mana kau mendapatkan uang itu? Kita tidak punya uang karena Asosiasi masih belum bisa membayar permintaan yang sudah kita selesaikan”
“Ratu Rana memberikannya kepada ku kemarin”
“Tunggu, kenapa aku tidak tau?”
“Itu karena Kakak terburu-buru untuk pergi dari istana”
“Begitu kah? Kalau begitu berapa banyak yang ratu Rana berikan?”
“Ratu Rana berkata uang ini untuk membantu kita dalam menjalankan permintaannya, dia memberikan 2 koin emas kepada ku”
“Du-”
Junta memasang ekspresi wajah yang sulit dijelaskan.
“Kau korbankan 2 koin emas itu hanya untuk sebuah barang yang tidak jelas?”
“Aku ingin mencoba sesuatu dengan barang ini Kakak, bukankah kita memiliki kemungkinan untuk tidak bisa menggunakan Full Potential ketika keadaan mendesak nanti?”
“Itu adalah kemungkinannya, apa yang kau rencanakan?”
“Aku ingin melihat seberapa ampuh barang ini, atau harus aku katakan obat ini”
Junta terlihat memikirkan arti dari perkataan adiknya itu.
“Kau ingin mencoba seberapa ampuh obat itu dalam menambah mana dan mengembalikan mana mu? Sehingga tidak perlu menggunakan Full Potential?”
“Yap, tepat sekali, Kakak tahu sendiri kan ketika kita dalam kondisi ini yaitu tanpa Full Potential maka jumlah mana, regenerasi mana, kekuatan sihir, kekuatan fisik, kekuatan mental, dan hal lainnya akan berkurang cukup banyak, membuat kita tidak mempunyai banyak pilihan dalam mengeluarkan sihir karena keterbatasan mana”
“Apa yang kau katakan memang benar, kondisi kita yang sekarang tanpa Full Potential mirip seperti kondisi yang sedang dilemahkan, tapi apa boleh buat Kou, itu adalah peraturan keluarga kita sejak dulu”
“Oleh karena itu aku tertarik dengan obat ini Kakak, mungkin obat ini tidak bisa meningkatkan kekuatan sihir atau kekuatan fisik, atau kekuatan lain layaknya seperti Full Potential, tapi setidaknya obat ini dapat menambah jumlah mana kita dan meningkatkan regenerasinya, sehingga dapat membuat kita lebih leluasa dalam memilih sihir yang akan kita gunakan”
Junta terlihat berpikir sejenak setelah mendengar argumen adiknya, tidak terasa mereka sudah sampai di depan pintu gerbang, ketika mereka melangkahkan kaki mereka keluar dari kota, ada 2 penjaga yang memberikan salam kepada Junta dan Kou, penjaga itu terlihat tidak mengenal Junta dan Kou jadi Junta beranggapan kalau mereka hanya bersikap ramah kepada mereka.
“Jadi, kau berencana untuk menggunakan obat itu nanti ketika keadaanya mendesak?”
“Yap, jika obat ini berhasil dan dapat membantu kita, mungkin kita harus membuat beberapa kesepakatan dengan pedagang tadi agar dapat membeli obat ini dalam jumlah yang banyak dengan harga yang murah”
Kou mengatakan itu sambil menyerahkan 1 botol kecil yang dia pegang kepada Junta.
“Harus aku akui, ide mu ini sangat menarik Kou, tapi jangan lupa untuk memerika efek samping dari obat ini”
“Tentu, sebelum kita memutuskan untuk mengandalkan obat ini dalam pertarungan, aku akan memeriksa terlebih dahulu apakah obat ini aman atau tidak”
Kou mengatakan itu sambil memasukkan botol kecil hitamnya ke dalam jubah.
“Aku rasa aku bisa mulai?”
Kou memejamkan matanya sambil menggandeng tangan Kakaknya, dengan cepat kaki Junta dan Kou diselimuti es beku dan tanah sekitar yang mereka pijak berubah menjadi es.
“Ternyata sihir yang kau ciptakan ini cukup berguna”
“Ya awalnya aku juga tidak mengira kalau sihir ini akan berguna, aku dulu membuatnya hanya untuk bersenang-senang”
Sihir itu memiliki cara kerja yang sederhana, Junta dan Kou hanya perlu menggunakan lapisan es yang menyelimuti kaki mereka dengan cara layaknya seperti orang menggunakan sepatu roda, lapisan es yang menyelimuti kaki mereka itu akan membekukan tanah yang ada di sekitar mereka sehingga lapisan es itu dapat berjalan sebagaimana mestinya, tentu saja tanah yang dibekukan akan kembali normal jika lapisan es itu tidak lagi berada di sekitar tanah itu.
“Kakak masih ingat bagaimana cara menggunakannya kan?”
“Kurang lebih, dulu kita bermain kejar-kejaran menggunakan ini juga kan, kepala ku mungkin lupa bagaimana caranya, tapi mungkin tubuhku masih bisa mengingatnya”
“Kalau begitu mari kita pergi”
Kou dan Junta pun melanjutkan perjalanan mereka menggunakan sihir es yang Kou miliki.
