Junta & Dunia Sihir

Junta & Dunia Sihir
#32 Permintaan Ratu Rana


__ADS_3

“Aku akan mengulangi nya sekali lagi, misi besar ini adalah untuk membunuh monster kuno yang berada di sekitar desa Polski yang mana monster kuno itu adalah monster yang kau bunuh di permintaan kemarin, untuk sekarang kau bisa pergi ke kota Fern untuk berkumpul dengan class 5 yang lain dan menunggu perintah lebih lanjut dari Asosiasi, apa ada yang ingin kau tanyakan Zonya?”


Zonya terlihat berpikir dengan keras.


“Aku rasa tidak Maggie, sejauh ini aku paham situasinya”


“Setelah kau sampai di kota Fern, kau akan bertemu dengan salah satu petinggi Asosiasi saat pertemuan class 5 diadakan, kau bisa bertanya kepada dia secara langsung jika kau bingung dengan sesuatu”


“Aku mengerti”


“Berhati-hatilah”


Zonya berbalik dan berjalan menuju pintu masuk Asosiasi.


Saat Zonya sudah dekat dengan pintu masuk, tiba-tiba pintu itu terbuka dan disana ada Junta dan Kou yang masuk ke dalam gedung.


“Yo Zonya, kau terlihat memikirkan sesuatu, apa ini ada kaitannya dengan buah-buahan kemarin?”


“Tidak Kou, aku hanya memikirkan beberapa hal, aku akan pergi ke kota Fern, tolong bilang ke pemilik penginapan nanti”


“Oh, baiklah tidak masalah”


Dan dengan begitu Zonya pergi dengan langkah yang tergesa-gesa.


“Zonya terlihat terburu-buru”


Kou memulai pembicaraan selagi mereka berjalan menuju Maggie.


“Mungkin ada sesuatu yang penting, dia adalah class 5, apa pun bisa menjadi kemungkinan”


Tidak butuh waktu lama bagi Junta dan Kou untuk sampai di depan meja resepsionis, Maggie menyambut mereka dengan senyuman yang hangat.


“Hari ini kalian ingin makan apa?”


“Seperti biasa Maggie, apapun itu selama bisa dimakan”


“Baiklah Junta, kalian bisa duduk di meja sambil menunggu makanan kalian datang”


Junta dan Kou berjalan menuju meja yang berada di pojok ruangan dan duduk di sana.


Meja itu adalah meja kesukaan Junta dan Kou, setiap kali mereka mengunjungi Asosiasi, mereka selalu duduk di meja itu, dan entah kenapa meja itu selalu kosong ketika Junta dan Kou datang, lagi pula meja itu adalah meja kenangan, meja itu lah yang menjadi meja pertama tempat Junta dan Kou duduk untuk mengisi formulir pendaftaran bersama Zonya.


“Baiklah, sambil menunggu makanan kita, aku ingin bertanya beberapa hal kepada mu Kakak”


“Jika kau ingin bertanya masalah permen yang kau letakkan di atas meja di dalam kamar kita, aku tidak tau”


“Tunggu dulu, itu terdengar cukup mencurigakan bagi ku, tapi lupakan, bukan itu yang ingin aku bahas”


Kou mengeluarkan botol berisi air hitam dari balik jubahnya.


“Aku ingin membahas masalah ini”


“Oh, kau sudah menemukan sesuatu terkait dengan air hitam ini?”


“Lebih tepatnya aku ingin bertanya mana yang harus kita prioritaskan, air hitam ini, atau menemukan cara agar kita bisa kembali”


Junta terlihat berpikir dengan keras.


“Keduanya adalah hal yang penting, menurutku sebaiknya kau menyelidiki keduanya, tapi jika situasi memaksa mu untuk memilih salah satu dari kedua hal itu, maka prioritaskan untuk air hitam ini”


Kou melihat air hitam itu sambil memikirkan sesuatu.


“Aku rasa keputusan Kakak cukup masuk akal, sejak awal keberadaan air hitam ini sudah sangat mencurigakan dan aku juga merasa bahwa kita perlu mengetahui mengapa sihir murni milik Ibu kita bisa berada di sini”


“Aku tau ini akan menjadi penyelidikan yang sulit, tapi aku mengandalkan mu Kou”


“Aku tau, mari kita lihat apa yang bisa aku lakukan”


“Lalu, apa ada hal lain lagi yang perlu kau bicarakan?”