Meskipun matahari sudah mulai menyebarkan panasnya, tanah yang membeku karena es itu terlihat tidak bisa mencair, lapisan es yang menyelimuti Junta dan Kou juga masih mengeluarkan asap putih walaupun panas matahari mulai menyebar ke udara.
Sihir ini mungkin terlihat sederhana, tapi sihir ini memakan jumlah mana yang pantas untuk diperhatikan, selama sihir ini digunakan maka mana milik Kou akan terus berkurang, itulah kenapa kemarin saat di istana Kou bertanya kepada Kakaknya tentang pendapat dia mengenai menggunakan sihir ini untuk pergi ke desa Polski.
Terima kasih kepada sifat es yang licin ditambah adanya sedikit dorongan yang dihasilkan oleh lapisan es yang menyelimuti kaki Junta dan Kou membuat mereka tidak terlalu lelah walaupun sudah berselancar lumayan lama, seberapa cepat mereka bisa sampai ke desa Polski sepenuhnya bergantung kepada kecepatan mereka dalam berselancar dan ketahanan mana Kou untuk menahan sihir itu agar tetap aktif.
Setelah sekiranya berselancar kurang lebih 2 jam, Kou berkata kepada Kakaknya bahwa mana miliknya hampir habis, jadi mereka harus berhenti sejenak untuk memulihkan mana, di saat yang bersamaan Junta melihat ada sebuah kota tidak jauh dari posisi mereka, jadi Junta berkata kepada Kou untuk berhenti di kota itu.
“Kota ini…”
Kou melihat bagian luar kota itu sambil terlihat seperti mengingat-ngingat sesuatu.
“Aku rasa ini adalah kota pemberhentian kita dulu?”
“Maksud mu ketika kita dikejar oleh orang bertopeng itu? Salah satu anggota The Fingers?”
“Apa aku salah?”
“Aku juga merasakan hal yang sama Kou, ku rasa memang ini kotanya”
“Kita sampai di kota ini lebih cepat daripada sewaktu kita bersama Zonya”
“Ku rasa ini berkat sihir mu Kou”
Junta dan Kou berjalan masuk ke dalam kota melalui pintu gerbang yang ada di depan mereka.
Kota ini adalah kota yang sibuk, tapi setidaknya Junta sedikit berterima kasih karena jalanan yang ada di sini tidak seramai yang ada di ibu kota.
Junta dan Kou menoleh ke kanan dan ke kiri, berusaha mencari tempat yang bagus untuk beristirahat, jujur saja pandangan mereka sedikit terganggu karena ramainya jalanan yang ada di kota ini.
__ADS_1
Setelah beberapa menit berjalan, Kou menarik-narik sedikit jubah Kakaknya menandakan dia menemukan sesuatu, Kakaknya melihat ke arah kemana tangan Kou menunjuk dan ternyata Kou menunjuk ke sebuah bangunan dengan sebuah tulisan yang besar.
“Tulisan itu berkata kalau apapun yang ada di bangunan itu menjadi gratis”
“Gratis? Kalau begitu kenapa kita masih berdiri di sini?”
Junta dan Kou berjalan masuk ke dalam gedung itu dan seperti yang Junta duga gedung itu sangat ramai dipenuhi orang-orang.
Gedung itu ternyata adalah sebuah kedai minuman, kesan pertama Junta dan Kou ketika memasuki gedung itu adalah suasana gedung itu terlihat sama dengan gedung Asosiasi, terdapat meja-meja dengan kursi-kursi, lalu ada meja resepsionis tidak jauh dari pintu masuk, hanya saja di sini tidak ada orang yang makan, semua meminum sesuatu dari cangkir mereka, entah memang gedung ini tidak menyediakan makanan atau memang orang-orang di sini mengincar barang yang digratiskan, dan mungkin yang digratiskan adalah minuman.
Junta dan Kou berjalan menuju meja resepsionis yang dijaga oleh seorang laki-laki yang cukup tinggi dan memiliki badan yang cukup kekar, rambutnya pendek dengan kumis yang pendek pula, salah satu perbedaan antara gedung ini dengan gedung Asosiasi adalah terdapat sebuah kursi berbentuk bundar tanpa sandaran yang diletakkan di depan meja resepsionis, jadi orang-orang bisa duduk dan minum di sini.
“Apa ada yang bisa aku bantu?”
Laki-laki itu menyapa Junta dengan penuh semangat.
“Berikan aku minuman apapun yang gratis”
“Segera datang!”
Hanya hitungan beberap detik, sebuah minuman di dalam gelas kayu berwarna cokelat muda dihidangkan di depan Junta dan Kou yang sedang duduk di kursi yang ada di depan meja resepsionis.
Karena kehausan, Kou menghabiskan minuman ini dalam satu kali ronde, sehingga dia meminta laki-laki itu untuk mengisi minumannya lagi.