“Mungkin tentang recana kita ke depannya”


“Hm, kita tidak memiliki tujuan apapun selain mencari jalan untuk kembali dan menemukan alasan kenapa original magic milik ibu kita bisa berada di sini, jadi aku rasa rencana kita ke depannya adalah untuk bertahan hidup”


“Ngomong-ngomong soal bertahan hidup, sudah berapa lama kita berada di sini?”


“Uh.. Aku tidak menghitungnya, mungkin sekitar 1 bulan?”


“1 bulan ya, aku juga tidak menghitungnya tapi aku juga merasa kalau kita sudah berada di dunia ini selama itu, lalu bagaimana pendapat Kakak terhadap dunia ini?”


“Harus aku akui dunia ini cukup menyenangkan daripada dunia kita, memang tidak ada teknologi canggih di sini, tapi kita bisa mencari makan sendiri di alam liar atau bahkan kita bisa membangun rumah di suatu tanah diluar kota, aku lebih suka menyebut ini kebebasan”


“Aku setuju dengan mu Kakak, ingat sewaktu kita ingin makan tapi tidak mempunyai uang? Kita pergi ke luar kota untuk mencari apapun yang bisa dimakan dan kita menemukan buah-buahan?”


“Tepat, itulah maksudku, harus aku akui dunia ini sebenarnya tidak buruk, tapi kita tidak boleh lupa kalau keberadaan kita di dunia ini bisa saja menjadi perusak keseimbangan alam atau semacamnya, sejak awal kita bukan penduduk asli dunia ini jadi kita harus tetap waspada terhadap berbagai bahaya yang bisa saja datang kapan pun itu”


“Ngomong-ngomong soal bahaya, apa Kakak tidak mau mengambil permintaan lagi?”


“Saat ini Asosiasi sepertinya dalam kondisi keterbatasan uang, aku tidak ingin mengambil resiko mengambil permintaan lagi lalu hadiahnya akan di tunda lagi”


“Bukankah permintaan di sini tidak banyak yang berhadiah tinggi? Lagipula aku ingat kemarin Maggie berkata kalau di gedung ini ada beberapa koin tersisa yang cukup untuk membayar hadiah yang kecil”


“Kau ingin mengambil permintaan Kou?”


“Kenapa tidak? Siapa tau kita bisa menemukan informasi lain yang berguna bagi kita, atau mungkin sesuatu yang menarik”


Kou melihat botol berisi air hitam yang dia letakkan di atas meja setelah mengatakan itu.


Junta terlihat memikirkan sesuatu sebelum akhirnya berkata.


“Kenapa kita tidak lihat papan pengumuman dulu? Jika ada permintaan yang menarik bagi mu maka kita pertimbangkan lagi”


Junta dan Kou berdiri dari kursi mereka dan berjalan menuju papan pengumuman, setelah berdiri di depan papan itu, Kou mulai melihat-lihat permintaan yang ada.


Entah mengapa Junta merasa permintaan di papan pengumuman ini terlihat lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah permintaan saat Junta dan Kou pertama kali mengambil misi pertama mereka.


Kou melihat papan itu dengan seksama, sedangkan Junta yang tidak banyak mengert tentang tulisan yang ada di dunia ini hanya bisa menunggu.


“Bagaimana Kou?”


“Hmmm, hadiah terbesarnya adalah 1 koin emas”


Kou menunjuk ke salah satu kertas yang ditempel di papan pengumuman.


“Dan hadiah kedua terbesar setelah itu adalah 80 koin perak”


Tangan Kou menunjuk ke kertas lain yang berada di papan pengumuman itu.

__ADS_1


“1 koin emas ya, berarti setara 100 koin perak, harga makanan rata-rata di kota ini adalah 10 koin perak, dan harga penginapan selama 1 malam adalah 10 koin perak, itu berarti jika kita mengambil permintaan berhadiah 1 koin emas, dan jika kita makan setidaknya 2 kali dalam 1 hari, maka…”


Junta menghitung sesuatu sambil menatap langit-langit gedung.


“3 hari?”


“Ya begitulah, kurang lebih 1 koin emas dapat membuat kita bertahan selama 3 hari”


“Hm, itu sangat singkat jika dibandingkan dengan hadiah 20 koin emas yang kita dapatkan dari permintaan memurnikan air itu”


“Karena itu adalah permintaan yang berpotensi menjadi permintaan khusus, aku tidak heran”


Kou menjawab seperti itu sambil melihat-lihat permintaan lain.


“Hm, menurutmu Zonya pergi ke kota Fern karena dia ingin ikut dalam operasi besar yang diadakan Asosiasi?”


“Bisa saja Kakak, atau mungkin Zonya perlu mengurus hal lain di kota itu, kenapa Kakak terlihat ingin tahu?”


“Hm, aku lebih penasaran tentang operasi besar ini, maksud ku apa setiap kali Asosiasi mengadakan operasi besar maka dana dari semua gedung akan ditarik oleh pusat? Sampai-sampai tidak banyak koin yang tersisa? Sungguh sebenarnya operasi ini sebesar apa”


“Mungkin karena kita tidak tau saja Kakak, kita baru di dunia ini sekitar 1 bulan”


“Ku rasa kau ada benarnya”


“Bagaimana dengan permintaan ini Kak? Hadiahnya 10 koin perak dan yang harus kita lakukan hanyalah mengambil beberapa buah-buahan yang ada di hutan sekitar sini”


“10 koin perak?”


Tepat setelah Junta mengatakan itu, ada seseorang yang memakai jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya, bahkan tudung yang dia pakai sangat besar sampai-sampai wajahnya tidak terlihat.


Orang itu dengan cepat berjalan menuju Junta dan Kou yang sedang berdiri di depan papan pengumuman, tentu saja Junta dan Kou tidak menyadari itu karena mereka sibuk membahas permintaan yang ada di depan papan pengumuman.


“Junta, Kou”


Seseorang berjubah hitam itu ternyata adalah seorang wanita.


“Uh.. Siapa kau? Ada perlu apa dengan ku dan adik ku?”


Orang itu menyerahkan sebuah kertas yang digulung dan diikat dengan tali berwarna merah.


“Ratu Rana ingin bertemu dengan kalian sekarang, bawa kertas ini ketika kalian masuk ke dalam istana”


Dan setelah mengatakan itu wanita itu pergi dengan langkah yang sangat cepat seolah-olah dia sedang dikejar oleh sesuatu.


“Ratu Rana ingin menemui kita?”


Kou bertanya sambil melihat kertas itu yang berada di tangan Kakaknya.


“Aku rasa ratu Rana dalam masalah?”


“Ku harap tidak Kou”


“Junta, Kou, apa kalian mendapatkan masalah?”


Tiba-tiba Maggie datang sambil membawa beberapa piring berisi makanan.


“Masalah? Kenapa kau berpikir seperti itu?”


“Yang datang tadi adalah anggota intelijen kerajaan, tidak biasanya aku melihat anggota intelijen yang turun ke lapangan tanpa menangkap seseorang”


“Entah kenapa perkataan mu membuat ku sedikit merinding, entah siapapun orang itu dia hanya datang ke sini untuk menyampaikan pesan kepada ku dan Kou”


“Kau benar, simpan makanan itu untuk nanti Maggie”


Setelah mengatakan itu Junta dan Kou bergegas berjalan keluar dari gedung Asosiasi.


Panas matahari sepertinya tidak menjadi halangan bagi rakyat yang hidup di kota ini, meskipun matahari berada tepat di atas kepala mereka, mereka terlihat tidak masalah dengan itu dan tetap melanjutkan aktivitas mereka, membuat jalanan yang ada di kota menjadi sibuk dan tentu saja ramai.


Setelah melewati jalanan yang ramai dan panas itu, Junta dan Kou sampai di pintu gerbang kerajaan.


Anehnya di sana tidak ada penjaga yang menjaga pintu itu.


Melihat pintu itu tidak dijaga, Junta bertanya lalu apa fungsi kertas yang diberikan oleh orang itu?


Junta dan Kou memilih untuk membuka gerbang itu sendiri dan masuk ke dalam.


Setelah beberapa langkah melewati gerbang itu, kesan pertama yang Junta dan Kou rasakan adalah sepi, tidak ada satu pun orang yang terlihat di sini, seolah-olah kastil ini sudah ditinggalkan.


“Kakak, aku rasa ratu Rana dalam masalah”


“Aku harap bukan masalah yang besar”


Setelah hampir sampai di pintu masuk istana, tiba-tiba Kou berada di depan Junta dan terdapat suara dentuman yang lumayan keras.


“Apa ini jebakan”


Junta mengatakan itu dengan nada waspada.


“Aku tidak tau, tapi dua orang itu sepertinya tidak suka dengan kedatangan kita”


Dua orang yang Kou maksud adalah 2 orang yang dia tendang tadi karena mereka tiba-tiba menyerang mereka entah dari mana.


2 orang itu sekarang berusaha berdiri setelah tubuh mereka menghantam tembok batu yang kokoh.