Gedung ini juga memiliki tangga yang berada tidak jauh dari meja resepsionis, karena penasaran, Junta pun bertanya kepada laki-laki itu.
“Apa yang ada di lantai 2?”
“Sebuah penginapan tentu saja”
Junta sedikit terkejut mendengar hal itu, hal ini dikarenakan Junta tidak pernah melihat sebelumnya ada sebuah penginapan yang lantai dasarnya adalah sebuah atau semacam kedai minuman seperti ini, atau mungkin hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan Junta tentang dunia ini.
“Berapa harganya untuk 1 malam 1 kamar?”
“30 koin perak”
Laki-laki itu berkata dengan nada yang senang.
“Junta tidak berpikir kalau harga itu bisa dikatakan murah jika dibandingkan dengan penginapan yang Junta dan Kou diami di ibu kota, yang mana hanya 10 koin perak, tapi tentu saja harga 30 koin perak adalah harga rata-rata penginapan yang sering Junta temui, bisa dikatakan harga penginapan di sini adalah normal.
“Jadi kalian berasal dari mana? Aku belum pernah melihat kalian sebelumnya”
Laki-laki penjaga kedai itu memulai pembicaraan.
“Aku dan adikku akan pergi menuju desa Polski, kami berangkat dari ibu kota kerajaan”
“Oh, desa Polski ya”
Ekspresinya yang senang tiba-tiba berubah menjadi serius.
“Apa ada masalah?”
“Aku hanya mendengar apa yang aku dengar saja, katanya desa itu memiliki sebuah masalah yang sulit diselesaikan, aku mendengar ada 3 orang yang pergi ke desa itu dan salah satunya adalah class 5, yang mana setelah mereka datang, masalah di desa itu selesai, hadirnya class 5 di desa itu sebenarnya sudah cukup membuat beberapa orang sedikit curiga dengan apa yang terjadi”
“Apa maksud mu?”
“Class 5 adalah class yang terkuat kan?, semua orang tahu itu, lalu bagaimana jika ada class 5 yang datang ke suatu tempat? Pastinya ada sesuatu yang sangat sulit sehingga membutuhkan kemampuan class 5 kan? Meskipun aku masih tidak tahu masalah apa yang menimpa desa Polski, tapi hadirnya class 5 ke sana membuat orang-orang bertanya-tanya masalah apa yang dia selesaikan di desa itu”
“Mungkin class 5 itu hanya ingin menjenguk temannya?”
Kou mengatakan itu dengan nada pura-pura tidak tahu.
“Aku juga berharap seperti itu, sebaiknya kalian berhati-hati”
“Terima kasih atas-”
Belum selesai Junta mengatakan perkataannya, tiba-tiba pintu gedung itu terbuka dengan keras dan ada seseorang laki-laki tua berjalan masuk sambil berteriak.
“ZOKAVIA AKAN KEMBALI!! ZOKAVIA AKAN BANGKIT!! THE FINGERS SEDANG BERGERAK!!”
Laki-laki tua itu mengulangi teriakannya beberapa kali sebelum membuat penjaga gedung yang melayani Junta dan Kou tadi menggaruk kepalanya.
Laki-laki penjaga gedung itu mengambil sebuah tas kecil lalu pergi ke laki-laki tua itu, lalu dia memberikannya dan sedikit memaksa orang tua itu untuk pergi keluar dari gedung itu.
“Apa itu tadi?”
Laki-laki penjaga gedung itu menjawab pertanyaan Junta setelah dia menuangkan minuman ke gelasnya.
“Hanya seseorang yang gila, padahal jika kalian tahu, dulunya dia adalah orang terkaya di kota ini, tapi sepertinya kekayaannya berasal dari bantuan The Fingers dan entah apa yang membuat The Fingers harus membunuh keluarganya sehingga dia menjadi seperti yang sekarang ini”
Laki-laki penjaga itu sedikit menghela nafas.
“Begitu ya, kasihan sekali”
Kou berkata seperti itu sambil melihat bayangan dirinya yang sedikit tercermin dari minuman yang ada di dalam gelasnya.
“Aku rasa begitulah akibatnya jika kalian bermain-main dengan The Fingers, dulu orang tua itu hanya berteriak tentang The Fingers, tapi belakangan ini dia juga berteriak tentang Zokavia, ku rasa semakin hari dia semakin bertambah gila”
“Lalu apa yang kau berikan tadi?”
Junta bertanya dengan nada penasaran.
“Sedikit makanan dan minuman, meskipun dia sudah gila, tapi aku dulu sangat dibantu olehnya, anggap saja itu sebagai balasan ku”
“Begitu ya, ku harap dia segera membaik”
__ADS_1
Kou berkata seperti itu lalu meminum minumannya, begitu pun dengan Junta, Junta mengangguk menandakan dia setuju dengan Kou lalu kembali meminum minumannya yang ada di dalam gelas kayu.