“Aku tidak tau siapa kalian, tapi jika kalian ingin membunuh kami maka aku tidak akan segan dengan kalian”


Junta berkata seperti itu dengan nada yang sedikit berteriak.


“Siapa kalian, apa mau kalian di sini?!”


Salah satu dari kedua orang berjubah cokelat itu meresponn Junta.


Junta teringat dengan kertas yang diberikan kepada dia sebelumnya, jadi dia mengeluarkan kertas itu dan menunjukkannya kepada dua orang itu.


Dua orang itu sepertinya mengerti apa yang sedang terjadi jadi mereka berjalan mendekat ke arah Junta dan Kou dengan santai seperti sedang menghampiri seseorang yang tidak berbahaya.


“Maafkan kami, silahkan ikuti aku”


Kedua orang itu menuntun Junta dan Kou masuk ke dalam istana, mereka berjalan dalam keheningan sebelum akhirnya sampai di depan ruang takhta.


“Kalau begitu kami akan pergi, sekali lagi kami memohon maaf atas kejadian sebelumnya”


“Tidak apa, aku rasa kalian memang ditugaskan untuk menjaga istana karena pintu gerbangnya tidak ada penjaga, kalian hanya melakukan tugas”


Kedua orang itu sedikit membungkuk lalu meninggalkan Junta dan Kou.


Setelah dua orang itu pergi, Junta dan Kou membuka pintu ruang tahta lalu masuk ke dalam, tentu saja di pintu ruang takhta juga tidak ada penjaga yang menjaga.

__ADS_1


Setelah masuk, Junta dan Kou dapat melihat ratu Rana yang sedang duduk di singgasananya, dan juga  Hako yang sedang berdiri di samping ratu Rana, mereka terlihat membahas sesuatu.


“Oh Junta, Kou”


“Halo ratu Rana”


“Bisakah setidaknya kalian menyebutkan nama kalian sebelum membuka pintu itu?”


Hako berkata seperti itu seperti orang yang sudah pasrah.


“Apa ada masalah? Hako terlihat tidak baik”


“Hanya masalah perang yang membuat otak Hako sedikit terbakar”


Ratu Rana mengatakan itu sambil berjalan menuju Junta dan Kou.


“Jadi, mengapa ratu Rana memanggil ku dan Kou?”


“Sejujurnya aku ingin meminta bantuan mu untuk memeriksa sesuatu”


“Memeriksa sesuatu? Apakah ini ada kaitannya dengan perang?”


“Tidak tidak, aku ingin kalian memeriksa area yang berada di sekitar desa Polski, sebuah desa yang berada di sebelah kiri kota ini, aku menerima informasi kalau di sana ada monster laba-laba besar yang jika aku cocokkan informasinya, maka monster itu adalah monster kuno, dan aku ingin memastikan terlebih dahulu keberadaanya, jika saja aku bisa menggunakan orang-orang ku untuk memeriksa nya maka aku tidak akan meminta bantuan kalian”


Junta dan Kou terlihat memikirkan sesuatu setelah mendengar perkataan ratu Rana.


“Apa ada masalah Junta?”


“Oh, tidak ada, hanya saja aku teringat akan sesuatu, jadi yang harus kami lakukan hanyalah memeriksanya saja?”


“Tepat, aku ingin mengetahui kepastiannya terlebih dahulu sebelum memutuskan apa yang harus aku lakukan selanjutnya”


“Kenapa tidak memberikan permintaan ini ke Asosiasi? Bukankah mereka cocok dengan hal-hal yang berhubungan dengan monster-monster seperti ini?”


Kou mengatakan itu dengan nada bingung.


“Monster kuno ini terlalu kuat untuk Asosiasi Kou, itulah kenapa ratu Rana tidak ingin menaruh permintaan ini di Asosiasi”


Hako mengatakan itu sambil berjalan menuju Junta dan Kou.


“Apa yang Hako katakan benar, aku ingin memerika terlebih dahulu kecocokan monster ini dengan data-data kerajaan yang aku miliki, ada beberapa kemungkinan-kemungkinan yang sudah aku bicarakan dengan Hako mengenai monster apa ini sebenarnya, dan setelah melihat banyak data dan mencocokkan nya dengan informasi yang aku punya, aku dan Hako memiliki kesimpulan kalau monster ini terlalu berbahaya bagi Asosiasi, bahkan dalam skenario terbarik pun”


“Itu terdengar cukup berbahaya, jadi intinya, ratu Rana merasa kalau aku dan Kou adalah orang yang tepat untuk misi ini?”


“Sebenarnya misi ini bisa dilakukan oleh pasukan khusus kerajaan Kou, tapi saat ini pasukan khusus itu masih belum sempurna, kemampuan mereka masih perlu dilatih”


Hako berkata seperti itu sambil melipat tangannya di dada.


 


 


”Pasukan khusus ya, apakah dua orang yang menyerang kami di dekat pintu gerbang masuk kerajaan tadi adalah pasukan khusus kalian?”


“Tunggu dulu, aku memang memberikan tugas kepada mereka untuk berjaga di depan, tapi apa mereka menyerang mu Kou?”


“Menyerang ku? Lebih tepatnya menyerang kami”


Hako mengehela nafas.


“Aku sudah berkata kepada mereka tentang kedatangan kalian, tapi sepertinya mereka perlu diberi satu atau dua hukuman”


“Tidak apa, aku dan Kakak ku tidak lagi mempermasalahkannya, sejak awal aku merasa aneh dengan gerakan mereka yang tidak biasa seperti prajurit pada umumnya, tapi jika mereka adalah pasukan khusus yang masih dalam pelatihan, maka mereka sudah melakukan tugas yang kau berikan dengan baik”


“Jadi bagaimana Junta? Kou? Apa kalian mau menerimanya? Mari kita lihat… Monster ini cukup berbahaya jadi bagaimana kalau 60 koin emas?”


“Woah, itu hadiah yang sangat banyak, apa kerajaan saat ini sudah keluar dari masalah keuangan?”


“Setidaknya kami tidak dalam kondisi parah seperti sebelumnya, 60 koin emas tidak sebanding dengan potensi kerusakan yang bisa saja timbul karena monster itu, oleh karena itu, tugas kalian memang hanya untuk memeriksa saja, tapi jika keadaan di luar kendali, maka kalian boleh membunuh monster itu”


“Kenapa kita tidak langsung membunuhnya saja?”


“Seperti yang dikatakan ratu Rana Kou, aku dan ratu Rana perlu memeriksa terlebih dahulu monster apa ini sebelum menentukan langkah selanjutnya, terlebih lagi jika informasi yang kami terima di cocokkan dengan daftar monster yang kami punya, ada kemungkinan kalau monster ini adalah salah satu jenis monster yang jika dibunuh sembarangan, akan merugikan apapun yang ada disekitarnya, seperti mengeluarkan asap beracun atau semacamnya”


“Oleh karena itu kalian aku izinkan untuk membunuhnya jika memang situasi mendesak kalian, anggap saja seperti perlindungan diri”


Junta dan Kou terlihat berpikir sejenak.


“Bagaimana Kou? Apakah kau ingin mengambilnya?”


“Hmmmm, kenapa tidak? Aku rasa kita bisa mengatasi ini”


“Apa kau yakin? Monster ini terlihat merepotkan”


“Aku hanya berpikir, siapa tau kita akan menemukan sesuatu yang menarik ketika kita menjalankan permintaan ini Kakak”


Junta memejamkan matanya untuk berpikir sejenak.


“Baiklah ratu Rana, kami menerima permintaan mu”


“Terima kasih Junta, Kou, kalau begitu ambil ini”


Ratu Rana memberikan semacam kristal kecil seukuran pisau kepada Junta.


“Jika kalian melihat monster itu, aktifkan kristal ini, kalian bisa mengaktifkan kristal ini dengan cara memberikan sedikit Mana kalian”


Junta memperhatikan kristal yang mengkilap itu sebelum akhirnya memberikan kristal itu kepada Kou.


“Apa ada lagi yang perlu kami tahu?”


Ratu Rana terlihat berpikir dengan keras.


“Mungkin masalah waktu, bisakah kalian memberikan ku hasilnya dalam waktu kurang dari 7 hari?”


 


 


”Woah, itu cukup ketat, bagaimana menurut mu Kou?”


Kou terlihat berpikir dengan keras.


“Aku rasa kita bisa Kakak, tapi itu akan memakan Mana kita dalam jumlah yang pantas untuk diperhatikan, apakah Kakak tidak masalah dengan itu?”


“Begitu ya, pakai cara itu, aku rasa tidak apa”


“Kalau Kakak setuju maka tidak masalah”

__ADS_1


“Kalau begitu aku rasa kita sudah sepekat tentang ini ratu Rana, kami akan menerima permintaan mu”


“Terima kasih Junta, Kou, aku mengandalkan kalian”


__ADS_2